cover
Contact Name
Sutia Budi
Contact Email
sutia.budi@universitasbosowa.ac.id
Phone
+62852424900101
Journal Mail Official
jurnal.publician@universitasbosowa.ac.id
Editorial Address
Jl. Urip Sumoharjo Km. 4 Makassar Ruang KPS Administrasi Negara Gedung A Lt. 9 Kampus Universitas Bosowa Email: jurnal.publician@universitasbosowa.ac.id
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Publician: Journal of Public Service, Public Policy, and Administrastion
Published by Universitas Bosowa
ISSN : 28298330     EISSN : 28297695     DOI : https://doi.org/10.56326/jp.v2i1
PUBLICIAN: Journal of Public Service, Public Policy, and Administrastion merupakan jurnal ilmiah yang mempublikasikan hasil penelitian dan hasil pemikiran termasuk pengembangan dan review bidang Ilmu Administrasi Negara pada bidang Birokrasi dan Administrasi Pembangunan, Desentralisasi dan Otonomi Daerah, Kebijakan Publik dan Ekonomi, Manajemen Publik dan Pemerintahan; dan Fokus masalah lain yang berkaitan dengan kebijakan publik dan administrasi.
Articles 96 Documents
Efektivitas Penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa Kepada Masyarakat Miskin Di Desa Meko Kecamatan Pamona Barat Kabupaten Poso Sulawesi Tengah Parwati, Putu Yuni; Afrisal, Ade Ferry; Anas, Ali
Publician: Journal of Public Service, Public Policy, and Administrastion Vol. 5 No. 1 (2026): PUBLICIAN: Journal of Public Service, Public Policy, and Administrastion, Janua
Publisher : Program Studi Administrasi Negara Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/jp.v5i1.3524

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Proses penyaluran bantuan langsung tunai kepada masyarakat miskin dan untuk mengetahui sejauh mana efektivitas bantuan langsung tunai yang diberikan kepada masyarakat miskin di Desa Meko. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Proses Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara serta telaah dokumen di kantor Desa Meko Kecamatan Pamona Barat dan masyarakat Desa Meko. Teknik analisis data meliputi tahap-tahap pengumpulan data, reduksi data, pemeriksaan data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses penyaluran bantuan lansung tunai (BLT-Dana Desa) kurang optimal dikarenakan proses pencairan yang tidak menentu setiap bulannya, akibat dana desa yang tidak menentu pencairannya, sehingga pemerintah daerah merapel setiap tiga bulan sekali, sehingga dampaknya kepada masyarakat sebagai penerima bantuan kurang puas akan layanan yang diberikan.  efektifitas penyaluran BLT-Dana Desa yang dirasakan oleh masyarakat Desa Meko tidak efektif karena adanya sistem family dalam penerimaan bantuan, tidak adanya sosialisasi terhadap calon penerima bantuan, ketergantungan masyarakat pada bantuan BLT, mengakibatkan masyarakat tidak dapat hidup mandiri untuk membangun usaha agar kelangsungan hidup mereka terjaga serta pemantuan pelaksanaan program tidak berjalan efektif akibatnya masyarakat menyalahgunakan bantuan yang diberikan. This study aims to determine the process of distributing direct cash assistance to the poor and to determine the extent of the effectiveness of direct cash assistance provided to the poor in Meko Village. This research was conducted with a qualitative descriptive approach. The data collection process was carried out through observation, interviews and document review at the Meko Village office, West Pamona District, and the Meko Village community. Data analysis techniques include the stages of data collection, data reduction, data examination and conclusions. The results of this study show that the process of distributing direct cash assistance (BLT- Village Funds) is less than optimal due to the erratic disbursement process every month, due to erratic village fund disbursement, so that the local government disburses every three months, so that the impact on the community as recipients of assistance is less satisfied with the services provided.  The effectiveness of BLT- Village Funds distribution felt by the Meko Village community is ineffective because of the family system in receiving assistance, the absence of socialization to prospective beneficiaries, community dependence on BLT assistance, resulting in the community not being able to live independently to build businesses so that their survival is maintained and monitoring the implementation of the program does not run effectively as a result of which the community misuses the assistance provided.
Layanan Customer Service Pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Cabang Barru Randi, Randi; Juharni, Juharni; Tompo, Natsir
Publician: Journal of Public Service, Public Policy, and Administrastion Vol. 5 No. 1 (2026): PUBLICIAN: Journal of Public Service, Public Policy, and Administrastion, Janua
Publisher : Program Studi Administrasi Negara Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/jp.v5i1.3571

