cover
Contact Name
Elis Suryani Nani Sumarlina
Contact Email
elis.suryani@unpad.ac.id
Phone
+6282216552522
Journal Mail Official
lintasbudayanusantara@gmail.com
Editorial Address
https://ejournal.lintasbudayanusantara.net/index.php/jkbh/about/editorialTeam
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH)
ISSN : 26567156     EISSN : 2830697X     DOI : 10.61296/jkbh
Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH) adalah Jurnal yang menyajikan artikel-artikel ilmiah hasil penelitian dan hasil kajian di bidang adat, aksara, bahasa, filologi, sejarah, sastra, tradisi, sosiohumaniora, dan budaya secara multidisiplin. Terbit 3 kali dalam setahun, setiap Februari, Juni, dan Oktober.
Articles 146 Documents
STRATEGI KONSERVASI PELESTARIAN DAN NILAI KEPENTINGAN BUDAYA (INDEX OF CULTURAL SIGNIFICANCE) PISANG ROID LOKAL JATIGEDE: STRATEGI KONSERVASI PELESTARIAN DAN NILAI KEPENTINGAN BUDAYA (INDEX OF CULTURAL SIGNIFICANCE) PISANG ROID LOKAL JATIGEDE Ismail, Ade; Karuniawan, Agung; Qosim, Warid Ali; Maharani, Yani; Pratiwi, Vika Faraditha; Wijaya Kusumah, Fajar Maulana
Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Vol 5 No 2 (2023): Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH), Juni 2023
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/jkbh.v5i2.132

Abstract

Banana is one of the community's most cultivated and utilized agricultural commodities. Currently, Indonesia only has 101 registered types of local varieties of bananas, one of which is Roid bananas from the Jatigede District. The local community has not taken care of Roid bananas and let them grow wildly. The exploitation of Roid usage without any conservation and preservation efforts can affect the scarcity of banana Roid as a genetic resource. Therefore, it is necessary to identify the istribution and genetic diversity of banana Roid through in situ exploration and characterization. This study aimed to identify genetic diversity's potential and arrange the conservation strategy for banana Roid (Musa spp.) in Jatigede District. This activities was conducted in April – November 2022 in Ciranggem Village, Jemah Village, and Mekarasih Village. The data was collected by exploration, survey, and interview methods. Banana Rod has the highest ICS value of 99 compared to other types of bananas. The proposed method of conservation and preservation of local varieties is in situ conservation centered in Mekarasih Village, Jatigede District, Sumedang
“EVERYBODY CAN BE A HERO”: KAJIAN REPRESENTASI PAHLAWAN DALAM IKLAN TELEVISI M-150: “EVERYBODY CAN BE A HERO”: KAJIAN REPRESENTASI PAHLAWAN DALAM IKLAN TELEVISI M-150 Permana, Rangga; Suzan, Nessa
Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Vol 5 No 2 (2023): Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH), Juni 2023
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/jkbh.v5i2.139

Abstract

Commercials on television play a role in displaying the symbols that make up the meaning of "hero." The concept of advertising is formulated so as to increase product sales from a business perspective. The effectiveness of verbal and nonverbal techniques is maximized. Advertising has entered a modern signification order in which messages are designed to subtly influence the audience's attitudes, cognitions, and lifestyle behaviors in order to satisfy their deepest desires or aspirations through product consumption and alter their perceptions of the reality portrayed in the advertisement. The development of the hero concept in this advertisement is inextricable from the creator's interaction with the researched object, the consumer in this instance. As a consequence of this interaction, almost all television advertisements, including the advertisement for the "Everyone Can Be a Hero" version of the M-150, use new connotations to increase their commercial appeal. This study seeks to determine, through the construction of signs, the representation that forms the meaning of the hero in the M-150 television advertisement version of Everybody Can Be a Hero. Charles Sanders Peirce's semiotic analysis was therefore conducted using a qualitative research method. The results demonstrate that the hero is portrayed not only through physical strength, but also through inner fortitude. This is supported by the signals that compose it, which stem from the product's concept and positioning. 15 icon signs, 20 index signs, 5 symbols, and multiple uses of video techniques containing aspects of the hero depict the hero's significance. The language of film is the use of video techniques, which includes camera angles, lighting arrangements, and the use of sound or audio.
MENELISIK ANTI STUNTING BERBASIS TEKS NASKAH SUNDA Sebagai Dokumen Budaya dan Referensi Literasi: Sebagai Dokumen Budaya dan Referensi Literasi Nani Sumarlina, Elis Suryani; Darsa, Undang Ahmad; Rostikawati , Ike
Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Vol 5 No 2 (2023): Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH), Juni 2023
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/jkbh.v5i2.146

