cover
Contact Name
Ulil Fauziyah
Contact Email
ulilfauziyah@pai.uin-malang.ac.id
Phone
+6285729510314
Journal Mail Official
mutaalim@uin-malang.ac.id
Editorial Address
Jalan Gajayana No.50, Dinoyo, Kec. Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur 65144
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Muta'allim: Jurnal Pendidikan Agama Islam
ISSN : -     EISSN : 28286227     DOI : https://doi.org/10.18860/mjpai
Mutaallim Jurnal Pendidikan Agama Islam adalah sarana komunikasi dan publikasi ilmiah yang berasal dari hasil penelitian di bidang pendidikan agama Islam baik literatur library research maupun lapangan field research dengan berbagai pendekatan Jurnal ini terbit empat kali dalam setahun di bulan Maret Juni September dan Desember. Bahasa yang digunakan adalah Indonesia Inggris dan Arab. Mutaallim Jurnal Pendidikan Agama Islam dikelola oleh Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang
Articles 104 Documents
RELEVANSI KONSEP HIJAB DALAM PEMIKIRAN SYAIKH ALI ASH-SHOBUNI DI ERA KONTEMPORER Mukorobin, Diya'ul; Kaminah, Lilik Iski
Muta'allim: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 4 No 2 (2025): Muta'allim: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Muta'allim: Jurnal Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/mjpai.v4i2.12845

Abstract

The relevance of the concept of hijab in Sheikh Ali Ash-Shobuni's thought in the contemporary era reflects the dynamics between religious obligations and the evolving social context. In his work, "Tafsir Ayat al-Ahkam," Sheikh Ash-Shobuni emphasizes that hijab is not merely a covering but also a symbol of honor and identity for Muslim women. Although his approach is systematic and analytical, criticism arises regarding the flexibility of interpretation, which is seen as less responsive to issues of feminism and freedom of expression. In the era of globalization, hijab has transformed into a part of cultural identity and fashion, creating challenges for Muslim women in balancing religious obligations and social norms. This study aims to explore the relevance of Sheikh Ash-Shobuni's thought in understanding hijab as a tool for empowerment and identity, as well as providing guidance for Muslim women in facing social pressures that may conflict with their religious teachings. Thus, Sheikh Ali Ash-Shobuni's thought can significantly contribute to understanding hijab in a modern context.AbstrakRelevansi konsep hijab dalam pemikiran Syaikh Ali Ash-Shobuni di era kontemporer mencerminkan dinamika antara kewajiban agama dan konteks sosial yang terus berkembang. Dalam karyanya, "Tafsir Ayat al-Ahkam," Syaikh Ash-Shobuni menekankan bahwa hijab bukan hanya sekadar penutup, tetapi juga simbol kehormatan dan identitas perempuan Muslim. Meskipun pendekatannya sistematis dan analitis, kritik muncul terkait fleksibilitas interpretasi yang dianggap kurang responsif terhadap isu-isu feminisme dan kebebasan berekspresi. Di era globalisasi, hijab telah bertransformasi menjadi bagian dari identitas budaya dan mode, menciptakan tantangan bagi perempuan Muslim dalam menyeimbangkan kewajiban religius dan norma sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi relevansi pemikiran Syaikh Ash-Shobuni dalam memahami hijab sebagai alat pemberdayaan dan identitas, serta memberikan panduan bagi perempuan Muslim dalam menghadapi tekanan sosial yang mungkin bertentangan dengan ajaran agama mereka. Dengan demikian, pemikiran Syaikh Ali Ash-Shobuni dapat memberikan kontribusi signifikan dalam memahami hijab di konteks modern.
MENGHARMONISASIKAN TRADISI DAN MODERNITAS Penerapan Filsafat Progresivisme di Pesantren Amrullah, Arfan; Lail, M. Khabib Jamlalul; Khobir, Abdul; Rafi, Muhammad
Muta'allim: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 4 No 2 (2025): Muta'allim: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Muta'allim: Jurnal Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/mjpai.v4i2.12936

