cover
Contact Name
Sutia Budi
Contact Email
sutia.budi@universitasbosowa.ac.id
Phone
+62852424900101
Journal Mail Official
jurnal.publician@universitasbosowa.ac.id
Editorial Address
Jl. Urip Sumoharjo Km. 4 Makassar Ruang KPS Administrasi Negara Gedung A Lt. 9 Kampus Universitas Bosowa Email: jurnal.publician@universitasbosowa.ac.id
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Publician: Journal of Public Service, Public Policy, and Administrastion
Published by Universitas Bosowa
ISSN : 28298330     EISSN : 28297695     DOI : https://doi.org/10.56326/jp.v2i1
PUBLICIAN: Journal of Public Service, Public Policy, and Administrastion merupakan jurnal ilmiah yang mempublikasikan hasil penelitian dan hasil pemikiran termasuk pengembangan dan review bidang Ilmu Administrasi Negara pada bidang Birokrasi dan Administrasi Pembangunan, Desentralisasi dan Otonomi Daerah, Kebijakan Publik dan Ekonomi, Manajemen Publik dan Pemerintahan; dan Fokus masalah lain yang berkaitan dengan kebijakan publik dan administrasi.
Articles 72 Documents
Implementasi Kebijakan Penanggulangan Covid-19 Di Desa Buntu Buda Kabupaten Mamasa Indra Gunawan Tama’Buku; Natsir Tompo; Juharni Juharni
Publician: Journal of Public Service, Public Policy, and Administrastion Vol. 1 No. 2 (2022): PUBLICIAN: Journal of Public Service, Public Policy, and Administrastion, Juli
Publisher : Program Studi Administrasi Negara Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/jp.v1i2.1535

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi kebijakan penanggulangan COVID-19 di Desa Buntubuda, Kecamatan Mamasa, Kabupaten Mamasa. Jenis penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskritif kualitatif dan menggunakan analisis data secara kualitatif dengan mengembangkan teori Kebijakan Weimer Dan Vining (1999:396) yang dikutip dari  (Ibrahim, 2018) dan teori  Implementasi Kebijakan Goerge C Edward III dalam Subarsono (2010) yang dikutip dari (Hasibuan et al., 2016). Dengan teknik pemilihan informan yaitu teknik Random Sampling. Teknik penggumpulan data yang digunakan meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian kemudian menyimpulkan bahwa Implementasi Kebijakan Penaggulangan COVID-19 di Desa Buntubuda Kecamatan Mamasa, Kabupaten Mamasa dilaksanakan dengan Langkah-langkah Sosialisasi keliling, Pembelakuan 3M, Pengadaan Sarana Pencucian tangan didalam desa dan dalam proses penyelenggaran kegiatan  terdapat faktor pendukung seperti penyediaan sarana 3M  dan penghambat seperti rendahnya kesedaran masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan dalam desa. This study aims to determine the implementation of the COVID-19 response policy in Buntubuda Village, Mamasa District, Mamasa Regency in The type of research used is a qualitative descriptive approach and uses qualitative data analysis by developing the Weimer Dan Vining Policy theory (1999:396) quoted from (Ibrahim, 2018) and George C Edward III's Policy Implementation theory in Subarsono (2010) quoted from (Hasibuan et al., 2016). The informant selection technique is the Random Sampling technique. Data collection techniques used include interviews, observation, and documentation. The results of the study then concluded that the Implementation of the COVID-19 Response Policy in Buntubuda Village, Mamasa District, Mamasa Regency was carried out with mobile outreach steps, 3M enforcement, Procurement of hand washing facilities in the village and in the process of organizing activities there were supporting factors such as the provision of 3M facilities and barriers. such as the low awareness of the community to comply with health protocols in the village
Peran Dinas Komunikasi Informatika Dan Persandian Dalam Mengelola Website Sebagai Sarana Public Relations Pada Pemerintah Daerah Kabupaten Bone Mulkhaeri Ikram; Marini Marini
Publician: Journal of Public Service, Public Policy, and Administrastion Vol. 1 No. 2 (2022): PUBLICIAN: Journal of Public Service, Public Policy, and Administrastion, Juli
Publisher : Program Studi Administrasi Negara Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/jp.v1i2.1536

