cover
Contact Name
Rafi'atun Najah Qomariah
Contact Email
tarbawi.stitdarulhijrah@gmail.com
Phone
+6285349255725
Journal Mail Official
tarbawi.stitdarulhijrah@gmail.com
Editorial Address
Jalan Cindai Alus RT.08 RW.03, Desa Cindai Alus, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan.
Location
Kab. banjar,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Tarbawi: Jurnal Pendidikan dan Keagamaan
ISSN : 24601101     EISSN : 27753395     DOI : https://doi.org/10.62748/tarbawi.v11i02
Core Subject : Religion, Education,
Tarbawi is a periodical journal published by Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Darul Hijrah Martapura Kalimantan Selatan, which contains research results from lecturers, educational staff, education observers, and others. The Tarbawi Scope focuses on discussing contemporary Islamic education issues such as local wisdom, urban, and multiculturalism. The Tarbawi journal is open, allowing anyone to submit research results in the form of articles directly. This journal specifically publishes research results related to Islamic education issues.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 67 Documents
PENGGUNAAN PRINSIP AL-JARH WA AL-TA’DIL DALAM MENYARING FATWA-FATWA DIGITAL DI PLATFORM MEDIA SOSIAL Fikri, Shofil; Aini, Risma Rokyul; Mulyowati, Bening; Adrebi, Fawwaz Sobirin
Tarbawi Vol 12, No 02 (2024): TARBAWI
Publisher : STIT Darul Hijrah Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62748/tarbawi.v12i2.99

Abstract

AbstractThe rapid development of social media has led to the widespread dissemination of digital fatwas, which do not always come from credible sources, making it essential to filter these fatwas using the principles of Al-Jarh wa Al-Ta’dil. This study aims to examine the application of these principles in filtering digital fatwas circulating on social media platforms. The research method employed is a literature review and qualitative analysis of fatwas circulating on social media, focusing on the credibility of the fatwa issuers and the application of the Al-Jarh wa Al-Ta’dil principles. The findings indicate that these principles are highly relevant for ensuring the quality of fatwas accepted by the public, although challenges such as information limitations and the influence of social media algorithms remain obstacles. Digital literacy and collaboration with religious institutions are needed to optimize the filtering of authentic digital fatwas.Keyword: Al-Jarh wa at-Ta’dil; Hadits; Digital Fatwas; Social Media. AbstrakPerkembangan pesat media sosial telah menyebabkan penyebaran fatwa-fatwa digital yang tidak selalu berasal dari sumber yang kredibel, sehingga penting untuk menyaring fatwa-fatwa tersebut menggunakan prinsip Al-Jarh wa Al-Ta’dil. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan prinsip tersebut dalam menyaring fatwa-fatwa digital yang beredar di platform media sosial. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur dan analisis kualitatif terhadap fatwa-fatwa yang tersebar di media sosial, dengan fokus pada kredibilitas pemberi fatwa dan penerapan prinsip Al-Jarh wa Al-Ta’dil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip ini sangat relevan untuk memastikan kualitas fatwa yang diterima masyarakat, meskipun tantangan seperti keterbatasan informasi dan pengaruh algoritma media sosial masih menjadi hambatan. Diperlukan edukasi digital dan kolaborasi dengan lembaga keagamaan untuk mengoptimalkan penyaringan fatwa-fatwa digital yang sahih. 
PENGARUH METODE KETELADANAN GURU AKIDAH AKHLAK TERHADAP KARAKTERISTIK RELIGIUS SISWA MIN 1 BENGKALIS Ulfa, Maya -; Chanifudin, Chanifudin
Tarbawi Vol 12, No 02 (2024): TARBAWI
Publisher : STIT Darul Hijrah Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62748/tarbawi.v12i2.115

