cover
Contact Name
Ahmad Yousuf Kurniawan
Contact Email
frontbiz@ulm.ac.id
Phone
+6281211109125
Journal Mail Official
frontbiz@ulm.ac.id
Editorial Address
Program Studi Agribisnis, Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat Jl. Jend. Ahmad Yani Km. 36, Banjarbaru, Kalimantan Selatan 70714, Indonesia
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Frontier Agribisnis
ISSN : -     EISSN : 30481260     DOI : https://doi.org/10.20527/frontbiz
Frontier Agribisnis adalah jurnal yang dikelola Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat. Tema jurnal ini mencakup agribisnis secara umum, meliputi: analisis penyediaan input pertanian, analisis usaha tani dan perkebunan, analisis pengolahan dan pemasaran hasil pertanian, penyuluhan dan komunikasi pertanian, pemberdayaan masyarakat, dan analisis kebijakan pertanian. Terbit 4 kali dalam satu tahun (Maret, Juni, September dan Desember).
Articles 697 Documents
Analisis Usahatani Ubi Kayu di Desa Cindai Alus, Kecamatan Martapura Kota, Kabupaten Banjar Rendy Fadillah Akbar; Hairi Firmansyah; Muhammad Husaini
Frontier Agribisnis Vol 3, No 4 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i4.1993

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui penyelenggaraan usahatani ubi kayu, menghitung besarnya biaya, penerimaan, pendapatan, keuntungan dan tingkat kelayakan serta hambatan yang di hadapi selama proses usahatani ubi kayu di Desa Cindai Alus Kecamatan Martapura Kota Kabupaten Banjar. Penelitian ini menggunakan metode survey pada kelompok tani di Desa Cindai Alus Kecamatan Martapura Kota Kabupaten Banjar yang melaksanakan budidaya ubi kayu, dengan jenis data yang digunakan berupa data primer dan sekunder. Populasi petani ubi kayu berjumlah 70 orang, dari tersebut jumlah yang diambil sebanyak 30 orang dengan teknik simpel random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diketahui penyelenggaraan usahatani ubi kayu di Cindai Alus Kecamatan Martapura Kota Kabupaten Banjar mendapatkan hasil yang baik sesuai dengan teori dan teknologi yang dianjurkan seperti cara pengolahan tanah secara guludan, penanaman yang menyesuaikan waktu, pemupukan dengan sesuai dosis anjuran, penyiangan dan penyemprotan insektisida sesuai dengan waktu masa tanamnya agar mendapatkan hasil panen yang baik sesuai. Rata-rata biaya eksplisit yang dikeluarkan sebesar Rp 17.581.541/UT dengan rata-rata luas lahan per usahatani adalah 1,05 hektar atau  Rp 16.702.464/ha. Rata-rata biaya implisit yang dikeluarkan sebesar Rp 3.054.006/UT atau Rp 2.901306/ha, maka total biaya rata-rata sebesar Rp 20.635.547/UT atau Rp 19.603.769/ha. Rata-rata penerimaan yang diperoleh sebesar Rp 49.903.333/ UT atau Rp 47.408.167/ha. Rata-rata pendapatan yang diperoleh sebesar Rp 32.321.793/UT atau Rp 30.706.703/ha, dan rata-rata keuntungan yang diperoleh sebesar Rp 29.267.767/UT atau Rp 27.804.397/ha. Hasil analisis RCR menunjukkan angka 2,47 untuk per UT dan 2,34 untuk per hektar yang artinya setiap pengeluaran Rp 1 diperoleh penerimaan sebesar  Rp 2,47 untuk  per usahatani dan 2,34 untuk per hektar, maka usahatani ubi kayu  menguntungkan dan layak untuk diusahakan. Hambatan yang dihadapi oleh dalam penyelenggaraan usahatani ubi kayu diantaranya serangan penyakit pusarium/pembusukan dari luas tanam 35 ha dengan luas panen yang rusak 3,5 ha (10%) yang disebabkan cuaca yang tidak menentu serta kekeringan di musim kemarau.Kata kunci: usahatani, ubi kayu, keuntungan, RCR
Strategi Pengembangan Usaha Pengolahan Tempe (Studi Kasus pada Usaha Industri Tempe “Bapak Machli” di Kelurahan Guntung Paikat Kecamatan Banjarbaru Selatan Kota Banjarbaru) Zuensi Praswaturera; Artahnan Aid; Mariani Mariani
Frontier Agribisnis Vol 5, No 4 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v5i4.5924