Abstract

Pemerintah berbasis E-Government lekat dengan Hubungan masyarakat (Humas) yang berfungsi sebagai manajemen membangun dan mempertahankan hubungan yang baik dan bermanfaat untuk kedua belah pihak, hubungan atau interaksi ini mempengaruhi kesuksesan atau kegagalan organisasi tersebut. Olehnya itu, Pemerintah Daerah dituntut untuk menjalin hubungan dengan masyarakatnya melalui pemanfaatan website sebagai jalur komunikasi lain antara pemerintah dan masyarakat dengan menjalankan prinsip-prinsip humas. Kabupaten Bone merupakan salah satu daerah yang mengacu pada aturan perundang undangan pemerintah daerah dalam rangka mewujudkan E-Government. Teknik triangulasi data kemudian digunakan dalam penelitian ini, yaitu dangan menggabungkan 3 teknik pengumpulan data (observasi, wawancara dan dokumentasi) terhadap strategi dan efektivitas Diskominfo dalam mengelola website. Strategi yang dijalankan berdasarkan penetapan tujuan dan program serta sosialisasi mengenai manfaat website ke setiap SKPD dan masyarakat yang dilakukan Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Kabupaten Bone masih rendah. Masih banyaknya kecamatan dan desa yang belum terjangkau jaringan internet terutama wilayah pedalaman menjadikan efektivitas dari pengelolaan website belum terealisasi dengan baik. Oleh karena itu, sosialisasi dan penyebaran informasi kepada masyarakat dan peningkatan SDM perlu dilakukan sehingga kebutuhan informasi masyarakat bias terpenuhi dan melalui website ini akan terjalin seutuhnya hubungan antara masyarakat dan pemerintah E-Government-based government is attached to public relations (PUBLIC RELATIONS), which serves as manager to build and maintain good relationships and benefit both parties. These relationships or interactions affect the success or failure of the organization. Therefore, the Local Government is required to establish relations with its people through the use of the website as another line of communication between the government and the community by carrying out the principles of public relations. Bone Regency is one of the regions that refers to the laws and regulations of local governments in order to realize E-Government. Searches of websites belonging to the Bone Regency Local Government can be accessed through www.bone.go.id. Data triangulation techniques were then used in this study, which combines 3 data collection techniques (observation, interview, and documentation) against the strategy and effectiveness of Diskominfo in managing websites. The strategy carried out based on the determination of goals and programs and socialization about the benefits of the website to each SKPD and the community carried out by the Information Communication Office, and Persandian Bone Regency is still low. There are still many sub-districts and villages that have not been reached by internet networks, especially inland areas, making the effectiveness of website management not realized properly. Therefore, socialization and dissemination of information to the community and the improvement of human resources need to be done so that the information needs of the community can be met, and through this website will be fully established the relationship between the community and the government.
Upaya Pemerintah Dalam Penanganan Covid-19 Di Kelurahan Tamamung Kecamatan Panakukkang Kota Makassar Sesilia Claudya G. Kelen; Syamsuddin Maldun; Nurkaidah Nurkaidah
Publician: Journal of Public Service, Public Policy, and Administrastion Vol. 1 No. 2 (2022): PUBLICIAN: Journal of Public Service, Public Policy, and Administrastion, Juli
Publisher : Program Studi Administrasi Negara Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/jp.v1i2.1537

