cover
Contact Name
Ahmad Yousuf Kurniawan
Contact Email
frontbiz@ulm.ac.id
Phone
+6281211109125
Journal Mail Official
frontbiz@ulm.ac.id
Editorial Address
Program Studi Agribisnis, Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat Jl. Jend. Ahmad Yani Km. 36, Banjarbaru, Kalimantan Selatan 70714, Indonesia
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Frontier Agribisnis
ISSN : -     EISSN : 30481260     DOI : https://doi.org/10.20527/frontbiz
Frontier Agribisnis adalah jurnal yang dikelola Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat. Tema jurnal ini mencakup agribisnis secara umum, meliputi: analisis penyediaan input pertanian, analisis usaha tani dan perkebunan, analisis pengolahan dan pemasaran hasil pertanian, penyuluhan dan komunikasi pertanian, pemberdayaan masyarakat, dan analisis kebijakan pertanian. Terbit 4 kali dalam satu tahun (Maret, Juni, September dan Desember).
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2018)" : 12 Documents clear
PROSES KEPUTUSAN PEMBELIAN DAN TINGKAT KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP BOLU GULUNG PRODUKSI HJ. ENONG BAKERY MARTAPURA Ririn Oktavia; Nuri Dewi Yanti; Kamiliah Wilda
Frontier Agribisnis Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v2i2.636

Abstract

Tujuan penelitian ini mengidentifikasi karakteristik, mengidentifikasi proses keputusan pembelian konsumen, menganalisis tingkat kepuasan konsumen terhadap bolu gulung produksi Hj. Enong Bakery di Martapura Kabupaten Banjar. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan September sampai Oktober 2017 di outlet resmi Hj. Enong Bakery Martapura Kabupaten Banjar. Jenis data yang digunakan adalah data primer. Alat yang dipakai adalah analisis deskriptif, Infortance Performance Analysis (IPA) dan Customer satisfaction Index (CSI). Berdasarkan hasil penelitian meyoritas konsumen bolu gulung Hj. Enong Bakery adalah perempuan berusia 36-45 tahun dan berstatus sudah menikah, berpendidikan terakhir SMA/ sederajat, pekerjaan sebagai pegawai swasta dan sebesar 51,7% pendapatan perbulan berkisar >Rp2.000.000 – <Rp4.000.000. Berdasarkan analisi IPA atribut yang harus dipertahan perusahaan prestasinya adalah harga, kehalalan produk, izin DEPKES RI P-IRT, informasi kandungan produk dan tekstur produk, sedangkan berdasarkan analisis CSI , kepuasan konsumen 0,72 yang artinya konsumen sudah merasa puas.Kata Kunci: kepuasan, karakteristik, perilaku konsumen
PERSEPSI PETANI PADI TERHADAP PERAN PENYULUH PERTANIAN DI KECAMATAN CEMPAKA KOTA BANJARBARU Nor Asiyah; Nina Budiwati; Usamah Hanafie
Frontier Agribisnis Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v2i2.622

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi petani padi terhadap peran penyuluh pertanian dan kenadala yang dihadapi penyuluh pertanian di Kecamatan Cempaka kota Banjarbaru. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. analisis data mengunaka Skala Likert yang berdasarkan dari 16 pernyataan , dengan total respoden 25 petani. Dari hasil didapat bahwa total skor adalah 1.464 dengan indeks 73,2% dengan demikian persepsi petani padi tergolong baik. Secara umum, Permasalahan yang sering dihadapi penyuluh dalam melaksankan tugasnya di Kecamatan Cempaka yaitu sulitnya merubah perilaku petani dalam menerima masukkan-masukkan dari penyuluh, petani yang umumnya sulit merubah perilaku ini berada pada kisaran umur diatas 45 tahun. Keadaan iklim yang berubah-berubah merupakan masalah lain yang dihadapi oleh penyuluh dalam meningkatkan produktivitas petani binaanya. Permasalahan lain yang di hadapi penyuluh yaitu masih kurang sarana dan prasarana penyuluhan, terkadang pembiayaan dalam melengkapi sarana kelompok tani dikeluarkan oleh paran petani, bukan dari anggaran pemerintah.Kata kunci : peran penyuluh pertanian, persepsi petani padi.
ANALISIS PENGGUNAAN FAKTOR-FAKTOR PRODUKSI PADA USAHATANI PADI SAWAH DI KECAMATAN BANUA LAWAS KABUPATEN TABALONG Rabiatul Utami; Yusuf Azis; Muzdalifah Muzdalifah
Frontier Agribisnis Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v2i2.631

