cover
Contact Name
Syafriani
Contact Email
syafrianifani@gmail.com
Phone
+6281276299789
Journal Mail Official
syafrianifani@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai No 23 Bangkinang Kota, Kampar
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Medika: Medika
ISSN : -     EISSN : 29857295     DOI : https://doi.org/10.31004/t6azja17
Core Subject : Health,
Jurnal Medika: Medika adalah jurnal yang mempublikasikan hasil pengabdian masyarakat bidang kesehatan. Jurnal pengabdian masyarakat Medika di terbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Pahlwan Tuanku Tambusai. Jurnal ini berisikan artikel berkenaan dengan hasil kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan. Jurnal Medika ini terbit dua kali selama setahun pada bulan Januari dan Juni. Jurnal ini bertujuan untuk menyebarluaskan ide maupun gagasan hasil dari penelitian dan pengabdian itu sendiri. Jurnal Medika adalah jurnal nasional dengan E-ISSN: 2985-7295. Jurnal Medika mempublikasikan artikel hasil pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat dengan terbitan sebanyak 2 nomor dalam setahun.
Articles 252 Documents
Search results for , issue "in progres" : 252 Documents clear
Edukasi Pencegahan Shivering Pasca Pembedahan dan Anestesi Spinal Imanuel Telaumbanua; Rahmaya Nova Handayani; Magenda Bisma Yudha
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/c6sasz15

Abstract

Shivering atau menggigil merupakan salah satu komplikasi yang sering terjadi pasca pembedahan dan anestesi spinal, khususnya pada pasien yang menjalani tindakan Sectio Caesarea. Kondisi ini disebabkan oleh gangguan termoregulasi tubuh akibat blokade saraf simpatis yang mengakibatkan penurunan suhu inti tubuh, serta dipengaruhi oleh faktor lingkungan, karakteristik pasien, dan jenis tindakan medis. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan pasien dan keluarga mengenai penyebab, dampak, serta cara pencegahan shivering melalui edukasi kesehatan di UPTD RSUD dr. M. Thomsen Nias Kabupaten Nias. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan edukatif partisipatif melalui ceramah interaktif, diskusi, serta penggunaan media leaflet dan poster. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 03 Maret 2026 sampai dengan 11 Maret 2026 dengan jumlah responden sebanyak 30 pasien yang menjalani Sectio Caesarea dengan anestesi spinal. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner pre-test dan post-test untuk mengukur tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan. Pada tahap pre-test, responden dengan kategori pengetahuan kurang sebanyak 53,3%, cukup 40%, dan baik hanya 6,7%. Setelah diberikan edukasi, hasil post-test menunjukkan pergeseran signifikan di mana kategori baik meningkat menjadi 63,3%, kategori cukup 26,7%, dan kategori kurang menurun drastis menjadi 10%. Kesimpulan kegiatan ini adalah edukasi kesehatan menggunakan media cetak dan penyuluhan langsung terbukti efektif meningkatkan pemahaman pasien mengenai pencegahan shivering, sehingga diharapkan dapat menurunkan angka kejadian, meningkatkan kenyamanan, serta mendukung keamanan dan pemulihan pasien pasca operasi
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Edukasi E- Booklet Beauty -V Untuk Meningkatkan Pengetahuan Tentang Keputihan (Leukorea) Pada Remaja Putri Di Smp Negeri 1 Karangtanjung Tahun 2026 Fathiyati Fathiyati; Lilis Zuniawati Setianingsih; Filda Fairuza; Dinda Haerunisa
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/nsm87147

Abstract

Leukorea (keputihan) merupakan salah satu masalah kesehatan reproduksi yang banyak dialami oleh remaja putri dan dapat berdampak pada kesehatan reproduksinys apabila tidak ditangani dengan baik. Rendahnya pengetahuan remaja mengenai leukorea menyebabkan kurangnya kesadaran dalam menjaga kebersihan organ reproduksi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswi kelas VIII tentang leukorea melalui media edukasi E-Booklet Beauty-V di SMP Negeri 1 Karangtanjung Tahun 2026. Metode kegiatan menggunakan pendekatan edukatif dan partisipatif yang meliputi penyuluhan kesehatan reproduksi, pembagian media E-Booklet Beauty-V, diskusi interaktif, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Peserta kegiatan berjumlah 80 siswi kelas VIII. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswi setelah diberikan edukasi dengan rata-rata peningkatan sebesar 34,1 %. Peningkatan terjadi pada aspek pengertian leukorea, jenis leukorea fisiologis dan patologis, penyebab, tanda gejala, serta cara pencegahan keputihan. Media E-Booklet Beauty-V terbukti menarik, mudah dipahami, dan dapat diakses melalui smartphone sehingga efektif dalam meningkatkan pemahaman siswi mengenai kesehatan reproduksi. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan berbasis media digital efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja putri dan dapat menjadi salah satu strategi promotif dan preventif dalam upaya pencegahan masalah kesehatan reproduksinya.
Edukasi dan Implementasi Tentang Mobilisasi Dini pada Pasien Pasca Sectio Caesarea dengan Anestesi Spinal di RSU Karya Bakti Ujung Bandar Rantauprapat Juniaman Zega; Danang Tri Yudono; Tophan Heri Wibowo
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/p9dgc130