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengetahui pelayanan customer service pada PT. Bank Rakyat Indonesia Cabang Barru dilihat pada 5 dimensi yaitu bukti fisik (tangibles), reliabilitas (reliability), daya tanggap (responsiveness), jaminan (assurance), empati (emphaty). Untuk menganalisis dan mengetahui faktor apa saja yang menjadi pendukung customer service dalam memberikan pelayanan kepada nasabah pada PT Bank Rakyat Indonesia Cabang Barru. Untuk menganalisis dan mengetahui faktor apa saja yang menjadi penghambat customer service dalam memberikan pelayanan kepada nasabah PT Bank Rakyat Indonesia Cabang Barru. Data yang telah terkumpul dan tersusun secara sistematis kemudian dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif-kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa layanan customer service yang dilihat dari 5 dimensi, dimana temuan yang diperoleh dalam penelitian ini adalah penerapan layanan customer service yang dilakukan selama ini sudah diterima dengan baik, hal ini dilihat dari bukti fisik yang tersedia dalam pelayanan nasabah sudah dilengkapi oleh TV, AC dan sarana lainnya. Aspek daya tanggap dalam melayani nasabah juga sudah berjalan dengan baik dimana customer service memiliki respon cepat untuk melayani nasabah, dalam hal aspek keandalan menunjukkan bahwa customer service sudah dapat diandalkan dalam pelayanan kepada nasabah. This study aims to analyze and determine customer service at PT. Bank Rakyat Indonesia Barru Branch is seen in 5 dimensions, namely tangibles, reliability, responsiveness, assurance, empathy. To analyze and find out what factors support customer service in providing services to customers at PT Bank Rakyat Indonesia Barru Branch. To analyze and find out what factors hinder customer service in providing services to customers of PT Bank Rakyat Indonesia, Barru Branch. The data that has been collected and arranged systematically is then analyzed using a descriptive-qualitative method. The results of this study indicate that customer service is seen from 5 dimensions, where the findings obtained in this study are that the implementation of customer service that has been carried out so far has been well received, this can be seen from the physical evidence available in customer service which is equipped with TV , air conditioning and other facilities. The responsiveness aspect in serving customers has also been going well where customer service has a quick response to serving customers, in terms of the reliability aspect it shows that customer service has been reliable in serving customers.
Efektivitas Kebijakan Pengelolaan Sampah Di Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar Dhiu, Inriani Chintya; Suaib, Muhammad Ridha; Tompo, Natsir
Publician: Journal of Public Service, Public Policy, and Administrastion Vol. 5 No. 1 (2026): PUBLICIAN: Journal of Public Service, Public Policy, and Administrastion, Janua
Publisher : Program Studi Administrasi Negara Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/jp.v5i1.3656

