cover
Contact Name
Hendri Rasminto
Contact Email
jinu@kampusakademik.co.id
Phone
+6289669609417
Journal Mail Official
office@kampusakademik.co.id
Editorial Address
Jl.Pedurungan Kidul IV rt.03/01 No.62 Kel. Pedurungan Kidul/ Kec.Pedurungan Semarang 50192 , Semarang, Provinsi Jawa Tengah, 50192
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Nusantara
ISSN : 30479673     EISSN : 30477603     DOI : https://doi.org/10.61722/jinu.v1i4.1570
JURNAL ILMIAH NUSANTARA (JINU), adalah jurnal yang ditujukan untuk publikasi artikel ilmiah yang diterbitkan oleh Kampus Akademik Publising .Jurnal Ilmiah Nusantara ( JINU) merupakan platform publikasi jurnal Karya suatu hasil penelitian orisinil atau tinjauan Pustaka yang ditulis oleh dosen atau mahasiswa. Ruang lingkup karya yang diterbitkan mencakup Multidisiplin diantaranya yaitu: Manajemen, Ekonomi, Ekonomi Syariah, Akuntansi, Kewirausahaan, Bisnis, Ilmu Sosial Humaniora, Sastra, Bahasa, Pertanian, Kesehatan, Psikologi, Peternakan, perikanan, Politik, Pendidikan, Ilmu Teknik, Sistem Informasi, Teknik Elektro dan Informatika, Desain Komunikasi Visual, Hukum.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,231 Documents
ANALISIS YURIDIS TERHADAP MARAKNYA PHK DI INDONESIA DALAM PERSPEKTIF PERLINDUNGAN TENAGA KERJA Muhammad Darish Alfi Putra Nurhady; Muhammad Sahriadi Lubis; Muhammad Yazid Al Hikam Batubara; Najla Mutia Thaher; Revani Iswanda; Syafa Tria Putri
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 3 No. 6 (2026): Jurnal Ilmiah Nusantara November 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v3i6.11744

Abstract

Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) merupakan salah satu permasalahan penting dalam hukum ketenagakerjaan di Indonesia yang berdampak terhadap kondisi ekonomi dan sosial pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaturan hukum mengenai PHK, bentuk perlindungan hukum terhadap tenaga kerja yang mengalami PHK, serta faktor penyebab meningkatnya kasus PHK di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaturan PHK di Indonesia diatur dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, dan Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2021. Perlindungan hukum terhadap pekerja yang mengalami PHK diwujudkan melalui pemberian pesangon, uang penghargaan masa kerja, uang penggantian hak, serta mekanisme penyelesaian perselisihan hubungan industrial dan program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP). Namun, dalam praktiknya masih terdapat berbagai kendala, seperti lemahnya penegakan hukum, kondisi ekonomi yang tidak stabil, perkembangan teknologi, dan perubahan regulasi ketenagakerjaan yang menyebabkan meningkatnya kasus PHK. Oleh karena itu, diperlukan pengawasan dan penegakan hukum yang lebih efektif guna menciptakan hubungan industrial yang adil dan seimbang antara pekerja dan pengusaha.
INOVASI KUE LUMPUR BERBAHAN DASAR LABU SIAM DENGAN SUBSTITUSI TEPUNG KACANG HIJAU Putri Andriana Citra; Lilis Sulandari; Ila Huda Puspita Dewi; Aisyah Nurin Kamiliya
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 3 No. 6 (2026): Jurnal Ilmiah Nusantara November 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v3i6.11746