Abstract

Pada penelitian ini dengan judul Pengaruh metode keteladanan guru akidah akhlak karakter terhadap religius siswa di MIN 1 Bengkalis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan metode keteladann guru akidah akhlak terhadap karakter religius siswa, kedua untuk mengetahui apakah ada pengaruh metode keteladann guru akidah akhlak terhadap karakter religius siswa di MIN 1 Bengkalis. Adapun rumusan masalah pada penelitian ini yaitu bagaimana penerapan metode keteladanan guru akidah akhlak terhadap karakter religius siswadi MIN 1 Bengkalis, kedua apakah ada pengaruh metode keteladanan guru akidah akhlak terhadap karakter religius siswa di MIN 1 Bengkalis. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret sampai bulan Mei 2024 dengan lokasi penelitian yaitu MIN 1 Bengkalis. Teknik pengumpulan data berupa observasi, angket/kiesioner dan dokumentasi. Jumlah populasi dalam penelitian ini sebanyak 217 siswa MIN 1 Bengkalis dan yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah 43 siswa MIN 1 Bengkalis. Berdasarkan nilai persentase dari hasil penelitian yang diolah untuk mendapatkan nilai rata-ratanya, diperoleh hasil persentase sebesar 78,49% dan dapat disimpulkan bahwa Metode keteladanan guru ini termasuk dalam kategori baik. Sedangkan hasil uji korelasi product moment (pearson) yang menunjukkan nilai Sig. (2- tailed) yaitu sebesar 0,000 < 0,05 Yang artinya hipotesi Ho ditolak dan Ha diterima.Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yan signifikan antara metode keteladana guru akidah akhlak terhadap karakter religius siswa di MIN 1 Bengkalis.
OPTIMALISASI MANAJEMEN PEMBELAJARAN TAHFIZ AL-QUR’AN: STUDI KASUS DI PESANTREN PUTRI UMAR BIN KHATTAB BANJARMASIN Ansari, Adi
Tarbawi Vol 13, No 01 (2025): TARBAWI
Publisher : STIT Darul Hijrah Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62748/tarbawi.v13i01.233

Abstract

AbstractThis research was motivated by the weak learning management at the tahfidzul qur'an boarding school in achieving the target of memorizing the Qur'an. The research approach uses a qualitative approach, with descriptive methods. Data collection techniques by means of interviews, observation and documentation. Data analysis techniques use data reduction, data presentation then conclusion drawing. The results of this research are learning planning guided by the vision, mission, and graduation standards that have been set. organizing is carried out by appointing a senior ustadzah as the person in charge of the tahfiz Qur'an program whose job is to coordinate the halaqah ustadzah-ustadzah, the implementation of learning is carried out in the form of ziyadah deposits and murajaah deposits with different times, supervision of learning is supervised directly, through cctv. Once a month the report on the results of memorization is also submitted to the parents of the santriwati. Keyword: Learning Management; Tahfiz Qur'an.Penelitian ini dilatarbelakangi oleh lemahnya manajemen pembelajaran pada pondok pesantren tahfidzul qur’an dalam mencapai target hafalan Al-Qur’an. Pendekatan penelitian menggunakan pendekatan kualitatif, dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dengan cara wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data kemudian penarikan kesimpulan. Hasil penelitan ini adalah perencanaan pembelajaran berpedoman pada visi, misi, dan standar kelulusan yang sudah di tetapkan. pengorganisasian dilaksanakan dengan menunjuk seorang ustadzah senior sebagai penanggung jawab program tahfiz Qur’an yang bertugas untuk mengkoordinir ustadzah-ustadzah halaqah, pelaksanaan pembelajaran dilaksanakan dalam bentuk setoran ziyadah dan setoran murajaah dengan waktu yang berbeda, pengawasan pembelajaran diawasi melalui secara langsung, melalui cctv. Setiap satu bulan sekali laporan hasil hafalan tersebut juga disampaikan kepada orang tua santriwati.
‎PEMBIASAAN SIKAP TANGGUNG JAWAB SEJAK DINI DALAM KEORGANISASIAN SANTRI: STUDI PENDIDIKAN AKUNTABILITAS DI PESANTREN DARUL HIJRAH MARTAPURA Rivaldo, Rahmad
Tarbawi Vol 13, No 01 (2025): TARBAWI
Publisher : STIT Darul Hijrah Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62748/tarbawi.v13i01.232

