Jurnal Siber Multi Disiplin
Jurnal Siber Multi Disiplin (JSMD) adalah jurnal multidisiplin ilmiah yang diterbitkan oleh Siber Nusantara Research dan di payungi Oleh Yayasan Sinergi Inovasi Bersama (SIBER). Perbitan jurnal ini 4 kali dalam setahun yaitu April, Juli, Oktober, dan Januari. Ruang lingkup dan fokus terkait dengan penelitian dengan pendekatan Multidisipliner, yang meliputi: Ilmu Manajemen, Manajemen SDM, Manajemen Pemasaran & Manajemen Keungan, Ilmu Ekonomi, dan Akuntansi, Ilmu Komputer, Teknologi Informasi Teknik Informatika & Manajemen Informatika, Perdagangan, Manajemen Perhotelan, Pariwisata, Perjalanan, Seni & Budaya, Manjemen Pendidikan, Pendidikan Dasar, Pendidikan Islam & Pendidikan Olahraga, Ilmu Politik, Ilmu Hukum & Ilmu Sosial, Administrasi public & Administrai Pemerintahan, Ilmu Olah Raga, Sejarah & Humaniora, Sosiologi, Psikologi, Ilmu Kesehatan, Kedoteran & Kebidanan, Media & Komunikasi, Ilmu Lingkungan, Ilmu Perpustakaan, Ilmu Pertanian, Perbankan, Manajemen proyek, Manajemen Portofolio, Analisis Keamanan, Kewiraswastaan & Manajemen Retail, Manajemen Tranportasi, Logistik & Expesdidi, Medis, Kesehatan, Kedokteran, Bilogi, Fisika, Kimia, Agoronomi & Pertambangan, dan Teknik Mesin, Teknik Industi & Teknik Perkapalan.
Articles
229 Documents
Perlindungan Pemilik Merek Dari Penggunaan Merek Yang Menimbulkan Sengketa
Jeremy Casey Parningotan;
Budi Santoso
Jurnal Siber Multi Disiplin Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Siber Multi Disiplin (Oktober - Desember 2026)
Publisher : Siber Nusantara Research & Yayasan Sinergi Inovasi Bersama (SIBER)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.38035/jsmd.v4i3.1193
Merek merupakan bagian penting dari hak kekayaan intelektual yang berfungsi membedakan barang atau jasa milik seseorang atau badan hukum dengan pihak lain. Perkembangan perdagangan dan bisnis digital meningkatkan nilai ekonomi merek sekaligus risiko sengketa akibat penggunaan tanpa hak, peniruan, pendaftaran dengan iktikad tidak baik, atau persamaan dengan merek pihak lain. Penelitian ini bertujuan mengetahui bentuk perlindungan hukum terhadap pemilik merek dan mekanisme penyelesaian sengketa merek di Indonesia. Penelitian menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan dan konseptual. Pembahasan berfokus pada Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis. Hasil penelitian menunjukkan perlindungan dilakukan secara preventif melalui pendaftaran dan pemeriksaan substantif, serta represif melalui gugatan perdata, penghapusan, pembatalan, dan upaya hukum lainnya. Pemilik merek terdaftar dapat mengajukan gugatan ganti rugi dan penghentian penggunaan melalui Pengadilan Niaga untuk memperoleh kepastian hukum dan perlindungan ekonomi.
