cover
Contact Name
Agung Rorhi Prayudha
Contact Email
agungrorhiprayudha@usk.ac.id
Phone
+6281947933377
Journal Mail Official
agungrorhiprayudha@usk.ac.id
Editorial Address
Jl. Tgk Hasan Krueng Kalee, Darussalam, Banda Aceh.
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga
ISSN : -     EISSN : 26566060     DOI : https://doi.org/10.24815/jimpkk
Core Subject : Education,
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (JIMPKK) FKIP Universitas Syiah Kuala adalah jurnal elektronik yang berfungsi sebagai wadah untuk publikasi hasil penelitian mahasiswa S1 Pendidikan Kesejahteraan Keluarga FKIP Universitas Syiah Kuala. Artikel yang ditulis oleh mahasiswa bersama dosen pembimbingnya ini diterbitkan setelah melalui proses review oleh reviewer dan editor JIMPKK. JIMPKK Universitas Syiah Kuala ini diterbitkan 4 (empat) kali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari, Mei, Agustus, dan November.
Articles 272 Documents
APLIKASI TEKNIK SMOCK PADA PEMBUATAN TAS PESTA Siti Mawarni; Rosmala Dewi; Fitriana .
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 6, No 1 (2021): FEBRUARI
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Smock merupakan teknik menghias kain yang merupakan lipatan atau kerutan kain yang dijahit secara teratur sesuai pola yang telah didesain pada kain sehingga membentuk suatu kerutan yang bervariasi dan kreatif. Smock tidak haya diaplikasikan pada busana, tetapi sudah dikreasikan untuk tas dan lenan rumah tangga. Namun seiring perkembangan zaman penggunaan smock sebagai salah satu tehnik menghias kain sudah jarang dipakai bahkan kebanyakan masyarakat tidak mengetahui sama sekali tentang smock. Tujuan penelitian adalah mendesain tas pesta dengan kreasi sulaman smock dan mengaplikasikan sulaman smock pada tas pesta. Peneliti mengunakan metode penelitian eksperimen terapan. Lokasi penelitian dilakukan di laboraturium Tata Busana Prodi PPK FKIP Unsyiah. Objek dalam penelitian ini adalah tas pesta dengan aplikasi teknik smock. Adapun model pertama menggunakan kain sir dan model kedua mengunakan kain rosela dengan model yang berbeda. Proses pembuatan sulaman smock pada tas pesta adalah mendesain model tas dan motif, menjahit sulaman smock pada median kain menggunakan jarum tangan, proses menjahit tas yaitu menggunting kain yang sudah di smock sesui pola tas, meletakan bahan pengisi pada kain , menjahit badan tas dan butiran mutiara lalu lapisan, menjahit resleting dan memasang tali tas. Hasil penelitian telah mendesain dua model tas pesta dengan mengaplikasi sulaman teknik smock pada eksperimen model tas yang pertama dengan model teknik sirip ikan dan eksperimen ke dua dengan teknik model gelombang laut.Katakunci:Aplikasi,TeknikSmock,TasPesta
PENGARUH PENAMBAHAN AMPAS JAHE (Zingiber officinale rosc.) TERHADAP KARAKTERISTIK ORGANOLEPTIK KUE BANGKIT Anti Rahmiati; Yuli Heirina Hamid; Laili Suhairi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 6, No 1 (2021): FEBRUARI