Abstract

This study examines the harmonization of tradition and modernity through the application of progressivism philosophy in Islamic boarding schools (pesantren) as Islamic educational institutions adapting to global dynamics. Employing a qualitative method based on questionnaires, this research explores the perspectives of students (santri) and pesantren administrators regarding integration strategies, challenges, and the impact of progressivism implementation within the pesantren educational system. The findings reveal a high level of awareness among pesantren educational actors concerning the urgency of curriculum reform to align with contemporary demands. Nevertheless, the application of progressivism faces significant challenges, including limited technological resources, cultural resistance from surrounding communities, and insufficient readiness of educators to adopt modern teaching approaches. The integration of technology, particularly through digital applications in Qur'an memorization, has proven to be an effective instrument in bridging traditional heritage with modern demands. This study recommends strengthening educators’ capacities, developing technological infrastructure, and fostering multi-stakeholder collaboration to accelerate pesantren’s adaptation as an inclusive, adaptive, and relevant Islamic education model in the era of globalization, while preserving its traditional roots.Abstrak Penelitian ini mengkaji harmonisasi tradisi dan modernitas melalui penerapan filsafat progresivisme di pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam yang tengah beradaptasi dengan dinamika global. Dengan menggunakan metode kualitatif berbasis kuesioner, studi ini mengeksplorasi pandangan santri dan pengelola pesantren mengenai strategi integrasi, kendala, serta dampak implementasi progresivisme dalam sistem pendidikan pesantren. Hasil temuan menunjukkan tingginya kesadaran aktor pendidikan pesantren akan urgensi pembaruan kurikulum agar selaras dengan kebutuhan zaman. Namun demikian, penerapan filsafat progresivisme dihadapkan pada tantangan signifikan, seperti keterbatasan sumber daya teknologi, resistensi budaya dari lingkungan sekitar, serta minimnya kesiapan pendidik dalam mengadopsi pendekatan pembelajaran modern. Integrasi teknologi, khususnya melalui aplikasi digital dalam pembelajaran Al-Qur’an, terbukti menjadi instrumen efektif dalam menjembatani antara warisan tradisional dan tuntutan modernitas. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kapasitas pendidik, pengembangan infrastruktur teknologi, serta kolaborasi multipihak guna mempercepat adaptasi pesantren sebagai model pendidikan Islam yang inklusif, adaptif, dan relevan di era globalisasi, tanpa menghilangkan akar tradisi yang menjadi identitasnya
EFEKTIVITAS BIMBINGAN TEKNIK DALAM MENYUSUN SOAL LITERASI NUMERASI DI MI AR RAUDHAH LAWANG Nulinnaja, Ratna; Faridah, Siti; Putra, Kivah Aha; Zulfa, Mila; Ulum, Mukhammad Bahrul; Adhim, Syahrul
Muta'allim: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 4 No 1 (2025): Muta'allim: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Muta'allim: Jurnal Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/mjpai.v4i1.15031

