cover
Contact Name
Siber Publisher
Contact Email
siberpublisher.info@gmail.com
Phone
+6281188062006
Journal Mail Official
siberpublisher.info@gmail.com
Editorial Address
Jalan Marina Indah Raya No. 1 Pantai Indah Kapuk, Kamal Muara, Penjaringan, Jakarta Utara, Indonesia
Location
Kota adm. jakarta utara,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Siber Multi Disiplin
ISSN : 29870402     EISSN : 29870380     DOI : https://doi.org/10.38035/jsmd.v1i1
Jurnal Siber Multi Disiplin (JSMD) adalah jurnal multidisiplin ilmiah yang diterbitkan oleh Siber Nusantara Research dan di payungi Oleh Yayasan Sinergi Inovasi Bersama (SIBER). Perbitan jurnal ini 4 kali dalam setahun yaitu April, Juli, Oktober, dan Januari. Ruang lingkup dan fokus terkait dengan penelitian dengan pendekatan Multidisipliner, yang meliputi: Ilmu Manajemen, Manajemen SDM, Manajemen Pemasaran & Manajemen Keungan, Ilmu Ekonomi, dan Akuntansi, Ilmu Komputer, Teknologi Informasi Teknik Informatika & Manajemen Informatika, Perdagangan, Manajemen Perhotelan, Pariwisata, Perjalanan, Seni & Budaya, Manjemen Pendidikan, Pendidikan Dasar, Pendidikan Islam & Pendidikan Olahraga, Ilmu Politik, Ilmu Hukum & Ilmu Sosial, Administrasi public & Administrai Pemerintahan, Ilmu Olah Raga, Sejarah & Humaniora, Sosiologi, Psikologi, Ilmu Kesehatan, Kedoteran & Kebidanan, Media & Komunikasi, Ilmu Lingkungan, Ilmu Perpustakaan, Ilmu Pertanian, Perbankan, Manajemen proyek, Manajemen Portofolio, Analisis Keamanan, Kewiraswastaan & Manajemen Retail, Manajemen Tranportasi, Logistik & Expesdidi, Medis, Kesehatan, Kedokteran, Bilogi, Fisika, Kimia, Agoronomi & Pertambangan, dan Teknik Mesin, Teknik Industi & Teknik Perkapalan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 187 Documents
Legalitas Praktik Penahanan Ijazah oleh Pemberi Kerja: Analisis Kritis dalam Perspektif Hukum Ketenagakerjaan yang Berkeadilan Ilyas maulana Maulana; Adnan; Muhamad Amin
Jurnal Siber Multi Disiplin Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Siber Multi Disiplin (Juli - September 2026)
Publisher : Siber Nusantara Research & Yayasan Sinergi Inovasi Bersama (SIBER)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jsmd.v4i2.917

Abstract

Praktik penahanan ijazah oleh pemberi kerja kerap ditemukan dalam hubungan kerja di Indonesia. Kondisi ini berpotensi membatasi kebebasan pekerja menentukan pilihan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui legalitas praktik penahanan ijazah oleh pemberi kerja menurut hukum nasional di Indonesia juga untuk mengetahui praktik penahanan ijazah oleh pemberi kerja berdasarkan prinsip keadilan, perlindungan hukum, dan keseimbangan dalam hubungan kerja. Metode penelitian menggunakan penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, pendekatan konseptual, dan pendekatan kasus. Data penelitian berupa bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tersier. Data dianalisis secara kualitatif melalui proses inventarisasi, interpretasi, dan argumentasi hukum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penahanan ijazah oleh pemberi kerja tidak memiliki dasar hukum yang kuat dalam peraturan ketenagakerjaan di Indonesia dan pada prinsipnya dilarang berdasarkan Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan Nomor M/5/HK.04.00/V/2025. Namun, penyerahan ijazah dapat dilakukan atas dasar kesepakatan para pihak sepanjang tidak menghilangkan hak pekerja dan tetap menjamin perlindungan hukum bagi pekerja. Praktik penahanan ijazah oleh pemberi kerja sepenuhnya belum mencerminkan prinsip keadilan, perlindungan hukum, dan keseimbangan para pihak dalam hubungan kerja karena berpotensi membatasi ruang gerak pekerja dalam menggunakan haknya. Maka praktik hanya dapat dilakukan dalam kondisi tertentu berdasarkan kesepakatan yang sah, itikad baik, serta terpenuhinya hak dan kepentingan pekerja secara proporsional
Kajian Penegakan Hukum Untuk Kawasan Tanpa Rokok di Ruang Publik Dimas Muhammad Fadilah; Alip Rahman; Anom Sutrisno
Jurnal Siber Multi Disiplin Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Siber Multi Disiplin (Juli - September 2026)
Publisher : Siber Nusantara Research & Yayasan Sinergi Inovasi Bersama (SIBER)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jsmd.v4i2.923

