cover
Contact Name
Cahya Yuana
Contact Email
editorsendikraf@mail.com
Phone
+6287739836417
Journal Mail Official
sendikrafjurnal@gmail.com
Editorial Address
Jalan Kaliurang Km. 12,5 Klidon, Sukoharjo, Ngaglik, Sleman, DI Yogyakarta 55581 elepon (0274) 895803, 895804, 895805
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Seni dan Industri Kreatif
ISSN : 27463605     EISSN : 30631734     DOI : https://doi.org/10.70571/PSIK
Core Subject : Education, Art,
Sendikraf adalah jurnal akademik, akses terbuka, dan peer-review. Diterbitkan pertama kali pada bulan November 2020 oleh BBPPMPV Seni dan Budaya yang merupakan unit pelaksana teknis Direktorat Jenderal Vokasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia. BBPPMPV Seni dan Budaya bertugas meningkatkan kompetensi guru pendidikan vokasi dan melaksanakan penjaminan mutu pendidikan vokasi. Jurnal ini diterbitkan 2 (dua) kali dalam setahun, yaitu pada bulan Mei dan November. Memuat artikel-artikel baik yang berbasis penelitian maupun kajian non-penelitian serta gagasan-gagasan konseptual dalam bidang pendidikan seni dan industri kreatif. Pengiriman artikel terbuka sepanjang tahun. Sebelum mengirimkan artikel, harap pastikan artikel tersebut sesuai dengan fokus dan gaya Sendikraf. Pedoman dan tata cara penyerahan dapat diakses lebih lanjut pada bagian penyerahan online.
Articles 140 Documents
MAGANG INDUSTRI: PROGRAM PENINGKATAN KOMPETENSI GURU KEJURUAN BIDANG SENI DAN EKONOMI KREATIF Usman, Khumaidi
Jurnal Pendidikan Seni dan Industri Kreatif Vol. 5 No. 2 (2024): SENDIKRAF Jurnal Pendidikan Seni dan Industri Kreatif
Publisher : BBPPMPV Seni dan Budaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70571/psik.v5i2.157

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menilai kualitas program pendidikan dan pelatihan berbasis industri bagi guru kejuruan di bidang seni dan ekonomi kreatif dalam mengembangkan keterampilan praktis dan adaptasi teknologi. Data diperoleh dari 378 orang guru kejuruan yang mengikuti magang industri selama dua minggu di berbagai industri dan dunia usaha melalui program peningkatan kompetensi guru kejuruan yang dilaksanakan oleh BBPPMPV Seni dan Budaya pada tahun 2023. Instrumen pengambilan data kuantitatif dimodifikasi berdasarkan instrumen penilaian yang digunakan oleh Marinas, dkk. (2018) dalam mengidentifikasi faktorfaktor yang mempengaruhi kualitas magang. Selain itu, dilakukan juga pengambilan data kualitatif berupa pernyataan terbuka dari para guru peserta magang. Hasil penelitian memberikan nilai sangat memuaskan (di atas 90,01) untuk semua faktor kualitas magang yang dinilai. Kemitraan dengan industri sangat membantu guru kejuruan dalam meningkatkan keterampilan teknis mereka dan dalam membangun etos kerja. Namun demikian, masih terdapat berbagai tantangan yang perlu untuk dipertimbangkan pada program magang berikutnya, yaitu perpanjangan durasi magang dan penyesuaian kurikulum program magang guru dan kurikulum SMK yang berkelanjutan sejalan dengan kebutuhan pasar kerja. Kolaborasi berkelanjutan antara BBPPMPV Seni dan Budaya dengan industri harus terus diupayakan untuk memastikan relevansi dan efektivitas program magang industri ini.  
STRATEGI EFEKTIF PENGEMBANGAN POTENSI BAKAT SISWA DALAM KOMPETISI SOLO GITAR FLS2N DI SMKN 8 SURAKARTA Santoso, S.Pd., Wahyudi Taufan
Jurnal Pendidikan Seni dan Industri Kreatif Vol. 5 No. 2 (2024): SENDIKRAF Jurnal Pendidikan Seni dan Industri Kreatif
Publisher : BBPPMPV Seni dan Budaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70571/psik.v5i2.159

