cover
Contact Name
Agung Rorhi Prayudha
Contact Email
agungrorhiprayudha@usk.ac.id
Phone
+6281947933377
Journal Mail Official
agungrorhiprayudha@usk.ac.id
Editorial Address
Jl. Tgk Hasan Krueng Kalee, Darussalam, Banda Aceh.
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga
ISSN : -     EISSN : 26566060     DOI : https://doi.org/10.24815/jimpkk
Core Subject : Education,
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (JIMPKK) FKIP Universitas Syiah Kuala adalah jurnal elektronik yang berfungsi sebagai wadah untuk publikasi hasil penelitian mahasiswa S1 Pendidikan Kesejahteraan Keluarga FKIP Universitas Syiah Kuala. Artikel yang ditulis oleh mahasiswa bersama dosen pembimbingnya ini diterbitkan setelah melalui proses review oleh reviewer dan editor JIMPKK. JIMPKK Universitas Syiah Kuala ini diterbitkan 4 (empat) kali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari, Mei, Agustus, dan November.
Articles 272 Documents
MODEL BAJU KERJA LABORATORIUM UNTUK MAHASISWA TATA BUSANA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KESEJAHTERAAN KELUARGA (PRODI PKK) FKIP UNSYIAH Wahdina Ulfarisma; Mukhirah .; Fikriah Noer
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 4, No 1 (2019): FEBRUARI
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Baju kerja merupakan busana bagian atas yang dipakai untuk bekerja. Baju kerja selain berfungsi sebagai identitas suatu instansi juga berfungsi sebagai pelindung tubuh pekerja. Penggunaan baju kerja sudah diatur dalam UU No.1 Tahun 1970 tentang Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3). Yang termasuk baju kerja seperti baju kantor, baju sekolah, baju laboratorium. Tujuan penelitian ini adalah untuk menciptakan baju kerja laboratorium yang tepat untuk mahasiswa Tata Busana Prodi PKK FKIP Unsyiah. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode eksperimen terapan. Lokasi penelitian dilakukan dilaboratorium Tata Busana Prodi PKK FKIP Unsyiah. Subjek dalam penelitian ini adalah membuat eksperimen baju kerja laboratorium mahasiswa Tata Busana Prodi PKK FKIP Unsyiah. Sedangkan objek dari penelitian ini adalah model baju kerja laboratorium untuk mahasiswa Tata Busana Prodi PKK FKIP Unsyiah. Penelitian ini akan mengeksperimenkan dua model baju kerja laboratorium dengan model yang berbeda dan bahan yang berbeda. Model pertama menggunakan kain linen dengan variasi menggunakan kain katun polkadot sedangkan model kedua menggunakan kain gabardin. Proses pembuatan kedua baju kerja laboratorium ini tidak jauh beda yang mana tahap pelaksanaannya meliputi, pemilihan desain baju kerja laboratorium tata busana, pemilihan bahan yang sesuai untuk baju kerja laboratorium tata busana, membuat pola sesuai desain, proses menggunting kain, menggunting vislin, menyetrika vislin, mengobras pinggiran kain, menjahit dan menyertika. Hasil dari penelitian ini berupa baju kerja laboratorium tata busana.Kata kunci: model, baju kerja laboratorium, mahasiswa Tata Busana.
PEMELIHARAAN BAHAN TEKSTIL BUSANA DI JASA PENATU PEUNAYONG-BANDA ACEH Dian Fitriana; Fitriana .; Novita .
