cover
Contact Name
Ninik Yunitri
Contact Email
yunitri@umj.ac.id
Phone
+6281389723445
Journal Mail Official
ijnsp@umj.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Jakarta Jl. Cempaka Putih Tengah I No. 1 Jakarta Pusat 10510
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Indonesian Jurnal of Nursing Sciences and Practice
ISSN : -     EISSN : 26220997     DOI : https://doi.org/10.24853/ijnsp.v2i2.
Jurnal Obsesi : Indonesian Journal of Nursing Sciences and Practice (IJNSP)is an open-access peer-reviewed journal focus on the latest issues of nursing education and clinical practices
Articles 91 Documents
PENGETAHUAN DAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEPATUHAN DALAM MENJALANKAN PENGOBATAN ANTIRETROVIRAL (ARV) PADA PASIEN HIV/AIDS Aresta, Annisa Septiani; Jumaiyah, Wati
Indonesian Journal of Nursing Sciences and Practice Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/ijnsp.v2i2.51-61

Abstract

ABSTRAKHIV/AIDS merupakan masalah kesehatan yang menyebabkan kekhawatiran di berbagai belahan dunia karena virus HIV menyerang sel darah putih manusia yang menyebabkan turunnya kekebalan tubuh sehingga mudah terserang penyakit. Pasien HIV/AIDS mendapatkan pengobatan Antiretroviral (ARV). Pasien HIV/AIDS harus patuh dalam menjalani pengobatan ARV, karena akan terjadi resistensi obat pada pasien HIV/AIDS yang tidak patuh dalam menjalani pengobatan. Kepatuhan dipengaruhi beberapa faktor, seperti pengetahuan dan dukungan keluarga. Oleh karena itu tujuan penelitian ini untuk mengetahui Hubungan Pengetahuan dan Dukungan Keluarga dengan Kepatuhan dalam Menjalankan Pengobatan Antiretroviral (ARV) pada pasien HIV/AIDS di Yayasan Pelita Ilmu Jakarta. Desain penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi pada penelitian ini sebanyak 105 orang dan sample sebanyak 91 orang dengan teknik pengambilan sample yaitu purposive sampling. Alat ukur yang digunakan pada penelitian ini yaitu kuesioner. Uji statistik yang digunakan yaitu uji chi square dengan tingkat kemaknaan α=0.05. Hasil  penelitian ini menunjukan bahwa tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan kepatuhan dalam menjalankan pengobatan ARV (p value=0.079) dan ada hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan dalam menjalankan pengobatan ARV (p value = 0.004). Diharapkan pelayanan kesehatan memberikan informasi dan edukasi tentang pengobatan ARV dengan melibatkan keluarga pasien.Kata kunci: Pengetahuan, dukungan keluarga, kepatuhan ARVABSTRACTHIV/AIDS is a health problem that causes concern in various parts of the world because the HIV virus attacks human white blood cells which causes a decrease in the body's immunity so that it is susceptible to disease. HIV/AIDS patients receive antiretroviral (ARV) treatment. HIV/AIDS patients must be compliant in undergoing ARV treatment, because there will be drug resistance in HIV/AIDS patients who are not compliant in undergoing treatment. Compliance is influenced by several factors, such as knowledge and family support. Therefore, the aim of this study was to determine the relationship between knowledge and family support and adherence in carrying out antiretroviral treatment (ARV) in HIV/AIDS patients at the Pelita Ilmu Jakarta Foundation. The research design is a quantitative descriptive study with a cross-sectional design. The population in this study were 105 people and a sample of 91 people with a sampling technique that is purposive sampling. Measuring tool used in this study is a questionnaire. The statistical test used is the chi square test with a significance level of α=0.05. The results of this study indicate that there is no relationship between knowledge and adherence in carrying out ARV treatment (p value = 0.079) and there is a relationship between family support and adherence in carrying out ARV treatment (p value = 0.004). It is hoped that health services will provide information and education about ARV treatment by involving the patient's family. Keywords: Knowledge, family support, family adherence
PENGARUH PEMBERIAN MINUM DINGIN TERHADAP PENURUNAN MUAL MUNTAH SETELAH KEMOTHERAPI PADA PASIEN KANKER MAMAE Aisy, Rifa Rohadatul; Sofiani, Yani
Indonesian Journal of Nursing Sciences and Practice Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/ijnsp.v2i1.37-42

