cover
Contact Name
Fajar Utama Ritonga
Contact Email
fajar.utama@usu.ac.id
Phone
+6281360134123
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Intervensi Sosial
Published by TALENTA PUBLISHER
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Articles 56 Documents
Membongkar Strategi Komunikasi Efektif: Analisis Kasus Pada Pekerja Sosial di Lingkungan Urban mucklis, mucklis; Emi Triani; Feni Khairifa
Jurnal Intervensi Sosial Vol. 3 No. 1 (2024): Penanganan Masalah Kesejahteraan Sosial
Publisher : Talenta usu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/intervensisosial.v3i1.16129

Abstract

This article aims to explore effective communication strategies implemented by social workers in urban environments through a systematic literature review (SLR) approach. The research employs a qualitative method alongside the SLR approach. Primary sources for this study are articles specifically concerning the theme, while secondary sources include supporting articles, books, and reports. The data collection technique used in this research is document analysis and literature review. Data analysis was conducted using the Miles and Huberman model, which involves data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that communication technology plays a vital role in enhancing interactions between social workers and their clients. The success of communication also heavily relies on cultural sensitivity and the social workers' ability to tailor their messages to the diverse needs and contexts of their clients. Challenges such as building trust and adapting to rapid changes, especially under pandemic conditions, are the primary focus of the discussion. The discussion in this article reveals that effective communication in urban social work involves more than the mere transfer of information; it also encompasses relationship building, client empowerment, and strategy adaptation in response to crises. Successful strategies are those that combine the use of technology with a humanity-based approach to support client autonomy and activate their potential for positive social change.
Pemenuhan Gizi Dan Pemanfaatan Posyandu Dalam Mencegah Stunting Pada Keluarga Penerima PKH di Binjai Utara, Kota Binjai Setyowati, Cellyna; Lubis, Mia Aulina
Jurnal Intervensi Sosial Vol. 3 No. 1 (2024): Penanganan Masalah Kesejahteraan Sosial
Publisher : Talenta usu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/intervensisosial.v3i1.16545

Abstract

Kemiskinan di Indonesia masih menjadi permasalahan yang belum terselesaikan, terutama dalam kasus stunting pada anak di bawah lima tahun. Stunting merupakan gagal tumbuh yang disebabkan oleh kekurangan gizi kronis, mengakibatkan tubuh anak pendek untuk usianya. Penelitian dilakukan di Binjai Utara Kota Binjai dengan delapan informan. Metode pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan kurangnya pemahaman orang tua akan bahaya stunting, menyebabkan keterlambatan deteksi kondisi ini. Pemenuhan gizi yang baik penting untuk perkembangan anak, termasuk asupan karbohidrat, protein, vitamin, dan lemak. Pemanfaatan posyandu secara rutin dapat membantu mendeteksi masalah tumbuh kembang anak secara dini. Sayangnya, banyak orang tua hanya membawa anak ke posyandu hingga usia satu tahun, padahal seharusnya hingga usia lima tahun. Pemenuhan dan pemanfaatan posyandu secara baik dan teratur dapat menjadi langkah pencegahan stunting yang efektif.
PERAN BIDANG PPPA (PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK) DALAM PEMENUHAN HAK ANAK BERKONFLIK DENGAN HUKUM (ABH) Poerwanti, Sari Dewi; Nurin Kamila; Budhy Santoso
Jurnal Intervensi Sosial Vol. 3 No. 1 (2024): Penanganan Masalah Kesejahteraan Sosial
Publisher : Talenta usu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/intervensisosial.v3i1.17002

