cover
Contact Name
Muhammad Nasir
Contact Email
ninetymediapublisher@gmail.com
Phone
+6287823402292
Journal Mail Official
ejurnal.almusthafa07@gmail.com
Editorial Address
Jln. Raya Tanjung Kapek Gunungsari
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Al-Musthafa: Jurnal Kependidikan dan Keilmuan Berbasis Islam
ISSN : -     EISSN : 27981800     DOI : https://doi.org/10.62552/ejam
Core Subject : Religion, Education,
Al-Musthafa: Jurnal Kependidikan dan Keilmuan Berbasis Islam atau disingkat Al-Musthafa merupakan jurnal nasional yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Al-Aziziyah sejak tahun 2021 dengan E-ISSN : 2798-1800 . Al-Musthafa menerbitkan artikel hasil penelitian di bidang Pendidikan Islam. Al-Musthafa berkomitmen menjadi jurnal nasional terbaik dengan menerbitkan artikel berkualitas dalam bahasa Indonesia dan Inggris serta menjadi rujukan utama para peneliti. Semua kiriman bersifat buta dan ditinjau oleh peninjau sejawat. Semua makalah dapat dikirimkan dalam BAHASA INDONESIA atau BAHASA INGGRIS.
Articles 62 Documents
KORELASI HASIL BELAJAR PADA MATA PELAJARAN AKIDAH AKHLAK DENGAN AKHLAK SISWA KELAS VII DI MTS AL-MUSLIMUN NWDI TEGAL Wildan
eJurnal Al Musthafa Vol 4 No 2 (2024): Februari-Mei
Publisher : STIT Al-Aziziyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62552/ejam.v4i2.86

Abstract

Pembelajaran yang dalam kegiatannya melibatkan interaksi antara guru dan siswa, dimana guru melaksanakan tugasnya sebagai pengajar yang harus professional sesuai tuntunan undang baik Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003 dan Undang-Undang tentang Guru dan Dosen Nomor 14 Tahun 2005 dalam upaya memberikan perubahan pada diri siswa baik perubahan pada pengetahuan, sikap, dan perbuatan ketika siswa mengikuti pembelajaran. Untuk mengetahui keberhasilan dalam melaksanakan tugasnya tersebut alat ukur yang digunakan adalah hasil belajar yang dalam penelitian ini adalah hasil belajar siswa Kelas VII MTs Al-Muslimun NWDI Tegal pada mata pelajaran Akidah Akhlah khususnya akhlak materi kejujuran (variabel X). Hasil belajar yang diperoleh siswa selanjutnya dihubungan dengan akhlak terkait kejujuran siswa (variabel Y) untuk menjawab hipotesis adanya hubungan antara kedua variabel. Hubungan antara varibel X dengan variabel Y yang diangkat dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan trepan metode pengumpulan data adalah metode angket, dan tes sebagai metode utama sementara metode observasi, wawancara dan dokumentasi sebagai metode mendukung. Sedangkan analisa data digunakan analisis deskriptif tentang kejujuran siswa, sementara uji hipotesis digunakan uji Normalitas,uji Linieritas, dan uji Korelasi dengan menggunakan aplikasi SPSS. Hasil uji hipotesis melalui uji normalitas hasil belajar siswa dengan signivikasi 0,389 dan variabel akhlak terkait kejujuran pada signivikasi 0,430 dimana kedua uji signivikasi ini masuk dalam kategori normal. Sedangkan uji linieraitas kedua variabel pada signivikasi 0,867 masuk kategori linier. Selanjutnya uji korelasi antara variabel X dan Y memperoleh hasil adanya korelasi atau hubungan yang ditunjukkan dengan nilai korelasi lebih besar dengan nilai siknivikansi (0,778 > 0,05).
STRATEGI MENGHAFAL AL-QUR’AN SANTRI DI PONPES TAHFZUL QUR’AN DARUL IMAN NW BENTEK Syarifudin
eJurnal Al Musthafa Vol 4 No 2 (2024): Februari-Mei
Publisher : STIT Al-Aziziyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62552/ejam.v4i2.87

