cover
Contact Name
Fajar Utama Ritonga
Contact Email
fajar.utama@usu.ac.id
Phone
+6281360134123
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Intervensi Sosial
Published by TALENTA PUBLISHER
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Articles 49 Documents
Efektivitas Program Rehabilitas Psiko-Sosial terhadap Pemulihan ODGJ di Berastagi Nahwa Zainab Marpaung; Rahma Hayati Harahap
Jurnal Intervensi Sosial Vol. 4 No. 1 (2025): Inklusi Sosial dan Permasalahan Kemiskinan
Publisher : Talenta usu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/intervensisosial.v4i1.19998

Abstract

Program rehabilitasi psiko-sosial merupakan upaya yang krusial dalam membantu orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) untuk pulih dan kembali berintegrasi dalam masyarakat. Di Berastagi, program rehabilitasi yang diselenggarakan di UPT Tuna Susila dan Tuna Laras telah memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kualitas hidup para ODGJ. UPT Pelayanan Sosial Tuna Susila dan Tuna Laras Berastagi merupakan lembaga publik yang berada dibawah naungan negara serta memiliki seperangkat tugas yang harus dilakukan untuk memenuhi perannya sebagai UPT Pelayanan Sosial bagi warga tuna susila dan tuna laras. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas program rehabilitasi tersebut dalam membantu pemulihan ODGJ. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data penelitian adalah wawancara, observasi lapangan, dan dokumentasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program rehabilitasi psiko-sosial di Berastagi memiliki efektivitas yang cukup signifikan dalam membantu pemulihan ODGJ. Terdapat penurunan yang signifikan pada gejala psikotik seperti halusinasi dan delusi. Selain itu, ODGJ juga menunjukkan peningkatan dalam fungsi sosial, seperti kemampuan untuk berinteraksi dengan orang lain dan berpartisipasi dalam kegiatan masyarakat. Kualitas hidup para ODGJ juga mengalami peningkatan yang signifikan setelah mengikuti program rehabilitasi. Kata kunci: Bimbingan, Rehabilitasi, Psiko-Sosial, ODGJ
Pengorganisasian Komunitas Gapoktan Harapan Menuju Kemandirian dan Keberlanjutan melalui Penguatan Kelembagaan Islamiyati, Dhiya Dwi
Jurnal Intervensi Sosial Vol. 4 No. 1 (2025): Inklusi Sosial dan Permasalahan Kemiskinan
Publisher : Talenta usu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/intervensisosial.v4i1.20095

Abstract

Kelembagaan petani memiliki peran dalam pemecahan masalah usahatani para petani, penyebarluasan informasi dan teknologi usahatani, tempat kerjasama anggota kelompok anggota kelompok tani dan tempat kerjasama kelompok dengan pihak lain diluar kelompok tani (Yulianti & Alif, 2020). Oleh karena itu, diperlukan pengorganisasian komunitas melalui penguatan kelembagaan pada Gapoktan. Kelembagaan Gapoktan memiliki peran penting untuk mengatur aktivitas masyarakat secara individu ataupun kelompok dalam kegiatan pertanian. Penelitian  ini  bertujuan  untuk  menganalisis pengorganisasian komunitas pada Gapoktan Harapan. Metode yang digunakan yaitu wawancara dan studi dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis secara kualitatif deskriptif.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa Gapoktan Harapan belum memenuhi aspek pengorganisasian sehingga diperlukan adanya penguatan kelembagaan. Temuan ini memberikan rekomendasi strategis untuk meningkatkan efektivitas pengorganisasian komunitas dan memperkuat peran kelembagaan Gapoktan dalam mendukung pembangunan pertanian yang berkelanjutan. Selain itu, diperlukan komitmen yang lebih besar dari semua pihak terkait, baik dalam bentuk sumber daya manusia, material, maupun dukungan kebijakan yang mendukung pelaksanaan program-program yang dirancang.
Dampak Parade Sound Horeg terhadap Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat Desa Bumirejo, Kabupaten Blitar Aprilian, Elham Wulan; Arif; Poerwanti, Sari Dewi
Jurnal Intervensi Sosial Vol. 4 No. 1 (2025): Inklusi Sosial dan Permasalahan Kemiskinan
Publisher : Talenta usu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/intervensisosial.v4i1.20197

