cover
Contact Name
Agung Rorhi Prayudha
Contact Email
agungrorhiprayudha@usk.ac.id
Phone
+6281947933377
Journal Mail Official
agungrorhiprayudha@usk.ac.id
Editorial Address
Jl. Tgk Hasan Krueng Kalee, Darussalam, Banda Aceh.
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga
ISSN : -     EISSN : 26566060     DOI : https://doi.org/10.24815/jimpkk
Core Subject : Education,
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (JIMPKK) FKIP Universitas Syiah Kuala adalah jurnal elektronik yang berfungsi sebagai wadah untuk publikasi hasil penelitian mahasiswa S1 Pendidikan Kesejahteraan Keluarga FKIP Universitas Syiah Kuala. Artikel yang ditulis oleh mahasiswa bersama dosen pembimbingnya ini diterbitkan setelah melalui proses review oleh reviewer dan editor JIMPKK. JIMPKK Universitas Syiah Kuala ini diterbitkan 4 (empat) kali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari, Mei, Agustus, dan November.
Articles 272 Documents
APLIKASI DESAIN DIGITAL DALAM DUNIA FASHION Asmayanti .; Mukhirah .; Fadhilah .
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 5, No 1 (2020): FEBRUARI
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aplikasi merupakan penerapan dari rancangan sistem untuk mengolah data yang menggunakan aturan atau ketentuan bahasa pemrograman tertentu. Desain digital adalah semua jenis desain yang dibuat atau dikreasikan menggunakan aplikasi atau media desain busana. Aplikasi desain dapat digunakan dengan leluasa dalam menentukan garis model, warna, tekstur, jenis serat serta detail model pada bagian-bagian busana. Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui (1)perkembangan aplikasi desain digital dalam dunia fashion, (2) proses mendesain busana secara digital, (3) upaya yang dilakukan penggiat fashion untuk mengikuti perkembangan teknologi desain busana. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif kualittatif, dengan sabjek penelitian 5 (lima) penggiat fashion muda. Teknik pengumpulan data diperoleh dari hasil studi pustaka, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil analisis data dimulai dengan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Berdasarkan hasil pengolahan data, peneliti menemukan bahwa perkembangan aplikasi desain pada saat ini sangatlah berkembang pesat dengan penyediaaan aplikasi yang sangat bervariasi serta media yang digunakan untuk mendesain secara digital juga sudah sangat beragam seperti, berkembangnya software-software tentunya akan menghasilkan desain busana yang mempunyai nilai seni yang tinggi. Hal-hal yang harus dipahami dalam proses mendesain yaitu menentukan konsep, media, ide/gagasan dan persiapan data. Upaya yang dilakukan penggiat fashion untuk mengikuti perkembangan teknologi desain yaitu dengan menggali informasi mengenai perkembangan aplikasi-aplikasi desain terkini, secara browsing di berbagai media seperti di Instagram, Youtube, Google dan sejenisnya. Simpulan dalam penelitian ini yaitu aplikasi desain adalah media yang digunakan untuk mendesai busana, dalam dunia fashion yang sangat berpengaruh terhadap hasil desain yang kreatif dan inofatif serta perkembangan teknologi desain digital yang terus berkembang.Kata kunci: Aplikasi, Desain Digital, Dalam Dunia Fashion.
PENGGUNAAN CADAR DI KALANGAN MAHASISWI UNIVERSITAS SYIAH KUALA Nirna .; Mukhirah .; Novita .
