cover
Contact Name
Ilham Zulfahmi
Contact Email
ilham.zulfahmi@usk.ac.id
Phone
+6285262743552
Journal Mail Official
jkpi@usk.ac.id
Editorial Address
Fakultas Kelautan dan Perikanan, Universitas Syiah Kuala, Jl. Teuku Nyak Arief No.441, Kopelma Darussalam, Kota Banda Aceh, Aceh 23111 Indonesia
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Kelautan dan Perikanan Indonesia
ISSN : -     EISSN : 27973735     DOI : https://doi.org/10.24815/jkpi
Jurnal Kelautan dan Perikanan Indonesia (JKPI) atau nama lain Indonesia Marine and Fisheries Journal merupakan jurnal ilmiah yang memuat hasil - hasil penelitian bidang kelautan dan perikanan dalam skala luas meliputi ilmu kelautan, akuakultur, perikanan tangkap, teknologi hasil perikanan, pengelolaan sumberdaya perairan, serta sosial ekonomi perikanan. JKPI terbit tiga kali dalam setahun yaitu pada bulan April, Agustus dan Desember. Artikel yang diterbitkan pada JKPI berupa artikel riset (research article) dan ulas balik (literature review). Jurnal Kelautan dan Perikanan Indonesia (JKPI) dikelola dan diterbitkan oleh Fakultas Kelautan dan Perikanan, Universitas Syiah Kuala. Focus and Scope Jurnal Kelautan dan Perikanan Indonesia (JKPI) adalah jurnal berskala nasional yang mencakup kajian ilmu perikanan dan kelautan. Jurnal ini menaruh perhatian pada perikanan dan kelautan di Indonesia. Topik yang dibahas dalam jurnal mencakup aspek : 1. Ilmu dan Teknologi Kelautan 2. Akuakultur 3. Teknologi Hasil Perikanan 4. Teknologi dan Manajemen Perikanan Tangkap 5. Pengelolaan dan Konservasi Sumberdaya 6. Iktiologi 7. Sosial Ekonomi Perikanan
Articles 89 Documents
Species Composition of Kekeh Stingrays (Rhynchobatus Sp) Caught by Fishermen at The Fish Landing Base (Ppi) Baai Island, Bengkulu City Redho Alfajri; Zamdial Zamdial; Dede Hartono
Jurnal Kelautan dan Perikanan Indonesia Vol 3, No 1: April (2023)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jkpi.v3i1.29561

