Al-Musthafa: Jurnal Kependidikan dan Keilmuan Berbasis Islam
Al-Musthafa: Jurnal Kependidikan dan Keilmuan Berbasis Islam atau disingkat Al-Musthafa merupakan jurnal nasional yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Al-Aziziyah sejak tahun 2021 dengan E-ISSN : 2798-1800 . Al-Musthafa menerbitkan artikel hasil penelitian di bidang Pendidikan Islam. Al-Musthafa berkomitmen menjadi jurnal nasional terbaik dengan menerbitkan artikel berkualitas dalam bahasa Indonesia dan Inggris serta menjadi rujukan utama para peneliti. Semua kiriman bersifat buta dan ditinjau oleh peninjau sejawat. Semua makalah dapat dikirimkan dalam BAHASA INDONESIA atau BAHASA INGGRIS.
Articles
62 Documents
KONSEP PENDIDIKAN MENURUT AL-QUR’AN HADIS: Tarbiyah, Tazkiyah, dan Ta’dib
Muhammad Irfan Syahroni
eJurnal Al Musthafa Vol 2 No 2 (2022): Februari-Mei
Publisher : STIT Al-Aziziyah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62552/ejam.v2i2.46
Istilah pendidikan dalam konteks Islam pada umumnya mengacu kepada term tarbiyah, tazkiyah dan ta’dib. Dari ketiga istilah tersebut term yang populer digunakan dalam praktik pendidikan Islam adalah tarbiyah. Sedang term tazkiyah dan ta’dib jarang digunakan. Padahal kedua istilah tersebut telah digunakan sejak awal pertumbuhan pendidikan Islam. Di dalam al-Qur’an dan hadis tidak disebutkan secara rinci dan jelas tentang konsep pendidikan, tapi secara emplisit aspek pendidikan banyak termuat. Oleh karena itu, penelaahan konsep pendidikan mutlak dilakukan untuk memperkaya khazanah pendidikan Islam. Konsep tarbiyah, tazkiyah dan ta’dib merupakan sesatuan untuh dalam kerangka bangunan pendidikan Islam. Tarbiyah memuat kandungan upaya sadar akan pemeliharaan, pengembangan seluruh potensi diri manusia sesuai dengan fitrahnya dan perlindungan menyeluruh terhadap hak-hak kemanusiaannya. Sedangkan tazkiyah membersihkan jiwa dari sifat-sifat tercela dan mengisinya dengan sifat-sifat terpuji. Adapun ta’dib merupakan proses pembinaan kepribadian dan sikap moral (afektif) dan etika dalam kehidupan
PENDIDIKAN ISLAM BERBASIS MULTIKULTURAL
Miftah Anshari
eJurnal Al Musthafa Vol 2 No 3 (2022): Juni-September
Publisher : STIT Al-Aziziyah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62552/ejam.v2i3.47
Pendidikan Islam berbasis multikultural merupakan gerakan pembaruan dan inovasi pendidikan agama dalam rangka menanamkan kesadaran akan pentingnya hidup bersama dalam keragaman dan perbedaaan agama-agama dengan spirit kesetaraan dan kesederajatan, saling percaya, saling memahami dan menghargai persamaan, perbedaan dan keunikan agama-agama. Kesetaraan tersebut terjalin dalam suatu relasi dan independensi dalam situasi saling mendengar dan menerima perbedaan perspektif agama-agama dalam satu dan lain masalah dengan pikiran terbuka, untuk menemukan jalan terbaik mengatasi konflik antar agama dan menciptakan perdamaian melalui sarana pengampunan dan tindakan nirkekerasan. Pendidikan agama Islam yang diberikan kepada siswa tidak dalam bentuk kurikulum yang tunggal, melainkan kurikulum pendidikan yang dapat menunjang proses siswa menjadi manusia yang demokratis, pluralis dan menekankan penghayatan hidup serta refleksi untuk menjadi manusia yang utuh. Sehingga kurikulum PAI dapat menampilkan wajah Islam yang toleran, menyejukkan dan mengayomi semua masyarakatnya, juga masyarakat sekitarnya.
