cover
Contact Name
Muslimin
Contact Email
hiskijayaberkarya@gmail.com
Phone
+6281243230260
Journal Mail Official
hiskijayaberkarya@gmail.com
Editorial Address
Grha STR, Jalan Ampera Raya nomor 11, Telepon (021) 7813708, Jakarta Selatan 12550
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
PROSIDING SEMINAR NASIONAL DAN INTERNASIONAL HIMPUNAN SARJANA-KESUSASTRAAN INDONESIA
ISSN : -     EISSN : 29884357     DOI : https://doi.org/10.51817/psni.v1i0.150
Prosiding Seminar Nasional dan Internasional Himpunan Sarjana-Kesusastaan Indonesia terbit satu kali setahun sejak November 2020 merupakan forum bagi dosen, peneliti, dan mahasiswa dalam bidang ilmu pendidikan bahasa, sastra, seni, dan budaya. Redaksi menerima artikel dan laporan penelitian mengenai inovasi dan perkembangan dalam pendidikan bahasa, sastra, seni, dan budaya termasuk: 1. Analisis sastra. 2. Hasil Penelitian Sastra Indonesia. 3. Hasil Penelitian Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia.
Articles 192 Documents
KEARIFAN LOKAL DALAM TRADISI ADAT PERNIKAHAN SUKU KOMERING SUMATRA SELATAN Hani Atus Sholikhah; Ernalida Ernalida
Prosiding Seminar Nasional dan Internasional HISKI 2023: THE 31st HISKI INTERNATIONAL CONFERENCE ON LITERARY LITERACY AND LOCAL WISDOM (JUNI 2023)
Publisher : Himpunan Sarjana-Kesusastraan Indonesia (HISKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/psni.v3i0.84

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) rangkaian prosesi pernikahan adat suku Komering Sumatra Selatan; (2) nilai-nilai kearifan lokal dalam tradisi adat pernikahan Komering Sumatra Selatan. Metode penelitian yang digunakan menggunakan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi, wawancara, dan observasi. Sementara  teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan analisis data hasil dokumentasi, wawancara, dan observasi, temuan menunjukkan terdapat beberapa tahapan dalam rangkaian prosesi pernikahan adat suku Komering. Prosesi itu terbagi menjadi tiga tahap, yakni (1) tahap sebelum acara pernikahan: bhupodok, mancikko cawa, pangatu, nyawak, dan kebayan; (2) tahapan pada saat acara pernikahan: mangian, akad, ngusung kebayan, sambutan,dan pemberian adok/jajuluk; (3)   tahapan setelah acara pernikahan: onggokan/jumput gimon, sanjau tedok. Nilai-nilai kearifan lokal yang terdapat dalam tradisi adat pernikahan suku Komering Sumatra Selatan adalah nilai estetika, nilai religius,  nilai sosial, dan nilai ekonomi.
MAKASSAR ORAL POETRY VOCABULARY FOR HUMAN CATEGORY: A STUDY OF MICROSTRUCTURE IN VANDIJK CRITICAL DISCOURSE ANALYSIS Muhammad Ali
Prosiding Seminar Nasional dan Internasional HISKI 2023: THE 31st HISKI INTERNATIONAL CONFERENCE ON LITERARY LITERACY AND LOCAL WISDOM (JUNI 2023)
Publisher : Himpunan Sarjana-Kesusastraan Indonesia (HISKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/psni.v3i0.108

Abstract

This research is descriptive-qualitative which aims to describe how the vocabulary of Makassar oral poetry in Human category. The researcher is key instrument in this research. Researchers try to interpret carefully through experience as a native speaker. The data analysis technique was carried out through 3 (three) cycles, namely data collection, data reduction, and drawing conclusions and verification. Theory of VanDijk is a theoretical framework and hermeneutics as grand theory and analytical knife. Based on the results of the analysis, it shows that there are several vocabularies that are included in Human category, namely everything related to (1) the human body, (2) human physical activities, (3) human intellectual activity, (4) human nature or character. All vocabularies “human”in the poem describe the existence of Makassar people in their local and universal lives. The four human categories contained several messages, namely love for God, love for parents, the struggle of a mother, implement God’s commands and avoid his prohibitions, not giving up easily, being loyal to lovers, simple, views of life, manners, tolerance, humility, and so on. This research provides very important benefits for Indonesian and Local Language and Literature teachers in developing their learning materials in the classroom, especially in learning the appreciation of poetry and prose of local culture in each region or country.
GENDER PERSPECTIVE IN THE ESSAY COLLECTION MEN COBLONG BY OKA RUSMINI Thera Widyastuti
Prosiding Seminar Nasional dan Internasional HISKI 2021: PROCEEDING INTERNATIONAL CONFERENCE ON LITERATURE HISKI (NOVEMBER 2021)
Publisher : Himpunan Sarjana-Kesusastraan Indonesia (HISKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/psni.v0i0.7

