cover
Contact Name
dhanang prawira nugraha
Contact Email
jurnalfarmasi.machung@machung.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalfarmasi.machung@machung.ac.id
Editorial Address
Villa Puncak Tidar Blok N-01, Karangwidoro, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Indonesia
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Farmasi Ma Chung: Sains, Teknologi, dan Klinis Komunitas
Published by Universitas Ma Chung
ISSN : 29868270     EISSN : 29865972     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Pharmaceutical Technology Pharmacology and Toxicology Pharmaceutical Chemistry Drug Discovery Pharmacokinetics Pharmaceutical Biology Herbal Medicine Pharmaceuticals Pharmaceutical Microbiology and Biotechnology Clinical and Community Pharmaceutical Management Pharmaceutical Bioinformatics
Articles 36 Documents
Uji Kandungan Rhodamin B Pada Sediaan Masker Wajah Di Kota X Menggunakan Metode Kromatografi Lapis Tipis Miranti, Maria Rosana; Anisyah, Luluk; Ani Riani Hasana
Jurnal Farmasi Ma Chung: Sains, Teknologi, dan Klinis Komunitas Vol. 1 No. (2) (2023): Jurnal Farmasi Ma Chung: Sains, Teknologi, dan Klinis Komunitas
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Ma Chung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33479/jfmc.v1i(2).13

Abstract

Masker wajah merupakan salah satu jenis produk perawatan kecantikan. Masker wajah digunakan untuk membersihkan dan mencerahkan kulit. Rhodamin B merupakan salah satu zat warna yang digunakan sebagai pewarna tekstil. Rhodamin B termasuk bahan kimia berbahaya yang penggunaannya sering disalahgunakan terutama pada produk kosmetik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan Rhodamin B pada sediaan masker wajah yang beredar di salah satu toko yang ada di kota X. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Analisis kandungan Rhodamin B pada sediaan masker wajah dilakukan dengan metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT) menggunakan silica gel GF 254 dengan N-butanol : etil asetat : ammonia dengan perbandingan (55:20:25) sebagai eluen. Hasil penelitian menunjukkan nilai Rf Sampel A2 memiliki rata-rata sebesar 0,72 dibandingkan dengan nilai Rf Rhodamin B1 yang memiliki rata-rata 0,71 sehingga memiliki selisih nilai Rf <0,2 sedangkan sampel B dan C tetap berada pada titik penotolan. Meskipun demikian, sampel A, B, C apabila dilihat secara visual tidak terlihat adanya noda, apabila dilihat menggunakan sinar UV 254 tidak menunjukkan adanya fluorsensi warna kuning. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan sampel A,B, dan C tidak mengandung Rhodamin B.
Uji Antioksidan dan Toksisitas Ekstrak Polong Cengkeh (Syzygium Aromaticum) serta penentuan nilai IC50 dan LC50 Agustina, Yolanda; Sugiyanto; Venny Kurnia Andika
Jurnal Farmasi Ma Chung: Sains, Teknologi, dan Klinis Komunitas Vol. 1 No. (2) (2023): Jurnal Farmasi Ma Chung: Sains, Teknologi, dan Klinis Komunitas
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Ma Chung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33479/jfmc.v1i(2).14

