cover
Contact Name
Sutia Budi
Contact Email
sutia.budi@universitasbosowa.ac.id
Phone
+62852424900101
Journal Mail Official
jurnal.publician@universitasbosowa.ac.id
Editorial Address
Jl. Urip Sumoharjo Km. 4 Makassar Ruang KPS Administrasi Negara Gedung A Lt. 9 Kampus Universitas Bosowa Email: jurnal.publician@universitasbosowa.ac.id
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Publician: Journal of Public Service, Public Policy, and Administrastion
Published by Universitas Bosowa
ISSN : 28298330     EISSN : 28297695     DOI : https://doi.org/10.56326/jp.v2i1
PUBLICIAN: Journal of Public Service, Public Policy, and Administrastion merupakan jurnal ilmiah yang mempublikasikan hasil penelitian dan hasil pemikiran termasuk pengembangan dan review bidang Ilmu Administrasi Negara pada bidang Birokrasi dan Administrasi Pembangunan, Desentralisasi dan Otonomi Daerah, Kebijakan Publik dan Ekonomi, Manajemen Publik dan Pemerintahan; dan Fokus masalah lain yang berkaitan dengan kebijakan publik dan administrasi.
Articles 72 Documents
Kinerja Penyuluh Di Balai Penuluh Pertanian Kecamatan Tojo Kabupaten Tojo Una-Una Aprely, Tiara; Nurkaidah, Nurkaidah; Tompo, Natsir
Publician: Journal of Public Service, Public Policy, and Administrastion Vol. 3 No. 1 (2024): PUBLICIAN: Journal of Public Service, Public Policy, and Administrastion, Janua
Publisher : Program Studi Administrasi Negara Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/jp.v3i1.4132

Abstract

Kualitas pengembangan pengetahuan petani sepenuhnya tergantung pada seberapa baik penyuluh menjalankan perannya membimbing petani di bidang pertanian. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan pelayanan penyuluh dalam pemekaran kelompok tani  dan upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kinerja penyuluh.. Dalam penelitian ini digunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian terhadap kinerja penyuluh pertanian di Balai Penyuluhan Pertanian Kabupaten Tojo Una-Una Kabupaten Tojo dapat disimpulkan bahwa kinerja pelayanan masih memiliki indikator yang tidak konsisten dari segi prosedur. dan tidak mendukung layanan itu sendiri, yang mengakui bahwa penyuluh yang bertanggung jawab baik dalam respon dan pelatih pertanian di daerah tersebut tidak secara aktif menjangkau anggota kelompok tani dan menjadi petani bersertifikat. wawancara kelompok di lapangan. tidak memberikan kontribusi yang baik bagi kelompok tani. Kegiatan ini berjalan dengan baik antara penyuluh dan anggota kelompok tani (masyarakat) dalam hal penampilan, keandalan, kualifikasi, keterampilan dan pengetahuan penyuluh, serta kemudahan akses yang digunakan petani untuk berkomunikasi dengan pertanian. petugas penyuluh pertanian. Kinerja penyuluhan pertanian belum sepenuhnya dilaksanakan, dan masih terdapat beberapa indikator yang belum mendukung. The quality of farmers' knowledge development depends entirely on how well extension workers carry out their role in guiding farmers in the agricultural sector. The research aims to determine the implementation of extension services in the expansion of farmer groups and the efforts made to improve the performance of extension agents. In this research a qualitative method was used with a descriptive approach through interview, observation and documentation techniques. Based on the results of research on the performance of agricultural instructors at the Agricultural Extension Center of Tojo Una-Una Regency, Tojo Regency, it can be concluded that service performance still has inconsistent indicators in terms of procedures. and does not support the service itself, which recognizes that the extension workers responsible for both response and agricultural trainers in the area are not actively reaching out to farmer group members and becoming certified farmers. group interviews in the field. does not make a good contribution to farmer groups. This activity went well between the extension workers and members of farmer groups (community) in terms of appearance, reliability, qualifications, skills and knowledge of the extension workers, as well as ease of access used by farmers to communicate with agriculture. agricultural extension officer. The performance of agricultural extension has not been fully implemented, and there are still several indicators that are not yet supportive.
Kepemimpinan Wanita Pada Yayasan Aksa Mahmud Di Makassar Provinsi Sulawesi Selatan Paputungan, Vinky Livari; Nurkaidah, Nurkaidah; Mustapa, Zainuddin
Publician: Journal of Public Service, Public Policy, and Administrastion Vol. 3 No. 1 (2024): PUBLICIAN: Journal of Public Service, Public Policy, and Administrastion, Janua
Publisher : Program Studi Administrasi Negara Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/jp.v3i1.4133

