cover
Contact Name
Ilham Zulfahmi
Contact Email
ilham.zulfahmi@usk.ac.id
Phone
+6285262743552
Journal Mail Official
jkpi@usk.ac.id
Editorial Address
Fakultas Kelautan dan Perikanan, Universitas Syiah Kuala, Jl. Teuku Nyak Arief No.441, Kopelma Darussalam, Kota Banda Aceh, Aceh 23111 Indonesia
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Kelautan dan Perikanan Indonesia
ISSN : -     EISSN : 27973735     DOI : https://doi.org/10.24815/jkpi
Jurnal Kelautan dan Perikanan Indonesia (JKPI) atau nama lain Indonesia Marine and Fisheries Journal merupakan jurnal ilmiah yang memuat hasil - hasil penelitian bidang kelautan dan perikanan dalam skala luas meliputi ilmu kelautan, akuakultur, perikanan tangkap, teknologi hasil perikanan, pengelolaan sumberdaya perairan, serta sosial ekonomi perikanan. JKPI terbit tiga kali dalam setahun yaitu pada bulan April, Agustus dan Desember. Artikel yang diterbitkan pada JKPI berupa artikel riset (research article) dan ulas balik (literature review). Jurnal Kelautan dan Perikanan Indonesia (JKPI) dikelola dan diterbitkan oleh Fakultas Kelautan dan Perikanan, Universitas Syiah Kuala. Focus and Scope Jurnal Kelautan dan Perikanan Indonesia (JKPI) adalah jurnal berskala nasional yang mencakup kajian ilmu perikanan dan kelautan. Jurnal ini menaruh perhatian pada perikanan dan kelautan di Indonesia. Topik yang dibahas dalam jurnal mencakup aspek : 1. Ilmu dan Teknologi Kelautan 2. Akuakultur 3. Teknologi Hasil Perikanan 4. Teknologi dan Manajemen Perikanan Tangkap 5. Pengelolaan dan Konservasi Sumberdaya 6. Iktiologi 7. Sosial Ekonomi Perikanan
Articles 103 Documents
PENGARUH ASAM SITRAT TERHADAP KADAR FORMALIN PADA PRODUK IKAN TERI DAN CUMI ASIN Sugita, Muhammad Rafli; Karina, Sofyatuddin; Farahisah, Harum
Jurnal Kelautan dan Perikanan Indonesia Vol 5, No 1: April (2025)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jkpi.v5i1.41874

Abstract

AbstrakDi Aceh produksi ikan tinggi namun beberapa produk perikanan kering di Aceh berupa jenis ikan kayu, ikan teri asin, cumi asin dan produk perikanan kering lainnya berasal dari luar Provinsi Aceh. Produk perikanan kering ini umumnya mengandung formalin. Penggunaan formalin dalam makanan dapat menyebabkan gangguan pernafasan, gangguan pencernaan, sakit kepala, hipertensi (tekanan darah tinggi), kehilangan kesadaran bahkan koma. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsentrasi asam sitrat terhadap penurunan kadar formalin pada produk ikan teri dan cumi asin. Penelitian ini akan dilakukan pada bulan Mei hingga Juni 2024. Analisis penelitian akan dilakukan di Laboratorium Kimia Laut dan Bioteknologi Perikanan Fakultas Kelautan, Universitas Syiah Kuala. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dan kuantitatif. Penelitian ini menggunakan proses perendaman sampel dengan asam kromatofat untuk mengetahui positif formalin dan menggunakan proses perendaman sampel dengan larutan kadar asam sitrat 0 50% dengan cara melarutkan 0 -50 g asam sitrat dengan akuades hingga 100 ml. Selanjutnya dimasukkan dalam beaker glass kemudian sampel direndam dengan variasi waktu 1,5 jam; 3 jam; 4,5 jam; dan 6 jam. Uji statistika pada penelitian ini menggunakan uji ANOVA dan uji lanjut Tukey (HSD) pada software SPSS. Hasil uji kualitatif diperoleh bahwa ketiga sampel tersebut positif mengandung formalin. Hasil uji kuantitatif menggunakan alat spektrofotometer UV-Vis diperoleh kadar formalin pada cumi asin Lampulo berkisar antara 2,94 3,39 g/Kg, pada ikan teri asin Lampulo berkisar antara 2,59 3,04 g/Kg, dan cumi asin Rukoh berkisar antara 2,34 2,79 g/Kg. Hasil uji ANOVA menunjukkan bahwa perbedaan konsentrasi asam sitrat berpengaruh nyata terhadap kadar formalin. Persentase penguraian formalin tertinggi pada filtrat sampel hasil rendaman pada konsentrasi asam sitrat 50% dan waktu perendaman selama 6 jam.Kata Kunci: Asam sitrat, kadar formalin, kualitatif, statistika, dan cumi asin
Struktur Komunitas Gastropoda Pada Kawasan Ekowisata Mangrove Gampong Baro, Kecamatan Setia Bakti, Kabupaten Aceh Jaya Agustin, Weni; Ramadhaniaty, Mutia; Agustina, Sri
Jurnal Kelautan dan Perikanan Indonesia Vol 5, No 1: April (2025)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jkpi.v5i1.41835

