cover
Contact Name
Siber Publisher
Contact Email
siberpublisher.info@gmail.com
Phone
+6281188062006
Journal Mail Official
siberpublisher.info@gmail.com
Editorial Address
Jalan Marina Indah Raya No. 1 Pantai Indah Kapuk, Kamal Muara, Penjaringan, Jakarta Utara, Indonesia
Location
Kota adm. jakarta utara,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Siber Multi Disiplin
ISSN : 29870402     EISSN : 29870380     DOI : https://doi.org/10.38035/jsmd.v1i1
Jurnal Siber Multi Disiplin (JSMD) adalah jurnal multidisiplin ilmiah yang diterbitkan oleh Siber Nusantara Research dan di payungi Oleh Yayasan Sinergi Inovasi Bersama (SIBER). Perbitan jurnal ini 4 kali dalam setahun yaitu April, Juli, Oktober, dan Januari. Ruang lingkup dan fokus terkait dengan penelitian dengan pendekatan Multidisipliner, yang meliputi: Ilmu Manajemen, Manajemen SDM, Manajemen Pemasaran & Manajemen Keungan, Ilmu Ekonomi, dan Akuntansi, Ilmu Komputer, Teknologi Informasi Teknik Informatika & Manajemen Informatika, Perdagangan, Manajemen Perhotelan, Pariwisata, Perjalanan, Seni & Budaya, Manjemen Pendidikan, Pendidikan Dasar, Pendidikan Islam & Pendidikan Olahraga, Ilmu Politik, Ilmu Hukum & Ilmu Sosial, Administrasi public & Administrai Pemerintahan, Ilmu Olah Raga, Sejarah & Humaniora, Sosiologi, Psikologi, Ilmu Kesehatan, Kedoteran & Kebidanan, Media & Komunikasi, Ilmu Lingkungan, Ilmu Perpustakaan, Ilmu Pertanian, Perbankan, Manajemen proyek, Manajemen Portofolio, Analisis Keamanan, Kewiraswastaan & Manajemen Retail, Manajemen Tranportasi, Logistik & Expesdidi, Medis, Kesehatan, Kedokteran, Bilogi, Fisika, Kimia, Agoronomi & Pertambangan, dan Teknik Mesin, Teknik Industi & Teknik Perkapalan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 187 Documents
The Effect of Stereotypical Barbaric Mobile Legends Streamers on Viewer Behavior: A Case Study of The Youtube Channel “Bang Pascol” Rivaldy Maulana Putra; Khaerudin Imawan; Welly Wihayati
Jurnal Siber Multi Disiplin Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Siber Multi Disiplin (April - Juni 2026)
Publisher : Siber Nusantara Research & Yayasan Sinergi Inovasi Bersama (SIBER)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jsmd.v4i1.858

Abstract

The rise of digital media, particularly YouTube, has given rise to new communication patterns that are widely embraced by the younger generation. Among Generation Z, the use of coarse or expressive language is often considered normal, especially in live-streamed gaming content that allows for direct interaction between streamers and viewers. This study aims to analyze how viewers interpret the Barbaric stereotype in live streams presented by Bang Pascol, both in digital communication and in everyday life. Using a qualitative case study approach through content observation, comment analysis, and interviews with Bang Pascol’s viewers and viewers of other streamers as a comparison, the results show that the Barbaric stereotype is interpreted in diverse ways. Some viewers accept it as entertainment and part of the streamer’s identity, while others are critical because this communication style can influence communication behavior, particularly among teenagers and children.
Hukum Agraria: Problematika Sengketa Tanah di Kota Makassar Yandi Wahyudi; Marlina
Jurnal Siber Multi Disiplin Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Siber Multi Disiplin (April - Juni 2026)
Publisher : Siber Nusantara Research & Yayasan Sinergi Inovasi Bersama (SIBER)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jsmd.v4i1.862

