cover
Contact Name
Ulil Fauziyah
Contact Email
ulilfauziyah@pai.uin-malang.ac.id
Phone
+6285729510314
Journal Mail Official
mutaalim@uin-malang.ac.id
Editorial Address
Jalan Gajayana No.50, Dinoyo, Kec. Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur 65144
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Muta'allim: Jurnal Pendidikan Agama Islam
ISSN : -     EISSN : 28286227     DOI : https://doi.org/10.18860/mjpai
Mutaallim Jurnal Pendidikan Agama Islam adalah sarana komunikasi dan publikasi ilmiah yang berasal dari hasil penelitian di bidang pendidikan agama Islam baik literatur library research maupun lapangan field research dengan berbagai pendekatan Jurnal ini terbit empat kali dalam setahun di bulan Maret Juni September dan Desember. Bahasa yang digunakan adalah Indonesia Inggris dan Arab. Mutaallim Jurnal Pendidikan Agama Islam dikelola oleh Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang
Articles 98 Documents
THE EFFECT OF LISTENING TO HARSH WORDS ON THE REWARD OF FASTING : A Study Based on the Views of Prof. Dr. Shauqi Ibrahim Allam Prasetya, Debby Eka; Hafidzi, Anwar
Muta'allim: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 3 No 2 (2024): Muta'allim: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Muta'allim: Jurnal Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/mjpai.v3i2.8532

Abstract

This research aims to examine the fatwa issued by Prof. Dr. Shauqi Ibrahim Allam regarding the influence of listening to rude words on the rewards of fasting in Islam. The research method used is qualitative with a descriptive approach and literature review. The primary data analyzed is the fatwa of Prof. Dr. Shauqi Ibrahim Allam, while the secondary data includes related literature. The analysis is based on the content of the fatwa as well as its historical and theological context, considering its relevance in the modern life context. The research findings are expected to provide a deeper understanding of the Islamic perspective on speech ethics and listening and its implications for fasting worship. This is expected to provide practical guidance for Muslims in conducting fasting worship with full awareness and obedience to religious teachings. Keywords: Influence of listening to rude words, reward of fasting, fatwa of Prof. Dr. Shauqi Ibrahim Allam, Islam, speech ethics and listening, fasting worship Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji fatwa yang dikeluarkan oleh Prof. Dr. Shauqi Ibrahim Allam mengenai pengaruh mendengarkan perkataan kasar terhadap pahala puasa dalam Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif dan kajian pustaka. Data utama yang dianalisis adalah fatwa dari Prof. Dr. Shauqi Ibrahim Allam, sementara data sekunder meliputi literatur terkait. Analisis dilakukan terhadap isi fatwa serta konteks historis dan teologisnya, dengan mempertimbangkan relevansinya dalam konteks kehidupan modern. Temuan penelitian diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai pandangan Islam terhadap etika berbicara dan mendengar serta implikasinya terhadap ibadah puasa. Hal ini diharapkan dapat memberikan pedoman praktis bagi umat Muslim dalam menjalankan ibadah puasa dengan penuh kesadaran dan kepatuhan terhadap ajaran agama. Kata Kunci: Pengaruh Mendengarkan Perkataan Kasar, Pahala Puasa, Fatwa Prof. Dr. Shauqi Ibrahim Allam, Islam, Etika Berbicara dan Mendengar, Ibadah Puasa
PENGARUH SENI BARZANJI DALAM STRATEGI DAKWAH PADA MASYARAKAT NUSANTARA Ramadhani, Nurul Fadhilah
Muta'allim: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 3 No 2 (2024): Muta'allim: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Muta'allim: Jurnal Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/mjpai.v3i2.10812

