cover
Contact Name
Hamzah
Contact Email
mr.awinwijaya@gmail.com
Phone
+6282142428742
Journal Mail Official
hamza@kolibi.org
Editorial Address
Jl. Arjuno I/1172
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 30327407     DOI : -
Core Subject : Health,
Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat adalah jurnal peer-review, multidisiplin dan ilmiah yang menerbitkan artikel ilmiah yang relevan dengan masalah kesehatan nasional, bidang Kedokteran Dasar; Kedokteran Klinis; Kedokteran Molekuler; Kedokteran Forensik; Kesehatan Psikologis; Pendidikan Kedokteran; Keperawatan; dan Kesehatan Masyarakat. Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat adalah jurnal akses terbuka, diterbitkan oleh Komunitas Menulis dan Meneliti (Kolibi).
Articles 275 Documents
PENGARUH TRANSCUTANEOUS ELECTRICAL NERVE STIMULATION (TENS) DAN MASSAGE UNTUK MENINGKATKAN KEKUATAN OTOT PADA PASIEN BELL’S PALSY DEXTRA DI RSUD DOLOPO MADIUN : STUDI KASUS Peluw, Kurnia Izza Habiba; Kristianingtyas, Kristianingtyas; Multazam, Ali
Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 6 (2024): Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat
Publisher : Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bells palsy, juga dikenal sebagai kelumpuhan wajah akut merupakan neuropati saraf perifer yang yang menyebankan paralisis otot wajah atau kelumpuhan total yang khas pada satu sisi wajah yang terjadi secara tiba-tiba dan penyebab yang pasti belum diketahui. Terapi nonfarmakologis seperti fisioterapi berpengaruh dengan pemberian modalitas seperti TENS dengan faradic current dan massage untuk meningkatkan kekuatan otot wajah pada pasien. Tujuan : Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh dengan pemberian Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS), Mirror facial exercise dan massage untuk meningkatkan kekuatan otot wajah pada pasien bell’s palsy. Hasil : Terdapat peningkatan kekuatan otot wajah dengan pemberian arus faradik dan Massage pada pasien bell’s palsy. Kesimpulan : Adanya pengaruh pada pemberian TENS dengan arus faradik dan massage dapat meningkatkan kekuatan otot wajah pada penderita bell’s palsy
Profil Pasien Lupus Eritematosus Kutaneus di Rumah Sakit Umum Pusat Dr M Djamil Padang Periode 2015 - 2020 Tiffany, Begum; Akhyar, Gardenia; Revilla, Gusti; Asri, Ennesta; Tofrizal, Tofrizal; Afriani, Nita
Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 6 (2024): Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat
Publisher : Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lupus eritematosus kutaneus (LEK) merupakan salah satu dari jenis penyakit lupus eritematosus (LE) yang merupakan penyakit autoimun dengan variasi klinis luas. Walaupun penyebab lupus jenis manapun belum jelas diketahui, salah satu faktor pencetus yang mungkin jadi penyebab penyakit ini adalah faktor hormon, paparan sinar matahari, dan faktor lainnya. Sama seperti lupus eritematosus lainnya, LEK lebih sering terjadi pada wanita usia subur dibandingkan dengan laki laki dengan manifestasi klinis yang muncul di kulit yang dapat dipicu karena paparan sinar matahari. Hal ini ditambah dengan manifestasi klinis lain selain manifestasi pada kulit yang juga muncul, dapat menimbulkan masalah yang mempengaruhi kualitas hidup penderitanya.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui profil klinis pasien LEK di RSUP Dr M Djamil Padang periode 2015-2020. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien LEK di RSUP Dr M Djamil Padang periode 2015-2020, dengan total 20 data. Data sekunder berupa rekam medis pasien LEK digunakan dalam penelitian ini, dan disajikan dalam bentuk narasi dan tabel distribusi frekuensi.Hasil penelitian ini diperoleh jumlah penderita LEK di Rumah Sakit Umum Pusat Dr M Djamil Padang tahun 2015 - 2020 adalah sebanyak 17 orang penderita LES dan LEK, dan 3 orang penderita LEK saja dari 354 orang penderita LE. Jumlah pasien LEK perempuan jauh lebih banyak dari pasien laki laki. Distribusi kelompok umur terbanyak adalah berusia 15-24 tahun.
