cover
Contact Name
Muhammad Nasir
Contact Email
ninetymediapublisher@gmail.com
Phone
+6287823402292
Journal Mail Official
ejurnal.almusthafa07@gmail.com
Editorial Address
Jln. Raya Tanjung Kapek Gunungsari
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Al-Musthafa: Jurnal Kependidikan dan Keilmuan Berbasis Islam
ISSN : -     EISSN : 27981800     DOI : https://doi.org/10.62552/ejam
Core Subject : Religion, Education,
Al-Musthafa: Jurnal Kependidikan dan Keilmuan Berbasis Islam atau disingkat Al-Musthafa merupakan jurnal nasional yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Al-Aziziyah sejak tahun 2021 dengan E-ISSN : 2798-1800 . Al-Musthafa menerbitkan artikel hasil penelitian di bidang Pendidikan Islam. Al-Musthafa berkomitmen menjadi jurnal nasional terbaik dengan menerbitkan artikel berkualitas dalam bahasa Indonesia dan Inggris serta menjadi rujukan utama para peneliti. Semua kiriman bersifat buta dan ditinjau oleh peninjau sejawat. Semua makalah dapat dikirimkan dalam BAHASA INDONESIA atau BAHASA INGGRIS.
Articles 62 Documents
KARAKTERISTIK PENDIDIKAN DI LINGKUNGAN SUFI Muhammad Rasyid
eJurnal Al Musthafa Vol 3 No 3 (2023): Juni-September
Publisher : STIT Al-Aziziyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62552/ejam.v3i3.67

Abstract

Pendidikan Islam berkembang semarak pada abad II dan III Hijriah, dimulai dari masa Bani Umayyah dan kemudian mengalami puncaknya pada masa dinasti awal Abbasiyah. Pendidikan di lingkungan sufi memiliki karakteristik tersendiri yang membedakannya dengan lembaga dan model pendidikan lainnya, baik terkait dengan tujuan, kelembagaan, sistem pendidikan, metode pendidikan, maupun evaluasinya. Tujuan pendidikan sufi adalah untuk mencapai tingkat taqarrub kepada Allah, dengan prilaku yang ditanamkan seperti zuhd dan faqr. Cara yang ditempuh untuk memper-olehnya adalah dengan cara menyepi di suatu tempat atau lembaga tertentu dan cenderung mengabaikan kehidupan dunia. Sistem pendidikannya melalui baiat, mementingkan sislilah, mengajarkan materi-materi yang terkait dengan ibadah, shalat, wirid, yang diamalkan secara langsung dengan cara tertentu dan dibimbing mursyîd. Metode pendidikannya adalah peneladanan, pembiasaa, tawajjuh dan rabithah. Evaluasi akhir pendidikan ini adalah ijazah, atau pengakuat mursyîd terhadap kematangan muridnya dalam penguasaan amalan-amalan yang diajarkan.
EFEKTIVITAS MENGHAFAL AL-QURAN MELALUI PROGRAM DAUROH AL-QUR’AN DI PONDOK PESANTREN MADRASATUL QUR’ANIYAH TATO KEC. BATULAYAR Hudatullah
eJurnal Al Musthafa Vol 3 No 3 (2023): Juni-September
Publisher : STIT Al-Aziziyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62552/ejam.v3i3.69

