cover
Contact Name
Ilham Zulfahmi
Contact Email
ilham.zulfahmi@usk.ac.id
Phone
+6285262743552
Journal Mail Official
jkpi@usk.ac.id
Editorial Address
Fakultas Kelautan dan Perikanan, Universitas Syiah Kuala, Jl. Teuku Nyak Arief No.441, Kopelma Darussalam, Kota Banda Aceh, Aceh 23111 Indonesia
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Kelautan dan Perikanan Indonesia
ISSN : -     EISSN : 27973735     DOI : https://doi.org/10.24815/jkpi
Jurnal Kelautan dan Perikanan Indonesia (JKPI) atau nama lain Indonesia Marine and Fisheries Journal merupakan jurnal ilmiah yang memuat hasil - hasil penelitian bidang kelautan dan perikanan dalam skala luas meliputi ilmu kelautan, akuakultur, perikanan tangkap, teknologi hasil perikanan, pengelolaan sumberdaya perairan, serta sosial ekonomi perikanan. JKPI terbit tiga kali dalam setahun yaitu pada bulan April, Agustus dan Desember. Artikel yang diterbitkan pada JKPI berupa artikel riset (research article) dan ulas balik (literature review). Jurnal Kelautan dan Perikanan Indonesia (JKPI) dikelola dan diterbitkan oleh Fakultas Kelautan dan Perikanan, Universitas Syiah Kuala. Focus and Scope Jurnal Kelautan dan Perikanan Indonesia (JKPI) adalah jurnal berskala nasional yang mencakup kajian ilmu perikanan dan kelautan. Jurnal ini menaruh perhatian pada perikanan dan kelautan di Indonesia. Topik yang dibahas dalam jurnal mencakup aspek : 1. Ilmu dan Teknologi Kelautan 2. Akuakultur 3. Teknologi Hasil Perikanan 4. Teknologi dan Manajemen Perikanan Tangkap 5. Pengelolaan dan Konservasi Sumberdaya 6. Iktiologi 7. Sosial Ekonomi Perikanan
Articles 103 Documents
Pengaruh Frekuensi Pemberian Pakan yang Berbeda Terhadap Pertumbuhan Ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinus) pada Media Budikdamber Siti Komariyah; Rikie Indra; Rosmaiti Rosmaiti
Jurnal Kelautan dan Perikanan Indonesia Vol 1, No 2: Agustus (2021)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh frekwensi pemberian pakan yang berbeda terhadap kinerja pertumbuhan benih ikan lele yang dipeliharan dalam media ember (Budikdamber). Penelitian ini sebagai upaya dalam melakukan kegiatan budidaya dengan memanfaatkan lahan sempit seperti perkarangan rumah serta memanfaatkan limbah budidaya sebagai media tumbuh tanaman sayur seperti kangkung. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah RAL dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan yang diberikan pada penelitian ini adalah pemberian pakan 2 kali per hari (P1), 3 kali sehari (P2), 4 kali sehari (P3) dan 5 kali sehari (P4). Berdasarkan hasil analisis varian, perlakuan yang diberikan berpengaruh nyata (P0,05) terhadap kinerja pertumbuhan benih ikan lele namun tidak berpengaruh nyata (P0,05) terhadap tingkat kelangsungan hidup benih ikan lele. Berdasarkan uji lanjut Duncan, perlakuan terbaik terdapat pada pemberian pakan 5 kali sehari (P5). Hasil pengukuran kualitas air selama pemeliharaan masih berada kisaran yang normal bagi kehidupan benih ikan lele. 
Potensi Lestari Ikan Layang (Decapterus sp) yang Didaratkan di Pelabuhan Perikanan Samudra (PPS) Kutaraja Ratna Mutia Aprilla; Meutia Aprilyana; Junaidi M. Affan; Alvi Rahmah; Imelda Agustina
Jurnal Kelautan dan Perikanan Indonesia Vol 2, No 2: Agustus (2022)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jkpi.v2i2.27875