Pengaruh Kompetensi, Budaya Kerja dan Lingkungan Terhadap Kinerja Pegawai melalui Motivasi di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Jambi
Frendy Wiranata;
Evi Adriani;
Hana Tamara Putri
Jurnal Siber Multi Disiplin Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Siber Multi Disiplin (Oktober - Desember 2026)
Publisher : Siber Nusantara Research & Yayasan Sinergi Inovasi Bersama (SIBER)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.38035/jsmd.v4i3.1194
Kinerja pegawai merupakan penentu utama kualitas pelayanan publik, namun Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Jambi menunjukkan indikasi kinerja yang belum optimal, tercermin dari ketidaksesuaian latar belakang pendidikan dengan jabatan, keterbatasan sarana pelayanan, dan pembatasan jam operasional. Kajian terdahulu menunjukkan hasil yang tidak konsisten mengenai pengaruh kompetensi, budaya kerja, dan lingkungan terhadap kinerja, baik secara langsung maupun melalui motivasi, dan belum ada penelitian yang menguji ketiga determinan tersebut secara simultan pada instansi pelayanan administrasi kependudukan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kompetensi, budaya kerja, dan lingkungan terhadap kinerja pegawai melalui motivasi sebagai variabel intervening. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif verifikatif dengan sampel jenuh terhadap 87 pegawai Disdukcapil Kota Jambi, dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling-Partial Least Square (SEM-PLS) melalui SmartPLS. Hasil menunjukkan bahwa kompetensi, budaya kerja, dan lingkungan berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi maupun kinerja, motivasi berpengaruh positif terhadap kinerja, dan berperan sebagai mediator parsial pada pengaruh ketiga variabel terhadap kinerja, dengan model menjelaskan 63,9 persen variasi motivasi dan 89,9 persen variasi kinerja. Kebaruan penelitian terletak pada integrasi tiga variabel eksogen secara simultan melalui motivasi pada lokus pelayanan kependudukan yang belum banyak diteliti.
Analisis Hasil Belajar Siswa Keahlian Teknik Kendaraan Ringan Di Smk Negeri 10 Semarang Melalui Penggunaan Media Pembelajaran Interaktif Pada Materi Sistem Pelumasan
Farhan Setiawan Setiawan;
Abdurrahman;
Rizqi Fitri Naryanto
Jurnal Siber Multi Disiplin Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Siber Multi Disiplin (Juli - September 2026)
Publisher : Siber Nusantara Research & Yayasan Sinergi Inovasi Bersama (SIBER)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.38035/jsmd.v4i2.1195
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan untuk mengetahui sejauh mana media pembelajaran interaktif dapat memengaruhi hasil belajar siswa, khususnya pada mata pelajaran sistem pelumasan di program keahlian Teknik Kendaraan Ringan (TKR) SMK Negeri 10 Semarang. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain one-group pretest-posttest, melibatkan 30 siswa kelas XI TKR sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui instrumen tes berupa 25 soal pilihan ganda, yang seluruhnya dinyatakan valid (r hitung > r tabel = 0,361) dan memiliki tingkat reliabilitas tinggi (KR-20 = 0,725). Berdasarkan hasil analisis, diperoleh nilai rata-rata pretest sebesar 66,40 (SD = 11,10) yang meningkat menjadi 82,53 (SD = 15,88) pada posttest, atau setara dengan kenaikan rata-rata 16,13 poin. Nilai N-Gain yang dihasilkan sebesar 0,55, tergolong dalam kategori sedang. Karena hasil uji normalitas Shapiro-Wilk menunjukkan bahwa data pretest (p = 0,013) maupun posttest (p < 0,001) tidak terdistribusi normal, analisis hipotesis selanjutnya dilakukan menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank. Hasil uji tersebut mengonfirmasi adanya perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest (Z = -4,67; p < 0,001). Temuan ini mengindikasikan bahwa penerapan media pembelajaran interaktif mampu mendorong peningkatan hasil belajar siswa secara signifikan, sekalipun besaran peningkatan tersebut tidak seragam pada setiap siswa.