Abstract

Di Kelurahan Guntung Paikat terdapat industri pengolahan tempe yang sudah lama berdiri. Industri ini yang berperan dalam pemenuhan kebutuhan konsumsi tempe masyarakat Kota Banjarbaru. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kondisi internal dan eksternal, peluang, ancaman, kekuatan dan kelemahan, serta merumuskan strategi pengembangan usaha industri tempe di Kota Banjarbaru. Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Guntung Paikat Kecamatan Banjarbaru Selatan Kota Banjarbaru pada bulan Desember 2018 sampai Maret 2019. Lokasi penelitian dipilih secara purposive dengan pertimbangan terdapat industri pengolahan tempe yang merupakan usaha skala rumah tangga, tertua dan memiliki produksi terbanyak, dan produk tidak mudah rusak serta mampu bersaing. Berdasarkan hasil penelitian, kondisi internal industri usaha tempe Bapak Machli memiliki struktur organisasi yang tidak tetap, SDM berasal dari orang dekat, modal pribadi, dan bahan baku utama berasal dari Amerika. Kondisi eksternal pesaing memiliki kriteria yang berbeda-beda, pemasok kedelai orangnya sama, mayoritas konsumen merupakan pelanggan tetap. Faktor internal memiliki angka rata-rata sebesar 5,27 dimana di dapatkan dari penjumlahan sub total nilai tertimbang internal yaitu 4,03 + 1,24 dengan kekuatan utama dari usaha tempe ini adalah produk tempe bapak Machli memiliki ciri yang khas dan kelemahan yang dimiliki keterlibatan langsung pemilik perusahaan dalam proses produksi. Faktor eksternal memiliki angka rata-rata 2,87 yang di dapat dari penjumlahan sub total nilai tertimbang eksternal yaitu 1,16 + 1,71 dengan peluang yang kualitas kedelai yang sesuai dengan selera produsen. Selanjutnya kekuatan meliputi ketersediaan modal yang efisien, jumlah peralatan produksi yang memadai, kemampuan berproduksi tepat waktu, dan memiliki kualitas produksi yang baik dan selalu di pertahankan. Kelemahan meliputi tidak adanya promosi, karyawan yang sedikit serta keterlibatan langsung pemilik usaha pada proses produksi. Peluang yang dimiliki usaha Industri tempe yaitu kemungkinan daya beli masyarakat terus meningkat, kebiasaan masyarakat dalam mengkonsumsi tempe sebagai lauk atau produk komplementer, peningkatan pertumbuhan penduduk yang akan menambah jumlah permintaan terhadap produk tempe, teknologi modern dapat meningkatkan produktifitas. Untuk ancaman yang dihadapi yaitu tingginya tingkat bunga pinjaman, terdapat UU Perpajakan untuk industri pengolahan, adanya ketidak stabilan politik nasional, tingkat urbanisasi berpengaruh terhadap jumlah pelanggan tetap, perubahan gaya hidup untuk mengkonsumsi makanan cepat saji dan junkfood.total Rp1.250/kg dan share 82,76%. Adapun rata-rata biaya pada saluran II yaitu sebesar Rp 479,51/kg keuntungan Rp479,51/kg margin total Rp1.100/kg dan share 86,25%.
Kepuasan Petani Padi terhadap Kinerja Penyuluh Pertanian di Desa Makmur Kecamatan Gambut Kabupaten Banjar Samsul Bahrul; Eka Radiah; Mariani Mariani
Frontier Agribisnis Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i3.10317

