cover
Contact Name
Romadhona Kusuma Yudha
Contact Email
romadona@umb.ac.id
Phone
+6287845777006
Journal Mail Official
jupank@umb.ac.id
Editorial Address
Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Bengkulu
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan (JUPANK)
ISSN : 27753018     EISSN : 27749975     DOI : https://doi.org/10.36085/jupank.v2i2.3681
Core Subject : Education, Social,
JUPANK (Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan) disediakan sebagai media untuk mempublikasikan temuan atau penelitian secara mudah melalui sistem online dan cetak
Articles 130 Documents
Hubungan Pendidikan Kewarganegaraan Dengan Pendidikan Nilai Kurniawan, Bekti Galih; Rosalina Marsudi, Kenlies Era; Mashita, Maya; Purbasari , Verbena Ayunungsih
Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan (JUPANK) Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan (JUPANK)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jupank.v6i1.10148

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengaitkan pendidikan nilai dengan pendidikan kewarganegaraan. Ketika keduanya disatukan dalam studi literatur ini, akan dihasilkan konteks dari pendidikan kewarganegaraan yang mencakup: (1) mempertahankan dan memajukan nilai-nilai moral Pancasila, (2) membimbing siswa menjadi warga negara Indonesia yang paham tentang politik dan hukum berlandaskan Pancasila, dan (3) melaksanakan hak dan kewajiban sebagai anggota masyarakat negara. Konteks pendidikan nilai adalah nilai-nilai yang terkait dengan tanggung jawab, nurani, yang bersifat mengikat, dan formal dengan ciri-ciri seperti: (a) nilai yang berkaitan dengan subjek, (b) nilai yang muncul dalam konteks praktis, dan (c) nilai-nilai yang menyangkut sifat-sifat tambahan yang diberikan oleh objek pada sifat-sifat yang dimilikinya. Pendidikan kewarganegaraan sebagai pendidikan nilai dapat diwujudkan melalui beberapa pendekatan, termasuk evokasi yang menekankan inisiatif peserta didik untuk mengekspresikan diri secara spontan, inkulasi atau penanaman nilai, pendekatan kesadaran, penalaran moral, pengungkapan nilai, pendekatan komitmen, pendekatan penyatuan (union approach), pendekatan pemodelan teladan, dan pendidikan berdasarkan karakter (character-based education). Kata Kunci: Pendidikan, Kewarganegaraan, Nilai
Pancasila Sebagai Paradigma Etika Medis: Tinjauan Filosofis Dan Praktis Mazaya Mustofa, Firyaal; Ashilah, Mauliddia; Priyono
Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan (JUPANK) Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan (JUPANK)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jupank.v6i1.9333

Abstract

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bidang kedokteran membawa berbagai kemajuan dalam pelayanan kesehatan, namun juga menimbulkan berbagai persoalan etika yang kompleks. Dalam situasi tersebut, tenaga kesehatan memerlukan landasan moral yang kuat agar tetap menjunjung nilai kemanusiaan dan tanggung jawab profesional. Oleh karena itu, penting untuk menegaskan kembali nilai-nilai dasar yang dapat menjadi pedoman etika dalam praktik kedokteran di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji relevansi nilai-nilai Pancasila sebagai paradigma etika medis yang mampu menjembatani dimensi filosofis dan praktis dalam profesi kedokteran. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur, dengan menelaah berbagai sumber ilmiah yang relevan seperti buku etika kedokteran, literatur mengenai filsafat Pancasila, serta Kode Etik Kedokteran Indonesia. Analisis dilakukan dengan mengkaji keterkaitan antara nilai-nilai Pancasila dengan prinsip-prinsip etika medis dalam praktik kedokteran. Hasil kajian menunjukkan bahwa setiap sila dalam Pancasila mengandung nilai etis yang selaras dengan prinsip etika medis universal, seperti penghormatan terhadap martabat manusia, keadilan sosial, tanggung jawab moral, dan sikap kemanusiaan dalam pelayanan kesehatan. Secara filosofis, Pancasila dapat menjadi dasar moral yang menuntun tenaga medis untuk menjaga keseimbangan antara penguasaan ilmu pengetahuan dan nilai kemanusiaan. Secara praktis, nilai-nilai tersebut dapat diinternalisasikan melalui pendidikan kedokteran, kebijakan pelayanan kesehatan, serta perilaku profesional dalam hubungan antara dokter dan pasien. Kesimpulannya, Pancasila tidak hanya berfungsi sebagai simbol ideologis negara, tetapi juga dapat menjadi paradigma etika medis yang kontekstual dan aplikatif dalam praktik kedokteran di Indonesia. Penerapan nilai-nilai Pancasila dalam dunia kedokteran diharapkan mampu mendorong terciptanya pelayanan kesehatan yang humanistik, berkeadilan, dan berlandaskan pada nilai-nilai moral kemanusiaan. Kata Kunci: Pancasila, etika medis, nilai kemanusiaan, filsafat moral, profesi kedokteran
Tantangan Implementasi Pancasila Dalam Menghadapi Ancaman Radikalisme dan Korupsi Azizah, Nur; Arifin, Kayla Chairunnisa; Rafi Bayu Saputra
Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan (JUPANK) Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan (JUPANK)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jupank.v6i1.9449