Abstract

Virus Corona atau Corona Virus Disease (Covid-19) Ditetapkan oleh organisasi kesehatan dunia  atau  World Health Organization (WHO) sebagai wabah pandemik global yang menyebabkan seluruh masyarakat menjadi takut dan resah. Laju penyebaran virus ini terbila ng sangat cepat serta masif sehingga membuat pemerintah, baik dari pemerintah pusat hingga pada tingkat terendah seperti kelurahan harus benar-benar sigap melakukan berbagai upaya dalam pencegahan serta penanggulangan terhadap virus tersebut. Upaya yang dilakukan pemerintah yaitu mengeluarkan kebijakan terkait penanganan wabah covid-19. Peneliti merasa penting untuk mengkaji upaya yang dilakukan pemerintah dalam menanggulangi covid-19 di tingkat kelurahan serta terkait dengan respon dari masyarakat dalam menanggapi kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode deduktif yang mengkaji fenomena secara umum untuk menemukan hasil secara spesifik. Dalam penelitian kualitatif analisis data menggunakan cara induktif yakni dari umum ke khusus. Data dalam penelitian ini didapat dari hasil wawancara dan juga dokumentasi. Kesimpulan dari penelitian ini ialah pemerintah kelurahan tetap menjalankan kebijakan berdasarkan prosedur yang ada. Masih kurangnya sosialisasi yang belum berjalan dengan maksimal diperlihatkan dengan beberapa masyarakat yang masih belum memahami beberapa kebijakan yang ada. Terjadi perubahan sikap pada masyarakat terkait respon dalam bentuk kognitif, afektif, dan konatif atau tindakan sejak hadirnya wabah covid-19 Corona Virus or Corona Virus Disease (Covid-19) is Defined by the World Health Organization (WHO) as a global pandemic that causes the whole community to be afraid and anxious. The rate of spread of this virus is quite fast and massive, so the government, both from the central government to the lowest level such as the sub-district, must be alert to make various efforts in the prevention and control of the virus. Efforts made by the government are to issue policies related to handling covid-19 outbreaks. Researchers feel it is essential to examine the efforts made by the government in tackling covid-19 at the sub-district level and related to the response from the community in response to policies issued by the government. This study uses a qualitative approach using deductive methods that examine the phenomenon, in general, to find results. In qualitative research, data analysis uses inductive methods, from available to specific. Data in this study were obtained from interviews and documentation. The conclusion of this study is that the village government still runs the policy based on existing procedures. There is still a lack of socialization that has not worked to the maximum, as is shown by some people who still do not understand some of the existing policies. There have been changes in attitudes in society related to responses in the form of cognitive, affective, and conative actions since the presence of the covid-19 outbreak
Pelaksanaan Program Penanganan Anak Jalanan Di Dinas Sosial Kota Makassar Yuniarti Miftahul Jannah; Natsir Tompo; Uddin B. Sore
Publician: Journal of Public Service, Public Policy, and Administrastion Vol. 1 No. 2 (2022): PUBLICIAN: Journal of Public Service, Public Policy, and Administrastion, Juli
Publisher : Program Studi Administrasi Negara Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/jp.v1i2.1538

Abstract

Masalah anak jalanan menjadi sorotan publik dan perlu perhatian pemerintah pusat dan daerah untuk mengatasinya. Anak jalanan merupakan masalah sosial yang keberadaannya seringkali dirasakan sangat tidak menyenangkan dan meresahkan banyak orang di mata masyarakat. Saat ini anak jalanan menjadi masalah yang serius terutama di Ibu Kota Provinsi dan Kota-kota besar termasuk Kota Makassar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi program penanganan anak jalanan di Kota Makassar serta metode pembinaan yang diberikan untuk penanganan anak jalanan di Kota Makassar. Informan penelitian ini terdiri dari Kepala Seksi Pembinaan Anak Jalanan dan Anak Jalanan. Jenis penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif. Teknik analisis data dilakukan dengan pengumpulan informasi melalui wawancara dan tahap akhir dengan menarik kesimpulan atau observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan yang diukur berdasarkan teori Charles O. Jones terkait indikator organisasi, intrepretasi dan aplikasi (penerapan) belum mampu diterapkan secara efektif oleh Dinas Sosial Kota Makassar. Metode pembinaan yang diberikan sesuai dengan Peraturan Daerah Kota Makassar Nomor 2 Tahun 2008 adalah pembinaan pencegahan, pembinaan lanjutan dan rehabilitas sosial. Dari hasil penelitian menunjukkan masih banyaknya anak jalanan yang berkeliaran ke jalanan untuk mengais rezeki juga masyarakat yang belum mengetahui larangan untuk tidak memberikan uang kepada anak jalanan The problem of street children is in the public spotlight and needs the attention of the central and local governments to overcome them. Street children are a social problem whose existence is often felt very unpleasant and disturbing many people in the eyes of society. Currently, street children are a serious problem, especially in provincial capitals and big cities, including Makassar City. This study aims to determine how the implementation of the program for handling street children in the city of Makassar and the method of guidance provided for the handling of street children in the city of Makassar. The informants of this study consisted of the Head of the Section for the Development of Street Children and Street Children. The type of research used is a descriptive qualitative approach. The data analysis technique is done by collecting information through interviews, and the final stage is by drawing conclusions or observations. The results showed that the implementation of policies measured based on Charles O. Jones' theory related to organizational indicators, interpretation, and application (application) had not been able to be applied effectively by the Makassar City Social Service. The coaching method provided in accordance with the Makassar City Regional Regulation No. 2 of 2008 is prevention, follow-up, and social rehabilitation. The results of the study, shows that there are still many street children who roam the streets to earn sustenance, as well as people who do not know the prohibition against giving money to street children
Implementasi Kebijakan Sistem Zonasi Bagi Tingkat Pendidikan Sekolah Menengah Pertama Di Kecamatan Enrekang Kabupaten Enrekang Rini Rini; Nining Haslinda Zainal; Ade Ferry Afrizal
Publician: Journal of Public Service, Public Policy, and Administrastion Vol. 1 No. 2 (2022): PUBLICIAN: Journal of Public Service, Public Policy, and Administrastion, Juli
Publisher : Program Studi Administrasi Negara Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/jp.v1i2.1539

