cover
Contact Name
Zulhendri
Contact Email
zulhendripoenya@gmail.com
Phone
+6282385927972
Journal Mail Official
zulhendripoenya@gmail.com
Editorial Address
Jl.Tambusai No 23. Bangkinang
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Inovasi Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia
ISSN : 30631076     EISSN : 30631114     DOI : https://doi.org/10.31004/a3pb6486
Jurnal Inovasi Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia publishes papers regularly bimobthly in a year, in Januari, Maret, Mei, Juli, September and November. All publications in the Indonesian Research Journal on Education journal are open, allowing articles to be available online for free without subscription. Jurnal Inovasi Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia is intended as a medium for scientific studies of research results, thoughts, and critical-analytic studies regarding research in the field of education and learning. This is part of the spirit of disseminating knowledge resulting from research and thoughts for service to the wider community. In addition, it is also a source of reference for academics in the field of education and learning, social, and humaniora. Education accepts scientific articles with the scope of research on: Mathematics Education Realistic Mathematics Education Elementary School Teacher Education Early Childhood Education (ECE) Special Education Out of School Education Kindergarten Teacher Education Educational Psychology Educational Measurement and Evaluation Curriculum Development Education Technology Education Administration (Education Management) Curriculum and Educational Technology Guidance and Counseling Media Education Other relevant study topics on education
Articles 94 Documents
Peningkatan Kemampuan Berhitung Anak Melalui Bermain Media Jarum Jam Putar Usia 4 - 5 Tahun Di PAUD Bina Mitra Kota Sawahlunto Fitriyani, Siska; Mayar, Farida
Jurnal Inovasi Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 2 No. 6 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/7ww1sn75

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah kemampuan berhitung anak di PAUD Bina Mitra Kota Sawahlunto belum berkembang secara optimal. Tujuan penelitian adalah untuk meningkatkan kemampuan berhitung anak melalui media jarum jam yang terstruktur dan terencana dengan baik. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yang menggabungkan penelitian, tindakan, dan konteks kelas untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Terjadi peningkatan yang konsisten yaitu pada kondisi awal mayoritas anak (7,4 dari 10 anak) belum mampu, maka pada akhir Siklus II, hampir seluruh anak (9,4 dari 10 anak) telah mampu menguasai seluruh indikator berhitung yang ditetapkan. Pencapaian rata-rata kategori Mampu (M) dari 14% (Kondisi Awal), 44% (Siklus 1), 94% (Siklus 2) menunjukkan bahwa hipotesis tindakan dalam penelitian ini terbukti kebenarannya. Media jarum jam putar secara signifikan dapat meningkatkan kemampuan berhitung anak usia 4-5 tahun di PAUD Bina Mitra Kota Sawahlunto.
Peningkatan Kemampuan Membaca Permulaan Melalui Wordwall Pada Anak Usia Dini Di TK Lignita III Kota Sawahlunto Hulliyah, Revinka; Marlina, Serli
Jurnal Inovasi Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 3 No. 1 (2026): Volume 3, Nomor 1, Januari 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/nr4znz55

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh “rendahnya kemampuan membaca awal pada anak kelompok B di TK Lignita III Kota Sawahlunto”. Permasalahan yang ditemukan antara lain anak kesulitan menyebutkan huruf vokal dan konsonan, membedakan bunyi awal kata, serta membaca kata sederhana. Penelitian ini bertujuan untuk “meningkatkan kemampuan membaca awal melalui penggunaan media digital Wordwall dalam pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian berjumlah 10 anak kelompok B berusia 5–6 tahun”. Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan instrumen pengukuran menggunakan lembar observasi dan rubrik penilaian kemampuan membaca awal. Data dianalisis secara “deskriptif kualitatif dan kuantitatif sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media Wordwall dapat meningkatkan kemampuan membaca awal anak yang meliputi kemampuan mengenali huruf, membedakan bunyi awal, serta membaca kata sederhana”. Peningkatan juga terlihat pada motivasi dan keterlibatan anak dalam kegiatan pembelajaran. Dengan demikian, penerapan media Wordwall terbukti efektif digunakan dalam pembelajaran membaca awal dan dapat direkomendasikan sebagai alternatif media pembelajaran berbasis digital untuk anak usia dini.
Peningkatan Kemampuan Motorik Halus Anak Usia 4-5 Tahun Melalui Kegiatan Melukis Di Atas Niru Mardiah, Nada Afviva; Ismet, Syahrul; Marlina, Serli; Saridewi, Saridewi
Jurnal Inovasi Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 3 No. 1 (2026): Volume 3, Nomor 1, Januari 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/wjwg1y34