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui strategi kepemimpinan dan faktor penghambat dan faktor pendukung di Yayasan Bosowa Education. Informan penelitian ini adalah pemimpin-pemimpin wanita di Yayasan Bosowa Education. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif.  Hasil penelitian ini adalah keberhasilan pemimpinan wanita dalam strategi kepemimpinan yang cukup efektif dan efisien. Para pemimpin perempuan dilingkup Bosowa Education menjalankan tugas dengan profesionalisme dan menjalankan tugas sesuai kapasitas tanpa merasa tersisih meskipun seorang perempuan tapi mampu memimpin dan menjalankan tugas dengan baik. Hal ini bisa dilihat dari pencapaian Univesitas Bosowa. Kemudian Faktor penghambat dalam kinerja pemimpin wanita dilingkup Bosowa Education berdasarkan hasil penelitian ini hanya perubahan situasi atau keadaan yang dapat menjadi hambatan dilingkungan kerja. Sedangkan faktor pendukung kinerja pemimpin perempuan dilingkup Bosowa Education yang pertama adalah kedisiplinan dalam bekerja. Dengan selalu datang tepat waktu baik itu dihari kerja ataupun pada saat rapat kerja sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan. Kemudian yang kedua yaitu loyalitas kerja sebagai pemimpin ditempat bekerja sekaligus sebagai seorang istri dan ibu dalam rumah tangga. Dimana para pemimpin perempuan ini mampu menjalankan 2 peran sekaligus dengan menyelesaikan pekerjaan secara profesionalisme dalam bekerja. This research aims to determine leadership strategies and inhibiting and supporting factors at the Bosowa Education Foundation. The informants for this research were female leaders at the Bosowa Education Foundation. This research uses qualitative research methods with a descriptive approach. The results of this research are the success of women's leadership in leadership strategies that are quite effective and efficient. The female leaders within Bosowa Education carry out their duties with professionalism and carry out their duties according to their capacity without feeling marginalized even though they are women but are able to lead and carry out their duties well. This can be seen from the achievements of Bosowa University. Then, the inhibiting factor in the performance of female leaders within Bosowa Education, based on the results of this research, is only changes in situations or circumstances that can become obstacles in the work environment. Meanwhile, the first factor supporting the performance of female leaders within Bosowa Education is discipline at work. By always arriving on time, whether on weekdays or at work meetings according to the appointed time. Then the second is work loyalty as a leader at work as well as a wife and mother in the household. Where these female leaders are able to carry out 2 roles at once by completing work professionally at work.
Pengelolaan Barang Inventaris Milik Daerah Pada Kantor Sekretariat Daerah Kota Bau – Bau Provinsi Sulawesi Tenggara Oktoreza, Yayuk Mentari Rahayul; Tompo, Natsir; Mustapa, Zainuddin
Publician: Journal of Public Service, Public Policy, and Administrastion Vol. 3 No. 1 (2024): PUBLICIAN: Journal of Public Service, Public Policy, and Administrastion, Janua
Publisher : Program Studi Administrasi Negara Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/jp.v3i1.4134

