cover
Contact Name
Ulil Fauziyah
Contact Email
ulilfauziyah@pai.uin-malang.ac.id
Phone
+6285729510314
Journal Mail Official
mutaalim@uin-malang.ac.id
Editorial Address
Jalan Gajayana No.50, Dinoyo, Kec. Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur 65144
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Muta'allim: Jurnal Pendidikan Agama Islam
ISSN : -     EISSN : 28286227     DOI : https://doi.org/10.18860/mjpai
Mutaallim Jurnal Pendidikan Agama Islam adalah sarana komunikasi dan publikasi ilmiah yang berasal dari hasil penelitian di bidang pendidikan agama Islam baik literatur library research maupun lapangan field research dengan berbagai pendekatan Jurnal ini terbit empat kali dalam setahun di bulan Maret Juni September dan Desember. Bahasa yang digunakan adalah Indonesia Inggris dan Arab. Mutaallim Jurnal Pendidikan Agama Islam dikelola oleh Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang
Articles 109 Documents
MEDIA KARTU DOMINO UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM DI MI ROUDLOTUL ULUM Ailsa Tamzia Kumala; Nabillah Putri Ma'arif; Aisah Nur Maulidiya Amaliya
Muta'allim: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 4 No 3 (2025): Muta'allim: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Muta'allim: Jurnal Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/mjpai.v4i3.13023

Abstract

The low level of students' understanding of Islamic Cultural History and their lack of engagement during the learning process are among the challenges faced by MI Roudlotul Ulum Sidoarjo. This situation highlights the need for innovative teaching methods to enhance students' comprehension and active participation in learning Islamic Cultural History material. This study aims to improve students' engagement and learning outcomes by utilizing domino card media as an interactive teaching innovation. The research was conducted using a Classroom Action Research approach based on Kurt Lewin's cyclical model, comprising four stages: planning, implementation, observation, and reflection. The study was carried out over two cycles, involving fourth-grade students as research subjects. The findings reveal that the use of domino card media effectively increased student engagement and learning outcomes. Observations recorded a rise in students’ enthusiasm during the learning process, as reflected in their active participation in group discussions and positive responses to the learning media. The implications of this research suggest that domino card media can serve as an effective alternative teaching tool, not only for improving Islamic Cultural History material comprehension but also for fostering an interactive and enjoyable learning environment. Abstrak Rendahnya pemahaman siswa terhadap materi Sejarah Kebudayaan Islam serta minimnya keaktifan dalam proses pembelajaran menjadi salah satu tantangan yang dihadapi oleh MI Roudlotul Ulum Sidoarjo. Hal ini mendorong perlunya penerapan inovasi dalam metode pembelajaran sehingga dapat meningkatkan pemahaman serta keaktifan siswa terhadap materi Sejarah Kebudayaan Islam. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa melalui penggunaan media kartu domino sebagai inovasi pembelajaran yang interaktif. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas berbasis model siklus Kurt Lewin, yang terdiri dari empat tahapan: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus dengan melibatkan siswa kelas IV sebagai subjek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media kartu domino mampu meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa. Menurut hasil observasi yang mencatat adanya peningkatan antusiasme siswa dalam proses pembelajaran, seperti terlihat dari keaktifan dalam diskusi kelompok dan respons positif terhadap media pembelajaran. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa media kartu domino dapat menjadi alternatif pembelajaran yang efektif, tidak hanya untuk meningkatkan pemahaman materi Sejarah Kebudayaan Islam, tetapi juga untuk menciptakan suasana belajar yang interaktif dan menyenangkan.
IMPLEMENTASI METODE AS-SHOFWAH DALAM PEMBELAJARAN AL-QUR’AN: Studi Kasus Di SD Ta’mirul Islam Surakarta Dona Nur Fitriyanti; Pratiwi Rahmah Hakim
Muta'allim: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 4 No 3 (2025): Muta'allim: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Muta'allim: Jurnal Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/mjpai.v4i3.15653