Abstract

Statistics from the Ministry of Maritime Affairs and Fisheries (KKP) noted that in 2019 the Aceh region had 29,713 fishing vessels. Fishing vessels are an important means for fishing business. With the production of fishing vessels, there will be a running shipbuilding industry. The shipyard serves as a place for shipbuilding as well as a place to repair damaged ships. Shipbuilding is a capture fisheries support industry that can meet the needs of repairs for fishing vessels that carry out loading and unloading at ports. There are three types of shipyards in Indonesia, namely traditional shipyards, semi-modern shipyards and modern shipyards. Shipbuilding business cannot operate optimally if there is less demand from consumers. One of the shipbuilding business industries in Aceh is in Lampulo Village, Kuta Alam District, Banda Aceh City, which is a shipyard that is still traditional. This study aims to determine the feasibility of a shipyard business located in Lampulo Village, Kuta Alam District, Banda Aceh City. The research method used in this research is to use financial analysis methods consisting of profit, Net Present Value (NPV), Net B/C Ratio, Internal Rate of Return (IRR), Payback Period (PP) and Break Event Point (BEP). Based on the data analysis conducted, it was found that the profit obtained was Rp. 13.746.986.912 over a period of 10 years, the NPV is Rp. 10.479.852.239, Net B/C Ratio of 2.3, IRR of 61%, PP of 1.57 or the rate of return on investment value of less than 3 year and BEP or the break-even point of business which is at point 0. Results This exceeds the business feasibility limit, so it can be concluded that the shipyard business in Lampulo Village, Banda Aceh City is in a feasible condition.Keywords: Composition, Kekeh Rays, PPI, Pulau Baai, Distribution
Kondisi Histopatologi Usus dan Lambung Ikan Gabus (Channa striata) yang Terinfeksi Endoparasit Rizki Nanda; Mawardi Abdullah
Jurnal Kelautan dan Perikanan Indonesia Vol 1, No 2: Agustus (2021)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ikan gabus (Channa striata) merupakan ikan yang terdapat pada perairan air tawar. Ikan gabus dapat dapat dijumpai di habitat air tawar yaitu di perairan sungai, danau, sawah, rawa dan selokan. Ciri-ciri bentuk dari ikan gabus memiliki warna pada bagian atas berwarna hitam dan pada bagian bawah berwarna putih. Permukaan tubuh ikan gabus ditutupi oleh sisik, memiliki bentuk kepala yang yang berbentuk seperti kepala ular sehingga ikan gabus disebut dengan snakehead. Penelitian makropatologi dan histopatologi dilaksanakan pada bulan April - Mei 2021. Pengamatan makropatologi dilaksanakan di Laboratorium Multi Fungsi Uin Ar-raniry. Pengamatan histopatologi dilaksanakan di BPBAP Ujung Batee Aceh Besar. Data yang diperoleh dianalisis dan diamati berdasarkan perubahan yang terjadi secara makropatologi dan histopatologi Haisil penelitian endoparasit yang ditemukan pada usus dan lambung ikan gabus ditemukan 3 endoparasit yaitu Anisakis simpleks, Camallanus sp. dan Pallisentis sp.Organ usus yang lebih banyak ditemukan endoparasit sedangkan pada organ lambung hanya ditemukan sedikit yang terinfeksi endoparasit. Jenis parasit yang ditemukan dalam saluran pencernaan usus dan lambung ikan gabus (Channa striata) tiga jenis yaitu Anisakis simplex, Camallanus sp. dan Pallisentis sp. Ikan yang terinfeksi endoparasit dari setiap habitat yang berjumlah 90 ekor sampel ikan gabus (Channa striata) ditemukan 28 ekor sampel ikan yang normal bebas parasit. Sedangkan ditemukan 62 sampel ikan gabus yang terinfeksi endoparasit. Kerusakan yang ditemukan pada penelitian infeksi endoparasit pada saluran pencernaan ikan gabus (Channa striata) adalah terdapatnya hemoragi pada usus dan lambung ikan gabus (Channa striata).
Financial Analysis of Shipbuilding Business in Lampulo Village, Banda Aceh City Miyana, Rozatul; Rizwan, Thaib
Jurnal Kelautan dan Perikanan Indonesia Vol 2, No 3: Desember (2022)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jkpi.v2i3.28099

Abstract

Statistics from the Ministry of Maritime Affairs and Fisheries (KKP) noted that in 2019 the Aceh region had 29,713 fishing vessels. Fishing vessels are an important means for fishing business. With the production of fishing vessels, there will be a running shipbuilding industry. The shipyard serves as a place for shipbuilding as well as a place to repair damaged ships. Shipbuilding is a capture fisheries support industry that can meet the needs of repairs for fishing vessels that carry out loading and unloading at ports. There are three types of shipyards in Indonesia, namely traditional shipyards, semi-modern shipyards and modern shipyards. Shipbuilding business cannot operate optimally if there is less demand from consumers. One of the shipbuilding business industries in Aceh is in Lampulo Village, Kuta Alam District, Banda Aceh City, which is a shipyard that is still traditional. This study aims to determine the feasibility of a shipyard business located in Lampulo Village, Kuta Alam District, Banda Aceh City. The research method used in this research is to use financial analysis methods consisting of profit, Net Present Value (NPV), Net B/C Ratio, Internal Rate of Return (IRR), Payback Period (PP) and Break Event Point (BEP). Based on the data analysis conducted, it was found that the profit obtained was Rp. 13.746.986.912 over a period of 10 years, the NPV is Rp. 10.479.852.239, Net B/C Ratio of 2.3, IRR of 61%, PP of 1.57 or the rate of return on investment value of less than 3 year and BEP or the break-even point of business which is at point 0. Results This exceeds the business feasibility limit, so it can be concluded that the shipyard business in Lampulo Village, Banda Aceh City is in a feasible condition.Keywords: fishing shipyard, financial analysis, Lampulo
Pengelolaan Ekowisata Konservasi Penyu Lekang (Lepidochelys olivacea) di Pantai Cemara Pakis Banyuwangi, Jawa Timur, Indonesia Farid, Akhmad; Arianti, Vita Nisa
Jurnal Kelautan dan Perikanan Indonesia Vol 3, No 3: Desember (2023)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jkpi.v3i3.34456

