cover
Contact Name
Ahmad Yousuf Kurniawan
Contact Email
frontbiz@ulm.ac.id
Phone
+6281211109125
Journal Mail Official
frontbiz@ulm.ac.id
Editorial Address
Program Studi Agribisnis, Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat Jl. Jend. Ahmad Yani Km. 36, Banjarbaru, Kalimantan Selatan 70714, Indonesia
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Frontier Agribisnis
ISSN : -     EISSN : 30481260     DOI : https://doi.org/10.20527/frontbiz
Frontier Agribisnis adalah jurnal yang dikelola Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat. Tema jurnal ini mencakup agribisnis secara umum, meliputi: analisis penyediaan input pertanian, analisis usaha tani dan perkebunan, analisis pengolahan dan pemasaran hasil pertanian, penyuluhan dan komunikasi pertanian, pemberdayaan masyarakat, dan analisis kebijakan pertanian. Terbit 4 kali dalam satu tahun (Maret, Juni, September dan Desember).
Articles 697 Documents
Persepsi Mahasiswa Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat dalam Menggunakan Dompet Digital Sari Dea Nita Karina Barus; Djoko Santoso; Ahmad Yousuf Kurniawan
Frontier Agribisnis Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i3.10308

Abstract

Di era digital transaksi pembayaran dapat dilakukan dengan pembayaran non tunai. Salah satu pembayaran non tunai yaitu dompet digital, yang sedang trend di kalangan mahasiswa. Penelitian bertujuan untuk mengetahui persepsi mahasiswa Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat dalam menggunakan dompet digital. Kuisioner disebar kepada 316 mahasiswa aktif Program Studi Agribisnis, angkatan 2019 – 2022. Penyebaran kuisioner dilakukan selama 2 minggu. Jumlah yang memberi respon kuisioner sebanyak 108 mahasiswa, dimana 88 orang menjadi responden, sedangkan 20 orang tidak memenuhimenjadi responden karena tidak menggunakan dompet digital. Dari kuisioner yang telah diisi maka dapat diketahui karakteristik dari setiap mahasiswa berdasarkan jenis kelamin, usia, tahun angkatan uang saku per bulan, jenis dompet digital yang digunakan dan jumlah dompet digital yang digunakan. Dari hasil penelitian dapat diketahui beberapa dompet digital yang digunakan oleh mahasiswa antara lain OVO, Dana, Gopay, Shopeepay, LinkAja, dan i.saku. Mahasiswa cenderung menggunakan 1 jenis aplikasi dompet digital tetapi terdapat juga beberapa mahasiswa Agribisnis yang menggunakan lebih dari 1 aplikasi dompet digital secara bersamaan. Aplikasi dompet digital yang paling banyak digunakan yaitu Dana. Lama penggunaan dompet digital oleh mahasiswa Agribisnis cenderung 1 sampai 2 tahun. Indikator kepercayaan merupakan faktor sangat penting dalam menggunakan dompet digital, sedangkan indikator kemudahan, kualitas pelayanan, promo atau diskon, biaya dan pengalaman termasuk faktor penting.
Analisis Nilai Tambah, Keuntungan dan Prospek Pengembangan Usaha Keripik Singkong (Studi Kasus Industri Rumah Tangga Keripik Singkong Cap “Kita” di Martapura Kota Kabupaten Banjar) Nurul Rohmatul Alfiani Nigsih; Umi Salawati; Hairi Firmansyah
Frontier Agribisnis Vol 6, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i3.7808