Abstract

 Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap metode yang digunakan SMKN 8 Surakarta dalam menyiapkan siswanya mengikuti kompetisi cabang solo gitar FLS2N. Penelitian dilatar belakangi prestasi yang selalu diperoleh oleh SMK Negeri 8 Surakarta dalam kompetisi Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) khususnya dalam kompetisi Solo Gitar. Bagaimana sistem dan motede SMK Negeri 8 Surakarta dalam menyiapkan siswanya mengikuti kompetisi solo gitar FLS2N adalah pertanyaan yang mendari penelitian ini. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Pendekatan kualitatif dipilih karena penelitian ini menitikberatkan pada melihat subjek penelitian dan lebih menekankan pada pemahaman hakikat subjek penelitian yang diamati. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa sekolah telah menerapkan langkah-langkah efektif untuk meningkatkan prestasi non-akademik siswanya, khususnya dalam mempersiapkan mereka untuk kompetisi cabang solo gitar FLS2N. Sekolah melakukan seleksi secara ketat siswa yang akan mengikuti kompetisi solo gitar FLS2N. Siswa yang terpilih diberikan pendampungan khusus diluar jam pelajaran. Siswa juga mendapatkan pembekalan karakter dan sikap kerja, sehingga siswa lebih siap dalam mengahadapi situasi kompetisi
PEMANFAATAN INTELLECTUAL PROPERTY (IP) MASKOT "SI ENO" SEBAGAI INOVASI PEMBELAJARAN TEACHING FACTORY (TEFA) DI SMK NEGERI 3 BATU Imrotin; Agung Wibowo, Ary; Pristianora, Enggar
Jurnal Pendidikan Seni dan Industri Kreatif Vol. 5 No. 2 (2024): SENDIKRAF Jurnal Pendidikan Seni dan Industri Kreatif
Publisher : BBPPMPV Seni dan Budaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70571/psik.v5i2.160

Abstract

SMK senantiasa berinovasi agar dapat menjawab tantangan pembelajaran di era industri 4.0. Berbagai inovasi tersebut bermuara pada tujuan meningkatkan daya berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi peserta didik. Salah satu yang dikembangkan di SMK Negeri 3 Batu adalah intellectual property (IP) yang bernama Si ENO. Si ENO merupakan singkatan dari Educational Nurturing Optimized yang merujuk pada suatu pendekatan pendidikan yang dioptimalkan untuk merawat dan membimbing secara penuh perhatian, sambil memaksimalkan pengembangan positif dan pertumbuhan siswa. Karakter Si ENO mencakup keceriaan, kemampuan berpetualang, desain yang ramah anak, dan kemampuan membantu anak-anak di sekolah. Secara fisik karakter ini dibentuk dengan desain ergonomis dan menarik untuk segmentasi segala usia. Bagian kepala, badan, tangan, dan kaki bisa digerakkan dan memiliki filosofi yang dalam. Penelitian kualitatif-deskriptif ini berusaha memotret IP Si ENO dan pemanfaatannya dalam pembelajaran TeFa di beberapa kompetensi keahlian. Manfaat yang telah dicapai yakni digunakan untuk pembelajaran dalam pembuatan: 1) merchandise sekolah, antara lain gantungan kunci, kaos, tumbler, dan goodybag; 2) branding mobil sekolah; 3) tenda pameran; dan 4) augmented reality.
PERAN MEDIA REKAM DALAM MENGEMBANGKAN KOMPETENSI KREATIF MAHASISWA: STUDI PADA PEMBELAJARAN MUSIK DIGITAL DI UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG Septian Cipto Nugroho; Harmony, Feritrio
Jurnal Pendidikan Seni dan Industri Kreatif Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan Seni dan Industri Kreatif
Publisher : BBPPMPV Seni dan Budaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70571/psik.v6i2.167