Abstract

Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia karena memiliki pulau-pulau yang jumlahnya besar, pulau-pulau terdiri dari pulau besar dan kecil. Penyu merupakan salah satu hewan yang terancam punah dan salah satu hewan yang dilindungi keberadaanya. Pembangunan daerah pesisir yang berlebihan telah mengurangi habitat penyu untuk bersarang, penangkapan penyu untuk diambil telur, daging, kulit dan cangkangnya yang membuat populasi penyu terancam punah. Penyu lekang (Lepidochelys olivacea) merupakan hewan dalam kelas reptilia yang masa hidupnya hampir seluruhnya berada di lautan dan termasuk hewan ovipar dan pembuahan telur berlangsung didalam tubuh induk, penyu merupakan reptil yang hidup di laut serta mampu bermigrasi dalam jarak yang jauh. Konservasi merupakan Perlindungan, Pengawetan, Pelestarian, Penjagaan, dan Pemanfaatan, sedangkan ekowisata merupakan keterlibatan antara masyarakat dengan proses pelestarian dan dikaitkan dengan penambahan wawasan dan ilmu baru tentang konservasi. Kegiatan ini berlokasi di Pantai Cemara Pakis Banyuwangi. Pada penelitian ini penulis menggunakan metode pengamatan secara langsung dengan pengambilan data primer berupa observasi, partisipasi aktif, wawancara, dokumentasi dan data sekunder. Hasil penelitian bertujuan untuk memudahkan penulis dalam mengetahui pemeliharaan tukik penyu lekang, mengetahui parameter kualitas air pada bak kolam pemeliharaan tukik, pengambilan telur penyu lekang pada sarang alami dan sarang semi alami, pemberian pakan tukik dan proses pelepasan tukik penyu, edukasi pengunjung. Diharapkan dengan adanya upaya konservasi penyu lekang tetap dapat dilestarikan.Kata Penting: konservasi, ekowisata,Penyu Lekang, Pantai Cemara, Banyuwangi
Identifikasi Teknik Penanganan Ikan Tuna Sirip Kuning (Thunnus albacares) Pada Alat Tangkap Hand Line Di Pidie Jaya Muqsalmina Muqsalmina; Djamani Rianjuanda; Junaidi M. Affan
Jurnal Kelautan dan Perikanan Indonesia Vol 2, No 1: April (2022)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jkpi.v2i1.25879