Abstract

Kanker merupakan sel yang tumbuh terus menerus secara tidak terkendali, tidak terbatas, dan tidak normal. Salah satu kanker yang sering terjadi pada wanita adalah kanker payudara. Kemotherapi merupakan metode yang efektif dalam pengobatan kanker. Mual muntah merupakan efek samping yang dapat ditimbulkan dari penggunaan metode kemotherapi secara langsung terjadi 24 jam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh minum dingin terhadap penurunan mual muntah setelah kemotherapi pada pasien ca mamae di rumah sakit kanker dharmais. Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimental one group pre and post-test design Populasi penelitian ini adalah pasien ca mamae yang telah menjalani kemotherapi. Sample berjumlah 20 orang. Berdasarkan purposive sampling. Hasil penelitian didapatkan tidak ada pengaruh yang signifikan tingkat mual sebelum dan sesudah pemberian minum dingin 100C, dan ada pengaruh yang signifikan tingkat mual sebelum dan sesudah pemberian minum dingin 150C.
PENGARUH PENGAWASAN MODEL KLINIS DAN PENGAWASAN MODEL AKADEMIK PADA PERAWATAN PERAWAT KELUARGA DI KESEHATAN MASYARAKAT KABUPATEN POSO PADA TAHUN 2018 Utami, Tri
Indonesian Journal of Nursing Sciences and Practice Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/ijnsp.v1i2.53-69

Abstract

ABSTRAKLatar belakang: Ketidakefektifan asuhan keperawatan keluarga di Puskesmas adalah salah satunya karena kurangnya penerapan model pengawasan yang tepat. Pengawasan adalah fungsi manajemen pada tahap kontrol yang dilakukan untuk mengarahkan perawat untuk bekerja secara efektif dan efisien, dan mengurangi potensi masalah pekerjaan. Tujuan Penelitian: Untuk menganalisis pengaruh penerapan model supervisi klinis dan akademik terhadap efektivitas asuhan keperawatan keluarga di Puskesmas Kabupaten Bekasi. Desain Penelitian: Jenis penelitian ini adalah desain kuasi-eksperimental dengan pretest posttest dengan desain kelompok kontrol. Sampel penelitian ini adalah perawat di Puskesmas Kabupaten Bekasi yang terdiri dari 4 kelompok dan 10 orang di masing-masing kelompok. Analisis data dilakukan dengan menggunakan General Linear Model Repeat Measure (GLM-RM). Hasil: Model pengawasan klinis di Puskesmas Malei dari Minggu 1 (rata-rata 9.20) dengan pengukuran Minggu 4 (rata-rata 19.0) diikuti oleh model supervisi akademik di Puskesmas Kawua adalah Minggu 1 (rata-rata 8.7) dengan pengukuran Minggu 4 (rata-rata 18, 8) sedangkan kelompok kontrol pengawasan klinis di Puskesmas kayamnya adalah Minggu 1 (rata-rata 8,4) dengan pengukuran terakhir pada Minggu 4 (rata-rata 9,2) dan pada minggu 1 kelompok kontrol model pengawasan akademik di Puskesmas Mapane (rata-rata 7,1) dengan pengukuran terakhir Minggu 4 (rata-rata 9, 7). Kata kunci: Pengawasan Model Klinis, Model Akademik dan Pengawasan Perawatan Keluarga 
Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu tentang Gizi Seimbang dengan Perilaku Keluarga dalam Pemenuhan Gizi pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Kharomain, Imam; Eka, Wisnu; Hasanah, Uswatun
Indonesian Journal of Nursing Sciences and Practice Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/ijnsp.v6i1.35-38

