cover
Contact Name
-
Contact Email
ucej@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
ucej@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Sekaran, Gunungpati, Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Unnes Civic Education Journal
ISSN : 22526293     EISSN : 25490400     DOI : https://doi.org/10.15294/ucej
Core Subject : Social,
Unnes Civic Education Journal {UCEJ} is a peer-reviewed journal that covers the fields of scientific knowledge or academic that civics education studies. The UCEJ is an academic journal centered in citizenship studies i.e. civic education {curriculum, teaching, instructional media, and evaluation}, political education, law education, moral education, and multicultural education. Contributions are welcome in any suitable form, including critical essays, reviews of significant topics, case studies, theoretical and empirical articles, and statistical analysis. It has been published biannually since 2012 with the registered number p-ISSN 2252-6293 and e-ISSN 2549-0400. UCEJ was published by Civic Education Program, Universitas Negeri Semarang and this is an open-access journal and also available in print.
Articles 35 Documents
Implementasi Hak Dan Kewajiban  Peserta Bpjs Kesehatan Di Pusat Layanan Kesehatan (Puslakes) Universitas Negeri Semarang Erlin Yoanndari; Andi Suhardiyanto
Unnes Civic Education Journal Vol. 10 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ucej.v10i1.5861

Abstract

Setiap orang yang terdaftar dalam kepesertaan BPJS Kesehatan memiliki tanggungjawab untuk memenuhi kewajiban dan menggunakan haknya. Sehingga, penting bagi peserta BPJS Kesehatan mengetahui dan melaksanakan hak dan kewajiban tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi hak dan kewajiban peserta BPJS Kesehatan di PUSLAKES UNNES dan bagaimana persentase pengguna BPJS Kesehatan yang sudah melaksanakan kewajiban dan mendatkan pelayanan kesehatan. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode kombinasi dengan lokasi penelitian bertempat di Pusat Layanan Kesehatan (PUSLAKES) Universitas Negeri Semarang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi hak dan kewajiban peserta BPJS Kesehatan di PUSLAKES UNNES telah diimplementasikan dengan sangat baik. Dengan ini dibuktikan dengan bisa diggunakannya layanan BPJS Kesehatan di PUSLAKES UNNES oleh responden dan narasumber yang mencapai 85% pemenuhan kewajiban dan 75% pemafaatan hak. Hal ini tidak lepas dari kendala seperti pengetahuan responden dan narasumber terhadap informasi terkait BPJS Kesehatan serta fasilitas pendukung yang dapat membantu proses pelayanan kesehatan di PUSLAKES UNNES.
Nilai-Nilai Pancasila dalam Tradisi Lamporan di Kelurahan Kunden Kabupaten Blora Audi Rahmatun Ni'mah; Ngabiyanto
Unnes Civic Education Journal Vol. 10 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ucej.v10i1.5865

Abstract

Budaya menjadi bagian dari diri kita dalam bentuk nilai, kepercayaan, perilaku dan cara kita berinteraksi dengan orang lain. Budaya yang ada di masyarakat menjadi suatu hal yang menarik untuk diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan tradisi lamporan serta nilai-nilai pancasila yang diamalkan dalam tradisi lamporan di Kelurahan Kunden Kabupaten Blora. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi lamporan di kelurahan Kunden dimaknai sebagai tolak bala dengan meminta dan memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar diberi keselamatan dan kesejahteraan serta terhindar dari bahaya. Nilai-nilai pancasila yang diamalkan dalam tradisi lamporan adalah Nilai Ketuhanan Yang Maha Esa melalui kegiatan arak-arakan dan doa bersama, Nilai Kemanusiaan yang Adil dan Beradab melalui kegiatan kerja bakti dan arak-arakan, Nilai Persatuan Indonesia melalui kegiatan kerja bakti, pemberangkatan lamporan, dan arak-arakan, Nilai Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan melalui kegiatan rapat persiapan, dan Nilai Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia melalui kegiatan kerja bakti dan arak-arakan.
Meningkatkan Pemahaman Pembayaran Digital dan Mata Uang Rupiah melalui Workshop CBPR dan QRIS Izra, Mochammad Nizar; Moh. Aris Munandar
Unnes Civic Education Journal Vol. 10 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ucej.v10i1.11712