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan motorik halus anak usia 4-5 tahun di Taman Kanak-Kanak Negeri Pembina Salak, yang terindikasi dari kekakuan anak dalam memegang alat tulis dan kurangnya koordinasi mata-tangan saat beraktivitas. Kondisi ini disebabkan oleh penggunaan media pembelajaran yang monoton dan kurang menstimulasi aspek taktil. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses dan hasil peningkatan kemampuan motorik halus anak melalui kegiatan melukis di atas media niru. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan subjek penelitian sebanyak 15 anak kelompok B2. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan dokumentasi, dengan analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan. Pada Siklus I, belum terdapat anak yang mencapai kriteria tuntas (0%) karena kendala adaptasi alat dan media. Perbaikan dilakukan pada Siklus II melalui penggantian alat lukis menjadi cotton bud dan penyesuaian teknik scaffolding, yang menghasilkan lonjakan ketuntasan klasikal hingga 93% pada kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH) dan Berkembang Sangat Baik (BSB). Disimpulkan bahwa kegiatan melukis di atas niru efektif meningkatkan kemampuan motorik halus anak apabila didukung dengan alat ergonomis dan strategi instruksional yang tepat.
Peningkatan Kemampuan Motorik Halus Anak Usia 4-5 Tahun Melalui Kegiatan Meronce Dengan Sedotan Di PAUD Seruni Kelurahan Lubang Panjang Kota Sawahlunto Olivia, Yolanda Bunga; Mayar, Farida
Jurnal Inovasi Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 3 No. 1 (2026): Volume 3, Nomor 1, Januari 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/7jy3na68

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk “meningkatkan kemampuan motorik halus anak usia 4-5 tahun melalui kegiatan meronce dengan sedotan di PAUD Seruni Kelurahan Lubang Panjang Kota Sawahlunto”. Penelitian menggunakan metode “Penelitian Tindakan Kelas model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah 10 anak kelompok A yang terdiri dari 4 anak laki-laki dan 6 anak perempuan”. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dari kondisi awal dimana hanya 20% anak mencapai “kategori Berkembang Sesuai Harapan, meningkat menjadi 60% pada Siklus I, dan 90% pada Siklus II”. Kegiatan meronce dengan sedotan terbukti efektif meningkatkan koordinasi mata-tangan, kekuatan otot jari, ketekunan, dan kerapian hasil karya anak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kegiatan meronce merupakan strategi pembelajaran yang efektif, sederhana, dan menyenangkan untuk mengembangkan kemampuan motorik halus anak usia dini.
Peningkatan Kemampuan Oral Pada Aspek Bercerita Melalui Pemanfaatan Legenda Minangkabau Asal Usul Lunto Ramadhani, Awlia; Utoyo, Setiyo
Jurnal Inovasi Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 3 No. 1 (2026): Volume 3, Nomor 1, Januari 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/rjef5577

