cover
Contact Name
Romadhona Kusuma Yudha
Contact Email
romadona@umb.ac.id
Phone
+6287845777006
Journal Mail Official
jupank@umb.ac.id
Editorial Address
Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Bengkulu
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan (JUPANK)
ISSN : 27753018     EISSN : 27749975     DOI : https://doi.org/10.36085/jupank.v2i2.3681
Core Subject : Education, Social,
JUPANK (Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan) disediakan sebagai media untuk mempublikasikan temuan atau penelitian secara mudah melalui sistem online dan cetak
Articles 130 Documents
HUBUNGAN GAJI GURU DENGAN KESEJAHTERAAN HIDUP GURU SEKOLAH NEGERI DAN SWASTA Prastini, Endang; Karta Sasmita, Saepudin
Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan (JUPANK) Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan (JUPANK)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jupank.v5i2.8236

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara gaji guru dengan tingkat kesejahteraan hidup guru di sekolah negeri dan swasta. Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, data diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 50 responden guru dari berbagai latar belakang pendidikan dan institusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaji berpengaruh terhadap persepsi kesejahteraan hidup guru, khususnya dalam aspek pemenuhan kebutuhan dasar, stabilitas emosional, dan motivasi kerja. Namun demikian, kesejahteraan guru tidak semata-mata ditentukan oleh besaran gaji, melainkan juga dipengaruhi oleh faktor nonfinansial seperti lingkungan kerja, beban tugas, dan peluang pengembangan diri. Temuan ini memberikan kontribusi penting bagi pengambil kebijakan dalam merancang sistem penghargaan yang adil dan berorientasi pada peningkatan kualitas hidup tenaga pendidik. Kata kunci: gaji guru, kesejahteraan hidup, pendidikan, sekolah negeri dan swasta, tenaga pendidik
GLOBALISASI DAN TANTANGAN IDENTITAS NASIONAL: STUDI KEBUDAYAAN INDONESIA Tri Rahayu; Anissa, Mutia; Nakita; Tobing, Ranti Delima; Sinaga, Hottarida; Sinulingga, Sam Deva Nasra; Yunita, Sri
Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan (JUPANK) Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan (JUPANK)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jupank.v5i2.8301

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami dampak globalisasi terhadap identitas budaya nasional Indonesia. Seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi, media massa, dan perdagangan internasional, budaya asing semakin mudah menyebar dan mempengaruhi kehidupan masyarakat Indonesia. Fenomena ini membawa tantangan besar dalam mempertahankan keberagaman budaya lokal dan nilai-nilai khas bangsa, seperti Pancasila dan budaya gotong royong. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur untuk menggali berbagai sumber dan literatur yang relevan. Hasil analisis menunjukkan bahwa globalisasi memberikan dampak multidimensional terhadap identitas budaya Indonesia, mulai dari menurunnya penggunaan bahasa daerah, hilangnya tradisi lokal, hingga dominasi budaya populer dari luar negeri seperti K-pop dan Hollywood. Di sisi lain, globalisasi juga membuka peluang bagi pengembangan industri kreatif dan inovasi budaya baru yang dapat memperkaya keberagaman budaya nasional. Penelitian ini merekomendasikan perlunya strategi yang matang dari pemerintah dan masyarakat untuk melindungi kekayaan budaya lokal serta mengintegrasikan nilai-nilai nasional dalam konteks global. Dengan demikian, identitas budaya Indonesia dapat tetap lestari sekaligus beradaptasi dengan perkembangan zaman. Kata Kunci: Globalisasi Budaya, Identitas Nasional, Pengaruh Budaya Asing
PANCASILA DI TINJAU DARI TEORI CAUSA ARISTOTELES DAN DINAMIKA DALAM BERBANGSA DAN BERNEGARA Putra, Masri Sareb; Elvi, Fitria
Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan (JUPANK) Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan (JUPANK)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jupank.v5i2.8558

