cover
Contact Name
Yenda Puspita
Contact Email
yendapuspitah@gmail.com
Phone
+6282390436300
Journal Mail Official
yendapuspitah@gmail.com
Editorial Address
Perumahan Mutiara Cadika Blok A Nomor 5 Bangkinang Kota, Kab. Kampar, Riau 28411
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Edusiana: Jurnal Ilmu Pendidikan
ISSN : -     EISSN : 29868300     DOI : 10.37985
Core Subject : Education,
Edusiana: Jurnal Ilmu Pendidikan menerbitkan artikel ilmiah yang meliputi hasil kajian ilmiah di bidang pendidikan baik yang dilakukan oleh guru, dosen maupun peneliti independent. Kajian tersebut meliputi, filsafat pendidikan, psikologi pendidikan, bimbingan dan konseling pendidikan, metodologi pendidikan, analisis kebijakan pendidikan, pengelolaan pendidikan, analisis kepemimpinan dan penelitian-penelitian lainnya di bidang praktis pendidikan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 77 Documents
Pengaruh Media Pohon Bergambar Untuk Meningkatkan Kecerdasan Verbal Linguistik Pada Anak Usia 5-6 Tahun Nurhayati, Nurhayati; Lusiana, Dilla; Syukur, Azhari; Khaidir, Eniwati
Edusiana: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/edusiana.v2i1.407

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media pohon bergambar untuk meningkatkan kecerdasan verbal linguistik anak usia 5-6 tahun di Taman Kanak-Kanak Pertiwi Desa Sungai Buluh Kecamatan Singingi Hilir Kabupaten Kuantan Singingi. Subjek dalam penelitian ini anak usia 5-6 tahun, objek penelitian adalah pengaruh media pohon bergambar untuk meningkatkan kecerdasan verbal linguistik anak usia 5-6 tahun di Taman Kanak-Kanak Pertiwi Desa Sungai Buluh Kecamatan Singingi Hilir Kabupaten Kuantan Singingi. Populasi penelitian ini berjumlah 23 anak. Sampel penelitian berjumlah 12 anak. Subjek dalam penelitian ini adalah anak kelas B1, penelitian ini adalah kuantitatif eksprimen one group pretest posttest dengan t-test atau uji memiliki rumus ttabel > thitung. Jika ttabel > thitung maka Ho ditolak dan Ha diterima dengan bantuan program SPSS versi 23. Digunakan rumus gain ternormalisasi dan di dapat dari hasil rumus tersebut sebesar 69,06% dikatagori sedang. Dimana penjelasan katagorinya G<30% (Rendah),30%< G<70% (Sedang), G< 70% (Tinggi). Adapun teknik pengumpulan data menggunakan observasi, tes dan dokumentasi. Berdasarkan data pretest rata-ratanya 22,77% berada dikatagori BB (Belum Berkembang), data posttest rata-ratanya 76,11% berada dikatagori BSB (Berkembang Sesuai Baik). Hal ini menunjukkan bahwa dengan diterapkannya media pohon bergambar untuk meningkatkan kecerdasan verbal linguistik anak usia 5-6 tahun di Taman Kanak-Kanak Pertiwi Desa Sungai Buluh Kecamatan Singingi Hilir Kabupaten Kuantan Singingi, dengan berdasarkan hasil analisis pada kelas eksprimen di peroleh thitung = -29.212 dan ttabel = 2.01505 maka ttabel > thitung. Nilai sig (2-tailed) ditemukan bahwa nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05, dengan demikian Ha diterima dan H0 ditolak. Jadi dapat disimpulkan terdapat pengaruh media pohon bergambar untuk meningkatkan kecerdasan verbal linguistik pada anak usia 5-6 tahun di Taman Kanak-Kanak Pertiwi Desa Sungai Buluh Kecamatan Singingi Hilir Kabupaten Kuantan Singingi.
Pengaruh Metode Hypnoteaching Terhadap Kecerdasan Emosional Anak Usia Dini Hidayat, Moh. Syarif; Puspita, Yenda
Edusiana: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/edusiana.v2i1.409