Abstract

Kemampuan oral (literasi ekspresif) merupakan kemampuan fundamental dalam perkembangan anak usia dini yang mencakup keterampilan berbicara, bercerita, dan mengekspresikan diri. Namun, banyak lembaga PAUD menghadapi tantangan dalam mengembangkan oral anak karena keterbatasan media pembelajaran yang kontekstual dan relevan dengan budaya lokal. Penelitian ini bertujuan untuk “meningkatkan kemampuan oral anak kelompok B melalui pemanfaatan Legenda Minangkabau Asal Usul Lunto di TK Al Ikhlas Lunto”.  Penelitian ini menggunakan “Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah 12 anak kelompok B (usia 5-6 tahun) yang terdiri dari 8 anak laki-laki dan 4 anak perempuan. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara”.  Hasil penelitian menunjukkan “peningkatan signifikan kemampuan oral anak dari kondisi awal ke siklus I dan siklus II. Pada kondisi awal, persentase ketercapaian oral anak hanya 41,67%”. Setelah siklus I, meningkat menjadi 66,67%, dan pada siklus II mencapai 91,67%. Anak menunjukkan peningkatan dalam keberanian berbicara, kemampuan menceritakan kembali cerita, mengekspresikan pendapat, serta antusiasme dalam kegiatan pembelajaran. Pemanfaatan Legenda Minangkabau Asal Usul Lunto terbukti efektif meningkatkan kemampuan oral anak usia dini. Cerita lokal yang kontekstual dan sarat nilai moral memberikan media pembelajaran yang menarik, bermakna, dan relevan dengan kehidupan anak. Implikasi penelitian ini adalah pentingnya mengintegrasikan kearifan lokal dalam pembelajaran PAUD untuk mengembangkan kemampuan literasi ekspresif sekaligus melestarikan budaya lokal.
Peningkatan Kemampuan Motorik Halus Melalui Permainan Clay Tematik Naratif Di Kober Kamboja Salim, Afrida Yenti; Utoyo, Setiyo
Jurnal Inovasi Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 3 No. 1 (2026): Volume 3, Nomor 1, Januari 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/8nrb9k10

Abstract

Kemampuan motorik halus merupakan “aspek penting dalam perkembangan anak usia dini yang berkaitan dengan koordinasi otot kecil dan mata. Di Kober Kamboja, sekitar 70% anak kelompok B mengalami kesulitan dalam aktivitas motorik halus seperti menggunting, meronce, dan memegang pensil dengan benar”. Metode pembelajaran yang konvensional dan kurang menarik menjadi kendala utama dalam pengembangan keterampilan ini. Penelitian ini bertujuan untuk “meningkatkan kemampuan motorik halus anak kelompok B di Kober Kamboja melalui permainan clay tematik naratif”. Penelitian menggunakan metode “Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah 15 anak kelompok B (8 laki-laki dan 7 perempuan) berusia 5-6 tahun”. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan lembar penilaian kemampuan motorik halus dengan indikator: kemampuan memegang dan meremas clay, koordinasi gerakan tangan, kekuatan jari dalam membentuk objek, dan kemampuan menyelesaikan tugas. Analisis data menggunakan teknik persentase untuk menentukan tingkat keberhasilan tindakan. Hasil penelitian menunjukkan “peningkatan signifikan pada kemampuan motorik halus anak. Pada pra-siklus, hanya 30% anak mencapai kriteria berkembang sesuai harapan. Setelah siklus I, persentase meningkat menjadi 60%, dan pada siklus II mencapai 86,67%”. Permainan clay tematik naratif terbukti efektif melatih koordinasi tangan-mata, kekuatan jari, dan kreativitas anak melalui kegiatan meremas, menggulung, dan membentuk clay sesuai cerita. Permainan clay tematik naratif terbukti efektif meningkatkan kemampuan motorik halus anak kelompok B di Kober Kamboja. Penelitian ini memberikan kontribusi praktis bagi guru PAUD dalam mengembangkan metode pembelajaran yang kreatif, menyenangkan, dan sesuai dengan karakteristik anak usia dini.
Peningkatan Kemampuan Pengenalan Geometri Melalui Game Wordwall Di Taman Kanak-Kanak Harapan Bunda Batu Tanjung Juita, Ratna Fitri; Marlina, Serli
Jurnal Inovasi Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 3 No. 1 (2026): Volume 3, Nomor 1, Januari 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/7f3nj431