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui pemanfaatan barang inventarisasi milik daerah pada Kantor Sekretariat Daerah Kota Bau-Bau, Provinsi Sulawesi Tenggara dan mengetahui pengawasan barang inventarisasi milik daerah pada Kantor Sekretariat Daerah Kota Bau-Bau, Provinsi Sulawesi Tenggara.  Dengan menggunakan metode Deksriptif dengan pendekatan kualitatif dimaksudkan dapat menggali informasi sebanyak mungkin dari masalah penelitian. Hasil Penelitian Pemanfataan adalah pendayagunaan Barang Milik Daerah yang tidak digunakan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi pada sekretariat Daerah Kota Bau-Bau dan/atau optimalisasi Barang Milik Daerah dengan tidak mengubah status kepemilikannya; Kendala yang di hadapai dalam pemanfaatan barang inventaris milik daerah pada kantor sekretariat daerah Kota Bau-Bau saat ini hanya terkendala di anggaran pemeliharaan.  dimana pemliharaan adalah kegiatan atau tindakan yang dilakukan agar semua barang milik daerah selalu dalam keadaan baik dan siap untuk digunakan secara berdaya guna dan berhasil guna. The aim of the research is to find out the utilization of regionally owned inventory items at the Regional Secretariat Office of Bau-Bau City, Southeast Sulawesi Province and to find out the supervision of regionally owned inventory items at the Regional Secretariat Office of Bau-Bau City, Province Southeast Sulawesi. By using descriptive methods with a qualitative approach it is intended to be able to dig up as much information as possible from the research problem. The results of the Utilization Research are the utilization of Regionally Owned Goods which are not used in accordance with the main tasks and functions of the Bau-Bau City Regional Secretariat and/or optimizing Regionally Owned Goods by not changing them. ownership status; The obstacles faced in the utilization of regional inventory at the Bau-Bau City regional secretariat office are currently only limited by the maintenance budget. where maintenance is an activity or action carried out so that all regional property is always in good condition and ready to be used efficiently and effectively.
Indeks Kepuasan Masyarakat Terhadap Pelayanan Perizinan Berbasis Aplikasi OSS Di Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Pinrang Wahyudi, Yusril Iman; Zainal, Nining Haslinda; Afrisal, Ade Ferry
Publician: Journal of Public Service, Public Policy, and Administrastion Vol. 3 No. 1 (2024): PUBLICIAN: Journal of Public Service, Public Policy, and Administrastion, Janua
Publisher : Program Studi Administrasi Negara Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/jp.v3i1.4135

Abstract

Pada dasarnya sistem pemerintahan Indonesia menempatkan pelayanan sebagai landasan untuk meningkatkan hubungan birokrasi antara negara dan masyarakat, yang ditempatkan dalam sistem pemerintahan pelayanan sebagai wujud pencapaian tujuan bersama yang tentunya perlu mendapat perhatian khusus dalam rangka mencapai cita-cita bangsa Pemerintah wajib memberikan pelayanan publik dalam rangka memenuhi hak-hak warga negara. dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang pelayanan publik pada pasal 2 disebutkan bahwa pelayanan publik dimaksudkan untuk memberikan kepastian hukum dalam hubungan antara masyarakat dan penyelenggara dalam pelayanan publik (Manajemen Pelayanan Publik, 2017). Seiring dengan perkembangan dari teknologi dan adanya ntuntutan pelayanan masyarakat, unit pelaksana pelayanan publik diharapkan dapat terus memenuhi harapan masyarakat dalam memberikan pelayanan yang baik. Penelitian ini dilakukan untuk mengukur kepuasan masyarakat berdasarkan dengan KepMenpan No 25 tahun 2004 mengenai indeks kepuasan masyarakat terdapat 14 indikator dan memiliki perbedaan dengan penelitian sebelumnya yaitu pada penelitian ini menambahkan poin aplikasi OSS. Penelitian ini menggunakan pendekatan mix method dengan mengkaji fenomena dengan mengkombinasi metode kuanitatif dan kualitatif, penelitian ini secara umum untuk menemukan hasil secara spesifik melalui wawancara, observasi dokumentasi dan menerjemahkan angka menajdi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam penerapan aplikasi oss dengan melihat mutu pelayanan dan kinerja/kualitas pelayanan berkategori A yaitu sangat baik mutu pelayanan sehingga masyarakat kabupaten pinrang yang melakukan pengurusan perizinan merasa dimudahkan dengan arahan dan pelayanan yang ada dikantor DPMPTSP Kab Pinrang. Ini dibuktikan dari 14 indikator pelayanan yang diteliti melalui pembagian kuesioner yang dilakukan penulis bahwa nilai interval IKM semua diatas 3,00 berkategori A sangat baik.Mengenai hambatan masyarakat yang melakukan pengurusan perizinan di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Pinrang dalam penerapan aplikasi OSS yaitu jaringan dalam mengakses aplikasi OSS, sehingga pengarahan yang dilakukan oleh petugas sudah maksimal padahal kendalanya terdapat pada jaringan sehingga pelayanan petugas dalam mengarahkan masyarakat terkait penggunaan aplikasi OSS disana sudah sesuai dengan sistem pelayanan dan prosedur pelayanan pada kantor DPMPTSP Kab Pinrang.
Peran Lembaga Adat Dalam Pembangunan Desa Balla Satanetean Kec. Balla Kab. Mamasa Silvani D, Lili Ayu; Maldun, Syamsuddin; Nurkaidah, Nurkaidah
Publician: Journal of Public Service, Public Policy, and Administrastion Vol. 2 No. 2 (2023): PUBLICIAN: Journal of Public Service, Public Policy, and Administrastion, Juli
Publisher : Program Studi Administrasi Negara Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/jp.v2i2.4139