Abstract

This research highlights the influence of Barzanji art in the Islamic proselytizing strategy in the Nusantara, particularly by the Walisongo. Barzanji, which combines musical elements and lyrics with spiritual beauty, was used as an effective tool to convey Islamic teachings in harmony with local Hindu-Buddhist traditions. Through a library research method, data were collected from various literature sources to analyze how this art contributed to the integration of culture and religion within Javanese society. The results indicate that proselytizing approaches that respect and utilize local culture can create harmony and enrich existing religious traditions. Barzanji art not only successfully conveyed Islamic teachings but also preserved local cultural continuity, making it a legacy that continues to live on in the religious practices of the Nusantara society today. Abstrak Penelitian ini mengkaji pengaruh seni Barzanji dalam strategi dakwah pada masyarakat Nusantara, khususnya dalam konteks penyebaran Islam oleh Walisongo. Melalui metode penelitian kepustakaan, ditemukan bahwa seni Barzanji berhasil mengadopsi tradisi Hindu-Buddha yang kemudian dijadikan media dalam mengajarkan ajaran Islam. Barzanji, dengan lirik dan musiknya yang indah, digunakan oleh Walisongo sebagai alat dakwah yang efektif untuk menyentuh hati masyarakat dan menyampaikan pesan spiritual. Strategi dakwah ini menunjukkan kemampuan untuk menghargai dan memanfaatkan budaya lokal, sehingga ajaran Islam dapat diterima tanpa resistensi. Penelitian ini juga mengidentifikasi potensi pengembangan lebih lanjut dalam penggunaan seni untuk dakwah di berbagai daerah dengan latar belakang budaya yang berbeda. Kesimpulannya, seni Barzanji mencerminkan keberhasilan dakwah Islam yang damai dan adaptif, memberikan warisan berharga dalam praktik keagamaan masyarakat Nusantara.
NILAI RELIGIUS DAN KEBERSAMAAN SOSIAL DALAM RITUAL ROKAT TASE’ MASYARAKAT MADURA Aminuddin, Fajrian
Muta'allim: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 3 No 2 (2024): Muta'allim: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Muta'allim: Jurnal Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/mjpai.v3i2.10813

Abstract

This research aims to explore the Madurese culture of Rokat Tase' and its relationship with the religious socialism of the community. This research will discuss the relationship between social and tradition, its influence in the community environment and the involvement of religious factors in it. The results of this research will show that the Rokat Tase' cultural tradition carried out by the Madurese community, especially in coastal areas, has a strong socio-religious value among the community. Rokat Tase' is a form of community representation as a form of gratitude for the abundant sea products, wanting to get safety from calamities and be given a smooth sustenance. This article will also reveal some forms of socialism and religion of the community as a form of implementation of this Rokat Tase' culture
WHEEL OF NAMES DAN WORDWALL UNTUK MENINGKATKAN MINAT DAN MOTIVASI BELAJAR FIKIH (MI NURUL ARJOSARI MALANG) Afkari, Najmi Nahdin
Muta'allim: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 3 No 2 (2024): Muta'allim: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Muta'allim: Jurnal Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/mjpai.v3i2.10814

Abstract

The development of the times is increasingly advancing towards convenience in all aspects, one of which is with the help of technology. The application of technology in various fields, one of which – education – makes it easier for educators and students (students and students) to learn. The use of learning media available on the Internet, such as Wheel of Names and Worldwall allows students to understand learning with a fun game. This study used qualitative methods targeting 26 grade IV students. The results showed changes in student attitudes after using Wheel of Names (spinner) and Worldwall learning media in learning. This change can be seen from student activeness and observational assessment through the following indicators: (a) student activeness in participating in teaching and learning activities, (b) asking questions about material that has not been understood, and (c) activeness in collecting assignments on time. The conclusion of this study is that the use of Worldwall media in class IV jurisprudence learning can increase student interest and motivation to learn. AbstrakPerkembangan zaman yang semakin maju ke arah kemudahan dalam segala aspek, salah satunya dengan bantuan teknologi. Penerapan teknologi dalam pelbagai bidang salah satunya—pendidikan—memudahkan pendidik maupun peserta didik (siswa dan siswi) dalam belajar. Penggunaan media pembelajaran yang tersedia di Internet, seperti Wheel of Names dan Worldwall memungkinkan peserta didik dalam memahami pembelajaran dengan suatu permainan yang menyenangkan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan sasaran 26 siswa kelas IV. Hasil penelitian menunjukkan perubahan sikap siswa setelah menggunakan media pembelajaran Wheel of Names (spinner) dan Worldwall dalam pembelajaran. Perubahan ini terlihat dari keaktifan siswa dan penilaian observasi melalui indikator berikut: (a) keaktifan siswa dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar, (b) bertanya tentang materi yang belum dipahami, dan (c) keaktifan dalam mengumpulkan tugas tepat waktu. Kesimpulan penelitian ini adalah penggunaan media Worldwall pada pembelajaran fikih kelas IV dapat meningkatkan minat dan motivasi belajar siswa.
LAW OF ATTRACTION DALAM PERSPEKTIF ISLAM Nurfaiza, Najma Ranni; Jaenuri, Jaenuri
Muta'allim: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 3 No 3 (2024): Muta'allim: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Muta'allim: Jurnal Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/mjpai.v3i3.3112