Abstract

Kabupaten Pidie Jaya yang berhadapan langsung dengan Selat Malaka dengan panjang garis pantai mencapai 38,9 km berdampak positif bagi nelayan. Umunya nelayan Pidie Jaya yang berada di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Meureudu, masih menggunakan metode penanganan ikan tuna sirip kuning (Thunnus albacares) ilmu secara turun-temurun, Kementrian Kelautan dan Perikanan telah menetapkan beberapa aspek penanganan yang baik dan benar di kapal, supaya dijadikan pedoman bagi nelayan agar hasil perikanan lebih bermutu dan mempunyai harga nilai jual yang tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui teknik penanganan tuna sirip kuning (Thunnus albacares) yang dilakukan oleh nelayan di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Meureudu dan untuk mengetahui kesegaran dan mutu ikan tuna sirip kuning (Thunnus albacares) yang ada di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Meureudu, berdasarkan kriteria Badan Standardisasi Nasional. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret-April 2021 di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) kecamatan Meureudu, Pidie Jaya. Proses dari penanganan hasil tangkapan ikan di kapal bertujuan untuk menjaga mutu atau kualitas ikan (memperlama pembusukan) agar tetap baik hingga ikan dipasarkan. Berdasarkan dari hasil penelitian didapatkan data dari teknik penanganan tuna di kapal penangkapan KM. Malaka, pengambilan data yang dilakukan observasi langsung yaitu: ikan tuna dimatikan dengan cepat, dicuci dan ditiriskan, berdasarkan ukurannya dan penyusunan ikan dalam palka. Proses penanganan ikan tuna di kapal masih sangat belum sesuai. Terdapat 7 tahapan utama supaya kualitas kesegaran dan mutu ikan tetap terjaga dengan baik. Berdasarkan dari hasil penelitian nilai mutu dan kesegaran ikan yang diperoleh dari uji organoleptik ikan tuna didapatkan nilai untuk sampel tuna sirip kuning dari setiap panelis yaitu 5,9 dapat kita kategorikan bahwa ikan agak segar berdasarkan spesifiknya.
ANALISIS KESUBURAN PERAIRAN DI KRUENG GEUKUH, ACEH UTARA BERDASARKAN SEBARAN NITRAT DAN FOSFAT TERHADAP KELIMPAHAN FITOPLANKTON Muhammad muhammad; Faiz Musafira; Khairunnisa Khairunnisa
Jurnal Kelautan dan Perikanan Indonesia Vol 3, No 2: Agustus (2023)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jkpi.v3i2.32738

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesuburan Perairan Krueng Geukuh Aceh Utara berdasarkan sebaran nitrat dan fosfat terhadap kelimpahan Fitoplankton. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari - Maret 2023 dengan mengunakan metode purposive sampling untuk menentukan lokasi dan pengambilan sampel. Konsentrasi nitrat memiliki nilai yang berkisar antara 0,6 mg/l – 0,9 mg/l dan konsentrasi fosfat berkisar antara 0,01 mg/l – 0,09 mg/l. Pola sebaran nitrat dan fosfat pada area dekat pantai lebih tinggi dibandingkan pada daerah yang jauh dari pantai. Tingginya kadar nitrat dan fosfat pada daerah yang dekat pantai disebabkan adanya aliran dari muara sungai yang membawa limbah organik dan anorganik ke perairan laut. Berdasarkan tingkat kesuburan, konsentrasi nitrat di lokasi penelitian tergolong kedalam kategori oligotrofik sedangkan fosfat tergolong kategori mesotrofik. Kelimpahan fitoplankton berkisar 66,66 – 733,33 ind/l, kelimpahan fitoplankton secara keseluruhan tergolong kategori oligotrofik. Nitrat mempengaruhi kelimpahan fitoplankton sebesar 52,1% sedangkan fosfat 61,9% dan memiliki nilai korelasi hubungan yang kuat.
Analisis Kandungan Logam Berat Pb Dan Zn Pada Budidaya Tiram Pasifik (Crassostrea gigas) Di Desa Alue Naga, Banda Aceh Sri Muliani; Sofyatuddin Karina; Ichsan Rusydi; Sri Agustina; Nurfadillah Nurfadillah
Jurnal Kelautan dan Perikanan Indonesia Vol 1, No 3: Desember (2021)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar logam berat timbal (Pb) dan seng (Zn) pada budidaya tiram pasifik (C. gigas) pada kawasan badan air yang berupa waduk di Desa Alue Naga, Banda Aceh. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni 2020. Pengambilan sampel dilakukan pada lokasi penelitian dalam tiga perlakuan wadah budidaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Simple Random Sampling, yaitu pengambilan sampel yang dilakukan langsung pada wadah budidaya sehingga sampel memperoleh peluang yang sama untuk menjadi sampel yang mewakili populasi. Sampel dianalisis menggunakan Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS) di laboratorium Balai Riset dan Standarisasi Industri (BARISTAND). Hasil analisis sampel tiram diperoleh kadar logam berat seng (Zn berkisar antara 0,2885-0,6298 mg/kg. Sebaliknya logam berat timbal (Pb) tidak teridentifikasi di tiga perlakuan (0,0001 mg/kg). Cemaran logam berat Zn di tiram jenis C. gigas pada budidaya di Desa Alue Naga telah melewati ambang batas yaitu 0,05 mg/kg sesuai ketentuan oleh Kemen LH no 51 tahun 2004.
Effect of Oral Immunostimulation of Humpback Grouper (Cromileptes altivelis) in Increasing Non-specific Immunity to Fight Disease (Review) Muahiddah, Nuri; Diamahesa, Wastu Ayu
Jurnal Kelautan dan Perikanan Indonesia Vol 2, No 3: Desember (2022)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jkpi.v2i3.29786