Abstract

Masalah Sampah di Kota Makassar semakin bertambah dari tahun ke tahun dan masih belum teratasi, masih banyak penumpukan sampah di pinggir jalan, TPS pinggir jalan bahkan di pinggir galian atau sungai. Masih banyak masyarakat yang membuang sampah disembarang tempat. Penelitian ini bertujuan melihat tingkat efektivitas pengelolaan sampah oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar dengan tujuan meningkatkan pengelolaan sampah dan hambatan-hambatan apa saja yang mempengaruhi pengelolaan sampah sehingga tidak efektif. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui Bagaimana Efektivitas Kebijakan Pengelolaan Sampah di Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini ialah teknik analisis Kualitatif yaitu proses penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa Kata-kata tertulis maupun lisan. Metode analisis yang digunakan ini adalah pendekatan analisis wawancara interaktif yang dikenal dengan istilah “interaktif model of analyze”. Pengelolaan sampah yang efektif tentunya sangat diperlukan agar sampah-sampah yang dihasilkan dapat dikelola dengan baik. Dengan pengelolaan yang efektif diharapkan dapat menjadikan Kota Makassar sebagai kota yang bersih. Permasalah tersebut mendapat respon dari pemerintah melalui Dinas Lingkungan Hidup agar ditindak lanjuti. Salah satunya ialah pengelolaan sampah di TPA Tamangapa. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pengelolaan sampah Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan sampah yang dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar belum berjalan efektif. Hal ini dibuktikan dengan empat indicator, yaitu ketetapan sasaran, sosialisasi, tujuan dan pemantauan serta masih kurangnya pemahaman dan kesadaran masyarakat dalam pengolahan sampah rumah tangga. Pengelolaan sampah oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar melibatkan kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kepala Bidang Persampahan, Limbah B3, dan Peningkatan Kapasitas, Bank Sampah, TPS3R, TPA dan tenaga kerja lapangan/pengawas. Sedangkan hambatan dalam pengelolaan sampah terdapat dari hambatan internal, yaitu kurangnya anggaran serta proses dalam mengurus anggaran yang lama dan panjang, kesadaran masyarakat, biaya pengangkutan sampah yang dianggap cukup mahal. Yang menjadi tantangan adalah masyarakat yang tidak patuh dan minim informasi agar mendapatkan edukasi tentang proses pemilahan sampah dari rumah tangga sebelum diangkut oleh viar menuju Tempat Pembuangan Sampah Sementara yang berada di tiap-tiap Kecamatan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah dalam pengelolaan sampah oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar belum berjalan efektif karena dari keempat indicator hanya 2 tujuan yang efektif ialah ketepatan sasaran sudah dilakukan, sosialisasi ke tiap Kecamatan yang ada di Kota Makassar sedangkan pemantauan sudah berjalan. The waste problem in Makassar City is increasing from year to year and is still not resolved, there are still many piles of garbage on the roadside, roadside TPS and even on the edge of excavations or rivers. There are still many people who throw garbage in any place. This study aims to see the level of effectiveness of waste management by the Makassar City Environment Agency with the aim of improving waste management and what obstacles affect waste management so that it is not effective. The method used in this research is descriptive qualitative research. The results showed that waste management carried out by the Makassar City Environmental Service has not been effective. This is evidenced by four indicators, namely target determination, socialization, goals and monitoring as well as the lack of understanding and awareness of the community in processing household waste. Waste management by the Makassar City Environmental Service involves the head of the Environmental Service, the Head of the Solid Waste, Hazardous Waste, and Capacity Building Division, Waste Bank, TPS3R, TPA and field workers/supervisors. While the obstacles in waste management are internal obstacles, namely the lack of budget and the long and lengthy process of managing the budget, public awareness, the cost of transporting waste which is considered quite expensive. The challenge is people who are not compliant and lack information in order to get education about the process of sorting waste from households before being transported by viar to Temporary Waste Disposal Sites located in each District. The conclusion of this study is that in waste management by the Makassar City Environmental Service has not been effective because of the four indicators only 2 effective objectives are target accuracy has been carried out, socialization to each sub-district in Makassar City while monitoring has been running.
Efektivitas Pembelajaran Luar Jaringan Pada Program Keahlian Baru Teknik Alat Berat Di SMKN 2 Tana Toraja Batto, Ali Imran; Anas, Ali; Tompo, Natsir
Publician: Journal of Public Service, Public Policy, and Administrastion Vol. 5 No. 1 (2026): PUBLICIAN: Journal of Public Service, Public Policy, and Administrastion, Janua
Publisher : Program Studi Administrasi Negara Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/jp.v5i1.3756