Abstract

Ikan layang (Decapterus sp.) merupakan salah satu sumberdaya pelagis kecil yang berperan besar dalam sektor perekonomian nelayan, di PPS Kutaraja ikan layang termasuk kedalam sumberdaya ikan ekonomis tinggi. Armada penangkapan yang digunakan nelayan di PPS Kutaraja dalam menangkap ikan layang adalah alat tangkap pukat cincin dan pancing ulur. Berdasarkan data time series ikan layang di PPS Kutaraja dalam kurun waktu 5 tahun (2016- 2020) produksi ikan layang cenderung mengalami fluktuasi setiap tahunnya, oleh karena itu perlu dilakukan penelitian mengenai analisis potensi lestari (MSY) di Pelabuhan Perikanan Samudra (PPS) Kutaraja. Penelitian ini dilakukan pada bulan JanuariFebruari 2022, yang bertujuan untuk menganalisis potensi lestari (MSY) dan jumlah tangkapan yang diperbolehkan (JTB) ikan layang yang didaratkan di PPS Kutaraja. Data yang digunakan pada penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder dengan jumlah sampel sebesar 55 unit kapal pukat cincin dan analisis data yang dilakukan adalah analisis regresi linear sederhana dengan menggunakan Microsoft excel. Berdasarkan hasil analisis data menggunakan metode produksi surplus model Schaefer didapatkan nilai potensi lestari (MSY) sebesar 4002 ton/tahun, dengan upaya optimum (Fopt) sebesar 2180 trip/tahun dan jumlah tangkapan yang diperbolehkan (JTB) 80% dari potensi lestari sebesar 3201 ton/tahun. Pemanfaatan sumberdaya ikan layang harus tetap di control dalam penangkapannya agara sumberdaya ikan layang tetap terjaga kelestarian nya.
Selektivitas Alat Tangkap Rawai Dasar Di Deah Raya, Banda Aceh Purnama, Nanda Rizki; Ulfa, Maria; Miswar, Edy; Afranisa, Zahra; Mardhatillah, Inda
Jurnal Kelautan dan Perikanan Indonesia Vol 4, No 3: Desember (2024)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jkpi.v4i3.43922

Abstract

Kegiatan penangkapan ikan oleh nelayan harus memahami mengenai ukuran dan spesies ikan yang layak tangkap. Oleh karena itu nelayan perlu mengetahui mengenai selektivitas suatu alat tangkap yang akan dioperasikan. Hal ini dapat menyebabkan kerusakan lingkungan dan dapat menyebabkan kepunahan terhadap suatu spesies ikan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui selektivitas alat tangkap rawai dasar di Deah Raya. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei-Juni 2024. Lokasi penelitian di Deah Raya, Kecamatan Syiah Kuala, Kota Banda Aceh. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode wawancara dengan data sheet. Data yang dikumpulkan adalah data primer dan data sekunder dengan jumlah data sebanyak 86. Data primer diperoleh dari hasil wawancara nelayan dan pengukuran hasil tangkapan. Data sekunder terdiri dari jumlah kapal yang beropersi dan jumlah nelayan. Analisis data pada selektivitas alat tangkap rawai dasar dianalisis dengan menggunakan formula selektivitas alat tangkap ikan Spare dan Venema 1999. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan terhadap selektivitas rawai dasar yang dioperasikan nelayan di Deah Raya dengan ukuran mata pancing no.7 dan no. 9, dapat disimpulkan bahwa: ada 12 spesies hasil tangkapan alat tangkap rawai dasar yang dioperasikan nelayan Deah Raya yaitu kuwe, barakuda, asuan, kakap, kerapu, gabus laut, bandeng laut kurisi, kerisi basi, todak, ayam ayam dan pandan. Rawai dasar memiliki selektivitas tinggi, hal ini didasari pada nilai selektivitas di setiap mata pancing yaitu mata pancing no.7 dengan nilai 1 dan mata pancing no.9 adalah 0,9 menunjukkan selektivitas optimal.
STRUKTUR KOMUNITAS EKOSISTEM MANGROVE DI PESISIR PANTAI DESA LINGGI KECAMATAN SIMEULUE TIMUR KABUPATEN SIMEULUE novriansyah, novriansyah .; Farahisah, Harum; Dewiyanti, Irma; Ulfah, Maria; Khairunnisa, Khairunnisa
Jurnal Kelautan dan Perikanan Indonesia Vol 4, No 3: Desember (2024)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jkpi.v4i3.42811