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi akar penyebab dan kelemahan sistemik dalam regulasi pertanahan serta mengevaluasi tantangan penyelesaiannya di Kota Makassar. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, didukung oleh teknik pengumulan data melalui wawancara, observasi, dokumentasi, dan FGD yang dianalisis menggunakan NVivo 12 Plus. Proses analisis melibatkan coding tematik, eksplorasi pola dengan fitur query dan relationship, serta visualisasi data untuk mendukung interpretasi temuan secara sistematis. Studi ini menemukan bahwa sengketa tanah di Kota Makassar dipicu oleh tumpang tindih kepemilikan dan sertifikat, kelemahan regulasi agraria yang tidak konsisten antara peraturan nasional dan kebijakan daerah, prosedur administrasi yang rumit, kurangnya koordinasi antar lembaga, serta keterbatasan akses masyarakat terhadap jalur hukum, terutama bagi kelompok rentan. Kondisi ini menimbulkan ketidakpastian hukum, ketimpangan distribusi tanah, dan konflik sosial-ekonomi yang berkepanjangan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diperlukan pendekatan komprehensif berbasis hukum agraria yang menekankan keadilan, kepastian hukum, dan kemanfaatan, termasuk harmonisasi regulasi, penyederhanaan prosedur administrasi, penerapan sistem informasi pertanahan digital, serta mekanisme mediasi dan pemberdayaan masyarakat agar penyelesaian sengketa tanah lebih efektif, transparan, dan berkelanjutan.
Kajian Hukum Terhadap Tindak Pidana Penebangan Pohon Ilegal di Kabupaten Gowa Marlina; Yandi Wahyudi
Jurnal Siber Multi Disiplin Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Siber Multi Disiplin (April - Juni 2026)
Publisher : Siber Nusantara Research & Yayasan Sinergi Inovasi Bersama (SIBER)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jsmd.v4i1.863

Abstract

Urgensi penelitian ini terletak pada perlunya penguatan penegakan hukum dalam menghadapi maraknya kasus illegal logging yang merusak ekosistem hutan lindung di Kabupaten Gowa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tindak pidana penebangan pohon ilegal, mengevaluasi penerapan sanksi pidana, serta menilai efektivitas penegakan hukum. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dokumentasi, dan FGD. Analisis data dilakukan menggunakan NVivo 12 Plus. Temuan studi menunjukkan bahwa maraknya penebangan pohon ilegal di Kabupaten Gowa disebabkan oleh kombinasi faktor ekonomi, sosial-budaya, kelembagaan, dan hukum. Tingginya nilai kayu dan keterbatasan alternatif penghasilan mendorong masyarakat melakukan pembalakan liar, sementara norma sosial dan kurangnya kesadaran lingkungan memperkuat praktik ini. Keterbatasan kapasitas aparat, sarana pengawasan, prosedur hukum yang panjang, serta koordinasi antar lembaga yang lemah mengurangi efektivitas penegakan hukum dan efek jera sanksi pidana. Studi juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat melalui edukasi dan sosialisasi hukum, sehingga strategi pengendalian penebangan ilegal harus bersifat multidimensional, mengintegrasikan pemberdayaan ekonomi, pendidikan konservasi, penguatan kapasitas aparat, dan penegakan hukum yang konsisten untuk menjaga kelestarian hutan.
Implikasi Hukum Terhadap Konflik Tanah Pertanian dan Dampaknya pada Swasembada Pangan di Sulawesi Selatan Andi Tanwir Mappanyukki; Arry Wirawan
Jurnal Siber Multi Disiplin Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Siber Multi Disiplin (April - Juni 2026)
Publisher : Siber Nusantara Research & Yayasan Sinergi Inovasi Bersama (SIBER)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jsmd.v4i1.864

