cover
Contact Name
Muhammad Nasir
Contact Email
ninetymediapublisher@gmail.com
Phone
+6287823402292
Journal Mail Official
ejurnal.almusthafa07@gmail.com
Editorial Address
Jln. Raya Tanjung Kapek Gunungsari
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Al-Musthafa: Jurnal Kependidikan dan Keilmuan Berbasis Islam
ISSN : -     EISSN : 27981800     DOI : https://doi.org/10.62552/ejam
Core Subject : Religion, Education,
Al-Musthafa: Jurnal Kependidikan dan Keilmuan Berbasis Islam atau disingkat Al-Musthafa merupakan jurnal nasional yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Al-Aziziyah sejak tahun 2021 dengan E-ISSN : 2798-1800 . Al-Musthafa menerbitkan artikel hasil penelitian di bidang Pendidikan Islam. Al-Musthafa berkomitmen menjadi jurnal nasional terbaik dengan menerbitkan artikel berkualitas dalam bahasa Indonesia dan Inggris serta menjadi rujukan utama para peneliti. Semua kiriman bersifat buta dan ditinjau oleh peninjau sejawat. Semua makalah dapat dikirimkan dalam BAHASA INDONESIA atau BAHASA INGGRIS.
Articles 62 Documents
PILAR PENDIDIKAN ISLAM PADA MASA DINASTI ABBASIYAH: (Lembaga Pendidikan Tinggi Informal: Perpustakaan, Observatorium, dan Halaqah) Muhammad Nasir; Hudatullah
eJurnal Al Musthafa Vol 3 No 1 (2023): Oktober-Januari
Publisher : STIT Al-Aziziyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62552/ejam.v3i1.57

Abstract

Pendidikan tinggi informal memiliki peran dan fungsi yang sangat strategis dalam memajukan dunia pendidikan islam pada masa dinasti Abbasiyah sehingga mampu membangun peradaban yang tidak mampu dikalahkan sampai saat ini. Pendidikan tinggi informal yang dikembangkan adalah perpustakaan atau pada masa dinasti Abbasiyah di kenal dengan nama “bait al-hikam” yang merupakan salah satu penemuan pada masa itu sehingga membawa islam pada puncak kejayaannya. Kemudian observarium yang digunakan untuk mengembangkan berbagai ilmu pengetahuan dan juga dikembangkan halaqah-halaqah untuk mengembangkan ilmu pengetahuan keagamaan. hal ini terjadi karena Pergesaran paradigma yang dimulai pada masa pemerintahan khalifah Harun al-Rasyid yang mengangap pentingnya dalam pengembangan ilmu pengetahuan berimplikasi pada tatanan sosial masyarakat agar ikut serta dalam mewujudkannya. Gagasan intelektual-ilmiah ini diteruskan oleh anaknya yaitu khalifah al-Makmun yang membangun al-Bayt al-Hikmah yang digunakan sebagai tempat untuk melakukan penerjemahan, pengkajian dan penelitian terhadap manuskrip dan teks-teks kuno yunani. Baik itu tentang filsafat, matematika, logika dan kimia. Adapun fungsi dari perpustakaan adalah fungsi religius, akademis dan sosial. Yang dimana semua fungsi ini merupakan perwujudan dari masyarakat yang peduli dalam pengembangan ilmu pengetahuan.
Implementasi Moderasi Beragama Perspektif Interpretasi Q.S. Yunus: 99 Syamsu Syauqani
eJurnal Al Musthafa Vol 3 No 1 (2023): Oktober-Januari
Publisher : STIT Al-Aziziyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62552/ejam.v3i1.58