PERBANDINGAN FAKTOR RISIKO MATERNAL DAN LUARAN BAYI PADA KEHAMILAN PEB DAN KEHAMILAN NORMAL Muranda, Annisa Restu; Yusrawati, Yusrawati; Lipoeto, Nur Indrawati
Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 6 (2024): Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat
Publisher : Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Preeklampsia merupakan hipertensi yang timbul pada usia kehamilan lebih dari 20 minggu disertai proteinuria. Preeklampsia dapat menimbulkan komplikasi pada ibu dan janin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan faktor risiko maternal dan luaran bayi baru lahir pada kehamilan preeklampsia berat (PEB) dan kehamilan normal di RSUP Dr. M. Djamil Padang tahun 2018-2020. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain cross-sectional komparatif. Data yang diambil merupakan data sekunder, yaitu catatan rekam medis ibu hamil di RSUP Dr. M. Djamil Padang tahun 2018-2020. Sampel penelitian diambil secara consecutive sampling. Analisis bivariat menggunakan program komputer. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang bermakna pada usia ibu, indeks massa tubuh (IMT) ibu, riwayat preeklampsia, berat badan lahir, usia gestasi, skor APGAR menit 1 dan 5, serta tidak terdapat perbedaan pada variabel paritas, ANC, tempat ANC, kematian neonatus dini dan penyebab kematian neonatus dini. Terdapat perbedaan faktor risiko maternal dan luaran bayi baru lahir antara kehamilan PEB dan kehamilan normal.
PENGARUH KONSUMSI AIR REBUSAN DAUN SALAM TERHADAP PENURUNAN KADAR KOLESTROL PADA PENDERITA HIPERKOLESTROL DI POLI RUMAH SAKIT Drs. H. ABU HANIFAH TAHUN 2024 Halbi, Muhammad Admiral
Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 6 (2024): Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat
Publisher : Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hiperkolesterolemia merupakan masalah kesehatan yang semakin prevalent di masyarakat modern, meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas air rebusan daun salam dalam menurunkan kadar kolesterol pada penderita hiperkolesterolemia. Menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest, studi ini melibatkan 13 responden di Poli Rumah Sakit Drs. H. Abu Hanifah. Intervensi berupa pemberian 100 ml air rebusan daun salam dua kali sehari selama 7 hari. Hasil menunjukkan penurunan signifikan kadar kolesterol dari rata-rata 248,38 mg/dl sebelum intervensi menjadi 158,08 mg/dl setelah intervensi (p-value = 0,000< 0,05). Mayoritas responden adalah laki-laki (69,2%) dan berusia 19-44 tahun (69,2%). Efektivitas air rebusan daun salam dikaitkan dengan kandungan flavonoid dan saponin yang mencegah oksidasi LDL, pengendapan lemak, dan meningkatkan ekskresi lemak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa air rebusan daun salam efektif sebagai terapi non-farmakologis untuk menurunkan kadar kolesterol pada penderita hiperkolesterolemia, menawarkan alternatif pengobatan alami yang potensial.
Dampak Pandemi Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) Terhadap Layanan Bedah Jantung di RSUP Dr. M. Djamil Padang Izzati, Ilham Yuma; Alvarino, Alvarino; Elfi, Eka Fithra
Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 6 (2024): Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat
Publisher : Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Corona virus disease 2019 (COVID-19) merupakan new emerging disease disebabkan oleh severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) yang menyerang sistem pernapasan dan menimbulkan gejala ringan sampai berat. Pasien COVID-19 umumnya memiliki banyak komorbiditas, terutama penyakit jantung sebanyak 8%. Pandemi COVID-19 menyebabkan penurunan layanan bedah jantung. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dampak pandemi COVID-19 terhadap layanan bedah jantung. Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan desain cross-sectional. Penelitian ini membandingkan layanan bedah jantung sebelum dan selama pandemi COVID-19 (Maret 2019-Februari 2020 dengan Maret 2020 - Desember 2021). Pengumpulan data dilakukan pada bulan November 2021 - Februari 2022. Teknik pengambilan sampel adalah total sampling. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis univariat dan bivariat. Hasil dari data yang didapatkan 8 sampel sebelum pandemi dan 9 sampel selama pandemi. Didapatkan rerata usia pasien sebelum dan selama pandemi adalah 26,50 tahun dan 26,67 tahun, dengan sebagian besar adalah perempuan. Sebagian besar pasien memiliki komorbid, dengan seluruh pasien didiagnosis penyakit jantung kongenital dan menjalani tatalaksana korektif kongenital. Tidak didapatkan perbedaan yang signifikan antara pandemi dengan waktu layanan pra-operatif (p=0,114), intra-operatif (p=0,082) dan pasca-operatif (p=0,550). Kesimpulan, tidak didapatkan perbedaan waktu layanan pra-operatif, intra-operatif dan pasca-operatif pasien bedah jantung sebelum dan selama pandemi.