Abstract

Cromileptes altivelis humpback grouper is a commodity with high economic value. Humpback grouper is Indonesia's main export commodity. The high value of sales and production of humpback grouper is constrained by the many disease attacks in the humpback grouper aquaculture industry. An alternative solution that has been continuously researched for several years to tackle humpback grouper disease is the use of immunostimulants. The use of immunostimulants orally can increase non-specific immunity of humpback grouper to ward off disease attacks and is environmentally friendly. Immunostimulants such as Lactococcus lactis HNL12, Lactococcus lactis HNL12 combined with Schizochytrium limacinum (algae flour), Peptidoglycan, Phycocyanin (Spirulina platensis), Bacterium, Vitamin C, Chromium Yeast, Commercial Yeast can enhance the non-specific immune system in humpback grouper (Cromileptes altivelis). These immunostimulants increase non-specific immunity such as Respiratory burst Activity (RB), superoxide dismutase (SOD), alkaline phosphatase (AKP), lysozyme (LZM), Phagocytosis Activity, Phagocytosis Index, Total leukocytes, hemoglobin, hematocrit, phagocytic activity, lysozyme activity, serum protein, albumin and globulin, total erythrocytes, haemoglobin, hematocrit. These immunostimulants can also prevent attacks of Vibriosis disease caused by the bacteria Vibrio harveyi, Vibrio algynoliticus and Vibrio parahaemolyticus as well as Viral Necrosis Virus (VNN) disease by increasing the survival rate compared to fish that are not given immunostimulants.Keywords: cromileptes altivelis, immunostimulant, non-specific immunity, fish disease
Keanekaragaman dan kelimpahan fitoplankton di perairan ekosistem mangrove Desa Rantau Panjang, Kecamatan Rantau Selamat, Kabupaten Aceh Timur Nuraina Balqis; Sayyid Afdhal El Rahimi; Adrian Damora
Jurnal Kelautan dan Perikanan Indonesia Vol 1, No 1: April (2021)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fitoplankton merupakan mikroorganisme yang mempunyai peranan penting di dalam suatu perairan. Kemampuan mereka untuk mensintesis sendiri bahan organiknya menjadikan mereka sebagai dasar dari sebagian besar rantai makanan di ekosistem perairan. Penelitan tentang keanekaragaman dan kelimpahan fitoplankton ini dilakukan di Desa Rantau Panjang pada bulan Oktober 2019. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui indeks keanekaragaman, kelimpahan fitoplankton, indeks keseragaman, indeks dominansi serta kelangsungan hidup fitoplankton yang didukung oleh parameter fisika kimia yang ada di Rantau Panjang. Metode yang digunakan untuk menentukan stasiun dalam penelitian ini secara purposive sampling. Sampel diambil menggunakan plankton net yang diambil secara vertikal pada tiga titik stasiun yang telah ditentukan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa jenis fitoplankton berasal dari lima kelas yaitu Bacillariophyceae, Cyanophyceae, Charophyceae, Coscinodiscosphyceae, Xanthophyceae dengan total delapan spesies fitoplankton. Kelimpahan fitoplankton berkisar antara 620-1180 ind/l dan termasuk dalam kategori rendah. Indeks keanekaragaman (H’) fitoplankton berada dalam tingkat jenis keanekaragaman sedang dengan H’ berkisar antara 1,76-2,08. Indeks keseragaman (E) berkisar antara 0,84-0,99 dengan keseragaman jenis tinggi. Indeks dominansi (C) berkisar antara 0,14-0,21 dengan kriteria tidak ada fitoplankton yang mendominansi.
PENGARUH SUHU PERMUKAAN LAUT TERHADAP HASIL TANGKAPAN IKAN TUNA SIRIP KUNING DI TPI IE MEULEE KOTA SABANG Marni, Putri; Affan, Junaidi M.; Setiawan, Ichsan; Yuni, Syarifah Meurah; El Rahimi, Sayyid Afdhal; Rizwan, Thaib; Isbah, Faliqul
Jurnal Kelautan dan Perikanan Indonesia Vol 4, No 1: April (2024)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jkpi.v4i1.36718