Abstract

Urgensi penelitian ini terletak pada tingginya angka konflik tanah yang terjadi di Sulawesi Selatan, yang tercatat mencapai 37 kasus pada tahun 2024, dengan sektor perkebunan menjadi yang dominan. Konflik ini tidak hanya mengancam kestabilan sosial, tetapi juga berpotensi mengganggu keberlanjutan swasembada pangan di wilayah tersebut, mengingat pentingnya akses dan kepemilikan lahan pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor penyebab konflik, efektivitas penegakan hukum, dan dampaknya terhadap swasembada pangan. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan solusi hukum yang komprehensif untuk menyelesaikan sengketa tanah pertanian secara adil dan mendukung program swasembada pangan di Sulawesi Selatan. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif analitis. Data dikumpulkan melalui wawancara, dokumentasi, observasi, dan Focus Group Discussion (FGD), kemudian dianalisis menggunakan NVivo 12 Plus dengan tahapan impor data, coding, visualisasi, dan validasi triangulasi sumber untuk memastikan keakuratan dan kredibilitas hasil penelitian. Temuan penelitian menunjukkan bahwa konflik tanah pertanian di Sulawesi Selatan merupakan masalah multidimensional yang dipicu oleh tumpang tindih kepemilikan, perubahan peruntukan lahan, ekspansi industri dan perkebunan, ketidakjelasan regulasi, serta perbedaan kepentingan sosial-ekonomi, yang berdampak pada ketidakpastian hukum bagi petani, penurunan produktivitas pangan, alih fungsi lahan, dan gangguan rantai pasok. Penegakan hukum yang lemah, kapasitas aparat terbatas, mekanisme sengketa yang kompleks, dan integrasi data yang kurang memadai menjadi penghambat utama penyelesaian konflik. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan hukum komprehensif dan kolaboratif, termasuk kepastian regulasi, mekanisme mediasi dan rekonsiliasi inklusif, penguatan kapasitas aparat, serta pemanfaatan data terpadu, dengan sinergi antara pemerintah, aparat hukum, masyarakat tani, dan lembaga non-pemerintah untuk memastikan solusi yang adil, berkelanjutan, dan mendukung tercapainya swasembada pangan.
Ambiguitas Penegakan Hukum terhadap Tindak Pidana Korupsi Mengenai Suap dalam Undang-Undang tentang Tindak Pidana Korupsi di Indonesia Miseri Domini Purba; Mahmud Mulyadi; Yati Sharfina
Jurnal Siber Multi Disiplin Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Siber Multi Disiplin (April - Juni 2026)
Publisher : Siber Nusantara Research & Yayasan Sinergi Inovasi Bersama (SIBER)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jsmd.v4i1.865

Abstract

Korupsi adalah penyelewengan atau penyalahgunaan uang negara (perusahaan dan sebagainya) untuk keuntungan pribadi atau orang lain. Korupsi adalah sebuah tindakan kriminal yang berasal dari perilaku manusia, salah satu bentuk dari korupsi adalah suap. Melunasi sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Suap tergolong perbuatan kriminal. Pada Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi di Indonesia tidak terdapat batasan yang jelas antara unsur-unsur dari tindak pidana suap dengan gratifikasi menjadi suap sehingga terjadi permasalahan penerapan hukum oleh penegak hukum dalam melaksanakan penegakan hukum terhadap pemberantasan tindak pidana korupsi di Indonesia. Hal ini dikarenakan Pasal12 huruf a, memiliki unsur-unsur yang nyaris serupa dengan Pasal 5 ayat (2), namun terdapat disparitas hukuman yang jauh di antara keduanya. Tidak adanya batasan unsur-unsur delik yang jelas antara tindak pidana suap yang diatur oleh Pasal 5 serta Pasal 12 huruf a Undang-Undang tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU PTPK) mengakibatkan terjadilah ambiguitas dalam penegakan hukum oleh penegak hukum terhadap tindak pidana korupsi mengenai suap dalam Undang-Undang tentang tindak pidana korupsi di Indonesia. Oleh karena itu pada penelitian ini penulis tertarik untuk mengkaji penegakan hukum yang terdapat dalam pasal 5 serta pasal 12 huruf a dan b Undang-Undang No. 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan atas Undang-Undang No. 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang mengatur mengenai suap.
Pengaruh Kepemimpinan, Motivasi, dan Lingkungan Kerja terhadap Kinerja Guru di Yayasan Al Muqorrobin Cihideung Ahmad Syauki; Zulganef
Jurnal Siber Multi Disiplin Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Siber Multi Disiplin (Juli - September 2026)
Publisher : Siber Nusantara Research & Yayasan Sinergi Inovasi Bersama (SIBER)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jsmd.v4i2.931