Abstract

The change in provisions in 2021 in determining student graduation will change from the national exam to a national assessment, one of its components is the AKM (minimum competency assessment). AKM consists of literacy and numeracy skills tests that are mastered by students. The AKM question is very different from the national exam. Therefore, teachers must be more disciplined in preparing themselves to equip their abilities to support the improvement of human resources in dealing with AKM which is carried out in their madrasah. To meet the needs mentioned above, technical guidance (bimtek) related to understanding numeracy is carried out. Research using Quantitative Research. In the preparation of the instrument, the variables that became the main reference for the researchers were data on the quality of teachers in preparing numeracy literacy questions before the implementation of the technical guidance and after the implementation of the technical guidance which consisted of 23 participants. The result of this research is that the implementation of technical guidance for the preparation of numeracy literacy questions is effective in improving the ability of teachers in preparing questions. Produce T-count data of 6.204650534 and t-table of 2.093024054. This means that t - count is greater than t table, so it can be concluded if H0 is rejected and H1 is accepted. So that the implementation of technical guidance is effective on the quality of numeracy literacy questions compiled by the Madrasah Ibtidaiyah teacher Ar-Raudhah Lawang. Abstrak Perubahan ketentuan pada tahun 2021 dalam menentukan kelulusan peserta didik mengalami pergeseran dari ujian nasional ke asesmen nasional, yang salah satu komponennya adalah AKM (Asesmen Kompetensi Minimum). AKM terdiri dari tes kemampuan literasi dan numerasi yang harus dikuasai oleh peserta didik. Soal-soal dalam AKM sangat berbeda dengan soal ujian nasional. Oleh karena itu, guru perlu lebih disiplin dalam mempersiapkan diri guna meningkatkan kompetensinya agar dapat mendukung penguatan sumber daya manusia dalam menghadapi pelaksanaan AKM di madrasah masing-masing. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, dilaksanakan bimbingan teknis (bimtek) yang berkaitan dengan pemahaman numerasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Dalam penyusunan instrumen penelitian, variabel yang menjadi acuan utama peneliti adalah data mengenai kualitas guru dalam menyusun soal literasi numerasi sebelum dan sesudah pelaksanaan bimbingan teknis, dengan jumlah peserta sebanyak 23 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan bimbingan teknis dalam penyusunan soal literasi numerasi efektif dalam meningkatkan kemampuan guru dalam menyusun soal. Data menunjukkan nilai t-hitung sebesar 6,204650534 dan nilai t-tabel sebesar 2,093024054. Karena nilai t-hitung lebih besar daripada t-tabel, maka dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima. Dengan demikian, pelaksanaan bimbingan teknis terbukti efektif terhadap peningkatan kualitas soal literasi numerasi yang disusun oleh guru Madrasah Ibtidaiyah Ar-Raudhah Lawang.
PELAKSANAAN EVALUASI PEMBELAJARAN PAI DAN BP BAGI ANAK TUNAGRAHITA DI SLB PUTRA MANUNGGAL GOMBONG KEBUMEN Muzakki, Faisal Agil; ., Toifur
Muta'allim: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 4 No 1 (2025): Muta'allim: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Muta'allim: Jurnal Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/mjpai.v4i1.15156

Abstract

This study aims to determine the implementation of PAI & BP learning evaluation for mentally retarded children at SLB Putra Manunggal Gombong. Learning evaluation for mentally retarded children requires adjustment of methods to suit the characteristics of students. This study uses a qualitative method with a descriptive approach, with data collection techniques in the form of interviews, observations, and documentation. The results of the study indicate that, first, evaluation planning includes preparing an implementation schedule, making questions based on grids, and adjusting indicators, but has not fully considered the needs of mentally retarded children. Second, the implementation of the evaluation uses test and non-test techniques to assess cognitive, affective, and psychomotor aspects, with adjustments to the method and level of difficulty of the questions. Third, evaluation of the implementation of the evaluation has never been carried out officially, and there are still challenges in the consistency of methods and less organized recording of scores. In conclusion, the evaluation of PAI & BP learning for mentally retarded children requires the development of more adaptive and systematic instruments. This study provides a new contribution to the development of learning evaluations that are appropriate for children with special needs. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan evaluasi pembelajaran PAI & BP bagi anak tunagrahita di SLB Putra Manunggal Gombong. Evaluasi pembelajaran bagi anak tunagrahita memerlukan penyesuaian metode yang sesuai dengan karakteristik peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pertama, perencanaan evaluasi meliputi penyusunan jadwal pelaksanaan, pembuatan soal berdasarkan kisi-kisi, dan penyesuaian indikator, namun belum sepenuhnya mempertimbangkan kebutuhan anak tunagrahita. Kedua, pelaksanaan evaluasi menggunakan teknik tes dan non tes untuk menilai aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik, dengan penyesuaian metode dan tingkat kesukaran soal. Ketiga, pelaksanaan evaluasi belum pernah dilakukan secara resmi, dan masih terdapat tantangan dalam konsistensi metode serta pencatatan nilai yang kurang terorganisasi. Simpulannya, evaluasi pembelajaran PAI & BP bagi anak tunagrahita memerlukan pengembangan instrumen yang lebih adaptif dan sistematis. Penelitian ini memberikan sumbangan baru bagi pengembangan evaluasi pembelajaran yang tepat bagi anak berkebutuhan khusus.
HARMONI QUR’ANI: Transformasi Spiritual Melalui Rutinitas Juz ‘Amma Di Mts Muhammadiyah Watulimo Sa'adah, Dwi Rohmatus; Toriyono, Muhammad Dwi
Muta'allim: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 4 No 2 (2025): Muta'allim: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Muta'allim: Jurnal Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/mjpai.v4i2.15782