Abstract

Perairan Kota Sabang merupakan perairan yang berbatasan langsung dengan Samudra Hindia yang memiliki potensi perikanan yang cukup besar dengan berbagai jenis ikan yang bernilai ekonomis penting salah satunya adalah ikan tuna sirip kuning (Thunnus albacares). Ikan tuna sirip kuning merupakan salah satu jenis ikan yang banyak didaratkan oleh nelayan-nelayan TPI Lhok Ie Meulee terutama pada musim barat. Penyebaran dan kelimpahan perikanan tuna, dipengaruhi oleh beberapa faktor oseanografi. Salah satunya adalah suhu permukaan laut dan faktor lingkungan perairan lainnya. Hal ini karena perubahan suhu permukaan laut dapat mengubah distribusi ikan tuna yang akan mempengaruhi penangkapan ikan. Untuk mengetahui parameter oseanografi suhu permukaan laut di perairan Indonesia secara luas, metode konvensional sangat sulit dilakukan karena membutuhkan biaya yang besar dan waktu yang lama. Hal ini mendorong penggunaan teknologi satelit untuk mengamati fenomena oseanografi, khususnya suhu permukaan laut. Produktivitas tangkapan di Perairan Pulau Sabang Sampai saat ini belum ada informasi yang jelas mengenai dampak kondisi oseanografi atau parameter perairan laut Sabang terhadap produktivitas tangkapan ikan madidihang yang didaratkan di lokasi penangkapan ikan Ie Meulee. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu permukaan laut terhadap jumlah hasil tangkapan Ikan Tuna Sirip Kuning (Thunnus albacares) yang didaratkan pada bulan November di TPI Lhok Ie Meulee Kota Sabang. Penelitian dilakukan pada tanggal 1 November 20 November 2022 yang bertempat di Tempat Pendaratan Ikan Ie Meulee Kota Sabang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif yang mana menggunakan data hasil tangkapan ikan tuna sirip kuning dan data citra satelit Aqua Modis yang kemudian dianalisis menggunakaan regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat korelasi hubungan yang signifikan suhu terhadap ikan tuna sirip kuning dimana sebesar 32,7% faktor tertangkapnya ikan tuna sirip kuning dipengaruhi oleh suhu. Didapatkan juga bahwa t hitung lebih besar daripada t tabel yang mengindikasikan bahwa variabel suhu berpengaruh nyata terhadap hasil tangkapan ikan tuna sirip kuning dengan nilai sig sebesar 0,008 dengan memperhitungkan a = 0,05 dan suhu permukaan laut tertangkapnya ikan tuna di perairan Sabang ialah di rentang rata-rata suhu 28C -29C dengan rata-rata hasil tangkapan perhari adalah 251 kg.