cover
Contact Name
Agung Rorhi Prayudha
Contact Email
agungrorhiprayudha@usk.ac.id
Phone
+6281947933377
Journal Mail Official
agungrorhiprayudha@usk.ac.id
Editorial Address
Jl. Tgk Hasan Krueng Kalee, Darussalam, Banda Aceh.
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga
ISSN : -     EISSN : 26566060     DOI : https://doi.org/10.24815/jimpkk
Core Subject : Education,
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (JIMPKK) FKIP Universitas Syiah Kuala adalah jurnal elektronik yang berfungsi sebagai wadah untuk publikasi hasil penelitian mahasiswa S1 Pendidikan Kesejahteraan Keluarga FKIP Universitas Syiah Kuala. Artikel yang ditulis oleh mahasiswa bersama dosen pembimbingnya ini diterbitkan setelah melalui proses review oleh reviewer dan editor JIMPKK. JIMPKK Universitas Syiah Kuala ini diterbitkan 4 (empat) kali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari, Mei, Agustus, dan November.
Articles 272 Documents
KARAKTERISTIK ORGANOLEPTIK STIK BIJI NANGKA (Artocarpus Heterophyllus) DALAM PEMBUATAN STIK BIJI NANGKA Shaumi Ramadani; Laili Suhairi; . Zuraini
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 3, No 2 (2018): MEI
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Biji nangka merupakan bagian dalam dari buah nangka, biji nangka kurang dimanfaatkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) karakteristik organoleptik (warna, aroma, kerenyahan, dan rasa) pada stik biji nangka, (2). Metode yang menggunakan pendekatan kuantitatif. adalah metode eksperimen. Teknik pengumpulan data yang adalah uji pengamatan (Sensory Evaluation) yang dilakukan kepada 7 narasumber. Data dari uji pengamatan dianalisis dengan cara menentukan nilai rata-rata (mean) dari total yang diperoleh narasumber. Hasil penelitian penambahan biji nangkanya didalam pembuatan stik berpengaruh terhadap uji pengamatan oleh narasumber diketahui bahwa, resep control (PD0) adalah perlakuan yang belum ditambahakan biji nangka dari segi warna 23,14 aroma 22,85 tekstur 23,28 dan rasa 23,24 Sedangkan stik biji nangka yang disukai narasumber adalah pada perlakuan ketiga. (PD08) adalah dengan penambahan 100% biji nangka penilaian terhadap warna 23,85 aroma 24,14 dan tekstur, 24,penilain terhadap rasa 23,95. Kesimpulan dari penelitian, stik yang disukai narasumber adalah pada perlakuan ketiga dari segi warna, aroma dan tekstur dan rasa. Hipotesis diterima karena terdapat pengaruh karakteristik organoleptik terhadap stik biji nangka. Kepada peneliti berikutnya untuk meneliti uji kandungan gizi stik biji nangka dan daya simpan stik biji nangka. Kata Kunci: Karakteristik Organoleptik stik biji nangka
PENATAAN KERUDUNG WANITA DENGAN MODEL PUNUK UNTA . Sarmiwati; . Mukhirah; Fikriah Noer
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 3, No 2 (2018): MEI
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berkembangnya zaman membuat kaum wanita semakin kreatif menghias dan mempercatik diri, berbagai trend fashion kini merebak ditengah tengah masyarakat, salah satu trend fashion tersebut adalah penataan kerudung dengan model punuk unta, yang jelas bertentangan dengan syariat Islam. Penelitian ini berupaya untuk mengungkapkan apa yang mendorong para wanita menggunakan model kerudung punuk unta, salah satu tujuannya adalah agar dapat mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan para wanita menggunakan model kerudung punuk unta serta pandangan kaum wanita terhadap pemakaian kerudung model punuk unta. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif kualitatif yang diteliti dengan bentuk wawancara langsung dengan responden di acara wisuda yang bertempat di gedung AAC Dayan Dawood. Berdasarkan hasil analisis data, temuan penelitian ini dapat dikemukakan sebagai berikut. Pertama, faktor yang mendorong kaum wanita menggunakan kerudung model punuk unta adalah kerapian dan keindahan. Kedua, pandangan kaum wanita terhadap model kerudung punuk unta hampir semua mereka mengetahui tentang hukumnya namun mereka mereka tetap memakainya dengan alasan agar nampak lebih modis. Ketiga, sebagian kaum wanita masih mengutamakan trend dibandingkan penerapan syariat Islam dalam mengkreasikan kerudung. Keempat, kaum wanita menerapkan model kerudung yang berbeda pada setiap kesempatan. Simpulan penelitian ini adalah masih banyak kaum wanita yang mengkreasikan kerudung terkadang masih sangat jauh dari fungsi kerudung itu sendiri dalam syariat Islam karena lebih memperhatikan nilai keindahan dan kecantikan saja. Karena Islam merupakan pedoman dalam kehidupan kaum muslim saran peneliti sebaiknya kaum wanita dapat mencari kreasi kerudung yang lain yang tentunya sesuai syariat Islam namun tetap terlihat cantik. Kata kunci: Penataan, Kerudung, Model Punuk Unta.
