cover
Contact Name
Arif Fiandi
Contact Email
ariffiandi03@gmail.com
Phone
+6285274823488
Journal Mail Official
admin@jicnusantara.com
Editorial Address
Jorong Nyiur, AGAM, Sumatera Barat
Location
Kab. agam,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Intelek Insan Cendikia
ISSN : -     EISSN : 30477824     DOI : -
Jurnal Intelek Insan Cendikia (JIIC) adalah jurnal MULTI DISIPLIN ILMU. Jurnal ini menerima artikel ilmiah dari seluruh bidang ilmu, seperti : keagamaan, pendidikan, ekonomi, sosial, kesehatan, hukum, manajemen, dan seluruh bidang keilmuan lainnya.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,975 Documents
Sintesis Literatur: Peran Modal Sosial dalam Menjembatani Hubungan Ekonomi dan Budaya serta Memengaruhi Kesejahteraan Subjektif Masyarakat Nelayan Pesisir (Kajian pada Konteks Paluh Sibaji) Fatimah Az-Zahra; Bintang Caroline Ginting; Siti Anadea; Zuhra Al-Husna; Tengku Camelia Handriansyahri; Bisru Hafi
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 11 (2025): November 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menyajikan tinjauan literatur yang komprehensif tentang kondisi sosial ekonomi serta praktik budaya yang ada dalam komunitas nelayan di Desa Pesisir Paluh Sibaji, Kabupaten Deli Serdang. Tujuan utamanya adalah untuk menganalisis interaksi antara pola kehidupan tradisional dan kearifan lokal dengan berbagai tantangan ekonomi, khususnya yang muncul akibat tekanan dari lingkungan luar. Dengan memanfaatkan kerangka teori Modal Sosial dan Kesejahteraan Subjektif, penelitian ini menggabungkan hasil dari berbagai sumber literatur ilmiah dan laporan sebelumnya. Hasil analisis menunjukkan bahwa para nelayan di Paluh Sibaji mengalami tingkat kerentanan ekonomi yang tinggi yang disebabkan oleh variasi pendapatan dan ketergantungan pada perantara (toke). Namun, kerentanan tersebut dapat dikurangi berkat kekuatan budaya mereka yang berperan sebagai cara beradaptasi. Hal ini terlihat melalui pengamalan Modal Sosial yang kokoh (seperti gotong royong dan sistem bagi hasil), serta penggunaan kearifan lokal yang praktis dalam menjaga ekosistem laut (contohnya pembentukan POKMASWAS dan larangan merusak). Kesimpulannya adalah bahwa ketahanan komunitas nelayan Paluh Sibaji tergantung pada penguatan jaringan sosial dan pelestarian nilai-nilai budaya yang sangat penting dalam mencapai kesejahteraan yang berkelanjutan.
Dinamika Pemulihan dan Rekonstruksi Kepercayaan Pasca-Perselingkuhan Istri dalam Perspektif Psikologi Islam: Strategi Resiliensi Keluarga Harry Yulianto
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 11 (2025): November 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perselingkuhan yang dilakukan istri merupakan krisis kompleks yang tidak hanya menghancurkan kepercayaan tetapi juga mengancam keutuhan keluarga, sedangkan panduan pemulihan yang mengintegrasikan dimensi spiritual Islam masih terbatas. Penelitian kualitatif fenomenologis ini bertujuan untuk mengeksplorasi dinamika pemulihan dan rekonstruksi kepercayaan pasca-perselingkuhan istri, dengan fokus pada strategi resiliensi keluarga dalam perspektif Psikologi Islam. Melalui wawancara mendalam dengan pasangan yang mengalami krisis, penelitian ini mengungkap bahwa proses resiliensi berjalan melalui empat fase dinamis (konfrontasi, eksplorasi, negosiasi ulang, dan transformasi) dan dapat terhambat oleh "resiliensi stagnan" ketika tidak ada pengakuan dari pihak istri. Hasilnya merumuskan model intervensi strategis berbasis nilai-nilai Islam (restorasi makna transendental, transformasi spiritualitas relasional, rebranding relationship, dan rekonstruksi makna), yang efektif memfasilitasi penyembuhan luka psikologis dan pertumbuhan pasca-trauma. Kesimpulannya, integrasi Psikologi Islam dan teori resiliensi keluarga menawarkan peta jalan yang holistik dan kontekstual bagi pemulihan, dengan implikasi praktis bagi pengembangan konseling keluarga Islami dan edukasi pranikah yang lebih efektif.