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini berjudul “Edukasi & Implementasi Tentang Mobilisasi Dini Pada Pasien Pasca Sectio Caesarea Dengan Anestesi Spinal di RSU Karya Bakti Ujung Bandar Rantauprapat”. Judul ini dipilih karena masih banyak pasien pasca operasi sectio caesarea dengan anestesi spinal di RSU Karya Bakti Ujung Bandar Rantauprapat kurang pengetahuan dan keterampilan dalam melakukan mobilisasi dini yang benar. Mobilisasi dini adalah aktivitas yang dilakukan oleh pasien post pembedahan, mulai dari latihan ringan di atas tempat tidur (latihan pernapasan, latihan batuk efektif dan menggerakkan tungkai) sampai dengan pasien bisa turun dari tempat tidur, berjalan ke kamar mandi dan keluar kamar. Salah satu tujuan mobilisasi dini yaitu untuk meningkatkan sirkulasi darah dan Memulihkan kemampuan aktivitas pasien agar bisa bergerak secara normal dan memenuhi kebutuhan gerak sehari-hari. Program ini bertujuan untuk memberikan edukasi tentang mobilisasi dini pada pasien pasca sc dengan spinal anestesi sehingga pasien memiliki pengetahuan serta dapat mempraktikan secara mandiri mengenai mobilisasi dini setelah operasi, program ini akan dilakukan melalui metode ceramah, demonstrasi, dan penggunaan leaflet. Jumlah peserta yang terlibat sebanyak 30 pasien yang diberi pre-test dan post-test untuk mengevaluasi pengetahuan tentang mobilisasi dini post sc. Hasil yang diharapkan akan memberikan pengetahuan dan keterampilan pasien dalam melakukan mobilisasi dini post sc secara mandiri dan benar.
Edukasi Gizi Seimbang pada Anak Usia Sekolah Desiana Firdaus; Amanda Safiera Ameline; Hubi Rahmat Andika; Roiyan One Febriani
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/5wmz5n86

Abstract

Nutritional problems among school-aged children remain a significant public health concern in Indonesia, including inadequate dietary intake, micronutrient deficiencies, and the increasing prevalence of overweight and obesity. Limited knowledge of balanced nutrition contributes to unhealthy eating behaviors and may negatively affect children's growth, health, and academic performance. This community engagement program aimed to improve balanced nutrition knowledge among elementary school students through an interactive nutrition education intervention. The program was conducted at SDN Bareng 1, Bojonegoro Regency, East Java, involving 21 sixth-grade students. Educational activities consisted of a pre-test assessment, nutrition education using PowerPoint presentations and leaflets, interactive discussions, and a nutrition-themed snakes and ladders game designed to reinforce key messages. Participants’ knowledge was evaluated using a 10-item questionnaire administered before and after the intervention. The results demonstrated an improvement in students’ nutrition knowledge following the educational program. Prior to the intervention, 28.6% of participants were categorized as having poor nutrition knowledge, while 71.4% had good knowledge. After the intervention, all participants (100%) achieved the good knowledge category. The findings suggest that combining conventional educational approaches with interactive game-based learning can effectively enhance nutrition knowledge among school-aged children. This program highlights the potential of school-based nutrition education as a practical strategy to promote healthy eating habits and support long-term nutritional well-being among children
Pembuatan Teh Celup Herbal Kembang Kertas Solusi Minuman Fungsional Kaya Antioksidan Ani Florida Ngete; Joko Santoso; Atiek Murharyati
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cd5bfw04