Abstract

Oka Rusmini is a female writer and journalist whose works mostly about women and their problems. Her essay collection Men Coblong, published in 2019, features a woman named Men Coblong who experiences various events in her daily life. As a mother, Men Coblong acts as a social observer of events around her, particularly those pertain to education system. The research problem is how to reflect the gender perspective through the main character. This is qualitative research and it employs descriptive analysis method. As the theoretical bases, it applies theory of gender and sociology of literature. The writer depicts Men Coblong as a person who is sensitive toward social situations that happen within the society. She tries to make herself as a woman who plays a dual role, which are in the domestic and public are.
INTRINSIC AND EXTRINSIC ELEMENTS OF VOVA SANGGAYU FOLKLORE IN PASANGKAYU REGION Marlina Marlina; Ulinsa Ulinsa; Ade Nurul Izatti; Aurelia Vila
Prosiding Seminar Nasional dan Internasional HISKI 2021: PROCEEDING INTERNATIONAL CONFERENCE ON LITERATURE HISKI (NOVEMBER 2021)
Publisher : Himpunan Sarjana-Kesusastraan Indonesia (HISKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/psni.v0i0.39

Abstract

Intrinsic and Extrinsic Elements of Vova Sanggayu Folklore In Pasangkayu Region. Focus in this research is : How intrinsic and extrinsic structure of oral literature in Vova Sanggayu folklore? This research aimed to describe the intrinsic and extrinsic structure of oral literature in Vova Sanggayu folklore. This research is a descriptive qualitative research, this methode describe intrinsic and extrinsic structure of oral literature in Vova Sanggayu folklore. The data in this research is written data from the folklore text about the origin of Pasangkayu Region name (Vova Sanggayu folklore). The data collecting conducted by observation, interview, recording, documentation, evaluation technique. Based on this research reveals the building elements in Vova Sanggayu folklore, involving : (1) intrinsic elements consist of theme, plot, characters and characterizations, setting, point of view, style, message and (2) extrinsic element in folklore consist of biography, social values, religion values, cultural values, moral values.
PENERAPAN PEMBELAJARAN MENULIS PUISI BERBASIS KEARIFAN LOKAL NGAOS, MAMAOS, DAN MAENPO SEBAGAI BAGIAN TIGA PILAR BUDAYA CIANJUR Librilianti Kurnia Yuki; Novi Anoegrajekti; Ninuk Lustyantie
Prosiding Seminar Nasional dan Internasional HISKI 2023: THE 31st HISKI INTERNATIONAL CONFERENCE ON LITERARY LITERACY AND LOCAL WISDOM (JUNI 2023)
Publisher : Himpunan Sarjana-Kesusastraan Indonesia (HISKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/psni.v3i0.75

Abstract

Artikel ini merupakan kajian dengan pendekatan kualitatif deskriptif berdasarkan observasi, wancara melalui angket pertanyaan yang diberikan kepada 30 orang siswa SMA kelas XI dari 34 siswa yang mengisi 4 orang adalah siswa kelas XII SMA di kabupaten Cianjur. Angket wawancara di sebar berdasarkan jenjang kelas XI yang disebarkan secara acak melalui google formulir pada tahun 2022 kemudian di analisis menggunakan analisis data Bogdan dan Biklen. Penelitian ini dilakukan dengan latar belakang adanya fenomena siswa Sekolah Menengah Atas yang tidak lagi menyukai sastra seperti puisi dibuat dengan latar belakang pengalaman pribadi saja tanpa memasukan nilai edukasi yang mengandung unsur-unsur kearifan lokal seperti ngaos, mamaos, dan maenpo. Oleh karena itu penelitian ini dibuat untuk memberikan konsep baru dalam menerapkan pembelajaran menulis puisi berbasis kearifan lokal Ngaos, Mamaos, dan Maenpo sebagai bagian Tiga Pilar Budaya Cianjur di Tingkat Sekolah Menengah Atas. Hasilnya diperoleh bahwa pembelajaran menulis puisi menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan cara memberikan penjelasan terlebih dahulu mengenai konsep tiga pilar budaya Cianjur kepada para siswa lebih efektif dalam menghasilkan karya sastra puisi yang memiliki nilai edukasi bagi penyitasnya serta mampu mengekpresikan maksud dan tujuan si penulis lebih dalam lagi
SHIFTING IN THE MEANING OF THE DEBUS PERFORMANCE SPELL: THE ISLAMIC IDENTITY OF THE BANTEN COMMUNITY Ezik Firman Syah; Novi Anoegrajekti; Nuruddin Nuruddin
Prosiding Seminar Nasional dan Internasional HISKI 2023: THE 31st HISKI INTERNATIONAL CONFERENCE ON LITERARY LITERACY AND LOCAL WISDOM (JUNI 2023)
Publisher : Himpunan Sarjana-Kesusastraan Indonesia (HISKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/psni.v3i0.98