Abstract

AbstrakGastropoda adalah salah satu organisme akuatik yang ditemukan di berbagai tipe habitat mulai dari perairan dangkal, berpasir, terumbu karang dan laut dalam. Gastropoda yang menetap di kawasan mangrove menentukan jenis substrat yang hidup di dalamnya. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis struktur komunitas gastropoda sebagai bioindikator dan tipe substrat di Kawasan Ekowisata mangrove Gampong Baro, Kecamatan Setia Bakti, Kabupaten Aceh Jaya. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari hingga maret 2024, menggunakan metode purposive sampling. Pengambilan sampel dilakukan pada 3 stasiun dengan 5 kali pengulangan menggunakan transek 10 m x 10 m dengan plot 1x1. Hasil penelitian pada tiga stasiun di Kawasan Ekowisata mangrove Gampong Baro Kecamatan Setia Bakti Kabupaten Aceh Jaya, ditemukan 5 spesies gastropoda yang terdiri atas 3 famili dengan jumlah total sebanyak 301 ind. Kepadatan (D) gastropoda tertinggi terdapat pada stasiun III sebesar 23,2 ind/ m2.Nilai keanekaragaman (H) pada stasiun I 1,24 Stasiun II 0,26 Stasiun III 1,85. Nilai Keseragaman (E) pada stasiun I 0,60, Stasiun II 0,30, Stasiun III 0,60. Nilai Dominansi (C) sebesar 0,91 dan terendah 0,30. hal ini menunjukkan bahwa tingkat keanekaragaman gastropoda pada kawasan ini tergolong rendah, tingkat keseragaman juga rendah, dan terdapat spesies dari gastropoda yang mendominasi yaitu dari spesies faunus ater yang menjadi salah satu bioindikator lingkungan. Faktor fisika- kimia lingkungan masi dalam ambang batas kehidupan gastropoda. Kondisi substrat sangat berpengaruh besar terhadap kehidupan gastropoda.Kata Penting: Aceh Jaya, Kepadatan, Keanekaragaman, Keseragaman, Dominansi,.AbstractGastropods are aquatic organisms found in various types of habitats ranging from shallow waters, sandy waters, coral reefs and deep seas. The gastropods that live in mangrove areas determine the type of substrate that lives in them. The aim of this research is to analyze the structure of the gastropod community as a bioindicator and substrate type in the Gampong Baro mangrove Ecotourism Area, Setia Bakti District, Aceh Jaya Regency. This research was conducted from February to March 2024, using a purposive sampling method. Sampling was carried out at 3 stations with 5 repetitions using a 10 m x 10 m transect with a 1x1 plot. The results of research at three stations in the Gampong Baro mangrove ecotourism area, Setia Bakti District, Aceh Jaya Regency, found 5 species of gastropods consisting of 3 families with a total of 301 individuals. The highest density (D) of gastropods was found at station III at 23.2 ind/m2. Diversity value (H') at station I 1.24 Station II 0.26 Station III 1.85. Uniformity Value (E) at Station I 0.60 Station II 0.30, Station III 0.60. The Dominance (C) value is 0.91 and the lowest is 0.30. This shows that the level of gastropod diversity in this area is relatively low, the level of averance is also low, and there are species of gastropods that dominate, namely the faunus ater species which is one of the environmental bioindicators. Environmental physico-chemical factors are still within the threshold of gastropod life. Substrate conditions have a big influence on the life of gastropods.Keywords: Aceh Jaya, Density, Diversity, Averance, Dominance,
Teknik Pembenihan dan Potensi Stok Benih Lele Mutiara (Clarias gariepenus) pada Usaha Pembenihan Mina Mandiri, Sumbawa Rizqi Ms, Firman Thoha; Ahdiansyah, Yudi; Kautsari, Neri; Bahri, Syamsul; Mardhia, Dwi
Jurnal Kelautan dan Perikanan Indonesia Vol 5, No 1: April (2025)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jkpi.v5i1.45627