Abstract

Kearifan lokal budaya Sunda masa lampau yang terpendam dalam naskah sedikitnya berguna untuk mengungkap tonggak bagi suatu kehidupan masyarakat. Naskah sebagai wujud nyata dari tulisan tangan, jika dilihat dari konteks kebudayaan, termasuk ke dalam warisan budaya kebendaan yang bersifat nyata, sekaligus mengandung teks, yang dapat dikategorikan sebagai salah satu warisan budaya nonkebendaan yang bersifat abstrak. Keabstrakan suatu teks naskah, sejatinya dikaji, agar isi yang terpendam di dalamnya bisa terkuak, khususnya teks naskah Sunda yang berkaitan dengan konsep perjalanan hidup seorang manusia, selama dalam kandungan hingga remaja, mampu menguak tabir, sebagai pembentuk kepribadian dan karakter generasi muda Sunda khususnya, dan bangsa Indonesia umumnya, yang sehat dan kuat. Isi naskah dimaksud sejalan dengan eksistensinya di zaman millennial saat ini, yang dikenal dengan stunting, yang sedang diupayakan pemerintah untuk diberantas. Naskah-naskah sejenis itu, jika dibiarkan, tidak dikaji, tidak dikenalkan, dan tidak segera diungkap isinya, lama kelamaan, baik naskah, tradisi, budaya, juga isi yang terkandung dalam naskah Sunda tersebut akan musnah ditelan masa. Untuk menelisik masalah ini digunakan metode penelitian deskriptif analisis, melalui melalui kajian filologis dan kajian budaya, sehingga hasil kajiannya berguna bagi ilmu lain, seperti kesehatan masyarakat, farmasi, keperawatan, kedokteran, ilmu komunikasi, dan budaya secara umum.
PARIWISATA LAYANAN KESEHATAN: PARIWISATA LAYANAN KESEHATAN Setiaman, Agus; Dahlan, Fahreza Ghifari
Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Vol 5 No 2 (2023): Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH), Juni 2023
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/jkbh.v5i2.147

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menjabarkan bagaimana sebuah layanan kesehatan yang menjadi kebutuhan dasar ternyata termasuk bagian dari sebuah industri wisata dan dapat menjadi penggerak perekenomian negara. Dalam merealisasikannya, setiap layanan kesehatan harus mampu menjadi sebuah brand yang tidak hanya mementingkan functional values, namun juga emotional values agar dapat terbentuk sebuah brand image yang kemudian dapat terbentuk sebuah reputasi jangka panjang untuk menjadi bagian dari industri wisata. Dalam prosesnya menjadikan layanan kesehatan sebagai industri wisata tentu dibutuhkan penggerak atau tools yang biasa dikenal dengan public relations.
ELEKTABILITAS CALON PRESIDEN: REALITAS ATAU PENGGIRINGAN OPINI? ELEKTABILITAS CALON PRESIDEN: REALITAS ATAU PENGGIRINGAN OPINI? Setiaman, Agus; Girsang, Sarah Amarissa
Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Vol 5 No 2 (2023): Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH), Juni 2023
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/jkbh.v5i2.148

