cover
Contact Name
Elis Suryani Nani Sumarlina
Contact Email
elis.suryani@unpad.ac.id
Phone
+6282216552522
Journal Mail Official
lintasbudayanusantara@gmail.com
Editorial Address
https://ejournal.lintasbudayanusantara.net/index.php/jkbh/about/editorialTeam
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH)
ISSN : 26567156     EISSN : 2830697X     DOI : 10.61296/jkbh
Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH) adalah Jurnal yang menyajikan artikel-artikel ilmiah hasil penelitian dan hasil kajian di bidang adat, aksara, bahasa, filologi, sejarah, sastra, tradisi, sosiohumaniora, dan budaya secara multidisiplin. Terbit 3 kali dalam setahun, setiap Februari, Juni, dan Oktober.
Articles 146 Documents
PELATIHAN KOMUNIKASI TANGGAP DARURAT BAGI APARAT DESA PARIGI KABUPATEN PANGANDARAN: PELATIHAN KOMUNIKASI TANGGAP DARURAT BAGI APARAT DESA PARIGI KABUPATEN PANGANDARAN Bakti, Iriana; Zubair, Feliza; Budianan, Heru Rianto
Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Vol 4 No 3 (2022): Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH), Oktober, 2022
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/jkbh.v4i3.64

Abstract

Parigi, Kabupaten Pangandaran, Propinsi Jawa Barat merupakan wilayah yang memiliki intensitas bencana alam cukup tinggi. Jenis bencana yang sering melanda Parigi adalah tsunami, tanah longsor, pergerakan tanah, angin puting beliung, dan gempa,. Penyebab terjadinya bencana di Kabupaten Pangandaran, khususnya Parigi adalah akibat kondisi medan yang memang rawan bencana di masing-masing wilayah. Upaya meminimalisir resiko bencana, pemerintah melalui instansi terkaitnya (BPBD) melakukan mitigasi dan adaptasi bencana kepada berbagai elemen masyarakat dengan tujuan untuk membangun pengetahuan, sikap dan partisipasi masyarakat untuk menjadi tangguh dalam menghadapi bencana. Untuk itu tim PPM Fikom Unpad melaksanakan kegiatan PPM yang berjudul “Pelatihan Komunikasi untuk Kesiapsiagaan dan Tanggap Darurat Bagi Aparat Desa Parigi di Kabupaten Pangandaran”. Pengabdian Kepada Masyarakat (PPM) ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan tentang komunikasi tanggap bencana kepada para opinion leader, khususnya aparat desa yang menjadi ujung tombak dalam penanggulangan bencana di kabupaten Pangandaran. Dengan komunikasi yang efektif dapat dibangun jejaring komunikasi, sikap dan partisipasi, masyarakat terutama dalam meningkatkan kapasitas masyarakat tangguh bencana. Metode yang digunakan dalam PPM tahap kedua ini adalah metode ceramah, simulasi dan diskusi. Pemberian materi disampaikan melalui media online dan tatap muka dalam bentuk webminar hybrid. Selain itu dilakukan pula pendampingan kepada peserta pada saat mereka menemukan kendala dalam pelaksanaan komunikasi tanggap bencana, serta dalam upaya membangun sikap dan partisipasi masyarakat tangguh bencana di Parigi. Hasil yang dicapai adalah meningkatnya pemahaman dan pengetahuan peserta pelatihan tentang komunikasi untuk kesiapsiagaan dan tanggap darurat dalam menghadapi bencana. Hal ini ditunjukan dengan membandingkan hasil pre-test dan post-test peserta saat pelatihan berlangsung.
KLASIK NAMUN MASIH RELEVAN: SEQUENTIAL MODEL OF COMMUNICATION PROCESS: KLASIK NAMUN MASIH RELEVAN: SEQUENTIAL MODEL OF COMMUNICATION PROCESS Mohamad Permana, Rangga Saptya
Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Vol 4 No 3 (2022): Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH), Oktober, 2022
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/jkbh.v4i3.65