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Efektivitas pembelajaran luring pada program keahlian baru teknik alat berat di SMKN 2 Tana Toraja, dan untuk mengetahui Faktor pendukung efektivitas belajar siswa teknik alat berat terpenuhi dengan baik. Jenis penelitian yang dilakukan adalah jenis penelitian deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi di SMKN 2 Tana Toraja. Teknik analisis data meliputi tahapan pengumpulan data, reduksi data, pemeriksaan data dan penarikan kesimpulan. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa (1) Efektifitas pembelajaran luar jaringan yang dilakukan oleh SMKN 2 Tana Toraja sudah berjalan dengan efektif. Dengan adanya fasilitas mendukung seperti laboraturium, media ajar, materi pembelajaran yang lengkap serta komunikasi dua arah antara guru dan siswa selama proses pembelajaran dilakukan (2) Dalam mencapai efektifitas pembelajaran luar jaringan di SMKN 2 Tana Toraja di dukung oleh faktor Sumber Daya Manusia dan Tersedianya media pembelajaran. Sumber daya manusia yang dalam hal ini adalah tenaga pendidik, yang sangat mencukupi serta respon dua arah yang dilakukan selama proses pembelajaran di sekolah menjadikan efektifitas pembelajaran dilakukan dengan baik, serta tersedianya media pembelajaran yang layak seperti buku paket yang tersedia, model pembelajaran yang interaktif sudah terpenuhi dengan baik. The aim of this research is to determine the effectiveness of offline learning in the new heavy equipment engineering skills program at SMKN 2 Tana Toraj, and to determine the supporting factors for the effectiveness of students' learning in heavy equipment engineering being well met. The type of research carried out was descriptive qualitative research. Data was collected through observation, in-depth interviews and documentation at SMKN 2 Tana Toraja. Data analysis techniques include the stages of data collection, data reduction, data examination and drawing conclusions. In this research it was found that (1) The effectiveness of online learning carried out by SMKN 2 Tana Toraja has been running effectively. With the existence of supporting facilities such as laboratories, teaching media, complete learning materials and two-way communication between teachers and students during the learning process (2) In achieving the effectiveness of off-line learning at SMKN 2 Tana Toraja it is supported by Human Resources factors and the availability of media learning. Human resources, which in this case are teaching staff, are very sufficient and the two-way response carried out during the learning process at school ensures that learning is carried out effectively, as well as the availability of appropriate learning media such as available textbooks and interactive learning models. well.
Implementasi Good Governance Dalam Meningkatkan Kualitas Pelayanan Publik Di Kantor Kecamatan Sumarorong Kabupaten Mamasa Syiltia Pranatalia; Nurkaidah Nurkaidah; Natsir Tompo
Publician: Journal of Public Service, Public Policy, and Administrastion Vol. 5 No. 1 (2026): PUBLICIAN: Journal of Public Service, Public Policy, and Administrastion, Janua
Publisher : Program Studi Administrasi Negara Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/jp.v5i1.2891