Abstract

Menghafal al-Qur’an merupakan salah satu kegiatan yang sangat mulia, dan paling besar nilainya karena menghafal al-Qur’an akan membuka pintu-pintu kebaikan. Allah telah menjanjikan kebaikan di dunia dan diakhirat bagi orang yang menghafal al-Qur’an. Adapun yang menjadi tujuan penelitian ini antara lain sebagaiberikut: a) Untuk mengetahui proses pembinaan yang dilakukan oleh ustad dan ustadzah dalam meningkatkan hafalan al-Qur’an melalui program Dauroh Al-Qur’an; b) Untuk mengetahui efektivitas metode yang digunakan dalam proses menghafal al-Qur’an melalui program Dauroh Al-Qur’an; dan c) Untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan program Dauroh Al-Qur’an dalam keefektivan metode yang di gunakan sabaq, sabqi dan manzil. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Sedangkan analisis datanya menggunakan pengumpulan data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Adapun hasil dari penelitian ini adalah: 1) Proses pembinaan yang dilakukan oleh ustad dan ustadzah dalam meningkatkan hafalan santri yaitu dengan perbaikan bacaan al-Qur’an (tahsin) yang bertujuan agar hafalan al-Quran santri sesuai dengan kaidah ilmu tajwid, kemudian pemberian motivasi agar santri semakin bersemangat dalam menghafal al- Quran dan adanya reward dan punishment sebagai suatu usaha agar santri dapat mengingkatkan hafalan dan bersungguh- sungguh dalam mengikuti program Dauroh Al-Qur’an; 2) Pada Dauroh Al-Qur’an menggunakan metode talaqqi yaitu metode menghafal dengan cara menyetor langsung kepada gurunya. Sedangkan untuk santri, program Dauroh Al-Qur’an menerapkan metode khusus,seperti metode sabaq,sabqi,manzil untuk menyiapkan hafalan santri bebas menggunakan metode apa saja sesuai dengan kebutuhan masing-masing; dan 3) Kelebihan dari program Dauroh Al-Qur’an dalam keefektivan metode yang di gunakan sabaq, sabqi dan manzil yaitu santri memiliki banyak waktu untuk menghafal al-Quran, karena program Dauroh Al-Qur’an dilaksanakan setiap hari sehingga santri yang mengikuti program Dauroh Al-Qur’an dapat menghafal dengan bebas tanpa terkendala dengan tugas-tugas sekolah. Meskipun demikian terdapat juga kendala dalam proses pembinaan yang disebabkan kurangnya keseriusan santri dalam menghafal al-Quran dan rasa malas serta bosan pada diri santri.
PROBLEMATIKA GURU DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN LITERASI SISWA PADA KELAS II SDN 1 MEDANA TAHUN PELAJARAN 2023 Ainun Isthifha Darma
eJurnal Al Musthafa Vol 3 No 3 (2023): Juni-September
Publisher : STIT Al-Aziziyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62552/ejam.v3i3.71

Abstract

Basic literacy learning is a concrete step for teachers to improve student learning abilities so that they are able to support student activities in the learning process in the classroom. The aims of this study were 1) to analyze the implementation of basic literacy learning for students in grade II SDN 1 Medana; 2) To analyze the obstacles experienced by the teacher in learning the basic literacy of reading and writing students in class II of SDN 1 Medana: 3) To provide solutions that are used by the teacher to overcome the obstacles experienced in learning the basic literacy of reading and writing students in class II of SDN 1 Medana. The method used in this research is to use a qualitative research approach. The data collection used in this study is the method of interviews, observation and documentation. While the data analysis uses the stages of data collection, data presentation, and conclusions. The results of this study are: 1) Implementation of basic literacy learning to read and write students in class II SDN 1 Medana. Implementation of basic literacy learning in elementary schools at low grades requires teacher readiness both in terms of competence, especially pedagogic competence, especially when teachers teach in elementary schools. Because elementary school is the most important institution in increasing each student's interest, talent and motivation so that they are able to develop each competency they have, namely cognitive, affective and psychomotor through learning basic literacy (reading and writing: 2) Obstacles experienced by teachers in learning basic literacy reading and writing students in class II SDN 1 Medana. Obstacles experienced by teachers in learning basic literacy consist of internal factors, namely consisting of students and teachers. While external factors consist of the library and school and family environment: 3) Solutions used by teachers to overcome obstacles experienced in learning basic literacy in reading and writing students in class II SDN 1 Medana. The solutions used in overcoming the problems faced by teachers in the implementation of basic literacy learning lead to increasing the competence of teachers and students so that they can work together in increasing the basic literacy abilities of students in schools in the learning process seen from the internal side. As for the external side, it leads to mileu (environment) which is able to support student activities in learning, besides the library which is another support.
STUDI URGENSITAS GURU TAHFIDZ DI PONDOK PESANTREN AL-AZIZIYAH LOMBOK BARAT Muhammad Irfan Syahroni
eJurnal Al Musthafa Vol 4 No 1 (2024): Oktober-Januari (2024)
Publisher : STIT Al-Aziziyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62552/ejam.v4i1.72