Abstract

Kabupaten Simeulue adalah salah satu pulau yang berada di Provinsi Aceh berhadapan langsung dengan Samudra Hindia. Data dari Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh menyebutkan bahwa Simeulue memiliki luas ekosistem mangrove dalam kawasan berkisar 799,69 Ha. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni Agustus 2024 di Pesisir Pantai Desa Linggi, Kabupaten Simeulue. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur komunitas ekosistem mangrove di Pesisir Pantai Desa Linggi, Kabupaten Simeulue. Metode penelitian ini menggunakan metode Purposive sampling dengan 3 stasiun dan 3 plot. Hasil analisis ditemukan 2 jenis mangrove yaitu Avicennia marina dan Rhizopora apiculata. Jumlah seluruh total individu yang ditemukan di Pesisir Pantai Desa Linggi, Kabupaten Simeulue yaitu 190 individu. Jenis mangrove paling banyak yang ditemukan yaitu A. marina dengan jumlah 116 individu dan jenis mangrove yang paling sedikit yaitu R. apiculata dengan jumlah 74 individu. Nilai indeks keanekaragaman tergolong dalam kategori rendah, Nilai indeks keseragaman tidak ada pada stasiun I dan pada stasiun II dan III tergolong dalam kondisi stabil, Indeks dominansi pada stasiun I tergolong tinggi dan pada stasiun II dan III tergolong sedang.
Pengolahan Fisik dan Biologis Tanaman Air Eceng Gondok (Eichornia crassipes) dan Azolla (Azolla sp) sebagai Bahan Pakan Ikan: Sebuah Review Haetami, Kiki; Arnessa, Hilda; Rahmat, Romario; Fadlan, Alwan
Jurnal Kelautan dan Perikanan Indonesia Vol 4, No 3: Desember (2024)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jkpi.v4i3.42323

Abstract

Pemanfaatan gulma air terus dikaji seperti halnya pemanfaatan eceng gondok (Eichhornia crassipes) dan azolla (Azolla sp) yang merupakan tanaman air dengan keberadaannya yang sangat banyak dapat mengganggu ekosistem perairan. Eceng gondok memiliki kandungan protein berkisar 9,815,7% dan Azolla berkisar 9,54-28,12%. Sebagai golongan tanaman, eceng gondok termasuk tanaman dengan komponen serat kasar berkisar 16,824,6% demikian pula azolla dapat mencapai 23,06% yang melebihi batas maksimal serat kasar dan lignin yang dapat dimanfaatkan oleh ikan. Berdasarkan kelas bahan pakan, eceng gondok dan azola dapat dijadikan sumber energi dan protein, apabila. ditingkatkan kualitasnya dengan pengolahan fisik dan biologis. Proses fermentasi yang memudahkan nilai biologis tanaman air tersebut. Tujuan dari review ini adalah untuk memberikan gambaran mengenai bagaimana cara pengolahan fisik dan biologis gulma air eceng gondok (Eichhornia crassipes) dan azolla (Azolla sp) agar dapat dimanfaatkan untuk pakan ikan.
Uji Kualitas Air Laut Di Perairan Kuala Pesisir Menggunakan Metode Storet Sinambela, Laisa Sara Sabrina; Khairunnisa, Khairunnisa; Ulfah, Maria; Karina, Sofyatuddin; Agustina, Sri
Jurnal Kelautan dan Perikanan Indonesia Vol 4, No 3: Desember (2024)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jkpi.v4i3.42272

Abstract

Penelitian Uji Kualitas Air Laut Di Perairan Kuala Pesisir Menggunakan Metode Storet ini dilakukan pada bulan Maret April 2024. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kualitas perairan berdasarkan metode STORET di Perairan Kuala Pesisir, Nagan Raya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode purposive sampling dengan 3 stasiun dan 3 kali pengulangan. Parameter yang diukur meliputi parameter fisika dan kimia air kemudian hasil pengukuran dibandingkan dengan baku mutu untuk menentukan nilai metode storet dan parameter yang mempengaruhi kualitas air serta tingkat pencemarannya. Hasil analisa dengan metode storet menunjukkan kualitas perairan di daerah ini untuk biota laut dan wisata bahari berada pada kategori kelas C cemar sedang dengan skor -20 dan untuk Pelabuhan berada pada kategori kelas B cemar ringan dengan total skor -10. Parameter kecerahan untuk biota laut, wisata bahari dan pelabuhan tidak melebihi baku mutu dengan nilai rata rata 1,15 126 meter, sedangkan fosfat untuk biota laut dan wisata bahari menunjukkan nilai yang melebihi baku mutu dengan nilai konsentrasi fosfat berkisar 0,585 mg/L 1.635 mg/L. Untuk parameter TSS, suhu, pH, salinitas, DO, dan nitrat masih sesuai baku mutu air laut untuk biota laut, wisata bahari, dan pelabuhan.Kata Kunci: Kualitas perairan, metode STORET, biota laut, wisata bahari
UJI KUANTITATIF FORMALIN PADA PRODUK PERIKANAN KERING DI NAGAN RAYA Fadila, Nur; Agustina, Sri; Khairunnisa, Khairunnisa
Jurnal Kelautan dan Perikanan Indonesia Vol 4, No 3: Desember (2024)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jkpi.v4i3.41834