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 5, No 1 (2020): FEBRUARI
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cadar adalah sebutan untuk kain yang digunakan oleh perempuan untuk menutupi wajahnya, biasanya yang nampak hanya bagian matanya saja. Penggunaan cadar ditujukan untuk menutupi aurat secara lebih sempurna. Namun sebagian orang keliru dalam penggunaanya. Penggunaan cadar sudah banyak dijumpai dikalangan masyarakat, termasuk di kalangan mahasiswi Universitas Syiah Kuala. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui alasan/motivasi serta faktor-faktor yang mempengaruhi mahasiswi menggunakan cadar, dan mengetahui model serta kepraktisan pemakaian cadar yang digunakan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan jenis deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik kepustakaan, observasi, wawancara, serta dokumentasi. Subjek penelitian menggunakan teknik purposive sampling dan acidental sampling dengan memilih enam orang responden, satu diantaranya adalah mahasiswi FMIPA, dan lima lainnya berasal dari FKIP. Tempat penelitian ini dilakukan di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan pada tanggal 27 maret sampai 4 Mei 2020, dan di Fakultas MIPA pada tanggal 17 dan 18 Mei 2020. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik kepustakaan, observasi, wawancara, dan dokumentasi, yang ini dianalisis dengan metode deskriptif kualitatif meliputi reduksi, penyajian dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswi termotivasi menggunakan cadar karena dipengaruhi oleh keinginan internal, pengaruh lingkungan tempat tinggal, dan pengaruh teman. Adapun faktor yang melatarbelakangi mahasiswi menggunakan cadar selain karena ingin berhijrah juga dipengaruhi oleh rasa penasaran, tokoh idola, dan mengikuti sunnah. Model cadar yang dijual di wilayah Aceh masih sulit ditemukan yang benar-benar nyaman untuk digunakan, dimana bahan cadar umumnya panas sehingga kurang nyaman digunakan.Kata Kunci : Penggunaan Cadar, Kalangan Mahasiswi
PENGARUH PERKEMBANGAN MODE BUSANA BAGI REMA PUTRI Mardhiah, Ainul; ., Fadhilah; ., Novita
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 5, No 1 (2020): FEBRUARI
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mode busana adalah gaya dalam memperlakukan atau membuat sesuatu tentang busana agar dapat diterima dan diikuti oleh masyarakat luas pada tempat tertentu. Mengangkat tentang faktor-faktor yang mempengaruhi mode busana di kalangan remaja putri. Dampak yanga ditimbulkan pada remaja putri dengan adanya perkembangan mode busana. Perkembangan mode busana tanpa disadari akan mempengaruhi gaya berbusana dikalangan remaja putri, terbukti dengan banyaknya remaja putri saat ini lebih menggunakan busana dengan jenis skinny jeans, blouse, semi sweater, denim, varsity jacket, sneaker serta hijab ala street perkembangan mode Oleh karena itu peneliti ingin mengkaji lebih mendalam melalui suatu penelitian tentang pengaruh perkembangan mode busana bagi remaja putri. Secara khusus penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan mode busana di kalangan remaja putri. mengetahui dampak yang ditimbulkan pada remaja putri dengan adanya perkembangan mode busana. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, dan triaguliasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi dalam berbusana yaitu keinginan pribadi karena merasa nyaman dengan busana yang digunakan, lingkungan disekitar, pergaulan dengan teaman-teman yang menyebabkan memakai busana tersebut. Dampak yang ditimbulkan yaitu ada yang positif dan ada yang negatif yang dimaksud dengan positif adalah remaja putri banyak yang mengikuti perkembangan mode busana sedangkan yang negatif remaja putri dengan mengikuti perkembangan mode busana remaja putri tidak mengunakan busana sesuai dengan Syariat Islam. Disimpulkan bahwa remaja putri lebih mengutamakan kenyamanan dalam berbusana daripada etika berbusana dan mengakibatkan tingkat kesopanan dalam bebusana menjadi kurang diperhatiakn, sekalipun remaja putri menyadari bawah busana yang digunakan tidak memenuhi Syariat Islam.Kata Kunci: Perkembangan, Mode Busana, Remaja Putri