Kewajiban Nafkah Suami Sebagai Instrumen Perlindungan Ekonomi Bagi Korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga
Putri Maria Hendrika Takndare
Jurnal Siber Multi Disiplin Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Siber Multi Disiplin (Juli - September 2026)
Publisher : Siber Nusantara Research & Yayasan Sinergi Inovasi Bersama (SIBER)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.38035/jsmd.v4i2.1196
Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), khususnya penelantaran ekonomi melalui pengabaian kewajiban nafkah oleh suami, merupakan bentuk pelanggaran hukum serius yang mencederai martabat perempuan dan mengancam ketahanan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara yuridis kedudukan kewajiban nafkah suami sebagai instrumen perlindungan bagi korban KDRT serta mengevaluasi peranan dan efektivitas lembaga peradilan dalam menegakkan pemenuhan hak ekonomi tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach). Sumber bahan hukum yang digunakan terdiri dari bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang dikumpulkan melalui studi kepustakaan (library research) dan dianalisis secara kualitatif menggunakan metode berpikir deduktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara yuridis, konstruksi hukum positif di Indonesia melalui sinkronisasi norma antara Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, Kompilasi Hukum Islam (KHI), dan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan KDRT telah menggeser kewajiban nafkah dari ranah hukum privat domestik menjadi instrumen hukum publik yang bersifat imperatif. Pengabaian nafkah secara sewenang-wenang diklasifikasikan sebagai tindak pidana penelantaran rumah tangga yang berfungsi sebagai "perisai ekonomi" untuk memutus siklus kekerasan akibat ketergantungan finansial korban. Selanjutnya, lembaga peradilan memiliki peranan strategis dalam memulihkan hak ekonomi korban melalui penggunaan hak ex-officio hakim dan penjatuhan putusan sela berupa nafkah sementara (provisional order). Namun, dalam praktiknya, efektivitas eksekusi di lapangan masih sering kali terhambat oleh lemahnya hukum acara eksekusi perdata sehingga putusan terancam menjadi formalitas di atas kertas. Oleh karena itu, diperlukan reformasi hukum melalui penerapan sistem pemotongan gaji otomatis (automatic wage attachment) yang terintegrasi dengan lembaga perbankan atau tempat kerja pelaku guna menjamin kepastian hukum dan perlindungan substantif bagi korban.
Pengaruh Disiplin Belajar Terhadap Prestasi Akademik Kadet Mahasiswa Universitas Pertahanan Republik Indonesia
Muhammad Samy Ramadhan;
Nadiza Lediwara;
Sembada Denrineksa Bimorogo;
Aulia Khamas Heikmakhtiar
Jurnal Siber Multi Disiplin Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Siber Multi Disiplin (Juli - September 2026)
Publisher : Siber Nusantara Research & Yayasan Sinergi Inovasi Bersama (SIBER)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.38035/jsmd.v4i2.1204
Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh disiplin belajar terhadap prestasi akademik mahasiswa Universitas Pertahanan Republik Indonesia yang meliputi motivasi belajar, kebiasaan belajar, manajemen waktu, dan kedisiplinan akademik. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode regresi linear berganda. Hasil uji instrumen menunjukkan seluruh item valid dan reliabel dengan nilai Cronbach’s Alpha antara 0,805–0,912. Uji asumsi klasik menunjukkan bahwa data berdistribusi normal, tidak terjadi multikolinearitas, dan tidak mengalami heteroskedastisitas. Hasil uji F menunjukkan seluruh variabel secara simultan berpengaruh signifikan terhadap prestasi akademik dengan nilai Adjusted R-Square sebesar 0,435. Secara parsial, kebiasaan belajar menjadi variabel paling dominan dengan nilai beta 0,450 dan p-value 0,000. Motivasi belajar dan kedisiplinan akademik juga berpengaruh positif dan signifikan, sedangkan manajemen waktu tidak berpengaruh signifikan terhadap IPK mahasiswa. Kondisi ini dipengaruhi oleh sistem pendidikan semi-militer yang mengatur aktivitas mahasiswa secara terstruktur. Penelitian ini menyimpulkan bahwa disiplin belajar berperan penting dalam meningkatkan prestasi akademik mahasiswa Unhan RI.
