cover
Contact Name
Arif Mudi Priyatno
Contact Email
arifmudi@aks.or.id
Phone
+6282390449323
Journal Mail Official
digits@aks.or.id
Editorial Address
Jl. HR Soebrantas KM 16.5, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Riau 28293
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Journal of Digital Community Services
ISSN : 30470293     EISSN : 30467527     DOI : https://doi.org/10.69693/dcs
Journal of Digital Community Services di terbitkan oleh Institute Of Advanced Knowledge and Science yang berisikan tentang hasil-hasil kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat berupa penerapan pengetahuan, teknologi dan implementasi berbagai bidang ilmu umum (multidisiplin) diantaranya Kesehatan, pendidikan, teknik, pertanian, pertenakan, sosial humaniora, komputer, Kewirausahaan dan ekonomi. Jurnal ini terbit secara berkala dua kali selama setahun pada bulan Januari, dan Juli. Tujuan dari adanya jurnal ini adalah menyebarluaskan gagasan dan hasil pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh perguruan tinggi, yang dapat diterapkan dalam masyarakat. Journal of Digital Community Services berisikan bermacam kegiatan yang mengatasi berbagai permasalahan yang terjadi di masyarakat dengan menerapkan ilmu dan teknologi yang kemudian dapat bermanfaat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Journal of Digital Community Services adalah jurnal nasional dengan E-ISSN: 3046-7527, P-ISSN: 3047-0293. Journal of Digital Community Services mempublikasikan artikel hasil pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat dengan terbitan sebanyak 2 nomor dalam setahun.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 31 Documents
Kegiatan Penyulaman Pohon Mangrove Guna Mengurangi Erosi Pantai di Pulo Cangkir Desa Kronjo Kecamatan Tangerang Provinsi Banten Dewi, Irma Nurmala; Khaerudin, Dedy; Gandara, Ganjar Sidik; Putra, Arta Rusidarma; Budiharjo, Budiharjo; Putri, Aulia; Noviani, Sika
Journal of Digital Community Services Vol. 2 No. 1 (2025): January
Publisher : Institute Of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/dcs.v2i1.24

Abstract

The region of Indonesia, composed mainly of oceans, is not unfamiliar to us as we encounter mangrove plants along the coastlines. Many mangrove ecosystems are damaged and have not been replanted due to a lack of socialization and public awareness of the importance of mangroves for the coastal environment, marine ecosystems, and wildlife around the beach. This community service activity aims to inspire and raise public awareness about the role and function of mangroves. Meanwhile, the method used is a descriptive qualitative method where interviews and field studies are conducted directly, along with the implementation of socialization and a question-and-answer session with the community, the Head of the Mangrove Forest Farmers Group, and the community service team. The mangrove farmers' group enthusiastically received the results of this community service, as did the youth leaders and the community in Kronjo Village. In addition to engaging in direct activities such as replanting mangroves, the community service team also participated in socialization activities to ensure the preservation of mangroves. The community ultimately gained knowledge about the roles and functions of mangroves as a result of this community service activity, and they became more enthusiastic about the preservation of mangrove sustainability for the sake of ecosystem and environmental conservation, as well as effectively addressing coastal erosion in Kronjo Village, which is located on Cangkir Island.
Health Counselling on Coping With Stress And Making Peace with Diabetes Mellitus in Coastal Areas of South Kalimantan Tutpai, Gertudis; Unja, Ermeisi Er; Ayu, Maria Frani
Journal of Digital Community Services Vol. 2 No. 1 (2025): January
Publisher : Institute Of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/dcs.v2i1.25