Abstract

Ikan lele mutiara adalah salah satu jenis ikan air tawar yang dibudidayakan oleh beberapa pembudidaya di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Penelitian terkait evaluasi teknik pemijahan hingga jumlah populasi yang dihasilkan oleh setiap usaha pembenihan ikan lele mutiara belum banyak dilakukan. Penelitian tersebut sangat penting dilakukan untuk menilai keberhasilan serta faktor-faktor yang mempengaruhi ketersedian benih ikan lele khususnya lele mutiara. Tujuan penelitian ini ialah mengvaluasi teknik pemijahan dan potensi stok benih ikan lele pada usaha Mina Mandiri. Metode yang digunakan pada penelitian ini ialah metode survei. Variabel pengamatan pada penelitian ini ialah performance induk yang dipijahkan (bobot induk dan ciri morfologis induk) oleh usaha Mina Mandiri, teknik pemijahan (rasio jantan betina, waktu pemijahan dan metode pemijahan), jumlah telur yang dilepaskan oleh induk betina pada setiap pemijahan dan jumlah telur yang dibuahi. Pengamatan dilakukan pada bulan Desember 2024. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa induk yang digunakan adalah induk matang gonad yang dicirikan oleh bagian genital induk membesar baik pada jantan maupun betina, bobot induk berkisar antara 900-1500 gr, pemijahan mulai dilakukan pada pukul 15.40 WITA, jumlah telur yang dilepaskan oleh induk adalah 85.000-187.000, jumlah telur yang terbuahi dan menetas berkisar antara 80.000-167.000. hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa ikan lele mutiara dapat dengan mudah dikembangbiakkan melalui pemijahan alami pada bulan Desember. Rasio jantan betina 1:2 atau 1:3 dengan bobot jantan dan betina berkisar antara 900-1500 gr berpotensi meghasilkan 180.00 hingga 167.000 stok benih ikan lele mutiara. Pemijahan ikan lele mutiara secara konvensional dapat diterapkan pada usaha pembenihan skala kecil dan menengah.
Studi Teknik Penanganan Hasil Tangkapan Kapal Purse Seine KM. Atha Droe di Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Kutaraja Muhammad, Muhammad; Gaffar, Gilbran; Chaliluddin, Chaliluddin
Jurnal Kelautan dan Perikanan Indonesia Vol 5, No 1: April (2025)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jkpi.v5i1.45488

Abstract

Ikan merupakan komoditas yang mudah membusuk dan cepat rusak akibat kandungan air yang tinggi sehingga rentan terhadap penurunan kualitasnya, upaya untuk menjaga kualitas ikan sangat bergantung pada metode penanganannya untuk memastikan mutu ikan tetap segar, layak dikonsumsi, dan memiliki nilai jual yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui teknik penanganan hasil tangkapan kapalpurse seineKM. Atha Droe ketika melakukan pendaratan hasil tangkapan di PPS Kutaraja serta mengetahui kualitas mutu ikan hasil tangkapan kapalpurse seineKM. Atha Droe yang di daratkan di PPS Kutaraja. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli-Desember 2024 di pelabuhan perikanan samudera (PPS) Kutaraja. Metode penelitian yang digunakan ialah metode deskriptif. Analisis yang digunakan dalam proses penanganan pendaratan hasil tangkapan yaitu analisis kualitatif dengan menyajikan dalam bentuk tabel dan bagan alir serta penentuan mutu hasil tangkapan melalui pengujian organoleptik. Hasil penelitian menunjukkan proses penanganan pendaratan hasil tangkapan kapalpurseseineKM. Atha Droe belum sepenuhnya sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Keputusan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 52A/KEPMEN-KP/2013. Mutu hasil tangkapan kapalpurse seineKM. Atha Droe menunjukkan bahwa ikan layak dijual dan aman untuk dikonsumsi karena nilai organoleptik spesies ikan cakalang (Katsuwonus pelamis) mendapatkan nilai rata-rata 8,0 dengan kategori mutu masuk kedalam kategori kesegaran ikan masih baik (advance) dengan nilai skor 7-8 dan spesies ikan layang (Decapterus sp) sebesar 7,0 dengan kategori mutu masuk kedalam kategori kesegaran ikan masih baik (advance) dengan nilai skor 7-8.
Teknik Pembenihan Ikan Nila (Oreochromis niloticus) pada Usaha Pembenihan Bina Mandiri Sejahtera, Sumbawa Ramadhan, Naufal Gumilang; Bahri, Syamsul; Mardhia, Dwi; Kautsari, Neri; Ahdiansyah, Yudi
Jurnal Kelautan dan Perikanan Indonesia Vol 5, No 2: Agustus (2025)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jkpi.v5i2.46694