Abstract

Pendidikan seni adalah sektor pendidikan yang sangat erat dengan kreativitas. Kreativitas dalam pendidikan seni tentunya akan membentuk sumber daya manusia yang kreatif. Dari sinilah kemudian banyak muncul industri kreatif di bidang seni musik, salah satunya pada perusahaan rekaman. Di era digital ini rekaman musik digital sudah banyak dikembangkan dalam industri musik yang sering disebut home recording. Hal ini tidak lepas dari kontribusi pendidikan seni musik, khususnya di Pendidikan Seni Musik, Universitas Negeri Semarang, dalam mendidik mahasiswa jurusan seni musik melalui pembelajaran media rekam. Pengetahuan mengenai peralatan inti yang digunakan untuk rekaman musik (recording), pemahaman konsep rekaman audio atau musik beserta teknik-teknik perekaman, serta publikasi musik digital menjadi bekal penting bagi mahasiswa untuk membangun industri kreatif di bidang musik.
ANALISIS POTENSI INSTAGRAM REELS SEBAGAI MEDIA PELESTARIAN SENI BUDAYA BALI DI ERA DISRUPSI Dewa, I Dewa Gede Darma Permana; Widya Ayu Candra; Luh Putu Damayanti
Jurnal Pendidikan Seni dan Industri Kreatif Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan Seni dan Industri Kreatif
Publisher : BBPPMPV Seni dan Budaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70571/psik.v6i2.195

Abstract

Seiring dengan berkembangnya zaman, eksistensi kesenian Bali perlahan memudar, digerus oleh era disrupsi yang serba cepat. Banyak masyarakat yang beralih ke tontonan digital di berbagai platform online, salah satunya di Instagram Reels. Dengan adanya kecenderungan tersebut, potensi kemunduran seni budaya Bali tidak bisa dihindari begitu saja. Berdasarkan fenomena tersebut, pada kesempatan ini peneliti tertarik untuk menganalisis potensi Instagram Reels sebagai media pelestarian Seni dan Budaya Bali pada Era Disrupsi. Terdapat tiga rumusan masalah yang dihadirkan, antara lain pelestarian seni dan budaya berbasis teknologi di Era Disrupsi, eksistensi fitur Reels dalam aplikasi Instagram, serta potensi Instagram Reels sebagai media pelestarian Seni dan Budaya Bali. Jenis metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini yakni penelitian kualitatif yang secara lebih lanjut memakai pendekatan etnografi visual. Penelitian ini menunjukkan bahwa Instagram Reels sangat berpotensi menjadi wadah pelestarian Seni dan Budaya Bali dengan memanfaatkan beragam jenis konten yang secara tidak langsung memberikan paparan budaya terhadap kalangan masyarakat, terutama anak muda.
PENERAPAN BAHASA ISYARAT DALAM PEMBELAJARAN SENI TARI PADA ANAK TUNARUNGU Daryanti, Arina Tunjung; Kasiyan
Jurnal Pendidikan Seni dan Industri Kreatif Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan Seni dan Industri Kreatif
Publisher : BBPPMPV Seni dan Budaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70571/psik.v6i2.225

Abstract

Anak tunarungu mengalami masalah pendengaran yang berpengaruh pada proses perkembangannya, sehingga dibutuhkan media untuk berkomunikasi. Bahasa isyarat digunakan sebagai alat komunikasi bagi anak tunarungu. Sistem Isyarat Bahasa Indonesia (SIBI) dan Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO) merupakan dua bahasa isyarat yang berkembang pada kalangan anak tunarungu di Indonesia. Dalam penerapannya guru seni tari mengembangkan kode-kode menggunakan bahasa isyarat yang disesuaikan dengan gerakan tari. Diharapkan anak tunarungu dapat mengikuti pembelajaran seni tari dengan menerapkan bahasa isyarat sehingga mempermudah mereka memahami materi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) penggunaan bahasa isyarat pada anak tunarungu, (2) proses pembelajaran seni tari pada anak tunarungu, dan (3) implementasi bahasa isyarat dalam pembelajaran seni tari pada anak tunarungu. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bahasa isyarat selain untuk media komunikasi juga bisa sebagai tanda pada gerakan tari yang dilakukan baik itu untuk tanda mulai, tanda pergantian, maupun tanda berhenti. Ada empat tahapan yang dilakukan dalam pengimplementasian bahasa isyarat dalam pembelajaran seni tari yaitu (1) pengenalan, (2) klasifikasi, (3) oral, dan (4) bahasa isyarat.
TRANSFORMASI DIGITAL BAHAN AJAR: UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA DKV MELALUI BAHAN AJAR ELEKTRONIK Sayafatur Roudlo, Mohammad
Jurnal Pendidikan Seni dan Industri Kreatif Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan Seni dan Industri Kreatif
Publisher : BBPPMPV Seni dan Budaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70571/psik.v6i2.229

