cover
Contact Name
Arif Mudi Priyatno
Contact Email
arifmudi@aks.or.id
Phone
+6282390449323
Journal Mail Official
digits@aks.or.id
Editorial Address
Jl. HR Soebrantas KM 16.5, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Riau 28293
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Journal of Digital Community Services
ISSN : 30470293     EISSN : 30467527     DOI : https://doi.org/10.69693/dcs
Journal of Digital Community Services di terbitkan oleh Institute Of Advanced Knowledge and Science yang berisikan tentang hasil-hasil kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat berupa penerapan pengetahuan, teknologi dan implementasi berbagai bidang ilmu umum (multidisiplin) diantaranya Kesehatan, pendidikan, teknik, pertanian, pertenakan, sosial humaniora, komputer, Kewirausahaan dan ekonomi. Jurnal ini terbit secara berkala dua kali selama setahun pada bulan Januari, dan Juli. Tujuan dari adanya jurnal ini adalah menyebarluaskan gagasan dan hasil pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh perguruan tinggi, yang dapat diterapkan dalam masyarakat. Journal of Digital Community Services berisikan bermacam kegiatan yang mengatasi berbagai permasalahan yang terjadi di masyarakat dengan menerapkan ilmu dan teknologi yang kemudian dapat bermanfaat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Journal of Digital Community Services adalah jurnal nasional dengan E-ISSN: 3046-7527, P-ISSN: 3047-0293. Journal of Digital Community Services mempublikasikan artikel hasil pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat dengan terbitan sebanyak 2 nomor dalam setahun.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 51 Documents
Penyuluhan Komunikasi Organisasi bagi Siswa SMK YPKK 2 Sleman Utami, Kristiana Sri; Jumadi, Jumadi; Bahri, Bahri; Hertikasari, Ainun; Prasetya, Bangun Putra; Artha, Bhenu
Journal of Digital Community Services Vol. 2 No. 2 (2025): July
Publisher : Institute Of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/dcs.v2i2.35

Abstract

Organisasi dan komunikasi terkait satu sama lain.  Untuk keberlangsungan dan keberhasilan organisasi, komunikasi sangat penting.  Para siswa SMK YPKK 2 Sleman ingin belajar tentang komunikasi dan organisasi melalui pengabdian masyarakat ini.  Siswa SMK YPKK 2 Sleman ini melakukan pengabdian masyarakat dengan metode penyuluhan.  Setelah penyuluhan selesai, 96,77% audiens memiliki pemahaman tentang komunikasi dan organisasi. Mereka juga memiliki pemahaman tentang organisasi dan komunikasi, seperti yang ditunjukkan oleh banyaknya keinginan mereka untuk mempelajari komunikasi dalam organisasi.
Transformasi Kurikulum Merdeka di MAN 1 Samarinda: Peran Pendampingan Berbasis Komunitas dalam Meningkatkan Pembelajaran Muhammad Khairul Rijal
Journal of Digital Community Services Vol. 3 No. 2 (2026): July-Desember
Publisher : Institute Of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/dcs.v3i2.44