Abstract

Pendidikan al-Qur’an di pondok pesantren merupakan salah satu keunggulan yang dimilikinya. Dengan adanya pendidikan al-Qur’an baik dalam bentuk belajar membaca, menghafal sampai dengan mendalaminya dengan tafsirnya menjadikan ciri khas pendidikan pesantren. Dan hal ini juga menjadi daya tarik tersendiri bagi lembaga non formal ini (pesantren). Adapun jenis penelitian dalam penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan metode pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi dan dokumentasi. peneliti melakukan analisis data melalui sumber data primer dan sekunder yang telah dikumpulkan melalui teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi dengan teknik analisis data deskriptif dengan cara memilah-milah data, mengklarifikasi data, dan menginterpretasikan data yang ditemukan di lapangan sehingga lebih mudah untuk menarik sebuah kesimpulan. Untuk menguji validitas data yang penulis peroleh di lapangan, penulis mnggunakan beberapa teknik, yaitu: Perpanjangan keikutsertaan, Ketekunan/ Keajegkan Pengamatan dan Tianggulasi. Adapun hasil penelitian ini adalah: 1) Strategi yang digunakan terpusat pada kebutuhan santri sehingga tidak ada strategi khusus yang digunakan. Waktu yang digunakan hanya terpusat pada dua kondisi yaitu pagi dan sore hari. Pagi digunakan untuk mengahfal dan sore untuk membaca ayat-ayat yang akan di hafal; 2) Faktor penghambat santri dalam mengahafal yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor iternal yang ada dalam diri santri yaitu masih kurangnya motivasi dalam menghafal al-Qur’an. Sedangkan faktor eksternalnya yaitu kurangnya dukungan dan keluarga santri; dan 3) Adapun solusi yang dilakukan oleh pihak pengelola yaitu: a) membangun motivasi; b) memberikan hukuman; c) membangun hubungan yang harmonis di lingkungan keluarga santri; dan d) membangun situasi dan kondisi yang kondusif.
MENINGKATKAN NILAI PENDIDIKAN MELALUI TIGA KONSEP DASAR FALSAFAH WETU TELU DI DESA SAPIT Novayani, Irma
eJurnal Al Musthafa Vol 4 No 2 (2024): Februari-Mei
Publisher : STIT Al-Aziziyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62552/ejam.v4i2.88

Abstract

Education is a source of character formation in humans. Education does not only teach about science but also instills life values ​​which are indicators of the usefulness of a science. Wetu Telu as a philosophy of life in the people of Sapit to this day still adheres to the principles of the Wetu Telu philosophy, namely by obeying parents, obeying teachers, and obeying leaders. These three things are the basic concepts in the Wetu Telu philosophy which must be the principles for maintaining harmony both with oneself and among others. In education, these three things become a unity that supports each other as a forum for developing character and knowledge
KONSEP DASAR MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM DAN PENERAPANNYA DALAM PENGEMBANGAN MADRASAH Nazopah, Nada
eJurnal Al Musthafa Vol 4 No 2 (2024): Februari-Mei
Publisher : STIT Al-Aziziyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62552/ejam.v4i2.89

Abstract

This paper aims to find out the basic concepts of Islamic education management and its application in madrasah development. This paper is the result of a literature study by collecting data from various literature and information from available sources such as books, journals, reports and other documents. Madrasah development is a process that involves efforts to improve the quality, relevance and effectiveness of Islamic education institutions. Several important steps can be taken in madrasah development, including the preparation of Vision, Mission and Goals, self-evaluation, madrasah development planning, cooperation between stakeholders, and monitoring and evaluation. The implementation of madrasah development can be realized well when the madrasah is able to maximize aspects in the application of management functions, including through planning, good organization, implementation by maximizing finance, human resources, institutions and leadership and control by continuing to evaluate.
PENERAPAN METODE DISKUSI DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PAI dan BUDI PEKERTI KELAS X DI SMA ISLAM AL- AZHAR NW KAYANGAN Hudatullah; Nasir, Muhammad
eJurnal Al Musthafa Vol 4 No 2 (2024): Februari-Mei
Publisher : STIT Al-Aziziyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62552/ejam.v4i2.90