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 4, No 1 (2019): FEBRUARI
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemeliharaan adalah proses perawatan yang dilakukan pada suatu baranguntuk menjaga keutuhan dan keaslian barang tersebut agar tetap bagus dan tahan lama. Bahan tekstil busana adalah semua jenis serat tekstil seperti katun, wol, sutra, dan serat poliester yang sudah di jahit atau di produksi menjadi busana dengan model dan tujuan tertentu.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui proses pemeliharaan bahan tekstil busana standar laundry sehingga dapat mempertahankan kualitas bahan tekstil busana dalam jangka waktu yang lama. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, yaitu suatu metode penelitian yang lebih menekankan pada aspek pemahaman secara mendalam terhadap suatu masalah. Data dalam penelitian ini diperoleh dari studi kepustakaan dan juga dari hasil observasi, dokumentasi, dan wawancara. Sabjek dari penelitian ini sebanyak 4 orang yang terdiri dari petugas kasir, pencuci, pengepresan dan petugas penyetrikaan. Berdasarkan hasil penelitian dapat dikemukakan bahwa jasa penatu Mr. Clean menerima semua jenis bahan tekstil busana untuk dicuci dan disetrika. Mr. Clean menawarkan jasa mencuci basah (laundry) dan juga mencuci kering (dry cleaning). Proses penjemuran/pengeringan di jasa penatu Mr. Clean semua dilakukan dengan mesin pengeringan tidak terkena sinar matahari langsung. Proses pengepresan juga dilakukan untuk menjaga bahan tekstil supaya tidak mudah pudar dan mengkilap. Proses penyetrikaan hanya dilakukan pada bagian-bagian yang tidak terjangkau pada saat proses pengepresan. Proses pengemasan bertujuan untuk menjaga pakaian agar tidak dipengaruhi oleh suhu ruangan dan tidak dimakan rayap untuk pakaian yang disimpan lama. Kesimpulan dari penelitian ini ialah Pemeliharaan atau perawatan bahan tekstil busana dapat dilakukan dari berbagai segi, diantaranya: Proses pencucian, proses pengeringan, proses penyetrikaan dan juga proses penyimpanan. Disarankan, Kepada Mr. Clean Laundry, terus tingkatkan kualitas pelayanan dan terus konsisten untuk memberikan yang terbaik untuk memenuhi kebutuhan pelanggan.Kata Kunci: Pemeliharaan, Bahan Tekstil Busana, Jasa Penatu
KREASI SULAMAN SISIR PADA TAS SANTAI Ismayani .; Rosmala Dewi; Fitriana .
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 4, No 1 (2019): FEBRUARI
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sulam sisir merupakan sebuah karya yang sangat menarik dan unik yang bisa menjadi salah satu warisan budaya. Namun, seiring berjalannya waktu sulam sisir sudah jarang dihasilkan dan hampir hilang dari kerajinannya karena penerapan hiasan sulam sisir kurang berkembang. Hal ini diketahui dari sedikitnya karya yang dihasilkan dari sulam sisir hingga pada kurangnya pengetahuan masyarakat terhadap keberadaan sulam sisir. Hal ini tentu sangat memprihatinkan, karena sulam sisir merupakan warisan yang patut dilestarikan. Sulam sisir ini dapat dilakukan pada berbagai media baik untuk hiasan, pakaian, sovenir hingga tas.Tujuan penelitian adalah mendesain tas santai dengan kreasi sulam sisir dan menerapkan sulaman sisir pada tas santai. Penelitian yang dilakukan adalah metode eksperimen terapan. Lokasi penelitian dilakukan di laboratorium Tata Busana Prodi PKK FKIP Unsyiah. Objek dalam penelitian ini adalah tas santai yang dikreasikan sulam sisir. Adapun model pertama menggunakan kain katun toyobo dan model kedua menggunakan kain tapeta dengan model yang berbeda. Proses pembuatan sulam sisir pada tas santai adalah mendesain model tas dan motif, menjahit sulaman datar dan sulam sisir pada media kain, proses menjahit tas yaitu menggunting kain yang sudah disulam sesuai pola tas, melekatkan bahan pengisi pada kain, menjahit badan tas dan lapisan, menjahit resleting dan tali tas. Hasil penelitian telah mendesain empat model tas dengan penerapan sulaman sisir dan menghasilkan dua buah tas santai dengan aplikasi sulam sisir.Kata kunci: kreasi, sulaman sisir, tas santai
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI MEDIA GAME EDUKASI PADA MATERI BAGIAN-BAGIAN BUSANA DI SMK NEGERI 3 BANDA ACEH Nurul Fadhilah; Anizar Ahmad; Fitriana .
