cover
Contact Name
Ahmad Yousuf Kurniawan
Contact Email
frontbiz@ulm.ac.id
Phone
+6281211109125
Journal Mail Official
frontbiz@ulm.ac.id
Editorial Address
Program Studi Agribisnis, Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat Jl. Jend. Ahmad Yani Km. 36, Banjarbaru, Kalimantan Selatan 70714, Indonesia
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Frontier Agribisnis
ISSN : -     EISSN : 30481260     DOI : https://doi.org/10.20527/frontbiz
Frontier Agribisnis adalah jurnal yang dikelola Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat. Tema jurnal ini mencakup agribisnis secara umum, meliputi: analisis penyediaan input pertanian, analisis usaha tani dan perkebunan, analisis pengolahan dan pemasaran hasil pertanian, penyuluhan dan komunikasi pertanian, pemberdayaan masyarakat, dan analisis kebijakan pertanian. Terbit 4 kali dalam satu tahun (Maret, Juni, September dan Desember).
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2019)" : 20 Documents clear
Analisis Efisiensi Ekonomi Penggunaan Faktor Produksi terhadap Produksi Padi Unggul di Desa Penggalaman Kecamatan Martapura Barat Kabupaten Banjar Ambiya Noor; Muhammad Husaini; Abdullah Djafar
Frontier Agribisnis Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i2.782

Abstract

Usahatani padi sawah merupakan usahatani yang banyak dilakukan oleh masyarakat Kalimantan selatan. Padi sawah merupakan komoditi penting. Untuk meningkatkan produktivitas padi sawah, maka digunakan varietas padi unggul. Salah satu varietas unggul yang bisa ditanam di lahan rawa lebak dangkal dan beririgasi adalah varietas Ciherang. Dalam berusahatani padi sawah terdapat keterbatasan biaya dan jumlah input yang menjadi permasalahan yang dialami oleh petani. Untuk itu petani harus efisien dalam penggunaan input dan biaya. Tujuan dari penelitian ini pertama, untuk mengetahui pengaruh penggunaan faktor lahan, tenaga kerja, pupuk anorganik, benih dan insektisida terhadap produksi. Kedua, untuk mengetahui ifaktorl iinefisiensi rteknis, umurl, pengalamanl berusahatani padi unggul, jumlah tanggungan dan lama pendidikan yang berpengaruhi iterhadap inefisiensil teknis usahatanil padi sawah varietas Ciherang. Ketiga, tingkat efisiensi teknis, alokatif dan ekonomi dari penggunaan faktor-faktor produksi. Jenis data yang dikumpulkan berupa data primer dan data sekunder.  Jumlah sampel sebanyak 30 orang petani responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang berpengaruh terhadap produksi padi Ciherang dengan metode OLS adalah faktor lahan dan benih dengan koefisien masing-masing sebesar 0,679 dan 0,343. Sedangkan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap produksi batas (frontier) adalah lahan, tenaga kerja, benih dan insektisida dengan koefisien sebesar 0,644, 0,323, 0,348 dan 0,231. Faktor umur dan tingkat pendidikan berpengarruh negatif terghadap inefisiensi teknis dengan koefisien masing-masing sebesar 0,026 dan 0,106 sedangkan pengalaman berusahatani padi unggul berpengaruh positif, dengan koefisien sebesar 0,039. Petani yang mencapai tingkatk efisiensi teknis sebanyak 40%, efisiensi alokatifg sebanyak 3% dan efisiennsi ekonomii tidak ada yang mencapai tingkat efisiensi. Sehingga secara keseluruhan usahatani padi Ciherang di Desa Penggalaman belum efisien.Kata kunci: efisiensi ekonomi, faktor produksi, inefisiensi teknis, MLE, OLS
Analisis Efisiensi Pemasaran Jeruk Siam di Desa Mahang Sungai Hanyar Kecamatan Pandawan Kabupaten Hulu Sungai Tengah Rahmah Hidayah; Muhammad Husaini; Umi Salawati
Frontier Agribisnis Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i2.808