Abstract

Penelitian ini bermaksud untuk mengkaji peran PPPA (Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak) dalam pemenuhan hak anak berkonflik dengan hukum (ABH) di Kabupaten Nganjuk. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran PPPA dalam pemenuhan hak anak berkonflik dengan hukum (ABH). Metode penelitian dengan menggunakan deskriptif kualitatif dan teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. peran PPPA dalam pemenuhan hak ABH dihasilkan melewati beberapa penanganan seperti penjangkauan (Home Visit), pendampingan hukum dan pendampingan psikolog, memberikan aksesibilitas pendidikan, melakukan koordinasi dengan pihak terkait dan melakukan sosialisasi. Berbagai upaya pemenuhan hak ABH yang telah dilakukan oleh PPPA tersebut memunculkan peran-peran seperti peran sebagai fasilitator, advocate, broker, enabler, motivator dan educator.
Pelayanan Sosial Sebagai Upaya Pemenuhan Keberfungsian Sosial Disabilitas Netra di UPTD Rumoh Seujahtera Beujroh Meukarya (RSBM) Ladong Aceh Besar Amalia, Wirda; Safrizal; Teuku Zulyadi
Jurnal Intervensi Sosial Vol. 3 No. 1 (2024): Penanganan Masalah Kesejahteraan Sosial
Publisher : Talenta usu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/intervensisosial.v3i1.17051

Abstract

Unlike normal people in general, people with visual impairment experience limitations in carrying out daily activities. In Indonesia, the number of disabilities in 2022 reached 1.5% or around 4 million people. One way to fulfill the social functioning of blind disabilities is to increase motivation and develop potential through rehabilitation at UPTD Rumoh Seujahtera Beujroh Meukarya (RSBM). This study aims to determine what forms of social services for visual disabilities at UPTD RSBM. The type of research used is a qualitative approach with descriptive methods through observation, documentation, and interviews with 5 informants. The results of this study obtained data that the form of social services is in the form of residential rehabilitation social services (Boarding) with several activities such as: Care and nurturing, mental and spiritual guidance, physical guidance, social guidance and psycho social counseling, skills guidance and accessibility services such as massage massage skills, braille reading and writing skills, rattan weaving skills, art skills, jaws computer technology skills, social assistance and resocialization guidance.
Perilaku Kesehatan Masyarakat di Kecamatan Pinang Belapis Kabupaten Lebong Pasca Pandemi COVID-19 Siregar, Rosi L Vini; Fauzan; Ishak Fadlurrohim
Jurnal Intervensi Sosial Vol. 3 No. 1 (2024): Penanganan Masalah Kesejahteraan Sosial
Publisher : Talenta usu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/intervensisosial.v3i1.17110

Abstract

World Health Organization (WHO) menetapkan COVID-19 sebagai Kedaruratan Kesehatan Masyarakat yang Meresahkan Dunia (KMMD) pada 30 Januari tahun 2020 dan kemudian berubah sebagai Pandemi Global tepatnya pada 11 Maret tahun 2020. Kasus pertama Covid-19 di Indonesia di konfirmasi pada 2 Maret tahun 2020 sebanyak 2 kasus. Kecamatan pinang belapis sendiri memiliki kasus persebaran covid-19, 3 terendah dari total 12 kecamatan yang ada di Kabupaten Lebong (Dinas Kesehatan Kabupaten Lebong, 2022). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Perilaku Kesehatan Masyarakat Di Kecamatan Pinang Belapis Kabupaten Lebong Pasca Pandemi Covid-19. Penelitian ini melibatkan informan yang terdiri dari Aparatur Pemerintahan Kecamatan Pinang Belapis, 17 orang masyarakat Kecamatan Pinang Belapis dengan menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Penelitian ini mengklasifikasikan perilaku kesehatan menjadi tiga domain, yakni pengetahuan kesehatan (health knowledge), sikap terhadap kesehatan (health attitude) dan praktek kesehatan (health practice). Untuk aspek pengetahuan masyarakat kecamatan pinang belapis mayoritas memahami dampak dan cara pencegahan covid-19, untuk sikap itu sendiri masyarakat pinang belapis masih melakukan kegiatan memelihara kesehatan pasca covid-19, dan untuk praktek kesehatan masyarakat kecamatan pinang belapis masih melakukan beberapa kegiatan kesehatan seperti membuat ramuan jamu, ada yang berjemur di pagi hari dan sebagainya.
Ketimpangan Sosial Pada Fenomena Anak Bekerja Dibawah Umur Di Kelurahan Padang Bulan, Kota Medan, Sumatera Utara Malik, Rahman; Uli Tama Situmorang, Marika
Jurnal Intervensi Sosial Vol. 3 No. 2 (2024): Upaya Pemenuhan Kesejahteraan Sosial
Publisher : Talenta usu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/intervensisosial.v3i2.16234