Abstract

This research aims to analyze the design, content, and impact of the habit of reading Juz 'Amma to enhance spiritual intelligence at MTs Muhammadiyah Watulimo. The research method employed is descriptive qualitative research using a qualitative approach that describes social phenomena. The results of this study explain that the habit of reading Juzm 'Amma at MTs Muhammadiyah Watulimo began in 2010, supported by the provision of 30 copies of the Qur'an and loudspeaker facilities at At-Taqwa mosque. The activity is conducted every morning at 07:00, and this habit is followed by other activities including Dhuha prayer and brief religious talks (kultum). The recitation is prioritized from Surah An-Nas to An-Naba' with 12 repetitions per semester. Evaluation is conducted through both test and non-test methods. The results show positive spiritual impacts in the form of increased discipline in worship, responsibility in memorization, respectful attitudes toward teachers, and empathy among students. Thus, it can be concluded that habits implemented by educational institutions regularly and systematically can enhance spiritual intelligence, which will have a positive impact on students' lives, both in the school environment and in society.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis mengenai desain, konten serta dampak dari pembiasaan membaca Juz ‘Amma untuk meningkatkan kecerdasan spiritual di MTs Muhammadiyah Watulimo. Metode penelitian ini yaitu penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan kualitatif yang mendeskripsikan mengenai fenomena sosial. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa pembiasaan membaca Juz ‘Amma di MTs Muhamadiyah Watulimo yang dimulai sejak tahun 2010, yang didukung dengan penyediaan 30 Al-Qur'an dan fasilitas pengeras suara di masjid At-Taqwa. Kegiatan dilaksanakan setiap pagi pukul 07.00, pembiasaan diikuti oleh kegiatan lainnya meliputi sholat dhuha, dan kultum. Bacaan diprioritaskan dari Surah An-Nas hingga An-Naba' dengan pengulangan 12 kali per semester. Evaluasi dilakukan berupa es dan non-tes. Hasil menunjukkan dampak spiritual positif berupa peningkatan kedisiplinan beribadah, tanggung jawab menghafal, sikap hormat kepada guru, dan empati antar siswa. Demikian dapat disimpulkan bahwa pembiasaan yang dilakukan oleh lembaga pendidikan secara teratur dan tersetruktur dapat meningkatkan kecerdasan spiritual sehingga akan memiliki dampak yang baik bagi kehidupan siswa, baik dilingkungan sekolah maupun masyarakat.
INTERNALISASI NILAI-NILAI MODERASI BERAGAMA DALAM RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER MATAKULIAH DI FITK UIN MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG Zahro, Fatimatuz; Farhiyah, Faroh Dina; Huda, Miftahul; Ali, Nur; Safitri, Ayu Utami
Muta'allim: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 4 No 1 (2025): Muta'allim: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Muta'allim: Jurnal Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/mjpai.v4i1.15796