Pengaruh Kualitas Pelayanan, Kualitas Produk, Harga, Dan Store Atmosphere Terhadap Keunggulan Bersaing Warung Kupie Tem Lhokseumawe Afrilian Saputra; Ikramuddin Ikramuddin; Naufal Bachri; Hamdiah Hamdiah
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 11 (2025): November 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas pelayanan, kualitas produk, harga dan store atmosphere terhadap keunggulan bersaing Warung Kupie Tem Lhokseumawe. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang dibagikan kepada 120 responden yang dipilih dengan teknik pengambilan sampel non probability. Analisis data dilakukan menggunakan Regresi Linier Berganda dan juga pengujian hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua variabel independen berpengaruh positif dan signifikan terhadap keunggulan bersaing. Kualitas pelayanan mempengaruhi keunggulan bersaing dengan koefisien (0,226), diikuti oleh kualitas produk (0,555) menunjukkan pentingnya nilai yang diterima pelanggan, selanjutnya harga (0,361), dan Store atmosphere (0,088) mempengaruhi keunggulan bersaing. Temuan penelitian ini mengindikasikan bahwa kualitas pelayanan, kualitas produk, harga dan store atmosphere memiliki peran penting dalam membentuk keunggulan bersaing Warung Kupie Tem Lhokseumawe. Hasil ini memberikan implikasi strategis bagi pengelola Warung Kupie Tem untuk meningkatkan aspek-aspek tersebut guna memperkuat daya saing di tengah ketatnya persaingan warung kopi di Kota Lhokseumawe.
Kekerasan dan Kontrol Sosial dalam Film Hellbound Perspektif Semiotika Charles Sanders Peirce Fadhel Muhammad; Syahrul Rhomadan; Nazhar Maulana
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 11 (2025): November 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Film functions as both an artistic medium and a form of communication that reflects and shapes social and ideological dynamics. Hellbound, a South Korean series adapted from a popular webcomic, presents a narrative centered on supernatural violence and social control legitimized through religious belief and authority. This study aims to analyze the representation of violence and social control in Hellbound through the lens of Charles Sanders Peirce’s semiotic theory, which explores the relationship between the sign, object, and interpretant in the construction of meaning. This research employs a qualitative approach with descriptive analysis. Data were collected through literature review and in-depth observation of the film’s narrative and visual elements. The findings reveal that Hellbound utilizes iconic, indexical, and symbolic signs to represent collective fear, ideological power, and the legitimization of violence under religious morality. The character Jung Jinsu and the religious group The New Truth serve as symbolic representations of authoritarian religious authority, while the Arrowhead group reflects the manifestation of organized social violence. The study concludes that Hellbound constructs a complex semiotic system to critique the misuse of religion, ideological domination, and the fragility of society under social control. Peirce’s semiotic theory contributes significantly to understanding the construction of meaning and ideological dynamics within popular media.
MINIMNYA PARTISIPASI REMAJA TERHADAP POSYANDU DI NAGARI ANDALEH: ANTARA KURANGNYA KESADARAN DAN BESARNYA MANFAAT Oyatra Utama Warda; Afifah Hasanah; Alya Nofrika Anggraini; Ferdiansyah Ferdiansyah; Melani Putri; Zahkya Diva Efrina
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 11 (2025): November 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Partisipasi remaja dalam Posyandu di Nagari Andaleh masih rendah meski berpotensi meningkatkan kesehatan fisik, mental, dan sosial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui studi literatur, observasi, dan wawancara dengan tenaga kesehatan. Hasil menunjukkan rendahnya partisipasi dipengaruhi minimnya pengetahuan, kurangnya sosialisasi, citra negatif Posyandu, tidak adanya pelibatan remaja, dan rendahnya dukungan sosial. Posyandu remaja berperan penting dalam edukasi kesehatan, sehingga diperlukan strategi komunikasi efektif dan program sesuai kebutuhan remaja.