Abstract

Menjaga persatuan rakyat Indonesia merupakan kewajiban fundamental Pancasila sebagai filsafat dan landasan negara. Namun, dalam realitas kontemporer, implementasi nilai-nilai Pancasila menghadapi tantangan serius akibat maraknya fenomena radikalisme dan korupsi yang mengancam integrasi bangsa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hambatan utama dalam penerapan nilai Pancasila guna mengatasi kedua ancaman tersebut serta merumuskan strategi pemecahan yang efektif. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah studi pustaka, di mana data sekunder dari jurnal ilmiah, buku, dan dokumen pemerintah dianalisis secara deskriptif-kualitatif untuk membangun kerangka berpikir yang komprehensif. Hasil kajian menunjukkan bahwa tantangan radikalisme berakar pada ketidakmampuan sistem pendidikan dan sosial dalam menginternalisasi nilai pluralisme, serta masifnya persebaran ideologi ekstrem di ruang digital. Di sisi lain, tantangan pemberantasan korupsi berkaitan erat dengan lemahnya pengamalan integritas, kejujuran, dan keadilan sosial dalam praktik birokrasi serta kepemimpinan publik. Meskipun Pancasila diakui sebagai fondasi yang kuat, efektivitasnya masih terhambat oleh minimnya pemahaman mendalam, rendahnya partisipasi masyarakat, dan adanya kesenjangan antara norma formal dengan realitas sosial. Sebagai solusi, artikel ini menyarankan penguatan pendidikan karakter berbasis Pancasila sejak dini, penegakan hukum yang adil dan transparan, serta kolaborasi aktif antara pemerintah, lembaga hukum, dan masyarakat. Melalui strategi terintegrasi yang mencakup kebijakan publik dan literasi digital, Pancasila dapat direaktualisasi sebagai instrumen strategis untuk memperkuat ketahanan ideologi, memelihara kebhinekaan, dan memperkokoh integritas moral bangsa Indonesia di era modern. Kata Kunci: Pancasila , Radikaisme , Korupsi , Penegakan Hukum , Karakter Bangsa
Pancasila Sebagai Paradigma Pengembangan Ilmu muslimah, luthfiyah; Alya Muhzur Anggraini Siregar; Zaenul Slam
Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan (JUPANK) Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan (JUPANK)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jupank.v6i1.9502

Abstract

Pancasila yang menjadi dasar negara Indonesia bukan sekadar berfungsi sebagai acuan moral dan ideologis, tetapi juga berperan sebagai dasar pemikiran dalam kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). Paradigma ini menempatkan nilai-nilai Pancasila sebagai landasan ontologis, epistemologis, dan aksiologis dalam setiap aktivitas ilmiah agar pengembangan ilmu tidak lepas dari nilai kemanusiaan dan kebangsaan. Setiap sila Pancasila memiliki peran penting dalam membentuk arah dan tujuan IPTEK, mulai dari peneguhan moral ketuhanan, penghormatan terhadap martabat manusia, penguatan persatuan, penumbuhan kebijaksanaan dalam pengambilan keputusan ilmiah, hingga pemerataan hasil inovasi bagi seluruh rakyat Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis peran Pancasila sebagai paradigma dalam pengembangan IPTEK di Indonesia, serta mengidentifikasi relevansi nilai-nilai Pancasila dalam menjawab tantangan kemajuan teknologi modern. Penelitian ini juga bertujuan untuk menunjukkan bagaimana strategi penerapan yang dapat membangun keharmonisan antara nilai-nilai Pancasila dan arah kebijakan IPTEK nasional, sehingga keduanya dapat sejalan dengan cita-cita untuk mencerdaskan kehidupan bangsa serta mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. berbagai tantangan, seperti pengaruh ideologi asing dan kemajuan teknologi yang cenderung mengabaikan etika. Di sisi lain, Pancasila juga menawarkan peluang besar sebagai filter nilai dan sumber inspirasi bagi inovasi yang berkeadilan sosial dan berorientasi pada kemaslahatan umat. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat menjadi kunci dalam mewujudkan IPTEK yang berlandaskan Pancasila, guna mendukung tujuan nasional mencerdaskan kehidupan bangsa. Adapun Kesimpulannya Pancasila memiliki relevansi yang kuat sebagai paradigma pengembangan IPTEK karena mampu memadukan antara kemajuan teknologi dengan nilai-nilai kemanusiaan dan moral bangsa. Dengan menjadikan Pancasila sebagai dasar ontologis, epistemologis, dan aksiologis dalam setiap aktivitas ilmiah, Indonesia dapat mengarahkan kemajuan IPTEK agar tidak hanya menciptakan kemajuan material, tetapi juga memperkuat karakter bangsa, memperluas keadilan sosial, serta mendukung tujuan nasional sebagaimana diamanatkan dalam Pembukaan UUD 1945. Kata Kunci: Paradigma, Ilmu, IPTEK
Urgensi Mengimplementasi Nilai Pancasila Dalam Kehidupan Sehari-Hari Romadona, Syal Sa Billa Intan; Larasati, Gandes; Patay, Devinta Inaas Hibatullah; Ayuningtyas, Dinda
Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan (JUPANK) Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan (JUPANK)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jupank.v6i1.9546