Abstract

Indonesia adalah negara penghasil cengkeh terbesar di dunia. Cengkeh merupakan tanaman asli Indonesia yang banyak dimanfaatkan untuk rempah dan obat tradisional. Di dalam cengkeh terkandung 70-96% eugenol golongan antioksidan fenol. Antioksidan adalah metabolit sekunder yang mampu menangkal radikal bebas, seperti sel kanker. Bagian dari cengkeh yang sering dimanfaatkan adalah bunga, daun, dan batangnya. Ada bagian cengkeh yang belum dimanfaatkan, yaitu polong cengkeh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan dan toksisitas ekstrak polong cengkeh yang dinyatakan dalam nilai dan . Polong cengkeh segar dilakukan ekstraksi metode maserasi dengan pelarut etanol 70% selama 3x24 jam. Setelah itu, dilakukan remaserasi selama 3x24 jam. Maserat dipisahkan dari pelarutnya untuk mendapatkan ekstrak kental polong cengkeh. Ekstrak polong cengkeh dilakukan uji kadar antioksidan dengan DPPH dan absorbansinya diukur dengan Spektrofotometri UV-Vis. Hasilnya, ekstrak polong cengkeh memiliki aktivitas antioksidan sangat kuat karena nilai sebesar 11,2574 ppm. Ekstrak polong cengkeh juga dilakukan uji toksisitas metode BSLT. Konsentrasi yang digunakan sebanyak 11 macam dengan 3 kali pengulangan dan 2 kelompok kontrol. Setelah 24 jam pemberian perlakuan, maka didapat persentase mortalitas Artemia Salina. Hasilnya, ekstrak polong cengkeh bersifat toksik terhadap Artemia Salina yang dinyatakan dalam nilai sebesar 370,267 ppm.
Penentuan Toksisitas Ekstrak Kulit Naga Merah dan Kulit Apel Manalagi Metode Brine Shrimp Lethality Test Andika, Venny Kurnia; Ani Riani Hasana; Yushinta Elsa Valina
Jurnal Farmasi Ma Chung: Sains, Teknologi, dan Klinis Komunitas Vol. 1 No. (2) (2023): Jurnal Farmasi Ma Chung: Sains, Teknologi, dan Klinis Komunitas
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Ma Chung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33479/jfmc.v1i(2).15

Abstract

Sebanyak 30-35% dari bagian buah merupakan kulit buah yang seringkali terbuang dan belum dimanfaatkan secara maksimal, padahal mengandung senyawa yang sifatnya berkhasiat bagi kesehatan. Buah naga merah dan apel manalagi merupakan buah-buahan yang rutin dikonsumsi masyarakat untuk kesehatan karena mengandung antioksidan yang tinggi. Kulit buah naga merah kaya akan antosianin yaitu pigmen merah alami yang memiliki kemampuan sebagai antioksidan, sedangkan kulit buah apel tinggi akan flavonoid yang menunjukkan tingginya aktivitas antioksidan. Saat ini telah banyak minuman kesehatan yang memanfaatkan bagian dari tanaman maupun buah untuk dijadikan sebagai terapi kesehatan sehingga perlu dilakukan pengujian yang bertujuan untuk menentukan khasiat serta keamanan produk. Metode yang dapat dilakukan adalah pengujian dengan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) untuk menentukan tingkat toksisitas suatu sampel yang diukur terhadap kematian Artemia salina. Pengujian dilakukan dengan mengukur toksisitas ekstrak kulit buah naga dan ekstrak kulit apel manalagi terhadap mortalitas Artemia salina dengan menentukan nilai LC50 dari masing-masing ekstrak sampel. Nilai LC50 ekstrak etanol 70% kulit buah naga merah yang diujikan pada larva Artemia salina sebesar 39,82479812 µg/mL dan nilai LC50 ekstrak etanol 70% kulit apel Manalagi yang diujikan larva Artemia salina sebesar 61,3205876 μg/mL. Hasil uji toksisitas menyatakan bahwa kedua sampel ekstrak tersebut termasuk dalam kategori toksik.
Inovasi Nanokolagen Sisik Ikan Gurami (Oshpronemus gouramy) yang Dikombinasikan dengan Ekstrak Buah Delima (Punica granatum L.) sebagai Serum Anti-Aging Puan Vindi Hayati Fallah; Rizal Bing Garumal Indianta; Sevita Regina Reniawati; Yinartha Tirtasari; Fibe Yulinda Cesa
Jurnal Farmasi Ma Chung: Sains, Teknologi, dan Klinis Komunitas Vol. 1 No. (2) (2023): Jurnal Farmasi Ma Chung: Sains, Teknologi, dan Klinis Komunitas
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Ma Chung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33479/jfmc.v1i(2).17