Abstract

One of the non-communicable diseases (NCDs), which causes the most serious threat to health in the world is diabetes mellitus. Data from the Tanah Laut District Health Office shows that the prevalence of type II DM in 2023 will increase to 5053 people. Based on these results, it is considered necessary to make an effort to prevent Diabetes Mellitus by providing counselling on how to prevent and control diabetes mellitus. The method of community service carried out is to conduct educational and participatory counselling with pre and post tests.This community service activity was carried out on Wednesday 18 December 2023 in the Takisung Health Centre work area, Tanah Laut Regency. The results obtained were that there was an increase in community knowledge about stress management and diet in patients with diabetes mellitus in the Takisung area, Tanah Laut.   People who previously did not know that stress can also be one of the things that can trigger an increase in blood sugar in diabetes mellitus patients, after counselling they know many things that can cause diabetes mellitus. The community also understands how to deal with stress and prevent stress from occurring. It is hoped that health centre staff can carry out routine counselling activities in the Takisung area to control the incidence of Diabetes mellitus.
Optimalisasi Peran MGBK dalam mencegah Intoleransi dan Perundungan: Kajian Penerapan Sistem Dukungan Bertingkat pada Layanan Bimbingan dan Konseling Hartatik, Maria Theresia Sri; Wibowo, Mungin Eddy; Sunawan, Sunawan; Muslikah, Muslikah; Mahfud, Ashari; Hilman, Najma Sana Nadhirah; Kunwijaya, Indrajati; Rahmawati, Adinuringtiyas Herfi
Journal of Digital Community Services Vol. 2 No. 1 (2025): January
Publisher : Institute Of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/dcs.v2i1.22

Abstract

Perundungan dan intoleransi di lingkungan sekolah merupakan masalah serius yang memerlukan penanganan komprehensif. Penelitian menunjukkan bahwa 45% siswa di Indonesia pernah mengalami perundungan, dengan kelompok minoritas dan siswa dari latar belakang sosial ekonomi rendah lebih rentan menjadi korban. Artikel ini melaporkan hasil program pengabdian masyarakat yang bertujuan mengoptimalkan peran Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK) Kota Semarang dalam mencegah intoleransi dan perundungan melalui penerapan Sistem Dukungan Bertingkat dalam layanan Bimbingan dan Konseling. Program ini melibatkan serangkaian kegiatan terstruktur, termasuk analisis kebutuhan, penyusunan panduan, sosialisasi, pelatihan intensif, dan pendampingan implementasi. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman dan keterampilan guru BK dalam menerapkan Sistem Dukungan Bertingkat. Terbentuknya jaringan kolaborasi antar guru BK dan penyusunan rencana aksi yang komprehensif menandakan kesiapan untuk implementasi efektif di sekolah masing-masing. Evaluasi program menunjukkan peningkatan kepercayaan diri dan komitmen guru BK dalam mencegah kasus intoleransi dan perundungan. Pengembangan modul pelatihan dan kumpulan studi kasus menjadi aset berharga untuk keberlanjutan dan replikasi program. Kesimpulannya, program ini berhasil membangun fondasi yang kuat untuk perubahan sistemik dalam penanganan masalah intoleransi dan perundungan di sekolah-sekolah SMA Kota Semarang, dengan potensi dampak positif jangka panjang pada iklim sekolah dan kesejahteraan siswa.
Sosialisasi Anti-Bulying:Membangun Lingkungan Sekolah yangAman dan Inklusif Thesalonika, Emelda; Sihombing, Lisbet N.; Sijabat, Desi; Arent, Ease; Napitupulu, Rio Parsaoran
Journal of Digital Community Services Vol. 2 No. 1 (2025): January
Publisher : Institute Of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/dcs.v2i1.26

