cover
Contact Name
Elis Suryani Nani Sumarlina
Contact Email
elis.suryani@unpad.ac.id
Phone
+6282216552522
Journal Mail Official
lintasbudayanusantara@gmail.com
Editorial Address
https://ejournal.lintasbudayanusantara.net/index.php/jkbh/about/editorialTeam
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH)
ISSN : 26567156     EISSN : 2830697X     DOI : 10.61296/jkbh
Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH) adalah Jurnal yang menyajikan artikel-artikel ilmiah hasil penelitian dan hasil kajian di bidang adat, aksara, bahasa, filologi, sejarah, sastra, tradisi, sosiohumaniora, dan budaya secara multidisiplin. Terbit 3 kali dalam setahun, setiap Februari, Juni, dan Oktober.
Articles 146 Documents
SEMANGAT JEPANG DALAM BAHASA DAN PADANANNYA DALAM BUDAYA SUNDA: SEMANGAT JEPANG DALAM BAHASA DAN PADANANNYA DALAM BUDAYA SUNDA Sunarni, Nani
Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Vol 5 No 3 (2023): Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH), Oktober, 2023
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/jkbh.v5i3.178

Abstract

Penelitian ini difokuskan pada bahasa yang mencerminkan mengandung semangat juang bangsa Jepang. Sumber data adalah buku Manabu Nihongo. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa kata dan ungkapan yang mengandung makna semangat juang bangsa Jepang. Data dianalisis dengan menggunakan pendekatan makna baik makna linguistik maupun makna budaya. Berdasarkan hasil penelitian dapat ditemukan bahwa kata ikiiki ‘semangat’, gaman ‘sabar’, doryoku ‘kerja keras’, ganbaru ‘berusaha dengan semangat tinggi’ , ~nuku ‘berupaya menyelesaikan sesuatu walaupun penuh tantangan’ , yareba dekiru ‘apabila dilaksanakan pasti bisa’ menunjukkan kata -kata yang penuh makna dengan daya juang yang tinggi. Kata-kata tersebut dalam bahasa Sunda dapat dipadankan dengan peribahasa yang bermakna perintah yaitu hirup teh kudu jeung huripna, tong ngeok memeh dipacok, lamun keyeng tangtu pareng, sing daek peurih da hirup mah moal beunghar ku panyukup batur , ci karacak ninggang batu laun-laun jadi dekok.
KONTRIBUSI PULAU JAWA UNTUK KULTUR SINEMA INDONESIA: KAJIAN SINGKAT FESTIVAL-FESTIVAL FILM DI PULAU JAWA: KONTRIBUSI PULAU JAWA UNTUK KULTUR SINEMA INDONESIA: KAJIAN SINGKAT FESTIVAL-FESTIVAL FILM DI PULAU JAWA Mohamad Permana, Rangga Saptya; Alam, Pandu Watu; Indriani, Sri Seti
Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Vol 5 No 3 (2023): Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH), Oktober, 2023
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/jkbh.v5i3.179

Abstract

Festival film merupakan salah satu fenomena yang menarik untuk dikaji karena sifatnya yang multidisipliner, karena kita bisa mengkaji festival film dari berbagai sudut pandang, mulai dari perspektif ekonomi, manajemen, budaya, sejarah, hingga geografi. Terkait dengan festival film, Indonesia sendiri memiliki banyak festival film yang rutin diadakan setiap tahunnya baik yang berskala nasional maupun regional, khususnya di Pulau Jawa. Di Pulau Jawa sendiri, beberapa festival film telah lama diselenggarakan dan rutin diadakan setiap tahunnya, baik itu festival film internasional seperti Festival Film Bandung (FFB) di Bandung, ARKIPEL di Jakarta, atau Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) di Yogyakarta, serta festival film berskala nasional, seperti Festival Film Purbalingga (FFP) di Purbalingga dan Malang Film Festival (MAFI Fest) di Malang. Tujuan dari kajian ini adalah untuk untuk memberikan gambaran mengenai kondisi festival film di Indonesia secara umum, dan khususnya lima festival film di Pulau Jawa yang disebutkan sebelumnya. Penulis menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan kajian literatur dalam kajian ini. Hasil menunjukkan bahwa meski mayoritas festival film di Indonesia masih berupa audience festivals, namun setidaknya festival-festival film di Indonesia sudah dalam trek yang benar dan turut mendukung kemajuan industri film Indonesia karena seringkali menjadi titik awal perjuangan para sineas nasional maupun internasional asal Indonesia. Pulau Jawa masih menjadi barometer festival film di Indonesia, dengan berbagai misi, kepentingan dan genre yang diusung oleh masing-masing festival tersebut. Hal ini juga berlaku untuk lima festival film di Pulau Jawa, yakni FFB, ARKIPEL, JAFF, FFP dan MAFI Fest. Mulai dari program festival hingga film-film yang disajikan kepada penonton festival, kelima festival film tersebut memiliki kualitas tersendiri, yang masing-masing berkontribusi untuk kultur sinema Indonesia.
VOKATIF AKANG DAN KANG BAHASA SUNDA DALAM PERSPEKTIF SINTAKSIS: VOKATIF AKANG DAN KANG BAHASA SUNDA DALAM PERSPEKTIF SINTAKSIS Wahya, Wahya
Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Vol 5 No 3 (2023): Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH), Oktober, 2023
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/jkbh.v5i3.180