Abstract

This study is motivated by the low level of Qur’anic reading literacy among elementary school students despite the development of various learning methods. The As-Shofwah method is an institutional innovation designed to accommodate students’ characteristics; however, its practical implementation in formal schools remains under-researched. This study aims to analyze the implementation of the As-Shofwah method in Qur’an learning in Class 2B of SD Ta’mirul Islam Laweyan Surakarta in the 2024/2025 academic year. This research employed a descriptive qualitative approach. Data were collected through observation, interviews, and documentation involving tahsin tahfidz teachers, program coordinators, the principal, and students. Data validity was ensured through source and method triangulation, while data analysis used the Miles and Huberman interactive model: data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that the implementation of the As-Shofwah method was conducted through three stages: planning, implementation, and evaluation. The planning stage involved teacher workshops and instructional guidelines without formal lesson plans. The implementation combined classical and individual learning strategies facilitated by two teachers in one class. Evaluation was conducted through daily reading assessments and level-promotion examinations (pentashihan) based on makharijul huruf, tajwid rules, and reading fluency. The study concludes that the As-Shofwah method effectively supports students’ Qur’anic reading improvement in a structured manner, although reinforcement is needed in formal pedagogical planning and instructional standardization.Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya kemampuan literasi membaca Al-Qur’an pada anak usia sekolah dasar meskipun berbagai metode pembelajaran telah dikembangkan. Metode As-Shofwah merupakan inovasi pembelajaran membaca Al-Qur’an yang dikembangkan secara institusional untuk menyesuaikan karakteristik peserta didik sekolah dasar, namun kajian implementatifnya di lembaga formal masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi metode As-Shofwah dalam pembelajaran Al-Qur’an di kelas 2B SD Ta’mirul Islam Laweyan Surakarta Tahun Pelajaran 2024/2025. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian meliputi guru tahsin tahfidz, koordinator program, kepala sekolah, dan siswa. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan metode, sedangkan analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi metode As-Shofwah dilaksanakan melalui tiga tahapan utama, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Tahap perencanaan dilakukan melalui workshop guru dan penyusunan pedoman pembelajaran tanpa RPP formal. Tahap pelaksanaan memadukan strategi klasikal dan individual dengan dua guru pengampu dalam satu kelas. Adapun evaluasi dilakukan melalui setoran bacaan harian dan pentashihan kenaikan jilid berdasarkan indikator makharijul huruf, kaidah tajwid, dan kelancaran bacaan. Temuan penelitian menegaskan bahwa metode As-Shofwah efektif mendukung peningkatan kemampuan membaca Al-Qur’an siswa secara bertahap dan terstruktur, meskipun masih memerlukan penguatan pada aspek perencanaan pedagogis formal dan standardisasi perangkat pembelajaran.
PERAN SUPERVISI PENDIDIKAN DALAM MENINGKATKAN KUALITAS EVALUASI PEMBELAJARAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Rizqah Fadhilah Bula; Buhari Luneto; Lian G Otaya
Muta'allim: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 4 No 3 (2025): Muta'allim: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Muta'allim: Jurnal Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/mjpai.v4i3.16527