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jahe (Zingiber officinale Rosc.) merupakan salah satu tanaman yang dimanfaatkan sebagai bumbu pada masakan, minuman tradisional seperti jamu dan obat herbal yang menyisakan limbah berupa ampas jahe. Ampas tersebut masih mengandung senyawa oleoresin yang bisa diambil dan dimanfaatkan. Salah satu pemanfaatan ampas jahe tersebut adalah dengan cara menjadikannya bahan tambahan dalam pembuatan kue bangkit. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh standarisasi resep, mengetahui karakteristik organoleptik dan daya terima konsumen terhadap kue bangkit dengan penambahan ampas jahe. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Tempat dan waktu penelitian dilakukan di Laboratorium Tata Boga Prodi PVKK FKIP Unsyiah. Data uji pengamatan dianalisis dengan menentukan nilai rata-rata (mean) dari total nilai narasumber. Data uji penerimaan menggunakan analisis of variance (anova) satu jalur dari konsumen. Kemudian dianalisis dengan menggunakan LSD pada taraf 0,05. Hasil penelitian diperoleh kue bangkit pada perlakuan kedua (CB1) dengan penambahan ampas jahe 20% merupakan perlakuan yang diterima oleh narasumber berdasarkan uji pengamatan dengan nilai rata-rata sebanyak 23,37 dari skala 1-25. Hasil penelitian uji peneriman konsumen terhadap kue bangkit dengan penambahan ampas jahe dengan nilai rata-rata tertinggi terdapat pada kue bangkit pada perlakuan kedua (CB1) dengan nilai 4,1 dengan skala 1-5. Simpulan pnelitian ini adalah Berdasarkan hasil uji yang telah dilakukan, baik narasumber maupun konsumen lebih menyukai perlakuan kedua (BC1) karena pengaruh warna putih sedikit kekuningan (krem), aroma khas jahe yang tidak terlalu kuat, tekstur rapuh, serta memiliki rasa manis dengan paduan khas jahe yang pas. Hasil uji daya terima konsumen terhadap warna, aroma, tekstur dan rasa kue bangkit lebih diterima dengan penambahan ampas jahe sebanyak 50 gram (20%).Kata Kunci: Karakteristik organoleptik, Kue bangkit, Ampas Jahe
MINAT MAHASISWA TATA BUSANA PROGRAM STUDI PKK FKIP UNSYIAH TERHADAP PROGRAM SM-3T Safrida Hanum; Mukhirah .; Fadhilah .
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 6, No 1 (2021): FEBRUARI
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mengajar di daerah 3T memiliki banyak tantangan baik itu dari segi kondisi alam, sosial maupun budaya masyarakat. Data awal menyatakan bahwa hanya sedikit mahasiswa PKK yang berminat terhadap program SM-3T dan dapat dikatakan masih minim, padahal yang kita tahu bahwa mahasiswa PKK baik itu dari kosentrasi Tata Busana maupun Tata Boga sangat dibutuhkan di daerah 3T karena mempunyai ketrampilan yang sangat banyak sehingga dapat menambah wawasan mengenai cipta karya, kerajinan dan mengajarkan ilmu-ilmu lainnya yang sangat bermanfaat di daerah 3T. Penelitian ini mengkaji tentang Minat Mahasiswa Tata Busana Program Studi PKK FKIP Unsyiah Terhadap Program SM-3T. secara khusus penelitian ini bertujuan untuk (1) Ketertarikan mahasiswa Tata Busana Program Studi PKK FKIP Unsyiah terhadap program SM-3T. (2) Faktor-faktor yang mempengaruh minat mahasiswa Tata Busana Program Studi PKK FKIP Unsyiah terhadap program SM-3T. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif. Pada penelitian ini yang menjadi subjek adalah Alumni Tata Busana leting 2009/2010 yang sudah pernah mengikuti tes program SM-3T yang berjumlah 4 orang dengan menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Dari penelitian ini kesimpulan yang peneliti dapatkan adalah minat responden terhadap program SM-3T di pengaruhi oleh minat pribadi, maupun dorongan orang tua. Program SM-3T memberikan banyak pengalaman baru bagi para peserta yang di anggap penting dalam proses belajar mengajar serta menunjang kemampuan seorang pengajar. Beradaptasi dan bersosialisasi dengan perbedaan yang ada mulai dari budaya, bahasa hingga gaya hidup dan keterbatasan sarana prasarana belajar mengajar sehingga menuntut para peserta untuk mampu memanfaatkan sarana dan prasarana yang ada. Meskipun program SM-3T tidak ada lagi, diharapkan ada program pengganti untuk memperbaiki pendidikan yang ada di daerah 3T.Kata Kunci : Minat Mahasiswa Tata Busana, Program SM-3T
HUBUNGAN MANAJEMEN WAKTU TERHADAP PRESTASI BELAJAR MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN VOKASIONAL KESEJAHTERAAN KELUARGA UNSYIAH Anggun Sukmawati; Mukhirah .; Rosmala Dewi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 6, No 1 (2021): FEBRUARI
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manajemen adalah suatu proses merencanakan, mengorganisasikan, memimpin dan mengendalikan kegiatan dengan segala aspek agar kegiatan tersebut tercapai secara efektif dan efisien.Waktu merupakan sumber daya yang tidak dapat dibeli, dijual ditabung atau dibagikan dengan orang lain dan tidak dapat di ulang kembali pada waktu yang akan datang. Setiap hari mahasiswa Pendidikan Vokasional Kesejahteraan keluarga dibebankan dengan berbagai macam tugas praktek yang menuntut mahasiswa untuk dapat memanajemen waktu dengan baik. Penelitian ini mengangkat masalah adakah hubungan positif dan signifikan antara Manajemen waktu dengan Prestasi belajar mahasiswa Pendidikan Vokasonal Kesejahteraan Keluarga Unsyiah. hipotesis penelitian ini ha yaitu ada hubungan yang signifikan antara manajemen waktu dengan prestasi belajar mahasiswa PVKK unsyiah. Pada penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif, teknik analisis data korelasi produc moment.Populasi dalam penelitian ini ialah Mahasiswa Tata Busana angkatan 2016 sebanyak 43 mahasiswa yang seluruhnya dijadikan sampel penelitian. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket. Adapun angket dalam penelitian ini bersifat tertutup dan dibuat berjenjang mulai dari intensitas paling rendah sampai intensitas paling tinggi. Dari hasil analisis data menggunakan teknik analisis data korelasi produk moment diperoleh hasil sebesar 0,17 yang berada pada rentang 0,00-0,199 yang termasuk kedalam kategori sangat rendah yang menunjukkan bahwa hasil penelitian ini adalah Ha diterima dan Ho ditolak yaitu terdapat pengaruh yang signfikan antara manajemen waktu terhadap prestasi belajar. Disamping faktor waktu ada faktor lain yang mempengaruhi manajemen waktu seperti faktor internal seperti faktor psikologis, jasmani dan kelelahan serta faktor eksternal seperti faktor keluarga, sekolah dan lingkungan masyarakat .Kata Kunci : Manajemen waktu, Prestasi belajar
TEKNIK PEMBUATAN KEMEJA PRIA PADA ACEH MODA TAILOR BANDA ACEH Hayatun Nisa'; Rosmala Dewi; Fitriana .
