cover
Contact Name
Romadhona Kusuma Yudha
Contact Email
romadona@umb.ac.id
Phone
+6287845777006
Journal Mail Official
jupank@umb.ac.id
Editorial Address
Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Bengkulu
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan (JUPANK)
ISSN : 27753018     EISSN : 27749975     DOI : https://doi.org/10.36085/jupank.v2i2.3681
Core Subject : Education, Social,
JUPANK (Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan) disediakan sebagai media untuk mempublikasikan temuan atau penelitian secara mudah melalui sistem online dan cetak
Articles 130 Documents
IMPLEMENTASI NILAI-NILAI PANCASILA DAN ASTA CITA DALAM UPAYA MEMBANGUN KARAKTER MAHASISWA UNIVERSITAS SANGGA BUANA YPKP BANDUNG Hanny Rahayu; Nurhaeni Sikki; Djoko Pitoyo; Siti Rahmadani; Andini Hardiyanti
Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan (JUPANK) Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan (JUPANK)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jupank.v5i2.9278

Abstract

Penelitian ini menganalisis implementasi nilai-nilai Pancasila dan Asta Cita dalam membentuk karakter mahasiswa Universitas Sangga Buana YPKP Bandung. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi, penelitian ini memetakan pemahaman, sikap, serta perilaku mahasiswa terhadap nilai kebangsaan dan karakter. Hasil menunjukkan adanya kesenjangan antara idealisme nilai dengan realitas kampus, terutama dalam aspek integritas, kepedulian sosial, dan disiplin. Kebaruan penelitian terletak pada pendekatan integratif antara nilai ideologis dan arah kebijakan nasional dalam konteks pendidikan tinggi. Penelitian ini menghasilkan model strategis penguatan karakter mahasiswa menuju visi Indonesia Emas 2045. Kata Kunci: Pancasila, Asta Cita, karakter mahasiswa, pendidikan tinggi, Indonesia Emas 2045.
ANALISIS PERAN NILAI PANCASILA DALAM MENINGKATKAN GOTONG ROYONG MASYARAKAT DI DESA SAMPALI, KECAMATAN PERCUT SEI TUAN, KABUPATEN DELI SERDANG Tanjung, July Yanty; Dhuha, Nadira Kaylana; Halking
Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan (JUPANK) Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan (JUPANK)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jupank.v5i2.9309

Abstract

Abstrak Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengkaji bagaimana nilai-nilai Pancasila berperan dalam menumbuhkan kembali semangat gotong royong masyarakat di Desa Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang. Latar belakang penelitian ini berangkat dari fenomena berkurangnya rasa kebersamaan di masyarakat yang dipengaruhi oleh perkembangan modernisasi serta meningkatnya pola hidup yang cenderung individualistis. Pendekatan yang digunakan ialah deskriptif kualitatif dengan metode pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap perangkat desa serta masyarakat setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai Pancasila masih diterapkan secara nyata dalam kehidupan masyarakat, terutama pada kegiatan gotong royong seperti kerja bakti, pembangunan fasilitas umum, dan kegiatan sosial keagamaan. Nilai Ketuhanan tercermin melalui sikap toleransi antarumat beragama, nilai Kemanusiaan melalui kepedulian sosial, nilai Persatuan melalui kekompakan warga, nilai Kerakyatan melalui musyawarah dalam pengambilan keputusan, serta nilai Keadilan melalui pembagian tugas yang merata. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan nilai-nilai Pancasila memiliki peran  penting  dalam  memperkuat solidaritas sosial  dan  menjaga keharmonisan antarwarga di Desa Sampali.   Kata Kunci: Pancasila, Gotong Royong, Nilai Sosial, Solidaritas Masyarakat
Relevansi Filsafat Pancasila Terhadap Krisis Identitas Generasi Fitriyah Zakiyatul Hamidah; Shabria Wafa Haniya; Zaenul Slam
Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan (JUPANK) Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan (JUPANK)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jupank.v6i1.9529

Abstract

Penelitian ini membahas relevansi filsafat Pancasila terhadap Krisis Identitas yang dialami generasi modern di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi digital. Melalui pendekatan kualitatif-deskriptif berbasis studi pustaka, penelitian ini menyoroti bagaimana perubahan nilai, budaya populer global, dan pengaruh media sosial memicu disorientasi moral serta melemahkan identitas nasional generasi muda. Filsafat Pancasila dengan dimensi ontologis, epistemologis, dan aksiologisnya memberikan solusi konseptual yang menekankan keseimbangan antara kebebasan individu dan tanggung jawab sosial. Nilai-nilai Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, dan Keadilan Sosial menjadi landasan moral untuk memperkuat karakter bangsa di era globalisasi. Revitalisasi pemahaman dan implementasi Pancasila melalui pendidikan, keluarga, media, dan kebijakan publik menjadi langkah strategis untuk membangun generasi muda yang berkarakter, adaptif, dan berjiwa nasionalis Kata Kunci: Pancasila, Krisis Identias, Generasi Modern  
Pancasila Sebagai Fondasi Ideologi Negara Ramadhani, Amanda; Alyaa Putri Saila; Marchel Malikahafiz; Zaenul Slam
Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan (JUPANK) Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan (JUPANK)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jupank.v6i1.9549

