cover
Contact Name
Ihwan Amalih
Contact Email
elwaroqoh1234@gmail.com
Phone
+6281999286606
Journal Mail Official
elwaroqoh1234@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Dakwah dan Ushuluddin Kampus Pusat Universitas Al-Amien Prenduan Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan, Sumenep, Jawa Timur Kode Pos 69465 email : elwaroqoh1234@gmail.com
Location
Kab. sumenep,
Jawa timur
INDONESIA
El-Waroqoh : Jurnal Ushuluddin Dan Filsafat
ISSN : 25804014     EISSN : 25804022     DOI : 10.28944/el-waroqoh
El Waroqoh: Jurnal Ushuluddin dan Filsafat is a peer reviewed journal which is highly dedicated as public space to deeply explore and widely socialize various creative and brilliance academic ideas, concepts, and research findings from the researchers, academicians, and practitioners who are concerning to develop and promote the religious thoughts, and philosophies. Nevertheless, the ideas which are promoting by this journal not just limited to the concept per se, but also expected to the contextualization into the daily religious life, such as, inter-religious dialogue, Islamic movement, living Quran, living Hadith, and other issues which are socially, culturally, and politically correlate to the Islamic and Muslim community development.
Articles 98 Documents
TINJAUAN FILSAFAT IDEALISME TERHADAP PERAN GURU DALAM MEMBANGUN PENDIDIKAN BERBASIS NILAI DAN KARAKTER DI ABAD 21 Khatimah, Khusnul; -, Ismail
El-Waroqoh : Jurnal Ushuluddin dan Filsafat Vol 9, No 2 (2025)
Publisher : Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28944/el-waroqoh.v9i2.1862

Abstract

Penelitian ini menggunakan metode penelitian liberary research atau studi literatur untuk menganalisis peran guru dalam penerapan filsafat idealisme abad-21, khususnya dalam pembentukan karakter dan nilai moral siswa. Data dikumpulkan dari sumber relavan yang berkaitan dengan judul penelitian. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penerapan nilai-nilai idealis dalam pendidikan dapat terjadi melalui pembelajaran yang menitikberatkan pada pengembangan moral dan etika serta penguatan karakter siswa. Guru memegang peranan sentral dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendukung pengembangan nilai-nilai tersebut. Kesimpulan penelitian ini adalah filosofi idealisme tetap relevan di era digital dan guru mempunyai tanggung jawab besar untuk mengintegrasikan pendidikan karakter ke dalam setiap aspek pembelajaran untuk mempersiapkan siswa memiliki landasan moral yang kuat untuk menghadapi tantangan global.
PROSES PENCIPTAAN LANGIT DAN BUMI DALAM AL-QUR’AN (Studi Komparatif Terhadap Penafsiran Thantawi Jauhari dan Muhammad Mutawalli Sya’rawi) Mu'iz, Abdul; Amrullah, Firman Ata
El-Waroqoh : Jurnal Ushuluddin dan Filsafat Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28944/el-waroqoh.v8i2.2118