Abstract

Pada kulit manusia yang terpapar sinar UV setiap hari akan meningkatkan pembengkakan jaringan sehingga dapat menimbulkan kerutan pada kulit. Sisik Ikan diketahui memiliki beberapa komponen salah satunya kolagen yang dapat bermanfaat untuk meningkatkan elasitas dan membantu pembentukan sel kulit. Buah delima merah (Punica granatum) dikenal luas kaya akan zat bioaktif antioksidan seperti flavonoid, asam galat, dan asam askorbat yang memiliki dapat melindungi komponen seluler dari kerusakan akibat radikal bebas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi dan membandingkan aktivitas antioksidan pada sediaan serum. Pengekstrakan sisik ikan gurami untuk mendapatkan kolagen, kemudian kolagen yang telah didapatkan diubah partikelnya menjadi nanokolagen. Pada buah delima akan dilakukan ekstraksi dengan metode maserasi menggunakan alkohol 75% kemudian maserat dievaporasi hingga menjadi ekstrak kental. pembuatan serum dilakukan dengan menggunakan magnetic stirer dengan kecepatan 120 rpm. Serum yang sudah jadi akan di uji evaluasi fisik. Hasil yang didapatkan pada pengujian evalusi sediaan serum memenuhi persyaratan untuk sediaan serum. Tetapi pada pengujian DPPH yang memiliki aktivitas antioksidan paling tinggi terdapat pada serum F3 dengan nilai IC50 sebesar 15.3643 ppm. Dan jika dibandingkan dengan serum pasaran dengan nilai IC50 sebesar 182.3051 ppm. Serum anti aging dengan kandungan ekstrak buah delima dan sisik ikan gurami memiliki kadar aktivitas antioksidan lebih tinggi. Pada hasil evaluasi fisik sediaan serum anti-aging dengan kandungan ekstrak buah delima dan nanokolagen sisik ikan gurami memenuhi persyaratan dengan baik.
Studi Pendahuluan: Uji Efektivitas Antioksidan dan Skrining Fitokimia Ekstrak Bunga Telang (Clitoria ternatea L.) sebagai Antioksidan dengan Air sebagai Pelarut Kumala Sari, Permata; Aprillya Santo, Yupink; Yulinda Cesa, Fibe
Jurnal Farmasi Ma Chung: Sains, Teknologi, dan Klinis Komunitas Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal Farmasi Ma Chung: Sains, Teknologi, dan Klinis Komunitas
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Ma Chung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33479/jfmc.v2i1.18

Abstract

) merupakan tanaman herbal yang sering dimanfaatkan masyarakat untuk mengatasi berbagai keluhan penyakit. Selain dimanfaatkan sebagai pengobatan herbal, bunga telang juga dimanfaatkan sebagai pewarna makanan karena memiliki pigmen biru yang khas. Pigmen biru yang terdapat pada bunga telang berasal dari senyawa antosianin. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menguji potensi antioksidan dan skrining fitokimia dari ekstrak bunga telang dalam pembuatan produk minuman boba dengan metode DPPH (2,2-diphenyl-1-pikrihidrasil). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak bunga telang mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, terpenoid dan tanin. Hasil dari pengujian antioksidan dengan metode DPPH yaitu nilai IC50 sebesar 45% yang menunjukkan bahwa sifat antioksidan yang kuat (IC50 <50%). Dari pengujian yang telah dilakukan dapat diambil kesimpulan bahwa bunga telang mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, terpenoid dan tanin, yang memiliki sifat antioksidan yang kuat.Clitoria ternatea L.
HUBUNGAN ANTARA PEMAHAMAN PASIEN TERHADAP PENYAKIT HYPERASIDITAS DENGAN PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERASIDITAS SECARA SWAMEDIKASI DI APOTIK X DAN Y Setya Dhini, Ellyvina
Jurnal Farmasi Ma Chung: Sains, Teknologi, dan Klinis Komunitas Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal Farmasi Ma Chung: Sains, Teknologi, dan Klinis Komunitas
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Ma Chung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33479/jfmc.v2i1.19