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PADA JENJANG PENDIDIKAN ANAK PRA-SEKOLAH
Nada Nazopah;
Wildan;
Nur Hidayati
eJurnal Al Musthafa Vol 2 No 3 (2022): Juni-September
Publisher : STIT Al-Aziziyah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62552/ejam.v2i3.48
Ajaran Agama Islam agar dapat berhasil atau tercapai dengan baik sudah seharusnya ditanamkan sejak usia dini karena pada usia ini anak lebih mudah menerima stimulasi sehingga melalui latihan dan pembiasaan akan membantu pembentukan kepribadian dan moral yang baik pada anak. Salah satu upaya yang dapat dilakukan guru dalam menanamkan nilai dan pengalaman ajaran Agama Islam dalam diri anak yang dalam penelitian ini ditekankan pada bimbingan pelaksanaan shalat Dhuha. Tulisan ini mendeskripsikan implementasi Pendidikan Agama Islam pada jenjang pendidikan pra-sekolah khususnya shalat Dhuha’ pada siswa di TK Islam Al-Aziziyah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembiasaan untuk pelaksanaan shalat Dhuha pada siswa di TK Islam Al-Aziziyah Kapek Gunungsari, Lombok Barat dilaksanakan dengan penerapan metode latihan atau drill yang dimana guru secara langsung membimbing siswa ketika melaksanakan shalat Dhuha. Pelaksanaannya masih belum maksimal karena masih ada anak yang suka main-main dan mengganggu temannya yang sedang shalat. Pelaksanaan dilakukan dengan tiga tahapan yaitu tahap persiapan, pelaksanaan, dan penutup atau akhir shalat Dhuha. Faktor pendukung tersedianya sarana dan prasarana, keaktifan siswa, tersedianya guru pembimbing, dan dukungan orang tua siswa. Permasalahan yang dihadapi yakni dari siswa dilakukan dengan memberikan peringatan, permasalahan dari guru dengan memaksimalkan kemampuan guru dan dari orang tua siswa dilakukan dengan berdiskusi dan bersama menemukan solusi.
ISU ISLAMISASI ILMU DALAM PENDIDIKAN ISLAM: Pandangan Ismail Raji al-Faruqi
Muhammad Rasyid
eJurnal Al Musthafa Vol 2 No 3 (2022): Juni-September
Publisher : STIT Al-Aziziyah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62552/ejam.v2i3.49
Ismail Raji al-Faruqi adalah tokoh muslim yang sangat dikenal dengan pandangannya tentang islamisasi ilmu pengetahuan. Gagasan keislamannya tampak bebas dari segala pengaruh madzhab manapun. Banyak yang menyebut al-Faruqi sebagai pemikir nasionalisme. Ia penganut paham Islam murni berdasarkan Qur’an dan Sunnah dengan penafsiran modern dan kontekstual. Pandangannya yang dikenal adalah tentang islamisasi pengetahuan. Proyek islamisasi sains al-Faruqi telah memberikan pengaruh pada para pemikir Islam di Indionesia, di mana dalam program islamisasi ilmu Ismail Raji al-Faruqi menekankan perombakan total atas keilmuan sosial barat karena dianggap bersifat Eurosentris yang mana bersifat lebih utuh, jelas dan terinci dibanding dengan islamisasi ilmu yang dilontarkan pemikir lain.