Abstract

Seiring dengan perubahan zaman, terutama di era globalisasi, nilai-nilai Pancasila mulai terabaikan. Pengaruh budaya asing, individualisme, materialisme, serta derasnya arus informasi melalui media sosial telah menggeser pemahaman dan pengamalan pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Banyak masyarakat, termasuk generasi muda, yang hanya mengenal Pancasila sebagai formalitas tanpa memahami makna dan urgensi penerapannya. Penelitian ini bertujuan untuk Menganalisis urgensi pemahaman dan implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa, Mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan menurunnya pengamalan Pancasila di kalangan generasi muda, Menawarkan strategi reaktualisasi nilai-nilai Pancasila melalui pendidikan dan praktik nyata dalam masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian, dapat diidentifikasi beberapa strategi yang efektif untuk memperkuat implementasi Pancasila, yaitu: Optimalisasi pendidikan Pancasila, dengan mengintegrasikannya dalam kurikulum di semua tingkat pendidikan; Peningkatan teladan dari figur pemimpin dan tokoh masyarakat; Penggunaan media. Reaktualisasi nilai-nilai Pancasila membutuhkan pendekatan multidimensi yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan. Sebagaimana dikemukakan oleh, pendidikan karakter berbasis Pancasila harus menjadi fondasi dalam membangun generasi yang tidak hanya memahami nilai-nilai Pancasila secara kognitif, tetapi juga mampu mengaktualisasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, Pancasila dapat tetap relevan sebagai living ideology yang mampu menjawab tantangan zaman while tetap menjaga jati diri bangsa. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa kesenjangan antara nilai ideal Pancasila dan realitas implementasinya tampak melalui berbagai bentuk penyimpangan seperti intoleransi, diskriminasi, korupsi, penyalahgunaan kekuasaan, serta ketidakadilan sosial. Kondisi ini menegaskan bahwa pemahaman normatif terhadap Pancasila tidak cukup tanpa diiringi upaya reaktualisasi yang sistematis dan berkelanjutan. Reaktualisasi tersebut perlu diarahkan pada revitalisasi pendidikan Pancasila, penguatan peran keluarga dan masyarakat dalam pembentukan karakter, peningkatan literasi digital, serta hadirnya teladan nyata dari pemimpin dan institusi publik. penelitian ini menyimpulkan bahwa Pancasila tetap menjadi fondasi ideologis yang relevan dan esensial bagi bangsa Indonesia. Namun, relevansi tersebut belum sepenuhnya tercermin dalam praktik sosial, politik, maupun budaya masyarakat. Rendahnya internalisasi nilai Pancasila, terutama di kalangan generasi muda, tidak hanya disebabkan oleh pengaruh globalisasi dan perubahan sosial yang cepat, tetapi juga oleh lemahnya pendidikan karakter, kurangnya keteladanan pemimpin, serta derasnya arus informasi yang tidak terfilter dengan baik. Kata Kunci: Reaktualisasi Pancasila, Ideologi Hidup, Jati Diri Bangsa
Analisis Korupsi Dalam Perspektif Nilai-Nilai Pancasila Lestari , Rianti Devi; Salsabilla , Bilqis; Eliyanto , Muhammad Rifky; Slam , Zaenul
Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan (JUPANK) Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan (JUPANK)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jupank.v6i1.9635