Abstract

Permasalahan yang ditemukan pada Kantor Kecamatan Sumarorong yaitu pelayanan masih kurang Responsif, terbukti masih ditemukan masyarakat yang mengeluh karena keterlambatan pelayanan yang diberikan dan juga masih kurang tanggap akan perosalan-persoalan yang dialami masyarakat. Selain itu, pelayanan yang diberikan juga masih belum Efektif dan Efisien, hal ini terbukti dengan adanya permohonan yang diajukan oleh masyarakat yang mengindikasikan bahwa pelayanan yang diberikan masih berbelit-belit dan membutuhkan waktu yang cukup lama. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki dan mengevaluasi sejauh mana implementasi Good governance telah dilaksanakan secara efektif. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif yaitu desain penelitian deskriptif untuk memberikan penjelasan yang komprehensif dan gambaran yang detail mengenai permasalahan yang dihadapi di Kantor Kecamatan Sumarorong yang terletak di Kabupaten Mamasa. Strategi pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini merangkum metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini yaitu beberapa pegawai Kantor Kecamatan Sumarorong dan masyarakat. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi Good governance belum berjalan secara efektif, terbukti dengan masih adanya berbagai indikator yang belum dilaksanakan di Kantor Kecamatan Sumarorong. Kurangnya responsif dalam memberikan layanan yang cepat dan sesuai terlihat jelas. File layanan tidak segera diproses, mengakibatkan keterlambatan beberapa hari dan ada pegawai gagal memenuhi tugas dan tanggung jawab yang ditugaskan. Penerapan efektivitas dan efisiensi, khususnya dalam hal disiplin dan pemberian kemudahan pelayanan, belum terlaksana dengan baik. Hal ini terlihat dari banyaknya pegawai yang kurang tepat waktu, datang terlambat ke Kantor dan pulang sebelum waktu yang ditentukan. The problem found at the Sumarorong District Office was that the service was still less responsive, it was proven that people were still complaining about delays in the services provided and they were also still less responsive to the problems experienced by the community. Apart from that, the services provided are still not effective and efficient, this is proven by the existence of requests submitted by the public which indicate that the services provided are still complicated and take quite a long time. The aim of this research is to investigate and evaluate the extent to which where the implementation of good governance has been carried out effectively. This research uses a qualitative methodology, namely a descriptive research design to provide a comprehensive explanation and detailed description of the problems faced at the Sumarorong District Office located in Mamasa Regency. The data collection strategy used in this research summarizes observation, interviews and documentation methods. The informants in this research were several employees of the Sumarorong District Office and the community. The findings of this research indicate that the implementation of good governance has not been effective, as evidenced by the existence of various indicators that have not been implemented at the Sumarorong District Office. The lack of responsiveness in providing prompt and appropriate service is clearly visible. Service files are not processed immediately, resulting in delays of several days and some employees failing to fulfill their assigned duties and responsibilities. The implementation of effectiveness and efficiency, especially in terms of discipline and providing easy services, has not been implemented well. This can be seen from the number of employees who are not punctual, arrive late at the office and leave before the appointed time.
Penguatan Akuntabilitas Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Dalam Mewujudkan Pendapatan Asli Desa Di Desa Dwi Tiro, Kecamatan Bontotiro, Kabupaten Bulukumba Yuliana Yuliana; Ali Anas; Uddin B. Sore
Publician: Journal of Public Service, Public Policy, and Administrastion Vol. 5 No. 1 (2026): PUBLICIAN: Journal of Public Service, Public Policy, and Administrastion, Janua
Publisher : Program Studi Administrasi Negara Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/jp.v5i1.2894

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaiamana penguatan akuntabilitas BUMDes Berjasa Sejahtera serta untuk mengetahui faktor apa yang menjadi pendukung dan penghambat BUMDes Berjasa Sejahtera Desa Dwi Tiro, Kecamatan Bontotiro, Kabupaten Bulukumba. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif, dengan teknik pengambilan data menggunakan instrumen wawancara, observasi dan dokumentasi. Informan sebagai sumber data dari aparat BUMDes Berjasa Sejahtera, dan aparat Desa dan Kepala Desa beserta masyarakat yang di pilih dengan teknik purposif sesuai fungsi dan tanggungjawabnya. Hasil penelitian yang di peroleh bahwa akuntabilitas BUMDes Berjasa Sejahtera yang di ukur menggunakan prinsip-prinsip Akuntabilitas belum sepenuhnya terlaksana dengan optimal, masih ada beberapa hal yang perlu di lakukan perbaikan laporan pertanggungjawaban, mekanisme kerja yang jelas harus di buat dalam bentuk bagan alur kerja yang terpajang, terbuka di kantor, pembuatan bagan organisasi pengurus BUMDes, pemajangan visi dan misi serta papan informasi terkait BUMDes Berjasa Sejahtera, dan juga partisipasi masyarakat yang masih kurang. Masih terdapat beberapa faktor yang menjadi penghambat BUMDes yang perlu di benahi, seperti penyediaan komputer, lahan serta pembuatan kantor sekretariat dan toko khusus BUMDes yang belum tersedia. This research aims to find out how to strengthen the accountability of BUMDes Berjasa Sejahtera and to find out what factors support and inhibit BUMDes Berjasa Sejahtera Dwi Tiro Village, Bontotiro District, Bulukumba Regency. This research uses a qualitative descriptive research method, with data collection techniques using interview, observation and documentation instruments. Informants as data sources come from BUMDes Berjasa Sejahtera officials, and Village officials and Village Heads and the community who were selected using purposive techniques according to their functions and responsibilities. The research results show that the accountability of BUMDes Berjasa Sejahtera which is measured using the principles of accountability has not been fully implemented optimally, there are still several things that need to be done to improve the accountability report, a clear work mechanism must be created in the form of a work flow chart displayed , open in the office, making an organizational chart for BUMDes management, displaying the vision and mission as well as information boards related to BUMDes Berjasa Sejahtera, and also lacking community participation. There are still several factors that are hampering BUMDes that need to be addressed, such as the provision of computers, land and the creation of a secretariat office and special shop for BUMDes which are not yet available.
Strategi Pengembangan Wisata Budaya Dan Agrowisata Di Tana Toraja Ave Makka; Ade Ferry Afrisal; Nining Haslinda Zainal
Publician: Journal of Public Service, Public Policy, and Administrastion Vol. 5 No. 1 (2026): PUBLICIAN: Journal of Public Service, Public Policy, and Administrastion, Janua
Publisher : Program Studi Administrasi Negara Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/jp.v5i1.2906