Abstract

Recently there is a law that is quite famous in modern society, the law of attraction. It is believed that everything that humans think about will happen in the future. In Islam it turns out that humans already know the law of attraction in everyday life because we always pray as Allah SWT commands. This study uses the narrative review method to identify, evaluate, and synthesize research results and ideas. Humans were created as intelligent beings by God. Humans think, in the way of thinking humans are divided into two, namely the conscious and subconscious. Every realm of mind has a function. The conscious has a function of logic and the subconscious has a function of creativity. Rhonda Byrne, author of The Secret, then explains that the law of attraction is felt by everyone as well as the law of gravity. Humans submit to nature, without realizing that nature is God's creation. So when humans are subject to the laws of nature, humans are also servants of nature. The law of attraction teaches us to imagine what we want, this is in line with Islam that Allah SWT loves His servants who always pray to Him. In essence, it is only to Allah that Muslims beg and ask for everything because Allah is the Greatest.
PENGARUH METODE DAKWAH SUNAN KALIJAGA TERHADAP PELESTARIAN DAN ISLAMISASI BUDAYA DI TANAH JAWA Ardyansyah, Muhammad Fayiz
Muta'allim: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 3 No 3 (2024): Muta'allim: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Muta'allim: Jurnal Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/mjpai.v3i3.10803

Abstract

This research aims to determine the influence of Sunan Kalijaga's preaching method on the preservation and Islamization of Javanese culture. Sunan Kalijaga is known for his success in spreading Islam in Java with his preaching method which was able to embrace local culture and insert Islamic teaching values without eliminating that culture. Sunan Kalijaga preached by integrating Islamic values and Javanese culture through art, culture and local symbols that had mushroomed in pre-Islamic Javanese society. This research uses a qualitative approach with case studies and literature analysis to find out the influence of the dakwah method applied by Sunan Kalijaga in spreading Islam by preserving and Islamizing Javanese culture. The results of the research show that the dakwah method used by Sunan Kalijaga was very effective and successful in bringing Islamic teachings to Java and preserving Javanese culture because Sunan Kalijaga implemented an inclusive and adaptive approach to local culture which enabled the birth of harmonious Javanese cultural acculturation. In this way, Sunan Kalijaga Islamized local culture and formed an Islamic Javanese cultural identity without losing its traditional roots. AbstrakPenelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui pengaruh metode dakwah Sunan Kalijaga terhadap pelestarian dan islamisasi budaya Jawa. Sunan Kalijaga dikenal akan keberhasilannya dalam menyebarkan agama Islam di Tanah Jawa dengan metode dakwahnya yang mampu merangkul budaya lokal dan menyisipkan nilai-nilai ajaran Islam tanpa menghilangkan kebudayaan tersebut. Sunan Kalijaga berdakwah dengan mengintegrasikan nilai-nilai Islam dan kebudayaan Jawa melalui kesenian, budaya, dan simbol-simbol lokal yang sudah menjamur di masyarakat Jawa pra-Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus dan analisis literatur untuk mengetahui bagaimana pengaruh metode dakwah yang diterapkan Sunan Kalijaga dalam menyebarkan agama Islam dengan pelestarian dan islamisasi budaya Jawa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode dakwah yang digunakan Sunan Kalijaga sangat efektif dan berhasil membawa ajaran Islam ke Tanah Jawa dan melestarikan kebudayaan Jawa karena Sunan Kalijaga menerapkan pendekatan yang inklusif dan adaptif dengan budaya lokal yang memungkinkan lahirnya akulturasi budaya Jawa yang yang harmonis. Dengan demikian, Sunan Kalijaga melakukan islamisasi budaya lokal dan membentuk identitas budaya Jawa yang islami tanpa menghilangkan akar tradisionalnya.
EVOLUSI SISTEM PEMERINTAHAN ISLAM: Studi Kasus Kesultanan Syafawi di Persia Syarifah, Hasnia Imroatis
Muta'allim: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 3 No 3 (2024): Muta'allim: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Muta'allim: Jurnal Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/mjpai.v3i3.10819