Abstract

Jeruk siam merupakan jenis jeruk yang cukup banyak mendapat perhatian dibandingkan dengan jenis jeruk yang lain. Desa Mahang Sungai Hanyar merupakan salah satu desa dengan produksi jeruk siam tertinggi diantara desa yang lain di Kecamatan Pandawan Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Salah satu aspek yang berperan penting dalam usahatani jeruk siam yaitu pemasaran. Dalam pemasaran jeruk siam yang perlu diperhatikan yaitu efisiensi, selain hal tersebut dalam pemasaran jeruk juga banyak pihak yang terlibat sehingga membentuk saluran pemasaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui saluran pemasaran, lembaga pemasaran yang terlibat, fungsi pemasaran, margin pemasaran, farmer’s share, rasio keuntungan dan efisiensi pemasaran. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dengan cara wawancara dengan 30 responden dan kepada lembaga pemasaran yang terlibat menggunakan snowball sampling sedangkan data sekunder diperoleh dari Dinas Instansi terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa saluran pemasaran terdiri dari 6 saluran yang terbentuk (petani pedagang keliling– konsumen, petani pasar desa-konsumen, petani – pedagang pengecer – konsumen pasar desa, petani – pedagang pengecer – konsumen pasar barabai, petani – pedagang besar – pedagang pengecer – konsumen, dan petani – pedagang pengumpul, pedagang pengecer– konsumen). Saluran yang paling banyak dipilih oleh petani adalah saluran II dengan presentase 42,86%. Lembaga pemasaran yang terlibat yaitu petani, pedagang besar, pengumpul dan pengecer. Fungsi pemasaran yaitu fungsi pertukaran (penjualan dan pembelian), fungsi fisik (sortasi, penyusutan, pertukaran, dan pengepakkan) dan fungsi fasilitas (retribusi dan penanggungan resiko). Saluran pemasaran yang efisien berdasarkan analisis margin, farmer’s share dan rasio keuntungan yaitu saluran IIA dengan nilai margin sebesar Rp.2.629/kg, farmer’s share sebesar 72%, dan rasio keuntungan sebesar 2,17%.Kata kunci : saluran pemasaran, margin, efisiensi pemasaran
Analisis Permintaan Daging Sapi di Provinsi Kalimantan Selatan Ikka Mayrani; Yudi Ferrianta; Hairi Firmansyah
Frontier Agribisnis Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i2.798

Abstract

Di Indonesia konsumsi daging sapi terus mengalami peningkatan. Sementara, produksi sapi potong di Provinsi Kalimantan Selatan pada tahun 2016 sebesar 6.747.539 kg dari produksi sebelumnya di tahun 2015 sebesar 6.859.529 kg. Penurunan produksi sapi potong disebabkan oleh kebiasaan peternak yang hanya menjual sapi mereka untuk dipotong saat keperluan mendesak saja, oleh karena itu produksi daging sapi lokal sendiri masih belum tercukupi. Sementara itu, menurut data yang dihimpun dari Dinas Perkebunan Dan Peternakan Provinsi Kalimantan Selatan selama kurun waktu 2012-2016 konsumsi daging sapi tiap tahun juga mengalami penurunan. Hal tersebut disebabkan oleh masyarakat di Kalimantan Selatan membatasi konsumsi daging sapi dan hanya pada hari-hari besar tertentu. Meskipun konsumsi daging sapi di Kalimantan Selatan rendah, produksi daging sapi masih belum dapat mencukupi kebutuhan daging sapi lokal. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor yang memengaruhi permintaan konsumen terhadap permintaan daging sapi di Provinsi Kalimantan Selatan, serta menganalisis elastisitas permintaan daging sapi di Provinsi Kalimantan Selatan. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder kuantitatif dengan model runtut waktu yang terdiri dari Tahun 2003 hingga Tahun 2018. Berdasarkan hasil perhitungan variasi permintaan daging sapi di Provinsi Kalimantan Selatan didapat sebesar 86% yang berarti variasi permintaan daging sapi di Kalimantan Selatan dapat dijabarkan oleh variabel bebas yang ada pada penelitian ini yaitu harga daging sapi, harga daging ayam ras, harga telur ayam, dan pendapatan per kapita, sedangkan angka sebesar 14% merupakan penegasan faktor lain yang tidak terdapat pada model persamaan. Pengujian secara parsial menunjukan bahwa variabel harga daging ayam ras, harga telur ayam ras, dan pendapatan per kapita masyarakat Kalimantan Selatan berpengaruh secara nyata terhadap permintaan daging sapi, sedangkan variabel harga daging sapi tidak berpengaruh secara nyata terhadap permintaan daging sapi. Nilai elastisitas permintaan daging sapi di Provinsi Kalimantan Selatan terhadap variabel harga daging sapi, variabel harga ayam ras, variabel harga telur, dan variabel pendapatan bernilai in-elastis.Kata kunci: daging sapi, analisis permintaan, elastisitas
Tataniaga Nanas Tamban di Desa Mekarsari Kecamatan Mekarsari Kabupaten Barito Kuala Ariska Widia Setiarini; Abdullah Djafar; Sadik Ikhsan
Frontier Agribisnis Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i2.803