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keuntungan, nilai tambah, pola saluran pemasaran dan mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi oleh pemilik usaha keripik singkong cap “KITA”. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus yaitu pada usaha pengolahan industri rumah tangga keripik singkong cap “KITA” di Kelurahan Murung Kenanga, Kecamatan Martapura Kota Kabupaten Banjar. Periode data yang dianalisis adalah data produksi dari bulan April – Juni 2019. Hasil penelitian yang diperoleh, biaya total yang dikeluarkan selama bulan April – Juni 2019 sebesar Rp 431.549.594, penerimaan total sebesar Rp 892.500.000,-, dan keuntungan sebesar Rp 460.950.406,-. Nilai kelayakan (RCR) adalah 2,07. Hal ini menunjukkan bahwa usaha tersebut layak diusahakan. Berdasarkan hasil analisis nilai tambah, besarnya nilai tambah keripik singkong dalam satu kali proses produksi sebesar Rp 13.280/kg bahan baku. Keuntungan dari pengolahan keripik singkong sebesar Rp 10.870 /kg dengan persentase 52%. Pola saluran pemasaran keripik singkong ada 3 macam, yaitu (i) offline dan online dimana produsen menjual langsung ke konsumen akhir, (ii) produsen  pedagang kios/toko/warung di Pasar Batuah Martapura/Basar Sekumpul  konsumen akhir dan (iii) produsen  pedagang pengecer/reseller di luar kota Martapura  konsumen akhir. Permasalahan yang dihadapi produsen dari aspek pasar yaitu belum mampu menjual dengan aplikasi online shopee, tokopedia atau lapak online lainnya, dari aspek teknis yaitu (i) kualitas kemasan masih belum sempurna karena belum menggunakan klip standing pouch, plastic zipper dan plastic klip pouch, dan (ii) belum melakukan kemitraan usaha secara berkelanjutan dengan petani singkong dan belum ada petani di luar Kabupaten Kapuas; permasalahan dari aspek manajemen yaitu pencatatan keuangan dan administrasi belum tertata dengan baik, dan permasalahan dari aspek modal yaitu pemilik usaha belum berkeinginan untuk memperbesar usaha dengan menambah modal dengan pinjaman dari lembaga keuangan/perbankan.
STRATEGI PEMASARAN USAHA INDUSTRI ROTI AGUNG Wika Vidya; Kamiliah Wilda; Rifiana Rifiana
Frontier Agribisnis Vol 2, No 4 (2018)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v2i4.652

Abstract

Usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) merupakan pelaku bisnis yang bergerak pada berbagai bidang usaha, yang menyentuh kepentingan masyarakat.UMKM saat ini dianggap sebagai cara yang efektif dalam pengentasan kemiskinan.UMKM menciptakan peluang kerja yang cukup besar bagi tenaga kerja dalam negeri, sehingga sangat membantu upaya mengurangi pengangguran. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran umum perkembangan usaha Roti Agung, serta menganalisis atau menentukan strategi pemasaran Roti Agung.Data untuk gambaran umum diambil dengan metode deskriptif, sedangkan untuk menganalisis atau menentukan strategi pemasarandiambil dengan cara wawancara dan kuisioner, dengan total 30 responden yaitu 3 orang untuk pengambilan sampel karyawan dengan metode Purposive Sampling dan metode Accidental Sampling untuk pengambilan sampel konsumen sebanyak 27 orang. Kondisi internal dan eksternal usaha diperoleh melalui metode deskriptif sedangkan peluang, ancaman, kekuatan dan kelemahan industri diringkas ke dalam matriks Internal Factor Evalution (IFE)danmatriks External Factor Evalution (EFE). Nilai tertimbang pada matriks tersebut dijadikan untuk menentukan posisi perusahaan pada matriks Internal-Eksternal (IE) dan diagram kartesius SWOT. Berdasarkan posisi perusahaan yang berada pada sel II pada matriks IE, menunjukkan usaha industri Roti Agung ada diposisi Growth dan Build (Tumbuh dan Berkembang). Berdasarkan diagram kartesisus SWOT usaha industri Roti Agung berada pada kuadran II (strategi S-T) yaitu, menggunakan kekuatan untuk menghindari ancaman danmemanfaatkan peluang jangka panjang dengan cara diversifikasi (produk/pasar) dengan faktor strategis sebagai berikut, membuat inovasi rasa, bentuk dan tekstur agar tercipta ciri khas dari Roti Agung, meningkatkan dan mempertahankan macam-mavam produk yang sudah diproduksi Roti Agung dan mencari lokasi toko atau counter yang lebih strategis.Kata kunci: UMKM, industri roti, strategi pemasaran, matriks SWOT
STUDI KOMPARATIF PENDAPATAN SISTEM PENGOLAHAN BAHAN OLAH KARET (BOKAR) YANG MENGGUNAKAN PEMBEKU DEORUB DAN NON DEORUB DI DESA BATU AMPAR, KECAMATAN BATU AMPAR, KABUPATEN TANAH LAUT Elsa Aprilia; Hamdani Hamdani; Mariani Mariani
Frontier Agribisnis Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v4i1.2618