Abstract

Implementasi regulasi kawasan tanpa asap rokok merupakan strategi krusial untuk menciptakan ruang publik yang sehat, namun keberhasilannya sangat bergantung pada ketegasan pelaksanaan aturan di lapangan. Studi ini bertujuan mengevaluasi prosedur penegakan aturan kawasan bebas rokok di Kota Cirebon, merujuk pada Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2015. Dengan menerapkan pendekatan yuridis normatif yang dikombinasikan dengan data wawancara bersama personel Satpol PP Kota Cirebon, penelitian ini membedah persoalan menggunakan teori penegakan hukum dari Soerjono Soekanto, yang mencakup aspek hukum, aparatur, sarana, budaya masyarakat. Temuan riset mengungkapkan bahwa dari regulasi, dasar hukum telah tersedia secara lengkap melalui Perda dan Peraturan Walikota sebagai acuan teknis. Pihak Satpol PP pun telah melakukan langkah penertiban, mulai dari diseminasi informasi hingga operasi gabungan dengan TNI dan Polri, kendati aktivitas tersebut belum terjadwal secara rutin. Sementara infrastruktur pendukung dianggap kurang cukup memadai, kendala utama justru muncul dari faktor budaya masyarakat. Rendahnya kepatuhan hukum serta kebiasaan merokok yang telah mendarah daging di tengah penduduk menjadi tantangan signifikan. Sebagai kesimpulan, penegakan aturan bebas rokok di Kota Cirebon saat ini belum mencapai hasil optimal. Diperlukan penguatan pengawasan yang lebih intensif, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta kampanye edukasi yang lebih masif dan berkesinambungan agar kebijakan dapat berjalan efektif di masa mendatang
Dampak Kenaikan Harga Rokok Terhadap Peredaran Rokok Ilegal Ditinjau Dari Penegakan Hukum Cukai Di Kabupaten Cirebon Hartono; Irma Maulida
Jurnal Siber Multi Disiplin Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Siber Multi Disiplin (Juli - September 2026)
Publisher : Siber Nusantara Research & Yayasan Sinergi Inovasi Bersama (SIBER)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jsmd.v4i2.924

Abstract

Pemerintah Indonesia menerapkan kebijakan kenaikan tarif cukai hasil tembakau sebagai upaya untuk menekan tingkat konsumsi rokok sekaligus meningkatkan penerimaan bagi negara dari sektor cukai. Kebijakan ini didasarkan pada asumsi bahwa kenaikan harga akan mengurangi daya beli konsumen terhadap produk tembakau. Namun, pada kenyataannya kebijakan tersebut menimbulkan dampak yang tidak sepenuhnya sesuai dengan tujuan awal. Kenaikan harga rokok justru mendorong terjadinya pergeseran konsumsi yang beralih ke produk ilegal yang bebas cukai dengan harga jauh lebih murah. Kondisi ini mengakibatkan peredaran rokok ilegal semakin meluas di berbagai daerah, termasuk di Kabupaten Cirebon. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana kenaikan harga rokok berdampak terhadap peningkatan peredaran rokok ilegal di masyarakat, serta melihat seberapa efektif penegakan hukum cukai dalam mengendalikan peredaran rokok ilegal di Kabupaten Cirebon. Metode yang digunakan adalah yuridis-normatif dengan didukung oleh sebagian data empiris yang diperoleh langsung dari lapangan sebagai data penunjang, serta analisis terhadap bahan hukum yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan harga rokok legal secara signifikan mendorong pergeseran konsumsi masyarakat ke rokok ilegal. Penegakan hukum yang ada dinilai belum cukup efektif dalam membendung peredaran rokok ilegal akibat berbagai keterbatasan kapasitas penindakan pengawasan di lapangan.
Analisis Perbaikan Kualitas Produk dengan Metode FMEA (Failure Mode & Effect Analysis) pada Pipa Kompresor di PT XYZ Fauzar Astamanggala; Fibi Eko; Wahyu Hadikristanto
Jurnal Siber Multi Disiplin Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Siber Multi Disiplin (Juli - September 2026)
Publisher : Siber Nusantara Research & Yayasan Sinergi Inovasi Bersama (SIBER)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jsmd.v4i2.928