Fungsi Ginjal Pasien Hipertensi Primer di RSUD Dr. H. Chasan Boesoirie Ternate Gailea, Kalsum; Masrika, Nur Upik En; Prihanto, Eko Sudarmo D.
Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 5 (2024): Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat
Publisher : Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi adalah penyakit tidak menular utama yang bertanggung jawab atas kematian secara global. Pada tahun 2019, diperkirakan 1,28 miliar orang menderita hipertensi di seluruh dunia. Etiologi hipertensi dibagi menjadi hipertensi primer dan sekunder. Belum ada penelitian mengenai hipertensi primer di Maluku Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan fungsi ginjal pasien hipertensi primer di Maluku Utara, Indonesia. Penelitian deskriptif ini dilakukan pada pasien hipertensi primer yang dirawat di RSUD Dr. H. Chasan Boesoirie Ternate tahun 2020-2021. Data mengenai derajat hipertensi, umur, jenis kelamin, ureum serum, kreatinin serum, dan laju filtrasi glomerulus (rumus Cockroft-Gault) diperoleh dari rekam medis dan dianalisis menggunakan analisis univariat. Dari 38 pasien, 39,5% dikategorikan menderita hipertensi primer derajat 2, 52,6% berjenis kelamin laki-laki, dan 34,2% berusia 55-64 tahun. Rerata kadar ureum serum adalah 38,1±22,1 mg/dl, rerata kadar kreatinin serum adalah 1,46±1,19 mg/dl, dan rerata laju filtrasi glomerulus adalah 66,14±28,07 ml/menit/1,73m². Pada sebagian besar pasien hipertensi primer yang dirawat di RSUD Dr. H. Chasan Boesoirie Ternate tahun 2020-2021, kadar ureum serum dalam batas normal, nilai kreatinin serum meningkat, dan fungsi ginjal sedikit menurun.
PENGARUH ROM EXERCISE DINI TERHADAP INTENSITAS NYERI PADA PASIEN POST OPERASI FRAKTUR EKSTREMITAS ATAS DAN BAWAH DI RUMKITAL Dr. MIDIYATO SURATANI TANJUNGPINANG Sembiring, Suryani Florentina Br; Widiastuti , Linda; Yanti , Masyitah Novia
Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 6 (2024): Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat
Publisher : Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Extremity of fractures make it difficult for a person to mobilize and feel pain after surgery. This has an impact on hampering the patient's rehabilitation phase. Early ROM exercise is important for post-operative patients to restore muscle function, improve blood circulation, prevent contractures and muscle atrophy. The aim of the study was to determine the effect of early ROM exercise on pain intensity in post-extremity fracture surgery patients at Rumkital Dr. Midiyato Suratani Tanjungpinang. This research design : is quasi experimental (quasi-experiment) with a one group pre and post test design, sample size of 30 with total sampling technique. Data collection tool with observation sheet and hayward pain scale. Data analysis used the wilcoxon test. Research results : The intensity of pain on the first post-operative day before early ROM exercise was mostly in the give up category for 28 respondents (93.3%) with a median of 3.00. The intensity of pain on the first day after early ROM exercise was mostly in the mild pain category for 26 respondents (86.7%) with a median of 2,00. The pain intensity of the respondents on the second day before early ROM exercise was mostly in the pain category which was a give up for 17 respondents (56.7%) with a median of 3,00. The pain intensity of respondents on the second day after early ROM exercise was mostly in the mild pain category 28 respondents (93.3%) with a median of 2.00. The wilcoxon test results have a p value of 0.000 (≤0.05), meaning that there is an influence of early ROM exercise on pain intensity in post-extremity fracture surgery patients at Rumkital Dr. Midiyato Suratani Tanjungpinang. Discussion: Early implementation of ROM exercise can reduce pain intensity. This action can be used as a way to reduce pain intensity in post-extremity fracture surgery patients..