Abstract

Rendahnya mutu karet yang dihasilkan petani merupakan salah satu penyebab turunnya harga karet sehingga membuat pendapatan petani karet juga menurun. Salah satu usaha meningkatkan mutu tersebut adalah teknologi pembekuan lateks yang direkomendasikan oleh pemerintah selain asam semut yaitu deorub (asap cair) yang terbuat dari cangkang sawit. Teknologi pembekuan menggunakan Asap cair (deorub) memiliki beberapa keunggulan yaitu dapat mempercepat pembekuan lateks, tidak menimbulkan bau busuk, daya simpan lebih lama, elastisitas tinggi dan dapat meningkatkan kadar karet kering (K3). Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui sistem ,pengolahan bahan olah karet rakyat (bokar), Menganalisis pendapatan petani karet, dan untuk mengetahui perbedaan pendapatan sistem pengolahan bahan olah karet yang menggunakan pembeku deorub dan non deorub. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam jangka satu bulan rata-rata biaya total petani karet yang menggunakan zat pembeku deorub sebesar Rp 387.065/ha/bulan dengan penerimaan sebesar Rp 1.430.282/ha/bulan dan pendapatan sebesar Rp 1.398.192/ha/bulan. Sedangkan untuk rata-rata biaya petani karet yang menggunakan zat pembeku non deorub adalah sebesar Rp 610.586/ha/bulan dengan penerimaan Rp 1.321.725/ha/bulan dan pendapatan sebesar Rp 1.294.569/ha/bulan. Perbedaan pendapatan petani karet lump yang menggunakan pembeku deorub dan non deorub. Pada  bagian equal variances assumed nilai sig. (2-tailed) sebesar 0,04 < 0,05 (taraf kepercayaan 95%). Maka sebagaimana dasar pengambilan keputusan uji t tidak berpasangan disimpulkan bahwa terima H1 terima dan H0 ditolak yang berarti ada perbedaan pendapatan petani karet lump yang menggunakan pembeku deorub dan non deorub.Kata kunci: pendapatan, petani karet, deorub, non deorub
Analisis Usaha Produk Sirup Limau Kuit Borneo Kecamatan Landasan Ulin Kota Banjarbaru Husnil Yusra; Hairin Fajeri; Rifiana Rifiana
Frontier Agribisnis Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v5i1.5956

Abstract

Sektor pertanian memegang peranan penting dalam perekonomian nasional. Dibuktikan dengan munculnya berbagai macam usaha, mulai dari usaha kecil milik perorangan dan perusahaan besar yang sudah berkembang, yang lebih dikenal dengan istilah Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Salah satu usaha pengolahan yang menggunakan bahan baku buah limau kuit di Kota Banjarbaru adalah industri pengolahan minuman sirup “Borneo Bu Mun” bertempat di Komplek Berlina Jaya 4, No 5, RT 11/RW 02, Jalan Sidorejo, Kelurahan Guntung Manggis, Kecamatan Landasan Ulin, Kota Banjarbaru. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keadaan umum aktivitas bisnis pengolahan pada produk sirup limau kuit; menganalisa macam-macam biaya, penerimaan, serta keuntungan dari usaha pengolahan pada produk sirup limau kuit Borneo, menganalisa kelayakan usaha dan titik impas (Break Event Point) pengolahan pada produk sirup limau kuit Borneo. Penelitian ini berlangsung dari Maret sampai dengan November 2020. Jenis data yang digunakan adalah data utama (primer) dan data pembantu (skunder). Prosesnya jeruk limau kuit dibersihkan dan pilah dengan air bersih, selanjutnya diperas untuk diambil airnya, setelah didapatkan biangnya lanjut proses pemasakan dengan gula dilarutkan, masukkan pewarna makanan dan masak sampai keketanlan yang diinginkan didapatkan, dinginkan selama 1-1,5 jam dan kemudian dikemas dalam botol sesuai varian yang disediakan. Usaha sirup limau kuit Borneo diproduksi dengan 2 jenis varian berdasarkan volume botol yaitu sebesar 500 ml dan 250 ml. Biaya yang dikelurkan dari bulan Januari-Desember 2019 Sebesar Rp. 490.728.600. Penerimaan yang diterima dari Januari-Desember sebesar Rp. 742.500.000. Keuntungan yang didapat adalah Rp. 251.771.400. Nilai kelayakan RCR yang diperoleh sebesar 1,51. Nilai  BEP  penjualan  ada 2 (dua) jenis yaitu 500 ml dan 250 ml diperoleh berturut-turut sebanyak 20.644,93 dan 6.881,64 dengan penjualan dalam rupiah beturut-turut sebesar Rp. 410.938.560 dan sebsar Rp. 102.734.640. Nilai BEP berdasarkan jumlah harga jual perbotol 500 ml dan 250 ml berturut-turut sebesar Rp. 16.372,89 dan sebesar Rp. 8.186,44
Analisis Komparatif Usaha Pengolahan Karet Program Gerakan Bokar Bersih dan Bokar Kotor di Desa Mandikapau Barat Kecamatan Karang Intan Kabupaten Banjar Miftahul Jannah; Rifiana Rifiana; Usamah Hanafie
Frontier Agribisnis Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i3.10340