Abstract

Debus Banten performing arts has a mantra in performing its rituals and performances. These mantras are used in the Jangjawokan debus school as a diversion for the Qodriyah and Rifa'iyah sects of debus, which do not use mantras according to the early spread of Islam in their performances. The use of mantras in the Jangjawokan genre debus certainly has meaning for each recited mantra. The purpose of this study is to describe the shift in the importance of the Debus Mantra as the Islamic identity of the Banten people. This study uses the Ethnographic method of the Spradley model with the perspective of cultural studies used to explain the Islamic identity of the Banten people in understanding the meaning of the Jangjawokan mantra debus. The results showed that the discovery of the spell when the to debus performance began by using Roland Barthes' Semiotic theory in expressing the meaning of the Jangjawokan debus mantra. Even though the Jangjawokan debus used mantras in their performances, Islamic values were still embedded in the mantras when the debus performances started. The recitation of prayers in the meaning of this mantra is intended to present the saints and prophets and ask for their help to keep the debus players from harm during the performance.
THE MEANING OF THE SYMBOLS OF THE BODY PART IN THE BOOK OF SENO GUMIRA AJIDARMA's INCIDENTAL TRILOGY Yunidar Yunidar; Jayanti Puspita Dewi
Prosiding Seminar Nasional dan Internasional HISKI 2021: PROCEEDING INTERNATIONAL CONFERENCE ON LITERATURE HISKI (NOVEMBER 2021)
Publisher : Himpunan Sarjana-Kesusastraan Indonesia (HISKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/psni.v0i0.30

Abstract

This study aims to determine the meaning of the symbols of human body parts in the collection of short stories Saksi Mata by Seno Gumira Ajidarma. From the sixteen short stories, the researcher took three short stories that used symbols of human body parts. The three short stories that the researchers took were adapted to the research objectives, entitled Saksi Mata, Telinga, and Kepala di Pagar Da Silva. Of the three short stories, the theme of violence in torture is implicitly taking place in East Timor during the New Order reign. The method used in this paper is the qualitative description. The three short stories illustrate the use of symbols of human body parts in the form of eyes, ears, and head, which are used to depict the violence in the form of torture that occurred in East Timor. The eye symbol used is a representation of the truth. The ear symbol is used to express the violence that occurred at that time. Meanwhile, the head symbol is used as a form of death
HOMOSEXUAL IN THE DEVELOPMENT OF CONTEMPORARY INDONESIAN LITERATURE Uman Rejo
Prosiding Seminar Nasional dan Internasional HISKI 2020: 29TH INTERNATIONAL CONFERENCE ON LITERATURE AND HISKI 36TH ANNIVERSARY IN GORONTALO 2020 (Lite
Publisher : Himpunan Sarjana-Kesusastraan Indonesia (HISKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/psni.v0i0.64

Abstract

This paper aims to explore and describe the development of literary works in Indonesia that raise issues on the homosexual’s lifestyle, be it lesbian, gay, bisexual, or transgender groups, which are better known as LGBT people. The focus of his study lies in the development of Indonesian literary works with the theme of homosexuality and several Indonesian academic studies that examine the topic. The method used is descriptive qualitative using a receptive-intertextual approach. The results and discussion show that homosexuality in the development of literature in Indonesia varies greatly in terms of form, conflict, or style of expression. Starting with introducing local culture and wisdom in Indonesia, homosexual rituals, performing arts, Indonesian films from the 70s to the present, the content of Serat Centhini, novels, anthologies of short stories, and literary works published in cyber media (cybernetics). As a product of creative culture, the issues developed in these literary works were followed by the emergence of several Indonesian academic studies that dissect literary works from various perspectives and are explored using contemporary literary theories. Some of these academic studies are in the form of an undergraduate thesis, a master’s thesis and a dissertation, and scientific articles.
TRAGEDI '98 DALAM SASTRA INDONESIA: DUA PERSFEKTIF KEBANGSAAN Lina Meilinawati Rahayu
Prosiding Seminar Nasional dan Internasional HISKI 2023: THE 31st HISKI INTERNATIONAL CONFERENCE ON LITERARY LITERACY AND LOCAL WISDOM (JUNI 2023)
Publisher : Himpunan Sarjana-Kesusastraan Indonesia (HISKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/psni.v3i0.89