Abstract

Pembangunan pertanian mempunyai peranan yang penting dalam perekonomian nasional karena selain sebagai lapangan pekerjaan yang terbanyak juga mampu sebagai penyedia bahan pangan masyarakat. Pembangunan pertanian akan sesuai harapan apabila perangkat pembangunan pertanian tersebut bisa termanfaatkan secara efektif. Salah satu perangkat pembangunan pertanian ini adalah kehadiran penyuluh pertanian. Kehadiran penyuluh pertanian ini merupakan salah satu faktor pendorong terjadinya peningkatan produksi pertanian khususnya tanaman padi. Oleh karena itu, kinerja seorang penyuluh dalam melaksanakan tugasnya kepada masyarakat tani menjadi sangat penting dalam pelaksanaan pembangunan pertanian tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat kepuasan petani terhadap kinerja penyuluh pertanian di Desa Makmur Kecamatan Gambut. Metode penelitian dilakukan secara survei dengan jumlah sampel sebanyak 41 orang. Pengambilan sampel dilakukan secara Proportionated random sampling. Perhitungan kinerja dan tingkat kepuasan masyarakat menggunakan alat analisis IPA (Important Performance Analysis). Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat kepuasan petani terhadap kinerja penyuluh sebesar 0.84 yang berarti termasuk kategori sangat puas.
Peran Ketua Kelompok Tani dan Penyuluh Pertanian dalam Penyusunan Rencana Definitive Kelompok dan Rencana Definitive Kebutuhan Kelompok di Kecamatan Karang Intan Khairiana Khairiana; Abdussamad Abdussamad; Muhammad Husaini
Frontier Agribisnis Vol 6, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i3.7817

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran ketua kelompok tani dan peran Penyuluh Pertanian Lapangan dalam penyusunan Rencana Definitive Kelompok (RDK) dan penyusunan Rencana Definitive Kebutuhan Kelompok (RDKK). Penelitian ini menggunakan metode survei, metode penarikan contoh yang digunakan adalah Teknik stratified proposional random sampling, dengan jumlah sampel yang diambil dari ketua kelompok tani sebanyak 20 orang dan Penyuluh Pertanian Lapangan sebanyak 20 orang sehingga total responden yang di ambil 40 orang. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan hasil peran ketua kelompok tani dalam penyusunan RDK dan RDKK dengan kriteria cukup berperan dan peran Penyuluh Pertanianan Lapangan sangat berperan dalam penyusunan RDK dan RDKK. Berdasarkan hasil uji t diperoleh t hitung untuk peran Penyuluh Pertanian Lapangan dalam perencanaan RDK Ho ditolak dan Hi diterima, untuk pelaksanaan RDK sebesar 3,484 dan diperoleh t (95 %: 20) sebesar 1,729 Karena t hitung lebih besardari t tabel, maka Ho ditolak dan Hi diterima dan untuk evaluasi RDK sebesar 11,543 dan diperoleh t (95 %: 20) sebesar 1,729 Karena t hitung lebih besar dari t tabel, maka Ho ditolak dan Hi diterima dan untuk peran Penyuluh Pertanian Lapangan dalam perencanaan RDKK sebesar 32,013 dan diperoleh t (95 %: 20) sebesar 1,729 Karena t hitung lebih besar dari t tabel, maka Ho ditolak dan Hi iterima, untuk pelaksanaan RDKK sebesar –15,103 dan diperoleh t (95 %: 20) sebesar 1,729 Karena t hitung lebih kecil dari t tabel, maka Ho diterima dan Hi ditolak dan untuk evaluasi RDKK sebesar 29,388 dan diperoleh t (95 %: 20) sebesar 1,729 Karena t hitung lebih besar dari t tabel, maka Ho ditolak dan Hi diterima.
ANALISIS FINANSIAL CABANG USAHATANI TOMAT DI DESA TELAGA LANGSAT KECAMATAN TELAGA LANGSAT KABUPATEN HULU SUNGAI SELATAN Noorhalimah Noorhalimah; Yusuf Azis; Usamah Hanafie
Frontier Agribisnis Vol 2, No 4 (2018)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v2i4.666