Abstract

Transformasi Kurikulum Merdeka di Indonesia membawa perubahan signifikan dalam dunia pendidikan, termasuk di MAN 1 Samarinda. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran melalui pendampingan berbasis komunitas yang mendukung penerapan Kurikulum Merdeka. Pemilihan topik ini didasarkan pada pentingnya adaptasi guru dan siswa terhadap perubahan kurikulum yang membutuhkan pendekatan pembelajaran yang lebih fleksibel dan partisipatif. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah pendekatan partisipatif dengan melibatkan guru, siswa, dan komunitas pendidikan dalam proses pendampingan dan pelatihan. Aktivitas pendampingan ini mencakup workshop, diskusi kelompok, serta penerapan praktik terbaik dalam pembelajaran berbasis proyek dan teknologi. Hasil temuan menunjukkan bahwa pendampingan berbasis komunitas dapat meningkatkan pemahaman guru dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka, serta meningkatkan partisipasi siswa dalam proses pembelajaran. Selain itu, kolaborasi dengan komunitas turut memperkaya sumber daya dan memperkuat kesadaran akan pentingnya peran serta masyarakat dalam pendidikan. Proses ini juga membuka peluang bagi pemanfaatan teknologi sebagai sarana untuk mendukung pembelajaran yang lebih interaktif dan kontekstual. Pengabdian ini memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan profesionalisme guru dan kualitas pembelajaran di MAN 1 Samarinda, serta memperkuat peran komunitas dalam pendidikan yang lebih inklusif dan kolaboratif. Sebagai hasil akhirnya, upaya ini mendukung terciptanya pendidikan yang lebih relevan dan responsif terhadap perkembangan zaman, yang memberikan manfaat langsung bagi seluruh stakeholders di sekolah tersebut.
Utilization of Fly Ash as a Concrete Additive Material in the Construction of Yard Flooring Jack Widjajakusuma; Muhammad Agil Faisal; Joshua Michael Sondakh; Viktoria Darlene Pelupessy; Septhew Ong
Journal of Digital Community Services Vol. 3 No. 2 (2026): July-Desember
Publisher : Institute Of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/dcs.v3i2.50

Abstract

Proyek pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memperbarui halaman warga RW 01, Kelurahan Bencongan Indah, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, dengan menggunakan bahan limbah sebagai campuran tambahan pada beton. Menanggapi kondisi lantai halaman yang rusak serta kurangnya pemahaman masyarakat mengenai bahan bangunan yang berkelanjutan dan hemat biaya, inisiatif ini berfokus pada pembangunan lantai yang lebih tahan lama sekaligus mendorong praktik konstruksi yang ramah lingkungan. Proyek dilaksanakan dalam tiga tahap: observasi awal lokasi untuk menilai kondisi dan kebutuhan halaman; identifikasi karakteristik konstruksi, pemilihan bahan tambahan, perancangan campuran, serta penimbangan dan pencampuran material; dan pengecoran lantai secara kolaboratif dengan partisipasi masyarakat setempat. Proses ini tidak hanya memperkuat hubungan antarwarga, tetapi juga memberikan keterampilan konstruksi yang bermanfaat bagi para peserta. Hasil proyek berupa halaman yang lebih kuat, dengan kuat tekan rata-rata 17,4 MPa pada umur 28 hari, sehingga memenuhi mutu rencana f'c sebesar 16 MPa. Selain itu, masyarakat memperoleh keterampilan praktis dan pengetahuan yang lebih mendalam tentang penggunaan abu terbang sebagai bahan bangunan. Dengan memilih semen berbasis abu terbang dibandingkan semen Portland biasa, proyek ini turut mendukung beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, khususnya terkait kesehatan, air bersih dan sanitasi, pekerjaan layak, permukiman berkelanjutan, konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, serta penanganan perubahan iklim. Pendekatan ini juga sejalan dengan visi Asta Cita pemerintahan Prabowo-Gibran dalam mendorong ekonomi hijau yang lebih ramah lingkungan
Sustainability of BUMDes MSME Optimisation: Strengthening the Marketing of Bontot Through Packaging, Labelling and Halal Certification in Tanara Village Irma Nurmala Dewi; Dedy Khaerudin; Ombi Romli
Journal of Digital Community Services Vol. 3 No. 2 (2026): July-Desember
Publisher : Institute Of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/dcs.v3i2.51