Abstract

Sistem Kebijkan zonasi ini dilaksankan iala dengan tujuan yaitu melakukan pemerataan pendidikan yang ada, baik yang ada di desa atau yang ada di perkotaan sehinga tidak ada lagi sekolah yang di cap sebagai sekolag favorit.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat hasil dan dampak yang diterima baik dari siswa maupun guru setelah adanya penerapan kebijakan Sistem Zonasi Sekolah pada Tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kecamatan Enrekang Kabupaten Enrekang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Kualitatif. Penelitian ini mengambil data langsung di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Enrekang, SMPN 1 Enrekang, SMPN 2 Enrekang, SMPN 6 Enrekang dan SMPN 7 Enrekang yaitu dengan cara melakukan observasi langsung, wawancara dengan informan dan juga observasi pustakaProses analisis data yaitu dengan menggunakan teknik analisis deskriftif dengan melalui tiga alur, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kebijakan sistem zonasi sekolah pada tingkat SMP memberikan dampak bagi siswa-siswa yang ingin memilih sekolah yang mereka suka, dan juga dampaknya terhadap sekolah yang mengalami kebaruan dan berakibat kepada guru yang kekurangan ajam mengajar. This zoning policy system is implemented with the aim of distributing the existing education, both in villages and in urban areas, so that no more schools are labeled as favorite schools by students and teachers after the implementation of the School Zoning System policy at the Junior High School (SMP) Level in Enrekang District, Enrekang Regency. This study used qualitative research methods. This study took direct data at the Enrekang Regency Education Office, SMPN 1 Enrekang, SMPN 2 Enrekang, SMPN 6 Enrekang, and SMPN 7 Enrekang, namely by conducting direct observations, interviews with informants, and also library observations. The data analysis process is done by using descriptive analysis techniques through three paths, namely data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of this study indicate that the school zoning system policy at the junior high school level has an impact on students who want to choose the school they like and also has an impact on schools experiencing novelty and resulting in teachers who lack teaching hours
Efektivitas Penerapan Absensi Fingerprint Terhadap Kinerja Aparatur Sipil Negara Pada Kantor Badan Pengelola Keuangan Dan Aset Daerah Kabupaten Toraja Utara Ujhi Dwiyanti; Ade Ferry Afrizal; Nining Haslinda Zainal
Publician: Journal of Public Service, Public Policy, and Administrastion Vol. 1 No. 2 (2022): PUBLICIAN: Journal of Public Service, Public Policy, and Administrastion, Juli
Publisher : Program Studi Administrasi Negara Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/jp.v1i2.1541