Abstract

Perkembangan bahan ajar berbasis digital telah membawa perubahan signifikan dalam dunia pendidikan. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk mengoptimalkan efektivitas penggunaannya guna meningkatkan hasil belajar peserta didik, khususnya di tingkat SMK. Penelitian ini bertujuan mengembangkan bahan ajar yang mampu memberikan dampak positif terhadap peningkatan hasil belajar siswa. Metode yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development/R&D). Penelitian dilaksanakan pada siswa kelas X SMK Yos Sudarso jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) dengan jumlah responden sebanyak 28 orang. Hasil temuan menunjukkan bahwa bahan ajar elektronik (BAE) yang dikembangkan terbukti efektif dalam meningkatkan capaian belajar siswa. Hal tersebut terlihat dari perolehan nilai tes akhir yang lebih tinggi dibandingkan sebelum penggunaan bahan ajar. Selain itu, tanggapan dari guru dan siswa mengindikasikan bahwa bahan ajar tersebut mudah digunakan, menarik, serta membantu dalam memahami materi. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangsih terhadap pengembangan bahan ajar digital yang lebih efektif untuk mendukung peningkatan kualitas hasil belajar siswa.
INTEGRASI PENDIDIKAN SENI DALAM PENGEMBANGAN EKONOMI KREATIF: STUDI PADA INDUSTRI BATIK DI PEKALONGAN Hermawan Adinugraha, Hendri; Uthman Shehu Lawal
Jurnal Pendidikan Seni dan Industri Kreatif Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan Seni dan Industri Kreatif
Publisher : BBPPMPV Seni dan Budaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70571/psik.v6i2.231

Abstract

Industri batik Pekalongan masih mengalami keterbatasan inovasi karena integrasi pendidikan seni dengan kebutuhan praktis industri masih lemah, meskipun kota Pekalongan telah diakui UNESCO sebagai “World’s City of Batik”, tetapi sinergi kurikulum, kreativitas, dan pengembangan ekonomi kreatif belum berjalan optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pendidikan seni dapat diintegrasikan dalam pengembangan ekonomi kreatif pada industri batik, mengidentifikasi kendala dan peluang kolaborasi, serta merumuskan model integrasi yang aplikatif. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam denganpendidik seni, pengrajin batik, pelaku usaha, asosiasi batik, pemerintah daerah, dan konsumen, disertai observasi partisipatif di sentra batik dan lembaga pendidikan. Data sekunder dikumpulkan dari dokumen kebijakan, kurikulum seni, laporan industri, serta publikasi ilmiah. Analisis dilakukan secara interaktif melalui reduksi data, penyajian, dan penarikan kesimpulan dengan triangulasi sumber untuk menjaga validitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan seni berperan signifikan dalam meningkatkan kreativitas, inovasi desain, dan strategi branding batik Pekalongan. Namun, kesenjangan antara kurikulum seni dan kebutuhan praktis industri masih menjadi kendala utama. Simpulan penelitian ini menegaskan pentingnya integrasi pendidikan seni dengan industri batik melalui kolaborasi lintas aktor, penguatan kurikulum aplikatif, serta dukungan kebijakan pemerintah untuk menjaga keberlanjutan budaya sekaligus memperkuat daya saing batik di pasar global.
WAYANG LANDUNG: REPRESENTASI INOVASI KREATIF DAN KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT KECAMATAN PANJALU KABUPATEN CIAMIS Setiadi Putra, Edi
Jurnal Pendidikan Seni dan Industri Kreatif Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan Seni dan Industri Kreatif
Publisher : BBPPMPV Seni dan Budaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70571/psik.v6i2.232