Abstract

Pendidikan Al-Qur’an merupakan hal paling mendasar dalam memahami ajaran-ajaran agama yang secara implisit maupun eksplisit harus mampu dipahami dengan baik. Langkah kongkrit yang harus dilakukan adalah dengan menghafalnya. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Sedangkan analisis data menggunakan metode induktif. Adapun hasil dari penelitian ini yaitu: Pertama, peran yang dilakukan guru tahfidz dalam meningkatkan hafalan Al-Qur’an santri di Asrama Baet Mahasiswi Sholeha Ponpes Al-Aziziyah antara lain: memberikan motivasi kepada para santri, memberi tugas/target hafalan dan hukuman kepada para santri, dan membimbing para santri tetap murajaah. Kedua, hambatan-hambatan yang dihadapi oleh guru tahfidz dalam meningkatkan hafalan Al-Qur’an santri di Asrama Baet Mahasiswi Sholeha Ponpes Al-Aziziyah, yaitu: adanya santri yang belum mampu membaca Al-Qur’an dengan baik, kesehatan ustadz yang dapat menganggu konsentrasi dalam proses belajar mengajar, adanya rasa malas dari diri santri ketika menghafal Al-Qur’an, adanya kecerdasan yang berbeda dari para santri, dan banyaknya tugas yang di berikan di kampus sehingga santri di asrama sulit untuk membagi waktu. Ketiga, solusi dari hambatan-hambatan yang di hadapi guru tahfidz dalam meningkatkan hafalan Al-Quran di Asrama Khusus Al-Baet Mahasiswi Sholeha Ponpes Al-Aziziyah yaitu: memperbaiki niat yang semata-mata hanya karena Allah SWT, memperbanyak istighfar, mengingat perjuangan orang tua, meminta kepada mahasiswi senior untuk menyimak ketika guru tahfidz sedang berhalangan, dan mengurangi main HP/Telfon pintar.
PENERAPAN MANAGEMEN STRATEGI KEPALA MADRASAH DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI PEDAGOGIC GURU DI MI MARAQITT’LIMAT SANTONG LOMBOK UTARA wildan
eJurnal Al Musthafa Vol 4 No 1 (2024): Oktober-Januari (2024)
Publisher : STIT Al-Aziziyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62552/ejam.v4i1.74

Abstract

Strategic management of education is the implementation of education related to all educational material needs which are at the same time related to all aspects that exist in the effort to provide education, which is directly related to the learning process, facilities, or facilities and infrastructure Strategic Management aims to direct all company resources to be aligned and effective in achieving company goals. In the world of education, management is indispensable, through strategic management can expand future opportunities and minimize realized risks. Therefore an organization, company or educational institution must have a leader (leader) to determine the direction, and goals of an organization by providing direction in creating a supportive work climate for the implementation of the overall management process Pedagogic competence is the ability of teachers in managing student learning In the field of education needed by a teacher, namely pedagogic competence in seeing the characteristics of students from various aspects of life, be it moral, emotional, or intellectual. And with the presence of pedagogic competence of teachers will increase the competence of teacher professionalism in teaching. This study uses a research approach with methods applied to collect data, namely observation, interviews, and documentation. While the data analysis techniques used are data collection, data reduction, analysis, data presentation, and drawing conclusions. While the technical validity of data is used data trianggulation, method trianggulation, and theory trianggulation. The data obtained in this study is the application of the strategy management of the head of the madrasah in improving the pedagogic competence of teachers is good, and as for what is obtained by teachers through efforts to implement the management of the strategy of the head of the madrasah in improving the pedagogic competence of teachers is categorized as good.
INTERNALISASI PENGALAMAN KEBERAGAMAAN ANAK DI TPQ SUBULUSSALAM GERUNG LOMBOK BARAT Muhammad Nasir, M.Pd.I
eJurnal Al Musthafa Vol 4 No 1 (2024): Oktober-Januari (2024)
Publisher : STIT Al-Aziziyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62552/ejam.v4i1.80