Memaknai Blind Box: Studi Kualitatif tentang Pengalaman Konsumen dalam Pembelian Produk Koleksi
Adhelia Puspaningtyas;
Mutiara Safitra;
Putri Mentari Sitohang;
Rilla Sovitriana
Jurnal Siber Multi Disiplin Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Siber Multi Disiplin (Juli - September 2026)
Publisher : Siber Nusantara Research & Yayasan Sinergi Inovasi Bersama (SIBER)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.38035/jsmd.v4i2.1205
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman dan makna psikologis konsumen muda dalam membeli produk blind box. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis tematik refleksif, data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur terhadap lima partisipan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Hasil analisis menunjukkan empat tema utama, yaitu (1) pengalaman kejutan dan ketidakpastian, (2) kesenangan dan pemenuhan diri, (3) pengaruh sosial dan media digital, serta (4) dinamika antara dorongan membeli dan kontrol diri. Ketidakpastian mengenai isi blind box memunculkan rasa penasaran dan antisipasi yang direspons dengan strategi koping berbeda-beda antar individu. Blind box juga dimaknai sebagai sumber hiburan, self-reward, dan pemenuhan diri, dengan variasi fungsi mulai dari kemandirian finansial hingga motif ekonomi bagi partisipan yang berperan ganda sebagai reseller. Media sosial, tren unboxing, dan lingkungan pertemanan turut membentuk ketertarikan awal terhadap blind box, sementara pola pembelian bergerak pada kontinum dari yang paling terencana dan terkendali hingga yang paling impulsif. Temuan ini menegaskan bahwa pembelian blind box merupakan pengalaman konsumsi multidimensional yang melibatkan interaksi antara aspek emosional, personal, sosial, dan regulasi diri, serta memberikan dasar bagi pengembangan kerangka teoritis konsumsi blind box yang lebih kontekstual.
Hibah Tanah di Indonesia: Kepastian Hukum, Problematika dan Perlindungan bagi Para Pihak
Tety Nurianty;
Yunanto
Jurnal Siber Multi Disiplin Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Siber Multi Disiplin (Juli - September 2026)
Publisher : Siber Nusantara Research & Yayasan Sinergi Inovasi Bersama (SIBER)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.38035/jsmd.v4i2.1212
Tanah memiliki kedudukan penting dalam kehidupan masyarakat Indonesia sehingga setiap peralihan haknya, termasuk melalui hibah, harus disertai kepastian hukum. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual untuk menganalisis kedudukan hukum, prosedur, problematika, dan perlindungan hukum dalam hibah tanah di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedudukan hibah tanah bersifat hibrida, yaitu tunduk pada syarat sahnya perjanjian menurut KUHPerdata dan hukum Islam sekaligus pada ketentuan UUPA dan peraturan pendaftaran tanah, sehingga peralihan haknya baru sah apabila dibuat melalui akta PPAT dan didaftarkan pada Kantor Pertanahan. Dalam praktik, ditemukan berbagai problematika, antara lain hibah lisan tanpa akta autentik, pemberian hanya kepada sebagian ahli waris, objek tanah yang belum bersertifikat, kekeliruan pemahaman mengenai penarikan hibah, serta kewajiban perpajakan yang kerap diabaikan. Perlindungan hukum bagi pemberi hibah diwujudkan secara preventif melalui peran notaris/PPAT dan represif melalui mekanisme pembatalan, actio pauliana, serta bagian mutlak ahli waris, sedangkan perlindungan bagi penerima hibah terletak pada kekuatan pembuktian akta dan pendaftaran haknya. Penelitian ini merekomendasikan penguatan edukasi hukum masyarakat serta konsistensi administrasi pertanahan untuk meminimalkan sengketa hibah tanah di kemudian hari.