Abstract

Wayang Landung Panjalu merupakan kesenian kontemporer yang berkembang di Kecamatan Panjalu, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Kesenian ini menampilkan figur wayang berukuran raksasa setinggi 3–4 meter yang diarak dalam pertunjukan helaran. Diciptakan oleh seniman lokal Pandu Radea pada tahun 2000, Wayang Landung merupakan inovasi seni pertunjukan yang menggabungkan unsur wayang golek, tradisi orang-orangan sawah, dan kesenian Bebegig Panjalu. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik visual, fungsi sosial, serta makna kultural Wayang Landung sebagai bagian dari pelestarian budaya lokal. Metode penelitian yang dipergunakan adalah kajian historiografis dan interpretasi, dengan teknik pengumpulan data dengan observasi terhadap publikasi Wayang Landung di beberapa media sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Wayang Landung berfungsi sebagai media hiburan, ritual adat, dan pendidikan budaya, serta menjadi simbol identitas masyarakat Panjalu. Wayang Landung tidak hanya menjadi ikon budaya Kabupaten Ciamis, tetapi juga representasi dinamika kebudayaan lokal yang adaptif terhadap perubahan zaman.
ONE STUDENT ONE PRODUCT STRATEGI GURU PROJEK KREATIF DAN KEWIRAUSAHAAN (PKK) MEWUJUDKAN YOUNG ENTERPRENEUR DI SMK NEGERI 3 BATU Pristianora, Enggar
Jurnal Pendidikan Seni dan Industri Kreatif Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan Seni dan Industri Kreatif
Publisher : BBPPMPV Seni dan Budaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70571/psik.v6i2.233

Abstract

Konsep Bekerja, Melanjutkan dan Berwirausaha (BMW) bagi murid SMK tidaklah mudah untuk diwujudkan. Permasalahan bekerja terletak pada daya serap industri yang tidak seimbang dengan jumlah lulusan. Kompetensi yang dimiliki murid juga kurang memenuhi persyaratan yang dibutuhkan pada Dunia Usaha, Dunia Industri dan Dunia Kerja (DUDIKA). Sedangkan permasalahan melanjutkan kuliah pada murid SMK ada pada keterbatasan biaya dan kompetensi yang dibutuhkan untuk masuk perguruan tinggi. Solusi untuk mengatasi kedua masalah tersebut adalah memberikan wawasan kepada murid untuk tidak selalu berfikir dan berorientasi menjadi pegawai atau karyawan. Mereka harus berwirausaha dan memiliki bisnisnya sendiri. Murid harus belajar berwirausaha sedini mungkin dan tidak terpatri pada kompetensi keahlian yang mereka pilih di SMK, hal ini dimaksudkan agar mereka memiliki bisninya sendiri terlebih dahulu. Apabila bisnis mereka sudah berjalan dan memiliki modal yang cukup, mereka bisa mengembangkan usahanya sesuai kompetensi keahlian yang mereka ambil di SMK. Penelitian kualitatif dengan model fenomologi ini bertujuan untuk mengetahui strategi guru PKK dalam mewujudkan young enterpreneur di SMK Negeri 3 Batu, melalui one student one product. Langkah atau strategi yang diambil untuk menciptakan one student one product di SMKN 3 Batu oleh Guru PKK ada empat tahap meliputi tahap pra produksi, produksi, pasca produksi dan implementasi/ praktik langsung. Apabila masing-masing murid sudah memiliki usaha sendiri maka young enterpreneur di SMKN 3 Batu sudah terbentuk dengan sendirinya.