PENGARUH PENDIDIKAN KEWIRAUSAHAAN TERHADAP MOTIVASI DALAM BERWIRAUSAHA MAHASISWA PROGRAM STUDI PVKK KONSENTRASI TATA BOGA FKIP UNIVERSITAS SYIAH KUALA . Yulianda; . Mastunis; Laili Suhairi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 3, No 2 (2018): MEI
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dari hasil survei ditemukan sebagian besar alumni mahasiswa Pogram Studi PVKK Konsentrasi Tata Boga FKIP Universitas Syiah Kuala adalah berprofesi sebagai guru, sangat sedikit sekali yang berkecimpung dalam dunia wirausaha. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kewirausahaan terhadap motivasi mahasiswa Program Studi PVKK Konsentrasi Tata Boga FKIP Unsyiah dalam berwirausaha. Metode yag digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa angkatan 2013 dan 2014, penentuan subjek penelitian dilakukan teknik purposive sampling dengan 36 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya pengaruh pendidikan kewirausahaan terhadap motivasi mahasiswa dalam berwirausaha namun belum dalam katagori yang kuat. Dari 20 responden 14 (70%) diantaranya memiliki motivasi tetapi dalam katagori yang belum kuat, yang memiliki motivasi yang kuat hanya 3 responden (15%) sedangkan 3 responden (15%) malah tidak sama sekali memiliki motivasi untuk berwirausaha, dikarenakan mereka mempunyai hambatan-hambatan yang membuat mereka belum berani untuk terjun dalam dunia usaha. Faktor-faktor yang menghambat mahasiswa tersebut antara lain kurangnya kepercayaan diri dalam berwirausaha, kurangnya pengalaman, modal, kurangnya keberanian dalam mengambil resiko, dan faktor dukungan keluarga. Oleh sebab itu diperlukan kegiatan Program Studi PVKK Konsentrasi Tata Boga bersama dengan dosen pengasuh mata kuliah tersebut untuk memperkuat motivasi dalam berwirausaha serta cara-cara atau kiat-kiat untuk mengatasi hambatan-hambatan dalam berwirausaha yang dialami oleh mahasiswa, dengan menghadirkan pakar-pakar entrepreneur yang telah sukses dalam berwirausaha dibidang boga baik tingkat daerah, Nasional dan Internasional, serta sering melibatkan mahasiswa dalam studi banding maupun kegiatan yang menyangkut pariwisata untuk meningkatkan motivasi dan mengembangkan wawasan dan pengalaman mahasiswa dalam berwirausaha setelah lulus dari Program Studi PVKK Konsentrasi Tata Boga FKIP Universitas Syiah Kuala.