Abstract

Kemampuan pengenalan geometri merupakan aspek penting dalam perkembangan kognitif anak usia dini. Namun, berdasarkan observasi awal di Taman Kanak-Kanak Harapan Bunda Batu Tanjung, “sebagian besar anak masih mengalami kesulitan dalam mengidentifikasi dan membedakan bentuk-bentuk geometri dasar”.  Penelitian ini bertujuan untuk “meningkatkan kemampuan pengenalan geometri anak usia 5-6 tahun melalui penerapan game Wordwall di Taman Kanak-Kanak Harapan Bunda Batu Tanjung, Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto”. Penelitian ini menggunakan metode “penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah 10 anak usia 5-6 tahun”. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi dengan lima indikator: mencocokkan benda nyata dengan bentuk geometri, menyebutkan nama bentuk geometri, membedakan bentuk geometri, menggunakan perangkat digital, dan menunjukkan minat serta partisipasi aktif. Hasil penelitian menunjukkan “peningkatan signifikan pada seluruh indicator”. Kemampuan mencocokkan benda nyata dengan bentuk geometri meningkat dari 2% menjadi 80%, kemampuan menyebutkan nama bentuk geometri meningkat dari 20% menjadi 90%, kemampuan membedakan bentuk geometri meningkat dari 10% menjadi 80%, kemampuan menggunakan perangkat digital meningkat dari 20% menjadi 80%, dan minat serta partisipasi aktif meningkat dari 10% menjadi 80%. Penerapan game Wordwall terbukti efektif meningkatkan kemampuan pengenalan geometri anak usia dini karena mengintegrasikan unsur bermain, visual, dan interaksi aktif yang sesuai dengan karakteristik belajar anak.
Peningkatan Sains Anak Usia Dini Melalui Pembuatan Tempe Di PAUD Kasih Ibu Kota Sawahlunto Wulandari, Rina; Marlina, Serli
Jurnal Inovasi Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 3 No. 1 (2026): Volume 3, Nomor 1, Januari 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/68k27z24

Abstract

Kemampuan sains anak usia dini di PAUD Kasih Ibu Kota Sawahlunto masih rendah, ditandai dengan kurangnya keterampilan mengamati, mengekspresikan rasa ingin tahu, dan menceritakan hasil pengamatan. Pembelajaran sains yang dilaksanakan cenderung bersifat verbal dan kurang memberikan pengalaman langsung kepada anak. Penelitian ini bertujuan untuk “meningkatkan kemampuan sains anak usia dini melalui kegiatan pembuatan tempe di PAUD Kasih Ibu Kota Sawahlunto”.  Penelitian menggunakan desain “Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis & McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah anak kelompok B yang berjumlah 15 orang. Data dikumpulkan melalui observasi, catatan anekdot, dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi kemampuan sains anak yang dikembangkan berdasarkan indikator Permendikbud No. 137 Tahun 2014”. Analisis data menggunakan teknik deskriptif kuantitatif dengan menghitung persentase ketercapaian indikator. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kemampuan sains anak dari kondisi awal hingga siklus II. Pada kondisi awal, 70% anak berada pada kategori belum berkembang. Pada siklus I, terjadi peningkatan menjadi 60% anak mulai berkembang dan 13% berkembang sesuai harapan. Pada siklus II, 80% anak berkembang sesuai harapan dan 20% berkembang sangat baik. Kegiatan pembuatan tempe memberikan pengalaman langsung yang memungkinkan anak mengamati, bertanya, dan memahami proses perubahan bahan secara konkret. Pembelajaran sains melalui kegiatan pembuatan tempe terbukti efektif meningkatkan kemampuan sains anak usia dini, khususnya dalam kemampuan mengamati, mengekspresikan rasa ingin tahu, dan mengomunikasikan hasil pengamatan. Implikasi penelitian ini adalah pentingnya pembelajaran berbasis pengalaman langsung dan pemanfaatan kegiatan kehidupan sehari-hari sebagai media pembelajaran sains di PAUD.
Mengenal Konsep  Bilangan Melalui Permainan Berburu Angka Di Taman Kanak-Kanak Restu Bunda Febriani, Lingga; Mahyuddin, Nenny
Jurnal Inovasi Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 3 No. 1 (2026): Volume 3, Nomor 1, Januari 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/zsj0jd09