Abstract

Model adalah sebuah deskripsi atau gambaran visual yang meperlihatkan hubungan-hubungan antarsistem atau konsep untuk menjelaskan atau mendeskripsikan sebuah fenomena menjadi lebih sederhana. Model-model juga banyak diciptakan dan digunakan dalam ilmu-ilmu sosial, termasuk di dalamnya model-model dalam ilmu komunikasi. Setidaknya, ada enam komponen inti komunikasi yang terdapat dalam sebuah aktivitas komunikasi, yaitu sender, message, chennel, receiver, feedback, dan effect. Namun dalam sejarahnya, ada beberapa model yang tidak menyertakan salah satu atau beberapa komponen tersebut, atau bahkan ada model yang memiliki komponen yang lebih banyak dari itu. Sequential Model of Communication Process adalah salah satu model komunikasi yang memiliki komponen-komponen inti di dalamnya, yang bisa menggambarkan fenomena terciptanya persepsi baru dari sender berkat ide yang diberikan melalui feedback dari receiver. Tujuan dari kajian ini adalah untuk menjelaskan dan mengimplementasikan Sequential Model of Communication Process pada sebuah contoh fenomena komunikasi. Metode kajian pustaka digunakan dalam artikel ini, di mana tiga buah referensi utama dijadikan landasan teoretis dalam menjelaskan model tersebut. Hasil menunjukkan bahwa noise menjadi komponen penting dalam model ini. Noise selalu terjadi dalam proses komunikasi dalam tahap apapun; baik itu noise secara internal maupun eksternal. Di samping itu, Sequential Model of Communication Process ini bisa dikategorikan sebagai salah satu model komunikasi interaksional, karena makna, persepsi, referensi atau pengalaman (baru) bisa terbentuk melalui umpan balik dari receiver ke sender.
PEMBERDAYAAN KESEHATAN MASYARAKAT BERBASIS ECO BASED HOLISTIC COMPLEMENTER PADA PEMBUDIDAYAAN LEBAH APISCERANA UNTUK PENINGKATAN PENAMBAHAN EKONOMI MASYARAKAT DI DESA CINTARATU DESTINASI WISATA JOGJOGAN PANGANDARAN KECAMATAN PARIGI: PEMBERDAYAAN KESEHATAN MASYARAKAT BERBASIS ECO BASED HOLISTIC COMPLEMENTER PADA PEMBUDIDAYAAN LEBAH APISCERANA UNTUK PENINGKATAN PENAMBAHAN EKONOMI MASYARAKAT DI DESA CINTARATU DESTINASI WISATA JOGJOGAN PANGANDARAN KECAMATAN PARIGI Setiawan, Setiawan
Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Vol 4 No 3 (2022): Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH), Oktober, 2022
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/jkbh.v4i3.66

Abstract

Desa Cintaratu merupakan salah satu desa yang terletak di wilayah Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran Provinsi Jawa Barat terletak pada ketinggian rata-rata 119 m dpl, berbukit dengan tingkat kemiringan rata-rata 30º dengan intensitas curah hujan yang bervariasi. Secara geografis masih relative baik untuk pengembangan Budidaya Lebah Madu Apis Cerana yang mempunyai prospek pasar yang bagus karena telah memiliki pasar yang jelas. Desa Wisata Jogjogan Cintaratu Pangandaran Kabupaten Parigi, yang tercatat masih rendah sedangkan lingkungannya masih dikelilingi hutan yang mempunyai potensi untuk dijadikan lokasi Budidaya Lebah Madu Apis Cerana hutan. Saat ini desa sedang membangun pariwisata, untuk memaksimalkan potensi alam tersebut, maka akan lebih menarik minat masyarakat apabila di lokasi wisata desa tersebut juga ada Budidaya Lebah Madu Apis Cerana hutan, Produksi lebah madu (Apis Cerana) yang dipelihara pada sarang modern lebih tinggi dari yang dipelihara pada sarang secara tradisonal. Tercatat ada 51 tanaman berbungan yang merupakan sumber pakan bagi lebah madu, berupa tanaman pertanian, tanaman pekarangan, dan tumbuhan liar. Budidaya lebah Apis Cerana hutan merupakan kegiatan produksi yang akan dapat memberikan nilai tambah peningkatan ekonomi masyarakat serta tanaman yang sudah disediakan alam dengan Budidaya Lebah Madu Apis Cerana hutan lebih subur dari hasil penyerbukan dari lebah madu itu sendiri. Produk yang dihasilkan dari Budidaya Lebah Madu Apis Cerana adalah: Madu, Royal Jelly, Pollen (tepung sari), Lilin lebah (malam), Propolis (perkeat lebah) .Untuk menjaga kelangsungan produksi keberadaannya perlu dijaga dan pemanfaatannya perlu ditingkatkan dengan menjaga kelestarian tanaman dan pohon penghasil pakan lebah madu seperti bunga-bungan berbasis eco based holistic complementer.
INOVASI LEKSIKAL BAHASA SUNDA DI KECAMATAN DAYEUHLUHUR KABUPATEN CILACAP: KAJIAN GEOGRAFI DIALEK: INOVASI LEKSIKAL BAHASA SUNDA DI KECAMATAN DAYEUHLUHUR KABUPATEN CILACAP: KAJIAN GEOGRAFI DIALEK Aras, Taufik Setyadi
Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Vol 4 No 3 (2022): Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH), Oktober, 2022
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/jkbh.v4i3.68