Abstract

Kue lumpur merupakan salah satu jajanan tradisional Indonesia yang umumnya menggunakan kentang sebagai bahan utama. Pemanfaatan labu siam sebagai pengganti kentang dan penambahan tepung kacang hijau sebagai substitusi sebagian tepung terigu merupakan salah satu upaya diversifikasi pangan berbasis bahan lokal yang diharapkan dapat meningkatkan nilai gizi produk. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mutu sensori kue lumpur berbahan dasar labu siam dengan penambahan tepung kacang hijau berdasarkan atribut warna, bentuk, aroma, rasa, tekstur, dan kesukaan keseluruhan, serta menentukan formulasi yang paling dapat diterima oleh panelis. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan tiga formulasi, yaitu perbandingan tepung terigu dan tepung kacang hijau sebesar 90%:10%, 80%:20%, dan 70%:30%. Penilaian mutu sensori dilakukan oleh 35 panelis semi terlatih menggunakan uji skoring skala 1–5. Data dianalisis menggunakan uji One-Way ANOVA yang dilanjutkan dengan uji Duncan pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung kacang hijau berpengaruh signifikan terhadap warna, aroma, tekstur, dan kesukaan keseluruhan, tetapi tidak berpengaruh signifikan terhadap bentuk dan rasa. Formulasi terbaik diperoleh pada perbandingan tepung terigu 90% dan tepung kacang hijau 10% yang menghasilkan warna kuning kecoklatan cukup merata, tekstur lunak dan lembut, rasa manis dan gurih, serta tingkat kesukaan panelis tertinggi. Peningkatan proporsi tepung kacang hijau menyebabkan warna produk menjadi lebih gelap, tekstur lebih padat dan sedikit berpasir, serta aroma khas kacang hijau semakin kuat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan tepung kacang hijau sebanyak 10% merupakan formulasi yang paling optimal untuk menghasilkan kue lumpur berbahan dasar labu siam dengan mutu sensori yang baik dan dapat diterima oleh konsumen. Kata kunci: kue lumpur; labu siam; mutu sensori; tepung kacang hijau; uji sensori.
ANALISIS PENERAPAN HUKUM ACARA PIDANA DALAM PROSES PENANGKAPAN DAN PERSIDANGAN PADA KASUS FERDY SAMBO Muhammad Abdurrhaman Ramadhan; Muhammad Zidan Haririe; Muhamad Lafaizar; Rensa Septiansyah; Muhammad Zalfa Az-Zahri
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 3 No. 6 (2026): Jurnal Ilmiah Nusantara November 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v3i6.11749

Abstract

Kasus pembunuhan berencana terhadap Nofriansyah Yosua Hutabarat yang melibatkan mantan Kadiv Propam Polri, Ferdy Sambo, menjadi ujian penting bagi integritas Hukum Acara Pidana (KUHAP) di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian proses penangkapan/penahanan serta dinamika pembuktian di persidangan berdasarkan UU No. 8 Tahun 1981 tentang KUHAP. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan kasus (case approach) dan perundang-undangan (statute approach). Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses penempatan khusus (patsus) di awal kasus sempat mengaburkan batasan penangkapan administratif dan pro-justitia. Namun, dalam proses persidangan, Majelis Hakim berhasil menerapkan asas free evaluation of evidence secara progresif, khususnya dalam menguji validitas kesaksian justice collaborator (Richard Eliezer) dan kesesuaian alat bukti elektronik (CCTV). Jurnal ini menyimpulkan bahwa meskipun terdapat hambatan obstruction of justice, peradilan perkara ini pada akhirnya memenuhi asas due process of law..
STRATEGI PEMASARAN SANGGAR TARI SEKAR PUTRI KERTOSONO DALAM MENJAGA KETAHANAN BUDAYA DI ERA GLOBALISASI Iqbal Eka Kurniawan; Selina Alifia Fayara Putri; Karina Prasanti; Nigitania Aprillia Karinasari; M. Khos Ghozi Gemilang; Irawan Hadi Wiranata
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 3 No. 6 (2026): Jurnal Ilmiah Nusantara November 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v3i6.11751