Abstract

Penelitian ini bertujuan: 1) untuk mengetahui gambaran kemampuan mengenal konsep bilangan sebelum diterapkan permainan berburu angka pada anak usia dini kelompok B di TK Restu Bunda; 2) untuk mengetahui gambaran kemampuan mengenal konsep bilangan setelah diterapkan permainan berburu angka pada anak usia dini kelompok B di TK Restu Bunda; dan 3) untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan rata-rata kemampuan mengenal konsep bilangan sebelum dan setelah diterapkan permainan berburu angka pada anak usia dini kelompok B di TK Restu Bunda.Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan konsep bilangan anak usia dini melalui permainan berburu angka. Penelitian ini menggunakan metode penelitian (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan subjek penelitia sebanyak 14 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan: 1) kemampuan mengenal konsep bilangan sebelum diterapkan permainan berburu angka pada anak usia dini kelompok B di TK Restu dengan persentase 62%. 2) kemampuan mengenal konsep bilangan setelah diterapkan permainan berburu angka pada anak usia dini kelompok B di TK Restu Bunda memperoleh persentase 1%. 3) terdapat perbedaan persentase kemampuan mengenal konsep bilangan pada anak usia dini kelompok B di TK Restu Bunda setelah diterapkan permainan berburu angka. Berdasarkan hasil dari penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa permainan berburu angka ini dapat menambah wawasan anak dalam mengenal konsep bilangan, pendidik dapat menerapkan permainan berburu angka dalam kegiatan pembelajaran dan dapat dijadikan sebagai sumber referensi awal oleh peneliti yang meneliti hal yang sama.                                                                                                                                 
Peningkatan Perhatian Anak Melalui Metode Bercerita Di Taman Kanak-Kanak Lignita 1 Sawahlunto Annisa, Nurul; Marlina, Serli
Jurnal Inovasi Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 3 No. 2 (2026)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/3s107m55

Abstract

Perhatian merupakan kemampuan krusial pada anak usia dini yang memengaruhi keberhasilan pembelajaran. Observasi awal di TK Lignita 1 Sawahlunto menunjukkan 70% anak kelompok B mengalami kesulitan mempertahankan perhatian selama pembelajaran. Penelitian ini bertujuan “meningkatkan perhatian anak melalui metode bercerita dengan media boneka tangan”. Penelitian tindakan kelas dengan model Kurt Lewin dilaksanakan dalam 2 siklus pada 15 anak kelompok B. Data dikumpulkan melalui observasi sistematis menggunakan lembar observasi perhatian anak yang mencakup 8 aspek kemampuan. “Analisis data menggunakan teknik deskriptif kualitatif dengan rumus persentase”. Hasil menunjukkan “peningkatan signifikan dari kondisi awal ke Siklus I dan Siklus II”. Kemampuan anak memusatkan perhatian, mempertahankan fokus, dan terlibat aktif mengalami peningkatan konsisten. Pada Siklus II, sebagian besar anak mencapai kategori 'mampu' dengan persentase keberhasilan mencapai target yang ditetapkan. Metode bercerita dengan media boneka tangan efektif meningkatkan perhatian anak usia dini. Implikasi penelitian menunjukkan pentingnya penggunaan media konkret dan interaktif dalam pembelajaran PAUD untuk mendukung pengembangan kemampuan perhatian anak.

Page 9 of 10 | Total Record : 94