Abstract

Islamic higher education institution is suspected of being places of activity that encourage the birth of radical movements and intolerance in the name of religion. At the same time, it was also found that several students were involved in various radical and intolerant actions outside campus, even though Islam is a religion that is in accordance with nature and sunnatullah. This article aims to describe the values of religious moderation (RM) that lecturers internalize to students through Semester Learning Plan (SLP) for Courses in the MPI and PBA Study programs at FITK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. This study uses a qualitative approach. The findings are; (1) the insertion of RM values internalized in the SLP Courses includes, among others; muwathonah, Qudwah, I'tidal, Shura, Islah, La'unf, I'tibar la 'urf. (2) SLP Courses which includes RM values, including; Tafsir and Hadith, Islamic education management, curriculum and learning management, education management, educational planning, education human resource management, basics of Islamic education management, Islamic education leadership, Islamic education innovation. This article suggests studying it more deeply by also examining the teaching materials used regarding RM values so that the results obtained are more complete.Abstrak Lembaga pendidikan tinggi islam diduga sebagai tempat kegiatan yang mendorong lahirnya Gerakan radikalisme, dan intoleransi dengan atas nama agama. Pada saat yang sama, ditemukan pula beberapa mahasiswa yang terlibat dalam berbagai aksi radikal dan intoleran di luar kampus, padahal Agama Islam merupakan agama yang sesuai dengan fitrah dan Sunnatullah. Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai moderasi beragama (MB) yang diinternalisasikan para dosen kepada mahasiswa melalui Rencana Pembelajaran Semester (RPS) Mata Kuliah (MK) pada program Studi MPI dan PBA di FITK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil temuannya yaitu; (1) insersi nilai-nilai MB yang diinternalisasikan dalam RPS MK meliputi antara lain; muwathonah, Qudwah, I’tidal, Syura, Islah, La‘unf, I’tibar la ‘urf. (2) RPS MK yang diberi insersi nilai-nilai MB yaitu antara lain; MK Tafsir dan Hadits, manajemen pendidikan islam, manajemen kurikulkum dan pembelajaran, pengelolaan Pendidikan, perencanaan pendidikan, Manajemen sumber daya manusia Pendidikan, dasar-dasar manajemen pendidikan islam, kepemimpinan pendidikan islam, inovasi pendidikan islam. Tulisan ini menyarankan untuk mengkaji lebih dalam dengan menelaah pula bahan ajar yang digunakan terkait nilai-nilai MB agar hasil yang diperoleh lebih lengkap lagi.
INTERNALISASI KAJIAN KITAB BULUGH AL-MARAM DI KANAL YOUTUBE MASJID AGUNG JAMI MALANG Fauziyah, ulil
Muta'allim: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 4 No 1 (2025): Muta'allim: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Muta'allim: Jurnal Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/mjpai.v4i1.15862

Abstract

In this modern era, the development of audio-visual learning through YouTube channels has experienced significant development. This study aims to determine the process of internalizing the study of the Bulugh al-Maram book through the YouTube channel of the Great Mosque of Malang. This study uses a descriptive qualitative analysis type of research which is a field research using primary data in the form of a video of the Bulughul Maram book study YouTube channel of the Great Mosque of Malang, observation and structured interviews. The Bulugh al-Maram study method with the speaker KH. Drs. Chamzawi M.HI uses a conventional method or lecture, with a contextual approach. The internalization process through the YouTube channel, at the transformative stage can run well and optimally because it has the advantage of being able to be heard anytime and many times, but in terms of verbal transactions, direct interaction cannot be achieved but with the comments column and in personality transactions, the study via YouTube is relatively very weak. The advantages of participating in the study via YouTube have the following advantages: can watch the video repeatedly, flexible time, no need to come to the study location, more relaxed and cheap. The shortcomings are as follows: less blessings, cannot ask questions directly, weak interaction with both the presenter and other audiences.Abstrak Di era modern ini perkembangan pembelajaran audio visual melalui kanal youtube mengalami perkembangan yang signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses internalisasi kajian kitab Bulugh al-Maram melalui kanal youtube masjid Agung Jami Malang. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif analisis yang nmerupakan filed research dengan menggunakan data primer berupa video kanal youtube kajian kitab bulughul maram masjid Agung Jami Malang, obsevasi dan wawancara terstruktur. Metode kajian Bulugh al-Maram dengan pemateri KH. Drs. Chamzawi M.HI menggunakan metode konvensional atau ceramah, dengan pendekatan kontekstual, Proses internalisasi melalui kanal youtube, pada tahapan transformatif dapat berjalan dengan baik dan maksimal karena memiliki kelebihan dapat didengar kapanpun dan berkali-kali, tetapi pada aspek transaksi verbal tidak bisa interaksi secara langsung melainkan dengan kolom komentar dan pada transaksi kepribadian, kajian melalui youtube relatif sangat lemah sekali, Adapun kelebihan mengikuti kajian melalui youtube memiliki kelebihan sebagai berikut: dapat melihat videonya secaraberulang-ulang, waktunya fleksibel, tidak perlu datang di lokasi pengajian, lebih santai dan biaya murah. Adapun kekurangannya sebagai berikut: keberkahannya kurang, tidak bisa bertanya secara langsung, lemahnya interaksi baik dengan pemateri ataupun audien yang lainnya.
MELACAK NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM FILM ANIMASI NUSSA DAN RELEVANSINYA DENGAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Ningsih, Yuni Prastiwi; Afwadzi, Benny
Muta'allim: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 1 No 4 (2022): Muta'allim: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Muta'allim: Jurnal Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/mjpai.v1i4.15946