Abstract

Implementasi pendidikan al-Qur’an menjadi keharusan di zaman digital saat ini, terutama generasi muda alih-alih anak usia dini yang harus lebih mengenal keutamaan dalam belajar membaca al-Qur’an yang diajarkan sedini mengkin, sehingga menjadi bekal untuk meningkatkan pengalaman keberagamaan di masa mendatang. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunkan metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Sedangkan analisis datanya menggunakan metode deskriftif. Sedangkan validitas datanya menggunakan Sedangkan validitas data menggunakan Perpajang ke ikut sertaan, Pengecekan dengan teman sejawat, Ketekunan pengamatan dan Kecukupan Referensi. Adapun hasil dari penelitian ini adalah: 1) Pelaksanaan kegiatan membaca Al-Qur’an di di TPQ Subulussalam adalah mengajarkan dan membiasakan santri membaca do’a sebelum dan sedudah mengaji kemudian membaca surah Al-Fatihah dan membaca Asmaul Husna setelah itu bersalaman ke Ustadz dan Ustadzah; 2) Problem-problem apakah yang dihadapi guru dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an di TPQ Subulussalam yaitu Kurangnya minat santri terhadap membaca Al-Qur’an, Problem dalam melafalkna huruf hijaiyah yang benar dan hukum tajwid, Teman yang cederung mengajak negative, Faktor lingkungan dan Kurangnya Kehadiran Santri dalam Pembelajaran; dan 3) Solusi-solusi yang dilakukan guru untuk mengatasi problem dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an di TPQ Subulussalam Dusun Telotok Asri Desa Tempos Kecamatan Gerung Lombok Barat Tahun 2022-2023 yaitu Menumbuhkan minat santri terhadap membaca Al-Qur’an, Memberikan bimbingan khusus, Pemberian Nasihat, Menjadi Suri Tauladan dan Memberikan Buku Penghubung.
PSIKOLOGI ISLAM PENDEKATAN FALSAFI Muhammad Rasyid
eJurnal Al Musthafa Vol 4 No 1 (2024): Oktober-Januari (2024)
Publisher : STIT Al-Aziziyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62552/ejam.v4i1.81