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dampak metode hypnoteaching dalam mengembangkan kecerdasan emosional pada anak usia dini, yang didorong oleh kesadaran rendah masyarakat akan pentingnya pembinaan kecerdasan emosional sejak dini. Kecerdasan emosional memainkan peran krusial dalam perkembangan emosional anak, memungkinkan mereka untuk mengelola emosi dan memiliki empati terhadap orang lain. Melibatkan 13 siswa dari PAUD Al Quran Annisa Syarifah Kab. Pangandaran Kelas B, termasuk 7 laki-laki dan 6 perempuan, penelitian ini menggunakan metode hypnoteaching yang mencakup pemberian sugesti pada alam bawah sadar siswa, dengan teknik unggulan berupa pengondisian pembelajaran dan sugesti kepada peserta didik. Metode kuasi eksperimen dengan teknik time series design digunakan dalam penelitian ini, dengan fokus pada Equivalent Time-Series Design yang terdiri dari tiga kali treatment dan empat kali pengambilan data. Pretest, posttest 1, posttest 2, dan posttest 3 membentuk rangkaian evaluasi. Hasilnya, nilai rata-rata kecerdasan emosional anak usia dini menunjukkan peningkatan yang signifikan dari 48,69 pada pretest menjadi 52 pada posttest 3. Dari temuan ini, dapat disimpulkan bahwa metode hypnoteaching efektif dalam mengembangkan kecerdasan emosional anak usia dini. Hal ini mendorong rekomendasi penulis untuk mengadopsi metode hypnoteaching sebagai pendekatan pembelajaran yang inovatif dan menarik dalam pendidikan anak usia dini, baik untuk pembelajaran lain maupun pengembangan lebih lanjut pada aspek perkembangan anak.
Pola Penerapan Pendidikan Agama Islam Pada Anak Usia Dini Di Paud Al Qur’an (Paudqu) Annisa Syarifah puspita, yenda; Hidayat, Moh. Syarif
Edusiana: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/edusiana.v2i1.453

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pola implementasi Pendidikan Agama Islam di PAUDQu Annisa Syarifah melalui pendekatan deskriptif kualitatif. Fokus penelitian terpusat pada manajemen pembelajaran agama Islam di PAUDQu Annisa Syarifah. Metode penelitian adalah kualitatif diskriptif. Observasi, wawancara, dan dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan data penelitian. Subyek penelitian ini adalah anak-anak PAUDQu Annisa Syarifah. Hasil penelitian mengungkap adanya variasi dalam hasil belajar antara kelas A dan kelas B, namun pentingnya tetap menjaga prioritas pembelajaran agama Islam di tengah perbedaan tersebut. Integrasi antara kurikulum mandiri dan kurikulum dasar dilakukan untuk memberikan bekal yang bermanfaat kepada siswa, sementara motivasi juga diberikan sebagai sarana untuk mendorong prestasi siswa. Model pembelajaran yang digunakan, seperti metode talqiyan fikriyan untuk pembelajaran umum dan talaqqi untuk tahfidz, ternyata memiliki pengaruh yang signifikan terhadap motivasi belajar dan hasil akademik di PAUDQu Annisa Syarifah.Selain itu, penelitian menyoroti pentingnya penggabungan sistem pembelajaran dan permainan sebagai metode pengajaran yang efektif. Hal ini tercermin dalam penerapan metode talqiyan fikriyan untuk pembelajaran umum, yang menstimulasi pemikiran kritis siswa, sementara metode talaqqi digunakan untuk memperkuat hafalan dalam tahfidz. Dengan demikian, keseluruhan pendekatan pembelajaran di PAUDQu Annisa Syarifah didesain untuk menciptakan lingkungan yang merangsang minat dan motivasi belajar siswa, serta memperkuat pondasi keagamaan mereka secara holistik.
Penggunaan Metode Cerita untuk Mengembangkan Nilai Moral Anak TK Saz Pekanbaru Novita, Roza; puspita, yenda; Ismawati, Dwi
Edusiana: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/edusiana.v2i1.455

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan metode bercerita untuk menanamkan nilai moral pada anak usia dini. Metode Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah anak TK Saz Pekanbaru yang berjumlah 25 anak terdiri dari 15 anak perempuan dan 10 anak laki-laki. Teknik pengumpulan data berdasarkan observasi, tanya jawab kepada guru kelas, dan dokumentasi. Analisis data sangat penting dalam penelitian. Peneliti melakukan teknik analisis data tipe Miles dan tipe Huberman. Temuan dalam penelitian ini bahwa Metode bercerita mampu menjadi metode yang efektif digunakan untuk menanamkan nilai moral anak jika deterapkan secara tepat. Dalam menggunakan metode bercerita untuk menanamkan nilai moral pada anak uasia dini ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, diantaranya adalah: cerita yang disampaikan kepada anak harus memuat peasn moral, dalam memilih tema cerita disesuaikan dengan tingkat perkembangan anak adan tidak monoton, olah vokal dan mimik wajah guru dalam membawakan cerita disesuaikan dengan tokoh yang ada dalam cerita tersebut, dalam bercerita penting didukung dengan penggunaan alat peraga untuk memvisualisasikan hal-hal yang bersifat abstrak. Selain itu, metode bercerita ini merupakan metode efektif yang dapat meningkatkan aspek perkembangan anak, meliputi aspek kognitif, linguistik, moral, artistik, sosial, dan emosional.
Dampak Pola Asuh Orang Tua Terhadap Perkembangan Sosial-Emosional Anak Usia Dini Ismawati , Dwi; puspita, yenda; Raharjo, Semiono
Edusiana: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/edusiana.v2i1.459