Abstract

Globalisasi dan perkembangan teknologi informasi membawa dampak yang signifikan terhadap kehidupan masyarakat, termasuk dalam bidang sosial dan budaya. Masuknya budaya asing yang semakin mudah diakses berpotensi menggeser minat generasi muda terhadap budaya lokal, khususnya seni tari tradisional. Dalam situasi tersebut, keberadaan sanggar tari menjadi salah satu upaya penting dalam menjaga kelestarian budaya sekaligus menanamkan nilai-nilai karakter kepada generasi muda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemasaran yang diterapkan Sanggar Tari Sekar Putri Kertosono dalam menjaga ketahanan budaya di era globalisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi dengan pemilik Sanggar Tari Sekar Putri sebagai informan kunci. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pemasaran yang dilakukan sanggar meliputi pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi, publikasi prestasi peserta didik, serta keikutsertaan dalam berbagai perlombaan dan pementasan seni. Strategi tersebut tidak hanya meningkatkan eksistensi sanggar di tengah persaingan dan perkembangan zaman, tetapi juga berkontribusi dalam pelestarian budaya lokal melalui pengenalan tari tradisional kepada generasi muda. Selain itu, sanggar berperan dalam menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, keberanian, dan rasa cinta terhadap budaya Indonesia. Dengan demikian, Sanggar Tari Sekar Putri Kertosono memiliki peran penting dalam memperkuat ketahanan budaya lokal dan membentuk generasi muda yang berkarakter di tengah arus globalisasi..
STRATEGI KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KINERJA GURU MELALUI SUPERVISI AKADEMIK: STUDI KUALITATIF DI SEKOLAH MENENGAH Khairiyah Khairiyah; Nabila Yusraeni; Suriani Suriani; Rahmad Rapolo Siregar; Shandy Maulana Fikri Simatupang; Mansyur Hidayat Pasaribu
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 3 No. 6 (2026): Jurnal Ilmiah Nusantara November 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v3i6.11752

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan cara kepala sekolah meningkatkan performa guru dengan melakukan supervisi akademik di tingkat sekolah menengah. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dan jenis penelitian ini adalah studi kasus. Partisipan yang terlibat dalam penelitian ini termasuk kepala sekolah, wakil kepala sekolah, dan beberapa guru yang dipilih secara khusus. Data diperoleh dengan cara wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen. Proses analisis data meliputi pengurangan data, penyajian data, dan pengambilan kesimpulan, sementara keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah melaksanakan supervisi akademik dengan cara yang terorganisir melalui pembuatan program supervisi, mengamati proses belajar di kelas, memberikan umpan balik yang membangun, serta tindakan lanjutan berupa pembinaan, pelatihan, dan pendampingan untuk guru. Strategi ini membantu meningkatkan kemampuan mengajar, profesionalisme, disiplin, serta mutu proses pembelajaran. Namun, pelaksanaan supervisi masih menemui beberapa masalah, seperti kurangnya waktu, beban kerja administrasi guru, dan perbedaan dalam kesiapan guru untuk menerima supervisi. Oleh karena itu, diperlukan komitmen yang kuat dari kepala sekolah serta kerjasama semua anggota sekolah agar supervisi akademik dapat dilaksanakan secara terus menerus dan memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan kualitas pendidikan
KAFA'AH SEBAGAI JUSTIFIKASI PERJODOHAN: Kajian atas Fatwa Ulama dan Yurisprudensi Pengadilan Agama dalam Perspektif Kesetaraan Gender Aghni Auhainaa Yasiir; Ilham Huduri; Hafid Hambali Rafsanjani
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 3 No. 6 (2026): Jurnal Ilmiah Nusantara November 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v3i6.11753