Abstract

Following the Mongols and Timurids, the Safavids emerged as a significant Islamic empire in Iran. Initially, they were a Sufi tariqah led by Sheikh Safi al-Din, a Kurdish Sufi. Over time, this tariqah evolved into a dominant dynastic power, taking advantage of the decline of the Timurid regimes. In 1501 AD, Shah Ismail established the Safavid Empire in Persia, legitimizing it by adopting Shia Istna Asy'ariyah as the state religion. In Tabriz, he proclaimed himself the first king of the Safavid dynasty. This study uses a qualitative approach with literature review, drawing from international history books and reputable journals, to analyze the Safavid Empire’s phases and governance. The findings highlight that the empire's success was largely due to its military strength, notably improved under Shah Abbas I, who built a formidable army and recruited former Christian prisoners as ghulam soldiers. Although the Safavid Sultanate thrived during Shah Abbas I's reign with significant political and administrative reforms, his successors could not match his leadership, leading the empire to the brink of collapse.AbstrakSetelah Mongol dan Timuriyah, Safawi sebagai imperium Islam juga mulai menguasai Iran. Sebelum menjadi kesultanan yang berpengaruh besar di Iran, Safawiyah merupakan sebuah gerakan tarekat. Syekh Safi al-Din merupakan penggagas sekaligus pemimpin gerakan tarekat Safawiyah. Ia merupakan seorang sufi yang berasal dari suku Kurdi. Namun, seiring berjalannya waktu gerakan tarekat ini berubah menjadi kekuatan dinasti baru di Iran yang kelak akan berhasil menguasai Iran hampir se abad lamanya. Safawiyah berhasil mengambil kesempatan atas hancurnya rezim Timuriyah. Shah Ismail berhasil mengesahkan Kesultanan Safawi yang didirkannya di Persia pada tahun 1501 M. dengan mengadopsi Syiah Istna Asyariah sebagai ideologi negara. Di Kota Tabriz, Syah Ismail mendeklarasika diri sebagai raja pertama Dinasti Safawi yang dikenal dengan Ismail. Mengenai pendekatan yang digunakan oleh penulis adalah pendekatan kualitatif dengan metode riset kepustakaan yang menggunakan beberapa buku sejarah internasional serta jurnal-jurnal bereputasi sebagai referensi dan komponen pendukung penulisan. Adapun tujuan penelitian ini adalah mengetahui analisa fase dan sistem pemerintahan Kesultanan Safawi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan yang dilalui oleh pemerintahan Kesultanan Safawi berpatokan pada angkatan bersenjata dimana langkah pertama yang disiapkan oleh Syah Abbas sebagai sultan yang mencapai kesuksesan ialah tentara yang kuat. Bahkan Kesultnan Safawi menjadikan bekas tawanan perang orang Kristen sebagai tentara dengan julukan ghulam. Setelah Kesultanan Safawi mencapai puncak kesuksesan di masa Sultan Syah Abbas I banyak sekali perbaikan yang dilakukannya dalam dunia politik dan pemerintaan kerajaan. Namun setelah Syah Abbas I wafat, tidak ditemukan sultan yang mampu memimpin secakap Syah Abbas I sehingga membawa Kesultanan Safawi diambang kehancuran.
KAJIAN TAFSIR TEMATIK: Jujur dalam Mu’amalah Perspektif Al-Qur’an dan Hadis Sahro, Khoirus
Muta'allim: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 3 No 4 (2024): Muta'allim: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Muta'allim: Jurnal Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/mjpai.v3i4.10822