Abstract

Di era digital yang berkembang, transaksi keuangan digital semakin penting. QRIS dan program CBPR di Indonesia menjadi solusi untuk meningkatkan efisiensi dan kesadaran masyarakat terhadap uang Rupiah terlebih pada peserta didik. QRIS memungkinkan integrasi berbagai metode pembayaran elektronik melalui kode QR, digunakan oleh lebih dari 15 juta pedagang. Sementara itu, CBPR mengedukasi masyarakat tentang mengenali uang Rupiah asli, penting mengingat 188.370 lembar uang palsu beredar di 2021. Literasi keuangan di Indonesia masih rendah, terutama di kalangan generasi muda, meski inklusi keuangan mencapai 76,19%. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji efisiensi Workshop QRIS dan CBPR di SMA Negeri 3 Semarang dan Implikasi Workshop terhadap pengembangan program literasi keuangan dan digital. Program ini diharapkan meningkatkan pemahaman peserta didik tentang teknologi transaksi digital dan nilai mata uang nasional. Metode dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa Workshop ini secara signifikan meningkatkan literasi keuangan dan digital dengan peningkatan pengetahuan dan keterampilan pada seluruh peserta didik serta meningkatkan kesadaran mereka akan pentingnya keaslian uang Rupiah.
Perubahan Sosial pada Tradisi Gotong Royong Masyarakat Petani di Desa Sigentong Kecamatan Wanasari Kabupaten Brebes ziadatulkhoeriyah; Agustinus Sugeng Priyanto
Unnes Civic Education Journal Vol. 10 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ucej.v10i1.20496

Abstract

Gotong-royong merupakan tradisi yang telah lama menjadi bagian integral dari kehidupan masyarakat Indonesia, terutama di pedesaan. Di Desa Sigentong, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes, tradisi ini menjadi simbol solidaritas dan kekeluargaan dalam kehidupan bermasyarakat, khususnya di kalangan petani. Namun, modernisasi dan perkembangan teknologi pertanian telah membawa perubahan sosial yang signifikan terhadap tradisi gotong-royong ini.  Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perubahan sosial yang terjadi pada tradisi gotongroyong di Desa Sigentong, serta menganalisis dampaknya, baik dari segi sosial, budaya, maupun ekonomi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas kepala desa, tokoh masyarakat, dan petani setempat yang memiliki pengalaman langsung dengan tradisi gotong-royong. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan sosial pada tradisi gotong-royong di Desa Sigentong disebabkan oleh beberapa faktor, seperti modernisasi teknologi pertanian, pergeseran nilai-nilai budaya, dan perubahan kebutuhan masyarakat. Tradisi yang sebelumnya mengandalkan kerja sama kolektif secara manual dalam aktivitas pertanian, seperti menanam dan memanen padi, kini mulai tergantikan oleh penggunaan mesin dan tenaga kerja individual.
Dampak Kebijakan Bantuan Sosial terhadap Masyarakat di Desa Wotan Kecamatan Sukolilo Kabupaten Pati Tahun 2023 Sausan Fadhila, Aisyah; Tijan
Unnes Civic Education Journal Vol. 10 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ucej.v10i1.21501

Abstract

This study examines the impact of providing social assistance BLT DD, BPNT, PKH, and 10 kg Rice Food Assistance in Wotan Village. The purpose of this study is to find out the implementation of social assistance in Wotan Village, the impact of social assistance policies on the community and the factors that affect it. This research uses a qualitative approach. Data sources include data sources and secondary, data collection techniques using interviews, observations, and documentation. The data validity technique used is the triangulation technique. Data analysis through data collection, data reduction, data presentation, and conclusion making. The implementation of social assistance policies in Wotan Village has a positive impact in the form of increasing people's purchasing power, quality of life, and access to public services. Meanwhile, the negative impacts caused are dependence, misuse of aid funds and data, and become a financial burden on the state. The community feels that assistance is a right that must be given and getting additional income by becoming a recipient of assistance is a legitimate way for them. The political actors involved experienced miscommunication, making the distribution of aid run inappropriately. In addition, research shows that there are various factors that affect ranging from economic, political, cultural, and educational factors.
Penguatan Pendidikan Anti Korupsi Melalui Literasi Anti Korupsi di SMP Negeri 12 Semarang Darmawan, Bagus; Handoyo, Eko; Sunarto; Wahyu Beny
Unnes Civic Education Journal Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ucej.v9i4.2945