Abstract

Pancasila, sebagai dasar negara Indonesia, mencerminkan dinamika politik, sosial, dan budaya yang kompleks. Artikel ini membahas makna-terdalam Pancasila dalam konteks sejarah, filsafat, dan aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari. Melalui pendekatan teori causa Aristoteles, Pancasila dianalisis sebagai causa finalis (entitas final) yang mengikat berbagai komponen bangsa dalam kesatuan yang pluralis. Penelitian ini bertujuan untuk menggali lebih dalam tentang Pancasila sebagai dasar negara yang sarat dengan nilai-nilai universal yang relevan dengan kehidupan masyarakat Indonesia saat ini. Hasil Penelitian Dengan memperkuat pendidikan toleransi, memfasilitasi dialog antar agama dan budaya, serta melibatkan semua kelompok dalam proses demokrasi, kita dapat menciptakan harmoni di masyarakat yang beragam. Pendidikan toleransi memainkan peran krusial dalam membentuk karakter dan pola pikir seseorang sejak usia dini. Melalui kurikulum yang mencakup nilai-nilai Pancasila dan pengajaran tentang keragaman budaya dan agama, anak-anak dapat diajarkan untuk menghargai perbedaan dan memahami bahwa keberagaman adalah kekayaan bangsa. Pendidikan ini dapat diterapkan dalam berbagai bentuk, mulai dari kegiatan ekstrakurikuler yang melibatkan seni dan budaya, hingga diskusi kelas yang mengangkat tema toleransi dan kerukunan. Dengan pendekatan ini, generasi yang lebih terbuka dan toleran dapat dibentuk, yang siap untuk hidup berdampingan dengan damai.  Kata Kunci: Pancasila, Indonesia, Causa, Aristoteles, Dasar Negara, Tujuan, Merdeka.
PENINGKATAN PEMAHAMAN KEWARGANEGARAAN MELALUI VIDEO ANIMASI YOUTUBE: STUDI KASUS MI AULIA CENDEKIA PEKANBARU Aryanto; Muhammad Aulia AlHafiz; Fitriani Sundari
Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan (JUPANK) Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan (JUPANK)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jupank.v5i2.8635

Abstract

Memahami hak dan kewajiban sebagai warga negara merupakan landasan utama dalam membentuk karakter siswa sejak usia dini. Namun, dalam praktiknya, pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) di tingkat sekolah dasar cenderung bersifat teoritis dan kurang mampu menarik minat siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana peran media video animasi dari YouTube dapat dimanfaatkan sebagai alat bantu dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep kewarganegaraan. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui studi literatur, observasi, dan wawancara. Penelitian ini melibatkan 30 siswa kelas IV serta satu orang guru PKn di MI Aulia Cendekia Pekanbaru sebagai subjek. Media pembelajaran yang digunakan berupa video animasi dengan tema kepahlawanan dan nilai-nilai kebangsaan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penggunaan video animasi interaktif dapat meningkatkan antusiasme belajar, keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran, serta pemahaman mereka terhadap materi PKn dengan cara yang lebih menyenangkan dan relevan dengan kehidupan sehari-hari.   Kata Kunci: Hak dan Kewajiban Warga Negara, Pendidikan Kewarganegaraan (PKn), Video Animasi YouTube, Pembelajaran Interaktif, Madrasah Ibtidaiyah.
PENGARUH KONTEN POLITIK DI TIKTOK TERHADAP LITERASI POLITIK PEMILIH PEMULA (STUDI KASUS: SMK BINA INSAN) Sari , Diaz; Khalilullah, Muhammad Furqoon; Pratama, Andika; Rizky, Rafi Hamdan; Gustika, Serly Marta; Hidayat, Rafif Rianda
Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan (JUPANK) Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan (JUPANK)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jupank.v5i2.8638

Abstract

Perkembangan media sosial telah membawa perubahan signifikan dalam pola konsumsi informasi politik, terutama di kalangan pemilih pemula. TikTok sebagai platform yang populer di kalangan remaja menjadi medium baru dalam penyebaran konten politik, baik secara langsung maupun tidak langsung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh konten politik di TikTok terhadap tingkat literasi politik pemilih pemula, dengan studi kasus pada siswa SMK Bina Insan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan penyebaran kuesioner kepada responden yang dipilih secara purposive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif antara intensitas mengakses konten politik di TikTok dengan tingkat literasi politik siswa. Meski demikian, tidak semua informasi yang dikonsumsi berdampak positif, mengingat adanya potensi disinformasi. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kemampuan berpikir kritis dan penyaringan informasi di kalangan pemilih muda untuk mendorong partisipasi politik yang cerdas dan bertanggung jawab. Kata Kunci: TikTok, Konten Politik, Literasi Politik, Pemilih Pemula
PERAN GURU PPKn DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA DI SMP TEUKU UMAR wahyuni, sri; Marif, Abdul; Siregar, Disna Anum; Fatahillah, Raja F.
Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan (JUPANK) Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan (JUPANK)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jupank.v5i2.8646