Abstract

With the sophistication of technology, the process of inculcating character education values nowadays can be done by utilizing the movie as a media. The existence of this media will help the process of inculcating character education values in the society, especially for children and teenagers who often enjoy it. One of the most popular animation movies today is an animation movie created by Indonesia with a title “Nussa” which is shown on YouTube. The animation movie of Nussa contain many characters education values that are relevant to Islamic Education. Acording to the background, this research article focuses to determine: (1) character education values in animation movie of Nussa, and (2) the relevance of character education values in animation movie of Nussa to Islamic Education values. This research uses a qualitative approach and it is a library research type. This research focuses on 5 episodes in animation movie of Nussa which is found in the second season. The data was collected through documentation technique and it was analyzed through content analysis technique, namely analyzing the contents of the dialogue among the characters, settings, and events contained in the movie. By using content analysis to analize the film, The authors come to the conclusion (1) there are 10 values of character education in animation movie of Nussa, namely religious value, honest value, tolerance value, creative value, curiosity value, appreciate achievement value, friendly/communicative value, environmental care value, social care value, and responsibility value. (2) Character education values in animation movie of Nussa have relevance to Islamic Education values. Religious value is relevant to faith value. Religious value, honest value, tolerance value, and social care value are relevant to sharia value. Religious value, honest value, tolerance value, creative value, curiosity value, appreciate achievement value, friendly/communicative value, environmental care value, social care value, and responsibility value are relevant to moral value. Abstrak Dengan kecanggihan teknologi, proses penanaman nilai-nilai pendidikan karakter dapat dilakukan dengan memanfaatkan media film. Keberadaan media film akan membantu proses penanaman nilai-nilai pendidikan karakter di masyarakat, khususnya pada anak- anak dan remaja yang gemar menonton film. Salah satu film animasi yang digemari adalah film animasi buatan Indonesia yang berjudul “Nussa” yang ditayangkan di YouTube. Film animasi Nussa memuat nilai-nilai pendidikan karakter yang relevan dengan pendidikan Islam. Berdasarkan hal tersebut, artikel penelitian ini fokus untuk meneliti (1) nilai-nilai pendidikan karakter yang terdapat dalam film animasi Nussa, dan (2) relevansiny dengan nilai-nilai Pendidikan Agama Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan termasuk dalam jenis penelitian kepustakaan (library research). Penelitian ini berfokus pada 5 episode dalam film animasi Nussa yang terdapat pada musim kedua. Dengan menggunakan analisis isi (content analysis) untuk menganalisis film ini, penulis menyimpulkan (1) terdapat 10 nilai pendidikan karakter dalam film animasi Nussa, yaitu nilai religius, nilai jujur, nilai toleransi, nilai kreatif, nilai rasa ingin tahu, nilai menghargai prestasi, nilai bersahabat/komunikatif, nilai peduli lingkungan, nilai peduli sosial, dan nilai tanggung jawab. (2) Nilai-nilai pendidikan karakter dalam film animasi Nussa memiliki relevansi dengan nilai-nilai Pendidikan Agama Islam. Nilai karakter religius relevan dengan nilai akidah. Nilai karakter religius, jujur, toleransi, dan peduli sosial relevan dengan nilai syariat. Nilai karakter religius, jujur, toleransi, kreatif, rasa ingin tahu, menghargai prestasi, bersahabat/komunikatif, peduli lingkungan, peduli sosial, dan tanggung jawab relevan dengan nilai akhlak.
MAQASHID SYARI'AH DALAM KEBIJAKAN PUBLIK: Analisis Implementasi Prinsip Islam dalam Kebijakan Pemerintah di Indonesia Ardyansyah, Muhammad Fayiz; Syah, Achmad Lathoiful Alam; Amalia, Sevina Faradina
Muta'allim: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 4 No 3 (2025): Muta'allim: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Muta'allim: Jurnal Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/mjpai.v4i3.12639