Abstract

Abstrak Keamanan merupakan aspek yang sangat penting dalam kehidupan pangan sehari-hari. Keamanan ditentukan oleh tidak adanya komponen berbahaya baik secara fisik, kimia maupun mikrobiologi. Penggunaan formalin sebagai pengawet ternyata telah salah digunakan dalam industri makanan seperti halnya pada pengolahan produk perikanan. Penggunaan formalin sangat berdampak berbahaya bagi kesehatan manusia. Berdasarkan Peraturan Mentri Kesehatan No.33 tahun 2012 menyatakan bahwa formalin dilarang dan tidak diperbolehkan dalam bahan makanan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui kandungan formalin secara kuantitatif pada ikan asin, teri asin dan cumi asin dari produk lokal dan produk luar lokal yang dijual di beberapa pasar Nagan Raya. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari hingga Juli 2024. Identifikasi penelitian ini menggunakan pereaksi asam kromatofat dengan pengukuran kadar formalin menggunakan spektrofotometri Uv-vis. Hasil uji kuantitatif pada seluruh sampel rata-rata mengandung kadar formalin yang berbeda-beda. Rata-rata kadar formalin tertinggi terdapat di Pasar Simpang Peut yaitu berkisar 20,20 mg/kg dan kadar terendah terdapat di Pasar Pulo yaitu 12,59 mg/kg. Kadar formalin tertinggi terdapat pada sampel lokal teri asin di Pasar Simpang Peut sebesar 37,26 mg/kg dan kadar formalin terendah terdapat pada sampel lokal cumi asin di Pasar Pulo berkisar 4,43 mg/kg.Kata Penting: Formalin, produk perikanan, asam kromatofat, spektrofotometri Uv-vis.Abstrak Keamanan pangan merupakan aspek yang sangat penting dalam kehidupan. Keamanan pangan ditentukan oleh ada tidaknya komponen yang berbahaya baik secara fisik, kimia maupun mikrobiologi. Penggunaan formalin sebagai bahan pengawet ternyata telah disalahgunakan dalam industri pangan maupun dalam pengolahan hasil perikanan. Penggunaan formalin memiliki dampak yang sangat berbahaya bagi kesehatan manusia. Berdasarkan peraturan menteri kesehatan nomor 33 tahun 2012 disebutkan bahwa formalin dilarang dan tidak diizinkan dalam bahan pangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui secara kuantitatif kandungan formalin pada ikan asin, ikan teri asin dan ikan asin olahan dari produk lokal dan produk luar negeri yang diperjualbelikan di beberapa pasar Nagan Raya. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari sampai dengan Juli 2024. Identifikasi pada penelitian ini menggunakan reagen asam kromatofat dengan pengukuran kadar formalin menggunakan spektrofotometri UV-vis. Hasil uji kuantitatif semua sampel secara rata-rata mengandung kadar formalin yang berbeda-beda. Rata-rata kadar formalin tertinggi terdapat di Pasar Simpang Peut, yaitu sekitar 20,20 mg/kg dan terendah terdapat di Pasar Pulo, yaitu 12,59 mg/kg. Kadar formalin tertinggi terdapat pada sampel lokal ikan teri asin di Pasar Simpang Peut sebesar 37,26 mg/kg dan kadar formalin terendah terdapat pada sampel lokal cumi asin di Pasar Pulo, yaitu sekitar 4,43 mg/kg.
Potensi Bahan Lokal di Indonesia Sebagai Pakan Alternatif Ikan Nila (Orechromis niloticus) Nafis, Badratun; Azzahra, Syavira; Firdus, Firdus; Allaily, Allaily
Jurnal Kelautan dan Perikanan Indonesia Vol 4, No 3: Desember (2024)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jkpi.v4i3.42023