Abstract

Fingerprint adalah salah satu program pemerintah yang hadir sebagai solusi yang dianggap dapat menyelesaikan atau meminimalisirmasalah disiplin kehadiran pegawai. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauhmana pengaruh absensi fingerprint dalam meningkatkan kinerja dan kedisiplinan pegawai serta cara mengatasi masalah indisipliner pegawai pada kantor Badan Pengelola Keuangan dan Asset Daerah Kabupaten Toraja Utara. Penelitian ini mengambil data di kantor Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Toraja Utara dengan cara melakukan observasi langsung, wawancara dengan informan dan observasi pustaka dengan mengambil data yang penting di bidang kepegawaian dan program. Proses analisis data menggunakan teknik analisis dan deskriptif dengan melalui tiga alur penerapan yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpula/verifikasi data. Hasil Penelitian ini menunjukan bahwa kinerja dan kedisiplinan pegawai tidak akan berpengaruh terhadap penerapan absensi fingerprint jika bukan kesadaran dari diri pegawai. Hal ini berarti bahwa semakin tinggi kesadaran pegawai akan ketaatan pada jam kerja maka semakin tinggi pula kinerja yang dicapai serta efektifnya absensi fingerprint digunakan dalam peningkatan kinerja The fingerprint is one of the government programs that are present as a solution that is considered to be able to solve or minimize employee attendance discipline problems. The purpose of this study was to determine the extent of the influence of fingerprint absenteeism in improving employee performance and discipline and how to overcome employee disciplinary problems at the Regional Financial and Asset Management Agency office of North Toraja Regency. This study collects data at the office of the Regional Financial and Asset Management Agency of North Toraja Regency by conducting direct observations, interviews with informants, and library observations by taking important data in the field of staffing and programs. The data analysis process uses analytical and descriptive techniques through three application paths, namely data reduction, data presentation, and conclusion drawing/data verification. The results of this study indicate that employee performance and discipline will not affect the application of fingerprint attendance if it is not employee awareness. This means that the higher the employee's awareness of compliance with working hours, the higher the performance achieved and the effectiveness of fingerprint attendance in improving performance
Efektivitas Pembinaan Narapidana Anak Di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Maros Ahmad Syafar AR Shaleh; Syamsuddin Maldun; Juharni Juharni
Publician: Journal of Public Service, Public Policy, and Administrastion Vol. 1 No. 2 (2022): PUBLICIAN: Journal of Public Service, Public Policy, and Administrastion, Juli
Publisher : Program Studi Administrasi Negara Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/jp.v1i2.1545

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Efektivitas pelaksanaan pembinaan narapidana anak di LPKA Kelas II Maros dan model pembinaannya.  Anak adalah bagian dari generasi muda yang memiliki peran strategis sebagai generasi penerus sebuah bangsa. Anak sebagai kekuatan potensial dan menumbuhkan kehidupan berkelanjutan, maka diperlukan pembinaan secara terus menerus, pertumbuhan dan perkembangan fisik, mental dan sosial serta perlindungan dari segala kemungkinan yang akan membahayakan anak di masayang akan datang. Meningkatnya kasus kriminal yang dilakukan oleh anak menyebabkan semakin pentingnya peran pembinaan. Pembinaan yang dilakukan di LPKA Kelas II Maros dengan tujuan agar narapidana sadar akan perbuatannya dan bisa kembali dilingkungan masyarakat seperti anak pada umumnya. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh suatu masalah yaitu, bagaimana pelaksanaan pembinaan narapidana anak di LPKA Kelas II Maros dan bagaimana model pembinaan narapidana anak di LPKA Kelas II Maros. Penelitian yang dilakukan di LPKA Kelas II Maros ini menggunakan jenis dan tipe penelitian kualitatif deskriptif, metode pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian melalui wawancara dan observasi diketahui bahwa pelaksanaan pembinaan narapidana anak di LPKA Kelas II Maros sudah efektif. Pembinaan efektif karena tujuan dari pembinaan sudah tercapai hanya saja masalah belum terpisahnya narapidana dewasa di LPKA Kelas II Maros. Dan model pembinaan di LPKA Kelas II Maros sudah dilakukan dengan baik terbukti dengan adanya kerja sama dari pihak luar LPKA This study aims to determine the effectiveness of the implementation of fostering child prisoners in LPKA Class II Maros and the coaching model. Children are part of the younger generation who have a strategic role as the next generation of a nation. Children as potential strengths and foster a sustainable life. It is necessary to continuously promote physical, mental, and social growth and development and protect from all possibilities that will harm children in the future. The increasing number of criminal cases committed by children has led to the growing importance of the role of coaching. The guidance is carried out at the Class II LPKA Maros with the aim that inmates are aware of their actions and can return to the community like children in general. This research is motivated by a problem, namely, how is the implementation of fostering child prisoners in LPKA Class II Maros and how is the model for fostering child prisoners in LPKA Class II Maros. This research was conducted at LPKA Class II Maros using descriptive qualitative research types and methods of collecting data through interviews, observation, and documentation. Based on the results of research through interviews and comments, it is known that the implementation of fostering child prisoners in LPKA Class II Maros has been effective. Coaching is effective because the purpose of the coaching has been achieved, but the problem is that adult prisoners in LPKA Class II Maros have been carried out well, as evidenced by the cooperation from parties outside LPKA
Kampanye Love Myself Oleh Bts (Beyond The Scene) Dalam Meminimalisir Prilaku Perundungan Di Kalangan Remaja Di Indonesia Tandi Datu Velia; Rosnani Rosnani
Publician: Journal of Public Service, Public Policy, and Administrastion Vol. 2 No. 1 (2023): PUBLICIAN: Journal of Public Service, Public Policy, and Administrastion, Janua
Publisher : Program Studi Administrasi Negara Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/jp.v2i1.1546