Abstract

Maqashid Syari'ah, as the ultimate goals of Islamic law, provides a conceptual framework to achieve human welfare by safeguarding religion, life, intellect, lineage, and wealth. This article examines the implementation of maqashid syari'ah principles in public policies in Indonesia, a country with the world's largest Muslim population. Using a qualitative approach through policy analysis and secondary data, the study explores the extent to which government policies reflect Islamic values. The findings reveal that various public policies in Indonesia, such as in education, healthcare, and economic sectors, adopt maqashid syari'ah principles, although challenges remain in ensuring their sustainability and effectiveness. This article offers valuable insights for policymakers and scholars in integrating Islamic values into modern public governance. Abstrak Maqashid Syari'ah, sebagai tujuan utama dari hukum Islam, memberikan kerangka kerja konseptual untuk mencapai kemaslahatan manusia melalui perlindungan terhadap agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta. Artikel ini menganalisis implementasi prinsip-prinsip maqashid syari'ah dalam kebijakan publik di Indonesia, sebuah negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui analisis kebijakan dan data sekunder untuk mengeksplorasi sejauh mana kebijakan pemerintah mencerminkan nilai-nilai Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berbagai kebijakan publik di Indonesia, seperti di bidang pendidikan, kesehatan, dan ekonomi, mengadopsi prinsip maqashid syari'ah, meskipun masih terdapat tantangan dalam memastikan kesinambungan dan efektivitasnya. Artikel ini memberikan wawasan penting bagi pembuat kebijakan dan akademisi dalam mengintegrasikan nilai-nilai Islam ke dalam tata kelola publik modern.
TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP PRAKTIK JUAL BELI FOLLOWERS DAN DAMPAKNYA DALAM MUAMALAH M, Nur Indah; Lahitania, Zahra; Manzil, Kunzita Ladiana
Muta'allim: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 4 No 3 (2025): Muta'allim: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Muta'allim: Jurnal Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/mjpai.v4i3.13006

Abstract

This study examines the practice of buying and selling followers on social media from the perspective of Islamic law. This phenomenon is one of the impacts of the digital revolution, where the number of followers is often considered an indicator of popularity, influence, and credibility. This situation has led to the emergence of buying and selling followers as an instant way to increase the number of followers. However, this phenomenon raises various questions, including the transaction mechanisms, its validity according to Islamic law, and its social and moral implications. This study employs a literature review method to gather relevant data and information.The findings indicate that the mechanisms of buying and selling followers are often non-transparent, sparking debates about their compliance with Islamic principles. From the perspective of Islamic law, some scholars view this practice as inconsistent with the principles of honesty and fairness in transactions. Moreover, its social and moral impacts have the potential to undermine social norms and digital integrity. In conclusion, the practice of buying and selling followers requires thorough evaluation and a prudent approach in alignment with Islamic principles. This study aims to serve as a guide for the public to understand this phenomenon comprehensively and in accordance with Islamic values. Abstrak Penelitian ini membahas praktik jual beli followers di media sosial dalam perspektif hukum Islam. Fenomena ini merupakan salah satu dampak revolusi digital, di mana jumlah followers sering dianggap sebagai indikator popularitas, pengaruh, dan kredibilitas. Kondisi ini memicu munculnya praktik jual beli followers sebagai cara instan untuk meningkatkan jumlah pengikut. Namun, fenomena tersebut menimbulkan berbagai pertanyaan, termasuk mekanisme transaksinya, keabsahan menurut hukum Islam, serta dampak sosial dan moralnya. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur untuk mengumpulkan data dan informasi yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mekanisme jual beli followers sering kali tidak transparan, memicu perdebatan mengenai kesesuaiannya dengan prinsip syariah. Dalam pandangan hukum Islam, praktik ini dinilai sebagian ulama tidak sejalan dengan prinsip kejujuran dan keadilan dalam transaksi. Selain itu, dampak sosial dan moralnya berpotensi merusak norma sosial serta integritas di dunia digital. Kesimpulannya, praktik jual beli followers memerlukan evaluasi mendalam dan pendekatan bijak sesuai dengan prinsip-prinsip syariah. Penelitian ini diharapkan menjadi panduan bagi masyarakat untuk memahami fenomena tersebut secara mendalam dan sesuai dengan nilai-nilai Islam.

Page 10 of 11 | Total Record : 104