Abstract

Peningkatan kualitas produk merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga daya saing perusahaan manufaktur. PT XYZ sebagai perusahaan yang bergerak di bidang produksi air conditioner (AC) masih menghadapi permasalahan cacat pada proses produksi pipa kompresor yang berpotensi menurunkan kualitas produk dan efisiensi proses produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis cacat, menganalisis tingkat risiko kegagalan, serta menentukan prioritas perbaikan kualitas pada proses produksi pipa kompresor menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis studi kasus. Data diperoleh melalui observasi lapangan, dokumentasi perusahaan, dan data hasil produksi periode Januari–Oktober 2025. Analisis dilakukan dengan menentukan nilai Severity (S), Occurrence (O), dan Detection (D) untuk menghitung Risk Priority Number (RPN) pada setiap jenis cacat. Hasil penelitian menunjukkan terdapat lima jenis cacat utama, yaitu kebocoran sambungan, welding defect, ovalitas, diameter out of specification (OOS), dan kontaminasi. Cacat kebocoran memiliki nilai RPN tertinggi sebesar 240 sehingga menjadi prioritas utama perbaikan, diikuti welding defect sebesar 175, ovalitas sebesar 120, diameter OOS sebesar 96, dan kontaminasi sebesar 60. Analisis Fishbone Diagram menunjukkan bahwa penyebab utama cacat berasal dari faktor manusia, mesin, metode, material, pengukuran, dan lingkungan. Metode FMEA terbukti efektif dalam mengidentifikasi dan menentukan prioritas risiko kegagalan sehingga dapat digunakan sebagai dasar penyusunan strategi peningkatan kualitas produksi pipa kompresor di PT XYZ.
Pengendalian Persediaan Dengan Metode EOQ (Economic Order Quantity) Dan ROP (Reorder Point) Untuk Meningkatkan Efisiensi Gudang Packing Di PT X Noky Sri Noerhaliza; Rachman Catur Kurniawan; Suhendra
Jurnal Siber Multi Disiplin Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Siber Multi Disiplin (Juli - September 2026)
Publisher : Siber Nusantara Research & Yayasan Sinergi Inovasi Bersama (SIBER)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jsmd.v4i2.951

Abstract

Salah satu faktor penting dalam kegiatan  inventori adalah pengendalian  persediaan gunanya sebagai kelancaran operasional gudang. PT X sebagai  perusahaan yang bergerak di bidang logistik masih menghadapi masalah pengelolaan persediaa, seperti terjadinya  kelebihan dan kekurangan stock akibat ketidaksesuaian data forecast dan kebutuhan aktual. Kondisi ini menyebabkan terjadinya additional order yang berulang tanpa adanya pehitungan kapan dan berapa seharusnya qty additional di berikan.  Penelitian ini difokuskan pada material packing denga tingkat pemaikaian tertinggi di divisi Export PT. X. Tujuannya menganalisa sistem pengendalian persediaan yang berjakan serta menentukan jumlah pemesanan yang paling ekonomis dan waktu pemesanan yang optimal. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan analitis, pengolahan data menggunakan metode Economic Orde Quantity (EOQ) untuk menentukan kuantitas pemesanan optimal dan metode  Reorder Point (ROP) untuk menentukan pemesanan ulang.  Semoga dengan hasil data dari penelitian  dapat menunjukan bahwa penerapan metode EOQ dan ROP mampu mengurangi frekuensi additional order dan meningkatkan efisiensi pengelolaan stock material.
Analisis Peningkatan Produktivitas Line Crankshaft Menggunakan Metode Lean Manufacturing Dan PDCA Di PT. XYZ Adnan Azizi; Agus Andriyansyah; Mega Purnamasari
Jurnal Siber Multi Disiplin Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Siber Multi Disiplin (Juli - September 2026)
Publisher : Siber Nusantara Research & Yayasan Sinergi Inovasi Bersama (SIBER)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jsmd.v4i2.969