Abstract

Latar Belakang: Anak balita merupakan salah satu kelompok usia yang mendapatkan prioritas utama oleh pemerintah dalam hal upaya perbaikan gizi karena kelompok anak pada usia tersebut masih sangat memerlukan gizi untuk pertumbuhan dan perkembangan, pengetahuan mengenai gizi balita sangat diperlukan untuk membentuk perilaku yang baik, kurangnya pengetahuan gizi dan kesehatan orang tua, khususnya ibu merupakan salah satu penyebab kekurangan gizi pada anak balita. Objektif: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan ibu tentang gizi seimbang dengan perilaku keluarga dalam pemenuhan gizi pada balita diwilayah kerja puskesmas. Metode: Desain penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel didapatkan dengan teknik purposive sampling dan didapatkan 56 responden. Analisa penelitian yang dilakukan yaitu analisa univariat untuk mengetahui gambaran karakteristik responden. Hasil: Hasil yang didapat adalah sebanyak 45 responden (80,4%) memiliki tingkat pengetahuan yang kurang mengenai perubahan fisik, seksual dan psikologis, dan sebanyak 29 responden (51,8%) juga memiliki sikap negatif dalam menghadapi perubahan fisik, seksual dan psikologis. Implikasi Klinis: Peningkatan pengetahuan ibu tentang gizi seimbang dengan perilaku keluarga sebagai pemenuhan gizi pada anaknnya. Kesimpulan: Studi ini menemukan bahwa terdapat ada hubungan antara pengetahuan ibu tentang gizi seimbang dengan perilaku keluarga dalam pemenuhan gizi pada balita diwilayah kerja puskesmas Jakarta Pusat. Keywords: Pengetahuan, Perilaku, Gizi.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Stigma Masyarakat Terhadap Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) Fadhila, Asa Nur; Siswandi, Iyar; Chairunnisa, Dea; Kamil, Abdu Rahim
Indonesian Journal of Nursing Sciences and Practice Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/ijnsp.v5i2.64-71

Abstract

Background. Banyak masyarakat Indonesia yang memandang orang dengan HIV/AIDS dengan sebelah mata dan menganggap mereka yang menderita penyakit tersebut tidak pantas diterima di masyarakat. Padahal pandangan masyarakat tersebut sangat berpengaruh terhadap kehidupan ODHA.Objective. Untuk mengetahui hubungan usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, dan status ekonomi dengan stigma masyarakat terhadap ODHA di wilayah Jakarta Pusat. Methods. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelasi menggunakan metode cross-sectional. Dengan teknik sampel purposive sampling. Pada variabel independen berupa karakteristik responden diketahui dengan menggunakan kuesioner demografi dan stigma masyarakat diukur menggunakan kuesioner I-HSS Scale. Analisa bivariat yang dilakukan adalah uji T Independent dan uji Chi Square. Results. Responden pada penelitian ini merupakan masyarakat di wilayah Jakarta Pusat yang berjumlah 111 orang. Pengolahan data menunjukkan responden yang mengalami stigma tinggi berjumlah 59 orang (53,2%).Conclusion. Variabel yang berhubungan dengan stigma masyarakat terhadap ODHA adalah tingkat pendidikan [p = 0,022 dengan OR: 2,813 (1,234-6,409)] dan status ekonomi [p = 0,022 dengan OR: 2,668 (1,219-5,839)], sedangkan variabel yang tidak berhubungan adalah usia (p = 0,089) dan jenis kelamin [p = 0,366 dengan OR: 0,648 (0,298-1,406)].Kata Kunci: Stigma; Masyarakat; Orang dengan HIV/AIDS (ODHA)
Karakteristik Tingkat Kecemasan dan Depresi pada Lansia dengan Hipertensi di Puskesmas Kota Gajah Lampung Tengah Mardhatila, Mardhatila; Rahayu, Ananda; Nuraenah, Nuraenah
Indonesian Journal of Nursing Sciences and Practice Vol 5, No 1 (2022)
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/ijnsp.v5i1.17-21