Abstract

Teh telah lama menjadi minuman favorit masyarakat global, termasuk di Indonesia. Selain teh konvensional dari daun Camellia sinensis, teh herbal atau umum disebut tisane, terbuat dari berbagai bagian tanaman seperti daun, akar, biji, kulit batang dan bunga kering, yang semakin diminati. Bunga kertas (Bougainvillea glabra Var.) dikenal luas sebagai tanaman hias, namun secara tradisional telah dimanfaatkan sebagai pengobatan karena kandungan senyawa fitokimia di dalamnya, seperti flavonoid, alkaloid, betalain dan saponin. Senyawa-senyawa ini diketahui memiliki aktivitas antioksidan dan antiinflamasi. Kegiatan pengabmas ini bertujuan untuk mentransfer pengetahuan dan keterampilan kepada masyrakat khususnya anggota Asman Toga Seroja Kabupaten Sragen, dalam mengolah bunga kertas warna merah muda menjadi produk teh celup, merupakan minuman fungsional yang bernilai ekonomis. Teh celup bunga kertas wmemiliki pigmen warna merah yang  menarik dan menyegarkan, berasal dari pigmen betasianin dengan kandungan senyawa betalain yang berfungsi sebagai antioksidan kuat yang dapat menangkal radika bebas. Luaran dari kegiatan Pengabmas Kepada Masyrakat, adalah sediaan teh celup dalam box isi 15 pcs.
Edukasi Eliminasi Zero Dose Bagi Anggota PCA dan PCNA Purwokerto Selatan Dita Pratiwi Kusuma Wardani; ULI MAS'ULIYAH INDARWATI; ANNISA SHOFIA FAJRO; NADIA RIZQI AULIA; RINA MAULINA; VIRGINIA ULAFA ANNIDA
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/dhahmp35

Abstract

Imunisasi dasar pada bayi dan anak-anak sangat penting dilakukan sebagai upaya melindungi kesehatan anak melalui peningkatan imunitas secara aktif terhadap suatu penyakit. Bayi dan anak yang memperoleh imunisasi dasar lengkap akan terlindung dari beberapa penyakit sehingga dapat mencegah terjadinya penularan penyakit. Bayi dikatakan memperoleh imunisasi dasar lengkap jika telah mendapatkan imunisasi BCG sebanyak satu kali, imunisasi hepatitis B sebanyak tiga kali, imunisasi DPT sebanyak tiga kali, imunisasi campak sebanyak satu kali, dan imunisasi polio sebanyak tiga kali. Adanya kejadian ikutan pasca imunisasi dan minimnya pengetahuan orang tua terkait pentingnya imunisasi menyebabkan anak tidak memperoleh imunisasi dasar lengkap sehingga berdampak pada tingginya zero dose. Kasus zero dose di Kecamatan Purwokerto Selatan cenderung tinggi, sehingga peran organisasi keagamaan diharapkan berkontribusi dalam menurunkan tingginya angka zero dose. Edukasi imunisasi ditinjau dari aspek kesehatan dan spiritualitas dilakukan pada anggota Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) dan Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah (PCNA) Purwokerto Selatan. Hasil evaluasi pemberian edukasi diketahui bahwa mayoritas anggota PCA dan PCNA Purwokerto Selatan memiliki pengetahuan baik ditinjau dari aspek kesehatan dan spiritualitas. Peran organisasi keagamaan sangat penting dalam memotivasi para anggotanya untuk meningkatkan kesadaran dalam melakukan imunisasi dasar bagi anak sehingga dapat menurunkan angka zero dose. 
Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Cuci Tangan pada Siswa SDN 4 Komet Banjarbaru Muhammad Akbar Radani; Bernadetta Germia Aridamayanti; Rifda Nur Achriyana Arif
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/qgcbb086

Abstract

Perilaku cuci tangan pakai sabun (CTPS) merupakan salah satu indikator penting Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang berperan dalam pencegahan penyakit infeksi pada anak usia sekolah. Rendahnya pemahaman mengenai waktu yang tepat untuk mencuci tangan serta kurangnya keterampilan dalam menerapkan enam langkah cuci tangan yang benar masih ditemukan pada siswa sekolah dasar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan cuci tangan pada siswa SDN 4 Komet Banjarbaru. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 12 Mei 2025 dengan melibatkan 30 siswa kelas III. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan kesehatan, demonstrasi enam langkah cuci tangan sesuai rekomendasi World Health Organization (WHO), praktik langsung, dan tanya jawab. Evaluasi dilakukan melalui observasi dan pemberian pertanyaan terkait materi yang disampaikan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan siswa, ditandai dengan meningkatnya kategori pengetahuan baik dari 26,7% menjadi 83,3%. Selain itu, keterampilan siswa dalam mempraktikkan enam langkah cuci tangan meningkat dari 23,3% menjadi 90,0%. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi interaktif yang dikombinasikan dengan demonstrasi dan praktik langsung efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan CTPS pada anak usia sekolah. Program serupa perlu dilakukan secara berkelanjutan untuk mendukung pembentukan perilaku hidup bersih dan sehat sejak dini.
Strengthening Mental Health Literacy and Emotional Regulation among Elementary School Children through the SEHATI Program Sri Wulan Lindasari; Reni Nuryani; Nunung Siti Sukaesih; Ria Inriyana; Heri Ridwan; Putri Kamilah
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/7ks6rq34