Abstract

 Semakin tingginya kasus korupsi yang terjadi di Indonesia, maka penguatan pendidikan anti korupsi sangat diperlukan agar peserta didik senantiasa melakukan kegiatan positif yang mendukung pencegahan korupsi. Melalui literasi anti korupsi, peserta didik dapat memahami dengan lebih mudah mengenai konsep implementasi nilai-nilai anti korupsi dengan cara  membaca, menulis, menyampaikan pendapatnya dan kegiatan literasi lainya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan, peran sekolah, dan dampak pendidikan anti korupsi melalui literasi anti korupsi pada sikap peserta didik diSMP Negeri 12 Semarang. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif. Lokasi penelitian berada di SMP Negeri 12 Semarang. Fokus penelitiani ini adalah pelaksanaan, peran sekolah, dan dampak penguatan pendidikan anti korupsi melalui literasi anti korupsi terhadap sikap peserta didik. Sumber data diperoleh dari sumber data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan wawancara, dokumentasi, dan observasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Pelaksanaan pendidikan anti korupsi melalui literasi anti korupsi dilakukan dengan dua bentukyaitu pembelajaran materi sisipan dan pembiasaan literasi anti korupsi yaitu; selasa integritas, diary kejujuran, orange jus, seminar anti korupsi, dan majalah cemara. (2) Peran sekolah terbagi menjadi tugas yaitu; kepala sekolah sebagai penentu kebijakan, menjadi teladan, evaluasi, kolaborasi, dan kampanye anti korupsi; wakil kepala sekolah bidang kesiswaan sebagai koordinator kegiatan peserta didik, pemantauan, pembinaan sikap, dan mendukung literasi anti korupsi; dan guru PPKn sebagai koordinator pendidikan anti korupsi, integrasi pembelajaran, pengembangan media dan stimulasi pemikiran kritisanti korupsi. (3) Dampak penguatan pendidikan anti korupsi melalui literasi anti korupsi terhadap sikap peserta didik yaitu meningkatnya sikap kepedulian, kejujuran, disiplin, tanggung jawab, berani, adil, gotong royong, dan kerja keras dalam menanggapi permasalahan lingkungan sosial di SMP Negeri 12 Semarang. Simpulan penelitian ini adalah pelaksanaan pembelajaran dan pembiasaan, keikutsertaan peran sekolah dalam mendukung literasi anti korupsi dapat berdampak positif terhadap sikap peserta didik dalam mengimplementasikan nilai-nilai anti korupsi dalam kehidupan sehari-hari. Saran peneliti(1) Dinas pendidikan Kota Semarang menginstruksikan mata pelajaran anti korupsi sendiri. (2) Sekolah membuat anggaran anggaran khusus pendidikan anti korupsi. (3) Pimpinan, guru, dan karyawan lebih kosisten memberikan contoh anti korupsi. (4) Sekolah membuat kampanye dan apresiasi dalam bentuk lomba literasi anti korupsi. 
Kepemimpinan Pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) dalam Melaksanakan Program Kerja di SMP Negeri 5 Kudus Salma Adinda Clarasinta; Slamet Sumarto
Unnes Civic Education Journal Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ucej.v10i2.10461

Abstract

Pendidikan merupakan aspek penting bagi negara karena menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas. Sumber daya ini tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga dalam sikap dan perilaku. Tujuan pendidikan nasional diatur dalam UU RI No. 20 Tahun 2003 untuk mengembangkan potensi siswa menjadi individu yang beriman, berakhlak, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan bertanggung jawab. Namun, tujuan ini belum sepenuhnya tercapai di Indonesia, terlihat dari banyaknya pemimpin yang melanggar etika dan keterlibatan korupsi. Oleh karena itu, penting untuk menanamkan jiwa kepemimpinan pada siswa. Kepemimpinan siswa dapat ditingkatkan melalui keikutsertaan dalam organisasi seperti OSIS. OSIS berfungsi mengembangkan kemampuan, tanggung jawab, dan kreativitas siswa, serta mempersiapkan karir mereka.  
Implementasi Dimensi Kreatif Profil Pelajar Pancasila Pada Pembelajaran Pendidikan Pancasila Kelas VII SMP N 16 Semarang Utami, Melia Dwi; Susanti, Martien Herna
Unnes Civic Education Journal Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ucej.v10i2.15510