Abstract

Jangka waktu proses penciptaan langit dan bumi dijelaskan dalam Al-Qur'an, khususnya dalam QS. Hud 11:7 yang menyebutkan penciptaan bumi dalam enam masa. Namun, pada QS. Fussilat 41:9, 10 -12 merinci penciptaan bumi dan langit dalam delapan masa, rician pada surah ini malah jadi bertentangan dengan ayat lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kontradiksi tersebut melalui tafsir ilmiah dari karya Thantawi Jauhari dan Muhammad Mutawalli Sya’rawi. Dalam penelitian ini akan menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan, dengan menjabarkan dan mengkomparasi penafsiran Thantawi Jauhari dan Muhammad Mutawalli Sya’rawi mengenai masalah masa proses penciptaan bumi yang tidak konkret antara ayat sebelumnya dengan QS. Fussilat ayat 9, 10, dan 12, yang bersumber dari kitab Al-Jawahir Fi Tafsir Al-Qur’a Al-Karim dan Tafsir Al-Sha’rawi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam QS. Fussilat ayat 9, 10, dan 12, penciptaan bumi tetap berlangsung dalam enam masa, dapat dijelaskan sebagai berikut: dua masa dalam ayat 9, dua masa penciptaan dalam ayat 10, dan dua masa pembentukan langit dalam ayat 12. Penjelasan ini memperkuat bahwa tidak ada kontradiksi antara ayat-ayat dalam Al-Qur’an. Selain itu, terdapat beberapa perbedaan antara kedua penafsiran, seperti penafsiran mengenai masa, tahapan ketiga dan keempat dalam proses penciptaan bumi, serta penjelasan tentang proses penciptaan langit dan bumi dalam delapan masa. Namun, kedua penafsiran memiliki persamaan, di antaranya adalah kesepakatan bahwa tidak ada kontradiksi antar ayat dalam Al-Qur’an, awal mula penciptaan bumi, sumber berkah yang terdapat di bumi, dan penjelasan mengenai tingkatan langit.
MENJEMBATANI WAHYU DAN INTERVENSI: SEBUAH KERANGKA BIMBINGAN KONSELING ISLAM UNTUK PENCEGAHAN PERUNDUNGAN BERDASARKAN PRINSIP-PRINSIP AL-QURAN Nofita Rahmawati, Roro Kurnia
El-Waroqoh : Jurnal Ushuluddin dan Filsafat Vol 10, No 1 (2026)
Publisher : Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28944/el-waroqoh.v10i1.2566

Abstract

Bullying in Islamic schools requires a counseling approach aligned with spiritual values. This study developed and tested an integrative Islamic counseling model for bullying prevention based on Qur'anic principles. Using the Research and Development method, the research produced the Qur'anic Relational Restoration (QRR) Model. This operational framework consists of four phases: Ta‘arruf (Holistic Introduction), Tafh?m (Empathetic Understanding), Ta‘?wun (Collaborative Action), and Taqy?m (Continuous Evaluation). It translates principles like ?if? al-Kar?mah (preserving dignity) into specific techniques such as Guided Qur'anic Reflection (GQR). Validation by experts yielded a high Content Validity Index (CVI) of 0.92. A limited trial with counselors confirmed its practicality and effectiveness in building client insight and therapeutic rapport. The study concludes that the QRR Model is a valid, practical, and contextually authentic tool for Islamic schools to address bullying, effectively bridging spiritual principles with psychological intervention.
REINTERPRETASI GENDER DALAM HUKUM ISLAM: ANALISIS KRITIS TERHADAP KEPEMIMPINAN PEREMPUAN, POLIGAMI, DAN KEWARISAN Khalid, Iqbal Ibnu; Ningrum, Sulistia
El-Waroqoh : Jurnal Ushuluddin dan Filsafat Vol 9, No 2 (2025)
Publisher : Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28944/el-waroqoh.v9i2.2411

Abstract

The discourse on gender in Islamic law continues to be a subject of academic interest, especially when religious practices in various Muslim communities still exhibit patriarchal biases that contribute to social inequality between men and women. This study attempts to reinterpret the concept of gender in Islamic law by examining three main issues, namely female leadership, polygamy, and inheritance. The research uses a library method with a critical-analytical approach through the integration of a gender hermeneutics framework, maq??id al-syar?‘ah, and historical-normative analysis of classical and contemporary sources. The results of the study show that a number of fiqh constructions regarding gender relations are more influenced by the social and patriarchal cultural context of pre-modern societies than by the normative principles of justice in the Qur'an. Maq??id-based reinterpretation affirms that justice, equality of dignity, and protection of rights are fundamental principles that can reframe the position of women in leadership, the practice of polygamy, and the distribution of inheritance. Furthermore, this study highlights the importance of a more comprehensive re-reading of religious texts, taking into account contemporary social dynamics, developments in legal thought, and the ethical demands of modern Muslim societies. Thus, this article not only provides a theoretical analysis but also offers a conceptual foundation for the development of a more adaptive and inclusive methodology of istinb?? law. This article contributes to strengthening the epistemology of Islamic law that is responsive to gender justice issues and opens up space for the development of fiqh that is more contextual, humanistic, and in line with universal human values.
PERSEPSI MASYARAKAT ISLAM TERHADAP ALIRAN SEMPALAN DI LINGKUNGAN VII KELURAHAN BANTAN KECAMATAN MEDAN TEMBUNG -, Andhara; Harahap, Indra
El-Waroqoh : Jurnal Ushuluddin dan Filsafat Vol 9, No 2 (2025)
Publisher : Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28944/el-waroqoh.v9i2.2153