Abstract

This article explores the strategic role of educational supervision in enhancing the quality of learning evaluation for Islamic Education (PAI) teachers. Supervision functions not merely as administrative control, but also as a professional and transformative guidance process. In PAI learning, evaluation reflects not only student outcomes but also the quality of teaching. This study employs a library research method using a descriptive-analytical approach, systematically reviewing relevant scholarly literature including books, academic journals, and educational policy documents. The discussion centers on three key aspects: the philosophical foundation of supervision (its nature and goals), implementation principles that are systematic, objective, and democratic, and adaptive-reflective supervisory strategies. Findings suggest that when these elements are integrated professionally and contextually, supervision becomes a powerful tool to empower PAI teachers. Effective supervision ultimately contributes to the realization of excellent, responsive, and sustainable Islamic education. Abstrak Artikel ini membahas peran strategis supervisi pendidikan dalam meningkatkan kualitas evaluasi pembelajaran guru Pendidikan Agama Islam (PAI). Supervisi tidak hanya berfungsi sebagai kontrol administratif, tetapi juga sebagai proses pembinaan profesional yang bersifat transformatif. Evaluasi pembelajaran PAI tidak sekadar menilai hasil belajar peserta didik, tetapi juga mencerminkan mutu proses mengajar guru. Penelitian ini menggunakan metode library research dengan pendekatan deskriptif-analitis, melalui telaah sistematis terhadap literatur ilmiah seperti buku, artikel jurnal, dan dokumen kebijakan pendidikan yang relevan. Kajian difokuskan pada tiga aspek utama: hakikat dan tujuan supervisi sebagai fondasi filosofis; prinsip pelaksanaan yang sistematis, objektif, dan demokratis; serta strategi supervisi yang adaptif dan reflektif. Hasil kajian menunjukkan bahwa ketika ketiga aspek ini diintegrasikan secara profesional dan kontekstual, supervisi mampu menjadikan evaluasi pembelajaran sebagai sarana pemberdayaan guru PAI. Supervisi yang efektif berkontribusi pada terciptanya pendidikan agama Islam yang unggul, responsif, dan berkelanjutan.
KONTRIBUSI MUFASIR NUSANTARA DALAM MENJAGA PRINSIP WASATHIYAH: Studi Analisis Tafsir Al-Nur, Al-Azhar dan Al-Misbah Rozaq, Abd
Muta'allim: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 4 No 2 (2025): Muta'allim: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Muta'allim: Jurnal Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/mjpai.v4i2.24935

Abstract

Nusantara mufasir developed at the same time as Islam entered Indonesia, such as Hasby ash-Shiddiqie with his tafsir al-Nur, Hamka with his tafsir al-Azhar and Quraish Shihab with his tafsir al-Mishbah. These three figures have strong popularity and influence. Researchers in this context want to explore in more detail the interpretation of wasathiyah principles and their contribution, where recently the issue of moderation has developed due to the emergence of extreme understanding. By using a qualitative descriptive analysis method which is included in the library research category, researchers will explore references in the form of three tafsir books from each commentator and written reference sources related to the research theme. From the results of the systematic research, the presentation of the three tafsir uses the standard coherent systematics of the Ottoman Mushaf, with the same language style using popular writing. As for the form of writing, the tafsir of an-Nur and al-Azhar use a scientific form of writing, while al-Mishbah uses non-scientific writing. While the nature of the exegesis was all carried out individually with the exegetical knowledge obtained by Hasbi and Hamka autodidactically and Quraish Shihab which was achieved through formal education, the origins of all literature came from non-academic writing. Abstrak Mufasir nusantara berkembang bersamaan dengan agama Islam masuk ke Indonesia, seperti Hasby ash-Shiddiqie dengan tafsir al-Nur nya, Hamka dengan tafsir al-Azhar nya dan Quraish Shihab dengan tafsir al-Mishbahnya. Tiga tokoh ini mempunyai popularitas dan pengaruh yang kuat. Peneliti dalam kontek ini ingin menelusuri lebih terperinci penafsiannya mengenai prinsip-prinsip wasathiyah serta kontribusinya, yang mana pada akhir- akhir ini isu moderasi berkembang sebab munculnya pemahaman yang ekstrim. Dengan menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif yang termasuk dalam kategori library research peneliti akan menggali dari referensi yang berupa tiga kitab tafsir dari masing- masing mufasir dan sumber- sumber rujukan tertulis yang berkaitan dengan tema penelitian. Dari hasil penelitian Sistematika penyajian ketiga tafsir menggunakan sistematika runtut standart mushaf utsmani, dengan gaya bahasa yang sama-sama menggunakan penulisan popular. Adapun bentuk penulisannya tafsir an-Nur dan al-Azhar menggunakan bentuk penulisan ilmiah sedangkan al-Mishbah menggunakan penulisan non ilmiah. Sementara sifat mufasirnya semuanya dilakukan secara individual dengan keilmuan mufasirnya yang didapat Hasbi dan Hamka secara otodidak dan Quraish Shihab yang ditempuh dengan pendidikan formal,asal-usul literatur kesemuanya berasal dari penulisan non akademik.
IMPLEMENTASI METODE CERAMAH, VIDEO-BASED LEARNING, DAN RESITASI DALAM PEMBELAJARAN SKI DI MINU PUTRI MALANG Lila Auliani An'nisa; Arin Nafisa Maulidia; Faradila Nur Aziza; Nur Faizah; Safinatus Sulfa; Salsabila Shofiyah Nafi'ah; Adib Althaf Al Fahmi; Moh Syafiq Qolbil Auliya'
Muta'allim: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 5 No 1 (2026): Muta'allim: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Muta'allim: Jurnal Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/mjpai.v5i1.13106