IMPROVING THE PERFORMANCE OF HEALTH PERSONNEL (NAKES) POST COVID-19 THROUGH TELEMEDICINE HEALTH SERVICES Suhartini, Endeh; I, M.Dikdik; Suryani, Danu; Imantaka, Balvas; Devisa, Devisa
Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 6 (2024): Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat
Publisher : Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Health workers are people who have expertise through formal education and training in certain scientific disciplines so that they professionally have expertise and abilities in the field of health services. After Covid-19, as health service technology develops, it becomes more advanced and develops rapidly, one of which is the professional skills possessed by health workers, which are carried out through telemedicine to meet the needs of the community quickly and precisely, especially for those who are sick. The development of telemedicine health services is growing rapidly and starting with Covid-19, people need health services during Covid-19 because of limited steps and restrictions on limited consultations to health workers, so telemedicine is the first step for electronic consultations. Telemedicine is a major revolution in the health sector which continues to develop until after Covid-19. Telemedicine continues to be carried out by the community to meet health needs so that they do not meet directly with medical personnel, just technology that makes it possible for users.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN, PENGETAHUAN DAN TINDAKAN ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN TN M.K DENGAN DIABETES MELITUS TIPE NIDDM DIRUMAH SAKIT MITRA INTERNASIONAL JAKARTA TAHUN 2023 Hendrik, John
Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 6 (2024): Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat
Publisher : Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/serojahusada.v1i6.3868

Abstract

Dibetes Millitus merupakan penyakit kronis yang akan berlangsung seumur hidup sangat besar potensial dalam menimbulkan komplikasi dalam bebagai macam organ. Keluarga yang memiliki penderita diabetes millitus (DM) memiliki kemungkinan lebih besar terserang penyakit ini dibandingkan anggota keluraga yang tidak menderita penyakit Diabetes mIllitus (DM). Diabetes mIllitus (DM) atau kencing manis adalah jumlah gula dalam darah meningkat. Adapaun penggolongan DM adalah IDDM (Insulin Dependen Diabetes Millitus ) Tipe I dan NIDDN ( Non Insulin Dependen Diabetes Millitus ). Tipe II. Menurut data yang diperoleh dari survey Oganisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahwa tahun 2016 jumlah penderita DM di Indonesia mencapai 14 juta penderita dan menempati urutan ke 4 terbesar, ironisnya 50% yang sadar mengidapnya dan diantaranya baru 30% yang berobat secara teratur. Sedangkan data yang diperoleh dari RS Mitra International Jakarta adalah Jumlah penderita DM dari bulan Januari 2020 sampai dengan bulan Desember 2020 sebanyak 281 penderita yang terdiri dari 151 orang laki laki dan 130 orang perempuan. Tujuan penelitian yaitu Memperoleh gambaran pelaksanaan asuhan keperawatan pasien dengan Diabetes Melitus tipe IDDM. Dirumah Sakit Mitra Internasional Jakarta Tahun 2023. Desain penelitian ini menggunakan Quasi Eksprimen. Sampel dalam penelitian sebanyak 46 responden.Analisa data yaitu unuvariat (distribusi frekuensi) dan analisa bivariat (uji T Dependen).Hasil analisa univariat untuk sebelum diberikan penyuluhan diketahui sebanyak 4 orang (9%) baik,12 orang (26 %) cukup, dan 30 orang (65%) kurang, sedangkan untuk tindakan diketahui sebanyak 12 orang (26%) melakukan,dan 34 orang (74%) tidak melakukan.setelah dilakukan penyuluhan didapatkan hasil untuk pengetahuan sebanyak 33 orang (72%), 10 orang (22%) cukup, dan 3 orang (6%) kurang, sedangkan untuk tindakan sebanyak 31 orang (67%) melakukan dan 15 orang (33%) tidak melakukan.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP TERHADAP EFIKASI DIRI PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II DI PUSKESMAS SINAR BARU SUNGAILIAT TAHUN 2023 Arjuna, Arjuna; Adriansyah, Adriansyah
Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 6 (2024): Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat
Publisher : Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/serojahusada.v1i6.3903

Abstract

Menurut World Health Organization (WHO) diabetes melitus adalah (DM) merupakan salah satu dari empat penyakit tidak menular (PTM) yang prevelensi globalnya terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Menurut International Diabetes Federation (IDF) melaporkan bahwa jumlah pasien DM di dunia pada tahun 2021 mencapai 537 juta orang. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya hubungan pengetahuan dan sikap terhadap efikasi diri pada pasien diabetes melitus tipe II di puskesmas sinar baru sungailiat tahun 2023. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan menggunakan desain cross sectional dan uji chi square dengan hasil berupa uji analisa univariat dan bivariat. Populasi penelitian yaitu seluruh pasien Diabetes Melitus tahun 2023 di poli dewasa Puskesmas Sinar Baru Sungailiat sebanyak 78 responden diambil dengan tekhnik purposive sampling. Hasil penelitian membuktikan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan p-value (0,001), sikap p-value (0,001) terhadap efikasi diri pada pasien Diabetes Melitus tipe II di Puskesmas Sinar Baru Tahun 2023. Saran dari penelitian ini adalah diharapkan kepada tenaga kesehatan untuk meningkatkan motivasi atau semangat untuk pola hidup sehat kepada pasien yang ada di wilayah kerja Puskesmas Sinar Baru terutama pada pasien diabetes mellitus. Dan meningkatkan edukasi kepada masyarakat akan pengetahuan tentang diabetes mellitus sebagai bentuk preventif dan kuratif