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 6, No 1 (2021): FEBRUARI
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tentang teknik mengambil ukuran kemeja pria, teknik membuat pola kemeja pria dan teknik menjahit kemeja pria pada Aceh Moda Tailor. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif Subjek ditentukan secara purposive sampling yang berjumlah 7 orang terdiri dari 5 orang pekerja (1 tenaga ahli dalam mengukur, 2 orang pembuat pola, 2 orang penjahit kemeja) dan 2 pelanggan dari Aceh Moda Tailor. Pengumpulan data dirangkum melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan melalui reduksi data, penyajian data, conclution data dan verification data. Hasil penelitian dapat dikemukakan bahwa teknik mengambil ukuran kemeja pria pada Aceh Moda Tailor sangat sederhana. Ukuran-ukuran tubuh yang diukur untuk membuat kemeja pria yaitu lebar bahu, panjang baju, panjang lengan, lingkar siku, lebar badan, lebar pinggang dan lingkar leher. Pada Aceh Moda Tailor sistem pola yang digunakan yaitu pola yang digambar/dirancang langsung diatas kain dengan menggunakan sistem kontruksi yaitu teknik membuat pola yang patokan dasarnya ukuran tubuh seseorang dan pola badan bagian belakang berpedoman pada pola bagian depan, dan bagian lipatan kain dijadikan sebagai garis tengah pola lengan. Pada Aceh Moda Tailor suatu jahitan busana dilakukan/dikerjakan oleh satu orang dari awal sampai akhir dan tidak menggunakan sistem konveksi serta mengutamakan kualitas suatu produk pakaian yang rapi dan nyaman dipakai.Kata Kunci: Kemeja Pria, Aceh Moda Tailor, Teknik Menjahit
PENERIMAAN KONSUMEN DAN ANALISIS ZAT GIZI TERHADAP PENYEDAP RASA ALAMI BERBASIS IKAN MAS (Cyprinus carpio L.) Yovi Surahmi; Suryati Sufiat; Rahmi Kamal
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 5, No 4 (2020): NOVEMBER
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyedap rasa merupakan salah satu bahan tambahan (zat aditif) yang diberikan pada masakan dengan tujuan untuk menambah citarasa masakan. Tujuan penelitian untuk mengetahui (1) daya penerimaan konsumen melalui uji organoleptik terhadap penyedap rasa alami berbasis ikan mas lokal (2) zat gizi yang terdapat pada penyedap rasa alami berbasis ikan mas lokal (3) masa simpan penyedap rasa alami berbasis ikan mas lokal. Metode penelitian yang digunakan adalah eksprimen dengan 2 kali perlakuan dan 3 kali pengulangan menggunakan desain Rancangan Acak Lengkap (RAL). Percobaan ini menggunakan 3 tingkatan ikan mas lokal (0%), (50%), (100%). Hasil uji penerimaan yang dilakukan oleh 30 orang konsumen yaitu mahasiswa/i Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Syiah Kuala dan masyarakat umum dengan menggunakan 5 tingkatan skala hedonic scale. Hasilnya menunjukkan penyedap rasa alami berbasis ikan mas lokal sangat disukai oleh konsumen. Berdasarkan hasil uji penerimaan hampir secara keseluruhan formula penyedap rasa alami ikan mas lokal yang disukai panelis konsumen adalah pada formula Y1 yaitu dengan penggunaan ikan mas lokal 50% karena memiliki karakteristik aroma khas ikan mas, tekstur kuah yang kental, rasa yang gurih (umami), sedangkan untuk warna panelis konsumen lebih menyukai formula Y0 yakni tanpa adanya penggunaan ikan mas lokal. Hasil uji proksimat diketahui penyedap rasa alami berbasis ikan mas lokal mengandung unsur gizi karbohidrat 28,70%, lemak 5,52%, protein 37,38%, kadar abu 19,56%, dan kadar air 8,84 %. Berdasarkan hasil uji organoleptik diketahui masa simpan yang baik penyedap rasa alami ikan mas lokal adalah selama 6 bulan dengan suhu ruang 28C.Kata kunci: Konsumen, zat gizi, penyedap rasa, ikan mas (Cyprinus carpio L.)
PERAN KOMUNITAS THE FLOATING SCHOOL DALAM MENINGKATKAN KREATIVITAS REMAJA DI PULO ACEH Elly Diana Putri; Rosmala Dewi; Fitriana .