Abstract

Peran lembaga adat di desa Balla Satanetean Kecamatan Balla, Kabupaten Mamasa hanya sebagai symbol di desa  terkhusu dalam nunjang proses pembangunan di desa mereka belum berperan aktif. Karena Mereka tidak mengetahi fungsi mereka di desa di bentuk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagai mana peran lembaga adat dalam pemangunan fisik desa, pembangunan SDM, pemberdayaan masyaraka dan peningkatan produktivitas. Metode penelitian yang di gunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Pengumpulan data menunggukan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Selanjutnya data di analisi secara kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa yang pertama, peran lembaga adat dalam pembangunan fisik desa karena lembaga kurang memahani fungsi dan perannya sehingga baik dalam proses perenanaa dan proses pengawasan lembaga adat kurang aktif karena lembaga adat desa sering kalai lalai jika ada undangan rapat dari kantor desa. Kedua, peran lembaga adat pembangunan SDM desa kurang efekif di karenakan lembaga adat Desa Balla Satanetean Tidak mengetahu peran dan fungsi,jadi dalam SDM desa lembaga adat tidak pernah berperan sama sekali dan kurangnya anggaran dana sehingga lembagaa adat tidak pernah melalukan kegiatan apapun. Ketiga, peran lembaga adat dalam meningkatkan partisipasi masyarakat juga kurang efektif karna seperti yang di lihat dari daftar hadir ketika desa melaksanakan rapat yang mengundang masyarakat, masyarakat kurang aktif  di karena lembaga adat tidak pernah mengadakan sosialisa ke Masyarakat tentang pentingnya peren masyarakat dalam proses pembangunan desa. Kegiatan sosialisasi tidak pernah di adakan di kerenakan tidak adanya anggaran dana yang di perikan oleh aparat Desa Balla Satanetean ke pada Lembaga Adat Desa. Keempat peran lembaga adat dalam peningkatan produktivitas kurang efektif karna di lihat dari SDM  di desa juga tidak berjalan dengan baik sehingga untuk bidang produktitas tidak berjalan dengan baik. Jadi kesimpulan yang di peroleh dari hasil penelitian ini adalah Lembaga Adat di Desa Balla Satanetean hanya sebagai symbol saja karena mereka tidak menjalankan fungsinya di desa karena mereka tidak mengerti betul apa fungsi dan kedudukan di bentuk di Desa dank arena kurangnya anggarakan dana sehingga mereka tidak bisa lebih efektif di desa. The role of traditional institutions in the village of Balla Satanetean, Balla District, Mamasa Regency is only as a symbol in a particular village in supporting the development process in their village, but they have not played an active role. Because they do not know their function in the village in the form. This study aims to determine the role of traditional institutions in village physical development, human resource development, community empowerment, and increasing productivity. The research method used is a qualitative research method with a descriptive method. Data collection awaits interview, observation, and documentation techniques. Furthermore, the data were analyzed qualitatively. The results of this study indicate that first, the role of traditional institutions in the physical development of the village because the institutions lack understanding of their functions and roles so that both in the planning process and the supervision process of customary institutions are less active because village customary institutions are often negligent if there is an invitation to a meeting from the village office. Second, the role of traditional institutions in developing village human resources is less effective because the traditional institutions of Balla Satanetean Village do not know the roles and functions, so in village human resources, traditional institutions have never played a role at all and lack of budget funds so that traditional institutions never carry out any activities. Third, the role of traditional institutions in increasing community participation is also less effective because as seen from the attendance list when the village holds meetings that invite the community, the community is less active because traditional institutions have never held outreach to the community about the importance of community participation in the village development process. The socialization activity was never held due to the absence of a budget that was distributed by the Balla Satanetean Village apparatus to the Village Traditional Institute. The fourth role of traditional institutions in increasing productivity is less effective because from the perspective of human resources in the village it is also not going well so that the productivity sector is not going well. So the conclusion obtained from the results of this study is that the Traditional Institution in Balla Satanetean Village is only a symbol because they do not carry out their functions in the village because they do not understand very well what functions and positions are formed in the Village and because of the lack of budget funds so that they cannot do more. effective in the village.
Penerapan Sistem Antrian Online Pada Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Makassar Putra, Kurniawan Ade; Tompo, Natsir; Sore, Uddin B.
Publician: Journal of Public Service, Public Policy, and Administrastion Vol. 4 No. 1 (2025): PUBLICIAN: Journal of Public Service, Public Policy, and Administrastion, Janua
Publisher : Program Studi Administrasi Negara Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/jp.v4i1.2370