Abstract

Nanas merupakan salah satu buah memiliki prospek bagus untuk dikembangkan karena mudah untuk dibudidayakan, digemari masyarakat dan dapat diolah menjadi macam variasi olahan. Berdasarkan data dari BPS, Barito Kuala adalah salah satu kabupaten dengan produksi nanas paling banyak di Kalimantan Selatan dengan produksi sebanyak 152.771 kwintal/tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui saluran pemasaran, biaya, margin, keuntungan, farmer share, efisiensi ekonomis dan teknis serta rasio keuntungan atas biaya. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode survey menggunakan teknik wawancara dan kuosioner sebagai alat bantu. Berdasarkan hasil penelitian saluran yang paling dominan adalah saluran II dengan omzet pemasaran sebesar 62,91 % dengan jumlah buah terbanyak berdasarkan kriteria adalah grade B sebesar 54,22 % untuk saluran I, 51,03 % pada saluran II dan 59,65 % pada saluran III. Untuk total biaya paling besar pada saluran II Rp 699,36 dan biaya terkecil saluran I adalah sebesar Rp 295,7. Margin dan keuntungan pada saluran I berturut turut adalah Rp 1.876,5 dan Rp 1550,8 untuk grade A, Rp 1.479,5 dan Rp 1183,8 untuk grade B, serta Rp 1.246 dan Rp 950,3 untuk grade C. Untuk saluran II margin dan keuntungan adalah Rp 4.143 dan Rp 3.444 untuk grade A, grade B sebesar Rp 3.474 dan 2.775, sedangkan untuk grade C adalah Rp 2.584 dan Rp 1.885. Sedangkan untuk saluran III margin dan keuntungan berturut-turut adalah Rp 1029,4 dan  Rp 500 untuk grade A, dan Rp 1.196,4 dan  Rp 667 untuk grade B. Share petani (farmer share)  yang paling baik terdapat pada pada saluran I untuk grade A, B, dan C adalah 100 %. Efisiensi ekonomis yang paling baik pada saluran I adalah 4,10 untuk grade A, 5,91 untuk grade B dan 8,30 untuk grade C, Untuk nilai efisiensi teknis yang paling baik adalah saluran III yaitu 12,0. Saluran yang disarankan adalah saluran I karena unggul dalam beberapa hal seperti margin cukup kecil, farmer share yang paling baik, dan nilai efisiensi ekonomis yang kecil.Kata kunci: nanas tamban, tataniaga, saluran tataniaga, margin, marketing
Tingkat Pasrtisipasi Petani dalam Memanfaatkan Limbah Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) di Kabupaten Tanah Laut Linda Putri Dewi; Luthfi Fatah; Rifiana Rifiana
Frontier Agribisnis Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i2.783