Abstract

Ikan Nilamerupakansalahsatukomoditasperikananairtawaryangbanyakdigemaridi Sumbawasehinggamendorongtingginyaminatbudidayauntukmemenuhikebutuhanpermintaanpasar. Usahapembenihanikan Nilamerupakanujungtombakkeberhasilanusahabudidaya. Salahsatuusahapembenihanyangcukupberhasildi SumbawaadalahusahaBinaMandiriSejahtera.Penelitianinibertujuanuntukmengetahuiteknikpembenihanikannila(Oreochromis niloticus)padausahaBinaMandiriSejahtera. Metode yangdigunakanadalahobservasimelaluikegiatanmagang. Hasilobservasimenunjukkanbahwateknikpembenihanikan Nila diusahaBinaMandiriSejahteramenggunakanteknikalamidengantahapanmeliputipersiapankolam,pemilihanindukan,pemijahan,pemeliharaanlarva,kemudianpersiapankolamterpal,penebaranlarva,pembesaran,hinggapemanenandanpemasaran. Ikannilajantandanbetinayangsudahberumur8bulansudahbisadipilihuntukmelakukanpemijahan.Perbandinganjantandanbetinaikanniladalamyaitu1 : 3. Bobot yangbagusuntukbudidayaikannilaagarpanjangdanbobotikansesuaidenganpermintaanpasaryaitu200 gram.
Evaluasi Performa Pembenihan Ikan Koi (Cyprinus rubrofuscus Lacepede, 1803) pada Usaha Mina Mandiri Sejahtera, Sumbawa Prayoga, Ananda Gempar Teguh; Kautsari, Neri; Mardhia, Dwi; Ahdiansyah, Yudi; Bahri, Syamsul
Jurnal Kelautan dan Perikanan Indonesia Vol 5, No 2: Agustus (2025)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jkpi.v5i2.47211

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi performa pembenihan ikan Koi (Cyprinus rubrofuscus) di Usaha Mina Mandiri Sejahtera, Sumbawa, yang merupakan pelaku awal budidaya koi berskala kecil di wilayah tersebut. Evaluasi dilakukan terhadap aspek teknik pembenihan meliputi persiapan kolam, seleksi induk, proses pemijahan, serta hasil benih yang dihasilkan. Metode yang digunakan adalah survei melalui observasi langsung dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolam pemijahan dibuat dari terpal dengan rangka kayu dan baja ringan, menyesuaikan kondisi ekonomi dan geografis setempat. Induk ikan dipilih berdasarkan ciri morfologis, bobot, dan panjang tubuh, dengan bobot berkisar antara 381,50547,50 gram dan usia antara 23 tahun. Pemijahan dilakukan dengan rasio induk betina dan jantan 1:3, dan fertilisasi terjadi 1011 jam setelah pencampuran induk. Jumlah telur yang dihasilkan bervariasi antara 5.638 hingga 20.000 butir, dengan daya tetas 3.68710.000 dan benih hidup yang berhasil dipasarkan berkisar 1.4634.732 ekor. Penggunaan kolam terpal terbukti efektif untuk pembenihan ikan koi meskipun bukan metode umum yang digunakan pada budidaya koi skala besar. Hasil evaluasi ini menunjukkan bahwa praktik pembenihan yang dilakukan cukup efisien dan adaptif, meskipun masih memiliki keterbatasan terutama dalam aspek volume produksi. Evaluasi ini diharapkan menjadi acuan bagi pengembangan usaha pembenihan ikan hias di daerah tropis dengan sumber daya terbatas..
Analisisis Isi Lambung Ikan Introduksi Red Devil (Amphilophus labiatus) Terhadap Risiko Invasifnya Di Danau Toba Silitonga, Afrizal Bigman; Batubara, Agung Setia
Jurnal Kelautan dan Perikanan Indonesia Vol 5, No 2: Agustus (2025)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jkpi.v5i2.46140