Abstract

Salah satu penerapan dari TRI DHARMA di Perguruan Tinggi adalah dengan melakukan pengabdian kemitraan masyarakat (PKM), Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam skema peberdayaan berbasis masyarakat ruang lingkup pemberdayaan kemitraan masyarakat merupakan salah satu kegitan pengabdian yang dilakukan oleh Dosen dengan menggandeng mitra Desa atau pun Industri mikro hingga makro. Dengan adanya hibah PKM DPPM Kemdiktisaintek Tahun 2026, diharapkan akademisi dapat secara langsung terjun kelapangan untuk mengetahuai kesulitan mitra yaitu pelaku UMKM yang dikelola oleh BUMDes Citra Wisata Niaga di Desa Tanara. Lokasi yang dijadikan mitra dalam pengabdian kemitraan masyarakat 2026 ini adalah Desa Tanara Kecamatan Tanara Kabupaten Serang Provinsi Banten. Karena tanahnya yang subur dan luasnya wilayah laut dan pesisirnya, sebagian besar penduduk Banten adalah petani dan nelayan. Permasalahan yang mitra hadapi adalah aspek pemasaran yagn belum maksimal, walaupun sudah dilakukan pembuatan website BUMDes dan juga pelatihan salesmanship dan digital marketing.  Maka dari itu, dengan adanya hibah PKM DPPM tahun 2026 yang dilakukan oleh tim PKM Universitas Bina Bangsa dalam menghadapi permasalahan mitra maka perlu diadakanya keberlanjutan Optimalisasi dalam penguatan pemasaran bontot melalui kemasan, label,dan halal. Kegiatan ini akan dilakukan dengan transfer teknologi tepat guna dan penyerahan mesin labeling semi otomatis dan mesin sealer plastik kepada mita BUMDes Desa Tanara. Hasil evaluasi dari kegiatan penguatan pemasaran serta kemasan dengan penggunaan teknologi tepat guna maka bertambahnya minat konsumen terhadap produk olahan ikan payus berupa bontot dan kerupuk sehingga peningkatan perekonomian rumah tangga warga desa Tanara meningkat  
Pendampingan Penguatan Interoperabilitas Siber Militer melalui Forum Kolaboratif dalam Mendukung Pertahanan Negara Immer HP Butarbutar; Rudy Agus Gemilang Gultom; R. Djoko Andreas Navalino; Susilo Adi Purwantoro
Journal of Digital Community Services Vol. 3 No. 2 (2026): July-Desember
Publisher : Institute Of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/dcs.v3i2.56

Abstract

Ruang siber telah berkembang menjadi domain strategis pertahanan yang menuntut respons cepat, koordinasi lintas satuan, dan pertukaran informasi yang selaras. Di lingkungan pertahanan Indonesia, kemampuan siber berkembang pada Kementerian Pertahanan, Markas Besar TNI, dan Angkatan, namun masih terdapat kesenjangan pada aspek organisasi, sumber daya manusia, sarana-prasarana, standardisasi, serta mekanisme koordinasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diarahkan kepada komunitas profesional pertahanan siber melalui pendampingan partisipatif dan forum diskusi kolaboratif untuk memperkuat kesamaan pemahaman serta merumuskan agenda penguatan interoperabilitas siber militer. Tahapan kegiatan meliputi pemetaan kebutuhan, penyamaan persepsi mengenai interoperabilitas, identifikasi kesenjangan operasional, penyusunan matriks prioritas, dan perumusan tindak lanjut. Hasil pendampingan mengerucut pada lima kebutuhan: tata kelola dan organisasi yang terhubung, mekanisme komando-kendali dan pertukaran informasi yang disepakati, penguatan kompetensi serta sertifikasi personel, modernisasi dan standardisasi sarana-prasarana, dan pengembangan mekanisme evaluasi berkelanjutan. Forum kolaboratif menegaskan bahwa interoperabilitas tidak identik dengan integrasi penuh, tetapi bertumpu pada prosedur bersama, pemahaman informasi yang sama, sumber daya yang kompatibel, dan kemampuan subsistem untuk bekerja bersama sesuai kebutuhan operasi. Kegiatan menghasilkan peta masalah, matriks kebutuhan, dan agenda tindak lanjut yang dapat digunakan sebagai bahan pembahasan kelembagaan untuk memperkuat pertahanan negara.
Mempertahankan Identitas Budaya Benjang Gelut di Tengah Modernisasi Olahraga Prestasi Nuhrodin Nuhrodin; M. Afdhal Abdiansyah; Syiti Nabila; Nailul Hidayat; Ridwan Taufik; Dina Fitriyana; Muhammad Ridwan; Lutpi Nur Alif; M. Andi Setiawan; Muhammad Iksal Nur Kamil; Rizky Sany Paturohman; Nathania Widyaningsih; Muhamad Rizki
Journal of Digital Community Services Vol. 3 No. 2 (2026): July-Desember
Publisher : Institute Of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/dcs.v3i2.59