Abstract

Bahasa Sunda memiliki berbagai variasi, yaitu variasi temporal, variasi sosial, dan variasi geografis. Secara geografis, wilayah pemakain bahasa Sunda tidak hanya di Jawa Barat, tetapi juga di sebagian barat Provinsi Jawa Tengah, termasuk Kecamatan Dayeuhluhur Kabupaten Cilacap. Masalah dalam penelitian ini adalah mengenai status bahasa Sunda Dayeuhluhur, inovasi leksikal dalam bahasa Sunda Dayeuhluhur serta distribusi geografisnya. Penelitian ini menggunakan teori yang diungkapkan oleh Ayatrohaedi (1985), Mahsun (2005), Lauder (2007), Djajasudarma (2013), Wahya (2015), dan Sariono (2016). Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan metode deskriptif-sinkronis. Data dikumpulkan dengan metode simak dengan teknik cakap dan rekam. Hasil kajian menunjukkan bahwa jarak perbedaan bahasa Sunda Baku dengan bahasa Sunda Dayeuhluhur sebesar 31 persen berdasarkan penghitungan dialektometri leksikal, sehingga termasuk kategori perbedaan subdialek. Bahasa Sunda Dayeuhluhur mengalami inovasi internal yang terdiri dari inovasi fonologi dan morfofonemis, inovasi morfologi, dan inovasi leksikal. Inovasi eksternal yang berupa kata serapan dari bahasa lain juga ada dalam bahasa Sunda Dayeuhluhur. Ditemukan pula kosakata relik bahasa Sunda dan kosakata khas setempat. Dari pemetaan unsur bahasa diperoleh bahwa sebaran unsur bahasa berbeda-beda. Ada unsur bahasa yang tersebar luas di beberapa desa yang diteliti, ada pula yang hanya ditemukan di satu atau dua desa yang diteliti.
PELATIHAN PENINGKATAN LITERASI KESEHATAN DALAM MENDISIPLINKAN MASYARAKAT MEMATUHI PROTOKOL KESEHATAN DI KABUPATEN PANGANDARAN: PELATIHAN PENINGKATAN LITERASI KESEHATAN DALAM MENDISIPLINKAN MASYARAKAT MEMATUHI PROTOKOL KESEHATAN DI KABUPATEN PANGANDARAN Wahyudin, Uud; Arifin, Hadi Suprapto; Gemiharto, Ilham; Setiaman, Agus
Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Vol 4 No 3 (2022): Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH), Oktober, 2022
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/jkbh.v4i3.70

Abstract

Berbagai fakta menunjukkan,bahwa meningkatnya kasus terinfeksi corona Covid 19 disebabkan oleh tidak disiplinnya masyarakat dalam mematuhi 5M protokol kesehatan, maka sudah saatnya pemerintah dalam setiap melakukan komunikasi publik berperan dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat. Literasi kesehatan masyarakat mengenai pandemi Covid-19 akan meningkat, bila masyarakat berdisiplin dalam menjaga jarak dan mengenakan masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menjauhi kerumunan, dan membatasi mobilitas dan interaksi. Pelatihan lietasi kesehatan dalam mendisiplinkan masyarakat dalam mematuhi protocol kesehatan merupakan salah satu upaya yang dilakukan agar penanggulangan pandemic covid 19 dapat segera terselesaikan sehingga kita bebas dari covid sehingga kehidupan sehari-hari dapat berlangsung secara normal.
SISI SOSIOLINGUISTIK PENGGUNAAN VOKATIF PENGGALAN BAHASA SUNDA DALAM NOVEL KABANDANG KU KUDA LUMPING: SISI SOSIOLINGUISTIK PENGGUNAAN VOKATIF PENGGALAN BAHASA SUNDA DALAM NOVEL KABANDANG KU KUDA LUMPING Wahya, Wahya; Permadi, R. Yudi; Ampera, Taufik
Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Vol 4 No 3 (2022): Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH), Oktober, 2022
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/jkbh.v4i3.71