Abstract

This study aims to analyze the implementation and effectiveness of the lecture method, video based-learning, and recitation in learning the History of Islamic Culture in grade 5th of MINU Putri Malang, and to find the solutions of the obstacles that arise from the implementation of these methods. This study uses a qualitative method with a phenomenological approach, and data collection techniques through observation, interviews, and documentation. The results of the study indicate that in the implementation of learning, the lecture method is still a method that is often used by educators, but this method has several weaknesses such as the lack of interaction and enthusiasm of students, causing boredom. Therefore, educators collaborate it with other methods, namely video-based learning as a reinforcement of students' understanding of the material that has been explained, and the recitation method as a means for educators to measure the level of students' understanding through the assignments given, although sometimes students ignore it. The solution to these obstacles to increase students' interest and enthusiasm is to integrate various learning methods to create more interactive and enjoyable learning, utilize technological developments to provide more varied assignments, and provide sanctions to students who neglect their assignments. Apart from that, further research needs to be carried out with the aim of developing more effective, interactive and efficient learning methods in learning the History of Islamic Culture in grade 5. This research is expected to contribute to the development of more effective learning methods in learning the History of Islamic Culture at elementary school. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana penerapan dan efektivitas metode ceramah, pembelajaran berbasis video, dan resitasi dalam pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di kelas 5 MINU Putri Malang, serta menemukan solusi atas kendala-kendala yang timbul dari penerapan metode-metode tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam pelaksanaan pembelajaran, metode ceramah masih menjadi metode yang sering digunakan oleh pendidik, namun metode ini memiliki beberapa kelemahan seperti kurangnya interaksi dan antusiasme peserta didik sehingga menimbulkan kebosanan. Maka dari itu, pendidik mengolaborasikannya dengan metode lain yaitu pembelajaran berbasis video sebagai penguat pemahaman peserta didik terhadap materi yang telah dijelaskan, dan metode resitasi sebagai sarana pendidik mengukur tingkat pemahaman peserta didik melalui pengugasan yang diberikan, walaupun terkadang peserta didik mengabaikannya. Solusi atas kendala-kendala tersebut untuk meningkatkan minat dan antusias peserta didik adalah dengan mengintegrasikan berbagai metode pembelajaran untuk menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif dan menyenangkan, memanfaatkan perkembangan teknologi untuk memberikan pengugasan yang lebih variatif, dan memberikan sanksi kepada peserta didik yang mengabaikannya. Selain itu, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dengan tujuan mengembangkan metode pembelajaran yang lebih efektif, interaktif, dan efisien dalam pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di kelas 5. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan metode pembelajaran yang lebih efektif dalam pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di tingkat dasar.
IMPLEMENTATION OF RELIGIOUS MODERATION AT BAITUL QUR'AN HIGH SCHOOL YOGYAKARTA achmad alfaruki
Muta'allim: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 5 No 1 (2026): Muta'allim: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Muta'allim: Jurnal Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/mjpai.v5i1.14334