Abstract

Korupsi merupakan salah satu persoalan paling serius yang menghambat pencapaian tujuan nasional sebagaimana tertuang dalam nilai-nilai Pancasila. Sebagai dasar negara sekaligus pedoman etis bagi seluruh warga bangsa, Pancasila idealnya menjadi landasan pembentukan karakter individu, struktur sosial, dan praktik pemerintahan yang bersih dari segala bentuk penyalahgunaan wewenang. Namun pada kenyataannya, nilai-nilai tersebut belum sepenuhnya tertanam dalam kehidupan masyarakat maupun birokrasi, sehingga praktik korupsi masih terus muncul dan berkembang dalam berbagai sektor. Kondisi ini dipicu oleh faktor internal, seperti rapuhnya moralitas, sikap serakah, serta pola hidup yang hedonis, dan juga faktor eksternal berupa budaya permisif di masyarakat, tekanan ekonomi, lemahnya sistem pengawasan, serta lingkungan birokrasi yang kurang transparan. Artikel ini berupaya mengkaji hubungan antara nilai-nilai Pancasila dengan strategi pemberantasan korupsi melalui pendekatan pendidikan, pembenahan sistem, dan penguatan budaya. Dengan mengoptimalkan penerapan nilai Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, serta Keadilan Sosial dalam berbagai aspek kehidupan, diharapkan lahir budaya antikorupsi yang konsisten sebagai dasar bagi terwujudnya pemerintahan yang bersih, berintegritas, dan menjunjung keadilan. Kata Kunci: Pancasila, Korupsi, Nilai-Nilai Pancasila
Peran Pendidikan Kewarganegaraan Terhadap Penguatan Budaya Hukum Sebagai Respons Atas Krisis Penegakan Hukum Di Indonesia Wiwoho, Adi Bambang
Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan (JUPANK) Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan (JUPANK)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jupank.v6i1.9637

Abstract

Krisis penegakan hukum di Indonesia menunjukkan bahwa persoalan hukum tidak hanya bersumber dari lemahnya struktur dan substansi hukum, tetapi juga dari budaya hukum masyarakat yang belum mapan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kontribusi pendidikan kewarganegaraan dalam memperkuat budaya hukum sebagai respons atas semakin merosotnya kepercayaan publik terhadap aparat dan sistem penegakan hukum. Menggunakan metode kualitatif berbasis studi pustaka, penelitian ini mengkaji teori, konsep, dan temuan empiris mengenai peran civic education dalam membangun karakter warga negara yang taat hukum, demokratis, dan berintegritas. Hasil analisis menunjukkan bahwa pendidikan kewarganegaraan memainkan peran strategis melalui tiga mekanisme utama, yaitu internalisasi nilai hukum, penguasaan pengetahuan hukum, dan praktik kewarganegaraan yang kontekstual. Namun implementasinya masih menghadapi tantangan seperti dominasi pendekatan kognitif, keterbatasan kompetensi guru, serta inkonsistensi lingkungan sosial yang kerap mempertontonkan pelanggaran hukum. Penelitian ini menegaskan bahwa pendidikan kewarganegaraan berpotensi menjadi instrumen jangka panjang untuk membangun budaya hukum yang kuat, memperbaiki kualitas penegakan hukum, dan meningkatkan legitimasi hukum di mata masyarakat. Dengan demikian, penguatan pendidikan kewarganegaraan menjadi agenda strategis bagi upaya nasional mengatasi krisis penegakan hukum. Kata Kunci: Pendidikan Kewarganegaraan; Budaya Hukum; Penegakan Hukum; Kesadaran Hukum
Pancasila Dalam Perspektif Sejarah Perjuangan Bangsa Indonesia Fadilah, Riadhul; Aulia, Zahrotul; Andini, Flora; Slam, Zaenul
Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan (JUPANK) Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan (JUPANK)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jupank.v6i1.9641