Abstract

Vokatif merupakan unsur universal bahasa yang digunakan penutur untuk memanggil pertutur. Secara bentuk, vokatif ada dua, yaitu bentuk utuh dan bentuk penggalan. Tulisan ini membahas vokatif bentuk penggalan. Metode penelitian bersifat deskriptif kualitatif. Pengumpulan data menggunakan metode simak dengan teknik catat. Metode analisis data menggunakan metode distribusional dan padann. Sumber data penelitian berupa novel berbahasa Sunda berjudul Kabandang ku Kuda Lumping (2018) karya Ahmad Bakri. Berdasarkan sumber data yang digunakan diperoleh 34 data yang memuat vokatif dalam bentuk penggalan, yaitu 31 data memuat vokatif nama diri dan 3 data memuat vokatif kekerabatan. Dari 31 data vokatif nama ditemukan 6 vokatif nama diri yang berbeda, yaitu Mod, Asan, Jang, Léh, Téng, dan Yib yang masing-masing merupakan penggalan dari Emod, Marhasan, Ujang, Aléh, Oténg, dan Oyib. sedangkan vokatif kekerabatan yang berbeda ada 2, yaitu Ki dan Mang, yang masing-masing merupakan penggalan dari Aki ‘Kakek’ dan Emang ‘Paman’. Hubungan sosial yang terdapat di antara penutur dan petutur adalah 26 merupakan hubungan sosial pertemanan, 2 hubungan sosial ketetanggaan, 5 hubungan sosial kenalan baru, dan 1 hubungan sosial suami-istri. Adapun dari sisi pemakaian tingkat tutur, 33 data menunjukkan tingkat tutur kode akrab dan 1 data menunjukkan tingkat tutrur kode hormat. Tingkat tutur kode hormat hanya ditemukan satu data, yakni antara Ujang Udin dengan Aki Uda, yang memiliki hubungan sosial ketetanggan. Dengan demikian, dari hasil analisis di atas, vokatif bentuk penggalan didominasi vokatif nama diri, hubungan sosial antara penutur dan petutur merupakan hubungan pertemanan, dan tingkat tutur didominasi kode akrab.
SOSIO-KULTURAL MASYARAKAT DESA WISATA KAMPUNG KOLECER CISAYONG TASIKMALAYA: SOSIO-KULTURAL MASYARAKAT DESA WISATA KAMPUNG KOLECER CISAYONG TASIKMALAYA Abdullah, Yusuf; Nugraha, Aa Willy
Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Vol 4 No 3 (2022): Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH), Oktober, 2022
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/jkbh.v4i3.72

Abstract

Pariwisata merupakan salah satu sektor yang berperan penting dalam proses pengembangan daerah, yakni sebagai sumber pendapatan daerah, mendorong industri kreatif, dan peningkatan perekonomian masyarakat lokal. Kampung Kolecer sebagai salah satu desa wisata di Desa Cisayong mempunyai dampak terhadap ekonomi, sosial dan budaya masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana dampak kampung Kolecer terhadap perekonomian dan sosio kultural masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah sumber data primer dan sekunder. Adapun sumber primer dalam penelitian ini adalah masyarakat yang berpartisipasi dalam kelangsungan Kampung Kolecer. Sumber data sekunder diperoleh melalui dokumen-dokumen yang berkaitan dengan pengembangan desa wisata baik dari kepala dusun dan Pokdarwis. Teknik pemilihan informan dengan teknik purposive sampling. Validitas data yang digunakan yaitu triangulasi data. Analisis data menggunakan metode analisis interaktif Milles dan Hubberman. Hasil dari penelitian menunjukkan suatu perubahan telah terjadi di Kampung Kolecer. Kondisi sosial dan budaya kampung kolecer telah mengalami perubahan melalui proses yang cukup panjang. Perubahan tersebut terlihat pada perekonomian, sosial dan budaya.
KETERKAITAN DALANG DAN LAKON WAYANG PURWA DALAM JEJAK-JEJAK ARKAISME : KETERKAITAN DALANG DAN LAKON WAYANG PURWA DALAM JEJAK-JEJAK ARKAISME Darsa, Undang Ahmad; Nani Sumarlina, Elis Suryani; Mohamad Permana, Rangga Saptya
Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Vol 4 No 3 (2022): Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH), Oktober, 2022
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/jkbh.v4i3.73