PERAN EKONOMI HIJAU (GREN ECONOMY) DALAM MENDORONG PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN DI INDONESIA (STUDI DI PROVINSI LAMPUNG) Raditya Aldiansyah; Dany Ferdinansyah
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 11 (2025): November 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan ekonomi yang berorientasi pada pertumbuhan tanpa memperhatikan keseimbangan lingkungan telah menimbulkan permasalahan serius seperti kerusakan ekosistem, ketimpangan sosial, dan meningkatnya emisi karbon. Untuk mengatasi tantangan tersebut, konsep ekonomi hijau (green economy) hadir sebagai strategi yang menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan sosial, dan kelestarian lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran ekonomi hijau dalam mendorong pembangunan berkelanjutan di Indonesia, dengan fokus pada Provinsi Lampung sebagai studi kasus. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan data sekunder dari Badan Pusat Statistik (BPS) periode 2020–2024, meliputi indikator ekonomi, sosial, dan lingkungan. Analisis dilakukan secara deskriptif untuk menggambarkan tren dan kontribusi ekonomi hijau terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi ekonomi hijau berkontribusi positif terhadap efisiensi sumber daya, peningkatan indeks pembangunan manusia, penurunan emisi karbon, serta pertumbuhan sektor energi terbarukan. Namun, terdapat tantangan berupa keterbatasan koordinasi antar sektor, rendahnya kapasitas kelembagaan daerah, dan ketimpangan sosial dalam adopsi teknologi hijau. Kesimpulannya, ekonomi hijau merupakan strategi penting dalam mempercepat transisi menuju pembangunan berkelanjutan yang inklusif dan rendah karbon di Indonesia apabila didukung oleh sinergi kebijakan, kolaborasi lintas sektor, serta partisipasi aktif masyarakat.
EVALUASI PROGRAM BANTUAN PANGAN DALAM MENINGKATKAN STABILITAS PANGAN DAN MENGURANGI KEMISKINAN DI INDONESIA Nabila Sapitri; Naufal Zaky Wijaya; Adelio Hatta Arafat
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 11 (2025): November 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemiskinan di Indonesia bersifat multidimensi dan sangat sensitif terhadap volatilitas harga pangan, terutama beras. Dalam konteks pandemi dan pemulihan ekonomi 2020–2024, pemerintah memperkuat arsitektur bantuan pangan dari natura menuju e-voucher (Program Sembako/BPNT) dengan dukungan tata-niaga (Bulog). Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kontribusi program bantuan pangan terhadap stabilitas pangan dan pengurangan kemiskinan, sekaligus menilai ketepatan sasaran, tata kelola, serta faktor-faktor kontekstual yang memoderasi dampak. Metodologi yang digunakan adalah kualitatif–deskriptif dengan sumber data primer melalui wawancara semi-terstruktur, FGD terbatas, dan observasi partisipatif terhadap informan kunci (BPS pusat–provinsi–kab/kota dan petugas lapangan, Bulog, dinas sosial, pendamping, dan KPM) di berbagai wilayah Indonesia. Analisis dilakukan secara tematik dengan triangulasi sumber–metode; rilis indikator BPS 2020–2024 digunakan sebagai konteks pendamping, tanpa mengubah fokus utama pada bukti kualitatif. Hasil menunjukkan: (i) kemiskinan meningkat pada 2020–2021 lalu menurun hingga 2024 seiring pemulihan dan penguatan jaring pengaman; (ii) e-voucher memperluas pilihan dan meningkatkan kualitas konsumsi (terutama protein) serta menurunkan biaya transaksi; (iii) sinergi dengan PKH memperkuat ketahanan konsumsi; (iv) hambatan utama meliputi inclusion–exclusion error, kapasitas pendamping dan e-warong, mutu komoditas, serta gangguan pasok; dan (v) volatilitas harga beras dapat mengikis nilai riil bantuan tanpa indeksasi manfaat. Rekomendasi meliputi dynamic targeting, indeksasi terhadap inflasi pangan, penjaminan mutu dan tata kelola e-warong, edukasi gizi untuk diversifikasi pangan, serta M&E terintegrasi yang adaptif terhadap siklus harga dan guncangan.