Abstract

Limbah Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) merupakan limbah padat yang dihasilkan oleh industri perkebunan kelapa sawit dan memiliki tingkat ketersediaan yang berlimpah setiap tahunnya, sehingga penanganan limbah yang tepat harus dilakukan agar tidak berdampak terhadap lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Tingkat Partisipasi Petani dalam memanfaatkan limbah TKKS dan mengetahui cara yang dilakukan petani dalam memanfaatkan limbah TKKS serta mengetahui permasalahan yang dihadapi petani dalam memanfaatkan limbah TKKS. Responden adalah 45 orang petani perkebunan kelapa sawit sawit yang diambil secara proportioned random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  Tingkat Partisipasi Petani dalam memanfaatkan limbah Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) di Kabupaten Tanah Laut dalam kategori tinggi, dengan nilai TPP sebesar 84,67%. Hal ini menandakan petani perkebunan kelapa sawit di lokasi tersebut memiliki partisipasi tinggi dalam pemanfaatan limbah TKKS. Pemanfaatan limbah TKKS dilakukan dengan 2 cara yaitu secara langsung maupun tidak langsung oleh perusahaan. Pemanfaatan secara langsung dengan memanfaatkan TKKS menjadi mulsa yang bermanfaat untuk kelembaban tanah dan tanaman sedangkan pemanfaatan tidak langsung diolah menjadi pupuk kompos sebelum diberikan ke perkebunan kelapa sawit. Permasalahan yang dihadapi petani kelapa sawit dalam memanfaatkan limbah TKKS yaitu kurangnya lahan untuk proses komposting, selain itu pemberian pupuk kompos TKKS ke perkebunan kelapa sawit terkadang tidak sesuai dengan target waktu yang telah ditentukan, dikarenakan kurangnya kedisiplinan petani dalam aspek waktu.Kata kunci : tadan kosong kelapa sawit, tingkat partisipasi petani, pupuk kompos
Analisis Rantai Pasok dan Pemasaranan Komoditas Bayam (Amaranthus Sp) di Kelurahan Guntung Payung Kecamatan Landasan Ulin Kota Banjarbaru Winda Noor Amalia; Masyhudah Rosni; Muhammad Husaini
Frontier Agribisnis Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i2.801

Abstract

Kelurahan guntung payung sebagai salah satu daerah pertanian di kota Banjarbaru, selain itu salah satu daerah yang memproduksi sayuran, juga salah satu daerah mengkonsumsi sayuran, sehingga rantai pasok dan pemasaranan sayuran menjadi hal yang sangat penting untuk di analisis, agar tingkat ketahan pangan di Kelurahan ini dapat terjaga dan dapat di tingkatkan. Tujuan dilaksanakannya penelitian ini adalah untuk mengetahui sistem rantai pasok dan sistem pemasaranan komoditas sayuran bayam. Metode penarikan contoh dengan proportionated random sampling dan snowball sampling. Analisis data yang digunakan analisis kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan konsumen melakukan pembelian 3 - 4 kali seminggu, menyediakan produk dengan benar dapat tergambar dengan karakteristik petani yang sangat baik, setiap rantai pemasaranan sudah memiliki fungsi sebagai mana mestinya mulai dari petani sebagai produsen, pedagang pengumpul, hingga pengecer, logistik dan distribusi yang memadai sudah berjalan dengan baik, komunikasi dan informasi yang masih belum lancar, hubungan yang efektif antar pelaku rantai pasok terdapat lima sub sistem dalam sistem agribisnis, yaitu mulai dari sub-sistem hulu, sub-sistem usahatani, sub-sistem hilir, sub-sistem pemasaranan dan sub-sistem penunjang. Saluran pemasaranan komoditas sayuran bayam memiliki 4 saluran pemasaranan. Saluran 1, margin yang diperoleh Rp 1.500 /ikat, bagian harga yang diterima petani sebesar 100%, pada saluran ini tidak ada lembaga pemasaran. Saluran 2, margin yang diperoleh Rp 250 /ikat, bagian harga yang diterima petani sebesar 83,33%, sedangkan keuntungan yang diterima pedagang pengumpul sebesar Rp 172,42 /ikat. Saluran 3, margin yang diperoleh Rp 1.750 /ikat, bagian harga yang diterima petani sebesar 41,67%, sedangkan keuntungan yang diterima lembaga pemasaranan (pedagang pengumpul sebesar Rp 172,42 /ikat dan pedagang sayur keliling sebesar Rp 1.300 /ikat). Saluran 4, margin yang diperoleh Rp 750 /ikat, bagian harga yang diterima petani sebesar 62,50%, sedangkan keuntungan yang diterima lembaga pemasaranan (pedagang pengumpul sebesar Rp 172,42 /ikat dan pedagang lapak tetap sebesar Rp 280,71 /ikat).Kata kunci: rantai pasok, pemasaranan, bayam, guntung payung
Kepuasan Petani terhadap Kinerja Penyuluh Pertanian di Kelurahan Guntung Manggis Kecamatan Landasan Ulin Kota Banjarbaru Yurika Afrilia Anzar; Mariani Mariani; Muhammad Husaini
Frontier Agribisnis Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i2.781