Abstract

Artikel ini berjudul “Vokatif Akang dan Kang Bahasa Sunda dalam Perspektif Sintaksis”. Vokatif Akang dan vokatif Kang merupakan vokatif kekerabatan dalam bahasa Sunda. Vokatif Kang merupakan penggalan dari vokatif Akang. Kedua vokatif ini memiliki kesamaan dan perbedaan perilaku sintaksis. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif. Penyediaan data menggunakan metode simak. Penganalisisan data menggunakan metode distribusional. Sumber data terdiri atas dua belas buku fiksi berbahasa Sunda, yang terbit di antara tahun 1993 dan 2018. Berdasarkan sumber data yang digunakan dengan kriteria data yang ditentukan ditemukan kalimat yang memuat vokatif Akang dan Kang sebanyak 37 buah. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa vokatif Akang dan Kang memiliki kesamaan dan perbedaan perilaku sintaksis. Perbedaan perilaku sintaksis di antara kedua vokatif ini adalah sebagai berikut: vokatif Akang hanya terdapat dalam kalimat deklaratif dan eksklamatif, sedangkan vokatif Kang ditemukan pula dalam kalimat imperatif dan interogatif; vokatif Akang hanya terdapat pada tengah dan akhir kalimat, sedangkan vokatif Kang ditemukan pula pada awal kalimat; vokatif Akang lebih sering didahului fatis emosi, sedangkan vokatif Kang tidak; vokatif Akang dapat didahului artikula si, sedangkan vokatif Kang tidak; vokatif Akang tidak berkombinasi dengan nama diri dan gelar, sedangkan vokatif Kang berkombinasi.
PENERAPAN SYSTEM TANAM MULTIPLE CROPPING PADA TANAMAN KOPI SEBAGAI INISIASI FUN MINI GARDEN DI SMP BINARAJA JATIGEDE: PENERAPAN SYSTEM TANAM MULTIPLE CROPPING PADA TANAMAN KOPI SEBAGAI INISIASI FUN MINI GARDEN DI SMP BINARAJA JATIGEDE Maxiselly, Yudithia; Ruswandi, Dedi; Ismail, Ade; Khalisha, Ana; Novanda Sari, Dwi; Maulana , Haris
Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Vol 5 No 3 (2023): Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH), Oktober, 2023
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/jkbh.v5i3.181

Abstract

Kecamatan Jati Gede merupakan salah satu wilayah terdampak pembangunan waduk Jati Gede sehingga pembangunan harus dilakukan kembali untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat termasuk siswa-siswi SMPS Bina Harapan Jati Gede. Kegiatan ini bertujuan untuk “menghijaukan” lahan SMPS Bina Harapan Jati Gede dengan system tanam multiple cropping antara tanaman kopi berbagai species dengan tanaman yang telah ada. Metodenya berupa penyuluhan pada siswa SMPS Bina Harapan kelas 8, penanaman, pemeliharaan tanaman dan test. Hasil menunjukkan pengetahuan para siswa yang bertambah setelah penyuluhan serta pertanaman kopi yang terpelihara dengan baik. Sistem tana mini diharapkan dapat diterapkan sebagai usaha pemanfaatan lahan dan menjadikan para siswa terbiasa dan menyenangi pertanian.
RANAH SUMBER METAFORA KONSEPTUAL HATÉ ‘HATI’ SEBAGAI PENGENDALI BAGIAN TUBUH ORANG SUNDA: RANAH SUMBER METAFORA KONSEPTUAL HATÉ ‘HATI’ SEBAGAI PENGENDALI BAGIAN TUBUH ORANG SUNDA Lyra , Hera Meganova
Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Vol 5 No 3 (2023): Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH), Oktober, 2023
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/jkbh.v5i3.182