Abstract

Keragaman pemahaman Islam di Indonesia telah melahirkan berbagai gerakan keagamaan yang dipandang berbeda dari ajaran Islam umumnya, sehingga menimbulkan tantangan sosial di level masyarakat. Fenomena ini penting untuk diteliti mengingat dampaknya terhadap keharmonisan dan persatuan umat Islam. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan sikap masyarakat Muslim di Lingkungan VII Kelurahan Bantan, Medan Tembung mengenai kehadiran aliran sempalan, menelaah aspek-aspek yang membentuk cara pandang mereka, dan mengetahui bentuk-bentuk tanggapan sosial yang berkembang. Riset ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik wawancara mendalam, observasi partisipan, dan studi dokumentasi terhadap informan yang dipilih secara sengaja. Hasil riset memperlihatkan bahwa masyarakat memiliki cara pandang yang bervariasi walaupun sebagian besar menyatakan tidak ada aliran sempalan di wilayah mereka. Pembentukan cara pandang dipengaruhi pendidikan agama, peran ulama, cerita dari masyarakat, media massa, dan faktor ekonomi-sosial. Tanggapan masyarakat menunjukkan sikap hati-hati tetapi tetap terbuka dalam menghadapi perbedaan kepercayaan. Penelitian ini menyajikan gambaran tentang kehidupan beragama masyarakat dan urgensi pendekatan yang bijak dalam menyikapi keberagaman paham keagamaan. 
ANALSIS KONSEP WARIS DAN WASIAT DALAM AL-QUR’AN (Studi atas Penafsiran Imam Al-Baghawiy dalam Tafsir Ma'alim al Tanzil) Rosi, Fauzi Fathur; Suaidi, Ach Faizul A'la
El-Waroqoh : Jurnal Ushuluddin dan Filsafat Vol 9, No 2 (2025)
Publisher : Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28944/el-waroqoh.v9i2.2062

Abstract

Al-Qur’an merupakan rujukan hukum fiqih Islam. Mengingat polemik Masyarakat saat ini adalah minim pengetahuan tentang pembagian waris dan wasiat. Salah satunya disebabkan adanya rasa puas diri dalam memahami perkembangan hukum tersebut. Seperti yang terdapat pada surah al-Baqarah ayat 180 yang menyinggung perubahan ayat (nasakh) dari ayat wasiat menjadi ayat waris. Terlebih hubungan antar keduanya. Dalam hal ini penulis menggunakan penafsiran Imam al-Baghawiy dalam kitabnya Ma’a>lim al-Tanzi>l yang menonjolkan kajian fiqih. Adapun Metodologi yang digunakan adalah penelitian Pustaka (library research) dengan pendekatan content analysis. Sebagian besar datanya diperoleh dari sumber primer yaitu kitab Ma’alim al-Tanzil. membacakan silsilah sanad atau disebut shajarotu al-sanad. Hasil penelitian akan memungkinkan penulis untuk memberikan jawaban yang lengkap tentang pemahaman dan interpretasi Imam al-Baghawiy tentang ayat 180 surah al-Baqarah tentang wasiat dan waris. Pertama, al-Baghawiy mendefinisikan waris dan wasiat dengan beberapa cara. a) beliau memulai setiap sub bab dengan pembahasan hadits sahih, kemudian menyertakan pendapat ulama fiqih dan hadits. b) beliau menetapkan masalah-permasalahan dengan sub-sub. Dimulai dengan bab waris, yang memerlukan pemahaman tentang nasab keluarga dan alasan mengapa seseorang tidak menerima warisan; kemudian bab wasiat, yang mencakup persyaratan sepertiga; dan hubungan antara waris dan wasiat. Kedua kewajiban untuk berwasiat kepada kerabat disebutkan sebelumnya dalam ayat 180 surah al-Baqarah. hanya dinasakh menjadi ayat warisan karena kalimat wajibnya telah diperbaiki secara hukum. Dikhawatirkan harta ahli waris terdekat tidak mencukupi. Kemudian beliau mengeluarkan fatwa bahwa wasiat itu untuk keluarga yang paling membutuhkan, karena kebutuhan yang paling mendesak. Kecuali untuk kemaslahatan keluarga.
TIPOLOGI HERMENEUTIKA DAN IMPLEMENTASINYA DALAM TASIR AHKAM ABDUL HALIM BINJAI Datmi, Muhammad Akbar Rosyidi
El-Waroqoh : Jurnal Ushuluddin dan Filsafat Vol 10, No 1 (2026)
Publisher : Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28944/el-waroqoh.v10i1.2535