Abstract

Bullying merupakan permasalahan serius yang dapat berdampak negatif terhadap perkembangan psikologis, sosial, dan akademik siswa. Lingkungan sekolah yang aman dan inklusif menjadi faktor penting dalam mencegah perilaku bullying serta menciptakan suasana belajar yang nyaman bagi seluruh siswa. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman guru serta siswa mengenai pentingnya pencegahan dan penanganan bullying melalui sosialisasi anti-bullying. Kegiatan ini dilakukan di SD Negeri 094147 Sibungabunga dengan menggunakan metode ceramah dan diskusi interaktif. Metode ceramah digunakan untuk memberikan pemahaman mendalam tentang definisi, bentuk, faktor penyebab, dampak, serta strategi pencegahan bullying. Sedangkan diskusi interaktif diterapkan agar peserta dapat lebih aktif dalam memahami materi melalui berbagi pengalaman dan pemecahan kasus secara bersama-sama. Guru dibekali dengan strategi pengelolaan kelas yang mendukung inklusivitas dan pencegahan bullying, sementara siswa diajak untuk memahami pentingnya sikap empati, keberanian melaporkan kasus bullying, serta menciptakan budaya sekolah yang saling menghargai. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memiliki peningkatan pemahaman terkait bullying serta kesadaran akan peran mereka dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman. Melalui pendekatan ini, diharapkan budaya anti-bullying dapat terus dikembangkan dan diterapkan secara berkelanjutan di sekolah, sehingga tercipta lingkungan belajar yang lebih positif, nyaman, dan inklusif bagi seluruh siswa.
Optimalisasi Kesehatan Anak Melalui Implementasi Kebersihan Tangan, Mulut dan Gigi: Strategi Holistik dan Efektif Mallisa, Hilda Emma; Lumbanraja, Hana Maria Uli; Unja, Ermeisi Er
Journal of Digital Community Services Vol. 2 No. 2 (2025): July
Publisher : Institute Of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/dcs.v2i2.21

Abstract

Kesehatan anak merupakan aspek fundamental dalam pembangunan masyarakat yang sehat dan produktif. Faktor penting yang mempengaruhi kesehatan anak diantaranya adalah kebersihan tangan, mulut, dan gigi. Menggabungkan edukasi kesehatan mulut dan gigi serta kebersihan tangan menjadi salah satu strategi pencegahan yang paling efektif untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan anak-anak terkait pentingnya menjaga kebersihan diri. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di Panti Asuhan Nur Azizah oleh tim penyuluh yang terdiri dari tim dosen dan mahasiswa STIKES Suaka Insan. Kegiatan dilaksanakan sebanyak satu kali yang diikuti sebanyak 23 orang anak. Metode ceramah dan demonstrasi dengan media phantom gigi dan banner edukasi digunakan dalam kegiatan ini. Hasil observasi dari kegiatan pengabdian ini menunjukkan bahwa anak-anak antusias mengikuti kegiatan ini. Mereka bersemangat dan penuh perhatian selama ceramah berlangsung terlebih saat demonstrasi dilakukan. Anak-anak menunjukkan pemahaman yang baik terlihat dari kemampuan mengingat dan mempraktikkan kembali cara mencuci tangan dan menyikat gigi yang benar. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan pengetahuan anak-anak terkait pentingnya menjaga kebersihan tangan, mulut dan gigi dan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap kesehatan anak secara keseluruhan.
Pembinaan Kelompok Tani Pengendalian Hama Tikus dengan Metode Gropyokan di Desa Sidowaluyo Kecamatan Sidomulyo Safitri, Anggun; Sepri YH, Aryan Ari; Pardani, Nanda
Journal of Digital Community Services Vol. 2 No. 2 (2025): July
Publisher : Institute Of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/dcs.v2i2.29