Abstract

Moderasi beragama lahir sebagai solusi atas permasalahan terhadap dua pemahaman yang melahirkan konflik yakni paham fundamentalis akan melahirkan tindakan yang radikal, dan paham liberalis akan melahirkan tindakan yang bebas serta menyimpang dari norma yang berlaku. Atas dasar itulah moderasi beragama bisa berdampak pada positif bagi keseimbangan diantara paham liberalisme dan fundamentalisme. Moderasi beragama dapat terjaga dan dilestarikan dengan tiga pilar yakni pilar keadilan, pilar keseimbangan dan pilar toleransi yang tinggi. Selain itu peran berbagai tokoh juga sangat berpengaruh bagi terciptanya moderasi beragama yang ideal baik itu peran tokoh masyarakat, tokoh agama, serta tokoh pendidikan yang semuanya harus saling bahu membahu dalam menangani permasalahan atau konflik intoleran dalam kehidupan beragama yang majemuk. Dengan menumbuhkan sikap moderasi dalam beragama dan berbudaya, maka mayoritas harus menghormati dan merangkul yang minoritas. Islam mengharuskan umatnya untuk memiliki sifat toleransi dalam beragama yakni mengayomi yang minoritas dan memberikan kebebasan pada yang minoritas untuk beribadah sebagaimana yang diyakininya. Al-Qur’an telah menjelaskan perlunya sikap saling menghormati serta menghargai perbedaan tanpa adanya paksaan dalam memeluk agama manapun dan hal tersebut telah tertuang dalam Q.S. Yunus: 99 yang maknanya: “Dan jikalau Tuhanmu menghendaki, tentulah beriman semua orang yang di muka bumi seluruhnya. Maka apakah kamu (hendak) memaksa manusia supaya mereka menjadi orang-orang yang beriman semuanya. Dan tidak ada seorangpun akan beriman kecuali dengan izin Allah, dan Allah menimpakan kemurkaan kepada orang-orang yang tidak menggunakan akalnya”.
STRATEGI KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU DI MA MADRASATUL QUR’ANIYAH TATO KECAMATAN BATU LAYAR Wildan
eJurnal Al Musthafa Vol 3 No 2 (2023): Februari-Mei
Publisher : STIT Al-Aziziyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62552/ejam.v3i2.59

Abstract

Kepala sekolah memiliki andil yang sangat besar dalam meningkatkan kualitas lembaga yang dipimpinnya, sehingga memungkinkan untuk selalu merekonstruksi berbagai strategi kepimpinan yang ada. Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) Untuk mengetahui bentuk strategi kepala sekolah dalam meningkatkan kompetensi profesional guru di MA Madrasatul Qur’aniyah Tato; 2) Untuk mengetahui Apa saja kendala-kendala yang di hadapi Kepala Sekolah dalam meningkatkan kompetensi profesional guru di MA Madrasatul Qur’aniyah Tato; 3) Untuk mengetahui solusi apa sajakah yang dilakukan Kepala Sekolah dalam meningkatkan kompetensi profesional guru di MA Madrasatul Qur’aniyah Tato.Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode pengumpulan data berupa metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah: 1) Strategi Kepala Sekolah dalam meningkatkan kompetensi guru di MA Madrasatul Qur’aniyah Tato sudah sangat baik, hal ini tidak lepas dari berbagai bentuk strategi yang dilakukan oleh Kepala Sekolah dari mengikutkan guru-guru seminar, pelatihan dan juga memberikan arahan-arahan, supervise untuk mengetahui tarap keberhasilan guru dalam menyampaikan pelajaran dan melihat kekurangan-kekurangan yang ada agar cepat dicari; 2) Adapun berbagai macam kendala-kendala yang dihadapi oleh Kepala Sekolah dalam meningkatkan kompetensi profesional guru yang harus ditinjak lanjuti untuk diproses mengenai problematika yang terjadi ketika proses mengajar mengajar maupun kedisiplinannya; 3) Solusi yang diambil Kepala Sekolah juga merupakan solusi yang terbaik seperti memberikan arahan-arahan maupun teguran bagi guru yang bermasalah atau mempunyai masalah agar kedepannya bias menjalankan tugasnya menjadi lebih baik lagi.
KONSEP PENDIDIKAN ISLAM PEMIKIRAN J. MARK HALSTEAD Nada Nazopah
eJurnal Al Musthafa Vol 3 No 2 (2023): Februari-Mei
Publisher : STIT Al-Aziziyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62552/ejam.v3i2.60