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah sistem antrian berpengaruh terhadap kepuasan layanan pada kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Makassar. Jenis dan pemdekatan penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Pengumpulan dta yaitu melalui penyebaran kuesioner (angket). Metode analisis data yang digunakan oleh peneliti adalah uji validitas, uji reabilitas, uji asumsi klasik, yang disertai dengan analisis regresi sederhana dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem antrian online berpengaruh signifikan terhadap kepuasan layanan pada kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Makassar. Berdasarkan perhitungan thitung sebesar 2,067 > 1,660 dengan nilai signifikan = 0,029 < 0,05 maka Ho ditolak dan H1 diterima. The study arms to determine whether the online queuing system has aneffect on service satisfaction at the Makassar Employment BPJS office. The type and approach of this reserch is descriptive quantitative. Data collection is through the distribution of questionnaires (quesutionnaire. The data analys method used by the research is validity test, reability test, classical assumption test, which is accompanted by simple regression analysis and hypothesis testing. The result showed that the online queuing system had a significant effecton service satisfaction at the Makassar Employment BPJS office. Based on rhe tcount calculation of 2,067 >1,660 with a significant value =0,029<0,05, Ho is rejected and H1 is accepted.
Kualitas Pelayanan Dinas Lingkungan Hidup Kota Dobo Kabupaten Kepulauan Aru Terhadap Pelayanan Pengelolaan Sampah Muhammad, Tantri; Sore, Uddin B.; Zainal, Nining Haslindah
Publician: Journal of Public Service, Public Policy, and Administrastion Vol. 4 No. 1 (2025): PUBLICIAN: Journal of Public Service, Public Policy, and Administrastion, Janua
Publisher : Program Studi Administrasi Negara Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/jp.v4i1.2379