USAHA KERAJINAN LIMBAH PLASTIK DI DESA NUSA Fatimah Wati; Fikriah Noer; . Novita
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 3, No 2 (2018): MEI
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penanggulangan sampah plastik sudah banyak dilakukan diberbagai kalangan masyarakat, Salah satunya di desa Nusa. Masyarakat tersebut mengurangi limbah plastik dengan cara mengolah kembali plastik tersebut menjadi berbagai macam produk yang dapat digunakan kembali dalam kehidupan sehari-hari, seperti tas, dompet, sandal kamar dan lain-lain dalam bentuk kelompokkelompok usaha. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui jenis produk kerajinan limbah plastik yang dihasilkan di desa Nusa. (2) mengetahui perencanaan dan pelaksanaan usaha kerajinan limbah plastik di desa Nusa. (3) mengetahui proses pembuatan produk kerajinan limbah plastik di desa Nusa. (4) mengetahui kendala yang dihadapi dalam upaya pertumbuhan kerajinan limbah plastik di desa Nusa. Penelitian ini menggunakan Metode Kualitatif yang bersifat naturalistik, dengan subjek penelitian enam responden. Teknik pengambilan data secara Purposive Sampling. Pengumpulan data diperoleh dari observasi, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa mengelola sampah untuk dijadikan berbagai kerajinan tangan telah dilakukan wanita dan anak-anak Desa Nusa setelah bencana tsunami, yang dilaksanakan oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Jenis produk yang dihasilkan dari limbah plastik ada beberapa macam seperti, kotak tisu. tas, dompet, kotak pensil. Produk-produk kerajinan dari limbah plastik yang sangat digemari ini berkembang dari segi bentuk hingga kualitas setiap tahunnya sehingga konsumen tertarik untuk membeli produk tersebut. Kerapihan dan kualitas barang menjadi prioritas utama. Kerajinan bagian dari seni yang mempengaruhi warisan budaya dari suatu masyarakat setempat, sehingga usaha yang sedang dijalankan oleh kelompok usaha di Desa Nusa akan bisa diturunkan untuk generasi-generasi selanjutnya demi melestarikan bakat seni yang sudah ada. Kata Kunci : Usaha, Kerajinan Limbah Plastik, Desa Nusa
PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG DAGING BUAH PALA BANDA (Myristica fragrans Houtt ) TERHADAP KARAKTERISTIK ORGANOLEPTIK PADA COOKIES Aminatul Fitri; . Zuraini; Yuli Heirina Hamid
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 3, No 2 (2018): MEI
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Buah pala banda merupakan tumbuhan khas masyarakat Aceh Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui karakteristik organoleptik (warna, aroma, tekstur dan rasa) pada cookies tepung buah pala banda.(2) menstandarisasikan resep cookies tepung pala banda, dan (3) daya terima konsumen terhadap cookies tepung pala banda. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah sensory evaluation (uji pengamatan) yang dilakukan terhadap 4 orang narasumber dan uji penerimaan (hedonic scale) yang diuji cobakan 30 orang panelis konsumen. Analisis data menggunakan anava satu jalur dengan taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian berdasarkan uji Pengamatan oleh narasumber diketahui bahwa, cookies tepung daging buah pala banda yang disukai adalah pada perlakuan keempat (M18) dari segi warna 24,75, aroma 24,25, tekstur 24,5 dan rasa 24,25 pada cookies. Hasil analisis tentang penerimaan konsumen menunjukkan bahwa cookies tepung daging buah pala banda yang disukai adalah perlakuan ketiga (M16) memiliki nilai rata-rata pada warna 23,5, aroma 23,25, tekstur 24, dan rasa 23. Simpulan dari penelitian, Cookies yang disukai narasumber adalah pada perlakuan keempat dari segi warna, aroma, tekstur dan rasa. Sedangkan konsumen menyukai cookies dengan penambahan tepung daging buah pala banda pada perlakuan ketiga. karena memiliki warna sangat coklat, aroma yang sangat harum, tekstur yang renyah, dan rasa yang manis. Saran dari penelitian, kepada peneliti berikutnya untuk meneliti daya simpan cookies tepung daging buah pala banda dan uji kandungan gizi cookies tepung daging buah pala banda. Kata kunci: pengaruh, buah pala banda, karakteristik organoleptik,cookies