Abstract

Kesenian Benjang Gelut di Ujungberung, Bandung Timur, menghadapi tantangan serius akibat arus modernisasi yang mengedepankan kepraktisan, termasuk wacana penggantian musik pengiring langsung (waditra) dengan rekaman audio digital. Fenomena ini berpotensi mengikis identitas budaya dan nilai filosofis asli yang melekat pada tradisi tersebut. Beranjak dari keprihatinan sosiologis tersebut, langkah nyata diambil untuk merangkul, mengedukasi, serta memberdayakan tokoh masyarakat, pelatih, dan atlet muda dalam merumuskan strategi ketahanan budaya. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam bersama sesepuh dan pelatih nasional Benjang Gelut, serta observasi lapangan di Cinunuk. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa meskipun transformasi Benjang Gelut menjadi cabang olahraga prestasi di bawah KORMI memberikan banyak keuntungan bagi generasi muda seperti jalur beasiswa dan prestasi, kehadiran waditra secara langsung mutlak dipertahankan. Instrumen musik ini bukan sekadar pelengkap panggung, melainkan sistem tanda yang merepresentasikan harmoni yang setiap ketukan memiliki makna kosmologis. Melalui pendampingan, generasi muda menyadari pentingnya musik tradisional dan prosesi ngibing sebagai sarana ngaji diri serta penerapan filosofi "bersih hate, handap asor" agar tidak hanya fokus mengejar medali. Kesimpulannya, perpaduan antara prestasi olahraga modern dan pelestarian seni tradisional ini mampu memastikan Benjang Gelut tetap berkembang tanpa kehilangan jati diri aslinya.
Pemberdayaan Ekonomi, Ketahanan Sosial Digital, dan Literasi Akademik melalui Pendekatan Asset-Based Community Development di Desa Nagrakelopment di Desa Nagrak Rasel Mochamad Efendi; Siska Saskia; Ali Yudin; Rival Maulana; Dika Nugraha; Nabila Alaina Putri Pangestu; Titin Juliastari; Sumina Rahmawati; Naufal Lukman Rabbani; Siti Sarah Lativah; Ida Erna Widyawati; Syulastri Effendi
Journal of Digital Community Services Vol. 3 No. 2 (2026): July-Desember
Publisher : Institute Of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/dcs.v3i2.60