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kampanye Love Myself oleh BTS (Beyond The Scene) dalam meminimalisir prilaku perundungan di kalangan remaja di Indonesia. Dalam penelitian ini di gunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data yang dilakukan oleh penulis adalah dengan cara melakukan studi pustaka dengan melihat jurnal, artikel, mengunjungi website resmi pemerintah atau organisasi Internasional dan buku-buku yang berkaitan dengan objek penelitian. Teknik analisis data dengan menggunakan teknis analisis data kualitatif yang diperoleh melalui penelitian telaah pustaka. Hasil temuan dari penelitian ini adalah bahwa BTS (Beyond The Scane) sebagai jembatan UNICEF dalam menyampaikan isi pesan kampanye global Love Myself telah berhasil. BTS (Beyond The Scene) dan UNICEF telah melakukan berbagai upaya secara meluas atau global dengan mewujudkan visi misi kampanye Love Myself ini dan hal itu diterima baik oleh para penggemar BTS (Beyond The Scene) yang disebut ARMY (Adorable Representative M.C For Youth) terkhususnya pada ARMY Indonesia di Medan dimana mereka menerima dengan baik pesan-pesan yang disampaikan oleh BTS (Beyond The Scene) serta merekapun menerapkan isi pesan kampanye Love Myself didalam diri mereka The research in this thesis aims to find out: How is the Love Myself campaign by BTS (Beyond The Scene) in minimizing bullying behavior among teenagers in Indonesia? This study used descriptive qualitative research methods. Data collection carried out by the author is by conducting a literature study by viewing journals, and articles, and visiting official websites of government or international organizations, and books related to the object of research. Data analysis techniques using technical analysis of qualitative data obtained through literature review. The findings of this study are that BTS (Beyond The Scene) as a UNICEF bridge in conveying the contents of the Love Myself global campaign message has been successful. BTS (Beyond The Scene) and UNICEF have made various efforts widely or globally by realizing the vision and mission of the Love Myself campaign and it was well received by BTS (Beyond The Scene) fans called ARMY (Adorable Representative M.C For Youth), especially on ARMY Indonesia in Medan where they received well the messages conveyed by BTS (Beyond The Scene) and they also implemented the contents of the Love Myself campaign message within themselves.
Peran Pemerintah Desa Dalam Rangka Menjaga Kearifan Lokal Di Desa Sorowako Kecamatan Nuha Kabupaten Luwu Timur Saum Ramadhan Rusmana; Nining Haslinda Zainal; Ade Ferry Afrisal
Publician: Journal of Public Service, Public Policy, and Administrastion Vol. 1 No. 2 (2022): PUBLICIAN: Journal of Public Service, Public Policy, and Administrastion, Juli
Publisher : Program Studi Administrasi Negara Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/jp.v1i2.1547