Abstract

Honesty is one of the important values in muamalah, which is an Islamic ethical system that regulates social relationships between individuals and society. Honesty in muamalah is a key factor in creating good relationships between individuals and society. Honesty in muamalah also helps prevent losses for parties involved in transactions. Honesty in muamalah is also related to the concept of amanah, where individuals are expected to be responsible and hold trust in every transaction they make. However, honesty in muamalah still remains a challenge for some people. Several factors that affect honesty in muamalah include ignorance, greed, and economic pressure. Therefore, efforts are needed to increase awareness of the importance of honesty in muamalah and encourage the practice of honesty in every transaction made. This article uses a literature review research approach, which emphasizes the fundamentals through relevant references to the object studied. In conclusion, honesty is an important value in muamalah and is a key to creating good relationships between individuals and society. Honesty in muamalah is also related to the concept of amanah and is expected to be a fundamental principle in transactions and business activities in Islam. Therefore, it is important to continue to increase awareness of the importance of honesty in muamalah and encourage the practice of honesty in every transaction made Abstrak Jujur adalah salah satu nilai yang penting dalam muamalah, yang merupakan sistem etika Islam yang mengatur hubungan sosial antara individu dan masyarakat. Kejujuran dalam muamalah menjadi kunci penting bagi terciptanya hubungan yang baik antara individu dan masyarakat. Kejujuran dalam muamalah juga membantu mencegah terjadinya kerugian bagi pihak yang terlibat dalam transaksi. Kejujuran dalam muamalah juga dihubungkan dengan konsep amanah, di mana individu diharapkan untuk bertanggung jawab dan memegang amanah dalam setiap transaksi yang dilakukan. Namun, kejujuran dalam muamalah masih menjadi tantangan bagi sebagian orang. Beberapa faktor yang mempengaruhi kejujuran dalam muamalah meliputi ketidaktahuan, keserakahan, dan tekanan ekonomi. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya kejujuran dalam muamalah dan mendorong praktik kejujuran dalam setiap transaksi yang dilakukan. Artikel ini menggunakan penelitian yang bersifat studi kepustakaan, yang mana penelitian ini menekankan dasar-dasar lewat referensi yang relevan dengan objek yang diteliti.Kesimpulannya, kejujuran merupakan nilai penting dalam muamalah dan merupakan kunci bagi terciptanya hubungan yang baik antara individu dan masyarakat. Kejujuran dalam muamalah juga dihubungkan dengan konsep amanah dan diharapkan menjadi prinsip utama dalam bertransaksi dan aktivitas bisnis dalam Islam. Oleh karena itu, penting untuk terus meningkatkan kesadaran tentang pentingnya kejujuran dalam muamalah dan mendorong praktik kejujuran dalam setiap transaksi yang dilakukan.
Studi Literatur Konsep Manthuq Dan Mafhum Dalam Al-Qur’an Faradina, Sevina; Amelia, Shafira Rahma; Muttaqin, M. Imamul
Muta'allim: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 3 No 3 (2024): Muta'allim: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Muta'allim: Jurnal Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/mjpai.v3i3.11166