Abstract

Pancasila dianalisis sebagai fondasi ideologi negara yang esensial, berakar dari nilai luhur dan kearifan lokal bangsa, yang disahkan secara yuridis dalam pembukaan UUD 1945. Penelitian ini bertujuan menganalisis signifikansinya mengenai Pancasila sebagai fondasi ideologi negara dengan menggunakan metode kualitatif pada analisis studi literatur ilmiah. Temuan studi ini mengonfirmasi fungsi utama Pancasila sebagai kerangka moral dan etika, serta primadona sumber hukum, yang didukung oleh aspek ideal, normatif, dan realistis. Hal ini bertujuan untuk memastikan kemampuannya dalam beradaptasi tanpa mengurangi prinsip-prinsip dasarnya, yaitu ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan. Meskipun nilai-nilai krusial untuk pemandu penyelenggaraan negara dan kehidupan masyarakat, implementasinya menghadapi tantangan serius dari globalisasi, individualisme, dan isu transparansi, sehingga menuntut revitalisasi nilai terstruktur demi memperkuat jati diri bangsa dan mewujudkan cita-cita keadilan sosial dan kedaulatan rakyat secara optimal. Dengan ini Pancasila merupakan landasan ideologis dan prinsip fundamental negara yang menduduki posisi krusial serta fungsi sentral dalam kerangka hukum serta tatanan kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Kata Kunci: Pancasila, Fondasi, Ideologi Negara
Toleransi di Layar Kaca: Menghidupkan Nilai Pancasila di Dunia Maya Safitri, Aniya; Zaini, Ahmad Adyakmal; Arkana Kafi, Moh Rajendra
Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan (JUPANK) Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan (JUPANK)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jupank.v6i1.9565

Abstract

Indonesia sebagai bangsa multikultural yang berlandaskan semboyan Bhinneka Tunggal Ika menghadapi tantangan baru di era digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research). Data diperoleh melalui analisis berbagai sumber literatur berupa buku, artikel jurnal ilmiah, laporan penelitian, serta konten media digital yang relevan dengan isu toleransi dan etika bermedia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media digital memiliki dampak dua arah terhadap sikap toleransi masyarakat: dapat memperkuat maupun melemahkan nilai kebangsaan tergantung pada cara penggunaannya. Representasi toleransi di media sosial dan layar kaca terbukti mampu membangun empati dan solidaritas sosial apabila dikemas secara edukatif dan inklusif. Namun, sistem algoritma dan orientasi komersial media juga berpotensi menciptakan echo chamber dan polarisasi sosial. Oleh karena itu, penguatan literasi digital berbasis nilai-nilai Pancasila menjadi strategi utama dalam membentuk kewarganegaraan digital yang beretika. Integrasi peran pendidikan, pemerintah, keluarga, serta figur publik diperlukan untuk membangun ekosistem digital yang berlandaskan nilai kemanusiaan, persatuan, dan keadilan sosial. Kata kunci: Pancasila, literasi digital, toleransi, media sosial, kewarganegaraan digital.
Penanaman Nilai-Nilai Kebhinekaan Melalui Pendidikan Agama: Studi Kasus di SMAN 1 Silat Hilir Khoerunisa, Umi; Zulkifli; Anggara, Oki
Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan (JUPANK) Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan (JUPANK)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jupank.v6i1.9601