Abstract

Padi adalah tanaman yang banyak ditanam di Indonesia termasuk di Kalimantan Selatan. Berusahatani Padi memberi untung tinggi, tapi risikonya melebihi tanaman lain, dari harga panen atau gangguan alam contoh kemarau ataupun gangguan hama dan penyakit. Berdasarkan hal tersebut maka, penelitian ini bertujuan: mengetahui perbedaan pemakaian faktor Produksi dalam berusaha padi sawah pada sawah tadah hujan dan rawa lebak, menganalisis pengaruh pemakaian faktor produksi pada produksi dalam usahatani padi serta tahu biaya, penerimaan total dan pendapatan padi sawah di Kecamatan Banua Lawas. Penelitian dilaksanakan dari bulan April 2017 sampai bulan Januari 2018 di Kecamatan Banua Lawas Kabupaten Tabalong. Pemilihan lokasi dilakukan secara secara sengaja. Sampel sebanyak 60 orang petani dengan menggunakan random sampling. Faktor produksi bersama-sama secara nyata mempengaruhi jumlah hasil produksi padi sawah yang di usahakan petani, Pada sawah tadah hujan benih, obat-obatan dan tenaga kerja tidak mempengaruhi produksi padi. Sedangkan faktor produksi lahan dan pupuk berpengaruh secara nyata terhadap produksi padi sawah. Adapun untuk sawah rawa lebak penggunaan faktor produksi seperti benih, pupuk dan tenaga kerja tidak berpengaruh secara nyata terhadap hasil produksi padi. Sedangkan faktor produksi lahan dan obat-obatan berpengaruh secara nyata terhadap hasil produksi padi sawah, Rata – rata total biaya eksplisit yang dikeluarkan petani sawah tadah hujan adalah sebesar Rp 3.362.006,36/ha sedangkan pada sawah rawa lebak sebesar Rp 4.627.734,25/ha, rata-rata penerimaan yang diterima petani sawah tadah hujan adalah sebesar Rp 16.846.047,41/ha dan pada sawah rawa lebak sebesar Rp 16.893.814,25/ha, Rata–rata total pendapatan yang diterima petani sawah tadah hujan sebesar Rp 13.484.041,05/ha dan sawah rawa lebak sebesar Rp 12.266.080/ha. Dengan demikian pendapatan usahatani sawah tadah hujan lebih tinggi dari sawah rawa lebak.Kata kunci: faktor produksi, fungsi Cobb-Douglass, biaya eksplisit, penerimaan, pendapatan
PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL FACEBOOK OLEH PENYULUH PERTANIAN DI BP3K LIANG ANGGANG KOTA BANJARBARU Asnia Lestari; Luki Anjardiani; Nurmelati Septiana
Frontier Agribisnis Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v2i2.626

Abstract

Internet merupakan suatu hal yang sudah tidak asing lagi bagi masyarakat modern di Indonesia. Seiring dengan perkembangannya internet mampu melahirkan jaringan baru yaitu Media sosial, khususnya facebook. Pembangunan pertanian pada saat ini lebih ditekankan pada peningkatan sumberdaya manusia dalam mengelola pertanian yang sesuai dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Penelitian ini bertujuan mengetahui manfaat media sosial facebook oleh penyuluh pertanian serta permasalahan apa yang dihadapi penyuluh pertanian dalam penggunaan media sosial. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan skala Likert. Penelitian ini menunjukan bahwa pemanfaatan media sosial facebook oleh penyuluh pertanian sudah baik diantaranya yaitu kebutuhan akan informasi, komunikasi, pendidikan, promosi dan kerjasama. Dengan total bobot sebesar 1580 yang menunjukan bahwasannya pemanfaatan media sosial facebook oleh penyuluh pertanian berada dikategori setuju. Permasalahan yang dihadapi oleh penyuluh pertanian adalah pembaharuan aplikasi, kuota internet yang mahal, kualitas jaringan yang belum memadai, banyak nya media sosial yang berkembang, dan petani kaerna tidak semua petani menggunakan media sosial.Kata kunci: pemanfaatan media sosial.
KELEMBAGAAN SOSIAL PELADANG BERPINDAH DI KECAMATAN BATANG ALAI TIMUR KABUPATEN HULU SUNGAI TENGAH Muhammad Agus Kurniawan; Taufik Hidayat; Eka Radiah
Frontier Agribisnis Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v2i2.618