Abstract

Orang tua sebagai pendidik pertama, mempunyai kewajiban membimbing, melindungi serta membesarkan anak. Keberadaan orang tua sangatlah penting, sehingga peran orang tua merupakan dasar pertama dalam pembentukan pribadi anak. Upaya tersebut dapat terwujud apabila orang tua menerapkan pola asuh yang tepat, karena pola asuh yang diberikan kepada anak akan mempengerahui pekembangan sosial-emosional anak. Oleh karena itu, diperlukan pemahaman orang tua yang lebih terhadap perkembangan sosial-emosional anak, agar perkembangan sosial-emosional anak berkembang baik dan diterima di lingkungan masyarakat. Tujuan penelitian ini guna mengetahui pentingnya pola asuh yang dilakukan oleh orang tua beserta dampaknya terhadap perkembangan sosial dan emosional anak. Hasil pembahasan ini menunjukkan bahwa terdapat tiga tipe pola asuh yang diterapkan orang tua di dalam mendidik anak yaitu demokratis, otoriter dan permisif. Ketiga pola asuh tersebut memiliki dampak yang berbeda terhadap perkembangan sosial-emosional anak. perbedaan tersebut ialah pola asuh demokratis lebih banyak memiliki dampak positif, sedangkan pola asuh otoriter dan permisif lebih banyak memiliki dampak yang negatif. Sehingga disarankan agar orang tua memimbing anak dengan pola asuh demokratis
Pengaruh Model Self Directed Learning Terhadap Kemampuan Mengenal Ukuran Pada Anak Usia 4-5 Tahun Di TK Tunas Bhakti PGRI Sidomulyo Fitri, Aprilia Wahyuning; DikeAmelia, DikeAmelia
Edusiana: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/edusiana.v2i1.485

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1.) Mengetahui perbedaan model self directed learning terhadap kemampuan mengenal ukuran pada anak usia 4-5 tahun di TK Tunas Bhakti PGRI Sidomulyo, 2.) mengetahui tingkat efektivitas model self directed learning terhadap kemampuan mengenal ukuran pada anak usia 4-5 tahun di TK Tunas Bhakti PGRI Sidomulyo. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan desain one grup pre-test post-test. Metode yang digunakan adalah pre-test, treatment, dan post-test. Subyek dalam penelitian ini adalah anak TK Tunas Bhakti PGRI Sidommulyo dengan usia 4-5 tahun yang berjumlah 30 anak yaitu 17 laki-laki dan 13 perempuan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tes lisan dan observasi. Tes lisan digunakan untuk mengukur penguasaan kemampuan mengenal ukuran pada anak di TK Tunas Bhakti PGRI Sidomulyo. Teknik analisis data tentang kemampuan mengenal ukuran menggunakan analisis Sample T test. Hasil penelitian menunjukan bahwa kemampuan mengenal ukuran pada anak usia 4-5 tahun meningkat setelah diberika perlakukan. Pengenalan ukuran secara menyeluruh dengan menggunakan model self directed learning memberikan pengaruh terhadap kemampuan mengenal ukuran pada anak usia 4-5 tahun di TK Tunas Bhakti PGRI Sidomulyo. Kemampuan mengenal ukuran pada pre-test menunjukan bahwa kemampuan mengenal ukuran cenderung rendah. Selanjutnya anak atau responden diberikan treatment selama sekali, kemudian anak diberikan tes lisan yang sama. Hasil skor post-test menunjukan pengaruh terhadap kemampuan mengenal ukuran pada anak yakni 20,43%.
Peningkatan Kemampuan Berhitung Melalui Permainan Bingo Di TK PKK Gema Nurpadila, Nurpadila; Fauziddin, Moh; Lasmana, Melvi
Edusiana: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/edusiana.v2i1.488