Abstract

Penyakit Saluran Cerna Bagian Atas (SCBA) karena asam lambung yang berlebih/ hiperasiditas seringkali disebut “Bad Digestion” /dyspepsia dengan gejala rasa tidak nyaman / kembung, nyeri abdominal, heartburn, acid reflux, mual atau muntah. Untuk mengatasinya digunakan obat golongan antasida yang merupakan golongan obat bebas atau obat over the counter sehingga banyak digunakan secara swamedikasi oleh masyrakat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dengan seksama hubungan antara pemahaman masyarakat tentang penyakit hyperasiditas dengan penggunaan obat antasida. Metode penelitian kuantitatif dirancang sebagai suatu studi observational cross sectional menggunakan kuisioner untuk mendiskripsikan tentang pemahaman penyakit hiperasiditas dan penggunaan antasida. Analisis data meliputi analisis univariabel bivariable menggunakan uji chi square untuk melihat hubungan antar variabel. Dari hasil penelitian ini diperoleh gambaran responden yang paham terhadap gejala penyakit hyperasiditas sebesar (62%), menggunakan antasida (78%) dengan tepat indikasi (78%) , tepat cara pemberian (72%) dan tepat dosis (74%). Hasil analisis hubungan antar variable diperoleh nilai p- value 0,013, OR 6,7 dan CI 95% 1,5 – 30,4. Disimpulkan terdapat hubungan yang bermakna antara (P value <005) pemahaman pasien terhadap penyakit hyperasiditas dengan penggunaan obat antihiperasiditas. Responden yang paham terhadap gejala hyperasiditas memiliki kemungkinan untuk menggunakan obat hiperasiditas sebesar 6,7 kali (CI 95%; 1,5-30,4) lebih tinggi dibandingkan responden yang tidak paham
Pengaruh Edukasi Leaflet Terhadap Pengetahuan Penggunaan Antibiotik Siswa Kelas 10 SMA Negeri 1 Di Trawas Andriani, Mei Ika
Jurnal Farmasi Ma Chung: Sains, Teknologi, dan Klinis Komunitas Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal Farmasi Ma Chung: Sains, Teknologi, dan Klinis Komunitas
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Ma Chung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33479/jfmc.v2i1.22

Abstract

Antibiotik umumnya digunakan untuk infeksi yang dikarenakan bakteri. Pemakaian antibiotik yang tidak selaras anjuran bisa membuat gagalnya terapi penyembuhan yang dilaksanakan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengamati kaitan antar karakteristik responden pengetahuan antibiotik pada murid SMA Negeri 1 Trawas, dan untuk mengamati adanya perbandingan pengetahuan awal serta setelah dibagikan edukasi leaflet antibiotik pada murid SMA Negeri 1 Trawas. Pada penelitian ini menggunakan desain one grup pretest-post test research desain. Kemudian Intervensinya menggunakan Pemberian Edukasi melalui Leaflet. Hasil penelitian ini yaitu pada karakteristik responden usia diperoleh (p-value=1,529), yang artinya tidak ada hubungan karakteristik dengan tingkat pengetahuan, kemudian diperoleh hasil karakteristik responden dengan jenis kelamin yaitu (p-value=1,979) yang artinya tidak ada hubungan antara karakteristik dengan tingkat pengetahuan, kemudian diperoleh hasil sumber informasi (p-value=0,026) yang artinya terdapat hubungan karakteristik dengan tingkat pengetahuan. Dalam penelitian ini dilakukan uji Kolmogorov dari data pre post dan post test dan diperoleh hasil asym.sig 0,000 dimana data tidak terdistribusi normal. Kemudian dilakukan uji Wilcoxon dan diperoleh hasil (sig= 0,000 < 0,05) yang artinya terdapat perbedaan pengetahuan sebelum dan setelah edukasi. Kesimpulannya yaitu setelah diperoleh data bisa diambil simpulan bila yang terdapat hubungan karakteristik dengan tingkat pengetahuan yaitu sumber informasi. Kemudian yang didapatkan hasil sumber informasi yaitu dari teman atau keluarga yang paling tertinggi daripada hasil sumber informasi dari tenaga kesehatan atau google. Dan telah didapatkan hasil bahwa setelah mendapatkan edukasi didapatkan hasil pengetahuan dari responden lebih tinggi.
Isolasi Minyak Atsiri Jahe Dalam Sediaan Minyak Aromaterapi Untuk Mengurangi Kecemasan Pada Ibu Nifas Ningsih, Venny Diah; Siti
Jurnal Farmasi Ma Chung: Sains, Teknologi, dan Klinis Komunitas Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal Farmasi Ma Chung: Sains, Teknologi, dan Klinis Komunitas
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Ma Chung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33479/jfmc.v2i1.25