Abstract

Selama ini pedoman dan panduan yang telah ditetapkan pemerintah tidaklah selalu selaras dengan kinerja yang dilakukan oleh penyuluh. Penyuluh kadang tidak selalu mengetahui aturan yang harus dipedomani sebagai panduan kerja di lapangan. Sehingga dalam menyusun prioritas kerja dan melaksanakan kegiatan penyuluhan yang penting bagi petani, penyuluh sering bias. Begitu juga halnya yang terjadi di Kelurahan Guntung Manggis. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi atribut kualitas pelayanan berdasarkan tingkat kepentingan dan tingkat kinerja penyuluh berdasarkan penilaian petani, menganalisis tingkat kepuasan petani berdasarkan atribut kualitas pelayanan penyuluh pertanian dan merumuskan rekomendasi yang dapat digunakan untuk mempertahankan dan meningkatkan atribut kualitas pelayanan penyuluh pertanian dalam memberikan kepuasan petani di Kelurahan Guntung Manggis Kecamatan Landasan Ulin. Populasi penelitian ini adalah 9 kelompok tani yang berjumlah 179 petani, dari jumlah tersebut diambil 20%. Sehingga diperoleh sampel sebanyak 38 orang, dengan teknik pengambilan sampel simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, jika dilihat dari median skor yang diperoleh, atribut kualitas pelayanan berdasarkan tingkat kepentingan menurut penilaian petani diperoleh sebesar 4,16 dengan kategori penting. Sementara atribut kualitas pelayanan berdasarkan tingkat kinerja penyuluh pertanian menurut penilaian petani diperoleh skor sebesar 3,33 dengan kategori cukup puas. Tingkat kepuasan petani berdasarkan atribut kualitas pelayanan penyuluh pertanian secara keseluruhan adalah sebesar 67,67%, dengan rentang nilai 61%-80% dengan kategori puas. Berdasarkan hal tersebut mengidentifikasikan bahwa atribut kualitas pelayanan yang ada sudah sesuai dengan kepentingan petani, sehingga petani merasa puas terhadap kinerja yang telah dilakukan oleh penyuluh. Rekomendasi yang dapat digunakan untuk mempertahankan dan meningkatkan kualitas pelayanan penyuluh pertanian dalam memberikan kepuasan petani dengan memprioritaskan atribut melakukan kunjungan dan pelatihan secara rutin (V4), pengadaan sarana dan prasarana yang memang dibutuhkan petani (V5), menyampaikan berita terbaru tentang pasar (V9), menghadapi masalah yang timbul dengan cepat (V12), ikut serta dalam pengambilan keputusan untuk menjalin kerjasama (V14) dan kemampuan dalam mengetahui permasalahan di lapangan (V17).Kata kunci: atribut, kinerja, kepuasan
Posisi Label Halal dalam Keputusan Konsumen pada Pembelian Mie Instan di Segmen Remaja Miftahul Jannah; Djoko Santoso; Muhammad Fauzi
Frontier Agribisnis Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i2.822