Abstract

Latar Belakang. Bertambahnya jumlah lanjut usia (lansia) di Indonesia setiap tahunnya pasti akan menimbulkan suatu permasalahan yang akan terjadi pada diri lansia seperti fungsi organ tubuh meliputi otak, hati, jantung, ginjal, serta jaringan aktif dalam otot-otot tubuh akan melemah. Karena gangguan-gangguan tersebut bisa berdampak pada fisiologis yang mana pada diri lansia mulai timbul berbagai macam penyakit salah satunya yaitu hipertensi dan masalah mental seperti kecemasan hingga berujung pada depresi.Objektif. Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana karakteristik tingkat kecemasan pada lansia dengan hipertensi di Puskesmas Kota Gajah Lampung Tengah.Metode. Desain penelitian yang digunakan deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional dengan pengambilan sampel probability sampling teknik random sampling dengan jumlah responden sebanyak orang. Data dianalisis dengan menggunakan uji Chi Square.Hasil. Hasil penelitian menunjukan bahwa kebanyakan dari lansia pada penelitian ini tidak mengalami kecemasan 18 orang (40%) sedangkan lansia yang mengalami kecemasan berat hanya ada sebanyak 5 orang (8,9%). Sedangkan untuk tingkat depresinya didapatkan hasil bahwa jumlah lansia tidak depresi 28 orang (62,2%) lebih banyak dibandingkan dengan lansia yang depresi hanya terdiri dari 5 orang (11,1%).Implikasi Klinis. Data dari penelitian ini juga memiliki peranan penting sebagai data dasar penelitian selanjutnya terkait tingkat kecemasan dan depresi pada lansia dengan hipertensi.Kata Kunci. Kecemasan, Depresi, Lansia dengan hipertensi
Analisis Faktor Risiko Kejadian Penyakit Tidak Menular (Hipertensi, Diabetes Melitus dan Obesitas) Az Zahra, Fajar Putri; Putri, Handayani; Rayasari, Fitrian
Indonesian Journal of Nursing Sciences and Practice Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/ijnsp.v6i2.65-77

Abstract

Latar Belakang. Penyakit tidak menular (PTM) merupakan penyakit bersifat kronis yang diagnosis dan terapinya pada umumnya lama dan mahal. PTM meliputi penyakit kardiovaskular, kanker, penyakit pernapasan kronis, diabetes, dan lainnya. PTM yang paling banyak ditemukan adalah hipertensi, diabetes melitus, dan obesitas. Pada PTM banyak faktor yang mempengaruhi, di antaranya usia, jenis kelamin, genetik, pola makan, aktivitas fisik, kebiasaan merokok, dan konsumsi alkohol.Objektif. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor risiko kejadian PTM (hipertensi, diabetes melitus, dan obesitas) pada pedagang Pasar Kamal.Metode. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah sampel sebanyak 80 responden dengan teknik random sampling.Hasil. Hasil penelitian menggunakan analisis uji chi-square menunjukkan adanya hubungan antara usia (P-Value = 0,000), jenis kelamin (P-Value = 0,000), genetik (P-Value = 0,001), pola makan (P-Value = 0,003), dan aktivitas fisik (P-Value = 0,009) dengan kejadian penyakit tidak menular (hipertensi, diabetes melitus, dan obesitas) pada pedagang Pasar Kamal. Sedangkan faktor yang tidak berhubungan dengan kejadian PTM (hipertensi, diabetes melitus, obesitas) pada pedagang Pasar Kamal adalah kebiasaan merokok (P-Value = 0,085) dan kebiasaan mengonsumsi alkohol (P-Value = 0,056). Dari penelitian ini, upaya yang tepat dilakukan oleh tim pelayanan kesehatan untuk usia remaja pengguna gawai adalah bekerjasama dengan RT di tiap wilayah untuk melakukan pendidikan kesehatan baik kepada orang tua sebagai pendamping maupun langsung kepada kelompok usia remaja.Implikasi Klinis. Saran dari penelitian ini adalah pencegahan kejadian PTM dapat dilakukan melalui pemeriksaan dini dan menghindari faktor-faktor yang dapat berisiko menyebabkan penyakit tidak menular.Kata Kunci. PTM, usia, jenis kelamin, genetik, pola makan, aktivitas fisik, kebiasaan merokok, kebiasaan mengonsumsi alkohol, pedagang pasar.
Hubungan antara Stigma Masyarakat dengan Tingkat Kecemasan Pasien Pasca Terpapar COVID-19 Saputri, Dwirima; Lofa, Priyo Hadi Prasetyo; Sofiani, Yani
Indonesian Journal of Nursing Sciences and Practice Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/ijnsp.v5i2.39-41