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk melihat fenomena ketimpangan sosial yang terjadi di Perkotaan pada fenomena anak yang bekerja di bawah umur di Kelurahan Padang Bulan, Kota Medan, Sumatera Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian secara sosiologis dengan menggunakan teori modal Pierre Bourdieu dalam melihat fenomena anak bekerja sebagai bentuk ketimpangan sosial masyarakat di Perkotaan. Metode penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian ini menujukkan bahwa terjadi ketimpangan sosial masyarakat di Kelurahan Padang Bulan, Kota Medan. Adanya ketimpangan ini disebabkan terjadinya kesenjangan ekonomi masyarakat kelurahan Padang Bulan ke dalam klasifikasi kelas-kelas sosial masyarakat. Masyarakat kelas atas cenderung hidup nyaman dengan segala fasilitas dan modal yang mereka miliki. Sementara itu disisi lain, masyarakat kelas bawah di Kelurahan Padang Bulan dituntut harus dapat bertahan hidup dan memenuhi kebutuhan ekonomi mereka dengan cara memperkerjakan anak-anak mereka untuk memenuhi kebutuhan hidup. Adapun pekerjaan yang dipilih anak-anak dibawah umur di Kelurahan Padang Bulan adalah pekerjaan sektor informal seperti pengumpul barang bekas, berjualan, pengemis dan berprofesi sebagai badut. Kata Kunci: Ketimpangan Sosial, Anak dibawah umur, Kesejangan ekonomi
Peran pekerja sosial dalam pendampingan penderita gangguan jiwa psikotik di yayasan satu hati membangun medan sumatera utara: Peran pekerja sosial dalam pendampingan penderita gangguan jiwa psikotik di yayasan satu hati membangun medan sumatera utara Shilcia Oktaviani; Lubis, Mia Aulina; Berlianti
Jurnal Intervensi Sosial Vol. 3 No. 2 (2024): Upaya Pemenuhan Kesejahteraan Sosial
Publisher : Talenta usu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/intervensisosial.v3i2.16906

Abstract

Kesejahteraan sosial merupakan suatu kondisi terpenuhinya kebutuhan jasmani, rohani, material, spiritual, biologis, sosial dan intelektual dalam menunjang eksistensi individu, kelompok dan komunitas. Dilihat dari pengertian kesejahteraan sosial tersebut, maka orang yang mengalami gangguan jiwa tersebut adalah mereka yang tidak sejahtera secara biologis dan spiritual. Undang Undang Nomor 18 Tahun 2014 Kesehatan Jiwa adalah kondisi dimana seorang individu dapat berkembang secara fisik, mental, spiritual, dan sosial sehingga individu tersebut menyadari kemampuan sendiri, dapat mengatasi tekanan, dapat bekerja secara produktif. Penelitian ini dilakukan di Yayasan Satu Hati Membangun dengan menggunakan tujuh informan yang terdiri dari satu informan kunci, tiga informan utama dan dua informan tambahan. Teknik pengumpulan data menggunakan metode kualitatif dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran pekerja sosial dalam pendampingan penderita gangguan jiwa psikotik berjalan sesuai dengan teori peran pekerja sosial dimana berdasarkan teori tersebut yang paling berperan adalah sebagai motivator. Selanjutnya peran pekerja sosial sebagai konselor, broker, fasilitator, educator dan advokat tyap dibutuhkan namun tidak sepenting peran sebagai motivator. Dengan adanya peran pekerja sosial pada tahap resosialisasi mempersiapkan penderita gangguan jiwa psikotik lebih percaya diri dan semakin mampu berkembang dengan adanya tahap bimbingan lanjut yang diberikan pekerja sosial di Yayasan Satu Hati Membangun, Medan, Sumatera Utara.
The FENOMENA JUDI ONLINE DAN DAMPAKNYA BAGI MASYARAKAT Eko Setiawan
Jurnal Intervensi Sosial Vol. 3 No. 2 (2024): Upaya Pemenuhan Kesejahteraan Sosial
Publisher : Talenta usu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/intervensisosial.v3i2.17205