Abstract

Profil pelajar Pancasila adalah bagian untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Terjadinya perubahan kehidupan dinamis mempengaruhi sistem pendidikan di Indonesia, permasalahan penerapan pembelajaran salah satunya profil pelajar Pancasila dalam kurikulum merdeka menarik diteliti untuk mengetahui bagaimana penerapan profil pelajar Pancasila dimensi kreatif pada pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan kelas VII di SMP N 16 Semarang. Tujuan penelitian untuk mengetahui penerapan dimensi kreatif profil pelajar Pancasila pada pembelajaran Pendidikan Pancasila kelas VII di SMP N 16 Semarang, serta faktor pendukung dan penghambat penerapannya. Metode penelitian menggunakan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan dimensi kreatif profil pelajar Pancasila untuk meningkatkan keterampilan dan kreativitas peserta didik dilakukan dengan menggunakan metode ceramah, diskusi, dan project. Terdapat enam klasifikasi taksonomi Bloom dalam menciptakan kreativitas peserta didik dan dua alur perkembangan dimensi kreatif profil pelajar Pancasila: peserta didik mampu menghasilkan ide atau gagasan orisinal dan menghasilkan karya atau tindakan yang orisinal.
Penguatan Karakter Mandiri Pada Peserta Didik Melalui Kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Di SMP Negeri 13 Semarang Fatmawati, Tara Namalia; Tutik Wijayanti
Unnes Civic Education Journal Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ucej.v10i2.16908

Abstract

Penelitian ini menganalisis penguatan karakter mandiri melalui kegiatan projek penguatan profil pelajar Pancasila. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi penguatan karakter mandiri pada peserta didik melalui kegiatan projek penguatan profil pelajar Pancasila kelas VII di SMP Negeri 13 Semarang, faktor pendorong dan faktor penghambat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini yaitu kepala sekolah, waka kurikulum, koordinator tim fasilitator kegiatan P5 dan peserta didik kelas VII. Uji keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Implementasi Penguatan Karakter Mandiri Pada Peserta Didik Melalui Kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Pada Tema Suara Demokrasi kelas VII SMP Negeri 13 Semarang telah dilaksanakan dengan efektif dan terstruktur. Projek ini dirancang dengan fokus pada satu karakter dari profil pelajar Pancasila, yaitu karater mandiri. Dalam implementasi penguatan karakter peserta didik dilakukan melalui beberapa tahap sistematis yaitu tahap perencanaan, tahap pelaksanaan dan tahap evaluasi. Implementasi Projek dipengaruhi oleh faktor pendorong dan faktor penghambat. Untuk faktor pendorong meliputi faktor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi aspek bawaan dan kepribadian sedangkan faktor eksternal mencakup dukungan keluarga, guru/pendidik dan lingkungan sekitar. Sedangkan faktor penghambat adalah minimnya pemahaman mendalam tentang kurikulum dari pihak pendidik dan kurangnya pemahaman peserta didik terhadap pembelajaran Kurikulum Merdeka. 
Penguatan Pendidikan Karakter Integritas Melalui Pembiasaan Terpadu di SMP Negeri 12 Semarang Bachtiar Aljabar Rosyid; Natal Kristiono
Unnes Civic Education Journal Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ucej.v10i2.21380

Abstract

Setiap siswa harus berperilaku baik sesuai norma dan aturan, sehingga karakter integritas penting untuk mengontrol tingkah laku. Pembentukan karakter ini tidak hanya melalui kegiatan kurikuler, tetapi juga melalui kegiatan lain di sekolah, seperti pembiasaan terpadu. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bentuk penguatan pendidikan karakter integritas melalui pembiasaan terpadu di SMP Negeri 12 Semarang serta faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan fokus penelitian yaitu penguatan pendidikan karakter integritas melalui pembiasaan terpadu yang dilaksanakan setiap hari selasa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penguatan karakter integritas di SMP Negeri 12 Semarang dilakukan secara sistematis melalui pembiasaan harian dengan tema berbeda dan dua program utama, yaitu ATIBOPO dan Lorong Integritas. Evaluasi menunjukkan dampak positif, seperti meningkatnya kesadaran siswa akan integritas, yang tercermin dalam kegiatan seperti Diary Kejujuran. Keberhasilan program ini didukung oleh faktor internal, seperti peran kepala sekolah, komitmen guru, dan motivasi siswa, serta faktor eksternal, seperti dukungan keluarga dan masyarakat. Namun, terdapat hambatan, baik internal, seperti perbedaan karakter siswa dan keterbatasan fasilitas, maupun eksternal, seperti kurangnya perhatian keluarga dan pengaruh negatif lingkungan.

Page 3 of 4 | Total Record : 35