Abstract

AbstrakLatar Belakang. Munculnya pandemi COVID-19 yang semakin hari bertambah kasusnya dapat menimbulkan stigma masyarakat pada penderita yang sedang terpapar atau yang sudah sembuh.Dari stigma masyarakat tersebut dapat menimbulkan tingkat kecemasan yang lebih tinggi pada pasien bahkan pada orang yang telah sembuh dari penyakit ini. Penelitian sebelumnya mendapati bahwa semakin banyak laporan bahwa orang-orang di daerah terkena pandemi mendapat stimatisasi dari masyarakat.Objektif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara stigma masyarakat dengan tingkat kecemasan pasien pasca terpapar COVID-19 di Tambun Selatan tahun 2021.Metode. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif-analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 75 responden di wilayah tambun selatan dipilih menggunakan metode simple random sampling dengan stratifikasi berdasarkan RW dan indvidu yang pernah terpapar COVID-19. Pengambilan data di lakukan pada Maret-Juli 2021 dengan teknik pengumpulan data menggunakan Kuisioner stigma , kuisioner kecemasan Zung-Self Anxiety Rating Scale , dan data demografi.Hasil. Hasil penelitian menggunakan analisis uji chi-square diperoleh bahwa nilai p-value = 0,086 (p = > 0,05) yang menunjukkan bahwa stigma tidak berhubungan secara signifikan dengan tingkat kecemasan pasien pasca terpapar COVID-19.Kesimpulan. Studi ini menemukan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara stigma masyarakat dengan tingkat kecemasan di wilayah Tambun Selatan. Kata Kunci : : Covid-19, Stigma Masyarakat, Tingkat Kecemasan
Efektivitas Aromatherapy terhadap Kecemasan pada Pasien Hemodialisa di Unit Hemodialisa – A Systematic Review and Meta-Analysis Hazrina, Fira Awanis; Rahmania, Sarah; Afriza, Wicke; Humairah, Faradila; Pakpahan, Risdo
Indonesian Journal of Nursing Sciences and Practice Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/ijnsp.v6i2.39-48