Abstract

Desa Bumirejo, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar, didominasi oleh masyarakat yang bergantung pada sektor pertanian, industri rumah tangga, dan perdagangan. Kehidupan sosialnya dipengaruhi oleh budaya Jawa yang menjunjung tinggi nilai tradisional, seperti musyawarah desa (rembug desa) dan gotong royong. Namun, arus globalisasi dan modernisasi membawa tantangan baru, salah satunya melalui fenomena parade sound horeg yang berkembang sebagai tren budaya populer dan menjadi bagian dari perayaan hari besar pada tahun 2024. Parade sound horeg berpotensi memengaruhi kondisi sosial ekonomi masyarakat, yang sebelumnya erat dengan adat istiadat tradisional. Penelitian ini bertujuan menganalisis dampaknya dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara sosial, parade ini memperkuat keharmonisan sosial, tetapi juga menimbulkan gangguan terhadap rasa aman dan kenyamanan, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak. Bagi sebagian masyarakat, parade ini menjadi sarana rekreasi, sementara bagi yang tidak menyukainya, justru menimbulkan ketidaknyamanan. Dari aspek ekonomi, parade sound horeg memberikan manfaat bagi pelaku usaha dan UMKM yang memanfaatkannya untuk berjualan. Namun, dampaknya relatif minim bagi masyarakat yang tidak terlibat dalam aktivitas ekonomi tersebut. Adaptasi terhadap fenomena ini juga beragam; generasi muda lebih mudah menerimanya sebagai bagian dari budaya populer, sedangkan generasi yang lebih tua cenderung mempertahankan nilai dan norma budaya tradisional.
Dampak Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) Dalam Memenuhi Kebutuhan Lanjut Usia Di Desa Kotasan : Dampak Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) Dalam Memenuhi Kebutuhan Lanjut Usia Di Desa Kotasan Pratiwi, Dinda; Lubis, Mia Aulina; Putri, Malida
Jurnal Intervensi Sosial Vol. 4 No. 1 (2025): Inklusi Sosial dan Permasalahan Kemiskinan
Publisher : Talenta usu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/intervensisosial.v4i1.21203

Abstract

Indonesia telah memasuki fase struktur penduduk tua (ageing population) sejak tahun 2021, dengan jumlah penduduk lansia yang terus meningkat. Lansia sering menghadapi masalah sosial seperti kemiskinan, keterlantaran, dan perlindungan yang kurang, sehingga memerlukan perhatian khusus. Program Keluarga Harapan (PKH) adalah salah satu upaya pemerintah untuk mengurangi kemiskinan, termasuk di kalangan lansia, dengan memberikan bantuan sosial yang disertai dengan kegiatan edukatif berupa Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2). P2K2 bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan keluarga mengenai perawatan lansia, kesehatan, pendidikan, dan pengelolaan ekonomi keluarga. Penelitian ini berfokus pada dampak P2K2 dalam memenuhi kebutuhan lansia di Desa Kotasan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa P2K2 memberikan dampak signifikan dalam memenuhi kebutuhan fisik, emosional, dan sosial lansia. Kegiatan P2K2 yang dilakukan secara mobile setiap bulan tidak hanya memberikan edukasi tentang perawatan lansia, tetapi juga menciptakan ruang bagi lansia untuk berinteraksi sosial, berbagi pengalaman, dan meningkatkan kualitas hidup mereka. Keluarga berperan penting dalam merawat lansia, dengan memberikan perhatian dan mendukung kebutuhan fisik maupun emosional lansia. P2K2 juga memberikan dukungan bagi lansia yang kesulitan hadir melalui kunjungan langsung oleh pendamping.
Pemanfaatan Teknologi Digital dalam Mendukung Kesehatan Mental Lansia: Tinjauan Sistematis Poerwanti, Sari Dewi; Paramitha, Nurina Adi; Kusumaningrum, Nurcahyaning Dwi; Makmun, Sukron
Jurnal Intervensi Sosial Vol. 4 No. 1 (2025): Inklusi Sosial dan Permasalahan Kemiskinan
Publisher : Talenta usu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/intervensisosial.v4i1.21243