Abstract

Presiden adalah seseorang yang terpilih untuk memimpin sebuah negara. Di Indonesia, seorang pemimpin negara disebut presiden karena menganut sistem pemerintahan yang demokrasi. Pemilihan calon presiden disebut dengan Pemilu (Pemilihan Umum) dan diadakan setiap lima tahun sekali. Pemilu bertujuan untuk memilih pemimpin dan wakil rakyat yang akan mewakili kepentingan masyarakat dalam mengambil keputusan politik dan mengelola pemerintahan. Pemilu adalah salah satu prinsip dasar demokrasi, di mana kekuasaan politik diberikan kepada rakyat melalui hak pilih mereka. Dalam sebuah pemilu, warga negara yang memenuhi syarat memiliki hak untuk memilih calon yang mereka anggap paling layak untuk menjabat. Pentingnya elektabilitas calon presiden di Indonesia dapat dilihat dari beberapa aspek. Pertama, elektabilitas mencerminkan kepercayaan dan dukungan publik terhadap seorang calon. Calon presiden yang memiliki elektabilitas tinggi menunjukkan bahwa mereka berhasil membangun citra yang kuat dan meraih kepercayaan dari sebagian besar pemilih. Kedua, elektabilitas juga memiliki implikasi langsung terhadap strategi kampanye dan pemilihan. Calon dengan elektabilitas tinggi cenderung memiliki lebih banyak sumber daya dan dukungan politik untuk mengorganisir kampanye yang efektif. Namun, pentingnya elektabilitas juga menimbulkan tantangan dan perhatian. Proses pengukuran elektabilitas dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti metode survei, bias media, dan persepsi publik yang terkadang dapat mempengaruhi hasilnya. Oleh karena itu, penting bagi pemilih dan masyarakat untuk secara kritis menganalisis informasi elektabilitas calon presiden yang disampaikan dan mengambil keputusan yang berdasarkan pemahaman yang baik. Meskipun hasil elektabilitas dapat mempengaruhi pemilihan, pemilih harus berhati-hati agar tidak hanya mengandalkan elektabilitas tanpa memahami visi dan program calon. Masyarakat perlu berhati-hati terhadap agenda politik yang dapat memanipulasi opini. Disarankan agar melakukan riset mandiri, memperoleh informasi yang lebih rinci, dan mengembangkan literasi politik untuk membuat keputusan yang berdasarkan pemikiran yang matang.
PERSPEKTIF SINTAKSIS TERHADAP VOKATIF BERULANG BERDERET BEREFERENSI SAMA DALAM BAHASA SUNDA: PERSPEKTIF SINTAKSIS TERHADAP VOKATIF BERULANG BERDERET BEREFERENSI SAMA DALAM BAHASA SUNDA Wahya, Wahya
Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Vol 5 No 2 (2023): Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH), Juni 2023
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/jkbh.v5i2.149

Abstract

Artikel in membahas vokatif berulang berderet bereferensi sama. Metode penelitian bersifat deskriptif-kualitatif. Penyediaan data menggunakan metode simak, yakni simak tanpa libat cakap dengan teknik catat. Penganalisisan data menggunakan metode distribusional. Adapun metode penyajian data bersifat informal. Sumber data yang digunakan adalah sebelas buku cerita rekaan berbahasa Sunda yang di dalamnya memuat data yang diperlukan. Berdasarkan hasil penelitian, dari sumber data yang digunakan dengan kriteria data yang ditetapkan, ditemukan empat belas data yang memuat vokatif berulang berderet bereferensi sama. Selanjutnya, vokatif tersebut terbagi atas tujuh tipe, yaitu (1) vokatif nama diri berulang berderet berwujud kata utuh disertai penggalannya, (2) vokatif nama diri berulang berderet berwujud penggalan disertai kata utuhnya, (3) vokatif nama diri berulang berderet berwujud penggalan, (4) vokatif kekerabatan berulang berderet berwujud kata utuh, (5) vokatif berulang berderet berunsur kata kekerabatan disertai nama diri, (6) vokatif berulang berderet berunsur nama diri disertai panggilan kesayangan, dan (7) vokatif berulang berderet berunsur panggilan kesayangan yang berbeda. Distribusi vokatif berulang berderet bereferensi sama tersebut berposisi pada awal kalimat ada sepuluh data, pada tengah kalimat ada satu data, dan pada akhir kalimat ada tiga data. Dengan demikian, dominasi pada awal kalimat. Jenis kalimat yang terbentuk dengan tipe-tipe vokatif di atas adalah interogatif, imperatif, deskriptif, dan eksklamatif. Adapun jenis vokatif yang ditemukan adalah vokatif nama diri, vokatif kekerabatan, vokatif panggilan sayang, serta vokatif kombinasi antara kekerabatan dan nama diri serta nama diri dan panggilankesayangan.
BUDIDAYA JAGUNG PULUT RASANYA DI DESA SINDANGSARI KEC. SUKASARI KABUPATEN SUMEDANG: BUDIDAYA JAGUNG PULUT RASANYA DI DESA SINDANGSARI KEC. SUKASARI KABUPATEN SUMEDANG Maxiselly, Yudithia; Suminar, Erni
Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Vol 5 No 2 (2023): Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH), Juni 2023
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/jkbh.v5i2.150