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 3, No 4 (2018): NOVEMBER
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan game edukasi pada materi bagian-bagian busana; meningkatkan hasil belajar siswa pada materi bagian-bagian busana; dan mengetahui respon siswa terhadap pembelajaran menggunakan media game edukasi. Penelitian menggunakan pendekatan penelitian tindakan kelas dengan dua siklus. Sampel berjumlah 30 siswa Kelas X BS4 ditetapkan secara Total Samling. Teknik pengumpulan data melalui tes, untuk melihat hasil belajar siswa dan observasi untuk mengamati aktivitas guru dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar siswa pada siklus I mendapat nilai rata-rata 65,3% dan pada siklus II meningkat menjadi 82,13%. Nilai ketuntasan klasikal pada siklus I hanya 10% dan terjadi peningkatan hingga 80% pada siklus II. Hasil pengamatan aktivitas guru dalam mengelola pembelajaran pada siklus I mendapat nilai rata-rata 3,6 (kategori sangat baik) dan pada siklus II meningkat sebesar 0,26% dengan nilai rata-rata 3,86 (kategori sangat baik). Sedangkan hasil pengamatan aktivitas siswa pada siklus I dengan nilai rata-rata 3,5 (kategori sangat baik) dan pada siklus II memperoleh nilai rata-rata meningkat 0,11% menjadi 3,61 (kategori sangat baik). Respon siswa terhadap penerapan media game edukasi memperoleh nilai keseluruhan 87,06% dengan kategori sangat baik. Disimpulkan bahwa melalui media game edukasi terjadi peningkatkan hasil belajar siswa Kelas X BS4 SMK 3 Banda Aceh pada materi bagian-bagian busana. Disarankan agar sebaiknya guru dapat menerapkan media game edukasi pada materi lainnya.Kata Kunci: game edukasi, media pembelajaran, siswa SMK
PENGARUH MEDIA SOSIAL TERHADAP BUSANA MAHASISWA FKIP UNSYIAH Nina Ari Purnama; Fikriah Noer; Fitriana .
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 3, No 4 (2018): NOVEMBER
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh positif dan negatif media sosial terhadap penggunaan busana kuliah mahasiswa FKIP Unsyiah dan untuk mengetahui pelengkap busana yang sesuai dengan kesempatan kuliah. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara terhadap lima responden yang memenuhi kriteria subjek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh positif dari media sosial, mahasiswa dapat mengetahui model busana yang menjadi trend fashion, memudahkan belanja online dan dapat memperbaiki penampilan seseorang. Pengaruh negatif mahasiswa langsung mengadopsi model busana yang menjadi trend tanpa memperhatikan kesesuaian dengan kesempatan kuliah, aturan yang berlaku di FKIP dan ketentuan syariat yang berlaku, serta berperilaku boros. Faktor ekonomi keluarga dan lingkungan sangat mempengaruhi mahasiswa dalam berbusana. Referensi model busana yang dikenakan responden dari salah satu aplikasi Instagram dan YouTube. Pelengkap busana yang digunakan untuk menunjang penampilan mahasiswa adalah tas, sepatu, jam tangan, gelang dan cincin. Dapat disimpulkan bahwa media sosial telah memberi pengaruh kepada mahasiswa dalam berbusana ke kampus.Kata Kunci: media sosial, busana kuliah, mahasiswa FKIP Unsyiah.
PRODUK KERAJINAN BORDIR DALAM MENUNJANG PARIWISATA DAERAH ACEH Fitriana .; Fadhilah .; Rosmala Dewi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 3, No 4 (2018): NOVEMBER
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usaha bordir motif Aceh merupakan lapangan kerja yang perlu dikembangkan sebagai salahsatu sumber untuk menarik para wisatawan dan perlu kerja sama antara pengusaha danpengrajin agar memiliki daya kembang serta daya saing yang lebih baik kedepannya.Penelitian ini mengkaji tentang pengembangan produk dan motif kerajinan bordir di DesaBaet Lampuot Kecamatan Suka Makmur Kabupaten Aceh Besar dalam menunjang pariwisatadaerah Aceh yang bertujuan untuk mengetahui pengembangan jenis produk dan motifkerajinan bordir menunjang pariwisata Aceh. Penelitian ini menggunakan metode deskriptifkualitatif dengan subjek penelitian 4 orang yang terdiri dari 3 orang pengrajin produkkerajinan bordir Aceh serta 1 orang pemilik toko soevenir. Teknik pengumpulan data dapatdilakukan dengan observasi, wawancara, dokumentasi dan kepustakaan. Hasil penelitian inimenunjukkan bahwa perkembangan produk kerajinan bordir di Aceh membuatparawisatawan semakin menarik ingin memiliki produk kerajinan Aceh karena memilikibanyak variasi produk dan motif