Abstract

Secara kognisi, orang Sunda menempatkan haté ‘hati’ sebagai pengendali bagian tubuh dalam metafora konseptual dalam bahasa Sunda. Ada delapan ranah yang menjadi sumber metafora konseptual haté ‘hati’, yaitu: (1) ranah luka; (2) ranah ukuran; (3) ranah tekstur; (4) ranah posisi; (5) ranah benda; (6) ranah bentuk; (7) ranah keadaan; dan (8) ranah warna. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dan kajian konseptual semantik kognitif Lakoff dan Johnson (1980); Cruse & Croft (2004); dan Saeed (2009)
PELAKSANAAN PENGABDIAN PADA MASYARAKAT (PPM) “PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN BUMDES MANAJEMEN SDM KABUPATEN GARUT”: PELAKSANAAN PENGABDIAN PADA MASYARAKAT (PPM) “PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN BUMDES MANAJEMEN SDM KABUPATEN GARUT” Zusnita Muizu, Wa Ode; Januar, Muhammad; Fu'adi, Wafi; Febriani, Febriani; Karimah, Karimah; Shafa, Arivania; Masyitoh, Irma; Apriliani, Adinda; Mutiara, Yemima; Hendra, Wisnu; Triski, Dara Sagita
Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Vol 5 No 3 (2023): Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH), Oktober, 2023
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/jkbh.v5i3.183

Abstract

Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Terintegrasi Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) Universitas Padjadjaran Desa Sindangsuka telah dilaksanakan dari 11 Juli 2023 sampai 11 Agustus 2023. Total 9 mahasiswa dari berbagai jurusan di Unpad mengikuti kegiatan ini. Program KKN ini berfokus pada pelatihan dan pembimbingan Sumber Daya Manusia (SDM) di lembaga Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Desa Sindangsuka. Urgensi dari topik yang diangkat pada KKN kali ini yaitu kepedulian Unpad kepada masyarakat agar permasalahan sosial dan ekonomi masyarakat sekitar dapat dipahami, serta mampu mengusulkan solusi-solusi berdasarkan konsep kewirausahaan. Berdasarkan urgensi tersebut, dilakukanlah kegiatan KKN, secara spesifik di Desa Sindangsuka. Kegiatan KKN pada Desa Sindangsuka, dilakukan melalui beberapa tahap. Pertama pengenalan kegiatan dan mahasiswa KKN ke warga desa, pada tahap ini berupa lokakarya dengan pengurus desa. Dari tahap ini mahasiswa KKN menjadi lebih mengetahui gambaran situasi lembaga BUMDes di Desa Sindangsuka. Hal ini membantu tahap selanjutnya, yaitu kondisi dan permasalahan BUMDes di Desa Sindangsuka. Hasil wawancara yang telah dilakukan oleh mahasiswa KKN diseleksi menjadi solusi yang bisa diselesaikan oleh kegiatan KKN ini. Berdasarkan proses tersebut solusi yang dapat dilakukan yaitu membuat pembimbingan dan pelatihan SDM dalam lembaga BUMDes untuk mengembangkan dan meningkatkan lembaga tersebut.
RAJA-RAJA SUNDA PERIODE KERAJAAN PAJAJARAN BERDASARKAN TRADISI TULIS SUNDA KUNO: RAJA-RAJA SUNDA PERIODE KERAJAAN PAJAJARAN BERDASARKAN TRADISI TULIS SUNDA KUNO Darsa, Undang Ahmad; Nani Sumarlina, Elis Suryani; Mohamad Permana, Rangga Saptya
Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Vol 5 No 3 (2023): Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH), Oktober, 2023
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/jkbh.v5i3.185