Abstract

Dalam menciptakan produk yang ideal bagi konsumen dan meningkatkan nilai keuntungan maka  produsen atau pelaku usaha perlu mengetahui faktor apa saja yang menjadi pertimbangan konsumen dalam membeli produk mie instan. Dengan menganalisis variabel dalam pemilihan produk mie instan di segmen remaja diharapkan mampu mendapatkan kombinasi atribut yang ideal bagi konsumen dan bagi produsen untuk lebih keratif dalam membuat produk baru mie instan. presepsi dan selera konsumen berbeda-beda sehingga perlu dilakukan kombinasi atribut. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis faktor yang menjadi pertimbangan konsumen dalam membeli produk mie instan. sehingga jika sudah diketahui faktor apa saja yang berpengaruh maka posisi label halal yang merupakan salah satu dari atribut produk akan terlihat kontribusinya. Penelitian dan penulisan skripsi ini dilaksanakan pada bulan September 2018 sampai dengan bulan Februari 2019. Metode penelitian menggunakan metode kuesioner. Dalam menentukan banyak nya sampel digunakan metode penarikan contoh acak sederhana. Sampel diambil sebanyak 20 % dari jumlah populasi 432 orang mahasiswa Jurusan Agribisnis. Analisis data yang digunakan adalah analisi faktor. Analisis faktor adalah teknik untuk menyederhanakan variabel menjadi faktor baru yang lebih sedikit tanpa mengurangi informasi yang terkandung. Hasil analisis faktor menunjukan presepsi remaja dalam melakukan pembelian terhadap produk mie instan adalah faktor variasi, label, popularitas, fisik dan harga. Berdasarkan pemetaan presepsi, faktor label yang memiliki anggota label halal dan keterangan kadaluarsa memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap pengambilan keputusan dalam pembelian produk mie instan.Kata kunci:presepsi, variabel, atribut,analisis faktor
Analisis Efisiensi Alokatif Usahatani Padi (Oryza sativa) Lokal di Lahan Rawa Pasang Surut Kecamatan Aluh-Aluh Kabupaten Banjar Susilawati Susilawati; Sadik Ikhsan; Artahnan Aid
Frontier Agribisnis Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i2.786

Abstract

Provinsi Kalimantan Selatan merupakan provinsi yang memiliki lahan rawa pasang surut cukup luas yang sebagian besarnya berlokasi di Kabupaten Barito Kuala dan di Kabupaten Banjar, gabungan dari keduanya adalah 87,61% dari luasan lahan rawa pasang surut yang ada di Kalimantan Selatan. Pemanfaatan lahan marginal pada lahan pasang surut dinilai cukup potensial untuk pengembangan pertanian tanaman pangan terutama padi dengan melalui penerapan teknologi, sistem pengelolaan dan penggunaan faktor yang tepat. Tujuan dari penelitian inii yaitu untuk menganalisis jumlah penggunaan faktor produksi (luas lahan,  jumlah benih, jumlah pupuk, jumlah pestisida cair, tenaga kerja dalam keluarga and tenaga kerja luar kaluarga) pada usahatani padi lokal; untuk menganalisis pengaruh penggunaan faktor produksi (luas lahan, jumlah benih, jumlah pupuk, jumlah pestisida cair, tenaga kerja dalam keluarga and tenaga kerja luar kaluarga) pada usahatanii dengan analisis regresi linier berganda yaitu model fungsi Cobb-Douglas; dan untuk menganalisis kondisi efisiensi alokatif (efisiensi harga) faktor produksi yang digunakan petani dengan menggunakan analisis NPMxi = Pxi. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Bunipah and Desa Aluh-aluh Kecil Kecamatan Aluh-aluh Kabupaten Banjar yang ditentukan secara purposive. Sebanyak 60 orang petani padi lokal diambil sebagai sampel menggunakan metode proportioned random sampling. Dari penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata faktor produksi yang digunakan petani sampel yaitu pada faktor produksi luas lahan sebesar 1,54 ha/usahatani, benih 13,35 kg/usahatani,  pupuk 125,58 kg/usahatani, pestisida cair 5,12 liter/usahatani, TKDK 87,65 HOK/usahatani, dan TKLK 105,42 HOK /usahatani. Faktor produksi yang berpengaruh secara nyata pada tingkat kepercayaan (α = 0,01) adalah faktor produksi luas lahan, pestisida cair dan tinaga kerja dalam keluarga. Pada uji efisiensi alokatif menunjukkan faktor produksi luas lahan dengan nilai Ki = 2,61 yang artinya belum efisien begitu juga dengan faktor produksi pestisida cair nilai Ki = 9,55 yang artinya belum efisien karena nilai Ki > 1. Sedangkan faktor produksi tenaga kerja dalam keluarga nilai Ki = -0,305 yang artinya penggunaan faktor produksi tidak efisien karena nilai Ki < 1.Kata kunci: efisiensi alokatif, fungsi regresi linier berganda, model fungsi Cobb-Douglas
Analisis Pendapatan Usaha Industri Gula Aren Skala Rumah Tangga di Desa Lobang Baru, Kecamatan Pengaron, Kabupaten Banjar Hamzah Asadulloh Al-Ahmady; Abdussamad Abdussamad; Hairin Fajeri
Frontier Agribisnis Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i2.802