Abstract

Secara geografis Kalimantan Selatan merupakan dataran tinggi yang sangat cocok untuk dilakukan budidaya tanaman hortikultura. Salah satu komoditas yang hampir dibudidayakan diseluruh wilayah Kalimantan Selatan secara umum dan Kabupaten Hulu Sungai Selatan secara khusus adalah tanaman tomat. Buah tomat sebagai salah satu komoditas sayuran yang mempunyai prospek pemasaran yang cerah. Dari segi harga, buah tomat memiliki potensi pasar yang baik karena harga yang terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat, sehingga membuka peluang yang lebih besar terhadap serapan pasar. Perubahan kuantitas produksi dan perubahan harga merupakan faktor yang mempengaruhi besar kecilnya pendapatan petani tomat di Kecamatan Telaga Langsat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyelenggaraan cabang usahatani tomat, mengetahui besarnya biaya,penerimaan, pendapatan dan keuntungan yang diterima oleh petani dalam berusahatani tomat dan untuk mengetahui kendala yang dihadapi petani dalam penyelenggaraan cabang usahatani tomat di Desa Telaga Langsat Kecamatan Telaga Langsat Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Dalam penelitian ini digunakan data primer dan data sekunder. Jumlah sampel responden diambil sebanyak 30 orang petani dari 116 populasi pada semua kelompok tani yang ada dengan menggunakan metode pengambilan sampel secara proportionated random sampling. Berdasarkan hasil penelitian penyelenggaraan cabang usahatani tomat meliputi pengolahan tanah, penyemaian, penanaman, pemasangan ajir, perawatan tanaman dan panen. Biaya yang dikeluarkan keseluruhan oleh petani dalam cabang usahatani tomat sebesar Rp 10.697.272,- per usahatani per musim tanam, dengan penerimaan sebesar Rp 34.530.000,- per usahatani per musim tanam, pendapatan petani cabang usahatani tomat Rp 26.969.728,- per usahatani per musim tanam serta keuntungan yang diperoleh petani sebesar Rp 23.832.728,- per usahatani per musim tanam. Dalam hal ini maka dapat disimpulkan bahwa cabang usahatani tomat yang diusahakan menguntungkan. Kendala/permasalahan yang dihadapi petani cabang usahatani tomat yaitu adanya serangan hama penyakit yaitu kutu kebul, ulat grayak, layu dan busuk buah serta minimnya modal dalam pengadaan biaya sarana produksi.Kata kunci: penyelenggaraan, biaya, penerimaan, pendapatan, keuntungan
ANALISIS NILAI TAMBAH DAN STRATEGI PEMASARAN INDUSTRI COKELAT BATANGAN (STUDI KASUS UMKM ABBA COKELAT DI KOTA BANJARBARU) Yolanda Citra Dewi; Yudi Ferrianta; Muhammad Husaini
Frontier Agribisnis Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v4i1.2628

Abstract

UMKM Abba Cokelat merupakan salah satu industri yang bergerak pada bidang kakao di Kota Banjarbaru yang telah dirintis sejak lima tahun yang lalu. Sebagai produsen pengolahan cokelat, UMKM tersebut mengolah cokelat balok menjadi coklat batangan dengan variasi jenis dan rasa.  Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui nilai tambah yang diperoleh dari pengolahan cokelat balok menjadi cokelat batangan dengan menggunakan metode Hayami dan untuk mengetahui strategi pemasaran dengan menggunakan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan input sebesar 6 kg/hari diperoleh output sebesar 5,25 kg/hari atau 150 pcs/hari, dengan harga produk Rp 300.000/kg diperoleh nilai tambah sebesar Rp 79.949/hari dengan rasio nilai tambah sebesar 30%. Keuntungan yang diperoleh sebesar Rp 58.995,33/hari, dengan rasio keuntungan sebesar 22%.  Balas jasa pemilik faktor produksi tenaga kerja dan sumbangan input lain masing-masing sebesar 9% dan 64%, sehingga keuntungan perusahaan sebesar 27%. Berdasarkan hasil analisis SWOT strategi pemasaran yang dilakukan berupa strategi agresif dengan lebih fokus pada strategi SO (Strength and Opportunities) yaitu menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang yang ada dengan kegiatan meningkatkan kualitas, kuanlitas serta mempertahankan kualitas produk untuk mempertahankan pelanggan dan pemasaran yang lebih luas, serta mengoptimalkan saluran distribusi untuk memperluas pemasaran.Kata kunci: cokelat, nilai tambah, strategi pemasaran 
Motivasi Petani Menanam Tanaman Sengon ( Paraserianthes falcataria L. Nelson) di Kecamatan Kahayan Hilir Kabupaten Pulang Pisau Kalimantan Tengah Haryogi Muliandri; Muhammad Husaini; Masyhudah Rosni
Frontier Agribisnis Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v5i1.5972