Abstract

Bahan pakan lokal memiliki potensi yang signifikan sebagai alternatif untuk pakan komersial dalam budidaya ikan nila(Oreochromis niloticus).Penggunaan bahan pakan lokal dapat meningkatkan pertumbuhan dan tingkat kelangsungan hidup ikan, serta mengurangi biaya produksi. Sejumlah bahan lokal telah terbukti menyediakan nutrisi esensial yang diperlukan untuk pertumbuhan optimal ikan nila. Meskipun demikian, tantangan yang terkait dengan ketersediaan dan efisiensi bahan pakan lokal masih perlu diatasi. Tujuan dari tinjauan ini adalah untuk menganalisis potensi bahan pakan lokal dan efektivitasnya dalam meningkatkan pertumbuhan ikan nila berdasarkan kajian literatur yang ada. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa bahan pakan lokal tidak hanya dapat mengurangi ketergantungan pada pakan impor yang mahal, tetapi juga menawarkan solusi yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan bagi industri akuakultur di Indonesia. Oleh karena itu, penelitian lanjutan sangat direkomendasikan untuk mengoptimalkan metode pengolahan, mendiversifikasi sumber bahan pakan, serta melaksanakan uji coba lapangan dalam skala besar guna memastikan efektivitas dan kelayakan ekonomi dari pakan alternatif ini.
Evaluasi Kelulushidupan dan Pertumbuhan Lamun pada Program Transplantasi Lamun di Teluk Saleh, Sumbawa Hidayat, Petira Rimba; Kautsari, Neri; Ahdiansyah, Yudi; Mardhia, Dwi Mardhia; Bahri, Syamsul
Jurnal Kelautan dan Perikanan Indonesia Vol 5, No 1: April (2025)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jkpi.v5i1.45789

Abstract

Program penanaman atau transplantasi lamun telah dilakukan di pesisir Teluk Saleh sebagai strategi dalam pemulihan ekosistem lamun. Program ini mencoba melalukan tranplastasi lamun jenis Enhalus acoroides. Penelitian ini mencoba mengevaluasi program tranpslantasi lamun berdasarkan nilai kelulushidupan dan pertumbuhan lamun di pesisir Teluk Saleh. Tujuan penelitian ini adalah untuk meninjau tingkat kelulushidupan, laju pertumbuhan serta faktor-faktor yang mempengaruhi tranplantasi lamun Enhalus acoroides di pesisir Teluk Saleh. Penelitian ini dilakukan dari bulan Mei hingga September 2024. Jenis lamun yang ditanam ialah Enhalus acoroides. Jumlah tegakan lamun yang ditanam adalah 2000 tegakan. Luas area penanaman lamun adalah 50x100 m. Jarak tanam antar tegakan adalah 1 meter. Kelulushidupan lamun diamati setelah enam bulan pasca penanaman. Pertumbuhan lamun diukur setelah empat hari dari pemberian tanda (tagging) pada lamun. Pengamatan juga dilakukan pada jumlah daun pada setiap tegakan. Analisis data kelulushidupan dan jumlah daun dilakukan secara deskripstif. Hubungan antara jumlah daun dengan pertumbuhan dianalis menggunakan analisis regresi sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya 5% tegakan lamun yang bertahan hidup. Jumlah daun pada tegakan lamun berkisar antara satu hingga empat daun. Sebanyak 10 tegakan memiliki dua daun dan hanya satu tegakan yang memiliki satu daun. Nilai pertumbuhan lamun berkisar antara 1,025 hingga 1,372 cm. Tidak ada hubungan yang kuat antara jumlah daun dengan pertumbuhan lamun (R2 = 0.0272).
BIOASESMEN KUALITAS AIR MAKROZOOBENTHOS DI KOTA JANTHO, KABUPATEN ACEH BESAR -, Anisha Mutia; Purba, Nadinda Oxa Zofandri; Vivianda, Tricia; Arifqi, Muhammad; Zahara, Zahara; Putri, Siti Al Roza Selia; Athreebil, Athreebil; Masyitah, Istiqamatul
Jurnal Kelautan dan Perikanan Indonesia Vol 5, No 1: April (2025)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jkpi.v5i1.45502