Abstract

Kuliah Kerja Nyata Tematik Berdampak (KKN-TB) Kelompok 28 Universitas Al-Ghifari Tahun 2026 dilaksanakan di Desa Nagrak, Kecamatan Cangkuang, Kabupaten Bandung, pada 13 Juli hingga 13 Agustus 2026, sejalan dengan arah kebijakan nasional dalam Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 tentang optimalisasi pengentasan kemiskinan yang menekankan program terpadu, tepat sasaran, dan partisipatif. Program dirancang menggunakan pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) yang menempatkan potensi, kapasitas, dan kebutuhan masyarakat, bukan semata kekurangannya, sebagai titik tolak intervensi. Tiga program unggulan dilaksanakan secara terintegrasi, yaitu pemberdayaan ekonomi desa, ketahanan sosial digital, dan literasi akademik. Pada bidang ekonomi, mahasiswa melakukan identifikasi potensi usaha lokal, pendampingan UMKM Sistik Kazazi melalui digitalisasi dan pembuatan media promosi, serta pengembangan produk keripik sawi berbasis komoditas pertanian setempat. Pada bidang ketahanan sosial digital, kelompok bekerja sama dengan SMK IT Al-Hamid untuk menyelenggarakan sosialisasi “Bermedia Digital Bijak” guna membangun kesadaran peserta didik terhadap risiko dan etika bermedia digital. Program literasi akademik dilaksanakan melalui pembelajaran pengelolaan emosi dan pencegahan bullying bagi siswa kelas 5 dan 6 sekolah dasar, serta kegiatan mengajar dan pendampingan di TK An-Nur dan TK Miftahul Jaza. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa pendekatan ABCD efektif menghubungkan aset individu, asosiasi, institusi, fisik-lingkungan, ekonomi, serta budaya lokal menjadi program yang saling menguatkan satu sama lain. Rangkaian intervensi tersebut menempatkan Desa Nagrak sebagai ekosistem Living Lab yang tervalidasi secara akademik, sekaligus membuka ruang keberlanjutan program melalui kolaborasi pemerintah desa, mitra sekolah, dan pelaku UMKM setempat.
Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Potensi Lokal melalui Penguatan UMKM, Ketahanan Pangan, dan Kelestarian Lingkungan di Desa Bojongemas, Kecamatan Solokanjeruk Saisa Briyanti; Gina Pertiwi; Devi Dania; Aulia Rahmah Nurojanah; Audina Shifa Azahra; Nur Afifah Adilah; Andre Haiqal; Arif Mochamad Rifan; Muhammad Rivalsyah; Cici Salsa Rizqiyani; Octavia Chandra Dewi Dewi; Muhammad Suryanuddin
Journal of Digital Community Services Vol. 3 No. 2 (2026): July-Desember
Publisher : Institute Of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/dcs.v3i2.61

Abstract

Pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal merupakan strategi penting dalam mendorong kemandirian ekonomi dan pembangunan berkelanjutan di tingkat desa. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara komprehensif pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat di Desa Bojongemas, Kecamatan Solokanjeruk, dengan fokus utama pada penguatan UMKM serta ketahanan pangan dan kelestarian lingkungan sebagai program pendukung. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Kelompok KKN Tematik Sagara Karsa Universitas Al-Ghifari yang beranggotakan 10 mahasiswa selama satu bulan. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Penguatan UMKM menyasar sembilan pelaku usaha lokal melalui pendataan, pendampingan legalitas Nomor Induk Berusaha (NIB), fasilitasi sertifikasi halal, edukasi higiene produksi, serta digitalisasi sistem pembayaran menggunakan QRIS. Sementara itu, program pendukung diwujudkan melalui Aksi Dapur Lestari dengan penyemaian 1.000 bibit tanaman hortikultura untuk mengoptimalkan lahan pekarangan rumah tangga, serta aksi penanaman pohon dan gotong royong bersama warga dan Satgas Citarum Harum. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa intervensi program berhasil meningkatkan pengetahuan, kapasitas, dan kesiapan masyarakat dalam mengelola potensi ekonomi, pangan, dan lingkungan desa secara mandiri. Keberlanjutan keberhasilan program ini membutuhkan pendampingan pascaprogram serta kolaborasi sinergis yang kuat antara perguruan tinggi, masyarakat, dan pemangku kepentingan lokal.
Pengembangan Klaster Pertanian Padi Ramah Lingkungan Berbasis Inovasi Biofarm Di Subak Bengkel, Kabupaten Tabanan Indah Prihartini; Aulia Zakia; Isnani Dzuhrina
Journal of Digital Community Services Vol. 3 No. 2 (2026): July-Desember
Publisher : Institute Of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/dcs.v3i2.62