Abstract

Motivasi adalah suatu proses psikologis yang dapat mencerminkan interaksi antara sikap, kebutuhan, persepsi dan keputusan yang terjadi pada diri petani. Kekuatan motivasi dapat digambarkan melalui motif, dan harapan petani. Motif merupakan faktor pendorong petani untuk melakukan tindakan. Tujuan penelitian mengetahui motivasi petani dan mengidentifikasi permasasalahan yang dihadapi petani dalam menanam tanaman sengon. Penelitian ini menggunakan metode survei. Jumlah sampel penelitian sebanyak 30 petani dari total populasi 118 petani sengon. Untuk mengetahui tujuanbsatu dan dua, digunakan analisis deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian, motivasi petani menanam tanaman sengon terbagi kedalam dua bagian yaitu motivasi ekonomi dan sosial. Motivasi ekonomi termasuk dalam kategori tinggi dengan skor yang diperoleh sebesar 84.86% dari skor ideal. Dengan menanam sengon dapat meningkatkan pendapatan petani, meskipun setelah berumur 6-7 tahun setelah tanam dan ada jaminan harga sengon karena sudah ada pebrik pengolahan.  Hal yang sama dengan motivasi sosial, dengan skor yang diperoleh sebesar  92.86% dari skor ideal.  Dengan menanam sengon petani dapat berinteraksi terhadap sesama petani dan masyarakat sekitar, selain itu juga mendapatkan pembinaan dari pemerintah. Permasalahan utama dalam menanam sengon adalah kebakaran lahan, berikutnya hama tupai, keterbatasan modal dan tidak adanya kredit usaha dari pemerintah.
Preferensi Konsumen Warga Kota Banjarmasin terhadap Tanaman Keladi Hias (Caladium) Siti Elyana Chandra; Masyhudah Rosni; Luki Anjardiani
Frontier Agribisnis Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i3.10349

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kategori dari tiap-tiap atribut tanaman keladi hias yang menjadi preferensi konsumen di Kota Banjarmasin menggunakan chi-square dan menganalisis urutan atribut tanaman keladi hias yang paling dipertimbangkan konsumen di Kota Banjarmasin menggunakan model sikap multi-atribut fishbein. Metode penarikan contoh yang digunakan adalah accidental sampling, diperoleh sampel sebanyak 50 responden. Metode pengumpulan data dengan wawancara menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman keladi hias yang menjadi preferensi konsumen di Kota Banjarmasin ialah tanaman keladi hias dengan warna daun hijau-merah, bentuk daun hati, jumlah daun 4-6, corak daun splash, menggunakan wadah pot, ukuran tanaman sedang (15-30 cm), dan harga tanaman Rp15.000,00-Rp50.000,00. Sedangkan urutan atribut yang paling dipertimbangkan yaitu corak daun, warna daun, harga tanaman, jumlah daun, ukuran tanaman, bentuk daun, dan wadah yang digunakan.
Tingkat Pasrtisipasi Petani dalam Memanfaatkan Limbah Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) di Kabupaten Tanah Laut Linda Putri Dewi; Luthfi Fatah; Rifiana Rifiana
Frontier Agribisnis Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i2.783