yang semakin dikembangkan. Produk yang paling banyakdiminati para wisatawan adalah berbagai macam bentuk tas dan dompet denganmenggunakan motif khas Aceh. Motif yang dikembangkan pada produk kerajinan bordirAceh seperti motif pintu Aceh dengan mengkobinasikan dengan motif-motif Aceh lain.Selain itu warna yang digunakan pada kerajinan bordir Aceh tidak hanya warna Acehmelaikan sudah divariasikan dengan warna-warna lainnya. Namun penempatan warnadisesuaikan dengan motif, bentuk produk dan permintaan konsumen. Dalam mendesain motifpengrajin tanpa harus menciplak motif kembali hanya dengan ditandai titik supaya motifyang ingin dibuat seimbang. Kesimpulan dari penelitian ini adalah motif yang dikembangkanpada produk kerajinan bordir Aceh hanya menggunakan beberapa motif saja karenaketerbatasan pengetahuan pengrajin terhadap motif-motif Aceh, hal ini disebabkan kurangnyamedia informasi seperti buku tentang motif-motif Aceh untuk dipelajari. Diharapkan kepadapengrajin agar selalu menjaga dan melestarikan motif-motif Aceh yang mereka ketahui untukterus dikembangkan sebagai simbol kebanggaan bagi masyarakat Aceh.Kata kunci: Perkembangan, Kerajinan Bordir, Motif Aceh, Pariwisata
KREATIVITAS DESAINER DI KOTA BANDA ACEH Asnita Maghfirah; Mukhirah .; Rosmala Dewi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 3, No 4 (2018): NOVEMBER
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kreativitas merupakan suatu kemampuan yang sangat berarti dalam proses kehidupanmanusiadan kreativitas akan menghasilkan produk kreatif produk kreatifdihasilkan dari orang kreatif. Desainer atau perancang busana adalah seseorangdalam dunia mode yang mendesain atau menciptakan jenis pakaian untuk berbagaikesempatan. Penelitian yang berjudul Kreativitas Desainer di Kota Banda Aceh,bertujuan untuk (1) Untuk mengetahui kekhasan desain yang di kembangkan olehdesainer Aceh dalam berbagai rancangannya. (2) Mendeskripsikan upaya paradesainer Aceh dalam pengembangan desain busana di tingkat nasional daninternasional. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang bersifatnaturalistik, dengan subjek penelitian tiga orang. Teknik pengambilan data secarapurposive sampling. Pengumpulan data diperoleh dari observasi, wawancara dandokumentasi.Berdasarkan hasil analisis data, peneliti menemukan bahwa respondentertarik dalam menggambar sejak kecil dan responden memulai tertarik dalam duniafashion saat mulai mengenal dunia fashion. Desainer dari Banda Aceh bergabungdalam komunitas asosiasi yang mencakup seluruh desainer yang ada di Indonesia.Masing-masing desainer memiliki ciri khasnya tersendiri dalam merancang sebuahdesain busana dan menurut responden mempunyai label adalah hal terpenting bagiseorang desainer. Serta responden mencari inspirasi pada fashion dunia baik secaralangsung maupun dari media social, sehingga menjadi sebuah desain dengan cirikhas responden. Kata Kunci :Kreativitas, Desainer
PEMANFAATAN MEDIA BAHAN ALAM PADA DESAIN BUSANA TIGA DIMENSI Kiky Velanty; Mukhirah .; Novita .
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 3, No 3 (2018): AGUSTUS
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seni rupa adalah salah satu jenis seni yang bentuknya dapat dilihat dan diraba karena memiliki bentuk dan wujud. Kerajinan merupakan salah satu contoh karya seni rupa, salah satu contoh kerajinan adalah desain busana tiga dimensi. Desain busana tiga dimensi dengan pemanfaatan media bahan alam adalah desain busana dalam format tiga dimensi yang menggunakan bahan alam sebagai bahan utamanya. Pemanfaatan media bahan alam pada desain busana merupakan salah satu upaya pemanfaatan limbah dan dapat menambah nilai seni serta keunikan dari desain. Media bahan alam adalah media yang diperoleh langsung dari alam. Bahan alam yang digunakan adalah bulu ayam dan pasir. Tujuan penelitian ini adalah untuk menciptakan desain busana yang menarik dengan pemanfaatan media bahan alam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Lokasi penelitian dilakukan di laboratorium Tata Busana Prodi PKK FKIP Unsyiah. Subjek penelitian ini adalah desain busana tiga dimensi sedangkan objek penelitian ini adalah media bahan alam. Proses pembuatan desain busana tiga dimensi dengan pemanfaatan media bahan alam dilakukan melalui tiga tahapan yaitu tahap persiapan bahan, tahap persiapan desain, tahap pengaplikasian, dan tahap pembuatan background. Hasil dari desain busana tiga dimensi dengan pemanfaatan media bahan alam dapat menjadi salah satu karya seni rupa yang dapat digunakan sebagai hiasan dinding.Kata kunci: Desain busana tiga dimensi, bahan alam, karya seni