Abstract

Tujuan utama kegiatan adalah terbentuk nya klaster pangan berbasis pertanian padi ramah lingkungan dari hulu sampai hilir. Produksi saprodi berbasis bahan baku lokal, perbaikan   produktiftas lahan, tanaman dan lingkungan serta peningkatan kualitas gabah dan beras ramah lingkungan. Permasalahan utama mitra adalah belum terintegrasi unit di hulu, budidaya dan hilir dari 2 Desa yang ada di wilayah Subak Bengkel. Sehingga perlu dibentuk klaster hulu sampai dengan hilir dengan mensinergikan Bumdes, Subak dan Gapoktan. Klaster yang akan di kembangkan adalah klaster pangan dengan Subak sebagai inti manajemen klaster. Penurunan produktifitas lahan, tanaman dan lingkungan perlu teknologi yang dapat memberikan solusi secara holistik dan kompreensif. Salah satu teknologi yang mendukung program pengembangan klaster pertanian organik ramah lingkugan adalah inovasi Biofarm. Aplikasi inovasi Biofarm dilakukan pada perbaikan kesuburan lahan, bioremediasi air, produktifitas tanaman, pengendalian hama penyakit dan lingkungan.  Inovasi biofarm juga dapat digunakan untuk permasalahan pengolahan sampah yang perlu waktu lama dan kualitas rendah. Metode kegiatan yang digunakan adalah sosialisasi, pelatihan, sekolah lapang dan pendampingan terkait persiapan Saprodi maupun teknis budidaya pada khalayak sasaran yg sudah di tentukan. Luaran program adalah terbentuk klaster sinergi Bumdes, Subak dan Gapoktan dengan sinergi kegiatan dari hulu sampai dengan hilir. Produksi saprodi pupuk organik padat (POP), pupuk organik cair (POC), Pestisida Nabati (Pesnab) dan ZPT organik dari Bumdes (Unit TPST3R) untuk kebutuhan petani anggota Subak. Demplot padi organik 3 Ha sebagai laboratorium lapang petani Subak dan perbaikan kualitas beras yang dihasilkan Unit Pengolahan Beras (Gapoktan).
Pemberdayaan Petani yang berkelanjutan Masyarakat Desa Wonokerso melalui Pelatihan dan Praktik Pembuatan Pupuk Bokashi Plus Moh Ahsan; M Rif'an Rizqi Maulana; Aprilia Wahyu Putri Khoirani; Setya Mandala Putra; Moh Ulil Abrori
Journal of Digital Community Services Vol. 3 No. 2 (2026): July-Desember
Publisher : Institute Of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/dcs.v3i2.63

Abstract

Ketergantungan petani terhadap pupuk anorganik menjadi salah satu masalah yang perlu diperhatikan dalam upaya menciptakan pertanian yang berkelanjutan. Penggunaan pupuk yang praktis sering lebih dipilih dibanding pupuk organik yang membutuhkan proses pengolahan pada tingkat masyarakat. Kegiatan Pengabdian Masyarakat bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani Desa Wonokerso, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang dalam membuat Pupuk Bokashi Plus. Kegiatan dilaksanakan pada Jumat, 14 Agustus 2026 di Saung Tani Desa Wonokerso, di lahan milik Pak Riwoko. Peserta terdiri dari 10 petani dan 5 perwakilan BPP. Metode kegiatan termasuk identifikasi kebutuhan, penyuluhan, demonstrasi, praktik langsung, pendampingan, serta evaluasi melalui observasi dan wawancara. Bahan yang digunakan dalam formulasi adalah 200kg kotoran ternak, 50kg Phonska, 10kg urea, 10kg kapur pertanian, 1 botol EM4, 1 liter tetes/molase, dan air secukupnya. Peserta aktif terlibat dalam pencampuran bahan, pembuatan larutan dekomposer, pengaturan kadar air, dan fermentasi. Wawancara menunjukkan bahwa petani dan penyuluh merasa positif terhadap kegiatan, terutama mengenai potensi pupuk organik, pengurangan ketergantungan pada pupuk kimia, efisiensi biaya, dan perhatian terhadap tanah. Kegiatan ini belum melibatkan uji laboratorium dan uji lapang, sehingga dampaknya belum bisa diukur secara kuantitatif karna membutuhkan Pendampingan oleh Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Pakisaji melalui pembuatan demplot, pengukuran biaya, dan pengujian mutu pupuk untuk keberlanjutan program.