Abstract

Teachers have a central role in shaping students' character, not only as a transmitter of material, but also as a role model. Pancasila and Citizenship Education (PPKn) functions to instill moral, aesthetic, and character values ​​based on Pancasila, especially the second principle, namely just and civilized humanity. This study aims to determine the role of PPKn teachers in shaping the character of grade VIII students at SMP Teuku Umar, with a focus on religious values, nationalism, independence, mutual cooperation, and integrity. The method used is quantitative descriptive through observation, interviews, and questionnaires. The results of the study indicate that PPKn teachers play an important role in shaping students' character through learning, habituation, and role models. The obstacles faced include low student motivation and limited facilities. Effective strategies applied include a persuasive approach and consistent reinforcement of values. These findings emphasize the importance of the role of PPKn teachers in shaping a generation with character according to Pancasila values.
ANALISIS MATA PELAJARAN PPKN SEBAGAI SARANA INTERNALISASI LITERASI POLITIK PEMILIH PEMULA DI SMA ISLAM AL FALAH JAMBI Ikhsan Hidayat; Melisa; Dona Sariani
Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan (JUPANK) Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan (JUPANK)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jupank.v5i2.8668

Abstract

PPKn memberikan sarana sebagai salah satu internalisasi pendidikan politik untuk membentuk siswa/i menjadi melek terhadap politik. PPKn juga membentuk siswa/i menjadi warga negara yang baik dan cerdas, yaitu sebagai warga negara yang mengetahui mengenai hak, kewajiban, tanggung jawab serta kedudukan politiknya ditengah demokrasi. Dari hasil observasi siswa/i kelas XII SMA Islam Al-Falah Jambi, yang pada praktiknya adalah merupakan pemilih pemula belum memahami pendidikan politik dengan baik.  Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui peran mata pelajaran PPKn sebagai sarana internalisasi literasi politik pemilih pemula di SMA Islam Al Falah Jambi. Berdasarkan hasil penelitan menggunakan indikator literasi politik Madhok dengan empat indikator, yaitu (1) kesadaran akan pentingnya aktivitas politik, (2) kemampuan membuat opini tentang proses politik, (3) mengetahui kebijakan pemerintah, (4) ikut serta aktif dalam politik bahwa peran mata pelajaran PPKn sebagai sarana internalisasi literasi politik pemilih pemula di SMA Islam Al Falah Jambi kurang optimal dapat dilihat dari kegiatan pembelajaran jarang dikaitkan langsung dengan pengalaman nyata siswa dalam kehidupan bermasyarakat, mata pelajaran PPKn sebagai internalisasi literasi politik tentang pengetahuan konsep politik dan demokrasi cukup baik, tetapi untuk beropini proses politik, pengetahuan tentang kebijakan pemerintah dan partisipasi politik masih kurang untuk itu diperlukan inovasi pembelajaran yang lebih kontekstual dan dialogis agar literasi politik pemilih pemula dapat terbangun secara optimal melalui mata pelajaran PPKn.    Kata Kunci: Mata Pelajaran PPKN, Literasi Politik, Pemilih Pemula  
PERBANDINGAN TUJUAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DI INDONESIA, AMERIKA SERIKAT, KOSTA RIKA, REPUBLIK IRLANDIA, AUSTRALIA, DAN MALAWI Hadi, S.Pd., M.Pd., Ade; Alamsah Sutanto , Zulkifli; Nur Mitha Sari, Anisia
Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan (JUPANK) Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan (JUPANK)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jupank.v5i2.8746

Abstract

Berbagai problematika yang ada pada berbagai negara seperti di Indonesia terjadi konflik Sampit. Kasus rasisme di Amerika serikat. Adanya angka pembunuhan tertinggi tahun 2023 di Kosta Rika, Adanya warga Finlandia bergabung dengan ISIS. Masalah imigrasi di Australia. Selain itu terdapat masalah perbedaan sudut pandang warga negara di Malawi terkait pengiriman tenaga kerja ke Israel. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu pendekatan kualitatif, sedangkan jenis penelitian yang digunakan yaitu studi kepustakaan. Hasil penelitian ini yaitu menunjukkan data bahwa pada bangsa Indonesia dan  negara Inggris tujuan utama pendidikan kewarganegaraan yaitu untuk menjadikan warga negara yang baik, pada negara Kosta Rika pendidikan kewarganegaraannya mengajarkan penghormatan terhadap hak asasi manusia, pada negara Republik Irlandia pendidikan agama dan pendidikan kewarganegaraan menyatu meresapi setiap pengajaran, pada negara Australia pendidikan kewarganegaraan sebagai alat mengembangkan pengetahuan siswa, pada negara Malawi  pendidikan kewarganegaraan memegang peran dalam mempersatukan bangsa.   Kata Kunci: Perbandingan, Pendidikan Kewarganegaraan, Indonesia
PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA TERHADAP PELAKU YANG MELAKUKAN PERBUATAN GRATIFIKASI SEBAGAI TINDAK PIDANA KORUPSI DI KOTA BENGKULU ralandenei tampubolon; Lubis, Elfahmi
Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan (JUPANK) Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan (JUPANK)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jupank.v5i2.9137