Abstract

Indonesia merupakan negara agraris dengan lebih dari 60% penduduknya bermata pencarian di bidang pertanian. Peladang berpindah dalam bahasa inggris disebut “shifting Cultivation” terjadi hampir diseluruh dunia khususnya pada daerah-daerah tropika. Perladangan berpindah-pindah adalah salah satu cara manusia memanfaatkan lahan untuk produksi pangan (pertanian) yang sangat sederhana yang dilakukan secara tradisional dengan cara berpindah-pindah dari suatu tempat ketempat lainnya dan kemudian kembali ketempat semula. Metode pengambilan contoh Informan dalam penelitian ini adalah peladang berpindah yang terdapat di Kecamatan Batang Alai Timur yaitu Kepala Adat, Kepala Desa, Tokoh Agama, buruh tani dan orang yang melakukan ladang perpindah. Hasil penelitian terhadap Norma dan Aturan Dalam Kegiatan Ladang Berpindah terdiri dari pemilihan lokasi, hak kepemilikan lahan, penebasan dan penebangan, pembakaran, penanaman, pemeliharaan dan panen. Beberapa permasalahan yang dihadapi dalam kegiatan ladang berpindah yaitu diantaranya masalah persiapan lahan dalam kegiatan ladang berpindah, masalah dalam budidaya tanaman dan masalah lainya kurangnya perhatian dari pemerintah dengan nasib para petani ladang berpindah, mulai terkikisnya kebiasaan adat istiadat dalam kegiatan ladang berpindah dan jarak ladang dengan rumah petani.Kata kunci: ladang berpindah, kelembagaan sosial
ANALISIS KARAKTERISTIK KONSUMEN JAMU (Studi Kasus Cafe Jamu di Kampung Pejabat Kelurahan Loktabat Selatan Kecamatan Banjarbaru Selatan) Isti Radiah; Mira Yulianti; Nurmelati Septiana
Frontier Agribisnis Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v2i2.630

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik konsumen jamu pada Cafe Jamu dan mengidentifikasi perilaku konsumsi jamu pada Cafe Jamu. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Agustus 2017 sampai Desember 2017 di Cafe Jamu Kampung Pejabat Kelurahan Loktabat Selatan Kecamatan Banjarbaru Selatan. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Karakteristik menjadi suatu pembeda individu untuk mengetahui latar belakang sosial dan ekonomi dari setiap konsumen Cafe Jamu Kampung Pejabat lebih banyak kaum perempuan, kelompok usia produktif, dengan rata-rata konsumen berasal dari kota Banjarbaru yang berstatus sudah menikah, pendidikan terakhir SMA, dengan beragam profesi yang kebannyakan pegawai swasta, kalangan ekonomi kelas menengah ke atas. Pengguna kendaraan pribadi dan pengguna smartphone lebih dari 2 jam dalam sehari. Konsumen Cafe Jamu pengguna media sosial aktif dari beragam jejaring sosial yang seharinya dapat lebih dari 2 kali akses media sosial dan dalam penggunaan media sosial pun lebih dari 2 jam.Konsumen jamu lebih banyak yang tidak melakukan olahraga dan lebih banyak menyukai makanan olahan rumah. Diukur dengan perilaku konsumsi, konsumen yang datang ke Cafe Jamu menyukai jamu dan rutin meminum jamu. Setiap konsumen memiliki alasan dalam mengkonsumsi produk dan jasa yang membuat konsumen kembali mengkonsumsi produk dan jasa yang sama. Adapun informasi yang didapat dari lingkungan sekitar menjadi pilihan untuk mengkonsumsi jamu pada jam kerja yaitu pagi sampai malam. Dalam setiap kunjungan konsumen lebih dahulu merencanakan sebelum berkunjung ke Cafe Jamu yang memiliki varian jamu olahan yang segar. Mengkonsumsi jamu bagi sebagian konsumen untuk memelihara kesehatan yang sangat penting untuk di konsumsi karena berbagai manfaat jamu dan beragaman pengalaman seseorang yang mengajak untuk mengkonsumsi jamu dan khasiat yang teruji sepanjang jaman dari turun temurun. Jamu baik untuk di konsumsi oleh semua kalangan dan kapan saja.Kata kunci: jamu, konsumen, karakteristik konsumen
INDEKS KEPUASAN MASYARAKAT TERHADAP ASPEK KUALITAS PELAYANAN PADA PROGRAM PEMBERDAYAAN BIDANG EKONOMI (STUDI KASUS PT JORONG BARUTAMA GRESTON KECAMATAN JORONG KABUPATEN TANAH LAUT) Syahrudi Hermawan; Usamah Hanafie; Abdurrahman Abdurrahman
Frontier Agribisnis Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v2i2.638