Abstract

AbstrakKualitas air suatu badan air dapat dievaluasi melalui berbagai metode, salah satunya menggunakan bioindikator seperti makrozoobenthos. Makrozoobentos merupakan organisme akuatik yang hidup menetap di dasar perairan. Penilaian kualitas air menggunakan metode Biological Monitoring Working Party - Average Score Per Taxon (BMWP-ASPT) memungkinkan pengelompokan biota bentik berdasarkan tingkat toleransinya terhadap pencemaran. Penelitian ini bertujuan menganalisis indeks keanekaragaman dan indeks dominasi makrozoobenthos, mengukur parameter fisika-kimia air, serta mengevaluasi hubungan antara parameter fisika-kimia dengan keanekaragaman makrozoobenthos. Selain itu, penelitian ini juga mengevaluasi kualitas air menggunakan metode BMWP-ASPT sebagai sistem pemantauan biologis berbasis komunitas makrozoobenthos. Pengambilan sampel pada penelitian ini dilakukan di sepanjang Sungai Panorama, Kota Jantho, Bukit Meusara, Kabupaten Aceh Besar. Identifikasi sampel dilakukan di Laboratorium Biologi Laut, Fakultas Kelautan dan Perikanan, Universitas Syiah Kuala. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan pendekatan purposive sampling, yaitu berdasarkan kondisi lingkungan di sepanjang sungai sebagai dasar pemilihan stasiun pengambilan sampel. Terdapat tiga stasiun penelitian yang memiliki karakteristik yang berbeda. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan di sungai Panaroma Jantho, terdapat 14 genus dan 15 individu. Genera ini diklasifikasikan menjadi 3 kelas (lnsecta, Gastropoda, Cliitellata). Kelas Insecta (5 ordo, 7 famili, 11 genus), Kelas Gastropoda (2 ordo, 2 famili, 2 genus), Kelas Cliitellata (1 ordo, 1 famili, 1 genus). Analisis menggunakan metode BMWP-ASPT menunjukkan bahwa kualitas air Sungai Jantho berada dalam kategori tercemar sedang hingga tercemar berat dengan nilai berkisar antara 2,34. Hasil ini mengindikasikan adanya tekanan pencemaran yang signifikan terhadap ekosistem Sungai.Kata Penting: Gyrinidae, Hydropchidae, Metode BMWP-ASPT, Purposive sampling, Perlidae.AbstractThe water quality of a body of water can be evaluated through various methods, one of which is using bioindicators such as macrozoobenthos. Macrozoobenthos are aquatic organisms that live permanently at the bottom of the waters. Water quality assessment using the Biological Monitoring Working Party - Average Score Per Taxon (BMWP-ASPT) method allows grouping of benthic biota based on their tolerance level to pollution. This study aims to analyze the diversity index and dominance index of macrozoobenthos, measure the physical-chemical parameters of water, and evaluate the relationship between physical-chemical parameters and macrozoobenthos diversity. In addition, this study also evaluates water quality using the BMWP-ASPT method as a biological monitoring system based on the macrozoobenthos community. Sampling in this study was carried out along the Panorama River, Jantho City, Bukit Meusara, Aceh Besar Regency. Sample identification was carried out at the Marine Biology Laboratory, Faculty of Marine Affairs and Fisheries, Syiah Kuala University. This study used a survey method with a purposive sampling approach, namely based on environmental conditions along the river as the basis for selecting sampling stations. There are three research stations with different characteristics. Based on research conducted in the Panaroma Jantho River, there are 14 genera and 15 individuals. These genera are classified into 3 classes (lnsecta, Gastropoda, Cliitellata). Insecta Class (5 orders, 7 families, 11 genera), Gastropoda Class (2 orders, 2 families, 2 genera), Cliitellata Class (1 order, 1 family, 1 genus). Analysis using the BMWP-ASPT method shows that the water quality of the Jantho River is in the category of moderate to severely polluted with values ranging from 2.34. These results indicate significant pollution pressure on the river ecosystem.Keywords: Gyrinidae, Hydropchidae, Metode BMWP-ASPT, Purposive sampling, Perlidae.

Page 7 of 11 | Total Record : 103