Abstract

Kearifan lokal merupakan salah satu ciri khas dari setiap daerah yang ada di Indonesia seperti yang dimaksud UU No.5 Tahun 2017 tentang pemajuan kebudayaan. Maka dari peran pemerintah desa juga diperlukan sesuai dengan UU No.6 Tahun 2014 tentang peran pemerintah desa. Desa Sorowako   memiliki kearifan lokal yang beraneka ragam akan tetapi, peneilitain hanya terfokus pada pelestarian danau purba (danau matano) serta hewan endemiknya, taman, warisan seni dan Bahasa asli sorowako. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif yang berlokasi di desa sorowako, kecamatan nuha, kabupaten luwu timur. Saat ini pemerintah desa belum bisa memberikan peran yang maksimal terhadap pelestarian kearifan lokal. Hal ini dapat dilihat karena tidak adanya peraturan dari desa tentang pelestarian kearifan lokal, meskipun desa memiliki misi tentang menumbuh kembangkan potensi kepariwisataan serta melestarikan seni dan budaya di desa sorowako. Dilihat dari program yang ada pada desa tidak berjalan begitu efektif dalam memenuhi sasarannya, desa kekurangan dana, kekurangan sumber daya, pemerintah desa berusaha semaksimal mungkin untuk berlaku adil dalam pelestarian kearifan lokal dalam beberapa agenda pembangunannya dalam pelibatan pihak swasta. Kebijakan yang ada sudah cukup memenuhi kebutuhan dan golongan tertentu dalam masyarakat, hanya saja yang menjadi kekurangan adalah pelestarian pada bidang kesenian Local wisdom is one of the characteristics of every region in Indonesia, as referred to in UU No.5 Tahun 2017 concerning Pemajuan Kebudayaan. So the role of the village government is also needed following UU No 6 Tahun 2014 concerning the Peran Pemerintah Desa. The village of Sorowako has various local pearls of wisdom. However, the research only focuses on the preservation of the ancient lake (Lake Matano) and its endemic animals, parks, art heritage, and the native language of Sorowako. This research uses descriptive qualitative research, located in Sorowako village, Nuha district, East Luwu district. Currently, the village government has not been able to give a leading role in the preservation of local wisdom. This can be seen in the absence of regulations from the village regarding the preservation of local wisdom, even though the village has a mission of growing and developing tourism potential and preserving arts and culture in Sorowako village. Judging from the existing programs in the village that are not running very effectively in meeting their targets, the village is short of funds and lacks resources, and the village government is trying its best to be fair in preserving local wisdom in some of its development agendas in involving private parties. The existing policies are sufficient to meet the needs of certain groups in society. The only thing that is lacking is the preservation of the arts
Pembelajaran Online Di Kecamatan Cenrana Kabupaten Maros: Studi Pada SDN No. 186 Inpres Bontomanai M. Alfian F. B; Nining Haslinda; Natsir Tompo
Publician: Journal of Public Service, Public Policy, and Administrastion Vol. 2 No. 1 (2023): PUBLICIAN: Journal of Public Service, Public Policy, and Administrastion, Janua
Publisher : Program Studi Administrasi Negara Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/jp.v2i1.2182