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 5, No 4 (2020): NOVEMBER
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peran komunitas merupakan posisi atau kedudukan dalam menjalankan hak dan kewajiban bersama untuk mencapai suatu tujuan. Pemuda kini dituntut harus memiliki skill untuk keberlangsungan hidup. Khususnya di daerah kepulauan, yang mayoritas hidupnya bergantung pada hasil laut. Maka diperlukan peran dari komunitas sebagai wadah untuk menjembatani remaja yang tinggal di kepulauan agar dapat ikut serta dalam meningkatkan kreativitas. Hal ini sesuai dengan tujuan dari komunitas The Floating School yakni melayani pemuda kepulauan dalam mengembangkan kreativitas. Penelitian yang berjudul Peran Komunitas dalam Meningkatkan Kreativitas Remaja di Pulo Aceh, bertujuan untuk mengetahui peran komunitas The Floating School dalam meningkatkan kreativitas remaja di Pulo Aceh, mengidentifikasi faktor penghambat dan pendorong dalam meningkatkan kreativitas remaja serta mengetahui manfaat yang diperoleh remaja di Pulo Aceh setelah mengikuti kegiatan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Subjek pada penelitian ini adalah 3 remaja yang mengikuti kegiatan The Floating School, 2 warga yang mengetahui kegiatan tersebut dan 2 pengurus komunitas The Floating School. Teknik pengumpulan data diperoleh dari hasil studi pustaka, observasi, dokumentasi dan wawancara yang dianalisis melalui reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian, peran komunitas The Floating School dalam meningkatkan kreativitas remaja di Pulo Aceh adalah peran fasilitatif, peran edukasional dan peran teknis. Adapun faktor penghambat dalam meningkatkan kreativitas remaja di Pulo Aceh berupa minimnya sumber referensi, kurangnya pengadaan pelatihan dan ketersediaan kebutuhan yang sulit didapat, sedangkan yang menjadi faktor pendorong yaitu faktor intrinsik dan ekstrinsik. Adapun manfaat yang diperoleh remaja yakni mampu membuat berbagai macam kerajinan, mudah berinteraksi, serta menambah motivasi dalam menggapai cita-cita yang lebih variatif.Kata Kunci : Peran Komunitas, Kreativitas, RemajaPeran komunitas merupakan posisi atau kedudukan dalam menjalankan hak dan kewajiban bersama untuk mencapai suatu tujuan. Pemuda kini dituntut harus memiliki skill untuk keberlangsungan hidup. Khususnya di daerah kepulauan, yang mayoritas hidupnya bergantung pada hasil laut. Maka diperlukan peran dari komunitas sebagai wadah untuk menjembatani remaja yang tinggal di kepulauan agar dapat ikut serta dalam meningkatkan kreativitas. Hal ini sesuai dengan tujuan dari komunitas The Floating School yakni melayani pemuda kepulauan dalam mengembangkan kreativitas. Penelitian yang berjudul Peran Komunitas dalam Meningkatkan Kreativitas Remaja di Pulo Aceh, bertujuan untuk mengetahui peran komunitas The Floating School dalam meningkatkan kreativitas remaja di Pulo Aceh, mengidentifikasi faktor penghambat dan pendorong dalam meningkatkan kreativitas remaja serta mengetahui manfaat yang diperoleh remaja di Pulo Aceh setelah mengikuti kegiatan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Subjek pada penelitian ini adalah 3 remaja yang mengikuti kegiatan The Floating School, 2 warga yang mengetahui kegiatan tersebut dan 2 pengurus komunitas The Floating School. Teknik pengumpulan data diperoleh dari hasil studi pustaka, observasi, dokumentasi dan wawancara yang dianalisis melalui reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian, peran komunitas The Floating School dalam meningkatkan kreativitas remaja di Pulo Aceh adalah peran fasilitatif, peran edukasional dan peran teknis. Adapun faktor penghambat dalam meningkatkan kreativitas remaja di Pulo Aceh berupa minimnya sumber referensi, kurangnya pengadaan pelatihan dan ketersediaan kebutuhan yang sulit didapat, sedangkan yang menjadi faktor pendorong yaitu faktor intrinsik dan ekstrinsik. Adapun manfaat yang diperoleh remaja yakni mampu membuat berbagai macam kerajinan, mudah berinteraksi, serta menambah motivasi dalam menggapai cita-cita yang lebih variatif.Kata Kunci : Peran Komunitas, Kreativitas, Remaja
PEMANFAATAN AMPAS TEBU DALAM PEMBUATAN KERTAS SENI UNTUK PRODUK KERAJINAN Siti Khadijah; Novita .; Fadhilah .