Abstract

Serangan hama tikus sawah di Desa Sidowaluyo menjadi salah satu momok bagi para petani. Hal ini karena tikus secara partisipatif menunjukkan serangan yang cukup berat diantara desa lainnya, di Kecamatan Sidomulyo, Kabupaten Lampung Selatan. Hama tikus ini menyebabkan banyak padi yang rusak bahkan diperkirakan gagal panen.  Hama tikus sawah (Rattus argentiventer) yang merupakan hama utama tanaman padi di desa Sidowaluyo ini harus menjadi perhatian khusus. Kegiatan ini bertujuan mengendalikan hama tikus sawah di Desa Sidowaluyo dengan cara gropyokan. Metode gropyokan adalah cara tradisional untuk membasmi hama tikus sawah secara gotong royong.  Kegiatan dimulai melalui sosialisasi mengatasi permasalahan dengan metode FGD (Forum Grup Discussion) guna menjelaskan kegiatan yang akan dilaksanakan agar lebih mudah dipahami dan dapat merubah paradigma masyarakat dalam kepasrahannya terhadap masalah ini, sehingga tidak sampai menurunkan hasil panen mereka. Pengendalian dilakukan di petak sawah milik petani yang diserang OPT (organisme perusak tanaman) hama tikus ini. Pembinaan pengendalian hama ini dengan metode pelaksanaan gropyokan yang dipadukan dengan pengemposan belerang pada wilayah yang sulit dijangkau atau dibongkar seperti di bagian tanggul , serangkaian kegiatan dapat membasmi atau mengusir tikus yang ditandai dengan banyaknya tikus yang tertangkap atau mati. Hasil pembinaan dalam mengendalikan hama tikus ini dapat direalisasikan dengan gropyokan dan diharapkan dapat menjadi contoh bagi petani lain dalam mengendalikan serangan tikus sawah.
Pelatihan Digital Marketing untuk UMKM di Denpasar Wijaya, Bagus Kusuma; Permana , I Putu Hendika; Sukahet , Ida Dewa Ayu Mahasiwani
Journal of Digital Community Services Vol. 2 No. 2 (2025): July
Publisher : Institute Of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/dcs.v2i2.30

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang pesat dalam beberapa dekade terakhir telah membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam dunia bisnis. Di sektor ekonomi, teknologi telah mendorong pertumbuhan ekonomi digital, menciptakan ekosistem e-commerce yang mempermudah proses jual beli. Digital marketing, yang mencakup berbagai strategi pemasaran menggunakan platform digital seperti media sosial, website, email, dan mesin pencari, telah menjadi komponen penting dalam strategi pemasaran modern. Hal ini memungkinkan bisnis untuk membuat keputusan yang lebih cerdas, mengoptimalkan anggaran pemasaran, dan menyesuaikan strategi mereka agar lebih efektif dalam menjangkau audiens target. UMKM di era digital menghadapi berbagai tantangan yang menghambat kemampuan mereka untuk berkembang dan bersaing dengan pelaku bisnis lainnya. Salah satu permasalahan utama adalah keterbatasan sumber daya manusia yang terampil dalam teknologi digital. Permasalahan lain yang dihadapi UMKM di era digital adalah tingkat persaingan yang semakin ketat. Dengan kemudahan akses ke pasar global melalui platform digital, UMKM kini harus bersaing tidak hanya dengan pesaing lokal, tetapi juga dengan perusahaan besar yang memiliki sumber daya dan anggaran lebih besar. Oleh karena itu, diperlukan berbagai kebijakan yang mendukung, seperti pelatihan keterampilan digital, penyediaan akses pembiayaan yang lebih mudah, dan penguatan jaringan pemasaran, untuk membantu UMKM agar dapat bersaing dan berkembang di era globalisasi ini. Melalui program ini tim memberikan pelatihan, konsultasi, dan pendampingan kepada para pelaku UMKM dalam memanfaatkan media sosial, e-commerce, dan strategi pemasaran digital lainnya. Inisiatif ini tidak hanya akan membantu UMKM memperluas jangkauan pasar, tetapi juga meningkatkan daya saing dan keberlanjutan bisnis mereka dalam mendukung perekonomian lokal.
Inovasi Desa Berbasis Kearifan Lokal: Tinjauan Literatur terhadap Praktik Terbaik di Indonesia Kapisa, Redi Yana; Maulana, Ayi; Sukirman, Ria Fidriyanti
Journal of Digital Community Services Vol. 2 No. 2 (2025): July
Publisher : Institute Of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/dcs.v2i2.32