DAYA TERIMA KONSUMEN TERHADAP PUDING DENGAN PENAMBAHAN BUAH RIMBANG (Solanum Torvum SW.) Rantika .; Indani .; Yuli Heirina Hamid
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 5, No 1 (2020): FEBRUARI
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Buah rimbang (solanum torvum Sw.) adalah tumbuhan dari suku terong-terongan yang mengandung vitamin dan mineral. Pengolahan puding dalam penambahan buah rimbang salah satu upaya untuk meningkatkan variasi produk puding. Tujuan penelitian memperoleh standarisasi resep puding buah rimbang, karakteristik organoleptik terhadap puding buah rimbang dan daya terima konsumen terhadap puding buah rimbang. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Tempat dan waktu penelitian dilakukan di laboraturium Tata Boga prodi PKK FKIP Unsyiah. Data uji pengamatan di analisis dengan menentukan nilai rata-rata (mean) dari total nilai narasumber. Data uji konsumen menggunakan analisis of variance (anova) satu jalur, kemudian dianalisis dengan mengunakan LSD pada taraf signifikan 0,05. Hasil penelitian uji pengamatan narasumber dengan nilai rata-rata tertinggi pada perlakuan ketiga (IR02) penambahan 70% dengan nilai 23,83 skala 1-25. Hasil penelitian uji konsumen terhadap puding dengan penambahan buah rimbang nilai rata-rata tertinggi terdapat pada perlakuan ketiga (IR02) dengan nilai 4,25 skala 1-5. Kesimpulan Resep pudding buah rimbang adalah perlakuan ketiga sebanyak (70%) yang terdiri tepung agar-agar 7 g, susu UHT 600 g, sari buah rimbang 420 g, gula 300 g dan garam 3 g. Narasumber dan konsumen lebih menyukain perlakuan ketiga (IR02) karena pengaruh warna hijau di hasilkan dari buah rimbang, aroma buah rimbang tidak terlalu terasa yang di akibatkan oleh penambahan susu, tekstur yang lembut, serta rasa manis yang agak getir. Saran kepada masyarakat agar buah rimbang dapat dimanfaatkan sebagai makanan popular seperti puding, kepada peneliti selanjutnya agar dapat diuji kandungan gizi puding buah rimbang sertamembuat produk buah rimbang seperti cookies buah rimbang.Kata Kunci: daya terima konsumen, puding, buah rimbang
PENGARUH PENAMBAHAN PACIK KULE NILA (Oreochormis niloticus) TERHADAP KARAKTERISTIK ORGANOLEPTIK PADA PEMBUATAN STICK Sukma Asiah; Indani .; Nurul Faudiah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 5, No 1 (2020): FEBRUARI
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pacik Kule nila merupakan salah satu masakan tradisional khas Aceh Tenggara yang terbuat dari ikan nila yang sudah pacik (kurang segar), kemudian dimasak bersama bumbu yang dihaluskan. Stick merupakan penganan ringan yang berbentuk pipih dengan rasa renyah, gurih dan tidak terlalu mengenyangkan. Stick terbuat dari adonan tepung terigu, telur, margarin, dan ditambahkan dengan berbagai bumbu cita rasa yang gurih. Tujuan penelitian memproleh standarisasi resep, mengetahui karakteristik organoleptik dan daya terima konsumen terhadap stick dengan penambahan pacik kule nila. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Tempat dan waktu penelitian dilakukan di Laboratorium Tata Boga Prodi PKK FKIP Unsyiah. Data uji pengamatan dianalisis dengan menentukan nilai rata-rata (mean). Data uji penerimaan menggunakan analisis of variance (anova) satu jalur dari konsumen. Kemudian dianalisis dengan menggunakan LSD pada taraf 0,05. Hasil penelitian yang diterima dari uji pengamatan narasumber yaitu perlakuan ketiga (SA3) dengan penambahan 50% pacik kule nila dengan nilai rata-rata 23.8 dari skla 1-25. Hasil penelitian yang diterima dari uji penerimaan konsumen yaitu perlakuan ketiga (SA3) dengan nilai rata-rata 4.45 dari skala 1-5. Kesimpulan penelitian yaitu resep standar stick yang dipilih narasumber dan konsumen dengan penambahan pacik kule nila adalah pada perlakuan ketiga (SA3) sebanyak (50%) Karena pengaruh warna kuning yang dihasilkan dari masakan pacik kule nila, aroma khas pacik kule nila, tekstur rapuh, dan memiliki rasa gurih. Saran penelitian ini adalah diharapkan kepada masyarakat dapat terus mengembangkan masakan-masakan daerah khususnya Aceh Tenggara agar tetap dikenal oleh masyarakat, diharapkan kepada peneliti selanjutnya untuk dapat menguji kandungan gizi baik yang terkandung dalam masakan pacik kule maupun stick pacik kule nila.Kata Kunci: Karakteristik Organoleptik, Stick, Pacik Kule Nila
PREFERENSI KONSUMEN TERHADAP STANDARISASI RESEP PIZZA MINI TOPPING REBUNG BAMBU BETUNG (Dendrocalamus asper) Putri Nilam Cahaya; Suryati Sufiat; Yuli Heirina Hamid
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 5, No 1 (2020): FEBRUARI
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rebung bambu betung (Dendrocalamus asper) termasuk ke dalam jenis rebung putih yang kaya akan kandungan serat. Salah satu pemanfaatan rebung bambu betung adalah dapat dijadikan sebagai topping pizza. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh standarisasi resep dan daya terima konsumen melalui uji orgnoleptik terhadap pizza mini topping rebung bambu betung. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan desain Rancangan Acak Lengkap (RAL), yaitu satu kali kontrol dan tiga kali perlakuan. Tempat dan waktu penelitian di lakukan di Laboratorium Tata Boga Prodi PKK FKIP Unsyiah. Data uji penerimaan menggunakan analisis of variance (anova) satu jalur, kemudian dianalisis dengan menggunakan LSD pada taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian yang disukai konsumen terhadap pizza mini topping rebung bambu betung adalah pizza mini topping rebung bambu betung pada perlakuan kedua (PNC1) dengan nilai 4,26 dengan penggunaan rebung bambu betung sebanyak 400 g (60%) karena memiliki warna yang lebih cerah, aroma yang lebih harum, tekstur pizza yang lembut karena berpadu dengan topping rebung yang cruncy, dan rasa yang gurih atau umami. Hipotesis penelitian diterima (H1) karena terdapat pengaruh pada warna, aroma, tekstur, dan rasa. Kesimpulan bahwa hasil penerimaan panelis konsumen terhadap warna, aroma dan rasa pizza mini topping rebung bambu betung menunjukkan bahwa, terdapat perbedaan karakteristik organoleptik pada setiap perlakuan. Saran peneliti berikutnya adalah melakukan uji proksimat untuk melihat kandungan gizi pada pizza mini topping rebung bambu betung. Kata Kunci: Preferensi Konsumen, Standarisasi Resep, Pizza Mini, Rebung Bambu Betung
SUBSTITUSI PARSIAL KENTANG DENGAN IKAN BANDENG (Chanos chanos) PADA PEMBUATAN STICK KENTANG IKAN BANDENG (Chanos chanos) Rahmatillah .; Laili Suhairi; Nurul Faudiah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 5, No 1 (2020): FEBRUARI
