cover
Contact Name
Muhammad Zeki
Contact Email
jis.industri@gmail.com
Phone
+6282362981984
Journal Mail Official
jis.industri@gmail.com
Editorial Address
Universitas Samudra Jl, Prof. Dr. Syarief Thayeb, Meurandeh Langsa Lama, Langsa City, Aceh 24354 Hp.082362981984
Location
Kota langsa,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Industri Samudra
Published by Universitas Samudra
ISSN : -     EISSN : 27977730     DOI : https://doi.org/10.55377/jis.v5i1
Fokus Jurnal ini adalah Teknik Industri tetapi tidak terbatas pada aspek Desain dan Pengukuran Kerja, Penelitian dan Analisis Operasi, Analisis Ekonomi Teknik, Teknik Fasilitas dan Manajemen Energi, Rekayasa Kualitas & Realibilitas, Faktor Ergonomi dan Manusia, Teknik dan Manajemen Operasi, Manajemen Rantai Pasokan, Teknik Manajemen, Keselamatan, Rekayasa Informasi, Desain dan Pengembangan Produk, dan Desain dan Rekayasa Sistem.
Articles 77 Documents
Analisis Beban Kerja Mental Karyawan Menggunakan Metode Nasa-TLX di PT. Teupin Lada Nur Adli; Bakhtiar, Bakhtiar; Syukriah, Syukriah
Jurnal Industri Samudra Vol 7 No 1 (2026): Jurnal Industri Samudra
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik. Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55377/jis.v7i1.14098

Abstract

Abstrak – PT. Teupin Lada merupakan perusahaan swasta yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit dan berlokasi di Kecamatan Julok, Kabupaten Aceh Timur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis beban kerja mental karyawan pada stasiun boiler, kamar mesin, rebusan, dan kernel menggunakan metode NASA-TLX (National Aeronautics and Space Administration Task Load Index). Kondisi kerja pada stasiun tersebut ditandai oleh suhu tinggi, kebisingan, tekanan kerja, serta tuntutan pengawasan mesin secara terus-menerus yang berpotensi menimbulkan kelelahan mental. Data yang digunakan terdiri atas data primer berupa observasi langsung dan kuesioner NASA-TLX yang diisi oleh sembilan responden, serta data sekunder berupa informasi pendukung dari perusahaan. Analisis dilakukan dengan menghitung bobot enam indikator NASA-TLX, yaitu kebutuhan mental, kebutuhan fisik, kebutuhan waktu, performansi, usaha, dan tingkat frustrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata beban kerja mental karyawan sebesar 79,1 yang termasuk dalam kategori tinggi. Indikator usaha menjadi faktor dominan dengan kontribusi sebesar 30,4%, diikuti oleh kebutuhan mental sebesar 22,2%. Berdasarkan perbandingan antarstasiun kerja, stasiun rebusan memiliki beban kerja mental tertinggi dengan nilai rata-rata NASA-TLX sebesar 82. Penelitian ini menunjukkan bahwa pekerjaan di stasiun rebusan menuntut beban mental dan fisik yang lebih besar dibandingkan stasiun lainnya akibat kompleksitas pengendalian tekanan uap, suhu, serta tingginya risiko kesalahan terhadap kualitas produksi. Oleh karena itu, perusahaan disarankan untuk melakukan pengaturan jam kerja dan istirahat, rotasi tugas, peningkatan keterampilan teknis, perbaikan kondisi lingkungan kerja, serta penerapan program manajemen stres guna menurunkan beban kerja mental karyawan. .
Analisis Kualitas Layanan IndiHome Menggunakan Metode SERVQUAL dan Improvement Gap Analysis (IGA) Pawitra, Theresia; Rinda Suryana, Yunika; Widada, Dharma
Jurnal Industri Samudra Vol 7 No 1 (2026): Jurnal Industri Samudra
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik. Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55377/jis.v7i1.14454