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kepemimpinan, motivasi, dan lingkungan kerja terhadap kinerja guru di Yayasan Al Muqorrobin Cihideung. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif melalui survei terhadap 35 guru dengan analisis regresi linier berganda menggunakan SPSS 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial kepemimpinan, motivasi, dan lingkungan kerja berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja guru. Secara simultan ketiga variabel berpengaruh signifikan terhadap kinerja guru dengan nilai F sebesar 41,382 dan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,800. Temuan ini menunjukkan bahwa faktor-faktor tersebut menjelaskan 80% variasi kinerja guru pada yayasan yang diteliti.
Pemodelan Statistik Sentimen Pengguna terhadap Artificial Intelligence pada Media Sosial X Menggunakan Analisis Sentimen Berbasis Natural Language Processing Faras Alfito Dwi; Purwadi
Jurnal Siber Multi Disiplin Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Siber Multi Disiplin (Juli - September 2026)
Publisher : Siber Nusantara Research & Yayasan Sinergi Inovasi Bersama (SIBER)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jsmd.v4i2.866

Abstract

Penelitian ini mengkaji sentimen publik terhadap kecerdasan buatan generatif pada media sosial X dengan menggabungkan analisis sentimen berbasis leksikon, pemodelan topik, dan klasifikasi teks prediktif. Objek penelitian berupa unggahan pengguna berbahasa Indonesia yang membahas ChatGPT, Gemini, Copilot, Grok, dan layanan AI generatif lain selama Januari-Desember 2024. Setelah melalui penyaringan, deduplikasi, dan normalisasi teks, sebanyak 3.842 unggahan dianalisis menggunakan leksikon InSet, representasi TF-IDF, Multinomial Naive Bayes, Support Vector Machine, dan Logistic Regression. Hasil penelitian menunjukkan sentimen positif mendominasi sebesar 52,3%, diikuti sentimen negatif 28,1% dan netral 19,6%. Topik yang paling banyak muncul ialah produktivitas, kekhawatiran pekerjaan, kualitas luaran, privasi, dan penggunaan pendidikan. Model Multinomial Naive Bayes memperoleh akurasi 84,7% dan F1-score 0,83, sedangkan SVM mencapai akurasi komparatif tertinggi 86,2%. Temuan ini menunjukkan bahwa pengguna Indonesia cenderung menerima AI generatif sebagai alat praktis, tetapi tetap menaruh kekhawatiran terhadap disrupsi pekerjaan, misinformasi, privasi, dan integritas akademik
Analisis Perilaku Biseksual Suami dalam Keluarga Perspektif Hukum Islam Putri Dordia; Yufi Wiyos Rini Masykuroh; Ahmad Fauzi Furqon
Jurnal Siber Multi Disiplin Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Siber Multi Disiplin (Juli - September 2026)
Publisher : Siber Nusantara Research & Yayasan Sinergi Inovasi Bersama (SIBER)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jsmd.v4i2.876