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kasus diskriminasi dan perundungan yang sering terjadi di Indonesia karena perbedaan latar belakang. Contohnya peristiwa sampit, perundungan yang dialami siswa kelas dua SDN Jomin Barat 2 Cikampek pada tahun 2023 sebab berbeda keyakinan, dan perilaku siswa di SMAN 1 Silat Hilir yang masih membedakan teman berdasarkan latar belakang suku saat mengikuti kegiatan ekstrakurikuler pramuka. Dalam hal ini pendidikan agama dapat menjadi salah satu alternatif untuk menanamkan nilai-nilai kebhinekaan dan mencegah perilaku-perilaku tersebut. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui penanaman nilai-nilai kebhinekaan di SMAN 1 Silat Hilir melalui guru Pendidikan Agama Islam, guru Pendidikan Agama Katholik, guru Pendidikan Agama Kristen, serta faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian ini berlokasi di SMAN 1 Silat Hilir menggunakan metode berupa pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu: wawancara semi terstruktur dengan teknik pengambilan sampel berupa purposive sampling, observasi non partisipan, dan dokumentasi. Teknik analisis data berupa pengumpulan data mentah, reduksi data, penyajian data (data display), serta penarikan kesimpulan (verifikasi). Hasil penelitian menunjukan bahwa guru pendidikan agama (Islam, Katholik, Kristen) menanamkan nilai kebhinekaan melalui dua langkah yaitu: a) melalui pembelajaran pendidikan agama di kelas seperti; melakukan integrasi nilai kebhinekaan pada materi pelajaran agama, menggunakan pendekatan kontekstual dalam menyampaikan materi pelajaran (guru PAI tidak menggunakan ini), dan menerapkan metode pembelajaran yang efektif. b) melalui kegiatan di sekolah. Dampak terhadap sikap, perilaku, pola pikir, dan cara siswa berkomunikasi juga sudah mulai menunjukan perkembangan positif, namun masih terdapat beberapa siswa Islam yang kurang toleran pada awal masa studi, tetapi dapat diminimalisir seiring berjalanya waktu. Kemudian faktor pendukung dan penghambatnya dapat dikategorikan menjadi dua macam yakni faktor internal dan eksternal. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa SMAN 1 Silat Hilir telah menanamkan nilai-nilai kebhinekaan melalui pendidikan agama yang tampak dari adanya kemajuan dalam pembentukan karakter siswa, Meskipun demikian, proses tersebut masih memerlukan perhatian dan penguatan secara berkelanjutan terutama pada awal masa studi (kelas X). Kata Kunci: Penanaman Nilai, Nilai-Nilai Kebhinekaan, Pendidikan Agama, Toleransi
Dimensi-Dimensi Pancasila Sebagai Ideologi Negara Ramadani, Amalia; Raya Fajrin, Khairunnisaa; Alifiah Aslam, Nurul; Slam, Zaenul
Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan (JUPANK) Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan (JUPANK)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jupank.v6i1.9643

Abstract

Pancasila sebagai ideologi negara memiliki peran fundamental dalam membentuk identitas nasional dan arah pembangunan Indonesia. Namun, di era globalisasi dan digitalisasi, terjadi kesenjangan antara nilai ideal Pancasila dan realitas sosial yang ditandai oleh ketimpangan, degradasi moral, serta melemahnya pemahaman generasi muda terhadap nilai kebangsaan. Permasalahan penelitian ini berfokus pada bagaimana dimensi realitas, idealisme, dan fleksibilitas Pancasila dapat dipahami serta diaktualisasikan kembali agar tetap relevan dalam kehidupan nasional. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan. Data diperoleh dari buku, jurnal ilmiah, dan dokumen resmi, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi dengan triangulasi sumber untuk memastikan konsistensi dan kedalaman data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) dimensi realitas menegaskan Pancasila sebagai sumber hukum dan pedoman praktik kehidupan berbangsa, meskipun implementasinya belum sepenuhnya optimal; (2) dimensi idealisme memuat cita-cita luhur bangsa menuju masyarakat adil, demokratis, dan sejahtera; dan (3) dimensi fleksibilitas menunjukkan bahwa Pancasila bersifat adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa kehilangan nilai dasarnya. Secara teoretis, penelitian ini menegaskan Pancasila sebagai ideologi terbuka yang integratif dan dinamis, serta memberikan implikasi praktis bagi penguatan pendidikan karakter dan kebijakan publik berbasis nilai-nilai kebangsaan. Kata kunci: Pancasila, ideologi negara, realitas, idealisme, fleksibilitas.
Konsep dan Urgensi Pancasila dalam Arus Sejarah Perjuangan Bangsa Indonesia Medhia Sari, Silviana; Sundari, Amalia; Junaedi, Rijka Arifa; Slam, Zaenul
Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan (JUPANK) Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan (JUPANK)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jupank.v6i1.9654