Abstract

Metode diskusi adalah metode pembelajaran yang menghadapkan siswa pada suatu permasalahan. Tujuan utama dari metode ini adalah untuk memecahkan suatu permasalahan, menjawab pertanyaan, menambah dan memahami pengetahuan siswa, serta untuk membuat suatu keputusan. Diskusi lebih bersifat bertukar pengalaman untuk menentukan keputusan bersamasamaPenelitian ini termasuk dalam jenis penelitian kualitatif karena penelitian ini bersifat alamiah, peneliti tidak berusaha memanifulasi keadaan ataupun kondisi dilapangan, peneliti melakukan suatu penelitian dalam suatu keadaan yang memang benar ada. Adapun teknik pengumpulan data yang peneliti gunakan dalam penelitian ini adalah teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Dalam penelitian ini, peneliti melakukan analisis data melalui sumber data primer dan sekunder yang telah dikumpulkan melalui teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi dengan teknik analisis data deskriptif dengan cara memilah-milah data, mengklarifikasi data, dan menginterpretasikan data yang ditemukan di lapangan sehingga lebih mudah untuk menarik sebuah kesimpulan. Untuk menguji validitas data yang penulis peroleh di lapangan, penulis mnggunakan beberapa teknik, yaitu: Perpanjangan keikutsertaan, Ketekunan/ Keajegkan Pengamatan dan Tianggulasi. Adapun hasil penelitian ini adalah: 1) Hasil belajar siswa kelas X SMA Islam Al-Azhar NW Kayangan dapat dicapai tiga ranah yaitu: Ranah kognitif (pengetahuan), Ranah Afektif (sikap), dan Ranah Psikomotorik (keterampilan); 2) Penerapan metode diskusi pada mata pelajaran pai dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas X di SMA islam al-azahae nw kayangan dilakukan melalui empat langkah yaitu memberikan tema kepda masing-masing kelompok diskusi, guru memberikan penjelasan tentang arah diskusi, melaksanakan diskusi kelompok kecil maupun besar atau dikusi kelas, dan guru memberikan kesimpulan hasil diskusi; dan 3) Kendala yang dihadapi guru PAI ketiaka menerapka metode diskusi dalam meningkatkan hsil belajar siswa kelas X SMA islam al-azhar nw kayangan adalah kurangnya keterlibatan siswa dalam diskusi. Sedangkan upaya atau solusi untuk mengatasi kendala ini adalah menciptakan lingkungan yang mendukung dan inklusif dikelas, dan mendukung siswa merasa nyaman untuk berbicara dan berbagi ide-ide mereka.
NILAI-NILAI MODERASI BERAGAMA DALAM PENDEKATAN DAKWAH Sirajudin; Fitriani, Lina Ulfa
eJurnal Al Musthafa Vol 4 No 2 (2024): Februari-Mei
Publisher : STIT Al-Aziziyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62552/ejam.v4i2.91

Abstract

Mainstreaming religious moderation is considered very urgent recently, due to the existence of extreme or deviant understandings of religion. So that, it requires a straight and moderate thought or understanding and mindset, and not excessively implementing Islamic values ​​in social, national and state life. Of course, what is undesirable to happen is the emergence of acts of violence or radicalism and destruction in the name of religion. With the triggers above, narrow thinking that is not moderate gives rise to ideas, the idea of ​​creating a government program on mainstreaming religious moderation, as a concrete effort toward off erroneous understandings that tend to be extreme. Religious teachings always carry a mission of peace, harmony, unity and harmonization of diversity as well as upholding the values ​​of justice and guaranteeing the human rights of every citizen. One of the efforts that needs to be made at this time is to convey the values ​​of religious moderation or wasathiyyah through tabligh pulpits, Islamic da'wah, especially since the challenges of da'wah in the contemporary era are very complex, so a soothing, moderate way of preaching is needed in conveying religious messages to people to intertwine ukhuwah Islamiyah, Ukhwuah Wathoniyah and Ukhwuah Basyariyah. Da'wah is part of the process of activity and persuasion which is leads to convey the messages of Islamic teachings, change and development and exemplary work organized into a da'wah system.
MANAJEMEN PENGELOLAAN LEMBAGA TAMAN PENDIDIKAN AL-QUR’AN (TPQ0 DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BACA TULIS AL-QUR’AN : (Study Kasus Di Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Abu Sajjad Belencong) Wildan
eJurnal Al Musthafa Vol 4 No 3 (2024): JUNI-SEPTEMBER
Publisher : STIT Al-Aziziyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62552/ejam.v4i3.101