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ikan bandeng dapat hidup di air tawar dan air laut sehingga memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai bahan baku untuk produk olahan yang lebih bervariasi salah satunya makanan ringan. Tujuan penelitian ini adalah (1) Mengetahui standarisasi resep, (2) karakteristik organoleptik, (3) daya terima konsumen (4) mutu simpan terhadap stick kentang ikan bandeng. Menggunakan metode eksperimen dengan desain rancangan acak lengkap (RAL), yaitu 3 kali perlakuan dengan 3 kali pengulangan. Teknik pengumpulan data penelitian dilakukan melalui uji pengamatan (Sensory Evaluation) oleh 6 orang narasumber dan di uji pengamatan (Hedonic Scale) oleh 30 orang panelis konsumen. Data uji pengamatan dianalisis dengan menghitung nilai rata-rata yang diperoleh dari narasumber, sedangkan data uji penerimaan menggunakan analisis varian (anava) satu jalur yang di peroleh dari panelis konsumen. Hasil penelitian uji pengamatan narasumber menyukai stick kentang dengan penambahan ikan bandeng 150 g dengan nilai 23,70 pada perlakuan kedua (R2) ditinjau dari aroma khas ikan bandeng, tekstur yang renyah, dan rasa yang gurih, sedangkan warna narasumber menyukai perlakuan (R0) dan (R1) yaitu warna kuning keemasan. Hasil penelitian uji penerimaan oleh panelis konsumen yang disukai adalah stick kentang dengan penambahan ikan bandeng 150 g dengan nilai 4,12 pada perlakuan (R2) ditinjau dari warna kuning keemasan, aroma khas ikan bandeng, dan rasa yang gurih, sedangkan tekstur konsumen menyukai perlakuan (R1) yaitu tekstur yang renyah. Masa simpan stick kentang ikan bandeng adalah selama 29 hari. Hipotesis penelitian ini diterima (H1) karena terdapat pengaruh pada warna, aroma, tekstur, dan rasa. Kesimpulan nilai rata-rata tertinggi pada penelitian uji pengamatan dan uji penerimaan terhadap warna, aroma, tekstur, dan rasa adalah perlakuan tiga (R2). Saran penelitian ini dapat dilanjutkan untuk melihat kandungan gizi dari stick kentang ikan bandeng. Kata Kunci: Substitusi Parsial, Kentang, Ikan Bandeng, Stick
ANALISIS PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG JANENG (Dioscorea Hispida Dennst.) DALAM PEMBUATAN KUE ADEE Lisa Khairina; Yuli Heirina Hamid; Zuraini Mahyiddin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 5, No 3 (2020): AGUSTUS
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Janeng (Dioscorea hispida dennst) merupakan tanaman banyak mengandung karbohidrat, mineral dan vitamin. Janeng bisa dimanfaatkan menjadi bahan dalam membuat penganan, terutama penganan tradisional khas Aceh, salah satu penganan khas Aceh adalah kue adee. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh standarisasi resesp, mengetahui karakteristik organoleptik dan daya terima konsumen terhadap kue adee dengan penambahan tepung Janeng. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Tempat dan waktu penelitian dilakukan di laboratorium Tata Boga Prodi PKK FKIP Unsyiah. Data uji Deskriptif menggunakan analisis WMS dan SD dari total nilai narasumber. Data uji penerimaan analisis of variance (anova) satu jalur dari konsumen. Kemudian dianalisis dengan menggunalan LSD pada taraf 0,05. Hasil penelitian diperoleh kue adee pada perlakuan kedua (AJ1) dengan penambahan tepung Janeng 30% merupakan perlakuan yang diterima oleh narasumber berdasarkan uji deskriptif dengan nilai rata-rata sebanyak 5,075 dari skala 1-7. Hasil penelitian uji penerimaan konsumen terhadap kue adee dengan penambahan tepung Janeng dengan nilai rata-rata tertinggi terdapat pada kue adee perlakuan kedua (AJ1) dengan nilai 4,25 dengan skala 1-5. Simpulan penelitian ini adalah berdasarkan hasil uji yang dilakukan, baik narasumber maupun konsumen lebih menyukai perlakuan kedua (AJ1) karena pengaruh warna yang bersih, aroma Janeng tidak terlalu kuat, tekstur lembut, serta memiliki rasa manis. Hasil uji daya terima konsumen terhadap warna, aroma, tekstur dan rasa kue adee lebih diterima dengan penambahan tepung Janeng sebanyak 75 gram (30%).Kata Kunci: karakteristik organoleptik, kue adee, tepung Janeng