Abstract

This paper discusses the writings of J. Mark Halstead whose original title is An Islamic Concept of Education. This paper will first contain the problem of philosophy in Islam. The second section examines the resources available to explore systematically the principles of Islamic education. The third section discusses the three dimensions of Islamic Education, namely focusing on individual development, social and moral education, and knowledge acquisition. In each section of this paper will provide a brief overview of the differences between Islamic and Western perspectives in understanding Education in each of the components discussed. This paper is a literature study by collecting data from various literatures and information from available sources such as books, journals, reports, and other documents
STRATEGI KEBUDAYAAN SYEIKH ZAINUDIN RE-FORMULASI PENDIDIKAN ISLAM DI LOMBOK Muharir
eJurnal Al Musthafa Vol 3 No 2 (2023): Februari-Mei
Publisher : STIT Al-Aziziyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62552/ejam.v3i2.61

Abstract

Al Mujahidin Islamic boarding school as a laboratory for testing semi-classical learning model. As a center of education. TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Majid reformed on two things. First : renewal of learning methods [integration of halaqoh and classical system]. Second, when the sasak people made the Malay Arabic book the main reference. Al Mujahidin Islamic boarding school in all learning activities add references to Arabic books, this is done to make easier the students to understand primary sources of islam including Alqurán and Al-Hadits. In conducting preaching and developing Islamic education in Lombok, TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Majid was using a cultural approach, at least there are two aspects of culture that are used as a foothold. First : compose sasak songs in dakwah approach. For example “Pacu Gama”, “ ya fata Sasak”, that songs hummed an invitation to be religions the lyric is inak amak ku semeton jari ku pada ndek narak ita gen kekel lek dunia… dakak ta sugi dakak ta bangsa mulia ndek narak guna mun ndek narak agama …..and many others. By this way. TGKH. M. Zainuddin Abdul Majid shows how to convey religious message within the frame work “ bi lisani qaumi”. Second : established an Islamic organization as a local organization which was founded in 1953. The NW establishment shows independence TGKH. M. Zainuddin Abdul Majid he gave an example that the sasak people should be able to stand on their own, able to manage their organization. Even though we understand that the sasak ethnic has a small population and is far from of power.
TEORI KOGNITIVISME PERSPEKTIF (ROBERT M. GAGNE & ALBERT BANDURA) Nurul Aeni; Syarifudin
eJurnal Al Musthafa Vol 3 No 2 (2023): Februari-Mei
Publisher : STIT Al-Aziziyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62552/ejam.v3i2.62

Abstract

Tulisan ini menyajikan tentang Teori Koginitivisme sebuah teori yang membahas tentang bagaimana proses pembelajaran yang terjadi didalam otak manusia, dengan kata lain sebuah teori yang mengajarkan bahwa proses kognitif (pemerosesan informasi menjadi hal yang penting dalam pembentukan tingkah laku manusia). Menurut teori kognitivisme manusia tidak hanya bereaksi atau eksperimen terhadap rangsangan dari lingkungannya, tetapi juga memproses informasi tersebut secara aktif, mengorganisasi dan mengelompokkan informasi yang bisa di gunakan untuk membangun pengetahuan dan pengalaman. Teori ini mengajarkan bahwa ingatan, perhatian, persepsi dan bahasa sangat memainkan peran penting dalam pembentukan perilaku manusia. Hal ini bahwa pendidikan harus mengambil pendekatan yang berfokus pada pembelajaran aktif, keterampilan, berpikir kritis, dan mennggunaan strategi yang efektif. Maka dari itu metode pengajaran yang efektifharus mempertimbangkan kemampuan kognitif siswa, serta karaktristik dari informasi yang disampaikan
MEMADUKAN SEKOLAH DAN PESANTREN SEBAGAI UPAYA MEMBANGUN AKHLAK YANG MULIA: MEMAHAMI SEKOLAH TERPADU Muhammad Rasyid
eJurnal Al Musthafa Vol 3 No 2 (2023): Februari-Mei
Publisher : STIT Al-Aziziyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62552/ejam.v3i2.63