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, mendeskripsikan, dan menganalisis mengenai (1) Bagaimana Strategi Pemerintah Daerah Tana Toraja dalam mengembangkan wisata budaya dan agrowisata (2) Apa saja yang menjadi faktor pendukung dan faktor penghambat dalam pengembangan wisata tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan metode pendekatan deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi langsung. Teknik analisis data meliputi tahap-tahap pengumpulan data, reduksi data, pemeriksaan data dan penarikan atau kesimpulan. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa strategi yang dilakukan oleh pemerintah daerah dalam pengembangan wisata belum maksimal dimana masih ada beberapa indikator pengembangan wisasata yang belum terpenuhi. Dalam pengembangan industri pawisata berbasis budaya dan agrowisata ada beberapa faktor yang berpengaruh baik faktor pendukung maupun faktor penghambat. Beberapa faktor pendukung dalam pengembangan industri pariwisata khususnya berbasis budaya dan agrowisata adalah potensi Sumber Daya Alam (SDA), Potensi Budaya dan SDM yang baik. Sedangkan faktor penghambat dalam pengembangan wisata tersebut antara lain kurangnya peran serta masyarakat serta kurangnya kerja sama dengan investor. This study aims to identify, describe, and analyze (1) the strategy of the Tana Toraja Regional Government in developing cultural tourism and agro-tourism (2) what are the supporting and inhibiting factors in the development of this tourism. This research was conducted using a qualitative descriptive approach. Data collection was carried out by means of observation, interviews and direct documentation. Data analysis techniques include the stages of data collection, data reduction, data examination and drawing or conclusions. The results of this study indicate that the strategy adopted by the local government in tourism development has not been maximized where there are still several indicators of tourism development that have not been fulfilled. In developing the culture-based tourism industry and agro-tourism, there are several factors that influence both supporting and inhibiting factors. Several supporting factors in the development of the tourism industry, especially culture-based and agro-tourism, are the potential of natural resources (SDA), cultural potential and good human resources. While the inhibiting factors in tourism development include the lack of community participation and lack of cooperation with investors.
Implementasi Good Governance Dalam Mewujudkan Kualitas Pelayanan Publik Pada Kantor Dinas Sosial Polewali Mandar Sulawesi Barat Rahmat Rahmat; Syamsuddin Maldun; Nining Haslinda Zainal
Publician: Journal of Public Service, Public Policy, and Administrastion Vol. 5 No. 1 (2026): PUBLICIAN: Journal of Public Service, Public Policy, and Administrastion, Janua
Publisher : Program Studi Administrasi Negara Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/jp.v5i1.2918