Abstract

Perkembangan teknologi menjadikan segala akses menjadi mudah hanya bermodal jaringan internet. Salah satunya cara mendapatkan uang hanya bermodalkan jaringan internet dengan bermain judi online yang lawan main boleh dimana saja dan uang taruhannya bisa melalui transfer antar bank. Seiring waktu fenomena judi online merambah di masyarakat, game ini dapat dimainkan dengan berbagai mekanisme dan bentuknya, perjudian umumnya dianggap sebagai kejahatan yang dapat merusak tatanan kehidupan sosial. Penelitian ini menggunakan studi pustaka. Metode pengumpulan data dari berbagai sumber buku, jurnal dan riset- riset terkait judi online. Hasil penelitian menunjukkan dibalik segala kemudahan akses dan janji keuntungan secara instan, judi online mempunyai dampak negatif dapat merusak sendi kehidupan. Upaya untuk menanggulangi judi online dilakukan tindakan preventif dan represif, dibutuhkan kerjasama dengan beberapa ISP (Internet Service Provider) untuk menutup semua situs-situs yang bermuatan konten perjudian
Peran Peran Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) dalam Pemenuhan Hak Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH) di Kabupaten Cirebon Sanjaya, Riska Chusnul; Banafsah, Ziana Zein; Ziana Zein, Banafsah; Sunnah, Ibnu Ahli; Istiqomah
Jurnal Intervensi Sosial Vol. 3 No. 2 (2024): Upaya Pemenuhan Kesejahteraan Sosial
Publisher : Talenta usu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/intervensisosial.v3i2.18888

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan peran Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) dalam upaya Kabupaten Cirebon memenuhi hak-hak anak yang bermasalah dengan hukum. Penelitian ini menggunakan studi pendekatan deskriptif kualitatif. Informan dalam penelitian ini adalah Ketua dan Komisiner yang ada di Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Cirebon. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data yang dlakukan dengan reduksi data dan penyajian data serta penarikan kesimpulan atau verifikasi. Dalam penelitian ini menunjukan hasil bahwa di antara berbagai upaya untuk memenuhi hak ABH (Anak Berhadapan dengan Hukum). KPAID telah memberikan peran-peran seperti fasilitator, broker, enabler, dan educator. Upaya-upaya ini juga telah menghasilkan peran-peran seperti pendampingan hukum dan pendampingan psikolog, koordinasi dengan pihak terkait dan sosialisasi.
Intervensi Perbaikan Kinerja dengan Model Diagnosis Burke-Litwin untuk Kesetaraan Sertifikasi Berbahasa Difabel di Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara (BBPSU) M. Deny Effendy Tambusay; Dara Aisyah
Jurnal Intervensi Sosial Vol. 3 No. 2 (2024): Upaya Pemenuhan Kesejahteraan Sosial
Publisher : Talenta usu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/intervensisosial.v3i2.18963

Abstract

Kemampuan berbahasa merupakan salah satu bentuk kecerdasan majemuk yang memiliki peran krusial dalam persaingan global. Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara (BBPSU) bertanggung jawab untuk menyediakan layanan kebahasaan yang setara bagi semua kelompok masyarakat, termasuk difabel. Data dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa menunjukkan bahwa sekitar 24.492 atau sekitar 0,16% difabel di Sumatera Utara belum mendapat akses layanan sertifikasi berbahasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor pendukung dan penghambat terwujudnya layanan sertifikasi berbahasa difabel dengan melakukan diagnosis model Burke-Litwin transformational factors. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, penyebaran kuesioner, dan telaah dokumen. Data dianalisis secara kualitatif dengan teori New Public Service yang menekankan pentingnya pelayanan publik yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Hasil diagnosis identifikasi permasalahan mengindikasi bahwa akuntabilitas di BBPSU menunjukkan sejumlah permasalahan yang mencerminkan tantangan dalam pelaksanaan tanggung jawab organisasi terhadap publik khususnya dalam layanan sertifikasi berbahasa difabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat faktor yang meliputi visi, misi, dan strategi organisasi, lingkungan eksternal, kepemipinan, dan budaya organisasi saling memengaruhi kinerja. Perlu adanya intervensi perbaikan kinerja melalui reformulasi misi dan strategi, penataan struktur organisasi, dan perbaikan sistem manajemen sumber daya manusia melalui pemberdayaan struktur organisasi dengan membentuk unit kerja khusus difabel di BBPSU.