Abstract

Religious moderation is an essential principle in Islamic education, particularly amidst the growing challenges of intolerance and radicalism. SMA Baitul Qur'an Yogyakarta, as a pesantren-based educational institution, faces the need to instill the values of religious moderation within an environment that integrates formal education and religious development. This study aims to analyze the implementation of religious moderation at SMA Baitul Qur'an Yogyakarta, including the strategies, approaches, and challenges encountered. This research employs a qualitative method with a field study approach. Data were collected through interviews, observations, and documentation. The findings show that values of religious moderation, such as tawassuth (moderation), i’tidal (justice), tasamuh (tolerance), syura (consultation), ishlah (reconciliation), qudwah (role modeling), al-muwathanah (patriotism), al-la ‘unf (non-violence), and i’tiraf al-‘urf (recognition of positive traditions), are implemented through Islamic character education, the habituation of moderation values, role modeling by teachers, and the integration of local Islamic culture. The application of religious moderation in this school is reflected in classroom teaching, extracurricular activities, and daily habits within the pesantren environment. Local traditions that align with Islamic principles are respected and integrated into school activities. Moreover, efforts to prevent intolerant behavior are conducted through persuasive approaches, conflict mediation, and the reinforcement of non-violence attitudes. This implementation creates a harmonious, tolerant, and conducive educational environment, enabling students to grow into moderate, noble individuals who can approach diversity wisely and compassionately.
IMPLEMENTING ISLAMIC MULTICULTURAL EDUCATION IN FOSTERING UNITY IN DIVERSITY: A CASE STUDY AT SD BRAWIJAYA SMART SCHOOL MALANG Labib Mustofa; Ahmad Barizi; Mohammad Asrori
Muta'allim: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 5 No 1 (2026): Muta'allim: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Muta'allim: Jurnal Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/mjpai.v5i1.19071

Abstract

This study explores the implementation of Islamic multicultural education in fostering unity in diversity at the elementary level, with a particular focus on SD Brawijaya Smart School, Malang. Although the school is not an Islamic-based institution, the majority of its students are Muslim, creating a moral atmosphere where Islamic values coexist with the spirit of Bhinneka Tunggal Ika. Employing a qualitative descriptive approach, data were collected through interviews, observations, and document analysis involving teachers and school mentors. The study aims to understand how Islamic moral values, religious moderation initiatives, and inclusive school culture contribute to the development of tolerance and empathy among students in a multicultural environment. The findings indicate that Islamic values such as rahmah (compassion), ‘adl (justice), and ta’aruf (mutual understanding) are applied not only in religious instruction but also in daily school activities and institutional practices. Teachers play a pivotal role in contextualizing these values to encourage interfaith respect and civic responsibility. Furthermore, the school’s collaboration with the Ministry of Religious Affairs enhances teacher competence through religious moderation training, strengthening inclusivity and empathy in classroom practices. Cultural programs, such as Heroes’ Day celebrations featuring traditional attire, and participatory decision-making processes exemplify the creation of a school culture grounded in respect and cooperation. Overall, the study concludes that Islamic multicultural education can serve as an ethical and pedagogical bridge linking faith-based values with national ideals, thereby promoting unity, tolerance, and social harmony among young learners in Indonesia’s pluralistic society. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan pendidikan multikultural berbasis nilai-nilai Islam dalam menumbuhkan semangat unity in diversity di tingkat sekolah dasar, dengan studi kasus di SD Brawijaya Smart School, Malang. Meskipun sekolah ini bukan lembaga pendidikan berbasis Islam, mayoritas siswanya beragama Islam sehingga membentuk suasana moral yang selaras dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen yang melibatkan guru serta pembimbing sekolah. Tujuan penelitian adalah untuk memahami bagaimana nilai-nilai moral Islam, program moderasi beragama, dan budaya sekolah yang inklusif berkontribusi terhadap pembentukan sikap toleransi dan empati di lingkungan pendidikan yang majemuk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai Islam seperti rahmah (kasih sayang), ‘adl (keadilan), dan ta’aruf (saling mengenal) diterapkan tidak hanya dalam pembelajaran agama, tetapi juga dalam aktivitas sekolah dan praktik kelembagaan sehari-hari. Guru memiliki peran penting dalam mengontekstualisasikan nilai-nilai tersebut untuk menumbuhkan penghargaan lintas agama dan tanggung jawab kewargaan. Selain itu, kolaborasi sekolah dengan Kementerian Agama melalui pelatihan moderasi beragama meningkatkan kompetensi guru dalam menerapkan pembelajaran yang inklusif dan empatik. Program budaya seperti perayaan Hari Pahlawan dengan pakaian adat serta partisipasi guru dalam pengambilan keputusan mencerminkan terciptanya budaya saling menghormati dan bekerja sama. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa pendidikan multikultural Islam berperan sebagai jembatan etis dan pedagogis antara nilai-nilai keagamaan dan ideal kebangsaan, yang berkontribusi dalam menumbuhkan persatuan, toleransi, dan harmoni sosial di lingkungan pendidikan dasar yang plural di Indonesia.
SINERGI PSIKOLOGI PENDIDIKAN ISLAM DAN PSIKOLOGI MODERN DALAM KONTEKS PENDIDIKAN Nurul Lail Rosyidatul Mu'ammaroh
Muta'allim: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 5 No 1 (2026): Muta'allim: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Muta'allim: Jurnal Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/mjpai.v5i1.24966