Abstract

Sumber data penelitian ini berdasarkan tradisi tulisan Sunda kuno berupa naskah daun lontar pada Kropak 406 yang berjudul Carita Parahyangan dan Fragmen Carita Parahyangan. Perbandingannya dilakukan dengan menggunakan teks piagam pelat tembaga Kebantenan dan prasasti Batutulis Bogor. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk mengkaji bukti-bukti tertulis yang menggambarkan kondisi kehidupan para Raja Sunda pasca berdirinya Kerajaan Pajajaran, serta mengungkap latar belakang kondisi sosial yang menyebabkan kronologis berakhirnya pemerintahan kerajaan di wilayah Sunda. Untuk mencapai tujuan tersebut maka diambil pendekatan teori filologi karena berkaitan dengan proses pengkajian sumber tradisi tertulis, disertai dengan upaya penafsiran isi teks pada sumber data tersebut dengan menggunakan pendekatan hermeneutika. Metode penelitian kualitatif diterapkan untuk memahami fakta di balik realitas yang dapat diamati atau dirasakan secara langsung. Hasilnya menunjukkan bahwa Kerajaan Sunda lebih dikenal dengan sebutan “Kerajaan Pajajaran” yang berlangsung selama kurun waktu 97 tahun (1482-1579 M). Kerajaan ini diperintah oleh 6 raja: (1) Maharaja Sri Baduga yang menjadi Maharaja Sunda pertama dan Galuh atau Maharaja Pajajaran yang berkuasa selama 39 tahun; (2) Prabu Surawisesa yang bertahta sebagai Maharaja Pajajaran selama 14 tahun; (3) Prabu Ratudewata yang memerintah sebagai Maharaja Pajajaran selama 8 tahun; (4) Sang Prabhusakti yang menyandang gelar Maharaja Pajajaran selama 8 tahun; (5) Prabu Nilakendra yang menjadi Raja Pajajaran; dan (6) Prabu Ragamulya yang merupakan Raja Pajajaran terakhir yang memerintah selama 16 tahun. Pada tahun 1579 M, Kerajaan Pajajaran lenyap dan melebur menjadi Kesultanan Banten dan Cirebon.
PENDIDIKAN KESEHATAN REPRODUKSI PADA REMAJA RW 01 KELURAHAN KOTA WETAN KECAMATAN GARUT KOTA: PENDIDIKAN KESEHATAN REPRODUKSI PADA REMAJA RW 01 KELURAHAN KOTA WETAN KECAMATAN GARUT KOTA Purnama, Dadang; Setiawan, Setiawan; Witdiawati, Witdiawati
Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Vol 5 No 3 (2023): Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH), Oktober, 2023
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/jkbh.v5i3.188

Abstract

Kesehatan Reproduksi adalah kesehatan secara fisik, mental, dan kesejahteraan sosial secara utuh pada semua hal yang berhubungan dengan sistem dan fungsi, serta proses reproduksi dan bukan hanya kondisi yang bebas dari penyakit dan kecacatan. Kesehatan reproduksi bukan hanya keadaan waktu hamil dan melahirkan, tetapi menyangkut perkembangan berbagai organ reproduksi serta fungsinya sejak dalam kandungan sampai akhir kehidupan. Tujuan kegiatan pendidikan kesehatan ini menjawab hasil survey pada remaja di masayarakat RW 01 Kelurahan Kota Wetan Kabupaten Garut, yang jarang mendapatkan pendidikan kesehatan, Dengan rendahnya pengetahuan remaja mengenai kesehatan reproduksi (77,19%) di RW 01 Kelurahan Kota Wetan diharapkan adanya pihak yang terlibat dalam meningkatkan pengetahuan remaja mengenai kesehatan reproduksi. Oleh karena itu, salah satu pemecahan masalah tersebut adalah dengan pemberian edukasi mengenai kesehatan reproduksi kepada remaja, dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja di RW 01 Kelurahan Kota Wetan mengenai kesehatan reproduksi. Kegiatan dilakukan dengan, ceramah paparan materi, diskusi dan tanya jawab, melatih remaja untuk lebih memahami materi yang disampaikan. Hasil setelah dilaksanakan pendidikan dan promosi kesehatan mengenai perubahan perilaku sehat (kesehatan reproduksi) melalui pendidikan kesehatan bukan sekedar transfer pengetahuan dan sikap pendidik, namun bagaimana remaja sebagai pembelajar dapat berperilaku dalam mencapai keseimbangan antara lingkungan, perilaku, dan manusia. Kesimpulan : penting adanya keberlanjutan dari kegiatan pendidikan kesehatan pada remaja di masyarakat untuk menambah wawasan terkait kesehatan reproduksi yang lebih baik sebagai bekal melewati masa yang akan datang.
EDUKASI TENTANG KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA HOME INDUSTRY KONVEKSI JAKET KULIT SINTETIS KELURAHAN SUKAMENTRI KECAMATAN GARUT KOTA: EDUKASI TENTANG KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA HOME INDUSTRY KONVEKSI JAKET KULIT SINTETIS KELURAHAN SUKAMENTRI KECAMATAN GARUT KOTA Setiawan, Setiawan; Purnama, Dadang; Witdiawati, Witdiawati; Sunarya, Uu
Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Vol 5 No 3 (2023): Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH), Oktober, 2023
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/jkbh.v5i3.189