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kualitas pelayanan pengelolaan sampah pada Dinas Lingkungan Hidup Kota Dobo kabupaten Kepulauan Aru. Jenis penelitian yang dilakukan adalah jenis penelitian kualitatif deskriptif dengan menggunakan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas pelayanan pengelolaan sampah masih belum berkualitas, dilihat dari indikator tangibles, sarana dan prasarana berupa fasilitas fisik yang disediakan masih kurang dan tidak memadai, indikator reliability pelayanan yang diberikan masih belum maksimal dan belum sesuai dengan SOP atau prosedur yang ditetapkan, untuk indikator responsivinnes masih belum ada upaya yang dilakukan untuk mengatasi sampah-sampah yang sudah menumpuk lama pada pemukiman warga, namun untuk respon terhadap kritik dan saran dari masyarkat sudah baik. Indikator assurance ketepatan waktu yang di janjikan atau yang ditetapkan tidak sesuai dengan yang terjadi di lapangan atau belum berjalan sesuai dengan yang telah dijanjikan, sehingga sering mengalami keterlambatan dalam pengangkutan sampah dan kurangnya TPS dan bak sampah, indikator empathy masih belum berkualitas karena masih belum ada sosialisasi kepada masyarakat sebagai sikap perhatian dan belum ada sanksi yang diberikan kepada masyarakat yang melanggar aturan sebagai bentuk ketetgasan kepada masyarakat. The purpose of this study was to determine the quality of waste management services at the Environmental Service Office of Dobo City, Aru Islands Regency. The type of research that was carried out was a qualitative, descriptive, and qualitative type of research by using data collection techniques through observation, interviews, and documentation. The results of this study indicate that the quality of waste management services is still not qualified, seen from the tangibles indicators, the facilities and infrastructure in the form of physical facilities provided are still lacking and inadequate, the service reliability indicators provided are still not optimal and not in accordance with the SOP or established procedures, for indicators of responsiveness, no efforts have been made to deal with the garbage that has been accumulating for a long time in residential areas, but the response to criticism and suggestions from the community has been good. Assurance indicators on timeliness that are promised or set are not in accordance with what happened in the field or have not gone according to what has been promised, so that there are often delays in transporting waste and a lack of TPS and trash cans, empathy indicators are still not of good quality because there is still no socialization to the community as a gesture of concern and no sanctions have been given to people who violate the rules as a form of firmness to the community.
Strategi Pelayanan Pada Dinas Perpustakaan Dan Kearsipan Di Kabupaten Luwu Timur H. Ali, Aisyah Nur Azizah; mal, Syamsuddin; Nurkaidah, Nurkaidah
Publician: Journal of Public Service, Public Policy, and Administrastion Vol. 3 No. 2 (2024): PUBLICIAN: Journal of Public Service, Public Policy, and Administrastion, Juli
Publisher : Program Studi Administrasi Negara Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/jp.v3i2.2908