Abstract

Tujuan penelitian ini: Untuk mengetahui Indeks Kepuasan Masyarakat yang mencakup Analisis kesenjangan/kesesuaian, dan analisis kuadran terhadap aspek kualitas pelayanan program pemberdayaan ekonomi CSR PT Jorong Barutama Greston. Serta untuk mengetahui kebutuhan/harapan masyarakat terhadap program pemberdayaan ekonomi CSR PT Jorong Barutama Greston. Penelitian dilaksankan di Kecamatan Jorong Kabupaten Tanah Laut. Dimulai bulan Mei sampai Desember 2017. Menggunakan metode survei dengan populasinya masyarakat penerima bantuan CSR yaitu program pengolahan ikan, pupuk bokashi, budidaya perikanan, perkebunan pisang,dan peternakan ayam yang diambil masing-masing bidang diambil dengan teknik penarikan contoh acak berkelompok yaitu mengambil secara acak proporsional berdasarkan kelompok pada setiap program, sehingga jumlah keseluruhan masyarakat yang menjadi sampel adalah 30 orang. Hasil penelitian menunjukan masyarakat menilai tingkat kepuasan terhadap kinerja 24 atribut, skor rata-ratanya sebesar 3,14 (Kategori cukup puas: 2,60-3,39). Sedangkan skor rata-rata tingkat kepentingannya, sebesar 4,20 (Kategori sangat penting: 4,20-5,00). Serta skor indeks kepuasan masyarakat (IKM) adalah 0,63 dengan kriteria “cukup puas” (kriteria cukup puas: 0,51-0,65). Harapan masyarakat pada program ini adalah pada program pengolahan hasil perikanan yaitu masyarakat berharap dibantu alat simpan Frezer yang cukup besar agar mampu menampung ikan lebih banyak saat musim ikan. Pada peternakan ayam, kesamaan perlakuan mendapatkan bantuan seperti peralatan sarana produksi kepada seluruh anggota kelompok. Budidaya perikanan, manfaat berupa meningkatnya pendapatan petani dirasa masih belum sesuai harapan, karena terkendala pemasaran hasil perikanan terutama di Desa Karang Rejo. Masyarakat berharap perusahaan membantu pemasaran maupun menyerap sendiri hasil perikanan. Perkebunan pisang, manfaat berupa meningkatnya pendapatan petani dirasa masih belum sesuai harapan karena masih minimnya pendapatan dari perkebuanan pisang. Pisang baru menghasilkan apabila usianya telah 1 tahun lebih. Untuk mengatasi kendala itu masyarakat menyarankan tumpang sari. Pembuatan pupuk bokashi, masyarakat ingin bisa mengetahui anggaran pembinaan. Dengan diketahuinya anggaran, masyarakat dapat melakukan perencanaan dan pengembangan yang lebih baik dangan mempertimbangkan alokasi anggaran.Kata kunci: indeks kepuasan masyarakat, CSR pemberdayaan, analisis tingkat kinerja kepentingan, analisis tingkat kesesuaian, analisis kuadran.
PERANAN KETUA KELOMPOK TANI DALAM MENINGKATKAN FUNGSI KELOMPOK TANI DI KECAMATAN BATU AMPAR KABUPATEN TANAH LAUT Heriyanor Fahmi; Muhammad Fauzi; Masyhudah Rosni
Frontier Agribisnis Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v2i2.620

Abstract

Pembinaan kelompok tani oleh para petugas penyuluh telah banyak dilakukan namun tidak semuanya merata secara optimal, kebanyakan petani masih belum merasa manfaat yang dia dapatkan dalam kegiatan berkelompok. Dampaknya ada kelompok-kelompok tani yang belum efektif atau tidak memiliki aktivitas dalam kelompok. Dengan adanya kelompok tani para petani dapat belajar bersama-sama memecahkan permasalahan yang antara lain berupa sarana produksi, teknis produksi dan pemasaran hasil. Penelitian ini bertujuan pertama untuk mengetahui tingkat fungsi kelompok tani di Kecamatan Batu Ampar, kedua untuk mengetahui tingkat peranan ketua kelompok tani dalam meningkatkan fungsi kelompok tani di Kecamatan Batu Ampar, dan yang ketiga untuk mengetahui hubungan peranan ketua kelompok tani dengan fungsi kelompok tani di Kecamatan Batu Ampar. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Jumlah sampel responden yang diambil adalah 36 orang petani. Berdasarkan hasil yang diperoleh, diketahui bahwa tingkat fungsi kelompok tani di Kecamatan Batu Ampar secara keseluruhan berada pada persentase 91,50% tergolong dalam kategori tinggi, dan peranan ketua kelompok tani di Kecamatan Batu Ampar adalah sebesar 86,99%, Hal ini menunjukkan bahwa skor dari nilai rata-rata peranan ketua kelompok tani termasuk dalam kategori tinggi, serta terdapat hubungan yang signifikan antara peranan ketua kelompok tani dengan fungsi kelompok tani.Kata kunci: fungsi kelompok tani, peranan ketua kelompok tani, hubungan.
ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL USAHA PEMBUATAN TAHU PUTIH DI KELURAHAN GUNTUNG PAYUNG KECAMATAN LANDASAN ULIN KOTA BANJARBARU (Studi Kasus Pabrik “Tahu Anyar”) Natalia Wulandari; Yusuf Azis; Muhammad Husaini
Frontier Agribisnis Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v2i2.615