KREATIVITAS MAHASISWA TATA BUSANA DALAM PENGGUNAAN BUSANAKULIAH Yuan Sarah Baniaji; . Mukhirah; . Fitriana
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 3, No 1 (2018): FEBRUARI
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kreativitas dalam berbusana memerlukan keterampilan khusus dalam menggunakan busana dan harus memperhatikan kesempatan penggunaan, bentuk tubuh dan padupadan warna ataupun model busana tersebut. Menampilkan busana yang terlihat kreatif tidak harus memiliki busana-busana baru, dengan menggunakan busana yang sudah ada juga dapat membuat penempilan terlihat menarik dan indah. Penelitian ini berupaya untuk mengetahui cara mahasiswa Tata Busana dalam mempadupadankan busana untuk kesempatan kuliah dan untuk mengetahui pemilihan pelengkap atau aksesoris busana yang akan digunakan pada kesempatan kuliah. Sampel penelitian adalah Mahasiswa Tata Busana Program Studi PVKK FKIP Unsyiah angkatan 2015 yang berjumlah 39 orang. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik angket ( kuesioner). Berdasarkan hasil analisis data peneliti menemukan bahwa model busana yang digunakan lebih dari setengah (56,42%) responden memilih kemeja dengan paduan rok kembang untuk memudahkan mengkombinasi, pemilihan corak bahan yang digemari oleh responden sebagian besar (71,8%) memilih corak bahan polos atau kombinasi untuk kesempatan kuliah, dalam pemilihan warna sebagian besar (66,67%) responden memilih menggunakan warna netral. Dalam pemilihan aksesoris sebagian besar (64,10%) responden kurang menyenangi mempadupadankan aksesoris untuk kesempatan kuliah karena lebih nyaman hanya menggunakan pelengkap sederhana seperti sepatu dan tas tanpa menggunakan aksesoris lainnya. Dapat disimpulkan bahwa sebagian besar responden sudah mampu mempadupadankan dan menggunakan busana yang kreatif dengan tidak menggunakan aksesoris busana yang berlebihan. Hal ini dapat menjadi motivasi bagi seluruh mahasiswa Tata Busana Program Studi PVKK FKIP Unsyiah untuk lebih mengembangkan kreativitas dalam mempadupadankan busana dengan aksesoris-aksesoris yang tidak berlebihan untuk menampilkan penampilan yang berbeda dan dapat diikuti oleh mahasiswa jurusan lainnya tanpa meninggalkan etika dan syariat yang berlaku. Kata kunci: Kreativitas mahasiswa, busana kuliah PENDAHULUAN
DAYA TERIMA KONSUMEN TERHADAP PUDING BROKOLI (Brassica Oleracea) . Misnaiyah; . Indani; Rahmi Kamal
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 3, No 1 (2018): FEBRUARI
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Brokoli merupakan tanaman yang mempunyai gizi lengkap dan baik untuk kesehatan. Selain diolah menjadi tumisan, brokoli dapat diolah menjadi penganan sehat yaitu puding. Tujuan (1) mengetahui karakteristik organoleptik, (2) menganalisis tingkat penerimaan konsumen dengan latar belakang usia yang berbeda, (3) menganalisis kandungan protein, lemak, dan karbohidrat, (4) memperoleh resep standar puding brokoli. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data dengan uji pengamatan yang dilakukan terhadap 5 orang narasumber dan uji penerimaan kepada 75 orang panelis konsumen. Data uji pengamatan dianalisis dengan cara menentukan nilai rata-rata total yang diperoleh dari narasumber. Data uji penerimaan dianalisis menggunakan anava satu jalur. Berdasarkan uji pengamatan narasumber, puding brokoli yang disukai adalah BR2 baik dari segi warna dan aroma dengan nilai 23, dan 22,6, dan BR3 baik dari segi tekstur dan rasa dengan nilai 23,4 dan 22,6. Hasil analisis penerimaan konsumen anak-anak menunjukkan puding brokoli yang disukai adalah BR2 baik dari segi warna dan tekstur dengan nilai 3,92 dan 3,8, dan BR1 baik dari segi aroma dan rasa dengan nilai 3,72 dan 3,4. Konsumen remaja menunjukkan puding brokoli yang disukai adalah BR1 dengan nilai rata-rata warna 3,48, aroma 2,92, tekstur 3,56, dan rasa 3,12. Konsumen dewasa menunjukkan puding brokoli yang disukai adalah BR1 dengan nilai rata-rata warna 3,72, aroma 3,4, tekstur 3,44, dan rasa 3,4. Nilai gizi pada puding BR1 yaitu protein 1,10%, lemak 0,67%, dan karbohidrat 10,75%. Simpulan, resep standar diperoleh dari puding BR1 terdiri dari 300 gr brokoli, 100 gr gula pasir, 680 ml air, 7 gr bubuk agar-agar, dan 3 gr garam. Berdasarkan uji pengamataan dan penerimaan, puding yang disukai narasumber adalah BR2 dari segi warnadan aroma dan BR3 dari segi tekstur dan rasa. Secara keseluruhan panelis konsumen menyukai puding brokoli BR1. Hipotesis diterima HI karena ada pengaruh karakteristik organoleptik dan daya terima konsumen terhadap puding brokoli. Kata Kunci: karakteristik organoleptik, daya terima, puding, dan standarisasi resep