Abstract

Di Kelurahan Sukamentri Kecamatan Garut Kota Kabupaten Garut, tepatnya di RW 13 terdapat sebuah home industry, bernama Home Industry Jaket Bilistic, bergerak di bidang produksi konveksi jaket kulit sintetis. Industri tersebut memiliki beberapa orang karyawan. Dalam proses pengerjaannya, industri tersebut memiliki beberapa risiko bahaya kesehatan dan keselamatan kerja yang mengancam setiap karyawannya. Bahaya tersebut antara lain: jam kerja yang relatif tinggi setiap harinya, perilaku karyawan yang mengabaikan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), dan tidak disediakannya anggaran pengobatan oleh pemilik industri.Target luaran yang ingin dicapai adalah penerapan jam kerja untuk setiap karyawan yaitu maksimal 8 jam perhari atau 40 jam per minggu, penerangan di tempat kerja baik siang maupun malam hari untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja dalam mesin adan alatalat yang tajam, penggunaan APD selalu dilakukan pada setiap pekerjaan yang bisa mengundang bahaya pada kesehatan dan kecelakaan kerja, dan penyediaan anggaran kesehatan sebaiknya dilakukan dengan melakukan koordinasi dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) bidang kesehatan.Metoda yang digunakan untuk mencapai target tersebut, tim pengabdian berusaha mengurangi risiko bahaya tersebut dengan memberikan edukasi tentang kesehatan dan keselamatan kerja yang dibutuhkan oleh setiap karyawan.Pelaksanaan kegiatan dimulai dengan mengadakan survai ke Home Industry Jaket Bilistic untuk melakukan observasi pada kondisi industri serta para karyawannya, kemudian bermusyawarah untuk melakukan edukasi tentang kesehatan dan keselamatan kerja menyusun rencana kegiatan. Akhirnya edukasi dilakukan di lokasi industri tersebut dengan mengundang ketua RW 13 serta kader-kader kesehatan setempat. Hasil dari kegiatan ditunjukkan melalui peningkatan pengetahuan dari tes sebelum edukasi dengan tes sesudah edukasi. Peningkatan pengetahuan tentang kesehatan dan keselamatan kerja sebesar 34,06 point.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI EKONOMI KREATIF AKAR WANGI DI GARUT, JAWA BARAT: PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI EKONOMI KREATIF AKAR WANGI DI GARUT, JAWA BARAT Susanti, Santi; Watu Alam, Pandu
Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Vol 6 No 1 (2024): Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH), Februari, 2024
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/jkbh.v6i1.193

Abstract

Generally, the creative economy industry starts from small and medium enterprises (SMEs) that grow to become large. The existence of the internet, which was born from the development of information technology, makes it easier for creative SME entrepreneurs to market their products and conduct transactions with consumers. Various online media are utilized so that potential customers are familiar with the products offered, and can directly order without having to visit the store directly. This study aims to reveal the empowerment of local wisdom-based creative economic potential through e-commerce. The research was conducted in Garut with the object of research is Zocha Graha Kriya, Garut Handicraft Center, which empowers the potential of local resources in the form of vetiver, becoming souvenirs for tourists visiting Garut. Using a qualitative research method with a case study approach, this research reveals that Zocha Graha Kriya has succeeded in empowering vetiver as a local potential for the creative economy into works that have aesthetic value and are useful. The potential of local human resources was also successfully empowered so that the results of the local economic potential did not leave Garut. This strategy succeeded in optimizing the utilization of the local potential of the vetiver creative industry into an SME industry managed from-by-and for Garut.

Page 8 of 15 | Total Record : 146