Abstract

Salah satu kegiatan perkembangan berhitung yang sangat mendasar di lembaga TK adalah anak mengenal suatu bilangan (aritmatika). Permainan bingo dapat membantu anak untuk mengingat, memahami dan mengerti akan pentingnya suatu kegiatan tersebut bagi dirinya dan dapat memberikan pengaruh untuk meningkatkan pengetahuan anak, sehingga anak dapat memahami konsep bilangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya kemampuan berhitung melalui permainan Bingo di TK PKK Gema. Model yang digunakan pada penelitian ini adalah model spiral Kemmis dan Taggart. Sampel dalam penelitian ini adalah anak di TK PKK Gema yang berjumlah 12 orang pada tahun ajaran 2020/2021. Teknik analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu teknik analisis data kualitatif dan teknik analisis data kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa dengan penerapan metode bermain dengan menggunakan permainan Bingo dapat meningkatkan kemampuan berhitung anak. Dalam upaya meningkatkan kemampuan berhitung anak, guru hendaknya menggunakan media yang lebih bervariatif dan menstimulasi tahapan-tahapan perkembangan kognitif anak, seperti media ikan di akuarium ini yang dapat meningkatkan kemampuan berhitung anak. Media ikan di akuarium ini merupakan media yang dapat membantu anak dalam mencapai tahapan penguasaan berhitung anak sehingga anak.
Peranan Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Membentuk Karakter Islami Siswa Sekolah Dasar Mulyadi
Edusiana: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/edusiana.v2i1.493

Abstract

Penelitian ini membahas peran guru dalam membentuk karakter Islami pada siswa. Karakter Islami yang diharapkan terbentuk pada siswameliputi nilai-nilai kejujuran, disiplin, tanggung jawab, dan akhlak mulia lainnya yang sesuai dengan ajaran Islam. Tujuan dalam penelitian ini adalah bagaimana peranan guru pendidikan agama islam dalam membentuk karakter islami siswa sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dan menguraikan hasil-hasil penelitian yang menunjukkan bahwa guru dengan pemahaman mendalam tentang pendidikan Islam serta kemampuan untuk menerapkannya dalam proses pembelajaran sangat berpengaruh dalam membentuk karakter Islami siswa. Hasil penelitian ini mengajarkan prinsip-prinsip agama dan memberikan pengetahuan moral, peran guru PAI adalah menjadi teladan bagi siswa, membantu mereka mengembangkan standar moral yang tinggi, kesadaran sosial, dan empati. Pembentukan karakter Islami yang meliputi nilai-nilai seperti kejujuran, disiplin, tanggung jawab, dan akhlak mulia, sangat dipengaruhi oleh metode pengajaran dan interaksi sehari-hari yang dilakukan oleh guru
Implementasi Sistem Zonasi Pada Program Penerimaan Peserta Dididik Baru (PPDB): Studi Kasus SMAN 2 Pekanbaru Akhyar, Yundri
Edusiana: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/edusiana.v2i1.526

Abstract

Salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan pendidikan di Indonesia adalah melaksanakan program pemerataan pendidikan melalui beberapa kebijakan, salah satunya adalah kebijakan PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) melalui sistem zonasi.Penelitian ini bertujan memahami implementasi penerapan sistem zonasi dalam Program Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SMAN 2 Pekanbaru. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Metode pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, dokumentasi dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem zonasi di SMAN 2 Pekanbaru telah berhasil mengurangi ketimpangan akses pendidikan antara sekolah favorit dan non-favorit, tetapi juga menimbulkan beberapa masalah. Ketidakpuasan orang tua dan siswa terkait penerimaan berdasarkan jarak, ketimpangan fasilitas antar sekolah, dan kurangnya kesadaran masyarakat tentang kebijakan ini adalah masalah utama. Sementara sekolah di pinggiran memiliki fasilitas yang lebih baik dibandingkan dengan sekolah di pusat kota, batasan zonasi membuat beberapa siswa berprestasi tidak dapat diterima di sekolah yang mereka pilih.
Kesulitan Membaca Permula Pada Pembelajaran Bahasa Inggris Siswa Sekolah Dasar Suhud, Aris; puspita, yenda
Edusiana: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/edusiana.v2i1.587

Abstract

Keterampilan membaca permulaan mempunyai peran penting dan landasan awal dalam keterampilan berbahasa, memahami semua pelajaran, serta kemampuan menyampaikan informasi (bentuk tulisan dan lisan) khusunya untuk siswa kelas rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji kesulitan membaca permulaan pada siswa kelas rendah serta strategi yang diterapkan guru untuk mengatasi masalah tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, catatan lapangan dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan kesulitan dalam membaca permulaan yaitu kesulitan mengenali huruf, menghilangkan atau mengganti huruf, kesulitan membaca setiap kata, kesulitan membedakan huruf vokal dan konsonan, kesulitan menggabungkan huruf dan suku kata menjadi kata, belum memperhatikan tanda baca. Faktor penyebab kesulitan membaca permulaan yaitu kurangnya minat belajar membaca, rendahnya motivasi siswa pada saat proses membaca, kesulitan untuk dapat menyampaikan pendapat dalam bentuk lisan atau tulisan, dan menganggap proses membaca merupakan sesuatu yang sulit dilakukan