Abstract

Limbah Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) merupakan limbah padat yang dihasilkan oleh industri perkebunan kelapa sawit dan memiliki tingkat ketersediaan yang berlimpah setiap tahunnya, sehingga penanganan limbah yang tepat harus dilakukan agar tidak berdampak terhadap lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Tingkat Partisipasi Petani dalam memanfaatkan limbah TKKS dan mengetahui cara yang dilakukan petani dalam memanfaatkan limbah TKKS serta mengetahui permasalahan yang dihadapi petani dalam memanfaatkan limbah TKKS. Responden adalah 45 orang petani perkebunan kelapa sawit sawit yang diambil secara proportioned random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  Tingkat Partisipasi Petani dalam memanfaatkan limbah Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) di Kabupaten Tanah Laut dalam kategori tinggi, dengan nilai TPP sebesar 84,67%. Hal ini menandakan petani perkebunan kelapa sawit di lokasi tersebut memiliki partisipasi tinggi dalam pemanfaatan limbah TKKS. Pemanfaatan limbah TKKS dilakukan dengan 2 cara yaitu secara langsung maupun tidak langsung oleh perusahaan. Pemanfaatan secara langsung dengan memanfaatkan TKKS menjadi mulsa yang bermanfaat untuk kelembaban tanah dan tanaman sedangkan pemanfaatan tidak langsung diolah menjadi pupuk kompos sebelum diberikan ke perkebunan kelapa sawit. Permasalahan yang dihadapi petani kelapa sawit dalam memanfaatkan limbah TKKS yaitu kurangnya lahan untuk proses komposting, selain itu pemberian pupuk kompos TKKS ke perkebunan kelapa sawit terkadang tidak sesuai dengan target waktu yang telah ditentukan, dikarenakan kurangnya kedisiplinan petani dalam aspek waktu.Kata kunci : tadan kosong kelapa sawit, tingkat partisipasi petani, pupuk kompos
PREFERENSI KONSUMEN TERHADAP BERAS PULEN DAN BERAS PERA DI PASAR BAUNTUNG, KOTA BANJARBARU Yetti Indriyani; Luthfi Fatah; Yusuf Azis
Frontier Agribisnis Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v4i2.2903

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis beras paling banyak diminati oleh konsumen di Pasar Bauntung Kota Banjarbaru (jenis beras pulen atau pera), Mendeskripsikan atribut yang paling dipertimbangkan konsumen dalam keputusan membeli beras pulen atau beras pera di Pasar Bauntung Kota Banjarbaru. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan penentuan wilayah penelitian dilakukan secara purposive sampling. Berdasarkan hasil penelitian, Preferensi yang di pilih konsumen di Pasar Tradisional Bauntung Kota Banjarbaru sebanyak 42,5 % responden memilih beras pulen, Sedangkan responden yang memilih beras pera sebanyak 57,5% jadi beras yang paling banyak diminati adalah beras pera. Ada 5 Atribut yaitu: rasa, harga, bersih, aroma, kemudahan diperoleh yang dipertimbangkan konsumen. Menurut jenis kelamin perempuan memilih rasa 86,36 %, harga 9,09 % dan aroma 4,55 % dan laki-laki memilih harga 100 %, ibu rumah tangga memilih atribut rasa 81,82 %, yang memilih harga 9,09 % dan atribut bersih (9,09 %). PNS 50,00 %  memilih rasa dan 50,00% memilih aroma. Mahasiswa  66,67% memilih rasa 33,33% memilih harga. Pelajar 66,67% memilih rasa dan 33,33% memilih harga. Pegawai swasta 100% memilih rasa. Menurut Jumlah anggota keluarga 1 - 2 jiwa  80,00% konsumen lebih memilih rasa, untuk harga terdapat 20,00 %. Menurut status pernikahan yang sudah menikah 81,82% memilih rasa, 9,09% memilih harga dan 9,09% memilih aroma, belum menikah  80,00% memilih rasa dan 20,00% memilih harga. Menurut pendidikan SMP 60,00% memilih rasa dan 20,00% memilih aroma, SMA 80,00% memilih rasa dan 20,00% memilih harga, D3 100% memilih rasa, S1  100% memilih rasa. Dalam membeli beras pera di Pasar Bauntung Kota Banjarbaru mulai dari yang terpenting menurut responden yaitu: rasa,  harga, aroma.