Abstract

Produktivitas merupakan salah satu indikator penting dalam mengukur efektivitas proses produksi di industri manufaktur. PT. XYZ menghadapi permasalahan rendahnya produktivitas pada line crankshaft akibat tingginya downtime proses dandori yang melebihi target perusahaan. Penelitian ini bertujuan meningkatkan produktivitas line crankshaft melalui penerapan Lean Manufacturing yang diintegrasikan dengan metode Plan-Do-Check-Act (PDCA). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Identifikasi penyebab masalah dilakukan menggunakan diagram fishbone, sedangkan usulan perbaikan disusun melalui pendekatan Kaizen 5W+1H dan dievaluasi menggunakan Future Process Activity Mapping. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor mesin dan metode menjadi penyebab utama tingginya downtime dandori. Implementasi perbaikan berhasil menurunkan total waktu dandori dari 70 menit menjadi 29 menit atau sebesar 58,57%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa penerapan Lean Manufacturing yang dipadukan dengan metode PDCA mampu mengurangi aktivitas yang tidak bernilai tambah, meningkatkan efisiensi proses setup, serta mendukung peningkatan produktivitas line crankshaft secara berkelanjutan.
Pengaruh Social Comparison dan Body Dissatisfaction Terhadap Self-Esteem Pada Dewasa Awal Pengguna TikTok di Kabupaten Bandung Neng Siti Rahmah; Rifqi Farisan Akbar; Prinska Damara Sastri
Jurnal Siber Multi Disiplin Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Siber Multi Disiplin (Juli - September 2026)
Publisher : Siber Nusantara Research & Yayasan Sinergi Inovasi Bersama (SIBER)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jsmd.v4i2.976

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh social comparison dan body dissatisfaction terhadap self-esteem pada dewasa awal pengguna TikTok di Kabupaten Bandung. Metodologi yang diaplikasikan adalah pendekatan kuantitatif, dengan analisis regresi linear berganda. Sampel penelitian melibatkan 100 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner daring dengan instrumen Iowa-Netherlands Comparison Orientation Measure (INCOM), Body Shape Questionnaire–Short Version (BSQ-8C), dan Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES). Analisis data diimplementasikan dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Temuan studi ini mengindikasikan bahwa social comparison berpengaruh negatif dan signifikan terhadap self-esteem (Sig. 0,034 < 0,05). Di samping itu, body dissatisfaction juga terbukti memberikan pengaruh negatif dan signifikan terhadap self-esteem (Sig. 0,002 < 0,05). Secara simultan, social comparison dan body dissatisfaction berpengaruh signifikan terhadap self-esteem dengan nilai signifikansi sebesar 0,004 < 0,05. Nilai Adjusted R Square sebesar 8,8% menunjukkan bahwa kedua variabel prediktor tersebut dapat menjelaskan 8,8% variasi self-esteem, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain di luar penelitian. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat social comparison dan body dissatisfaction, semakin rendah tingkat self-esteem.
Hubungan Antara Work Engagement dengan Produktivitas Kerja Pada Karyawan Lembaga Publikasi Artikel Ilmiah Jihan Luthfi Nabillah; Sandra Adetya; Mic Finanto Ario Bangun
Jurnal Siber Multi Disiplin Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Siber Multi Disiplin (Juli - September 2026)
Publisher : Siber Nusantara Research & Yayasan Sinergi Inovasi Bersama (SIBER)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jsmd.v4i2.701