Abstract

Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui penerapan prinsip pengelolaan perpustakaan dan jaminan kualitas layanan perpustakaan pada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan di Kabupaten Luwu Timur pada program Giat Literasi dan Sejuta Buku bagi Luwu Timur (GLLT). Program ini bertujuan untuk meningkatkan minat baca masyarakat Luwu Timur. Pelaksanaan GLLT sesui dalam Undang-undang No. 43 Tahun 2007 pasal 50 disebutkan: “Pemerintah dan pemerintah daerah memfasilitasi dan mendorong pembudayaan kegemaran membaca sebagaimana di atur dalam pasal 48 3 ayat (2) sampai dengan ayat (4) dengan menyediakan bahan bacaan bermutu, murah, dan terjangkau serta menyediakan sarana dan prasarana perpustakaan yang mudah diakses”. Kedua program tersebut belum sepenuhnya terlaksana sehingga masih banyak masyarakat yang belum mengetahui tentang gerakan ini. Hal ini mendorong peneliti untuk mempertimbangkan beberapa aspek program dalam kaitannya dengan strategi yang dilakukan pustakawan dalam melaksanakan program GLLT dengan menjadikan Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Luwu Timur sebagai tempat penelitian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deduktif yang mengkaji fenomena secara umum untuk menemukan hasil yang spesifik melalui wawancara, observasi dan dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan sumberdaya manusia masih dibawah rata-rata penyabab hal tersubut dikarnakan sumber daya yang digunakan oleh DPK tidak mempunyai Lulusan Sarjana Perpustakaan, pelayanan yang diberikan sudah berdampak pada kepuasan pustakawan dan program sejuta buka berdampak pada kuantitas buku untuk pustakawan sangat terbantu dalam pencarian buku, DPK dalam program Giat Literasi, melakukan tugasnya bersungguh sungguh dimana dalam penyampaian informasinya sudah terarah dengan baik dan sepenuhnya diberikan kepada masyarakat dan melibatkan kominfo, DPK tidak menjamin mengenai keamanan pustkawan melainkan kenyamanan yang di utamakan, DPK sangat memperhatikan masyarakat yang kurang meminati pentingnya literasi, bahan sudah baik dilihat dari kualitas bahan pustaka sarana dan prasaran yang memadai.. Research aimed to find out the application of library management principles and quality assurance of library services at the Library and Archives Service in East Luwu Regency in the Active Literacy and One Million Books Program for East Luwu (GLLT) The program aims to increase the reading interest of the people of East Luwu. Implementation of GLLT according to Law no. 43 of 2007 article 50 states: "The government and local governments facilitate and encourage the cultivation of a love of reading as stipulated in Article 48 3 paragraph (2) to paragraph (4) by providing quality, inexpensive and affordable reading materials as well as providing facilities and infrastructure easily accessible library. The two programs have not been fully implemented so there are still many people who do not know about this movement. This prompted researchers to consider several aspects of the program in relation to the strategy undertaken by librarians in implementing the GLLT program by making the East Luwu District Library and Archives a research location. This study uses a qualitative approach with a deductive method that examines phenomena in general to find specific results through interviews, observations and documents. The results of the study show that the ability of human resources is still below the average, the reason for this is because the resources used by DPK do not have Librarian Bachelor graduates, the services provided have had an impact on librarian satisfaction and the one million open program has an impact on the quantity of books for librarians, it is very helpful in searching books, DPK in the Literacy Initiative program, carries out their duties seriously where in the delivery of information it is well-directed and fully provided to the community and involves the Ministry of Communication and Information, DPK does not guarantee the safety of librarians but comfort is prioritized, DPK is very concerned about people who are less interested in the importance of literacy , the material is good in terms of the quality of library materials and adequate facilities and infrastructure.
Peran Street Level Bureaucrats Dalam Implementasi Program Keluarga Harapan di Sorowako Kecamatan Nuha Kabupaten Luwu Timur Ayuni, Sarah; Sore, Uddin B.; Suaib, Muhammad Ridha
Publician: Journal of Public Service, Public Policy, and Administrastion Vol. 4 No. 1 (2025): PUBLICIAN: Journal of Public Service, Public Policy, and Administrastion, Janua
Publisher : Program Studi Administrasi Negara Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/jp.v4i1.2927