Abstract

Peningkatan jumlah lansia di Indonesia menimbulkan berbagai tantangan dalam pembangunan kesejahteraan, terutama terkait dengan kesehatan mental. Teknologi digital memiliki potensi besar untuk mendukung kesehatan psikologis lansia melalui penguatan koneksi sosial, akses informasi, serta layanan konseling daring. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis teknologi digital yang digunakan dalam intervensi atau aktivitas terkait kesehatan mental lansia dan menganalisis bentuk penggunaannya. Studi ini menggunakan metode tinjauan sistematis terhadap 20 artikel ilmiah yang relevan, berdasarkan pedoman PRISMA. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa lansia memanfaatkan teknologi seperti media sosial, layanan telehealth, aplikasi komunitas daring, serta teknologi perbankan digital. Penggunaan teknologi terbukti mampu mengurangi kesepian, meningkatkan rasa percaya diri, partisipasi sosial, dan keberdayaan lansia. Namun, masih terdapat hambatan signifikan, seperti keterbatasan fisik dan kognitif, rendahnya literasi digital, dan minimnya dukungan sosial. Oleh karena itu, strategi intervensi berbasis teknologi perlu dirancang secara inklusif, empatik, dan sesuai kebutuhan lansia agar mampu mendorong kesejahteraan psikologis secara berkelanjutan.
Strategi Intervensi Sosial Dalam Meningkatkan Perilaku Sosial Anak Asuh di Lembaga Media Kasih Banda Aceh Amalia, Wirda; Nursaidah, Nanda
Jurnal Intervensi Sosial Vol. 4 No. 1 (2025): Inklusi Sosial dan Permasalahan Kemiskinan
Publisher : Talenta usu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/intervensisosial.v4i1.21249

Abstract

Perilaku sosial anak asuh kerap menjadi tantangan dalam proses pengasuhan di panti, terutama karena banyak anak datang dari latar belakang keluarga yang tidak utuh atau lingkungan yang kurang mendukung pembentukan karakter sosial. Kurangnya interaksi positif sebelumnya membuat sebagian anak menunjukkan sikap individualis, kurang empati, dan kesulitan membangun hubungan sosial yang sehat. Lembaga Media Kasih Banda Aceh hadir dengan merancang sejumlah program pembinaan untuk menanggapi kondisi ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi pelaksanaan program kerja yang diterapkan serta menilai dampaknya terhadap peningkatan perilaku sosial anak asuh. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus terhadap 7 informan. Program yang dijalankan meliputi penanaman nilai religius, pemberian bimbingan sosial melalui nasihat, kegiatan hiburan yang bersifat edukatif, serta pelibatan anak dalam program santunan bulanan bagi janda dan duafa. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa pelaksanaan program tersebut mampu membentuk perilaku sosial positif, seperti meningkatnya rasa saling menghormati, sopan santun, menghargai perbedaan, serta tumbuhnya semangat tolong-menolong di antara anak asuh. Anak-anak juga mulai menunjukkan keterlibatan aktif dalam kegiatan sosial panti. Hal ini menekankan pentingnya strategi pembinaan yang terstruktur, konsisten, dan berbasis pada nilai-nilai sosial untuk mendukung perkembangan perilaku anak asuh secara berkelanjutan.
Peran Pengasuh dalam Membina Disiplin pada Anak di Panti Asuhan Ar’ Raudah Bengkulu Selatan Septriani, Monica; Siregar, Rosi L Vini; Permata, Sri Putri
Jurnal Intervensi Sosial Vol. 4 No. 1 (2025): Inklusi Sosial dan Permasalahan Kemiskinan
Publisher : Talenta usu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/intervensisosial.v4i1.21291

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran pengasuh dalam membina disiplin pada anak di panti asuhan Ar’Raudah Bengkulu Selatan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan 10 informan diantaranya 2 orang pengasuh, 2 orang tua yang tinggal disekitar panti, 6 orang anak panti asuhan. Teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan Teknik observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Teknik analisis data meliputi tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa panti asuhan Ar’Raudah hanya mampu maksimal 3 terlaksana indikator peran pengasuh sebagai pembimbing, Pembina dan penasehat. Sebagai pembimbing adalah dimana pengasuh memiliki tugas membimbing anak asuh agar anak dapat lebih mandiri dan tidak tidak bergantung dengan orang lain, sebagai pembina berperan memberikan arahan untuk membina sikap dan perilaku anak di panti asuhan agar anak tersebut menjadi pribadi yang baik, sebagai penasehat berperan memberikan masukan dan mendorong anak dalam menghadapi berbagai permasalahan di kehidupan sehari-hari yang mereka hadapi. Peran pengasuh terdiri dari 6 indikator yaitu sebagai pendidik, pembimbing, pembina, penasehat, motivator dan teladan. Akan tetapi dari ke 6 indikator tersebut, peran pengasuh yang terlaksana maksimal dalam membina disiplin anak di Panti Asuhan Ar’Raudah Bengkulu Selatan hanya terdiri dari tiga peran, yaitu peran pengasuh sebagai pembimbing, Pembina, dan penasehat.
Partisipasi Perempuan dalam Meningkatkan Sosial Ekonomi Keluarga (Studi Kasus Pedagang Sayur di Pasar Sentosa Baru Kecamatan Medan Perjuangan) Aprila Salwa; Siregar, Hairani; Berlianti
Jurnal Intervensi Sosial Vol. 3 No. 2 (2024): Upaya Pemenuhan Kesejahteraan Sosial
Publisher : Talenta usu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/intervensisosial.v3i2.13305