Abstract

Kafa’ah (kesekufuan) merupakan salah satu konsep fiqih munakahat yang kerap dijadikan pertimbangan, bahkan justifikasi, dalam praktik perjodohan pada masyarakat muslim Indonesia. Artikel ini bertujuan menelaah bagaimana konsep kafa'ah dikonstruksi dalam fatwa ulama dan diserap ke dalam pertimbangan hukum (yurisprudensi) Pengadilan Agama, serta bagaimana konstruksi tersebut dibaca dari perspektif kesetaraan gender. Penelitian ini menggunakan metode yuridis-normatif dengan pendekatan kepustakaan (library research), yang menelaah kitab-kitab fikih klasik, regulasi positif seperti Kompilasi Hukum Islam (KHI), serta literatur akademik mengenai praktik peradilan agama dan wacana kesetaraan gender. Hasil kajian menunjukkan bahwa dalam fikih klasik, kriteria kafa'ah bersifat multitafsir dan sangat dipengaruhi konteks sosial-budaya patriarkal Arab pra-modern, mencakup unsur agama, nasab, kemerdekaan, profesi, dan harta, dengan beban pembuktian kesekufuan yang secara struktural lebih banyak dibebankan pada pihak perempuan. Pasal 61 KHI mempersempit kafa'ah semata pada aspek keagamaan dan menegaskan bahwa ketidaksekufuan bukan alasan pencegahan perkawinan, kecuali karena perbedaan agama. Meskipun demikian, dalam praktik sosial dan sebagian pertimbangan hukum di lingkungan peradilan agama, kafa'ah non-agama (status sosial, ekonomi, pendidikan, nasab) masih dipakai sebagai alasan informal untuk membenarkan intervensi wali dalam menentukan atau membatalkan jodoh anak perempuannya. Dari perspektif kesetaraan gender, penggunaan kafa'ah semacam itu berpotensi melanggengkan relasi kuasa yang timpang antara wali/keluarga dan perempuan sebagai subjek yang seharusnya memiliki otonomi penuh dalam menentukan pasangan hidup. Artikel ini merekomendasikan reinterpretasi kafa'ah yang berbasis maqashid syariah dan prinsip keadilan substantif, sehingga konsep tersebut tidak lagi difungsikan sebagai instrumen pembenar perjodohan yang mengabaikan hak ijbari perempuan..
Dampak Modernisasi dan Digitalisasi terhadap Pergeseran Nilai Gotong Royong di Masyarakat Urban Indonesia Nani Septiyani; Muhammad Abdullah Darraz
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 3 No. 6 (2026): Jurnal Ilmiah Nusantara November 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v3i6.11754

Abstract

Gotong royong merupakan budaya bekerja sama antar masyarakat yang dilakukan secara sukarela untuk mencapai tujuan bersama, fungsi dari gotong royong ialah terbentuknya identitas sosial dan budaya solidaritas dalam masyarakat indonesia. Namun, di era sekarang gelombang modernisasi, urbanisasi dan transformasi digital menjadi pemicu reorganisasi tananan sosial yang berdampak signifikan pada eksistensi nilai-nilai budaya masyarakat indonesia. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis secara kritis pergeseran bentuk, makna, dan hakikat dari gotong royong yang mulai memudar pada masyarakat urban di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian literatur (Library research). Metode ini dipilih karena fokus utamanya adalah menggali, menelaah dan menganalisis berbagai hasil penelitian, teori dan dokumen ilmiah yang relevan dengan nilai gotong royong di masyarakat urban dari pengaruh digitalisasi dengan mengkombinasikan informasi dari berbagai sumber untuk memperoleh informasi yang mendalam dan menyeluruh sesuai dengan tema yang diangkat. Hasil penelitian menunjukan bahwa interaksi sosial tatap muka di ruang publik perkotaan cenderung menurun, penyebabnya adalah peningkatan individualisme, kapitalisme praktis dan padatnya tuntutan kerja. Namun, dari beberapa penyebab tersebut nilai gotong royong tidak sepenuhnya hilang melainkan mengalami transformasi struktural dan dekonstruksi metanarasi tradisional.Fenomena ini berlangsung dari praktik komunal fisik teritorial menjadi pola solidaritas digital. Yang dimana masyarakat urban memanfaatkan platrom digital, media sosial dan teknologi finansial untuk menghimpun aksi kemanusiaan secara cepat, dan fleksibel. Hasilnya menunjukan bahwa integrasi literasi digital berbasis pancasila dan kebijakan mempertahankan ekonomi menjadi syarat utama keberlanjutan esensi gotong royong di masyarakat era modern
ANALISIS PUTUSAN MUNAS TARJIH MUHAMMADIYAH KE-31 TENTANG BATAS USIA MENIKAH DALAM PERSPEKTIF UNDANG-UNDANG PERLINDUNGAN ANAK NOMOR 35 TAHUN 2014 Nadia Wahyu Puspita Ningrum; Muhammad Iqbalul Amdad; Diana Kamila Rahma; Muhammad Dzikrillah Sunni Khoiril Fikar
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 3 No. 6 (2026): Jurnal Ilmiah Nusantara November 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v3i6.11757