Abstract

Artikel ini menganalisis Pancasila dalam konteks sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Pancasila ditetapkan sebagai dasar filsafat negara dan ideologi nasional karena nilai-nilai esensialnya telah dimiliki oleh Bangsa Indonesia sejak zaman dahulu kala (sebagai kausa materialis) , jauh sebelum mendirikan negara. Nilai-nilai yang merupakan akar budaya bangsa ini diangkat dan dirumuskan secara formal oleh para pendiri negara. Kajian ini menelusuri proses perumusan Pancasila , yang pernah mengalami dinamika dan penyimpangan dalam penulisan sejarahnya , serta menegaskan bahwa sejarah perjuangan bangsa menjadi modalitas penting untuk memperkuat pertahanan negara. Pemahaman Pancasila secara utuh baik dari perspektif historis maupun pendidikan sangat krusial untuk menjaga jati diri bangsa dan relevan bagi generasi penerus, khususnya generasi milenial, di tengah tantangan zaman. Kata Kunci: Pancasila, Sejarah Perjuangan Bangsa, Ideologi Nasional  
Erosi Nasionalisme: Tantangan Ketahanan Identitas Generasi Z Akibat Gempuran Budaya Global Rochim, Erwin; Agustama, Beni Surya
Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan (JUPANK) Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan (JUPANK)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jupank.v6i1.9656

Abstract

Generasi Z (lahir 1997–2012) tumbuh dalam ekosistem digital yang mempercepat paparan budaya global dan memunculkan tantangan terhadap ketahanan identitas nasional. Pergeseran ancaman dari aspek militer ke sosial-budaya menempatkan nasionalisme pada posisi rentan, terutama akibat penetrasi nilai westernisasi dan Korean Wave yang mendorong individualisme, hedonisme, dan pragmatisme yang berpotensi bertentangan dengan nilai kolektivisme Pancasila. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi mekanisme pengaruh budaya global terhadap erosi nasionalisme Generasi Z serta merumuskan strategi penguatan ketahanan identitas yang kontekstual. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan standar PRISMA terhadap artikel terbitan 2020–2025 yang diperoleh dari Google Scholar, SINTA, dan Portal Garuda. Dari 168 artikel awal, diseleksi menjadi 23 artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Analisis dilakukan melalui sintesis tematik, dengan mayoritas studi yang dikaji menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil menunjukkan bahwa pelemahan nasionalisme terjadi melalui pergeseran nilai di ruang digital akibat paparan budaya populer global yang berulang dan diperkuat algoritma media sosial. Dampaknya terlihat pada meningkatnya xenocentrisme, apatisme politik, melemahnya praktik gotong royong, serta krisis identitas pada sebagian Generasi Z. Kesimpulannya, penguatan ketahanan identitas perlu dilakukan melalui tiga strategi utama (model “Tri-Prisma”): (1) pembaruan Pendidikan Pancasila berbasis digital dan kontekstual, (2) penguatan literasi digital kritis sebagai penyaring nilai global, dan (3) pelibatan Generasi Z sebagai kreator budaya lokal di ruang digital. Strategi ini dinilai paling relevan untuk menjaga nasionalisme Generasi Z di tengah arus globalisasi.  Kata Kunci: Erosi Nasionalisme, Ketahanan Identitas, Generasi Z, Budaya Global, Pancasila
Pancasila Dalam Cara Pandang Bangsa: Filsafat Yang Menyatukan Keberagaman Abiyyu, Ahmad; Nafisah, Naila; Slam, Zaenul
Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan (JUPANK) Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan (JUPANK)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jupank.v6i1.9663

Abstract

Indonesia sebagai negara yang terdiri dari beragam suku, agama, ras, dan golongan menghadapi tantangan besar dalam menjaga persatuan nasional. Pancasila sebagai dasar negara sekaligus pandangan hidup bangsa hadir sebagai kerangka nilai yang mampu menyatukan keberagaman tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji nilai-nilai dalam setiap sila Pancasila yang berperan penting dalam menyatukan identitas sosial dan budaya di Indonesia. Dalam konteks masyarakat multikultural, Pancasila memiliki fungsi fundamental sebagai pedoman hidup bersama yang menumbuhkan sikap toleransi, persaudaraan, dan solidaritas nasional. Penelitian ini menggunakan metode kajian kepustakaan (library research) dengan menelaah berbagai literatur ilmiah yang relevan, seperti buku, jurnal akademik, serta dokumen kebijakan negara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, dan Keadilan Sosial secara integratif membentuk dasar moral dan etika yang memandu bangsa Indonesia dalam mengelola perbedaan serta mencegah konflik sosial-budaya. Dengan demikian, Pancasila bukan hanya berfungsi sebagai dasar negara, tetapi juga sebagai filsafat hidup bangsa yang berperan penting dalam menciptakan kehidupan bermasyarakat yang harmonis, adil, dan bersatu. Kata Kunci: Pancasila, keberagaman, nilai-nilai, identitas sosial, persatuan bangsa

Page 13 of 13 | Total Record : 130