Abstract

Islamic Educational Psychology is rooted in spiritual, moral, and transcendental values derived from Islamic teachings, while modern psychology relies on empirical and rational approaches to understanding human behavior and development. This paper aims to examine the relationship between Islamic Educational Psychology and modern psychology theoretically and practically, and to explore the possibility of integrating the two in the educational realm. Through this study, the author aims to identify principles that align with the two disciplines and offer an integrative approach that can be applied to contemporary Islamic educational practice. This study aims to create a psychological framework that is not only scientific and empirical but also imbued with Islamic spiritual and moral values. The research method used is a qualitative literature study. Data collection techniques include documentation, and data analysis uses content analysis techniques. The results of the study indicate that this integration can enrich educational practice, particularly in the development of curricula, learning strategies, and guidance and counseling services that are not only rational but also grounded in spiritual values. This article recommends the need for ongoing interdisciplinary dialogue and the development of educational models that combine the strengths of both approaches in a balanced and applicable manner. Abstrak Psikologi Pendidikan Islam berakar pada nilai-nilai spiritual, moral, dan transendental yang bersumber dari ajaran Islam, sementara psikologi modern mengandalkan pendekatan empiris dan rasional dalam memahami perilaku serta perkembangan manusia. Meskipun keduanya memiliki tujuan yang sama, yaitu mengembangkan potensi manusia secara optimal, kajian yang secara khusus membahas integrasi konseptual dan aplikatif antara Psikologi Pendidikan Islam dan psikologi modern masih relatif terbatas. Sebagian penelitian cenderung membahas kedua disiplin tersebut secara terpisah, sehingga belum banyak menghasilkan model integratif yang dapat diterapkan dalam praktik pendidikan Islam kontemporer. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mengkaji hubungan antara Psikologi Pendidikan Islam dan psikologi modern serta mengeksplorasi peluang integrasi keduanya dalam bidang pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data diperoleh melalui studi dokumentasi terhadap buku, artikel ilmiah, dan sumber-sumber relevan lainnya. Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis konten (content analysis) melalui tahapan reduksi data, kategorisasi tema, interpretasi konsep, serta sintesis terhadap temuan-temuan yang berkaitan dengan prinsip, tujuan, dan penerapan kedua disiplin ilmu tersebut. Hasil kajian menunjukkan bahwa Psikologi Pendidikan Islam dan psikologi modern memiliki sejumlah titik temu, terutama pada aspek perkembangan peserta didik, proses belajar, motivasi, pembentukan karakter, dan layanan bimbingan konseling. Integrasi keduanya menghasilkan pendekatan pendidikan yang lebih komprehensif dengan menggabungkan kekuatan metode ilmiah dan empiris dari psikologi modern serta nilai-nilai spiritual, moral, dan transendental dari ajaran Islam. Secara aplikatif, integrasi tersebut dapat diwujudkan melalui pengembangan kurikulum berbasis karakter Islami, penerapan strategi pembelajaran yang memperhatikan aspek kognitif, afektif, dan spiritual peserta didik, serta penyelenggaraan layanan bimbingan dan konseling yang berorientasi pada keseimbangan antara kesehatan psikologis dan penguatan nilai keagamaan
PENGEMBANGAN GAME BASED LEARNING BERBASIS ZEP QUIZ UNTUK MENANGANI LEARNING BURNOUT SISWA GENERASI Z DI MADRASAH ALIYAH Hanum Mir'atul Maslahah; Khoirotun Nisa'; Cantika Yuliana Putri; Fahim Khasani
Muta'allim: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 5 No 1 (2026): Muta'allim: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Muta'allim: Jurnal Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/mjpai.v5i1.25685