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Desa Mandikapau Barat Kecamatan Karang Intan Kabupaten Banjar. Sampel yang diambil adalah 15% dari populasi 156 yaitu 24 orang, teknik pengambilan sampel berdasarkan kelompok pengolah karet. Petani karet yang menjadi responden adalah petani karet yang memiliki luas lahan 2 ha dan umur tanaman karet 6-8 tahun.yang secara bertahap, tahap pertama dengan menentukan sampling dari dua populasi karet yaitu bokar bersih dan bokar kotor. Hasil penelitian rata-rata biaya total petani karet bokar bersih sebesar Rp 1.639.486 /usahatani/bulan dengan pendapatan sebesar Rp 2.144.889 /usahatani/bulan dan keuntungan sebesar Rp 1.160.514/usahatani/bulan. Sedangkan untuk rata-rata biaya total petani karet bokar kotor dalam jangka waktu satu bulan sebesar Rp 1.611.481/usahatani/bulan dengan pendapatan sebesar Rp 1.267.269 /usahatani/bulandan keuntungan sebesar Rp 548.519 /usahatani/bulan. Perbandingan keuntungan petani karet gerakan bokar bersih dan bokar kotor menggunakan Uji-t diperoleh nilai t hitung 4.174 dengan nilai sig 0,000 yang berarti nilai probabilitas sig < 0,05 ini menjelaskan bahwa keuntungan petani karet gerakan bokar bersih dan bokar kotor berbeda secara nyata.  
Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Permintaan Cabai Merah Besar di Provinsi Kalimantan Selatan Devi Mailinda N Aulia; Muzdalifah Muzdalifah; Mira Yulianti
Frontier Agribisnis Vol 6, No 4 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i4.7860

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan serta menganalisis elastisitas permintaan cabai merah besar di Provinsi Kalimantan Selatan. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder time series. Sumber data yang diperoleh dari intansi seperti Badan Pusat Statistik, Dinas Ketahanan Pangan, dan Pusat Data Informasi Pertanian. Bedasarkan hasil penelitian, faktor- faktor yang mempengaruhi permintaan cabai merah besar di Provinsi Kalimantan Selatan yaitu, harga cabai merah besar, bawang merah, dan pendapatan. Sementara harga cabai merah keriting dan jumlah penduduk, tidak berpengaruh secara signifikan. Elastisitas harga cabai merah besar bersifat in elastis. Cabai merah keriting sebagai barang subtitusi dan bersifat in elastis dan bawang merah sebagai barang komplementer dan bersifat in elastis dan Pendapatan penduduk bersifat in elastis
Persepsi Mahasiswi Agribisnis di Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat terhadap Keputusan Pembelian Produk Kosmetik Berbahan Baku Lidah Buaya Siti Fatimah Andina; Muhammad Fauzi; Masyhudah Rosni
Frontier Agribisnis Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i1.699

Abstract

Lidah buaya (Aloe vera) telah dikenal sebagai obat dan kosmetik sejak berabad-abad silam, gel yang terdapat pada tanaman lidah buaya kaya akan kandungan yang memberi manfaat kesehatan terutama bagi kulit. Berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi sekarang ini dapat memperluas pengetahuan dalam pemanfaatan khasiat lidah buaya seperti inovasi dalam pembuatan produk kosmetik yang berbahan baku lidah buaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi mahasiswi Agribisnis yaitu faktor sosial dari rekomendasi teman dapat mempengaruhi keputusan pembelian terhadap produk kosmetik berbahan baku lidah buaya dan lima kepentingan atribut yang dapat mempengaruhi keputusan pembelian produk kosmetik tersebut. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni 2018 sampai bulan September 2018. Metode pengambilan sampel pada penelitian yaitu accidental sampling. Cara pada prosedur ini sederhana yaitu penentuan sampel berdasarkan faktor spontanitas, artinya siapa saja yang secara tidak sengaja bertemu dengan peneliti dan sesuai dengan karakteristik atau ciri-ciri maka orang tersebut dapat digunakan sebagai sampel. Analisis data yang dipilih pada penelitian ini adalah analisis deskriptif dengan alat statistik sederhana yaitu uji chi kuadrat dan modus. Dari hasil uji chi kuadrat maka faktor sosial dari rekomendasi teman dapat mempengaruhi mahasiswi dalam pembelian terhadap produk kosmetik berbahan baku lidah buaya dan lima atribut yang mempengaruhi pembelian produk kosmetik berbahan baku lidah buaya yaitu kegunaan dan manfaat kesehatan, label BPOM, harga produk, pemilihan sesuai dengan jenis kulit dan terdapat label halal.Kata kunci: persepsi, atribut, produk kosmetik berbahan baku lidah buaya
Ketahanan Pangan Rumah Tangga Petani Padi Sawah di Desa Gunung Melati Kecamatan Batu Ampar Kabupaten Tanah Laut Naily Zulfia; Rifiana Rifiana; Yusuf Azis
Frontier Agribisnis Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i3.10356