Abstract

Indihome (Indonesia Digital Home) is a service product that provides internet, television, and telephone services. As an internet service provider, IndiHome is expected to ensure that its customers receive the best possible service experience. In this study, the researcher analyzed the service quality delivered by IndiHome using the Servqual method to measure service quality and the Improvement Gap Analysis (IGA) method to identify priority attributes that require improvement. The results of the Servqual analysis showed that 15 service attributes had negative gaps, while 7 attributes had positive gaps. These attributes were then further analyzed using the IGA method, which classified them into four quadrants: 7 attributes were categorized in Quadrant I, 4 attributes in Quadrant II, 8 attributes in Quadrant III, and 3 attributes in Quadrant IV. A Z-Test was subsequently conducted to determine the significance of the gaps between customer perceptions and expectations. The results revealed that three attributes had significant gaps. These included the attribute stating that employees provide clear information regarding the certainty of service execution time, which was classified in Quadrant IV, as well as the attributes stating that IndiHome employees are always willing to help customers and consistently behave politely, both of which were classified in Quadrant I. Since all three attributes showed negative gaps, improvement recommendations were considered necessary. To formulate these recommendations, an analysis of the causes of Gap 5 was carried out by examining the contributing causes of Gap 1, Gap 2, Gap 3, and Gap 4.
Peran Analisis Swot untuk Menentukan Strategi Pengendalian Persedian Material di PT. Pertamina Hulu Rokan 1 – Rantau Field Maria Nasero Sinaga; Yusri Nadia
Jurnal Industri Samudra Vol 7 No 1 (2026): Jurnal Industri Samudra
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik. Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55377/jis.v7i1.14469

Abstract

Pengelolaan persediaan material merupakan salah satu aspek penting dalam mendukung kelancaran operasional industri minyak dan gas. Ketidakefisienan dalam pengendalian persediaan dapat menyebabkan keterlambatan produksi dan peningkatan biaya operasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengendalian persediaan material pada PT Pertamina Hulu Rokan Zona 1 Rantau Field dengan menggunakan metode SWOT. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan penyebaran kuesioner kepada pihak terkait. Analisis dilakukan dengan menggunakan pendekatan Internal Factor Analysis Summary (IFAS) dan External Factor Analysis Summary (EFAS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa posisi perusahaan berada pada kuadran I (agresif), sehingga strategi yang direkomendasikan adalah strategi SO (Strength-Opportunities) dengan memanfaatkan kekuatan internal untuk menangkap peluang eksternal. Implementasi strategi ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam pengendalian persediaan material.
Analisis Potensi Bahaya Pada Bagian Boiler Pembangkit Listrik Tenaga Uap Menggunakan Hirarc Untuk Mengurangi Kecelakaan Kerja Pramana, Adimas; Andriani, Meri
Jurnal Industri Samudra Vol 7 No 1 (2026): Jurnal Industri Samudra
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik. Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55377/jis.v7i1.14470

Abstract

Stasiun boiler pada industri pembangkit listrik tenaga uap merupakan area kerja dengan potensi bahaya tinggi. oleh karena itu, diperlukan analisis sistematis untuk meminimalkan risiko kecelakaan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi bahaya, menilai tingkat risiko, dan menentukan langkah pengendalian menggunakan metode Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control (HIRARC) pada PT. PLTU Pangkalan Susu. Hasil dan pembahasan menunjukkan terdapat empat aktivitas utama yang berpotensi menimbulkan bahaya, yaitu pada mesin coal feeder, burner furnace, fan unit, dan steam drum. Berdasarkan penilaian risiko, diperoleh dua aktivitas dengan kategori risiko sedang dan dua aktivitas risiko rendah. Pengendalian risiko dilakukan dengan penerapan hirarki pengendalian, meliputi rekayasa teknik, kontrol administratif, dan penggunaan alat pelindung diri (APD). Implementasi metode HIRARC terbukti efektif dalam meningkatkan keselamatan kerja dan menekan potensi kecelakaan di stasiun boiler. Hasil dari menggunakan metode HIRARC pada aktivitas boiler di PT. PLTU Pangkalan Susu, teridentifikasi 26 potensi bahaya yang terdiri atas bahaya fisik (46%), mekanik (35%), kimia (4%), dan ergonomi (15%). Sebagian besar bahaya bersumber dari unsafe condition (69%), sedangkan unsafe action sebesar 31%. Hasil penilaian risiko menunjukkan bahwa 73% bahaya termasuk kategori risiko rendah, 16% risiko sedang, dan 11% risiko tinggi. Risiko rendah didominasi oleh paparan kebisingan, debu batubara, terpeleset, suhu panas, dan manual handling, sementara risiko sedang dan tinggi terutama berasal dari paparan uap panas, suhu permukaan mesin, jatuh dari ketinggian, dan potensi kebakaran.
Analisis Ergonomi Stasiun Kerja Menggunakan Metode Quick Exposure Checklist (QEC) Pada PT. Rimba Kencana Abadi Erwandi, Muhammad Dwi Restu Keliat; Yusnawati, Yusnawati
Jurnal Industri Samudra Vol 7 No 1 (2026): Jurnal Industri Samudra
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik. Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55377/jis.v7i1.14499