Abstract

Konsep integrasi merupakan salah satu konsep yang mencoba sesuatu dengan paradigma yang berbeda yaitu memadukan hal yang berbeda baik dari konsep maupun praktiknya. Lembaga pendidikan Islam saat ini berada pada fase degradrasi sehingga harus diupayakan untuk memadukan sekolah dengan pesantren yang harus terjalin dalam konteks pembelajran sehingga bermuara pada lahirnya peserta didik yang berakhlaq, bermoral dan berwawasan luas baik secara individu maupun kelompok. lembaga pendidikan Islam yang diharapkan sekarang, juga lebih maju sebagaimana pesantren terpadu (modern), madrasah terpadu, dan Sekolah Islam terpadu yang memanajj pendidikan dengan memadukan antara kurikulum agama dan kurikulum pendidikan umum, sehingga menghasilkan lulusan yang memiliki karakter yang kuat, membangun manusia yang beriman bertaakwa, berakhlak mulia dan juga cerdas memiliki kompetensi ilmu pengetauan umum dan tenologi sebagaimana yang diharapkan.
ANALISIS DATA KUANTITATIF Muhammad Irfan Syahroni
eJurnal Al Musthafa Vol 3 No 3 (2023): Juni-September
Publisher : STIT Al-Aziziyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62552/ejam.v3i3.64

Abstract

Metode analisis data merupakan cara untuk menganalisa hasil dari data yang diperoleh dalam penelitian sehingga lebih mudah untuk dibaca dan diinterprestasikan. Metode pembahasan menggunakan studi kepustakaan (library research) dan pengumpulan data menggunakan sumber sekunder berupa literatur-literatur. Hasil penelitian menyatakan bahwa analisis data dalam penelitian kuantitatif ada dua macam: pertama, statistik deskriptif yakni statistik yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi; dan kedua, statistik inferensial yakni teknik atau alat yang dipakai dalam membuktikan kebenaran teori probabilitas yang di pakai dalam penelitian ilmu-ilmu sosial. Statistik inferensial dibagi dua: (1) statistik parametris, menguji parameter populasi melalui statistik, atau menguji ukuran populasi melalui data sampel, dan (2) statistik nonparametris, tidak menguji parameter populasi, tetapi menguji distribusi.
PENERAPAN PENDIDIKAN KARAKTER DI ASRAMA PUTRI PONDOK PESANTREN AL-AZIZIYAH KAPEK GUNUNGSARI LOMBOK BARAT Wildan
eJurnal Al Musthafa Vol 3 No 3 (2023): Juni-September
Publisher : STIT Al-Aziziyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62552/ejam.v3i3.65