HIJAB SYARI MULTIFUNGSI BAGI REMAJA MUSLIMAH Malisga Afwica; . Mukhirah; . Fadhilah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 3, No 1 (2018): FEBRUARI
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hijab merupakan suatu ketentuan yang wajib digunakan bagi wanita muslimah, kriteria hijab syari adalah hijab yang longgar, menutup dada, dan tidak transparan. Penggunaan hijab untuk dwi fungsi sering disebut dengan nama multifungsi, hijab multifungsi merupakan hijab yang dapat digunakan langsung pada beberapa kesempatan, dalam penelitian ini khususnya pada kesempatan kuliah sekaligus kesempatan ibadah (shalat). Judul penelitian ini merupakan Hijab Syari Multifungsi bagi Remaja Muslimah dengan tujuan khusus yaitu: model hijab remaja saat ini, desain hijab syari multifungsi, proses menciptakan hijab syari multifungsi, dan aplikasi hijab syari multifungsi. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen terapan adalah penelitian yang dilakukan secara sistematis untuk menguji/mengembangkan teori-teori yang ada, dan hasil penelitian tidak harus baru melainkan aplikasi baru dari sebuah penelitian, yang bertujuan untuk menciptakan hijab syar;i multifungsi (kesempatan kuliah sekaligus ibadah (shalat)) bagi remaja muslimah. Objek dalam penelitian ini diperuntukkan untuk remaja muslimah berumur 17-22 tahun, sebanyak 3 hijab yaitu: hijab syari multifungsi model lipat, hijab syari multifungsi model tali serut, dan hijab syari multifungsi model kancing. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik kepustakaan, dokumentasi, dan eksperimen terapan. Berdasarkan hasil penelitian hijab syari multifungsi model lipat, tali serut, dan kancing yang didesain dan dijahit menggunakan langkah-langkah yang sistematis dan terarah sesuai dengan desain model yang akan dijahit. Secara keseluruhan hasil eksperimen yang diperoleh menarik dan terdapat nilai inovasi tinggi, dengan adanya eksperimen hijab syari multifungsi yang sudah dimodifikasi menjadi model dan aplikasi hijab syari multifungsi yang baru dan dapat menarik minat remaja dalam penggunaan hijab syar'i multifungsi pada kehidupan yang nyata. Kata Kunci: model, hijab, syari, multifungsi, remaja, muslimah.
TINGKAT PENGETAHUAN IBU RUMAH TANGGA TENTANG PENGGUNAAN MONOSODIUM GLUTAMATE (MSG) DALAM MENGOLAH MAKANAN (DI GAMPONG JEULINGKE KECAMATAN SYIAH KUALA BANDA ACEH) Intan Junita; Yuli Heirina Hamid; . Indani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 3, No 1 (2018): FEBRUARI
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada umumnya masyarakat Gampong Jeulingke memiliki tingkat sosial ekonomi menengah ke bawah. Kondisi sosial ekonomi Gampong Jeulingke ini sudah berpengaruh dengan kebudayaan perkotaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu-ibu rumah tangga tentang penggunaan monosodium glutamate (MSG) dalam mengolah makanan. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif sedangkan jenis penelitian adalah penelitian deskriptif. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 30 orang. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner. Setelah data diperoleh maka menganalisis dengan rumus persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan ibu-ibu rumah tangga tentang penggunaan monosodium glutamate (MSG) dalam mengolah makanan di Gampong Jeulingke mencapai 75.83%, dikatakan sebagian besar baik. Artinya sebagian besar ibu rumah tangga di Gampong Jeulingke mengetahui tentang penggunaan monosodium glutamate dalam mengolah makanan. Disarankan kepada ibu rumah tangga agar dapat mempelajari lebih dalam mengenai efek negatif penggunaan monosodium glutamate, mengingat peranan ibu rumah tangga sangat penting dalam penyelenggaraan tingkat gizi yang baik. Kata kunci : pengetahuan, ibu, penggunaan, MSG, makanan.