PROSEDUR PENELITIAN KUANTITATIF
Muhammad Irfan Syahroni
eJurnal Al Musthafa Vol 2 No 3 (2022): Juni-September
Publisher : STIT Al-Aziziyah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62552/ejam.v2i3.50
Penelitian kuantitatif merupakan salah satu jenis penelitian yang spesifikasinya adalah sistematis, terencana, dan terstruktur dengan jelas sejak awal hingga pembuatan desain penelitiannya. Penelitian kuantitatif adalah penelitian yang banyak menuntut penggunaan angka, mulai dari pengumpulan data, penafsiran terhadap data tersebut, serta penampilan dari hasilnya. Prosedur penelitian merupakan langkah-langkah yang digunakan sebagai alat untuk mengumpulkan data dan menyelesaikan permasalahan dalam penelitian. Langkah-langkah dalam penelitian kuantitatif adalah: (1) memilih masalah; (2) melakukan studi pendahuluan dengan menelaah teori dan riset terdahulu; (3) merumuskan masalah rancangan penelitian; (4) merumuskan hipotesis; (5) menentukan variabel; (6) menyusun rancangan penelitian; (7) menyusun instrumen atau alat pengumpul data; (8) menentukan sumber data; (9) mengumpulkan data; (10) mengolah dan menganalisis data; (11) penyajian hasil; (12) penemuan teori; dan (13) menulis laporan.
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF DI SEKOLAH DASAR
Laela Zarwatun
eJurnal Al Musthafa Vol 2 No 3 (2022): Juni-September
Publisher : STIT Al-Aziziyah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62552/ejam.v2i3.51
Pembelajaran merupakan suatu kegiatan yang bersifat intraksi antar guru dengan siswa di satu sisi dan intraksi siswa dengan siswa di sisi lainnya. Proses intraksi ini memiliki tujuan tertentu yaitu tercapainya tujuan pendidikan yang telah diformulasikan sebelumnya. Sebagai guru profesional seyogyanya seorang guru menerapkan beberapa model pembelajaran yang notabene-nya digunakan untuk meningkatkan kreativitas guru dan siswa. Jika hal ini tercapai maka dimungkinkan terwujudnya pembelajaran yang aktif, kreatif dan menyenangkan. Salah satu model yang dapat diterapkan adalah pembelajaran Model Teams Games Tournament (TGT) dengan sejumlah langkah yang harus diperhatikan dalam penerapannya antaranya tahap penyajian kelas, tahap belajar dalam kelompok (teams), tahap permainan (games), tahap pertandingan (tournament), dan tahap penghargaan kelompok. Langkah-langkah dalam penerapan model pembelajaran ini data dilakukan oleh guru dalam pembelajaran mata pelajaran yang diajarkan sebagaimana yang dilakukan oleh guru Bahasa Indonesia ketika melaksanakan pembelajaran pada materi membaca di Kelas IV Sekolah Dasar Negeri 2 Mambalan Kecamatan Gunungsari Lombok Barat yang berdasarkan data hasil temuan memiliki keterbatasan kemampuan dalam menerapkan pembelajaran Model TGT sehingga hasil yang dicapai dalam kegiatan pembelajaran dalam akumulasi kelas tidak dapat mencapai 100 % sesuai nilai KKM Bahasa Indonesia 7,5.
PENGELOLAAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) PADA SEKOLAH INKLUSI DI LENTERA HATI KOTA MATARAM
Hudatullah
eJurnal Al Musthafa Vol 2 No 3 (2022): Juni-September
Publisher : STIT Al-Aziziyah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62552/ejam.v2i3.52
Secara yuridis layanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus (ABK) tercantum dalam UU RI No. 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional pada pasal lima ayat dua yang berisi tentang warga negara yang memiliki kelainan fisik, emosional, mental intelektual, dan sosial berhak memperoleh pendidikan khusus.[1]Setiap anak difabel berhak mendapatkan layanan pendidikan yang sama dengan anak pada umumnya karna anak difabel juga anak yang mempunyai kelebihan yang sama dengan anak normal lainya, adapun potensi potensi yang ada pada anak berkebutuhan khusus (ABK) yang perlu dikembangkan. Tujuan dari penelitian ini adalah 1) Untuk mengetahui model kurikulum bagi Kelas inklusi di Lentera Hati Kota Mataram; dan 2) Untuk mengetahui pengelolaan pembelajaran bagi anak difabel dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam bagi kelas inklusi di Lentera Hati Kota Mataram. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Pengeumpulan datanya menggunakan teknik Observasi, Wawancara dan Dokumentasi. Sedangkan Analisis Data menggunakan teori Miles dan Huberman. Langkah-langkah dalam menganalisi data penelitian ini sebagai berikut: 1) Reduksi Data; 2) Display Data; dan 3) Conclusion Drawing. Dan dalam menentukan Keabsahan Data menggunakan yaitu Perpanjangan keikutsertaan, Ketekunan, Kecukupan refrensi, dan Triangulasi. Adapun hasil dari penelitian ini adalah: 1) Kurikulum yang di pakai di sekolah lentera hati bording scool Kurikulum yang dipakai yaitu kurikulum nasional, serta kurikulum sekolah yang diintegrasikan dengan nilai-nilai universal islam melewati pemahaman, kursus serta bimbingan yang dinamis serta terarah. Selain hal ini atas, SD Lentara Hati Islamic Boarding School membangun kurikulum dan proses pembelajaran yang khas dengan berdasarkan pada kurikulum nasional (terbaru) yang diperkaya dengan kurikulum internasional yang sesuai dengan visi-misi SD Lentara Hati Islamic Boarding School dengan memperhatikan kondisi khas masing-masing anak, dan 2) Pengelolaaan pembelajaran yang di pakai oleh sekolah lentera hati Islamic bording scool adalah mengikuti system kelas yang dipakai setiap kelas mempunyai jenis anak difabel sesui dengan kelas yang ada pada skolah normal lainnya akan tetapi.tergantung pada kebutuhan anak normal dan difabel bias belajar bersama-sama.
TAMAN PENDIDIKAN AL – QUR’AN (TPQ) AL-JAMAL SEBAGAI SARANA PENINGKATAN PENGAMALAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SISWA/I DI DESA BATULAYAR
Syarifudin
eJurnal Al Musthafa Vol 3 No 1 (2023): Oktober-Januari
Publisher : STIT Al-Aziziyah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62552/ejam.v3i1.54
Taman Pendidikan Al–Qur’an (TPQ) adalah salah satu lembaga yang dapat berperan aktif meningkatkan pendidikan agama. Taman Pendidikan Al-Qur’an mempunyai suatu strategi dan pendekatan pembinaan yang bukan hanya semata–mata pengajaran saja akan tetapi juga pendidikan atau pembinaan agama lebih diarahkan dalam membentuk dan membina santri di TPQ untuk menjadi muslim yang sejati dan benar-benar menghayati nilai-nilai agama dan mengindahkan norma–norma agama dalam kehidupan sehari-hari. Taman Pendidikan Al-Qur’aan (TPQ) bertujuan untuk menyiapkan anak didiknya agar menjadi generasi yang Qur’ani yaitu generasi yang mencintai Al-Qur’an, komitmen dengan Al-Qur’an dan menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman bacaan dan pandangan hidup sehari-hari. Adapun pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kulitatif. Dalam pengumpulan datanya menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis datanya menggunakan analisis induktif (mengambil kesimpulan dari hal-hal yang bersifat khusus). Sedangkan validitas datanya menggunakan Perpanjangan keikutsertaan, Ketekunan/ Keajegkan Pengamatan, dan Tianggulasi (sumber, metode dan teori). Adapun hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran yang dilakukan Taman Pendidikan Al–Qur’an dalam meningkatkan pengamalan agama islam dengan memberikan materi pokok dan pembiasaan. Adapun materi pokok yaitu kemampuan membaca Al–Qur’an dengan baik dan benar sesuai ilmu tajwid dan pedoman ajaran islam yang benar dan sesuai. Hal ini dilakukan dengan cara berhalaqoh (bersama-sama) atau perseorangan. Adapun factor pendorong dalam kegiatan untuk meningkatkan pengamalan agama islam siswa/siswi di TPQ/1terdiri dari: dukungan orang tua, motivasi anak, dan lingkungan masyarakat. Selain itu, factor penghambat dalam meningkatkan pengamalan agama islam siswa/siswi di TPQ diantaranya: tingkat pendidikan dan tenaga pengajar.