DESAIN SERAGAM SYARI BAGI SISWI JURUSAN PERHOTELAN Lola Lolita; Mukhirah .; Rosmala Dewi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 3, No 3 (2018): AGUSTUS
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Busana akomodasi perhotelan adalah busana khusus yang digunakan siswi untuk mengikuti pelajaran perhotelan dan melakukan praktek di hotel, busana ini telah ditetapkan sendiri oleh pihak sekolah, baik model dan warna. Namun dalam menetapkan model busana perhotelan, banyak pihak sekolah tidak memenuhi kriteria busana yang sesuai dengan syariat Islam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis busana perhotelan dengan model yang berbeda dan memenuhi syarat-syarat dalam berbusana menurut syariat Islam, menciptakan desain seragam yang syari, serta membuat seragam yang syari. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian eksperimen terapan. Penelitian ini telah dilaksanakan di Laboratorium Tata Busana Program Studi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, FKIP Unsyiah. Subjek dalam penelitian ini adalah penulis membuat eksperimen busana sekolah syari jurusan perhotelan sesuai dengan syariat Islam yang berlaku di Aceh, sedangkan objek penelitian mendesain busana perhotelan sebanyak 4 model. Penelitian ini dilakukan secara bertahap, mulai dari pemilihan desain busana perhotelan, pemilihan warna yang sesuai, pemilihan bahan yang sesuai untuk busana sekolah, pengambilan ukuran pada model dan membuat pola yang sesuai dengan model busana yang telah di desain, proses pengguntingan, mengobras pinggiran kain dan menjahit busana bagi jurusan perhotelan. Hasil dari penelitian ini adalah model blus asimetris dengan penambahan bordir di bagian bawah, dan juga penambahan lipit bagian pinggang sebelah kanan, menggunakaan rok pias 6. Bahan yang dipilih untuk blus dan rok adalah sama, yaitu katun toyobo, katun batik, asiantex untuk bahan lapisan dan monskrip digunakan untuk bahan kerudung. Untuk pemilihan warna, blus dan rok menggunakan warna merah dengan variasi kain batik warna coklat lumut sedangkan kerudung memilih warna merah.Kata Kunci: Desain, Seragam Syari, Siswi, Jurusan Perhotelan
MOTIVASI BERWIRAUSAHA DIKALANGAN SISWA MELALUI PENDIDIKAN KEWIRAUSAHAAN (Studi Kasus Siswa SMKN 2 Aceh Barat Daya) Nia Aprilia Darma; Annizar Ahmad; Rosmala Dewi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 3, No 3 (2018): AGUSTUS
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sekolah Menengah Kejuruan sebagai salah satu jenis pendidikan formal yang menyelenggarakan pendidikan vokasi, termasuk didalamnya pendidikan kewirausahaan. Melalui pendidikan kewirausahaan diharapkan agar siswa dapat menumbuhkan sikap wirausahawan serta dapat termotivasi untuk menjadi seorang wirausahawan, sehingga dapat membuka usaha mandiri. Namun motivasi siswa dalam berwirausaha masih sangat rendah. Tujuan penelitian ini pertama untuk mendeskripsikan upaya guru dalam meningkatkan motivasi berwirausaha siswa melalui pendidikan kewirausahaan; kedua untuk mendeskripsikan faktor-faktor pendukung dan penghambat upaya guru dalam meningkatkan motivasi berwirausaha siswa melalui pendidikan kewirausahaan di SMKN 2 Aceh Barat Daya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui studi kepustakaan, observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya guru dalam meningkatkan motivasi berwirausaha dikalangan siswa melalui pendidikan kewirausahaan dilaksanakan dengan menceritakan tentang wirausaha-wirausaha yang sukses, menceritakan pengalaman pribadi guru dalam berwirausaha, mewawancarai wirausaha-wirausaha yang sukses, dan melaksanakan praktik kewirausahaan melalui pembelajaran kewirausahaan. Sedangkan faktor-faktor pendukung yaitu adanya perkembangan teknologi dan Unit Produksi. Sedangkan faktor-faktor penghambat yaitu fasilitas yang belum memadai, waktu melaksanakan praktik yang terbatas, dan dana dari sekolah untuk melaksanakan praktik dalam penyediaan alat dan bahan praktik masih sangat kurang. Disarankan kepada pihak sekolah agar dapat menyediakan perlengkapan yang lebih lengkap untuk praktik berwirausaha.Kata kunci: Upaya Guru, Motivasi Siswa, Pendidikan Kewirausahaan