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 5, No 4 (2020): NOVEMBER
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ampas tebuadalah residu dari proses penggilingan tanamantebu, tanaman ini sangat diminati oleh masyarakat karena menghasilkan air tebu yang manis dan juga sangat bermanfaat untuk kesehatan, akan tetapi pembakaran ampas tebu menimbulkan pencemaran udara. Hal ini yang mendasarinpemilihan ampas tebu sebagai bahan alternatif pembuat kertas seni untuk produk kerajinan dengan menggunakan metode organosolv dengan pelarut organik tanpa menimbulkan pencemaran lingkungan. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses pemanfaatan ampas tebu sebagai bahan utama untuk pembuatan kertas seni dengan menggunakan metodeorganosolv, mengaplikasikan kreativitas kertas seni dari pemanfaatan ampas tebu untuk produk kerajinan.Untuk mengetahui respon konsumen terhadap kertas seni dan pengaplikasiannya pada produk kerajinan lampu hias. Produk lampu hias yang dieksperimenkan berjumlah 3 buah dengan bentuk yang berbeda. Dari hasil analisis data responden memberikan tanggapan positif terhadap ide pembuatan kertas seni dengan pengaplikasiannya pada produk kerajinan lampu hias. Beberapa poin yang menjadi pertanyaan seperti tanggapan terhadap ide pembuatan kertas seni dari pemanfaatan ampas tebu, pengaplikasian pada produk kerajinan lampu hias, tanggapan mengenai kerapian produk, tanggapan terhadap bentuk dan motif lampu hias hasil dari pengaplikasian kertas seni. Hasil penelitian menyatakan 50% konsumen sangat menyukai produk lampu hias model 1, dan sebanyak 67,5% sangat menyukai produk lampu hias model 2, dan hampir seluruhnya sangat menyukai produk lampu hias model 3 yaitu 82,5 %. Berdasarkan presentase tersebut dapat disimpulkan bahwa dari ketiga model lampu hias yang dihasilkan dari peneliti ini, lampu hias model 3 merupakan model yang sangat disukai dan diminati dengan berdasarkan bentuk dan motifnya. Diharapkan mahasiswa dan masyarakat dapat mengembangkan kreativitas dan keterampilannya dalam memanfaatkan ampas tebu yang tidak terpakai lagi menjadi barang atau produk yang bermanfaat bagi diri sendiri maupun masyarakat.Kata Kunci : Ampas Tebu, Kertas Seni, Produk Kerajinan.
ANALISIS DAYA TERIMA KONSUMEN TERHADAP DODOL JAMBU BIJI (Psidium guajava L) Yuni Widya Lestari; Indani .; Nurul Faudiah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 5, No 4 (2020): NOVEMBER
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daerah Kabupaten Bener Meriah banyak tumbuh tanaman jambu biji yang belum dimanfaatkan sebagai olahan makanan. Padahal jambu biji mempunyai kandungan gizi yang beragam. Jambu biji dapat diolah menjadi bahan tambahan dalam pembuatan dodol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik organoleptik (warna, aroma, tekstur dan rasa), daya terima konsumen terhadap dodol jambu biji, resep standar dodol jambu biji, serta mutu simpan dodol jambu biji. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini ialah dengan uji pengamatan (Sensory Evaluation) yang dilakukan terhadap 7 orang narasumber dan uji penerimaan (Hedonic Scale) kepada 30 orang panelis konsumen. Data uji pengamatan dianalisis dengan menentukan nilai rata-rata (mean) dari total nilai narasumber. Data uji penerimaan menggunakan analisis varian (anava) satu jalur dari narasumber dan konsumen. Hasil analisis data dari narasumber dan konsumen menunjukkan bahwa warna, aroma, tekstur, dan rasa dari konsumen meyukai dodol jambu biji pada perlakuan kedua (W2) dengan nilai rata-rata warna (3,37), aroma (4,06), tekstur (3,56) dan rasa (3,7), Dengan daya simpan 18 hari. Simpulan, resep standar diperoleh dari perlakuan kedua (W2) terdiri dari 200 gr tepung ketan, 425 gr gula pasir, 500 gr santan, 3 gr garam dan 200 gr jambu biji. Berdasarkan uji pengamatan dan penerimaan terhadap warna, aroma, tekstur dan rasa dodol jambu biji lebih diterima pada perlakuan kedua (W2), karena memiliki warna cerah, aroma khas jambu biji, tekstur elastis dan rasa manis sedang.Diharapkan kepada masyarakat agar memanfaatkan jambu biji sebagai bahan tambahan pembuatan dodol, sehingga dapat menambahan pendapatan keluarga. Diharapkan peneliti berikutnya dapat melakukan penelitian mengenai perhitungan nilai gizi yang terdapat pada dodol jambu biji dan dapat mengolah jenis panganan lain dengan bahan tambahan jambu biji.Kata kunci: analisis, daya terima konsumen, dodol jambu biji.