PENDIDIKAN ISLAM DI SUDAN
Muhammad Irfan Syahroni
eJurnal Al Musthafa Vol 3 No 1 (2023): Oktober-Januari
Publisher : STIT Al-Aziziyah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62552/ejam.v3i1.55
Pendidikan merupakan salah satu indikator maju mundurnya sebuah negara. Oleh karena itu, untuk menjadi negara yang kuat dan maju, pendidikan harus dijadikan sebagai bidang unggulan. Sudan merupakan negara multi agama dan multi etnis yang memiliki perbedaan kelas sosial ekonomi antara kaum Arab dan Afrika. Pendidikan formal di Sudan dimulai dari pendidikan dasar selama delapan tahun, kemudian pendidikan menengah tiga tahun. Bahasa pengantar pedidikan yang digunakan di semua tingkatan adalah bahasa Arab. Sudan juga mempunyai banyak universitas ternama yang sudah berusia puluhan bahkan ratusan tahun. Sedangkan pendidikan non formal, dilaksanakan melalui majelis-majelis ilmu dengan sistem talaqqi lewat para masyaikh yang tersebar hampir di seluruh penjuru Sudan. Jamaah yang paling eksis dalam model pendidikan ini adalah Jamaah Anshar Sunnah al-Muhammadiyah yang mengajarkan faham ahl as-Sunnah wa al-Jama’ah. Materi yang diajarkan dalam majeis-majelis ilmu tersebut antara lain: tauhid, tafsir, hadits, fiqih, dan sejarah.
IMPLEMENTASI PENGAMALAN AJARAN AGAMA ISLAM PADA SISWA DI TK ISLAM AL-AZIZIYAH KAPEK GUNUNGSARI LOMBOK BARAT
Wildan
eJurnal Al Musthafa Vol 3 No 1 (2023): Oktober-Januari
Publisher : STIT Al-Aziziyah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62552/ejam.v3i1.56
Sholat Dhuha adalah Sholat sunnah yang dikerjakan ketika matahari baru naik. Jumlah rakaat minimal 2 (dua) rakaat maksimal 12 (dua belas) rakaat. Sebagai realisasinya TK Islam Al-Aziziyah Kapek terdapat kegiatan Sholat Dhuha sebelum kegiatan pelajaran dimulai, sehingga memiliki karakter dari TK Islam yang lain. Tujuan penelitian ini adalah: (1) Untuk mengetahui implementasi pengamalan Ajaran Agama Islam dalam pelaksanaan Shalat Dhuha pada Siswa di TK Islam Al-Aziziyah Kapek Gunungsari, Lombok Barat. (2) Untuk mengetahui faktor-faktor yang mendukung dan menghambat implementasi pengamalan Ajaran Agama Islam dalam pelaksanaan Shalat Dhuha pada Siswa di TK Islam Al-Aziziyah Kapek Gunungsari, Lombok Barat. (3) Untuk mengetahui Permasalahan-permasalahan yang dihadapi guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti ketika mengimplementasikan Pengamalan Ajaran Agama Islam dalam pelaksanaan Shalat Dhuha pada Siswa di TK Islam Al-Aziziyah Kapek Gunungsari, Lombok Barat. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa TK Islam Al-Aziziyah yang berjumlah 95 orang siswa. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode pengumpulan data berupa metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Dari hasil pengolahan data tersebut diperoleh kesimpulan bahwa Judul Implementasi pengamalan ajaran Agama Islam pada siswa di TK Islam Al-Aziziyah Kapek Gunungsari Lombok Barat Tahun Pelajaran 2021/2022 sudah terimplementasi dengan baik dan terarah.