Abstract

This study addresses the growing academic anxiety and learning burnout experienced by Generation Z students in Akidah Akhlak education amid rapid digital transformation. The research aims to develop and evaluate a Game-Based Learning (GBL) media using the Zep Quiz platform to enhance learning motivation and reduce burnout among students at MAN 2 Blitar. Employing a Research and Development (R&D) design with the ADDIE model, the study involved needs analysis, media design, development, implementation, and evaluation. Data were collected through observations, interviews, expert validation, and student response questionnaires, and analyzed qualitatively and quantitatively. Findings indicate that Zep Quiz successfully integrates interactive elements such as quizzes, points, and game maps, creating engaging learning experiences aligned with the characteristics of Generation Z. Expert validation results show high feasibility levels in design (90%), content (92%), and pedagogy (82%). Student responses reveal that the media is highly effective as a learning tool (82.23%) and effective in reducing learning burnout (61%). The study concludes that Zep Quiz-based GBL media is appropriate, engaging, and impactful for Akidah Akhlak learning, offering a practical solution to address burnout and meet the digital learning preferences of Generation Z. Abstrak Penelitian ini membahas meningkatnya kecemasan akademik dan learning burnout yang dialami siswa Generasi Z dalam pembelajaran Akidah Akhlak di tengah percepatan transformasi digital. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan dan mengevaluasi media pembelajaran Game-Based Learning (GBL) menggunakan platform Zep Quiz untuk meningkatkan motivasi belajar serta mengurangi burnout pada siswa MAN 2 Blitar. Dengan menggunakan desain Research and Development (R&D) dan model ADDIE, penelitian ini meliputi analisis kebutuhan, perancangan media, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, validasi ahli, serta angket respons siswa, kemudian dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Zep Quiz berhasil mengintegrasikan elemen interaktif seperti kuis, poin, dan jalur permainan sehingga menciptakan pengalaman belajar yang menarik dan selaras dengan karakteristik Generasi Z. Validasi ahli menunjukkan tingkat kelayakan tinggi pada aspek desain (90%), materi (92%), dan pedagogi (82%). Respons siswa menunjukkan bahwa media ini sangat efektif sebagai sarana pembelajaran (82,23%) serta efektif dalam menurunkan learning burnout (61%). Penelitian ini menyimpulkan bahwa media GBL berbasis Zep Quiz layak, menarik, dan berpengaruh dalam pembelajaran Akidah Akhlak, sehingga menjadi solusi praktis untuk mengatasi burnout sekaligus memenuhi preferensi belajar digital siswa Generasi Z.

Page 11 of 11 | Total Record : 109