Abstract

Pendidikan karakter memiliki esensi makna yang sama dengan pendidikan moral dan pendidikan akhlak untuk membentuk kepribadian seseorang melalui pendidikan budi pekerti, yang hasilnya terlihat dalam tindakan nyata seseorang, yaitu tingkah laku yang baik, jujur, bertanggung jawab, menghormati hak orang lain, kerja keras dan sebagainya. Pendidikan karakter adalah segala sesuatu yang dilakukan guru yang mampu mempengaruhi karakter peserta didik. Tujuan dari penelitian ini adalah: a) Untuk mengetahui penerapan pendidikan karakter di Asrama Putri Pondok Pesantren Al-Aziziy ah Kapek Gunungsari; b) Untuk mengetahui permaslahan yang dihadapi dan solusinya dalam penerapan pendidikan karakter di Asrama Putri Pondok Pesantren Al-Aziziyah Kapek Gunungsari; c) Untuk mengetahui apa saja faktor pendukung dalam penerapan pendidikan karakter di Asrama Putri Pondok Pesantren Al-Aziziyah Kapek Gunungsari. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif-deskripstif. Metode pengumpulan datanya menggunakan metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Sedangkan analisis datanya menggunakan tekinik analisis data yaitu pengeumpun data, perifikasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Adapun hasil penelitian ini adalah 1) Penerapan pendidikan karakter di Pondok Pesantren Al-Aziziyah Kapek Gunung Sari diterapkan melalui berbagai kegiatan yang memuat penanaman nilai-nilai karakter seperti: a) Penanaman nilai-nilai karakter melalui kegiatan belajar mengajar; b) Mengadakan bimbingan baca Al-Qur’an; c) Memberikan suri tauladan atau contoh perbuatan yang baik dalam kehidupan sehari-hari; dan d )Peneguran terhadap santri yang melakukan kesalahan. 2) Nilai-nilai karakter yang diterapkan di pondok pesantren al-aziziyah kapek gunung sari dapat diklasifikasikan menjadi 5 kategori, yaitu: Nilai karakter hubungannya dengan Tuhan (iman, taqwa dan ikhlas) dan Nilai karakter hubungannya dengan diri sendiri (jujur, bertanggung jawab, mandiri, kerja keras, disiplin, percaya diri, kreatif dan ingin tahu). 3) Permasalahan dalam penerapan pendidikan karakter dan solusinya di Pondok Pesantren Al-Aziziyah. Dalam implementasi pendidikan karakter di Pondok Pesantren Al-Aziziyah terdapat masalah yang menjadi penghambat dan mempengaruhi keberhasilan pelaksaan pendidikan karakter. Permasalahan tersebut dapat berasal dari dalam pondok pesantren maupun dari luar pondok pesantren yaitu pendidik yang belum memahami pondok pesantren, karakteristik santri yang berbeda-beda, orang tua/wali yang tidak mendukung dan orang tua/wali yang tidak meneruskan pendidikan ketika santri berada di rumah. Faktor pendukung dalam penerapan pendidikan karakter adalah kebijakan pengelola pondok pesantren, lingkungan pondok pesantren, sarana dan prasarana, dukungan dari ustadz/ustadzah dan dukungan dari pengurus (mudabbiroh).
PENDIDIKAN PESANTREN DALAM MEMBENTUK KEMANDIRIAN BELAJAR SANTRI (STUDI KASUS SANTRIWAN PONDOK PESANTREN MADRASATUL QUR’ANIYAH TATO DESA SANDIK KACAMATAN BATU LAYAR Syarifudin
eJurnal Al Musthafa Vol 3 No 3 (2023): Juni-September
Publisher : STIT Al-Aziziyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62552/ejam.v3i3.66

Abstract

Fungsi pokok pesantren adalah mencetak ulama dan ahli agama. Kegiatan pembelajaran yang terjadi di pesantren tidaklah sekedar pemindahan ilmu pengetahuan dan keterampilan tertentu tetepi yang terpenting adalah penanaman dan pembentukan nilai-nilai tertentu kepada santri. penelitian ini adalah penelitian kualotatif desktiptif. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis datanya dengan metode: a) Deduktif, cara berpikir yang berangkat dari pengetahuan yang sifatnya umum dan bertitik pada pengetahuan umum untuk menilai suatu kejadian yang khusus; dan b) Induktuf, cara berpikir yang berangkat dari fakta-fakta khusus, peristiwa-peristiwa yang kongkret kemudian digeneralisasi yang mempunyai sifat umum. Adapun hasil dari penelitian ini adalah Sistem pendidikan di Pondok Pesantren Madrasatul Qur’aniyah meliputi manajemen, tujuan, kurikulum dan proses belajar mengajar.