Abstract

Filsafat pada intinya berupaya menjelaskan inti, hakikat, atau hikmah mengnai sesuatu yang berada di balik objek formanya. Filsafat mencari sesuatu yang mendasar, asas, dan inti yang terdapat di balik yang bersifat lahiriah. Selanjutnya dapat digunakan dalam memahami ajaran agama, dengan maksud agar hikmah, hakikat atau inti dari ajaran agama dapat dimengerti dan dipahami secara saksama. Metode pengkajian dan pengembangan psikologi Islam dapat ditempuh melalui dua cara, yaitu: metode pragmatis adalah metode pengkajian atau pengembangan psikologi Islam yang lebih mengutamakan aspek praktis dan kegunaannya; dan metode idealistik adalah metode yang lebih mengutamakan penggalian psikologi Islam dari ajaran Islam sendiri dengan cara menggali premis mayor (sebagai postulasi) yang digali dari al-nash. Pendekatan falsafi adalah pendektan pengkajian psikologi Islam yang didasarkan atas prosedur berpikir spekulatif. Pendekatan falsafi ini tidak berarti meninggalkan nash, melainkan tetap berpegang teguh kepada nash, hanya saja cara memahaminya dengan mengambil makna esensial yang terkandung di dalamnya. Pendekatan falsafi mempunyai 4 cabang, yaitu: logika; metafisika; epistemologi; dan etika. Metode dalam pendekatan falsafi ada 3, yaitu: metode Socrates, metode dialektis, dan metode fenomenologi. Selain itu juga, ada 3 model pendekatan falsafi modern yaitu: pendekatan hermeneutika, pendekatan teologi-filosofis, dan pendekatan tafsir falsafi.
PENERAPAN PEMBEAJARAN MODEL THINK PAIR AND SHARE (TPS) PADA PEMBELAJARAN AQIDAH AKHLAK DI MTS QUR’ANIYAH Syarifudin; Hudatullah
eJurnal Al Musthafa Vol 4 No 1 (2024): Oktober-Januari (2024)
Publisher : STIT Al-Aziziyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62552/ejam.v4i1.82

Abstract

Proses pembelajaran dilaksanakan oleh guru di dalam kelas untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan, maka guru dituntut untuk melaksanakan pembelajaran secara professional termasuk dalam menerapkan pembelajaran kontekstual yang salah satunya adalah pembelajaran Model Think Pair and Share. Pembelajaran Model Think Pair and Share sebagai salah satu dari pembelajaran kontekstual merupakan pembelajaran yang menekankan pada siswa berpikir secara berpasangan untuk kemudian berbagai pengetahuan dan keterampilan, dengan langkah-langkah terapan yang terdapat di dalamnya yaitu membentuk kelompok belajar dan memberikan tugas masing-masing kelompok, memkirkan dan mengerjakan tugas yang diberikan yang dikerjakan sendiri, kemudian siswa melakukan diskusi terkait tugas yang diberikan guru dengan pasangannya, dan kedua pasangan bertemu kembali dalam kelompok semula dan membagikan hasil kerjanya kepada anggota kelompoknya. Pembelajaran Model Think Pair and Share ini diterapkan pada pembelajaran Akhlah terpuji. Untuk mendapatkan data terkait permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dokumentasi dan tes. Data yang diperoleh berdasarkan fokus penelitian adalah guru kurang memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam menerapkan pembelajaran Model Think Pair and Share, dan problem yang dihadapi dalam penerapan model pembelajaran ini dikarenakan kurang mengkaji teori-teori pembelajaran khususnya pembelajaran Model Think Pair and Share dan kurangnya melakukan diskusi dengan guru-guru senior yang diyakini lebih memiliki pengetahuan, pengalaman dan keterampilan. Meski demikian tingkat keberhasilan siswa di atas nilai Kriteria Ketuntasan Minum mata Pekajaran Akidah-Akhlak (75). Nilai rata Kelas VII A 80,22 dan Kelas VII B 80,29
KORELASI HASIL BELAJAR PADA MATA PELAJARAN AKIDAH AKHLAK DENGAN AKHLAK SISWA KELAS VII DI MTS AL-MUSLIMUN NWDI TEGAL Muhammad Nasir, M.Pd.I
eJurnal Al Musthafa Vol 2 No 1 (2022): Oktober-Januari
Publisher : STIT Al-Aziziyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62552/ejam.v2i1.83