Abstract

Village innovation based on local wisdom is a strategic approach to strengthening sustainable rural development. This study aims to identify best practices from various regions in Indonesia that have successfully implemented innovations by leveraging cultural values, traditional knowledge, and active community participation. The research adopts a literature review method based on scientific publications from the past ten years. The findings show that the success of village innovation is largely influenced by community engagement, inclusive leadership, and multi-sector collaboration. The documented innovations include the development of local flagship products, public services through village-owned enterprises (BUMDesa), and the revitalization of traditional food. These findings are synthesized into a conceptual model that illustrates the innovation cycle, starting from local wisdom as the idea source to the resulting social and economic impacts. This model is expected to serve as a framework for community service programs and can be replicated according to each village’s context. The study also highlights key challenges such as limited human resources and digital infrastructure. Therefore, systematic documentation and village capacity-building are strategic steps to promote broader and more sustainable innovation replication.
Efektivitas Peraturan Desa dalam Mendukung Pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs): Sebuah Kajian Literatur Kapisa, Redi Yana; Sudrajat, Ajan
Journal of Digital Community Services Vol. 2 No. 2 (2025): July
Publisher : Institute Of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/dcs.v2i2.33

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dalam bentuk kajian literatur yang bertujuan untuk mengidentifikasi efektivitas peraturan desa dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Topik ini dipilih karena peraturan desa memiliki peran strategis dalam pembangunan lokal, namun implementasinya masih menghadapi banyak kendala, seperti rendahnya kapasitas aparatur desa dan minimnya partisipasi masyarakat. Prosedur pelaksanaan kegiatan mencakup pengumpulan, seleksi, evaluasi, dan sintesis literatur dari berbagai sumber ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa regulasi desa yang disusun secara partisipatif dan dilaksanakan dengan penguatan kapasitas aparatur desa dapat meningkatkan efektivitas pembangunan desa. Kajian ini juga mengungkapkan adanya hubungan positif antara regulasi desa yang kuat dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat, partisipasi sosial, serta pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan. Kegiatan ini memberikan kontribusi dalam bentuk penguatan pendekatan pemberdayaan masyarakat dan menjadi acuan bagi pengembangan kebijakan desa yang berkelanjutan.
Inovasi Pelayanan Kesehatan Berbasis Digital melalui Pelatihan SIRS Versi 6.3 untuk Peningkatan Akurasi Data Medis Andriyanto, Sigit; Muharni, Sita; Nugroho, Tri Adi; Al Farisi, Muhammad Farhan; Dzaki, Muhammad Daffa; Irnanda, Intania
Journal of Digital Community Services Vol. 2 No. 2 (2025): July
Publisher : Institute Of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/dcs.v2i2.34

Abstract

Perkembangan teknologi informasi yang pesat telah membawa dampak signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam sektor pelayanan kesehatan. Di tengah tantangan peningkatan mutu layanan dan kebutuhan efisiensi kerja di rumah sakit, adopsi teknologi digital menjadi salah satu solusi strategis yang tak terhindarkan. RSUD Jenderal Ahmad Yani Kota Metro, sebagai rumah sakit umum daerah yang menjadi rujukan utama di wilayahnya, juga tengah menghadapi tantangan serupa. Rumah sakit, ini memiliki peran vital dalam menyediakan layanan kesehatan bagi masyarakat Kota Metro dan sekitarnya. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dirancang sebagai bentuk kolaborasi antara dunia akademik dan institusi pelayanan kesehatan dalam upaya mendukung transformasi digital di bidang kesehatan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pendekatan partisipatif, yang menempatkan tenaga kesehatan sebagai subjek utama dalam proses pelatihan dan penguatan kapasitas. Fokus kegiatan adalah pada pelatihan penggunaan Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS Versi 6.3) sebagai sarana untuk meningkatkan akurasi pencatatan dan pengelolaan data medis pasien di RSUD Jenderal Ahmad Yani Kota Metro. Pihak manajemen RSUD Jenderal Ahmad Yani menyambut baik kegiatan ini dan berkomitmen untuk mengintegrasikan pelatihan serupa dalam program peningkatan kapasitas internal. Dampak nyata dari pelatihan ini terlihat dari peningkatan akurasi pencatatan, efisiensi waktu kerja, serta penurunan tingkat kesalahan input data. Hal ini menunjukkan bahwa dengan pendekatan yang tepat, rumah sakit daerah pun dapat bertransformasi menuju layanan berbasis digital yang lebih andal dan profesional.

Page 3 of 4 | Total Record : 31