Abstract

Pengembangan produk pertanian di Indonesia berpotensi menjadi salah satu solusi mengatasi dampak krisis ekonomi global. Aren (Arrenga pinnata Merr.) merupakan tanaman yang mempunyai potensi nilai ekonomi yang tinggi, salah satunya ialah air nira yang diolah menjadi produk gula aren. Industri gula aren yang ada di Desa Lobang Baru Kecamatan Pengaron Kabupaten Banjar telah diusahakan secara turun temurun. Industri gula aren tersebut masih dalam skala rumah tangga dengan menggunakan peralatan yang masih sederhana dalam proses pengolahannya dan kurangnya memperhatikan manajemen usaha. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis biaya, penerimaan, pendapatan, keuntungan dan kelayakan usaha industri gula aren skala rumah tangga serta mengetahui permasalahan yang dihadapi pengrajin gula aren di Desa Lobang Baru, Kecamatan Pengaron, Kabupaten Banjar. Metode yang digunakan dalam pengambilan sampel penelitian ini adalah simple random sampling yaitu 15 responden pengrajin gula aren asli dan 15 responden pengrajin gula aren campur. Analisis pengolahan data pada penelitian ini adalah biaya eksplisit, biaya implisit, biaya total, penerimaan, pendapatan, keuntungan, dan kelayakan usaha. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa pengrajin gula aren asli di Desa Lobang Baru memperoleh pendapatan adalah sebanyak Rp 31.021.236,00 per enam bulan atau Rp 5.170.206,00 per bulan dan pada pengrajin gula aren campur memperoleh pendapatan sebesar Rp 29.046.773,00 per enam bulan atau Rp 4.481.129,00 per bulan. Sedangkan keuntungan yang diperoleh pengrajin gula aren asli di Desa Lobang Baru adalah sebanyak Rp 15.813.135,00 per enam bulan atau Rp 2.635.523,00 per bulan dan pada pengrajin gula aren campur memperoleh keuntungan sebanyak Rp 15.303.939,00 per enam bulan atau Rp 2.550.657,00. Dengan nilai R/C Ratio pada usaha industri gula aren asli sebesar 1,62 sedangkan pada usaha industri gula aren campur memiliki R/C ratio sebesar 1,57. Berdasarkan kriteria nilai R/C Ratio > 1 yang artinya usaha industri gula aren skala rumah tangga di Desa Lobang Baru, Kecamatan Pengaron, Kabupaten Banjar layak untuk diusahakan.Kata kunci: biaya, penerimaan, pendapatan, keuntungan dan kelayakan usaha

Page 1 of 2 | Total Record : 20