Abstract

This study aims to analyze the implementation of accountability education by the Santri Care Section of the Santri Organization of Pondok Darul Hijrah (OSDA) in Cindai Alus, Martapura. Through a qualitative approach with observation, interview, and documentation study techniques. This study reveals that the accountability coaching process is carried out systematically through weekly meetings, organizational audits, and annual accountability reports (LPJ). The findings show that accountability education that is implemented has a significant impact on strengthening the character of students in terms of responsibility, discipline, honesty, and leadership skills. The pesantren environment based on Islamic values and the active involvement of educators are key factors in the success of this coaching process. This research provides conceptual and practical contributions in the development of accountability-based character education models in Islamic educational institutions, and is relevant in supporting the implementation of Law No. 18/2019 on Pesantren. In general, accountability education carried out by the Santri Care Section has proven to be able to create a professional, transparent, and responsible santri organization environment, which in turn strengthens the role of pesantren as an institution for the formation of a generation with integrity.
Makna Kecantikan Dalam Perspektif Al-Qur'an Hasanah, A'isyah; Bashori, Bashori
Tarbawi Vol 13, No 01 (2025): TARBAWI
Publisher : STIT Darul Hijrah Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62748/tarbawi.v13i01.142

Abstract

Penelitian ini mengulas makna kecantikan dalam perspektif Al-Qur'an dengan fokus pada tafsir mengenai kecantikan fisik dan batin. Dalam pembahasan ini, kecantikan dipahami sebagai sesuatu yang dapat menyenangkan mata dan memberikan kepuasan estitek. Para ulama dan psikolog mengungkapkan bahwa kecantikan adalah keindahan yang menimbulkan ketenangan jiwa, baik melalui fisik maupun moral. Selain itu, Al-Qur'an memberikan deskripsi tentang bidadari di surga sebagai representasi dari kecantikan sempurna yang tidak sekedar fisik tetapi juga menjaga martabat dan kehormatan. Ayat-ayat seperti QS. Ash-Shaffat:48-49, QS. Ar-Rahman:56, dan QS. Ar-Rahman: 70-72 digunakan untuk menganalisis konsep ini. Dari penelitian ini, ditemukan bahwa Islam memandang kecantikan sebagai nilai yang menyeluruh, meliputi aspek luar dan dalam, serta mengingatkan umat untuk tidak berlebihan dalam mempercantik diri.
WIRID DALAM KEHIDUPAN RELIGIUS MASYARAKAT BANJAR: STUDI LIVING QUR’AN SURAH AL-BAQARAH AYAT 285–286 Nurjannah, Nurjannah; Awaliyah, Mursyidatul
Tarbawi Vol 13, No 01 (2025): TARBAWI
Publisher : STIT Darul Hijrah Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62748/tarbawi.v13i01.155