Abstract

Analisis isi lambung ikan red devil (Amphilophus labiatus) di Danau Toba bertujuan untuk mengetahui jenis makanan dan dampak yang ditimbulkannya sehingga diketahui risiko invasif yang ditimbulkan di Danau Toba. Penelitian dilaksakan pada bulanFebruari April 2025. Metode yang digunakan yaitu metode survey, dimana penentuan tiga lokasi penelitian dilakukan secara purposive sampling (Kecamatan Porsea Kab. Toba, Kecamatan Muara Kab. Tapanuli Utara, Kecamatan Onan Runggu Kab. Samosir). Sebanyak 25 sampel red devil dikoleksi di masing-masing lokasi. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa morfologi ikan red devil terdiri dari 3 warna yaitu merah atau oranye, merah campur hitam dan hitam. Identifikasi panjang relatif usus (RGL) menunjukkan ikan red devil dimana bersifat omnivora. Jenis makanan yang terdapat di lambung ikan di dominasi oleh fitoplankton sebagai makanan utama, zooplankton sebagai makanan pelengkap, terdapat perbedaan di lokasi Porsea yaitu zooplankton dan tulang ikan berperan sebagai makanan pelengkap, jenis makanan tambahan seluruh lokasi sampel yaitu terdiri dari ikan kecil, potongan daun, potongan akar, sisik ikan, lumut, sementara lokasi II dan III tulang ikan sebagai makanan tambahan red devil di Danau Jenis makanan yang diidentifikasi berbeda di tiap lokasi tergantung ketersediaan makananan di tempat dia hidup. Risiko invasif dari ikan red devil Danau Toba yaitu sebagai menyebabkan kompetisi makanan tinggi juga memangsa anakan ikan lain sehingga ikan lain sulit berkembang. Adaptasi tersebut menyebabkan ikan red devil cepat mendominasi wilayah perairan dan menyebabkan ikan lain punah serta sulit dikendalikan populasinya.
Variasi Musiman Spasial-Vertikal Suhu dan Salinitas di Teluk Tomini dan Laut Banggai Yuliardi, Amir Yarkhasy; Napitupulu, Gandhi; Prayogo, Luhur Moekti; Rahmalia, Diah Ayu; Sari, Ratna Juita; Nugroho, Agung Tri
Jurnal Kelautan dan Perikanan Indonesia Vol 5, No 2: Agustus (2025)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jkpi.v5i2.47474

Abstract

Teluk Tomini merupakan salah satu wilayah semi-tertutup di Indonesia yang memiliki karakteristik oseanografi kompleks akibat pengaruh sirkulasi regional dan faktor musiman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis variasi musiman, spasial, dan vertikal suhu serta salinitas di Teluk Tomini sepanjang tahun 2020 dengan menggunakan data reanalisis oseanografi dari produk Copernicus Marine Environment Monitoring Service (CMEMS) yang memiliki resolusi spasial 0,083 dan 50 lapisan vertikal. Analisis dilakukan terhadap distribusi suhu dan salinitas permukaan, penampang vertikal sepanjang lintang 0 antara 120125BT, serta profil vertikal pada tiga titik pengamatan (121BT, 123BT, dan 125BT). Hasil menunjukkan bahwa suhu permukaan laut (SPL) mencapai nilai maksimum 30C pada musim peralihan I, dan minimum 28C pada musim timur. Distribusi salinitas memperlihatkan gradasi secara zonal, dengan nilai yang lebih tinggi di bagian timur (34,5 PSU) akibat intrusi massa air asin dari Laut Banda dan Laut Maluku. Secara vertikal, terdapat stratifikasi termohalin yang mencolok hingga kedalaman 100 m, dengan kolom air yang lebih homogen di wilayah timur. Arus permukaan memainkan peran penting dalam membentuk distribusi spasial parameter-parameter tersebut. Penelitian ini menegaskan pentingnya pengaruh dinamika musiman dan intrusi regional terhadap struktur termohalin di Teluk Tomini. Temuan ini memberikan dasar penting bagi pemahaman lebih lanjut mengenai proses oseanografi fisis serta implikasinya terhadap ekosistem laut dan perencanaan pengelolaan sumber daya perikanan di wilayah ini.
Efektivitas Air Kelapa (Cocos nucifera) terhadap Maskulinisasi dan Kelulushidupan Ikan Mas Koki (Carassius auratus) Batubara, Juliwati Putri; Melati, Kusuma; Rumondang, Rumondang; Laila, Khairani; Panjaitan, Pohan
Jurnal Kelautan dan Perikanan Indonesia Vol 5, No 2: Agustus (2025)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jkpi.v5i2.47996