Abstract

Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) merupakan salah satu lembaga pendiidikan islam yang menyelenggarakan pendidikan islam pada anak usia dini yang berorientasi pada pengenalan, pemahaman dan internalisasi al-Qur’an pada usia dini sehingga mampu menjadi pemantik dalam peningkatan pemanahaman keagamaan anak. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunkan metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Sedangkan analisis datanya menggunakan metode deskriftif. Sedangkan validitas datanya menggunakan Sedangkan validitas data menggunakan Perpajang ke ikut sertaan, Pengecekan dengan teman sejawat, Ketekunan pengamatan dan Kecukupan Referensi. Adapun hasil dari penelitian ini adalah: 1) Manajemen pengelolaan TPQ Abu Sajjad Belencong perencanaan dalam menentukan tujuan seperti dilakukan dengan membuat visi misi dan tujuan yang jelas bebaskan umat dari buta huruf Al-Qur’an, pandai menulis Al-Qur’an, hafal Al-Qur’an dengan mutqin, dan menciptakan satu keluarga satu hafidz. 2) Pengorganisasian dalam menentukan kegiatan dan struktur dengan pembagian wewenang dan tanggung jawab yang jelas terbentuk dalam struktur organisasi. 3) Pelaksanaan dalam hal memberi motivasi menjalin hubungan dan komunikasi sudah menentukan siapa yang akan mengerjakan dan memutuskan untuk melakukan pekerjaan. 4) Pengawasan dalam hal menetapkan standar, membandingkan kegiatan yang dilakukan dengan standar dan mengadakan tindakan perbaikan; 2) Adapun factor pendorong dalam kegiatan untuk meningkatkan pengamalan agama islam siswa/siswi di TPQ terdiri dari: dukungan orang tua, motivasi anak, dan lingkungan masyarakat; dan 3) Hambatan yang di hadapi dalam pengelolaan TPQ Abu Sajjad Belencong ini baik secara faktor internal maupun eksternal seperti pengajar yang kurang professional dalam menggukan waktu ketika KBM sedang berlangsung, masih kurangnya pandangan dari pemerintahan yang lebih tinggi kedudukannya pada pendidikan non formal seperti TPQ Abu Sajjad Belencong.
PENDIDIKAN ANAK DALAM KELUARGA Irfan Syahroni, Muhammad
eJurnal Al Musthafa Vol 4 No 3 (2024): JUNI-SEPTEMBER
Publisher : STIT Al-Aziziyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62552/ejam.v4i3.102

Abstract

The family environment is the first and main place for children's education. It is the family that forms the character that will continue to imprint on the child for the future. A good education system must show the conceptual order of the educational process in the family as a realization of parents' responsibility for their children's education. These aspects such as worship, behavioral teachings, and education that increase children's intellectual, emotional, and spiritual intelligence. The success of education in school is highly dependent and influenced by education in the family. Children who are in a family that is not harmonious (broken home) will have a bad impact on children's learning achievements, behavior, and even mentality
TAHFIDZ AL-QUR’AN DI PONDOK PESANTREN: (Pengertian, Metode, dan Keutamaannya) Nazopah, Nada
eJurnal Al Musthafa Vol 4 No 3 (2024): JUNI-SEPTEMBER
Publisher : STIT Al-Aziziyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62552/ejam.v4i3.103

Abstract

This paper discusses the meaning, methods, and virtues of Qur'an memorization in Islamic boarding schools. This paper will first include the definition of Qur'anic memorization, its methods, and its virtues. The second section examines Islamic boarding schools and their virtues. The third section discusses Qur'an memorization in Islamic boarding schools and its virtues. The tahfidz program aims to produce hafidz (memorizers) who can memorize all 30 juz of the Qur'an properly and correctly according to the rules in the Qur'an, the implementation of which will be maximized if carried out in boarding schools. This paper is a literature study by collecting data from various literature and information from available sources such as books, journals, reports, and other documents
KONSEP KELUARGA PERSPEKTIF AL-QUR’AN Yunani HS , Annisa; Toriqul Arif , Muhammad
eJurnal Al Musthafa Vol 4 No 3 (2024): JUNI-SEPTEMBER
Publisher : STIT Al-Aziziyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62552/ejam.v4i3.104

Abstract

Lembaga pendidikan Islam jika diartikan secara luas bisa merambah ke semua lingkungan yang mengandung unsur pendidikan yang bernuansa dan bermuatan ke-Islam-an. Secara non-kelembagaan, keluarga merupakan basic dari pendidikan Islam—yang didalamnya mengajarkan dasar-dasar agama Islam. Praktik-praktik keagamaan (dasar) yang diajarkan dalam keluarga menjadi unsur terpenting dalam laju pendidikan islam ke jenjang yang lebih tinggi. Kata keluarga disebutkan di dalam al-Qur’an dengan menggunakan al-ahlu yang bermakna sebuah ikatan dengan tanggung jawab dan keluarga bukanlah belenggu dan beban akan tetapi adalah kepastian jiwa, maka seorang istri dinamakan pula ahillah. Kata Al-Ahlu oleh Al-Mufassir membagi makna asli dan makna konstektual. Kata Al-Ahlu berasal dari Hamzah ha dan lam memiliki dua asal kata yang berbeda. Salah satunya ialah Al-Ahlu (keluarga). Kata Al-ahlu memiliki makna asli berhak, layak atau pantas. Sedangkan makna konstektual ialah makna baru yang diberikan sebuah kata, tergantung pada kalimat dimana kata tersebut diletakkan. Al-Qur’an sering mengulang kata yang sama, tetapi memiliki makna yang berbeda ketika di tempatkan pada yang lain. Karena itu setelah mengetahui dalalalah asliyah dan dalalah siakiyah, seluruh kata di analisis berdasarkan kronologis kewahyuan (asbab nuzul).