Abstract

Jagung pulut merupakan salah satu komoditas pangan berpotensi yang memiliki kandungan amilopektin dan tekstur pulen yang unik. Pengembangan jagung pulut masih sangat terbatas di Indonesia. Sebaran komoditas ini lebih banyak di wilayah Indonesia Tengah dan Timur sehingga pengenalan sistem budidaya dan pemasaran jagung pulut di wilayah Barat Indonesia sangat dianjurkan. Pengabdian masyarakat dilakukan kepada para ibu kader PKK di Dusun Cikeyep, Desa Sindang Sari, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Metode pengabdian berupa penyuluhan, pembuatan demplot, dan kerjasama dalam pemasaran produk. Hasil pengabdian kepada masyarakat ini meningkatkan pengetahuan para wanita wanita tani terkait informasi pada penyuluhan dan sisi praktis melalui demplot. Produk olahan dari jagung pulut di desa tersebut juga sudah mulai dibuat dan dikaji sisi pemasarannya. Pengembangan jagung pulut dapat terus dikembangkan untuk meningkatkan nilai nutrisi dan ekonomi di masyarakat.
MA’RIFATULLAH: KEARIFAN TENTANG TUHAN DALAM KITAB TARIKAT SUMEDANG: MA’RIFATULLAH: KEARIFAN TENTANG TUHAN DALAM KITAB TARIKAT SUMEDANG Kosasih, Ade; Rohmаyаni, Yani
Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Vol 5 No 2 (2023): Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH), Juni 2023
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/jkbh.v5i2.151

Abstract

Umаt Islаm sedаng dihаdаpkаn pаdаpersoаlаn аkidаh yаng cukup kompleks. Upаyаdeislаmisаsi dаn pendаngkаlаn аkidаh mаrаk terjаdi. Oleh kаrenаitu, penting diаngkаt kаjiаn yаng bisаmembаwаkembаli umаt islаm kepаdаkesаdаrаn dаn penghаyаtаn аkаn Tuhаnnyа. Konsep tersebut dikenаl dengаn terminologi mаrifаtullаh. Penelitiаn ini mengkаji konsep mа’rifаtullаh yаng terkаndung dаlаm Kitаb Tаrikаt Sumedаng. Tujuаn penelitiаn untuk mengungkаp cаrаdаn prosedur mengenаli Аllаh swt sebаgаi upаyаpenguаtаn аkidаh di tengаh mаrаknyааrus deislаmisаsi. Metode penelitiаn yаng digunаkаn аdаlаh deksriptif-аnаlitik dengаn pendekаtаn studi pustаkа. Teks-teks dаlаm nаskаh-nаskаh itu selаnjutnyаdiаnаlisis mаknаnyаmelаlui pendekаtаn prаgmаtik berdаsаrkаn teori resepsi.Pembаcааn mendаlаm terhаdаp Kitаb Tаrikаt Sumedаng dilаkukаn dengаn mengаmbil аspek-аspek yаng membаhаs mengenаi mаrifаtullаh. Hаsil penelitiаn menunjukkаn bаhwаcаrаdаn prosedur mengenаli Аllаh swt dаpаt dilаkukаn melаlui pemаhаmаn terhаdаp mаrtаbаt tujuh, yаitu: mаrtаbаt аhаdiyаh, mаrtаbаt wаhdаh, mаrtаbаt wаhidiyаh, mаrtаbаt аlаm аrwаh, mаrtаbаt аlаm mitsаl, mаrtаbаt аlаm аjsаm, dаn mаrtаbаt аlаm insаn kаmil.Dengаn memаhаmi dаn menyаdаri keаrifаn Аllаh swt secаrаutuh, umаt Islаm bisаterhindаr dаri pendаngkаlаn аkidаh dаn dаpаt berpegаng teguh pаdаkeimаnаn terhаdаp Аllаh swt.
NILAI-NILAI TAREKAT ASY-SYAHADATAIN DALAM PEMBENTUKAN AKHLAQ SANTRI MUDA DI PONDOK PESANTREN NURUL HUDA DESA MUNJUL KABUPATEN CIREBON: NILAI-NILAI TAREKAT ASY-SYAHADATAIN DALAM PEMBENTUKAN AKHLAQ SANTRI MUDA DI PONDOK PESANTREN NURUL HUDA DESA MUNJUL KABUPATEN CIREBON Firmansyah, Eka Kurnia; Fiqih, Abdullah
Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Vol 5 No 2 (2023): Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH), Juni 2023
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/jkbh.v5i2.152