Pentingnya Perumusan Kontrak yang Jelas untuk Mencegah Sengketa Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah: Studi Kasus DKI Jakarta Handhita Mahadewi; Ardian, Jenieka Ajeng; Alfiany, Annisa; Rajib, Rayi Kharisma
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 11 (2025): November 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengadaan barang dan jasa pemerintah merupakan aspek strategis dalam penyelenggaraan pembangunan yang menuntut prinsip transparansi, akuntabilitas, dan kepastian hukum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pentingnya perumusan kontrak yang jelas dalam mencegah sengketa pada pengadaan barang dan jasa pemerintah, dengan studi kasus di Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus melalui analisis dokumen hukum, wawancara mendalam, dan observasi terhadap proses penyusunan serta pelaksanaan kontrak pengadaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa banyak sengketa pengadaan disebabkan oleh ketidakjelasan klausul kontrak mengenai tanggung jawab, ruang lingkup pekerjaan, dan mekanisme penyelesaian sengketa. Kontrak yang tidak dirumuskan secara detail menimbulkan multitafsir dan ketidakpastian hukum bagi para pihak. Pembahasan menegaskan bahwa perumusan kontrak yang sistematis dan selaras dengan ketentuan Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 dapat mengurangi risiko konflik, meningkatkan efektivitas pelaksanaan proyek, dan memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih. Selain itu, kompetensi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dalam memahami aspek hukum kontrak menjadi faktor penting dalam menjamin kualitas perumusan kontrak. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa kejelasan rumusan kontrak merupakan kunci utama dalam mewujudkan pengadaan barang dan jasa yang efisien, transparan, dan minim sengketa di lingkungan pemerintah daerah 
PEMIKIRAN EKONOMI ISLAM PADA ERA AL-GHOZALI: ANTARA ETIKA, KEADILAN, DAN KEMASLAHATAN M. Amin Al-Badari; Rohmadi Rohmadi
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 11 (2025): November 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji secara mendalam pemikiran ekonomi Islam pada era Al-Ghazali dengan menitikberatkan pada tiga konsep fundamental, yaitu etika, keadilan, dan kemaslahatan. Al-Ghazali merupakan tokoh penting dalam sejarah intelektual Islam abad ke-11 yang berhasil mengintegrasikan dimensi spiritual, moral, dan sosial ke dalam kerangka ekonomi Islam. Dalam pandangannya, aktivitas ekonomi tidak dapat dipisahkan dari nilai-nilai keagamaan dan etika, karena tujuan akhir dari kegiatan ekonomi bukan semata-mata untuk mencari keuntungan, melainkan untuk mencapai keseimbangan antara kebutuhan duniawi dan kebahagiaan ukhrawi. Melalui karya monumentalnya Ihya’ ‘Ulum al-Din, Al-Ghazali menekankan pentingnya kejujuran, keadilan, dan tanggung jawab sosial dalam perdagangan, produksi, dan distribusi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka, yang melibatkan analisis terhadap karya-karya Al-Ghazali serta literatur kontemporer yang membahas pemikiran ekonominya. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemikiran ekonomi Al-Ghazali menjadi tonggak penting dalam perkembangan teori ekonomi Islam klasik yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat dan kemaslahatan umum. Pemikiran tersebut juga relevan untuk menjawab tantangan ekonomi modern yang kerap diwarnai oleh krisis moral, ketimpangan sosial, dan dehumanisasi ekonomi. Dengan demikian, gagasan Al-Ghazali memberikan kontribusi signifikan dalam membangun paradigma ekonomi Islam yang holistik, berkeadilan, dan berlandaskan nilai-nilai etika universal. Kata Kunci: Al-Ghazali, Ekonomi Islam, Etika, Keadilan, Kemaslahatan, Kesejahteraan Sosial.
STRATEGI PEMBENTUKAN DESA QUR’ANI TAHFIDZ JUZ AMMA METODE ONE DAY ONE SURAH DI DESA TALANG DUKU Amellia Amellia; M.Abdulah Hakim; Indri Putri Dwiyanti
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 11 (2025): November 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini bertujuan membentuk Desa Qur’ani melalui penerapan metode One Day One Surah di Desa Talang Duku, Kecamatan Taman Rajo, Kabupaten Muaro Jambi. Permasalahan utama yang dihadapi masyarakat adalah rendahnya kemampuan anak-anak dalam menghafal surah-surah pendek (Juz Amma), di mana sekitar 85% belum mampu menghafalnya secara optimal. Tujuan kegiatan ini untuk memperkuat karakter religius anak-anak, meningkatkan motivasi mereka dalam menghafal Al-Qur’an, serta melatih guru dan relawan lokal agar mampu membimbing secara mandiri. Metode pelaksanaan terdiri atas tahap persiapan, sosialisasi, pelatihan guru, penerapan metode One Day One Surah, evaluasi hafalan, dan penyelenggaraan Wisuda Tahfidz. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan hafalan anak-anak, dengan 75% peserta berhasil menghafal 28 surah dalam waktu tiga bulan. Program ini juga berhasil meningkatkan partisipasi masyarakat, memperkuat kolaborasi antara universitas dan desa, serta menumbuhkan budaya Qurani yang berkelanjutan. Inovasi ini dapat dijadikan model pemberdayaan masyarakat berbasis nilai-nilai keislaman di desa-desa lain.