Abstract

Salah satu seni pertunjukan klasik di kalangan masyarakat Sunda yang masih tetap eksis sampai hari ini adalah seni pertunjukan Wayang Golek. Selain Wayang Golek, pernah tercatat jenis-jenis pertunjukan wayang, seperti wayang bendo, wayang golek papak (cepak), wayang golek modern, wayang kulit, dan wayang topeng. Bahkan, ada jenis wayang yang sudah hampir tidak dikenal lagi di kalangan masyarakat Sunda ialah yang disebut Wayang Lilingong. Seseorang yang berprofesi memainkan pertunjukan para tokoh dalam lakon wayang disebut dalang. Adapun istilah dalang dimaksudkannya sebagai pencerita yang merangkum sebuah kisah yang bersumber dari sebuah otoritas. Dalam kaitan ini, karya yang ditampilkannya tidak saja indah tetapi memiliki otoritas sebagaimana dulunya dikisahkan oleh seorang dalang yang bijaksana dan suci.
Pelatihan Media Literasi Digital Bagi Pengelola “Buruan Sae” Di Kelurahan Palasari Bandung Zubair, Feliza
Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Vol 5 No 1 (2023): Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH), Februari, 2023
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/jkbh.v5i1.87

Abstract

Buruan SAE (Healthy, Natural, Economical) is an integrated urban farming program initiated by the food and agriculture office (DISPANGTAN) of Bandung City. The SAE Hunt Program itself aims to overcome and improve food problems in the city of Bandung, by utilizing existing yards or yards by gardening to meet their respective food needs. Palasari Village, Cibiru District, Bandung City is one of the villages that has succeeded in developing the Buruan Sae program, but in its implementation, the managers feel that there is still a lack of accurate information they have obtained regarding the management of Buruan Sae, especially from social media. Seeing this reality, the PPM KKNM Unpad 2023 team held a seminar on "Digital Literacy Media Training / Information Literacy for the "Buruan Sae" Management Community in Improving Food Security in Palasari Village, Cibiru District, Bandung City". The methods used are lectures, discussions. This training aims to improve the understanding of Buruan Sae managers about media literacy so that they can identify, access, evaluate information and use it effectively in the development of Buruan Sae. The result achieved was an increase in participants' knowledge of digital media literacy. It is shown by comparing the participants' pre-test and post-test results during the training.
ASPEK KELEMBAGAAN DAN ORGANISASI DALAM PENGEMBANGAN UMKM DESA CILEUNYI WETAN KECAMATAN CILEUNYI KABUPATEN BANDUNG Muizu, Wa Ode Zusnita
Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Vol 5 No 1 (2023): Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH), Februari, 2023
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/jkbh.v5i1.89

Abstract

Penelitian ini berfokus pada aspek kelembagaan dan organisasi dalam pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Desa Cileunyi Wetan, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami peran faktor kelembagaan dan organisasi dalam pengembangan UMKM di wilayah tersebut dan mengidentifikasi strategi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan daya saing dan keberlanjutan UMKM. Latar belakang penelitian menekankan pentingnya UMKM dalam pembangunan ekonomi nasional dan tantangan yang dihadapi UMKM di daerah pedesaan, termasuk keterbatasan akses terhadap sumber daya dan informasi pasar. Penelitian menggunakan metode kualitatif, menggunakan wawancara mendalam dan diskusi kelompok fokus dengan pemilik UMKM dan stakeholder yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor kelembagaan dan organisasi memainkan peran penting dalam pengembangan UMKM di Desa Cileunyi Wetan. Keterbatasan akses terhadap sumber daya dan informasi pasar, serta keterbatasan akses terhadap jasa keuangan, diidentifikasi sebagai tantangan utama yang dihadapi UMKM di wilayah tersebut. Berdasarkan temuan, penelitian ini merekomendasikan pembuatan suatu komunitas yang didedikasikan untuk memberikan dukungan dan bantuan kepada UMKM dalam bentuk akses terhadap sumber daya dan informasi pasar, termasuk juga jasa pemasaran. Selain itu, penelitian menyarankan bahwa UMKM di wilayah tersebut harus membentuk asosiasi dan kooperatif untuk meningkatkan daya saing dan keberlanjutan mereka di pasar.

Page 4 of 15 | Total Record : 146