Abstract

This article examines the typology of hermeneutics and its implementation in the interpretation of legal verses (?y?t al-a?k?m) in the Qur’anic exegesis of Abdul Halim Hasan Binjai. Hermeneutics is often perceived as a foreign approach within Qur’anic studies, while classical Muslim exegetes—particularly those from the Nusantara tradition—are commonly regarded as employing purely textual and normative methods. This study argues that hermeneutical practices have long been embedded in the Islamic exegetical tradition, albeit without explicit theoretical articulation. The purpose of this research is to identify the dominant hermeneutical typology employed by Abdul Halim Hasan Binjai and to analyze how it is implemented in his interpretation of legal verses. This study adopts a qualitative library research method. The primary data are drawn from Abdul Halim Hasan Binjai’s tafsir al-a?k?m, supported by classical and contemporary works on Qur’anic exegesis, Islamic legal theory, and hermeneutics. Data are analyzed using a hermeneutical approach and content analysis to examine patterns of textual interpretation, the relationship between text and context, and the orientation of legal reasoning. The findings reveal that Abdul Halim Hasan Binjai’s tafsir reflects an objective-contextual hermeneutical typology, integrating textual fidelity with contextual considerations and public welfare (ma?la?ah). This study highlights the significant contribution of Nusantara tafsir to the development of Islamic legal hermeneutics. Keywords: Qur’anic hermeneutics, legal exegesis, Abdul Halim Hasan Binjai.
INTERNALISASI SPIRITUAL QUOTIENT (SQ) DALAM TRADISI KOLOMAN SAMMAN (Studi Fenomenologi agama di Dusun Sobih Keluruhan Bugih Pamekasan) Ramadhan, Yusfar
El-Waroqoh : Jurnal Ushuluddin dan Filsafat Vol 9, No 2 (2025)
Publisher : Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28944/el-waroqoh.v9i2.1595

Abstract

Culture is an important element in human life, so it attracts attention from various fields of science such as sociology and anthropology. One of the local traditions in Madura, especially the Sobih Bugih Pamekasan area, which is still preserved today is Koloman Samman. The Samman column tradition is a tradition of community gatherings by reading dhikr and poetry containing praise to Allah SWT. Apart from containing religious elements in it, the Samman column also contains high social elements. Community friendship will be maintained, thereby minimizing feuds and increasing solidarity among others. The theory used is a qualitative approach. A qualitative approach with a type of phenomenology is used to capture and understand how the spiritual quotient is internalized through the Samman column tradition and find the meaning implicit in it. The data sources for this research are divided into two sources, namely primary and secondary data sources. The main source of information is the reporter who conducted interviews, observations and documentation required by the researcher. Meanwhile, the secondary data source is data taken from non-participant communities in the Samman column activity. Based on the results of analysis related to the research carried out , regarding the Koloman Samman Tradition: A Form of Internalization of the Spiritual Quotient (Sq) (Phenominological Study of Sobih Hamlet, Bugih District Pamekasan) it can be concluded as follows: Internalization of Islamic values in community life can be realized in the Samman column, with several notes, that internalization Religious values in the character of society requires a long process

Page 10 of 10 | Total Record : 98