Abstract

Sejak merabahnya wabah covid-19 di akhir trahun 2019 pemerintah pun mecari inovasi baru dalam dunia pendidikan dengan menerapkan sistem pembelajaran jarak jauh\aynag di singkat BDR. Pelaksanaa belajar jauh diatur dalam peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan mengeluarkan Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020, yang mengusulkan agar semua kegiatan di lembaga pendidikan dilaksanakan dengan jarak jauh dan semua materi diberikan dari rumah masing-masing. Tujuan penerapan Belajar Dari Rumah (BDR) yang tertuang dalam surat edaran ini adalah menjamin terpenuhinya hak peserta didik dalam memperoleh layanan pendidikan pada masa darurat Covid-19, menjaga satuan pendidikan dari dampak negatif Covid-19, mencegah penularan dan menyebarnya Covid-19 di Indonesia, satuan pendidikan, dan menjamin terpenuhinya dukungan psikososial pendidik, siswa, dan orang tua. Pilihan tersebut dilaksanakan untuk memutuskan mata rantai Covid-19 semaksimal mungkin dalam situasi saat ini, sambil tetap berusaha memberikan layanan pendidikan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keberhasilan strategi pembelajaran sistem online terkhusus pada SDN 186 Impres Bontomanai dan bagaimana kesiapan para siswa SDN 186 Impres Bontomanai dalam mengikuti sistem pembelajarn online tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif  dengan menggunakan metode deduktif yang mengkaji fenomena secara umum untuk menemukan hasil secara spesifik melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam tahapan pelaksana pembeljaran online sekolah melakukan observasi pada siswa yang memiliki tempat tinggal jauh dari sekolaah dan kurang baiknya faktor pendukkung dalam pengaplikasian pembelajaran online tersebut da;am hal ini jaringan yang kurang  baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan startegi kebijakan dalam penerapan siswa mempunyai inisiatif untuk tetap mendukung kegiatan belajar online, namun cukup berat untuk menyesuaikan aturan pembelajaran online ini, dikarnakan proses pembelajran online muncul rasa malas terhadap dirinya. Dapat digeneralisasikan kalau ada efek yang membuat menerunya pembelajaran siswa bukan dikarnakan belajar online akan tetapi lebih kepada perangkat pendukung pengaplikasian sistem belajar online mulai dari, jaringan internet, smart android bagi guru dan siswa serta jubnis penggunaan aplikasi belajar online yang sedikit saja yang paham. Faktor yang mempengaruhi kesiapan dalam kebijakan program pembelajaran sistem pembelajran online, ditujukan konstitensidisnik kabupaten dalam mendukung pelaksaan sistem pembelajaran online serta para guru dan siswa SDN 186 Impres Bonto Manai. Evektifitas atau daya tanggap terhadap  strategi penerapan proses belajar online, terlihat kepada kepedulian pemerintah terhadap kebutuhan dan kepentingan masyarakat dalam menyesuaikan arahan dari pemerintah pusat ataupun pemerintah daerah Since the outbreak of the covid-19 outbreak at the end of 2019 the government has also been looking for new innovations in the world of education by implementing a distance learning system, abbreviated as BDR. The implementation of distance learning is regulated in the regulation of the Minister of Education and Culture issuing Circular Letter Number 4 of 2020, which proposes that all activities in educational institutions be carried out remotely and all materials are provided from their respective homes. The purpose of implementing Learning From Home (BDR) contained in this circular is to ensure the fulfillment of the rights of students to obtain educational services during the Covid-19 emergency, protect educational units from the negative impacts of Covid-19, prevent the transmission and spread of Covid-19 in Indonesia, educational units, and ensure the fulfillment of psychosocial support for educators, students, and parents. This choice was carried out to break the Covid-19 chain as much as possible in the current situation, while still trying to provide educational services. The purpose of this study was to determine the success of the online system learning strategy, especially at SDN 186 Impres Bontomanai and how prepared the students of SDN 186 Impres Bontomanai were in participating in the online learning system. This study uses a qualitative approach using a deductive method that examines phenomena in general to find specific results through interviews, observation and documentation. The results showed that in the stage of implementing online learning the school made observations on students who had a place to live far from school and the lack of supporting factors in the application of online learning in this case the network was not good. The results showed that the success of the policy strategy in implementing students had the initiative to continue to support online learning activities, but it was quite difficult to adjust these online learning rules, because the online learning process appeared lazy towards them. It can be generalized if there is an effect that makes student learning progress not due to online learning but rather to supporting devices for the application of online learning systems ranging from internet networks, smart androids for teachers and students as well as the department of using online learning applications that few understand. Factors influencing readiness in the policy of online learning system learning programs, aimed at the district constituency in supporting the implementation of the online learning system as well as teachers and students at SDN 186 Imppres Bonto Manai. The effectiveness or responsiveness of the strategy for implementing the online learning process can be seen in the government's concern for the needs and interests of the community in adjusting the direction of the central government or local government