Abstract

Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi bangsa menghadapi tantangan globalisasi, digitalisasi, dan perubahan sosial yang menuntut reinterpretasi nilai secara kontekstual. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi literatur terhadap jurnal ilmiah dan buku yang relevan dengan dinamika implementasi Pancasila. Hasil kajian menunjukkan bahwa Pancasila tetap relevan sebagai landasan etis, normatif, dan filosofis dalam menjaga persatuan, membangun demokrasi partisipatif, serta memperkuat keadilan sosial. Revitalisasi pendidikan karakter berbasis Pancasila menjadi strategi utama dalam menghadapi radikalisme, intoleransi, dan kesenjangan sosial. Pancasila merupakan ideologi terbuka dan dinamis yang harus terus diinternalisasikan melalui kebijakan publik, pendidikan, serta partisipasi aktif masyarakat agar tetap kontekstual di era modern. Kata Kunci: Pancasila, Ideologi Negara, Globalisasi, Pendidikan Karakter
Pancasila Sebagai Ideologi Negara Di Tengah Arus Budaya Global: Studi Kasus Perubahan Nilai Sosial Masyarakat Indonesia Indah Aulia Puteri; Sinta Nurhandayani; Slam, Zaenul
Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan (JUPANK) Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan (JUPANK)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jupank.v6i1.9665

Abstract

Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara memiliki peran strategis dalam menjaga identitas nasional di tengah derasnya arus globalisasi budaya dan perubahan nilai sosial masyarakat Indonesia. Globalisasi yang ditandai dengan kemajuan teknologi, keterbukaan informasi, serta penetrasi budaya digital telah memunculkan pergeseran nilai ke arah individualisme, hedonisme, dan pragmatisme yang berpotensi mengikis karakter kebangsaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi Pancasila sebagai ideologi terbuka sekaligus filter nilai dalam menghadapi tantangan budaya global. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kepustakaan (library research) melalui analisis kritis dan interpretatif terhadap berbagai literatur ilmiah yang berkaitan dengan Pancasila, globalisasi, dan perubahan sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pancasila berfungsi sebagai fondasi moral, filter ideologis, serta pedoman etika dalam menjaga keseimbangan antara keterbukaan terhadap modernitas dan pelestarian jati diri bangsa. Revitalisasi nilai-nilai Pancasila melalui pendidikan karakter, kebijakan publik berbasis keadilan sosial, dan penguatan literasi digital terbukti menjadi strategi efektif dalam memperkuat ketahanan ideologis dan solidaritas sosial masyarakat. Dengan demikian, Pancasila tidak hanya diposisikan sebagai warisan historis, tetapi sebagai ideologi hidup (living ideology) yang harus terus diaktualisasikan dalam kehidupan sosial, politik, dan budaya guna memastikan pembangunan nasional tetap berpijak pada nilai kemanusiaan, persatuan, dan keadilan sosial. Kata kunci: Pancasila, globalisasi, perubahan sosial, ideologi terbuka, ketahanan ideologis.
Pancasila Dasar Negara Indonesia Telah Final: Tinjauan Filsafat Berdasarkan Teori Causa Aristoteles Putra, Masri Sareb; Yamowa’a Bate’e
Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan (JUPANK) Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan (JUPANK)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jupank.v6i1.9679

Abstract

Perdebatan mengenai kedudukan Pancasila sebagai dasar negara kerap mengemuka dalam dinamika politik, sosial, dan keagamaan. Meskipun demikian, secara akademik Pancasila telah disepakati sebagai dasar negara yang bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat. Artikel berjudul PANCASILA DASAR NEGARA INDONESIA TELAH FINAL: TINJAUAN FILSAFAT BERDASARKAN TEORI CAUSA ARISTOTELES ini bertujuan menganalisis finalitas Pancasila melalui perspektif filsafat klasik Aristoteles, khususnya teori empat sebab (causa materialis, causa formalis, causa efficiens, dan causa finalis). Penelitian ini menggunakan pendekatan studi literatur dengan menelaah sumber-sumber filosofis dan ketatanegaraan yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa secara causa materialis, Pancasila berakar pada nilai budaya, religius, dan historis bangsa Indonesia. Secara causa formalis, Pancasila memperoleh legitimasi konstitusional sebagai norma fundamental negara. Dalam dimensi causa efficiens, perumusan Pancasila merupakan hasil peran aktif para pendiri bangsa dalam momentum historis kemerdekaan. Sementara itu, causa finalis menegaskan tujuan Pancasila sebagai dasar ontologis dan teleologis bagi terwujudnya negara yang berkeadilan dan bermartabat. Dengan demikian, finalitas Pancasila bukan sekadar keputusan politik, melainkan konsekuensi filosofis dari hakikatnya. Kajian ini memperkaya literatur filsafat Pancasila serta memberikan landasan akademik bagi penguatan ideologi bangsa. Kata Kunci: Pancasila, Aristoteles, causa, dasar negara, finalitas

Page 12 of 13 | Total Record : 130