Abstract

Kelahiran bayi seharusnya membawa sukacita, tetapi untuk beberapa wanita melahirkan bisa stress sehingga berdampak baik fisik, sosial, dan psikologis. Salah satu aspek psikologis yang berpengaruh pada postpartum adalah kecemasan. Terapi non farmakologi yang dapat digunakan yaitu terapi pijat, akupuntur, akupresur, terapi musik, yoga, tai chi, hypnoterapi, terapi doa, dan aromaterapi. Aromaterapi yang sering digunakan antara lain cendana, melati, kemangi, cengkeh, lavender, kayu manis. Tujuan penelitian ini adalah mengisolasi minyak atsiri jahe untuk dijadikan minyak aromaterapi untuk mengurangi kecemasan pada ibu nifas. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian eksperimental laboratorik. Minyak atsiri jahe memiliki kandungan alkaloid, saponin, steroid/terpenoid. Isolasi minyak atsiri membutuhkan waktu 3 jam dengan suhu tetesan pertama 73oC dan %rendemen sebesar 2,92%. Minyak atsiri jahe memiliki karakteristik bentuk cair, berwarna kuning kecoklatan, memiliki bau khas jahe, dan memiliki rasa getir. Minyak atsiri jahe juga menunjukkan hasil positif saat diuji dengan pereaksi sudan III.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Tentang HIV/AIDS Dengan Sikap Pencegahan HIV/AIDS pada Mahasiswa X di Jakarta Teodhora
Jurnal Farmasi Ma Chung: Sains, Teknologi, dan Klinis Komunitas Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal Farmasi Ma Chung: Sains, Teknologi, dan Klinis Komunitas
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Ma Chung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33479/jfmc.v2i1.26

Abstract

Human Immunodeficiency Virus (HIV) merupakan sejenis virus yang dapat menginfeksi sel darah putih yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia. Virus inilah yang dapat menyebabkan AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome). Penyakit ini tidak hanya ditemukan pada orang dewasa tetapi juga dapat menyerang anak-anak dan remaja yang berusia 15-24 tahun. Mahasiswa merupakan sekelompok remaja akhir yang pada usianya sangat rentan tertular HIV/AIDS. Tujuan pada penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan tentang HIV/AIDS dengan sikap pencegahan HIV/AIDS pada mahasiswa X di Jakarta. Penelitian dilakukan menggunakan metode deskriptif analitik, dengan desain cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 282 responden dengan teknik sampling purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 59,2% memiliki tingkat pengetahuan yang tergolong baik dengan sikap pencegahan yang ditunjukkan 56,0% mahasiswa bersikap positif. Hasil analisis data menggunakan uji Chi Square terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan tentang HIV/AIDS dengan sikap pencegahan HIV/AIDS pada mahasiswa X di Jakarta dengan nilai p-value 0,000.
Efektivitas Ekstrak-Campuran Simplisia Dibandingkan Dengan Campuran Ekstrak Berdasarkan Aktivitas Antioksidan dan Kapasitas Antioksidan Rusli, Zaldy; Mahyuni, Siti; Maisaroh, Siti
Jurnal Farmasi Ma Chung: Sains, Teknologi, dan Klinis Komunitas Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal Farmasi Ma Chung: Sains, Teknologi, dan Klinis Komunitas
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Ma Chung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33479/jfmc.v2i1.28

Abstract

Tanaman Indonesia banyak yang berpotensi sebagai antioksidan. Untuk mendapatkan suatu bahan yang kaya akan antioksidan, maka tumbuhan tersebut dibuat menjadi ekstrak, untuk selanjutnya diproses lebih lanjut. Tujuan dari penelitian ini untuk membandingkan efektivitas dari 2 macam ekstrak, yaitu ekstrak dari campuran 2 simplisia dan kombinasi dari ekstrak masing-masing simplisia. Parameter yang diukur adalah aktivitas antioksidan. Pengujian aktivitas antioksidan menggunakan metode pengukuran penangkapan radikal bebas 1,1-difenil-2-pikrilhidrazil (DPPH). Ekstraksi dilakukan dengan cara maserasi. Berdasarkan aktivitas antioksidan didapatkan aktivitas antioksidan dari ekstrak campuran (IC50 67,059 ppm) lebih baik dibandingkan kombinasi ekstrak (92,419). Hasil ini menunjukkan bahwa efektivitas produksi akan meningkat, karena hanya satu tahap, yaitu mencampurkan beberapa simplisia untuk dijadikan ekstrak akan lebih efektif jika dibandingkan ekstraksi beberapa simplisia (beberapa tahapan) untuk kemudian dicampurkan.

Page 2 of 4 | Total Record : 36