Abstract

Dengan pendekatan multiskala tulisan ini ingin menunjukkan peristiwa traumatis 98 sebagai memori kolektif di Indonesia yang dinarasikan oleh para sastrawan, khususnya penulis perempuan. Pendekatan ini mengasumsikan bahwa memori dapat diproduksi dalam berbagai skala. Narasi yang dituangkan oleh para sastrawan  merupakan cara menciptakan kembali kecatatan sejarah dalam skala masing-masing.  Ini merupakan satu upaya untuk menegosiakan kembali apa yang sudah terjadi pada suatu masa dan apa yang tetap diingat oleh karya dua penulis perempuan. Tulisan ini akan bersandarkan pada pendekatan multiskala yang meyakini bahwa memori dapat dilihat dari berbagai skala. Dalam skala besar, tragedi '98 merupakan peristiwa nasional yang terjadi saat krisis ekonomi, dan dalam skala kecil dapat dilihat dalam berbagai persfetif dan kepentingan. Karya sastra memungkinkan untuk menjadi saksi atas peristiwa yang tidak dapat diketahui secara absolut dan memperkenalkan pada pengalaman yang terjadi, tetapi tidak terucapkan dan tidak pernah didengar. Tulisan perempuan dalam menarasikan peristiwa traumatis menjadi fokus penelitian ini. Yang akan dijadikan objek penelitian adalah dua novel yang ditulis oleh perempuan tentang Tragedi 1998. Kedua novel itu adalah Laut Bercerita karya Leila S. Chudori dan Sekuntum Nozomi 3 karya Marga T. Karena sastra berfungsi sebagai sarana dokumentasi dan transmisi sejarah, melaluinya peristiwa disajikan. Kedua pengarang ini --dalam upaya masing-masing-- mendekonstruksi hubungan antara kekuatan politik (negara) pada individu yang  pada akhirnya melahirkan wacana kebangsaan. 
MURAL: EKSPRESI NARASI VISUAL VERBAL DAN NONVERBAL Sudartomo Macaryus; TMA Kristanto; Edi Setiyanto; Joko Santoso; Yoga Pradana Wicaksono
Prosiding Seminar Nasional dan Internasional HISKI 2023: THE 31st HISKI INTERNATIONAL CONFERENCE ON LITERARY LITERACY AND LOCAL WISDOM (JUNI 2023)
Publisher : Himpunan Sarjana-Kesusastraan Indonesia (HISKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/psni.v3i0.122

Abstract

            Artikel ini bertujuan menemukan kekuatan estetik wacana narasi visual verbal dan nonverbal mural yang terdapat di kota Pati, Jawa Tengah. Mural merupakan salah satu media informasi di ruang publik dengan memanfaatkan bidang datar seperti tembok, pilar, pagar, dan benteng. Sebagai bagian dari bentang bahasa atau lanskap linguistik, mural cenderung disusun dengan meminimalkan jumlah kata karena dibaca secara sekilas sambil berkendaraan. Sumber data penelitian adalah wacana mural di kota Pati Jawa Tengah. Data berupa satuan-satuan lingual yang digunakan dalam mural dan unsur visual nonverbal yang menyertai satuan-satuan lingual. Data diperoleh dengan mendokumentasikan dan mentranskripsikan secara ortografis, sedangkan data visual nonverbal berupa dokumentasi foto. Analisis data dilakukan dengan, pertama melihat keselarasan antara unsur visual verbal dan unsur visual nonverbal, kedua melihat keselarasan antarsatuan lingual, dan ketiga dinamika yang dibangun dengan menggunakan unsur visual verbal dan nonverbal. Hasil penelitian mengungkapkan adanya saling keterkaitan secara menyeluruh antara unsur visual verbal dan nonverbal dalam membangun informasi secara komunikatif dan estetis. Unsur visual nonverbal sebagai konteks membangun deskripsi dan narasi yang cenderung tidak disertai narasi secara rinci. Kekuatan estetis dibangun dengan menggunakan komparasi dan analogi lingkunagan alam dan binatang yang sekaligus menjadi daya tarik secara visual.

Page 10 of 20 | Total Record : 192