DAYA TERIMA KONSUMEN TERHADAP CITA RASA RANGGINING UBI JALAR UNGU (Ipomea batatas P) Dede Rosadi; Suryati Sufiat; Yuli Heirina Hamid
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 5, No 3 (2020): AGUSTUS
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ubi jalar merupakan tanaman umbi-umbian dan tergolong tanaman semusim atau berumur pendek.Ubi jalar ungu merupakan sumber karbohidrat dan sumber energi yang cukup tinggiuntuk memenuhi kebutuhan gizi bagi kesehatan tubuh. Serta mudah diolah untuk dijadikan sebagai olahan cemilan tradisional salah satunya Ranggining.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon konsumen terhadap ranggining ubi jalar ungu terhadap karakteristik organoleptik yaitu warna, aroma, rasadan tekstur.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan desain rancangan acak lengkap (RAL), yaitu satu kali resep kontrol dan dua kali perlakuan. Besar ukuran gram ubi jalar ungu adalah 200 gram dan 250 gram dengan dua kali perlakuan dari tiga produk ranggining yang diberikan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah uji penerimaan (Hedonic Scale) oleh 30 panelis konsumen.Data uji penerimaan dianalisis dengan menggunakan analisis varian (anava) satu jalur yang diperoleh dari panelis konsumen.Hasil uji penerimaan oleh konsumen yang disukai adalah ranggining dengan menggunakan ubi jalar ungu 200 gram pada perlakuan (Ru2) yaitu dari segi warna ungu pekat (3,9), aroma harum (3,7), tekstur renyah (4,1) dan rasa manis (3,9). Hipotesis penelitian ini diterima (H1) karena terdapat pengaruh pada warna,aroma, tekstur dan rasa. Kesimpulan konsumen lebih menyukai perlakuan ke dua Ru2 terhadap produk ranggining ubi jalar ungu berdasarkan warna, aroma,tekstur, dan rasa.Kata Kunci:Daya Terima, Konsumen, Ranggining, Ubi Jalar Ungu
PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG BOH GADNG (Diocorea alata ) DALAM PEMBUATAN COOKIES Mulia Sukmawati Bahruni; Izwani .; Yuli Heirina Hamid
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 5, No 3 (2020): AGUSTUS
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKBoh gadng merupakan tanaman umbi-umbian yang merambat dan banyak tumbuh di Aceh.Umbi ini memiliki kandungan karbohidrat yang tinggi dan dapat diolah menjadi berbagaimacam makanan, salah satunya cookies. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik organoleptik(warna, aroma, rasa dan tekstur), resep standar, daya terima konsumen, kandungan gizi (karbohidrat, protein dan lemak), serta daya simpan cookies tepung boh gadng. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Teknik pengumpulan data menggunakan uji pengamatan (Sensory Evaluation ) yang dilakukan oleh 7 orangnarasumber, uji penerimaan (Accetaptability Test ) oleh 30 orang panelis konsumen. Data ujipengamatan dianalisis dengan menentukan nilai rata-rata (mean) dari total nilai narasumber. Data uji penerimaan menggunakan analisis varian (anava) satu jalur. Hasil analisis data dari narasumber menunjukkan bahwa cookies tepung boh gadng (BR1) memperoleh nilai yangtinggi de ngan nilai rata-rata (23,58) dari segi tekstur, rasa (23,15), warna(23), dan aroma (23). Hasil analisis data terhadap penerimaan konsumen menunjukkan bahwa cookiestepung boh gadng(BR1) mempe ur (4,6), aroma(4,57), dan rasa (4,37). Hasil analisis nilai gizi cookies tepung boh gadng mengandung energi total 449,1 kkal, lemak 24,02%, karbohidrat 6,61%, protein 9,13%. Daya simpan cookies tepung boh gadng(BR1) selama 8 minggu. Diharapkan pembaca dapat mencoba membuat cookies tepung boh gadng sebagai produk untukdijadikan sebuah peluang usaha, kepada peneliti lainnya dapat mencoba mengolah penganan lain dengan dengan bahan dasar tepung boh gadngKata Kunci: tepung boh gadng, cookies.