PEMBUATAN BUSANA KERJA WANITA MENGGUNAKAN POLA DASAR BUSRA Busratul Husna; Mukhirah .; Fadhilah .
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 5, No 2 (2020): MEI
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Busana kerja merupakan busana yang dipakai ketika melakukan pekerjaan sesuai dengan tugasnya masingmasing. Syarat-syarat busana kerja merupakan sederhana dalam bahan, warna, dan model, praktis, mudah dalam pemeliharaan, dan sesuai dengan jenis pekerjaan. Semua jenis busana kerja yang digunakan memberikan identitas secara kasat mata tentang suatu pekerjaan si pemakai. Tiap-tiap macam pola kontruksi diberi nama menurut nama si penciptanya atau nama orang yang mengembangkan salah satu macam pola tersebut, dengan perubahan sedikit demi sedikit dari pola aslinya, seperti pola dasar Busra yang dikembangkan dari pola-pola lain. Pola busana harus digambar dengan benar berdasarkan ukuran badan seseorang yang diukur secara cermat, agar hasil jadi busana nantinya sesuai dengan bentuk tubuh si pemakai. Begitu pula sebalikmya, jika ukuran yang diambil tidak tepat dan menggambar pola juga tidak benar, maka hasil yang didapatkan tidak akan sesuai dengan ukuran seseorang. Penelitian yang berjudul Busana Kerja Wanita Menggunakan Pola Dasar Busra dengan tujuan yaitu Menciptakan pola dasar Busra dan mengembangkannya sesuai desain busana kerja wanita, Melakukan proses pembuatan busana kerja wanita menggunakan pola dasar Busra, Mengetahui bagaimana hasil jahitan busana kerja wanita menggunakan pola dasar Busra. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen terapan menggunakan Penelitian kualitatif adalah penelitian yang dilakukan secara sistematis untuk menguji/mengembangkan teori-teori yang ada. Subjek dalam penelitian ini adalah 1 orang pakar dalam bidang pola busana, dan subjek berikutnya adalah 1 orang dosen pengasuh mata kuliah busana dan praktisi dibidang pembuatan pola dan menjahit dan juga 5 orang pelanggan. Sedangkan objek dalam penelitian ini adalah pola dasar Busra, desain produk, dan hasil produk yang berupa busana kerja wanita langkah-langkah. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan Studi Kepustakaan, Dokumentasi, Observasi, Eksperimen Terapan. Berdasarkan hasil penelitian busana kerja wanita model bluse dan rok yang didesain dan dijahit menggunakan langkah-langkah yang sistematis sesuai dengan desain model yang akan dijahit. Secara keseluruhan hasil eksperimen yang telah diperoleh sesuai untuk busana kerja yang bisa digunakan untuk segala golongan.Kata Kunci : Busana Kerja Wanita, Pola Dasar Busra

Page 9 of 28 | Total Record : 272