Abstract

Penelitian ini menganalisis konstruksi batas usia menikah dalam Putusan Munas Tarjih Muhammadiyah Ke-31 dalam perspektif UU No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Menggunakan metode yuridis-normatif, penelitian ini menemukan bahwa putusan Muhammadiyah tersebut melakukan rekonstruksi istinbāṭ yang mentransformasikan kewajiban yuridis negara menjadi kewajiban teologis. Pendekatan Maqāṣid asy-Syarī‘ah yang digunakan Muhammadiyah terbukti beririsan dengan asas the best interests of the child dalam hukum positif. Harmonisasi ini memperkuat legitimasi hukum negara di akar rumput dan mempersempit ruang penyelundupan hukum melalui dispensasi kawin
FATWA WAKAF UANG DI INDONESIA: PERBANDINGAN FATWA MUI, LAJNAH BAHTSUL MASAIL NU, DAN MAJELIS TARJIH MUHAMMADIYAH Ibnu Karim Naufal 'Abdallah; Atik Kamala; Yusuf Syaifulloh
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 3 No. 6 (2026): Jurnal Ilmiah Nusantara November 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v3i6.11763

Abstract

Wakaf uang (waqf al-nuqud/cash waqf) merupakan instrumen filantropi Islam yang semakin relevan dalam konteks pemberdayaan ekonomi umat di era modern. Kajian ini bertujuan mengkaji fatwa tentang wakaf uang yang dikeluarkan oleh tiga lembaga fatwa utama di Indonesia: Majelis Ulama Indonesia (MUI), Lajnah Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (LBM NU), dan Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kepustakaan (library research) yang bersifat deskriptif-komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MUI, LBM NU dan Majelis Tarjih Muhammadiyah sama-sama membolehkan wakaf uang dengan syarat nilai pokok wakaf tetap dipertahankan dan manfaatnya disalurkan sesuai dengan tujuan syariat. Perbedaan di antara ketiganya terletak pada metode istinbath hukum dan penekanan implementasinya. menghasilkan corak fatwa yang saling melengkapi; dan (4) fatwa-fatwa ini secara kolektif berkontribusi signifikan dalam membentuk landasan syariah bagi regulasi wakaf nasional.
TINJAUAN SOSIOLOGIS TENTANG TUJUAN PENDIDIKAN ISLAM Muhammad Husni Azmi; Nada Millatina Dahlan; Muhammad Abdullah Darraz
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 3 No. 6 (2026): Jurnal Ilmiah Nusantara November 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v3i6.11769

Abstract

Tujuan pendidikan Islam memiliki peran penting dalam membentuk individu yang beriman, berakhlak mulia, dan mampu berkontribusi dalam kehidupan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tujuan pendidikan Islam dari perspektif sosiologis guna memahami perannya dalam pembentukan individu dan masyarakat. Metode yang digunakan adalah studi pustaka (library research) dengan menganalisis berbagai literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tujuan pendidikan Islam tidak hanya berorientasi pada pengembangan aspek spiritual dan intelektual, tetapi juga berfungsi sebagai sarana pewarisan nilai, pembentukan karakter, serta integrasi sosial. Dengan demikian, pendidikan Islam memiliki peran strategis dalam membentuk manusia yang bertanggung jawab secara pribadi maupun sosial di tengah dinamika masyarakat. Tujuan pendidikan Islam memiliki peran penting dalam membentuk individu yang beriman, berakhlak mulia, dan mampu berkontribusi dalam kehidupan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tujuan pendidikan Islam dari perspektif sosiologis guna memahami perannya dalam pembentukan individu dan masyarakat. Metode yang digunakan adalah studi pustaka (library research) dengan menganalisis berbagai literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tujuan pendidikan Islam tidak hanya berorientasi pada pengembangan aspek spiritual dan intelektual, tetapi juga berfungsi sebagai sarana pewarisan nilai, pembentukan karakter, serta integrasi sosial. Dengan demikian, pendidikan Islam memiliki peran strategis dalam membentuk manusia yang bertanggung jawab secara pribadi maupun sosial di tengah dinamika masyarakat.