Abstract

This research aims to examine the concept of Manthuq and Mafhum in the Qur'an through a literature study approach with a qualitative method. Manthuq refers to the explicit meaning of the text, namely the meaning that can be understood directly from the spoken lafadz. Meanwhile, Mafhum refers to the implied meaning or that can be concluded from the text implicitly. This study examines how these two concepts play a role in understanding and interpreting the verses of the Qur'an comprehensively. Through literature analysis from various classical and contemporary interpretations, as well as ushul fiqh studies, this study finds that Manthuq and Mafhum have significant implications in determining Islamic law and interpreting holy verses. This study also influences the development of the science of interpretation and ushul fiqh. The results of this study are expected to contribute to the development of more integrative and dynamic studies of Qur'anic interpretation, as well as being a reference for scholars and academics in understanding the complexity of the verses of the Qur'an. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep Manthuq dan Mafhum dalam Al-Qur'an melalui pendekatan studi literatur dengan metode kualitatif. Manthuq merujuk pada makna yang tersurat dari teks, yaitu makna yang dapat dipahami secara langsung dari lafadz yang diucapkan. Sementara itu, Mafhum merujuk pada makna yang tersirat atau yang dapat disimpulkan dari teks secara implisit. Kajian ini meneliti bagaimana kedua konsep ini berperan dalam memahami dan menafsirkan ayat-ayat Al-Qur'an secara komprehensif. Melalui analisis literatur dari berbagai tafsir klasik dan kontemporer, serta kajian ushul fiqh, penelitian ini menemukan bahwa Manthuq dan Mafhum memiliki implikasi yang signifikan dalam penentuan hukum Islam dan interpretasi ayat suci. Studi ini juga pengaruhnya terhadap perkembangan ilmu tafsir dan ushul fiqh. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan kajian tafsir Al-Qur'an yang lebih integratif dan dinamis, serta menjadi acuan bagi para ulama dan akademisi dalam memahami kompleksitas ayat-ayat Al-Qur’an.
APLIKASI AL-JAM'U WA TAUFIQ DAN NASKH: Studi Kasus Pada Perbedaan Fatwa Dalam Hukum Zakat Kontemporer Haq, Faishol; Sahirah, Tiara; Muttaqin, M. Imamul
Muta'allim: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 3 No 3 (2024): Muta'allim: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Muta'allim: Jurnal Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/mjpai.v3i3.11198

Abstract

This article examines the application of two methods in addressing differences in fatwas related to contemporary zakat law, namely al-jam'u wa taufiq (reconciliation) and naskh (abrogation of previous law). The al-jam'u wa taufiq method seeks to reconcile classical Islamic legal texts with modern realities without nullifying existing laws, while naskh is used to abrogate old laws deemed irrelevant in contemporary conditions. This study focuses on the cases of professional zakat and stock zakat as examples of the application of these two methods. Literature analysis shows that the use of al-jam'u wa taufiq allows for harmonization between classical law and contemporary needs, while naskh provides space for legal innovation. By comparing the application of both methods, this article concludes that both can offer effective solutions depending on the context and situation. The article concludes by emphasizing the importance of modern ijtihad in maintaining the relevance of zakat law in the era of globalization.Abstrak Artikel ini mengkaji penerapan dua metode dalam menghadapi perbedaan fatwa terkait hukum zakat kontemporer, yaitu al-jam'u wa taufiq (rekonsiliasi) dan naskh (penggantian hukum lama). Metode al-jam'u wa taufiq berupaya merekonsiliasi teks-teks hukum Islam klasik dengan realitas modern tanpa membatalkan hukum yang sudah ada, sedangkan naskh digunakan untuk membatalkan hukum lama yang dianggap tidak relevan lagi dengan kondisi saat ini. Studi ini berfokus pada kasus zakat profesi dan zakat saham sebagai contoh penerapan kedua metode tersebut. Analisis literatur menunjukkan bahwa penggunaan al-jam'u wa taufiq memungkinkan pengharmonisasian antara hukum klasik dan kebutuhan kontemporer, sementara naskh memberikan ruang untuk inovasi hukum baru. Dengan membandingkan penerapan kedua metode ini, artikel ini menyimpulkan bahwa keduanya dapat memberikan solusi yang efektif, tergantung pada konteks dan situasi. Artikel ini diakhiri dengan penekanan pada pentingnya ijtihad modern dalam menjaga relevansi hukum zakat di era globalisasi.

Page 8 of 10 | Total Record : 98