Abstract

AbstractThis study explores the wirid tradition among the Banjar people through the Living Qur'an approach, focusing on Surah Al-Baqarah verses 285–286. The Living Qur'an is a Qur'anic study method that examines how the sacred text is practiced and internalized in daily Muslim life beyond its textual interpretation. In Banjar society, the routine recitation of these verses in wirid rituals exemplifies the living embodiment of Qur'anic values integrated into local culture. Using library research and a descriptive-analytical approach, this study analyzes both primary Islamic texts and secondary scholarly sources. The findings reveal that wirid traditions encompass not only spiritual dimensions but also serve as cultural identity and informal religious education. Surah Al-Baqarah verses 285–286 are recited as acts of worship, spiritual comfort, moral reinforcement, and a means of seeking divine protection. The practice strengthens community bonds and reflects the enduring relevance of the Qur'an in shaping social behavior. Thus, the Living Qur'an approach offers a relevant framework for understanding how the Qur'an remains embedded in the cultural and spiritual fabric of Banjar society. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji tradisi wirid dalam masyarakat Banjar melalui pendekatan Living Qur'an dengan fokus pada Surah Al-Baqarah ayat 285–286. Living Qur'an merupakan pendekatan dalam studi Al-Qur’an yang meneliti bagaimana teks suci ini dipraktikkan dan diinternalisasi dalam kehidupan umat Islam secara nyata, bukan sekadar dimaknai secara tekstual. Tradisi wirid yang dilakukan masyarakat Banjar, khususnya pembacaan ayat-ayat tersebut, menjadi bentuk aktualisasi nilai-nilai Qur'ani yang hidup dan membudaya. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif-analitis, yang melibatkan analisis isi dari sumber-sumber primer dan sekunder. Hasil kajian menunjukkan bahwa tradisi wirid tidak hanya mencerminkan dimensi spiritual, tetapi juga memperkuat identitas sosial dan budaya lokal. Ayat 285–286 Al-Baqarah digunakan dalam wirid sebagai bentuk ibadah, perlindungan, ketenangan batin, dan penguatan nilai moral. Selain itu, tradisi ini juga berperan sebagai sarana pendidikan keagamaan nonformal. Dengan demikian, pendekatan Living Qur'an memberikan kerangka yang relevan untuk memahami bagaimana Al-Qur’an terus hidup dan mengakar dalam budaya lokal masyarakat Banjar.
PERAN TEKNOLOGI DIGITAL DALAM MENINGKATKAN STRATEGI BELAJAR PADA REMAJA AWAL DAN AKHIR ariyanti, suci
Tarbawi Vol 13, No 01 (2025): TARBAWI
Publisher : STIT Darul Hijrah Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62748/tarbawi.v13i01.245

Abstract

AbstractThe role of digital technology in improving learning strategies of early adolescents (12–15 years old) and late adolescents (16–18 years old) is the subject of this study. Data were analyzed descriptively qualitatively into three main themes: the contribution of technology to the learning process, challenges with digital distractions and literacy, and solutions to optimize the use of technology. This literature review includes national journals published from 2019 to 2024. The results show that early adolescents prefer visual-interactive learning, such as YouTube Edu and Kahoot! While late adolescents prefer independent learning using e-books, Google Classroom, Scholar, and other online course platforms. Gamification, integrated information systems, regular teacher training, and blended learning have been shown to improve student learning and achievement. However, the active role of teachers and parents in mentoring is very important because social media distractions and limited digital literacy are still major problems.Keyword: digital technology; learning strategies; digital literacyAbstrakPeran teknologi digital dalam meningkatkan strategi belajar remaja awal (12–15 tahun) dan remaja akhir (16–18 tahun) adalah subjek penelitian ini. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif ke dalam tiga tema utama: kontribusi teknologi dalam proses belajar, tantangan dengan distraksi digital, dan solusi untuk optimalisasi penggunaan teknologi. Kajian pustaka ini mencakup jurnal nasional yang diterbitkan dari 2019 hingga 2024. Hasilnya menunjukkan bahwa remaja awal lebih suka pembelajaran visual-interaktif, seperti YouTube Edu dan Kahoot. Sementara remaja akhir lebih suka belajar mandiri dengan menggunakan e-book, Google Classroom, Scholar, dan platform kursus online lainnya. Gamifikasi, sistem informasi terintegrasi, pelatihan guru rutin, dan blended learning telah terbukti meningkatkan pembelajaran dan prestasi siswa. Namun, peran aktif guru dan orang tua dalam pendampingan sangat penting karena distraksi media sosial dan keterbatasan literasi digital masih menjadi masalah utama.