Abstract

Perilaku biseksual suami dalam rumah tangga merupakan penyimpangan seksual yang bertentangan dengan fitrah manusia dan ajaran Islam. Fenomena ini menimbulkan gangguan psikologis, sosial, dan spiritual bagi pasangan, serta merusak tujuan pernikahan yang berlandaskan nilai sakinah, mawaddah, dan rahmah. Penelitian ini membahas dua rumusan masalah, yaitu bentuk dan faktor penyebab perilaku biseksual suami, serta pandangan hukum Islam melalui pendekatan maqāṣid al-syarī‘ah. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis faktor penyebab serta menilai perilaku tersebut dari sisi hukum Islam. Metode yang digunakan ialah kualitatif deskriptif dengan pendekatan library research melalui analisis literatur fikih, jurnal hukum Islam, dan putusan pengadilan agama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku biseksual suami disebabkan oleh faktor psikologis, biologis, sosial, dan lemahnya pendidikan agama. Dalam perspektif maqāṣid al-syarī‘ah, perilaku ini melanggar empat tujuan utama syariat: hifz al-dīn, al-nafs, al-nasl, dan konsep menjaga kehormatan. Kesimpulannya, perilaku biseksual suami termasuk perbuatan fahisyah yang merusak keharmonisan rumah tangga. Hukum Islam memberikan hak kepada istri untuk menuntut keadilan melalui perceraian demi menjaga kehormatan dan kemaslahatan keluarga.
Efektivitas Taklik Talak sebagai Perjanjian Perkawinan dalam Meminimalisasi Terjadinya Perceraian Tanpa Melalui Pengadilan Nabilatus Sabila; Waluyadi; Zelfi Ghaffar Aufiya
Jurnal Siber Multi Disiplin Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Siber Multi Disiplin (Juli - September 2026)
Publisher : Siber Nusantara Research & Yayasan Sinergi Inovasi Bersama (SIBER)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jsmd.v4i2.890

Abstract

Perceraian tanpa melalui pengadilan masih ditemukan dalam masyarakat meskipun hukum di Indonesia mewajibkan perceraian dilakukan melalui Pengadilan Agama. Praktik tersebut berpotensi menimbulkan berbagai permasalahan hukum, seperti ketidakjelasan status hukum para pihak serta tidak terpenuhinya hak-hak istri dan anak pasca perceraian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Permasalahan hukum yang menyebabkan terjadinya perceraian tanpa melalui pengadilan serta Peran taklik talak sebagai perjanjian perkawinan dalam meminimalisasi perceraian tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual yang didukung data hasil wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perceraian tanpa melalui pengadilan dipengaruhi oleh Permasalahan ekonomi, rendahnya kesadaran hukum masyarakat, kesalahpahaman terhadap talak dan taklik talak, serta budaya hukum masyarakat. Taklik talak memiliki peran penting sebagai instrumen perlindungan hukum dan pencegahan perceraian, namun efektivitasnya masih belum optimal karena rendahnya pemahaman masyarakat terhadap fungsi dan akibat hukumnya.
Pengaruh Kompetensi Dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Unit BRI Melalui Efektivitas Pengawasan Sebagai Variabel Mediasi Teddy Friadi Rosa; Anita Maharani
Jurnal Siber Multi Disiplin Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Siber Multi Disiplin (Juli - September 2026)
Publisher : Siber Nusantara Research & Yayasan Sinergi Inovasi Bersama (SIBER)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jsmd.v4i2.913

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kompetensi dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan pada Unit Bank Rakyat Indonesia (BRI) dengan menempatkan efektivitas pengawasan sebagai variabel mediasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data primer yang diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data diukur menggunakan skala Likert lima poin dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) melalui perangkat lunak SmartPLS 4. Tahapan analisis meliputi statistik deskriptif, evaluasi model pengukuran, evaluasi model struktural, dan pengujian hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi dan motivasi kerja berpengaruh positif serta signifikan terhadap efektivitas pengawasan. Kompetensi juga terbukti meningkatkan kinerja karyawan, sedangkan motivasi kerja tidak memberikan pengaruh langsung yang signifikan. Selain itu, efektivitas pengawasan berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan sekaligus memediasi hubungan antara kompetensi, motivasi kerja, dan kinerja. Temuan ini menegaskan bahwa pengawasan yang efektif berperan penting dalam mengoptimalkan kompetensi dan motivasi karyawan sehingga mampu menghasilkan kinerja yang lebih baik, sekaligus memperkuat dukungan empiris terhadap Ability–Motivation–Opportunity (AMO) Theory dan Organizational Behavior Theory pada sektor perbankan.