Abstract

Permasalahan yang dialami santri muda atau remaja umumnya sangatlah komplek dilatarbelakangi oleh diri pribadi, keluarga atau lingkungan yang membawanya ke ranah pergaulan yang tidak sehat atau kenakalan remaja terkait itu dengan menyampaikan nilai-nilai yang terdapat dalam tarekat Asy-Syahadatain yang terangkum dalam suluk ubudiyah dan dzikir, yang selalu relevan dengan perkembangan zaman ajaran tarekat Asy-Syahadatain yang diajarkanya dalam pembentukan atau perbaikan akhlaq santri-santrinya kala itu dan dilanjutkan oleh penerus dan santri-santri beliau.. Dalam proses penelitian yang berfokuskan dalam pembentukan akhlaq remaja ini, peneliti menggunakan metode penelitian studi kepustakaan dan wawancara Analisis mendalam terkait pesan yang disampaikan oleh habib Umar bin Ismail Bin Yahya lewat ajaran tarekat yang ia bawa. Kemudian dari hasil penilitian ini diperoleh simpulan bahwa penyampaian nilai ajaran tarekat tarekat Asy-Syahadatain yang dipadukan dengan metode pendidikan pesantren mampu membentuk akhlaq santri muda sesuai dengan yang diharapkan oleh lembaga pendidikan yaitu memiliki akhlaq yang mulia disamping memiliki pengetahuan yang mendalam. Saran untuk akademisi yang hendak meneliti tarekat Asy-Syahadatain bisa meniliti dari aspek yang berbeda dikarenakan peneliti lebih fokus dalam nilai-nilai ajaran yang terdapat dalam tarekat Asy-Syahadatain.
DARSUN FI AR-RASM KARYA NIZAR QABBANI (Analisis Semiotik): DARSUN FI AR-RASM KARYA NIZAR QABBANI (Analisis Semiotik) Ikhwan, Ikhwan; Ulayya Amar, Wanodya Gute
Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Vol 5 No 2 (2023): Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH), Juni 2023
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/jkbh.v5i2.153

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna puisi Darsun fii ar-Rasm karya penyair Suriah Nizar Qabbani yang diterbitkan di antologi puisi (diwan) Qashaid Maghdubun ‘Alaiha pada tahun 1986. Metode yang dipakai pada penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan teori Semiotika Riffaterre untuk menganalisis makna yang terkandung di dalamnya. Hasil penelitian terhadap puisi DFR ini adalah terungkapnya kesedihan tokoh “aku” akan tanah airnya yang terlibat peperangan dan konflik. Dipaparkan pula bahwa kehidupan masyarakat negeri tersebut suram dan jauh dari kebebasan. “Aku” menceritakan hal itu kepada anaknya melalui gambar-gambar dilukisnya. Puisi DFR sarat dengan pengalihan makna, terutama metafora.

Page 6 of 15 | Total Record : 146