Abstract

Latar Belakang. Pasien hemodialisis dengan gejala kecemasan yang parah memiliki risiko kematian, rawat inap, atau memerlukan dialisis enam puluh persen lebih tinggi dibandingkan dengan pasien tanpa kecemasan. Kecemasan dapat menyebabkan masalah terkait kepatuhan dialisis seperti melewatkan pengobatan HD dan durasi sesi HD yang lebih pendek.Tujuan. Meta-analisis ini bertujuan untuk merangkum dan mensintesis efektivitas aromaterapi terhadap kecemasan pada pasien hemodialisis.Metode. Metaanalisis dilakukan. Basis data yang diakses antara lain PubMed, Science Direct, Proquest dari awal hingga akhir tanggal 21 Mei 2024. Penelitian ini mengikuti item pelaporan pilihan untuk Tinjauan Sistematis dan Pedoman Meta-Analyses (PRISMA). Analisis data dilakukan dengan menggunakan meta-analisis Jamovi dengan menggunakan model random effect dengan menggunakan hedges.Hasil. Nilai dari 4 studi yang disertakan dalam penelitian ini diperoleh effect size yang relatif kecil (Hedges' g = -1,26 (95% CI = -0,24 – (-0,08)) dengan heterogenitas dalam kategori tinggi (I² = 93,51%; Q 33,96; P < 0,001). Selanjutnya subjek yang paling sedikit dicoba untuk tidak diikutsertakan dalam analisis dan diperoleh hasil nilai yang sangat berbeda dengan yang lainnya, nilai Hedges' g (Hedges' g = -0,78 (95% CI = -1,63 – 0,08) dengan heterogenitas dalam kategori tinggi (I² = 87,17%; Q 15,68; P < 0,001), berarti terdapat selisih sebesar -0,48 pada kedua effect size tersebut. Dari kedua hasil analisa tersebut menunjukkan bahwa pemberian aromaterapi efektif dalam menurunkan kecemasan pada pasien hemodialisis.Kesimpulan. Adanya pengaruh pemberian aromaterapi terhadap penurunan kecemasan dan nyeri pada pasien yang menjalani hemodialisis. Penelitian yang disertakan memiliki heterogenitas yang tinggi, sehingga dapat diterapkan ke dalam intervensi yang menyebabkan kematian dalam menurunkan kecemasan pada pasien yang dilakukan hemodialisis.Implikasi Klinis. Meta-analisis ini memberikan bukti bahwa aromaterapi efektif dalam penurunan kecemasan dan nyeri pada pasien yang menjalani hemodialisis. Perawat dan profesional kesehatan lainnya dapat membuat rekomendasi untuk pasien yang sedang menjalani hemodialisis berdasarkan penelitian ini dalam mengurangi kecemasan dan nyeri.Kata Kunci. hemodialisis, kecemasan, aromaterapi
Persepsi Masyarakat (Suku Sasak) tentang Pasien Pasung di Wilayah Kerja Puskesmas Siswandi, Iyar; Sinaga, Parmo; Ibrahim, Ikhsan; Septian, Alnendi
Indonesian Journal of Nursing Sciences and Practice Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/ijnsp.v5i2.43-46

Abstract

Latar Belakang. Pemasungan salah satu cara tradisional dalam mengatasi gangguan jiwa yang keberadaannya sudah mengancam lingkungan sekitarnya. Hal ini tentunya menimbulkan persepsi yang berbeda di masyarakat bahwa gangguan jiwa itu harus di pasung. Hal ini didasarkan pada faktor fungsional, faktor struktural, faktor situasional dan Faktor personal. Persepsi sendiri merupakan suatu proses yang didahului oleh proses penginderaan, yaitu merupakan proses diterimanya stimulus oleh individu melalui alat indera atau juga disebut proses sensori.  Objektif. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui Persepsi masyarakat suku Sasak tentang pasien pasung di Wilayah Kerja Puskesmas Mataram.Metode. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif-survei dengan pendekatan deskriptif-analitik , sebanyak 124 responden di wilayah kerja puskesmas Mataram dipilih dengan menggunakan metode purposive sampling dengan stratifikasi berdasarkan kelurahan. Pengambilan data dilakukan pada bulan Agustus-Oktober 2022 dengan teknik pengambilan data menggunakan kuisioner dimana pembuatan kuisioner ini mengacu pada parameter yang sudah di ada sebelumnya. Hasil. penelitian menggunakan metode analisa yang digunakan ialah uji chi-square dan di peroleh bahwa persepsi masyarakat suku sasak tentang pasien pasung di Wilayah Kerja Puskesmas Mataram sebagian besar persepsi kurang yaitu sebanyak 102 responden (82.3%).Implikasi klinis. Studi ini memperoleh bahwa persepsi masyarakat suku Sasak rata-rata berpersepsi kurang, dimana persepsi ini berdasarkan faktor fungsional, faktor struktural, faktor situasional, dan faktor personal yang di nilai kurang. Kata Kunci : Deprivasi, Persepsi, Masyarakat.

Page 7 of 10 | Total Record : 91