Abstract

Ikan mas koki ( Carassius auratus ) merupakan salah satu jenis ikan hias air tawar yang memiliki nilai ekonomis tinggi di pasar perikanan. Budidaya dengan sistem monoseks jantan menjadi alternatif yang banyak dipilih, karena ikan jantan cenderung memiliki laju pertumbuhan yang lebih cepat dibandingkan betina. Penelitian ini bertujuan untuk memicu pengaruh perendaman embrio dalam air kelapa ( Cocos nucifera ) dengan berbagai tingkat konsentrasi terhadap maskulinisasi, tingkat penetasan telur, durasi penyerapan kuning telur, dan kelulushidupan benih ikan mas koki. Penelitian dilaksanakan selama 90 hari dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang terdiri atas lima perlakuan konsentrasi udara kelapa (0%, 10%, 20%, 30%, dan 40%) serta lima ulangan untuk masing-masing perlakuan. Embrio direndam selama 8 jam pada tahap blastula. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P3 (konsentrasi 30%) menghasilkan nisbah kelamin jantan tertinggi sebesar 63%, waktu penyerapan kuning telur tercepat (70,20 jam), dan kelulushidupan tertinggi (58%). Sementara itu, perlakuan P0 (kontrol) menunjukkan daya tetas tertinggi sebesar 72%. Perlakuan P4 (40%) menunjukkan hasil terendah pada hampir seluruh parameter. Kesimpulannya, perendaman embrio dalam udara kelapa konsentrasi 30% efektif dalam meningkatkan proporsi jantan dan kelulushidupan benih ikan mas koki.
Karakteristik Substrat dan Morfologi Rumput Laut di Kawasan Pesisir Aceh Selatan, Provinsi Aceh Arhas, Firman Rija; Rasnovi, Saida; Dahlan, Dahlan; Nanda, Rizki
Jurnal Kelautan dan Perikanan Indonesia Vol 5, No 2: Agustus (2025)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jkpi.v5i2.47499

Abstract

Penelitian ini mengkaji karakteristik substrat dan morfologi rumput laut di kawasan pesisir Aceh Selatan, Provinsi Aceh. Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi komposisi jenis rumput laut, tipe substrat yang ditempati, serta perbedaan morfologi masing-masing spesies. Metode yang digunakan adalah kombinasi line transect dan quadrat transect dengan pengambilan sampel di zona intertidal dan subtidal. Hasil penelitian menemukan 32 spesies rumput laut yang tergolong dalam tiga kelas: Chlorophyceae (11 spesies), Phaeophyceae (11 spesies), dan Rhodophyceae (10 spesies). Substrat keras seperti karang mati dan batu dominan dihuni oleh rumput laut dengan life form lithofitik (66%), sedangkan substrat lunak seperti pasir dan kerikil didominasi oleh rhizophitik (28%). Karakteristik morfologi rumput laut bervariasi, terutama pada struktur holdfast, stipe, dan blade, yang mencerminkan adaptasi terhadap kondisi lingkungan. Alga coklat (Phaeophyceae) memiliki morfologi paling kompleks, cocok untuk perairan berarus kuat, sementara alga hijau (Chlorophyceae) dan alga merah (Rhodophyceae) lebih adaptif di perairan tenang atau berarus sedang. Hasil penelitian ini memberikan informasi penting untuk konservasi dan budidaya rumput laut berkelanjutan dengan mempertimbangkan kesesuaian substrat dan ketahanan morfologis spesies.

Page 8 of 11 | Total Record : 103