Abstract

Abstrak Gratifikasi merupakan perbuatan pidana korupsi yang tergolong baru yang terdapat dalam Pasal 12B Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Tindak Pidana Korupsi. Gratifikasi merupakan pemberian yang bersifat baik akan tetapi dapat beruba sifat kedalam tindak pidana korupsi sehingga mampu mempengaruhi kehidupan sosial di masyarakat sehingga dengan pemberian tersebut telah ada yang melakukan suatu pemberian gratifikasi kepada penyelenggara negara yang mampu memuluskan perbuatan pidana dengan menggunakan jabatan dan bertentangan dengan keajiban. Hadirnya gratifikasi sebagai tindak pidana korupsi dimana terdapat suatu problem bagaimana cara menentukan suatu gratifikasi sebagai tindak pidana korupsi dan bagaimana penerapan hukum atas pelanggaran terhadap gratifikasi menurut Undang-undang Tindak Pidana Korupsi. Dengan melakukan penelitian yang mengarah kepada penegak hukum Kejaksaan, Pengadilan, serta peran Advokat. Hasil penelitian menunjukan bahwa gratifikasi sebagai tindak pidana korupsi mampu dibuktikan dengan mengumpulkan alat bukti pada Pasal 184 KUHAP, unsur percobaan pidana pada Pasal 53 KUHP, serta pada Pasal 55 KUHP dan terpunihinya unsur gratifikasi sesuai pada Pasal 12B. Namun dalam hal ini terdapat pasal yang mampu membebaskan penerima dalam Pasal 12B ayat (1). Dalam penelitian ini yang disebut gartifikasi sebagai tindak pidana korupsi dimana dengan menggunakan motif pemberian biasa yang dirubah sifatnya menjadi suatu pemberian yang masuk dalam kriteria korupsi. Kata Kunci : Pertanggungjawaban, Gratifikasi, Tindak Pidana Korupsi.
MEMPERKUAT IDENTITAS NASIONAL MELALUI GENERASI MUDA DALAM MELESTARIKAN BUDAYA LOKAL DI SANGGAR ASTAGIRI KABUPATEN KUNINGAN Hidayat, Sarip; Bachtiar, Beben Muhammad; Ardian, Rio
Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan (JUPANK) Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan (JUPANK)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jupank.v5i2.9257

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran generasi muda dalam melestarikan kearifan lokal di era globalisasi melalui studi kasus Sanggar Astagiri Kuningan. Globalisasi yang ditandai dengan kemajuan teknologi dan informasi membawa dampak signifikan terhadap pergeseran nilai-nilai budaya bangsa. Fenomena meningkatnya sikap individualistis dan materialistis menyebabkan melemahnya identitas nasional serta menurunnya minat generasi muda terhadap budaya tradisional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap kegiatan Sanggar Astagiri Kuningan yang berfokus pada pelestarian seni tari dan karawitan tradisional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sanggar Astagiri memiliki peran strategis dalam menumbuhkan kesadaran dan kecintaan generasi muda terhadap budaya lokal melalui berbagai program edukatif dan kreatif. Kegiatan yang dilakukan meliputi pelatihan seni, workshop budaya, festival tari tradisional, serta pemanfaatan media sosial untuk promosi budaya secara digital. Selain itu, kolaborasi dengan sekolah dan komunitas menjadi strategi efektif dalam memperluas jangkauan pelestarian budaya. Upaya inovatif seperti penggabungan unsur modern dalam pertunjukan seni juga terbukti menarik minat anak muda tanpa menghilangkan nilai autentik budaya tradisional. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa pelestarian budaya lokal memerlukan kolaborasi aktif antara generasi muda, komunitas seni, dan masyarakat. Peran generasi muda sebagai agen perubahan sangat penting untuk menjaga keberlanjutan identitas nasional di tengah derasnya arus globalisasi. Sanggar Astagiri menjadi contoh nyata bagaimana kearifan lokal dapat dilestarikan dengan memanfaatkan teknologi dan kreativitas generasi muda Indonesia.   Kata Kunci: Identitas Nasional, Generasi Muda, Budaya Lokal, Sanggar Astagiri, Kuningan.

Page 11 of 13 | Total Record : 130