PERBANDINGAN KARAKTERISTIK ORGANOLEPTIK DAN DAYA TERIMA KONSUMEN ANTARA NUGGET JAGUNG MANIS (Zea may L) DENGAN NUGGET KULIT SINGKONG (Manihot esculenta) Fizzah Mastura; . Indani; Nurul Faudiah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 3, No 1 (2018): FEBRUARI
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kulit singkong merupakan limbah dari penggunaan singkong sebagian kecil yang dimanfaatkan untuk pakan ternak, kompos, dan bio energi. Selebihnya bertumpuk, membusuk, mengeluarkan bau tidak sedap, dan akhirnya menimbulkan polusi. Jika ditangani lebih lanjut kulit singkong dapat dimanfaatkan sebagai bahan olahan makanan. Kulit singkong yang digunakan adalah kulit singkong yang berwarna merah muda yang terdapat sesudah kulit ari (kulit tanah). Penelitian ini bertujuan untuk (1) Menstandarisasikan resep nugget kulit singkong. (2) Mengetahui karakteristik organoleptik (warna, aroma, tekstur dan rasa) nugget kulit singkong. (3) Mengetahui daya terima konsumen terhadap karakteristik nugget dengan penambahan kulit singkong. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah uji pengamatan (Sensory Evaluation) yang dilakukan oleh 4 orang narasumber dan uji penerimaan (Acceptability Test) yang diuji cobakan kepada 30 orang panelis konsumen yaitu mahasiswi Tata Boga Program Studi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Syiah Kuala Banda Aceh. Data-data dari uji pengamatan dianalisis dengan cara menentukan nilai rata-rata (mean) dari total yang diperoleh dari narasumber. Data dari uji penerimaan dianalisis menggunakan analisis varian (anava) satu jalur pada nugget yang diperoleh dari narasumber dan panelis konsumen. Berdasarkan analisis data menunjukkan nugget kulit singkong perlakuan pertama (FM01) memiliki nilai rata-rata tertinggi pada warna 3,17, dan tekstur 3,2, sedangkan nugget kulit singkong perlakuan kedua (FM02) memiliki nilai rata-rata tertinggi pada aroma 3,13, dan rasa 3,17. Simpulan dari penelitian ini adalah Resep standar nugget kulit singkong perlakuan kedua terdiri dari 250 gr kulit singkong, 100 gr telur ayam, tepung terigu 80 gr, bawang putih 20 gr, bawang bombay 20 gr, garam 10 gr, merica 10 gr, tepung panir 100 gr, minyak goreng 500 gr. Hasil dari uji pengamatan konsumen terhadap warna, aroma, tekstur, dan rasa nugget dengan penambahan kulit singkong menunjukkan bahwa konsumen lebih menyukai nugget dengan penambahan kulit singkong 200 gr dibandingkan dengan nugget yang mendapat penambahan kulit singkong 250 gr. Sehingga pengaruh kulit singkong dalam pembuatan nugget dapat diterima H1. Hipotesis diterima H1 karena terdapat perbedaan karakteristik organoleptik dan daya terima konsumen antara nugget jagung manis dan nugget kulit singkong. Kepada peneliti berikutnya untuk meneliti daya simpan nugget kulit singkong dan ujikandungangizinuggetkulit singkong. Kata Kunci:standarisasi resep, daya terima,nuggetkulit singkong