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara work engagement dengan produktivitas kerja pada karyawan lembaga publikasi artikel ilmiah. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada fenomena penurunan produktivitas kerja yang ditandai dengan menurunnya capaian target publikasi, keterlambatan penyelesaian tugas, serta rendahnya semangat dan keterlibatan karyawan dalam pekerjaan. Kondisi tersebut diduga berkaitan dengan tingkat work engagement yang dimiliki karyawan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan tipe penelitian korelasional. Sampel penelitian merupakan karyawan pada dua lembaga publikasi artikel ilmiah yang diperoleh menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala produktivitas kerja dan skala work engagement (UWES-9). Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman’s Rho setelah melalui uji asumsi berupa uji normalitas dan uji linearitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara work engagement dengan produktivitas kerja, dengan tingkat hubungan yang lemah. Artinya, semakin tinggi tingkat work engagement yang dimiliki karyawan, maka semakin tinggi pula produktivitas kerja yang dihasilkan. Sebaliknya, rendahnya work engagement berhubungan dengan menurunnya produktivitas kerja. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan agar lembaga publikasi artikel ilmiah dapat meningkatkan work engagement karyawan melalui penguatan motivasi, dukungan organisasi, serta pengelolaan beban kerja yang lebih optimal guna meningkatkan produktivitas kerja karyawan.
Pengaruh Career Adaptability terhadap Turnover Intention Pada Karyawan Gen Z Di Start-Up Wanda Sari Tambang; Fathana Gina; Ditta Febrieta
Jurnal Siber Multi Disiplin Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Siber Multi Disiplin (Juli - September 2026)
Publisher : Siber Nusantara Research & Yayasan Sinergi Inovasi Bersama (SIBER)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jsmd.v4i2.888

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh career adaptability terhadap turnover intention pada karyawan Generasi Z yang bekerja di perusahaan start-up. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan melibatkan 200 responden yang diperoleh melalui teknik snowball sampling. Instrumen penelitian yang digunakan terdiri atas skala Career Adapt-Abilities Scale-Short Form (CASS-SF) untuk mengukur career adaptability serta skala turnover intention. Analisis data dilakukan menggunakan uji regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa career adaptability tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap turnover intention pada karyawan Generasi Z yang bekerja di perusahaan start-up, dengan nilai F sebesar 2,506 dan nilai signifikansi sebesar 0,115 (p > 0,05). Temuan ini mengindikasikan bahwa career adaptability belum menjadi faktor utama yang memengaruhi kecenderungan karyawan Generasi Z untuk meninggalkan pekerjaan. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan agar penelitian selanjutnya mempertimbangkan variabel lain yang berpotensi memengaruhi turnover intention, seperti kepuasan kerja, work engagement, kompensasi, serta peluang pengembangan karier.
Pengaruh Growth Mindset terhadap Self Regulated Learning pada Siswa SMAN “X” Jakarta Afifah Qolbi Salimah; Fathana Gina; Ditta Febrieta
Jurnal Siber Multi Disiplin Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Siber Multi Disiplin (Juli - September 2026)
Publisher : Siber Nusantara Research & Yayasan Sinergi Inovasi Bersama (SIBER)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jsmd.v4i2.903

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh growth mindset terhadap self-regulated learning pada siswa SMAN “X” Jakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode ex post facto. Sampel penelitian berjumlah 280 siswa yang dipilih menggunakan teknik probability sampling dengan jenis proportionate stratified random sampling. Instrumen penelitian menggunakan skala growth mindset dan skala self-regulated learning. Data dianalisis menggunakan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa growth mindset berpengaruh positif dan signifikan terhadap self-regulated learning. Nilai koefisien korelasi menunjukkan hubungan yang kuat antara kedua variabel, sedangkan nilai koefisien determinasi menunjukkan bahwa growth mindset memberikan kontribusi sebesar 45% terhadap self-regulated learning. Hasil kategorisasi menunjukkan bahwa growth mindset dan self-regulated learning siswa berada pada kategori sedang. Hasil uji beda menunjukkan adanya perbedaan signifikan berdasarkan jenis kelamin, tetapi tidak terdapat perbedaan signifikan berdasarkan tingkat kelas. Temuan ini menunjukkan bahwa siswa yang memiliki growth mindset lebih baik cenderung lebih mampu mengatur proses belajar secara mandiri, seperti menetapkan tujuan belajar, memilih strategi belajar, mengelola waktu, memantau pemahaman, dan mengevaluasi hasil belajar. Penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan growth mindset sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan self-regulated learning siswa.