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi peran dan tantangan yang dihadapi oleh Street Level Bureaucrats dalam implementasi Program Keluarga Harapan (PKH) di Sorowako, sebuah daerah terpencil di Indonesia. PKH adalah salah satu program pemberdayaan sosial yang bertujuan untuk mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan keluarga miskin. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan Teknik pengambilan data menggunakan instrument pedoman wawancara, pedoman observasi dan Dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari aparat dinas sosial yang terkait langsung dengan kegiatan pkh, petugas pendamping PKH, petugas verifikasi data desa, dan pihak Masyarakat penerima program pkh di sorowako di pilih dengan Teknik purposiv sesuai peran dan tanggungjawabnya. Hasil penelitian ini di temukan bahwa Street Level Bureucrats memiliki peran yang penting dalam implementasi PKH di Desa Sorowako. Meskipun dihadapkan pada beberapa tantangan, peran mereka berdampak signifikan terhadap efektivitas implementasi program PKH. Masih diperlukan upaya untuk memperkuat peran SLB dan mengatasi tantangan yang dihadapi guna meningkatkan implementasi PKH di tingkat Pemerintah Desa Sorowako. Peran penting dalam implementasi PKH terkait tanggung jawab untuk mengidentifikasi keluarga miskin yang memenuhi kriteria program, menyusun daftar penerima manfaat, dan melaporkan data ke pihak berwenang, serta memastikan penyaluran    bantuan tepat   sasaran dan terkoordinasi dengan baik. This study aims to investigate the role and challenges faced by Street Level Bureaucrats in the implementation of the Family Hope Program (PKH) in Sorowako, a remote area in Indonesia. PKH is one of the social empowerment programs that aims to reduce poverty and improve the welfare of poor families. This study uses qualitative descriptive research methods with data collection techniques using interview guideline instruments, observation guidelines and documentation. Research informants consisting of social service officials directly related to PKH activities, PKH assistance officers, village data verification officers, and PKH program recipient communities in Sorowako are selected with purposiv techniques according to their roles and responsibilities. The results of this study found that Street Level Bureucrats have an important role in the implementation of PKH in Sorowako Village. Although faced with several challenges, their role has a significant impact on the effectiveness of PKH program implementation. Efforts are still needed to strengthen the role of SLB and overcome the challenges faced to improve PKH implementation at the Sorowako Village Government level.  An important role in PKH implementation is related to the responsibility to identify poor families who meet the program criteria, compile a list of beneficiaries, and report data to the authorities, as well as ensure the distribution of aid is on target and well-coordinated.
Sistem Pelayanan Pada Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Di Kabupaten Pinrang Yana, Yunita Putri; Maldun, Syamsuddin; Zainal, Nining Haslindah
Publician: Journal of Public Service, Public Policy, and Administrastion Vol. 4 No. 1 (2025): PUBLICIAN: Journal of Public Service, Public Policy, and Administrastion, Janua
Publisher : Program Studi Administrasi Negara Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/jp.v4i1.2953

Abstract

Hunian pada Rutan merupakan suatu konsekuensi logis yang harus dihadapi sebagai dampak makin tingginya kuantitas kejahatan. Hampir diseluruh Lembaga Pemasyarakatan dan Rumah Tahanan Negara, terutama yang terdapat di kota-kota besar, telah mengalami kondisi dimana kurang diperhatikannya masalah lingkungan hidup penghuni dan ini akan menyebabkan perhatian di dalam lingkup kesehatan para tahanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelayanan Kesehatan terhadap warga binaan permasyarakatan di rumah tahanan. Peneliti menggunakan penelitian Kualitatif dikarenakan pendekatan ini merupakan kualitatif yang menggunakan wawancara dan observasi serta analisis dokumen. Lokus penelitian ini adalah di Rumah Tahanan Negara Kelas II B Kabupaten Pinrang. Pelayanan kesehatan terhadap warga binaan pemasyarakatan di Rumah Tahanan Negara kelas IIB Kabupaten Pinrang berdasarkan penelitian yang telah dilakukan pada dasarnya sudah melaksanakan pemenuhan pelayanan kesehatan terhadap sistem pelayanan Rumah Tahanan Negara. Occupancy in detention centers is a logical consequence that must be faced as a result of the increasing quantity of crime. Almost all correctional institutions and state detention centers, especially those in big cities, have experienced conditions where there is a lack of attention to the environmental problems of the residents and this will cause concern regarding the health of the prisoners. This research aims to determine health services for correctional residents in detention centers. Researchers use qualitative research because this approach is qualitative which uses interviews and observations as well as document analysis. The locus of this research is the Class II B State Detention Center, Pinrang Regency. Health services for correctional inmates at the Class IIB State Detention Center in Pinrang Regency, based on research that has been carried out, have basically fulfilled health services in the State Detention Center service system.