Abstract

Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi Good Governance dalam mewujudkan Kualitas Pelayanan Publik di Kantor Dinas Sosial Polewali Mandar. Metode penelitian yang di gunakan adalah pendekatan kualitatif dengan melakukan observasi, wawancara dan dokumentasi. Dari penelitian ini menjawab dua pertanyaan yaitu: 1). Prinsip efektif dan efisien dan 2). Prinsip transparansi dalam mewujudkan kualitas pelayan publik di Kantor Dinas Sosial Polewali Mandar? Kantor Dinas Sosial polewali mandar untuk menerapkan prinsip efektif dan efisien serta prinsip trasnparansi berdasarkan dokumen dari united Nations Development Program (UNDP) tentang prinsip prinsip Good Governance yaitu, partisipasi, trasnparansi, akuntabilitas, keadilan, kepastian hukum, beriorentasi pada consensus, efisien dan efektif, dan daya tanggap. Untuk prinsip efsisien dan efektif dalam hal kedisiplinan belum berjalan dengan maksimal namu berbeda dengan ketepatan waktu dalam pelayanan yang sudah berjalan dengan baik. Kemudian prinsip transparansi, penelitian yang di lakukan menjawab 4 (empat) indikator yaitu: (1) ketersediaan akses, (2) kerangka regulasi (3) keterbukaan proses (4) kelengkapan informasi. Dari empat indikator tersebut sudah memenuhi prinsip trasnparansi atau sudah berjalan dengan baik. This study aims to find out how to implement good governance in realizing the quality of public services at the Social Service Office of Polewali Mandar. The research method used is a qualitative approach by conducting observations, interviews and documentation. From this study answered two questions, namely: 1). Effective and efficient principles and 2). The principle of transparency in realizing the quality of public servants at the Polewali Mandar Social Service Office? Polewali Mandar Social Service Office to implement effective and efficient principles and transparency principles based on documents from the United Nations Development Program (UNDP) on the principles of Good Governance namely, participation, transparency, accountability, fairness, legal certainty, consensus-oriented, efficient and effective, and responsiveness. For the principles of efficiency and effectiveness in terms of discipline, it has not run optimally, but it is different from the timeliness in services that are already going well. Then the principle of transparency, the research conducted answered 4 (four) indicators, namely: (1) availability of access, (2) regulatory framework (3) openness of the process (4) completeness of information. Of the four indicators, they have met the principle of transparency or have been running well.
Transparansi Pengelolaan Dana Desa Di Desa Cendana Hitam Kecamatan Tomoni Timur Kabupaten Luwu Timur I Wayan Yasa; Zainuddin Mustapa; Natsir Tompo
Publician: Journal of Public Service, Public Policy, and Administrastion Vol. 5 No. 1 (2026): PUBLICIAN: Journal of Public Service, Public Policy, and Administrastion, Janua
Publisher : Program Studi Administrasi Negara Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/jp.v5i1.2925