Abstract

Pembelajaran yang dalam kegiatannya melibatkan interaksi antara guru dan siswa, dimana guru melaksanakan tugasnya sebagai pengajar yang harus professional sesuai tuntunan undang baik Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003 dan Undang-Undang tentang Guru dan Dosen Nomor 14 Tahun 2005 dalam upaya memberikan perubahan pada diri siswa baik perubahan pada pengetahuan, sikap, dan perbuatan ketika siswa mengikuti pembelajaran. Untuk mengetahui keberhasilan dalam melaksanakan tugasnya tersebut alat ukur yang digunakan adalah hasil belajar yang dalam penelitian ini adalah hasil belajar siswa Kelas VII MTs Al-Muslimun NWDI Tegal pada mata pelajaran Akidah Akhlah khususnya akhlak materi kejujuran (variabel X). Hasil belajar yang diperoleh siswa selanjutnya dihubungan dengan akhlak terkait kejujuran siswa (variabel Y) untuk menjawab hipotesis adanya hubungan antara kedua variabel. Hubungan antara varibel X dengan variabel Y yang diangkat dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan trepan metode pengumpulan data adalah metode angket, dan tes sebagai metode utama sementara metode observasi, wawancara dan dokumentasi sebagai metode mendukung. Sedangkan analisa data digunakan analisis deskriptif tentang kejujuran siswa, sementara uji hipotesis digunakan uji Normalitas,uji Linieritas, dan uji Korelasi dengan menggunakan aplikasi SPSS. Hasil uji hipotesis melalui uji normalitas hasil belajar siswa dengan signivikasi 0,389 dan variabel akhlak terkait kejujuran pada signivikasi 0,430 dimana kedua uji signivikasi ini masuk dalam kategori normal. Sedangkan uji linieraitas kedua variabel pada signivikasi 0,867 masuk kategori linier. Selanjutnya uji korelasi antara variabel X dan Y memperoleh hasil adanya korelasi atau hubungan yang ditunjukkan dengan nilai korelasi lebih besar dengan nilai siknivikansi (0,778 > 0,05).
PENDIDIKAN AKHLAK BERBASIS TASAWUF PERSPEKTIF NURCHOLISH MADJID Irma Novayani; Haerudin
eJurnal Al Musthafa Vol 4 No 1 (2024): Oktober-Januari (2024)
Publisher : STIT Al-Aziziyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62552/ejam.v4i1.85

Abstract

Pendidikan akhlak efektif dilakukan melalui lembaga pendidikan dimulai dari lembaga pendidikan keluarga kemudian berlanjut ke lembaga pendidikan sekolah dan lembaga pendidikan masyarakat. Pendidikan akhlak dalam terapannya diarahkan pada akhlak kepada Allah swt. kepada sesam manusia, dan kepada lingkungan. Pendidikan akhlak diwujudkan dalam pembinaan prilaku atau tampilan yang dapat dilihat oleh semua orang, sementara pendidikan tasawuf merupakan kegiatan yang menekankan pada pembersihan hati atau jiwa. Nurcholis Madjid sebagai tokoh yang dikaji dalam penelitian ini dalam konsep pemikirannya tentang pendidikan akhlak dan pendidikan tasawuf menyatakan bahwa pendidikan akhlak terutama akhlak kepada Allah swt. merupakan pereujudkan pengakuan dimana ketika kepada-Nya harus dalam bentuk percaya dalam kualitas-Nya sebagai satu-satunya yang bersifat keilahian atau ketuhanan dan sama sekali tidak mendatangkan adanya kualitas serupa kepada sesuatu apapun yang lain. Sedangkan konsep pemikiran Nurcholish Masdjid tentang tasawuf menggambarkan tentang hubungan tasawuf dengan hukum (fikih) dan hubungan tasawuf dengan ilmu kalam (tauhid) hubungannya tidak senantiasa harmonis. Perbedaan terutama antara tasawuf dan ilmu kalam, lebih terletak pada masalah tekanan daripada isi ajaran. Demikian juga dengan tasawuf dan agama kedudukan tasawuf, tidak bisa dipisahkan dari keseluruhan agama (agama samawi). Dinyatakan bahwa karena tasawuf adalah disiplin yang lebih berurusan dengan masalah-masalah inti (batin), maka berarti tasawuf merupakan inti keagamaan (religiusitas) yang bersifat esoteric.