Abstract

Fenomena yang terjadi dalam masyarakat saat ini adalah semakin banyaknya perempuan membantu suami mencari tambahan penghasilan, selain karena didorong oleh kebutuhan ekonomi keluarga, juga perempuan semakin dapat mengekspresikan dirinya di tengah keluarga dan masyarakat. Upaya yang dilakukan oleh para perempuan untuk meningkatkan perekonomian keluarga dan memperbaiki taraf hidup keluarga adalah berdagang. Pendapatan yang diperoleh pedagang berupa keuntungan digunakan untuk menambah modal atau dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari. Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan peran perempuan pedagang sayur di Pasar Sentosa Baru Kecamatan Medan Perjuangan dalam meningkatkan sosial ekonomi keluarga serta permasalahan yang dihadapi oleh pedagang sayur dan bagaimana penyelesaiannya. Adapun penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui wawancara kepada 6 responden yaitu kepala pasar, 3 orang perempuan pedagang sayur, dan 2 orang keluarga perempuan pedagang sayur. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa partisipasi perempuan sebagai pedagang sayur sangat mempengaruhi meningkatnya sosial ekonomi keluarga. Kemampuan manajemen waktu dan rumah tangga merupakan salah satu kesulitan paling sering dihadapi oleh para ibu bekerja. Mereka harus mampu memainkan peran sebaik mungkin baik ditempat kerja maupun di dalam rumah.
Analisis Peran Pekerja Sosial Dan Konselor Adiksi Dalam Proses Pemulihan Korban Penyalahgunaan NAPZA Pada Panti Fokus Rehabilitasi Narkotika Indonesia Amaliah, Nazla; Ramadani, Putri; Najifah, Shakila; Nasution, Khoirul Bariyah; Tampubolon, Sonang Martua; Ritonga, Fajar Utama; Abdurahman, Eka Prahadian; Surbakti, Maria Magdalena
Jurnal Intervensi Sosial Vol. 3 No. 2 (2024): Upaya Pemenuhan Kesejahteraan Sosial
Publisher : Talenta usu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/intervensisosial.v3i2.16842

Abstract

AbstrakTidak bisa dipungkiri bahwa penggunaan NAPZA sangat marak di tengah masyarakat masa kini. Jumlahnya yang terus meningkat perlu untuk diwaspadai. Dalam upaya mengatasi masalah tersebut, pemerintah telah memberikan fasilitas untuk pelaksanaan rehabilitasi. Konselor adiksi dan pekerja sosial memainkan peran kunci dalam mendukung proses pemulihan dan reintegrasi bagi penghuni panti rehabilitasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran konselor adiksi dan pekerja sosial dalam mendukung penghuni panti rehabilitasi dalam mengatasi masalah adiksi. Konselor adiksi bertanggung jawab dalam melakukan evaluasi kebutuhan klien, menyusun rencana intervensi, memberikan konseling individual dan kelompok, serta melakukan pemantauan dan evaluasi progres klien. Di sisi lain, pekerja sosial bertanggung jawab dalam memberikan dukungan sosial, membantu penghuni dalam mengakses sumber daya eksternal, dan membantu dalam proses reintegrasi ke masyarakat.Kata Kunci: Intervensi, Konselor, NAPZA, Pekerja SosialAbstrakIt is undeniable that drug use is rampant in today's society. The increasing number needs to be watched out for. In an effort to address the problem, the government has provided facilities for the implementation of rehabilitation. Addiction counselors and social workers play a key role in supporting the recovery and reintegration process for residents of rehabilitation centers.This study aims to explore the roles of addiction counselors and social workers in supporting residents of rehabilitation centers in overcoming addiction problems.Addiction counselors are responsible for evaluating client needs, developing intervention plans, providing individual and group counseling, and monitoring and evaluating client progress. On the other hand, social workers are responsible for providing social support, assisting residents in accessing external resources, and assisting in the process of reintegration into the community.Password: Councelor, Drugs, Intervention, Social Worker