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui pemesanan bahan baku yang ekonomis per kali pesan (Economic Order Quantity), kelayakan (Revenue Cost Ratio) dan titik impas (Break Even Point) usaha pembuatan tahu putih, serta proses pemasaran tahu putih. Metode studi kasus merupakan sebagai pedoman dalam mengumpulkan data dengan menyeluruh, yaitu di Pabrik “Tahu Anyar” Kelurahan Guntung Payung Kecamatan Landasan Ulin Kota Banjarbaru. Hasil penelitian menunjukan bahwa jumlah pemesanan sebanyak 68.100 kg selama 1 tahun terakhir degan pemesanan bahan baku kedelai yang optimal (EOQ) adalah sebesar 5.652 kg/ kali pesan dengan frekuensi pembelian sebanyak 12 kali pesan/tahun, sehingga diperoleh penghematan biaya persediaan sebesar Rp 163.875/kali pesan atau Rp 1.966.500/tahun dengan pemesanan bahan baku sebanyak 276 kg /kali pesan atau 3.312 kg/tahun. Keuntungan yang diper oleh adalah sebesar Rp 248.719.648/tahun dan mencapai titik impas (BEP) pada saat produksi tahu mencapai 6.304 papan atau 3.152 kg dan nilai jumlah penjualan sebesar Rp 157.600.000. Dengan kelayakan secara finansial diperoleh nilai RCR sebesar 1.31 maka RCR > 1. Pemasaran tahu putih melibatkan beberapa pihak diantaranya produsen, pedagang pengecer dan konsumen. Proses pemasaran dilakukan langsung oleh pemilik perusahaan dengan mengantar ke pengecer di pasar antasari dan wilayah Kota Banjarmasin serta ke konsumen di sekitar Kota Banjarbaru.Kata kunci: persediaan, biaya, titik impas, kelayakan usaha, pemasaran, industri.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN PUPUK UREA BERSUBSIDI PADA USAHATANI PADI DI KECAMATAN ANJIR PASAR KABUPATEN BARITO KUALA Aslam Maulida; Nuri Dewi Yanti; Abdullah Dja’far
Frontier Agribisnis Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v2i2.624

Abstract

Indonesia merupakan negara agraris dimana pertanian berperan penting pada pembangunan ekonomi Indonesia. Masalah pangan bukan hanya merupakan masalah ekonomi tetapi juga masalah stabilitas dan keamanan. Disamping itu pertanian juga berperan penting di kesejahteraan kehidupan penduduk Indonesia. Adapun tujuan penelitian ini ialah mengetahui faktor yang berpengaruhi terhadap permintaan pupuk urea bersubsidi untuk usahatani padi sawah di Kecamatan Anjir Pasar Kabupaten Barito Kuala, mengetahui masalah apa saja yang dihadapi petani dalam mendapatkan pupuk urea bersubsidi di Kecamatan Anjir Pasar Kabupaten Barito Kuala. Hasil dari tujuan pertama menunjukkan bahwa variabel independen yang digunakan yaitu harga pupuk urea, harga pupuk SP-36, harga pupuk NPK, harga gabah padi, serta luas lahan simultan signifikan mempengaruhi permintaan pupuk urea bersubsidi, secara parsial variabel harga pupuk urea, variabel harga pupuk SP-36, variabel harga pupuk NPK, serta variabel luas lahan signifikan pada permintaan pupuk urea bersubsidi, sedangkan variabel harga gabah padi tidak berpengaruh nyata terhadap permintaan pupuk urea bersubsidi. Hasil dari tujuan kedua yaitu dalam mendapatkan pupuk urea bersubsidi di Kecamatan Anjir Pasar masih terdapat kendala.Kata kunci: permintaan, subsidi pupuk

Page 1 of 2 | Total Record : 12