Abstract

Transparansi penggunaan keuangan didalam pemerintahan desa meupakan salah satau faktor utama penentu kesuksesan dalam pembangunan desa. Akan tetapi, dengan adanya dana desa juga dapat menimbulkan permasalahan yang baru dalam pengelolaannya. Berdasarkan pengamatan awal yang dilakukan penulis bahwa terdapat beberapa masalah yang terjadi di Desa Cendana Hitam yang pertama adalah mengenai prioritas anggaran dana desa yang masih kurang maksimal dilaksanakan, kemudian yang kedua terkait publikasi anggaran dana desa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengelolaan dana desa serta bagaimana transparansi pengelolaan dana desa di Desa Cendana Hitam Kecamatan Tomoni Timur Kabupaten Luwu Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalaui observasi, wawanncara, dan dokumentasi. Adapaun hasil penelitian ini menunjukan bahwa pengelolaan dana desa yang dilakukan oleh Pemerintah Desa Cendana Hitam sudah dilakukan berdasarkan Permendagri Nomor 113 Tahun 2014, dimana pengelolaan dana desa meliputi, tahap perencanaan, pelaksanaan serta pertanggungjawaban sudah dilakukan dengan baik. Kemudian, pemerintah desa belum menerapkan prinsip tranparansi secara 100% namun, transparansi baru dilakukan 50% dimana belum semua masyarakat dilibatkan dalam proses perencanaan pembangunan sampai dengan serah terima hasil pembangunan dimana hanya masyarakat tertentu atau orang-orang yang berkepenting saja yang dilibatkan oleh pemerintah desa. Oleh karena itu, dalam meningkatkan transparansi pengelolaan dana desa maka sebaiknya pemerintah desa menyediakan informasi yang dapat dengan mudah diakses oleh masyarakat desa serta melibatkan masyarakat dalam setiap proses penggunaan dana desa. Transparency in the use of finance in village government is one of the main factors determining success in village development. However, the existence of village funds can also create new problems in their management. Based on initial observations made by the author, there are several problems that occur in Cendana Hitam Village, the first is regarding village fund budget priorities which are still not implemented optimally, then the second is related to the publication of the village fund budget. This research aims to find out how village funds are managed and how transparent the management of village funds is in Cendana Hitam Village, East Tomoni District, East Luwu Regency. This research uses a qualitative approach with a descriptive research type, with data collection techniques through observation, interviews and documentation. The results of this research show that the management of village funds carried out by the Cendana Hitam Village Government has been carried out based on Permendagri Number 113 of 2014, where the management of village funds includes the planning, implementation and accountability stages have been carried out well. Then, the village government has not implemented the principle of transparency 100% however, transparency has only been 50% where not all communities have been involved in the development planning process up to the handover of development results where only certain communities or people with interests have been involved by the village government. Therefore, to increase the transparency of village fund management, the village government should provide information that can be easily accessed by village communities and involve the community in every process of using village funds.
Tatakelola Perusahaan Daerah Air Minum Kota Makassar Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Melalui Penanganan Ketersediaan Air Bersih: Studi Pada Kelurahan Untia, Kota Makassar Petrosina Petrosina; Nining Haslinda Zainal; Ade Ferry Afrisal
Publician: Journal of Public Service, Public Policy, and Administrastion Vol. 5 No. 1 (2026): PUBLICIAN: Journal of Public Service, Public Policy, and Administrastion, Janua
Publisher : Program Studi Administrasi Negara Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/jp.v5i1.3037

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui. Tatakelola Perusahaan PDAM Kota Makassar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penanganan ketersediaan air bersih. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, serta telaah dokumen melalui penelitian di PDAM Kota Makassar dan Masyarakat Untia yang terdampak. Model analisis yang digunakan yaitu teknik analisis menurut Miles dan Huberman yang terdiri dari tiga alur kegiatan, antara lain pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil menunjukkan bahwa: (1) Sistem Tatakelola PDAM Kota Makassar sudah berjalan dan masih dalam tahap proses upaya mencapai prinsip-prinsip GCG (Good Corporate Governance), walaupun masih dalam proses pencapaian, penerapan prinsip keterbukaan pada pemegang saham, pembagian tugas dan tanggung jawab sesuai dengan kapasitas, tanggung jawab kepada masyarakat, mempertahankan keputusan dengan berbagai tekanan dari luar yang muncul dan memberikan hak dan kesempatan bagi pada pegawai untuk mengemukakan pendapat pada lingkungan PDAM Kota Makassar sudah berjalan dengan baik. Untuk mencapai prinsip GCG dalam lingkungan PDAM Kota Makassar harus berkomitmen dengan baik dalam menjalankan tugas dengan penuh rasa tanggung jawab sehingga lingkungan PDAM Kota Makassar dapat berkembang dan maju dengan baik sehingga dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat secara prima. This study aims to determine. PDAM Makassar City Corporate Governance in improving community welfare through managing the availability of clean water. Data was collected through observation, in-depth interviews, and document review through research at PDAM Makassar City and the affected Untia Community. The analysis model used is the analysis technique according to Miles and Huberman which consists of three activity streams, including data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results show that: (1) The Makassar City PDAM Governance System is already running and is still in the process of achieving the principles of GCG (Good Corporate Governance), although it is still in the process of achieving, implementing the principles of openness to shareholders, dividing tasks and responsibilities according to with capacity, responsibility to the community, maintaining decisions with various external pressures that arise and providing rights and opportunities for employees to express opinions within the Makassar City PDAM environment has been running well. To achieve GCG principles within the Makassar City PDAM environment, you must be committed to carrying out your duties with a full sense of responsibility so that the Makassar City PDAM environment can develop and progress well so that it can provide excellent service to the community.

Page 9 of 10 | Total Record : 96