Abstract

Penelitian kerja praktek ini dilakukan di PT. Rimba Kencana Abadi, sebuah perusahaan manufaktur kayu yang memproduksi veneer, triplek, dan produk sawmill. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat risiko ergonomi pada beberapa stasiun kerja menggunakan metode Quick Exposure Checklist (QEC). Data dikumpulkan melalui observasi langsung dan penyebaran kuesioner kepada pekerja pada 12 stasiun kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar stasiun kerja memiliki tingkat risiko ergonomi sedang hingga tinggi, dengan nilai exposure level di atas 50% dan bahkan mencapai lebih dari 90% pada beberapa area kerja seperti stasiun penurunan kayu dan pemotongan kayu. Keluhan yang paling umum dirasakan pekerja adalah nyeri punggung, nyeri leher, dan ketidaknyamanan pada pergelangan tangan. Oleh karena itu, diperlukan perbaikan ergonomi seperti redesain stasiun kerja, penyediaan alat bantu angkat, serta pelatihan postur kerja yang benar untuk mengurangi risiko gangguan muskuloskeletal dan meningkatkan produktivitas kerja
Integrasi Metode Reba Dan Gotrak Dalam Evaluasi Risiko Ergonomi Pada Pekerja Umkm Pindang Bandeng Cicinde Rahdiana, Nana; Suhara, Ade; Amallia, Amallia; Perdian Sahat Marihot, Louwis; Yanfahira Shafa, Kezia Yanfahira Shafa
Jurnal Industri Samudra Vol 7 No 1 (2026): Jurnal Industri Samudra
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik. Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55377/jis.v7i1.14507

Abstract

Manual work activities in the traditional food processing industry have the potential for high ergonomic risks owing to unergonomic work postures, repetitive movements, and the use of work facilities that do not comply with ergonomic principles. This study aimed to evaluate ergonomic risks in milkfish MSME workers through the integration of the Occupational Musculoskeletal Disorders (GOTRAK) questionnaire based on SNI 9011:2021 and the Rapid Entire Body Assessment (REBA) method. This study used a quantitative descriptive approach with a cross-sectional design. Data collection was carried out through observation of work activities, interviews, documentation, filling out GOTRAK questionnaires, and work posture analysis using the REBA method on 12 milkfish MSME workers. The research results show that the majority of workers experience musculoskeletal complaints in the neck (67%), waist (83%), arms (67%), calves (58%), and feet (75%) due to repetitive work activities and awkward position. The results of the work posture analysis showed that fish seasoning activities had the highest level of ergonomic risk, with a REBA score of 9, which is included in the high-risk category and requires immediate corrective action. The research results are also based on the research results, efforts are needed to improve ergonomics by adjusting work facilities, improving work posture, and proposing the use of sit-stand chairs for increasing comfort and reducing musculoskeletal disorders in milkfish MSME workers.
Analisis Pemborosan Waktu Proses Pada Stasiun Sterilizer Menggunakan Metode Lean Manufacturing di PKS Sharla Yashifa; Muhammad Zeki
Jurnal Industri Samudra Vol 7 No 1 (2026): Jurnal Industri Samudra
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik. Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55377/jis.v7i1.14547

Abstract

Pemborosan waktu proses pada stasiun sterilizer menggunakan pendekatan Lean Manufacturing di PKS Sawit Seberang. Stasiun sterilizer merupakan tahap penting dalam proses pengolahan kelapa sawit karena sangat mempengaruhi efisiensi ekstraksi minyak dan kualitas Crude Palm Oil (CPO). Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung serta pengukuran waktu pada setiap aktivitas proses. Metode analisis yang digunakan adalah Value Stream Mapping (VSM) untuk mengidentifikasi aktivitas yang tergolong Value Added (VA), Non Value Added (NVA), dan Necessary Non Value Added (NNVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih terdapat aktivitas non value added yang cukup signifikan, seperti waktu tunggu dan keterlambatan proses, yang menyebabkan rendahnya efisiensi produksi. Nilai Process Cycle Efficiency (PCE) yang diperoleh menunjukkan bahwa proses belum berjalan optimal dan masih memerlukan perbaikan. Usulan perbaikan yang diberikan meliputi pengurangan waktu tunggu antar proses, standarisasi prosedur kerja, peningkatan sistem perawatan mesin, serta optimalisasi metode kerja operator. Penerapan konsep Lean Manufacturing diharapkan mampu meningkatkan efisiensi proses produksi, mengurangi pemborosan, serta meningkatkan produktivitas perusahaan secara keseluruhan.