Abstract

Mental health is a crucial aspect of a child’s development. It directly impacts academic progress, social relationships, and the ability to manage emotions in a healthy way throughout life. During elementary school, children begin to face academic demands, complex social interactions, and significant emotional changes. Low mental health literacy limits their ability to recognize, express, and manage emotions in an adaptive manner. Children tend to express stress through external behaviors (easily angered, withdrawing, difficulty concentrating) that are often not recognized as early indicators of mental health issues. Approximately 10–20% of school-aged children experience emotional problems that impact learning and social functioning, with higher prevalence among migrant and diaspora children. This community service initiative aims to improve mental health literacy and emotional regulation through the SEHATI (Sekolah Hati Sehat) program. The method used is a participatory educational approach with stages of needs analysis, program implementation, and evaluation. The study subjects consisted of 27 elementary school students and 6 teachers. The instruments used were pre-test and post-test questionnaires. The results showed an increase in the average mental health literacy score among students from 71.3 to 88.6, as well as an increase in the emotional regulation score from 67.6 to 78.4. This indicates that the SEHATI program is effective in improving mental health literacy and strengthening emotional regulation among elementary school students
Pelatihan Mengkafani Jenazah Wanita untuk Meningkatkan Kompetensi Fiqih Praktis Santri IAIMA Jambi Taryanto Taryanto; Muhamad Saleh; Nurul Fadila
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/pccf7m22

Abstract

Pengurusan jenazah merupakan suatu kewajiban bagi setiap muslim terhadap sesama muslim lainnya  yang telah meninggal, namun masih banyak umat islam, khususnya santri yang belum memahami penyelenggaraan jenazah sesuai syaria’at islam. Terutama dalam proses mengkafani jenazah wanita. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi santri dalam pengurusan jenazah wanita  dengan baik dan benar sesuai syari’at. Metode yang dipakai dalam kegiatan ini adalah ceramah dan praktik langsung yang mencakup tahapan-tahapan pengurusan jenazah wanita. Kegiatan dilaksanakan di Pesantren Mahasiswa Al Azim dengan melibatkan para santri sebagai peserta utama. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan para santri dalam mengkafani jenazah wanita, terutama bagi para peserta yang sebelumnya belum pernah mendapatkan pelatihan yang sama. Para santri juga menunjukkan kesiapan untuk menerapkan ilmunya di lingkungan masyarakat. Dengan demikian kegiatan pelatihan ini memiliki peran yang sangat penting dalam membekali santri dengan kompetensi praktis yang dibutuhkan dalam kehidupan sosial keagamaan, serta mendukung terlaksananya kewajiban fardhu kifayah secara benar sesuai syari’at islam
Penguatan Kompetensi Guru Bahasa Indonesia melalui Pendampingan Literasi Membaca dan Menulis di SMA Negeri 1 Seteluk Heni Mawarni; Novi Sri Wahyuni; Eka Siswantara; Ahlakul Hikmawan; Isanul Fikri; Sri Lestari; Dahlan Kurniawan; Nurrahmatullah Nurrahmatullah
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/bf81x193

Abstract

Kemampuan literasi membaca dan menulis merupakan kompetensi penting yang mendukung keberhasilan pembelajaran dan pengembangan kemampuan berpikir kritis siswa. Namun, rendahnya minat baca, kemampuan menulis, serta belum optimalnya integrasi literasi dalam pembelajaran masih menjadi tantangan di SMA Negeri 1 Seteluk. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkuat kompetensi guru Bahasa Indonesia melalui pendampingan literasi membaca dan menulis. Metode yang digunakan adalah pendampingan berbasis praktik yang meliputi tahap identifikasi kebutuhan, pelatihan dan penguatan kapasitas guru, pendampingan implementasi, serta evaluasi dan refleksi. Kegiatan melibatkan guru Bahasa Indonesia dan siswa SMA Negeri 1 Seteluk. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman guru tentang strategi pembelajaran literasi, kemampuan mengintegrasikan aktivitas membaca dan menulis dalam pembelajaran, serta meningkatnya partisipasi siswa dalam kegiatan membaca, diskusi, dan menulis. Guru juga memperoleh pengalaman praktis dalam menerapkan pembelajaran berbasis literasi yang lebih inovatif dan berpusat pada siswa. Program pendampingan ini terbukti memberikan dampak positif terhadap penguatan budaya literasi sekolah dan peningkatan kualitas pembelajaran Bahasa Indonesia.