Perlindungan Hukum Kreditor Dalam Perjanjian Kredit Dengan Jaminan Hak Tanggungan Atas Tanah Bersertifikat Ganda
Miftahul Khoiri Nuh;
Muhammad Wijdanul Akmal;
Leonardo;
Christian Yogi Setyawan
Jurnal Siber Multi Disiplin Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Siber Multi Disiplin (Oktober - Desember 2026)
Publisher : Siber Nusantara Research & Yayasan Sinergi Inovasi Bersama (SIBER)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.38035/jsmd.v4i3.1216
Namun, penelitian terdahulu masih cenderung membahas perlindungan hukum kreditor dan permasalahan sertifikat ganda secara terpisah, sehingga belum memberikan gambaran komprehensif mengenai efektivitas perlindungan kreditor dalam perjanjian kredit dengan jaminan hak tanggungan atas tanah bersertifikat ganda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perlindungan hukum kreditor dalam perjanjian kredit dengan jaminan hak tanggungan atas tanah bersertifikat ganda, mengidentifikasi tantangan implementasi, serta merumuskan rekomendasi reformasi kebijakan. Menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif berdasarkan penelaahan literatur hukum dan studi kasus, penelitian ini mengevaluasi kerangka hukum, termasuk UUHT dan KUHPerdata, serta praktik di lapangan. Hasilnya menunjukkan bahwa meskipun kerangka hukum normatif dirancang untuk memberikan perlindungan kuat, implementasinya masih menghadapi inkonsistensi yudisial, inefisiensi prosedural, dan ketidakpastian hukum objek jaminan. Studi ini menemukan bahwa isu sertifikat ganda, ketiadaan akta otentik, dan cacat formal APHT secara signifikan melemahkan posisi kreditor, mengubah hak tanggungan menjadi jaminan perorangan semata. Tantangan seperti keterlambatan verifikasi BPHTB dan kurangnya koordinasi antarlembaga memperparah masalah, mengakibatkan kerugian finansial dan hilangnya kepercayaan. Studi ini memperluas teori kepastian hukum dan efektivitas regulasi dengan menempatkan reformasi pendaftaran tanah yang terintegrasi dan adaptasi terhadap perjanjian kredit digital sebagai mekanisme krusial dalam konteks dinamika hukum agraria. Oleh karena itu, reformasi komprehensif diperlukan, mencakup digitalisasi sistem pertanahan, revisi KUHPerdata terkait penyalahgunaan keadaan, dan harmonisasi peraturan untuk menjamin kepastian dan keadilan bagi kreditor.
Rancang Bangun Cetakan Modular Konvertibel Balok dan Pelat untuk Simulasi Pengujian Perkerasan Kaku di Laboratorium
Ubnu Fajar Karimmulloh;
Ananda Dwi Cahyono;
Hairul Salam;
Eva Olivia Hutasoit;
Endra Dwi Andika;
Devi Listiana Saputri
Jurnal Siber Multi Disiplin Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Siber Multi Disiplin (Oktober - Desember 2026)
Publisher : Siber Nusantara Research & Yayasan Sinergi Inovasi Bersama (SIBER)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.38035/jsmd.v4i3.1223
Pembelajaran laboratorium perkerasan kaku memerlukan benda uji yang merepresentasikan perilaku lentur dan respons pelat terhadap pembebanan, sedangkan cetakan beton yang tersedia umumnya terbatas pada silinder dan kubus. Penelitian terdahulu lebih banyak membahas kinerja material beton, respons perkerasan, atau sistem bekisting konstruksi sehingga pengembangan cetakan konvertibel untuk pengujian perkerasan kaku skala laboratorium masih terbatas. Penelitian ini bertujuan merancang, memfabrikasi, dan melakukan evaluasi fungsi awal cetakan modular konvertibel untuk benda uji balok dan pelat. Pendekatan rekayasa produk dilakukan melalui identifikasi kebutuhan, perancangan teknis, fabrikasi, perakitan mekanis, dan evaluasi awal. Konfigurasi balok menghasilkan tiga ruang benda uji nominal 150 × 150 × 600 mm, sedangkan konfigurasi pelat menghasilkan satu ruang benda uji 800 × 800 × 150 mm. Kedua konfigurasi menggunakan pelat dasar baja, panel sisi, pengaku, dan sambungan baut yang dapat dilepas. Dokumentasi fabrikasi menunjukkan komponen dapat dirakit sesuai konfigurasi yang direncanakan. Kebaruan penelitian terletak pada penerapan konsep sambungan modular bongkar-pasang untuk mendukung dua geometri benda uji perkerasan kaku dalam satu kerangka pengembangan peralatan laboratorium. Validasi kuantitatif toleransi dimensi, kestabilan saat vibrasi, pembongkaran, dan penggunaan berulang masih diperlukan.