Abstract

Ketahanan pangan rumah tangga adalah kemampuan rumah tangga untuk memenuhi kecukupan pangan anggotanya dari waktu ke waktu agar dapat hidup sehat dan mampu melakukan kegiatan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan menganalisis struktur pendapatan dan struktur pengeluaran rumah tangga petani padi sawah di Desa Gunung Melati, Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Tanah Laut. Penelitian dilakukan sejak bulan Maret 2023 sampai dengan Mei 2023. Untuk metode penarikan contoh menggunakan Simple Random Sampling, terdiri dari 32 responden. Dari hasil penelitian ini didapatkan bahwa struktur pendapatan rumah tangga petani sebesar Rp.69.525.868/tahun dan pengeluaran rumah tangga sebesar Rp.27.336.127/tahun. Berdasarkan perhitungan persentase pangsa pengeluaran terhadap pengeluaran total, maka penduduk Desa Gunung Melati, Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Tanah Laut tergolong tahan pangan dengan nilai 53%
Analisis Rantai Pasok dan Pemasaranan Komoditas Bayam (Amaranthus Sp) di Kelurahan Guntung Payung Kecamatan Landasan Ulin Kota Banjarbaru Winda Noor Amalia; Masyhudah Rosni; Muhammad Husaini
Frontier Agribisnis Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i2.801

Abstract

Kelurahan guntung payung sebagai salah satu daerah pertanian di kota Banjarbaru, selain itu salah satu daerah yang memproduksi sayuran, juga salah satu daerah mengkonsumsi sayuran, sehingga rantai pasok dan pemasaranan sayuran menjadi hal yang sangat penting untuk di analisis, agar tingkat ketahan pangan di Kelurahan ini dapat terjaga dan dapat di tingkatkan. Tujuan dilaksanakannya penelitian ini adalah untuk mengetahui sistem rantai pasok dan sistem pemasaranan komoditas sayuran bayam. Metode penarikan contoh dengan proportionated random sampling dan snowball sampling. Analisis data yang digunakan analisis kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan konsumen melakukan pembelian 3 - 4 kali seminggu, menyediakan produk dengan benar dapat tergambar dengan karakteristik petani yang sangat baik, setiap rantai pemasaranan sudah memiliki fungsi sebagai mana mestinya mulai dari petani sebagai produsen, pedagang pengumpul, hingga pengecer, logistik dan distribusi yang memadai sudah berjalan dengan baik, komunikasi dan informasi yang masih belum lancar, hubungan yang efektif antar pelaku rantai pasok terdapat lima sub sistem dalam sistem agribisnis, yaitu mulai dari sub-sistem hulu, sub-sistem usahatani, sub-sistem hilir, sub-sistem pemasaranan dan sub-sistem penunjang. Saluran pemasaranan komoditas sayuran bayam memiliki 4 saluran pemasaranan. Saluran 1, margin yang diperoleh Rp 1.500 /ikat, bagian harga yang diterima petani sebesar 100%, pada saluran ini tidak ada lembaga pemasaran. Saluran 2, margin yang diperoleh Rp 250 /ikat, bagian harga yang diterima petani sebesar 83,33%, sedangkan keuntungan yang diterima pedagang pengumpul sebesar Rp 172,42 /ikat. Saluran 3, margin yang diperoleh Rp 1.750 /ikat, bagian harga yang diterima petani sebesar 41,67%, sedangkan keuntungan yang diterima lembaga pemasaranan (pedagang pengumpul sebesar Rp 172,42 /ikat dan pedagang sayur keliling sebesar Rp 1.300 /ikat). Saluran 4, margin yang diperoleh Rp 750 /ikat, bagian harga yang diterima petani sebesar 62,50%, sedangkan keuntungan yang diterima lembaga pemasaranan (pedagang pengumpul sebesar Rp 172,42 /ikat dan pedagang lapak tetap sebesar Rp 280,71 /ikat).Kata kunci: rantai pasok, pemasaranan, bayam, guntung payung