cover
Contact Name
Ade Herman Surya Direja
Contact Email
adehermansuryadireja@gmail.com
Phone
+6282182997717
Journal Mail Official
admin@journal.mandiracendikia.com
Editorial Address
Yayasan Pendidikan Mandira Cendikia Bengkulu, Indonesia Jl. Padat Karya No 25 Kelurahan Sumur Dewa Kecamatan Selebar Kota Bengkulu
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia
ISSN : -     EISSN : 29642434     DOI : 10.70570
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia (JIK-MC) accepts related writings: Health sciences allied such like: Midwifery, medicine, pharmacies, phisiotherapy, surgical medical nursing, Emergency nursing, Mental nursing, Maternity nursing and children, Community nursing, family and elderly Nursing management, ect. Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia (JIK-MC) also accepts all writings with various disciplines of science with the terms of the core points remaining in the path and scope of the world of Health Sciences.
Articles 50 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 1 (2024)" : 50 Documents clear
Gambaran Faktor Penyebab Kejadian Ikterik Pada Bayi Di Ruang NICU Eka Adithia Pratiwi; Fitri Romadonika; Bq. Nurul Hidayati; Ni Komang Ayudhya S
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ikterus atau jaundice merupakan peningkatan kadar bilirubin di dalam darah sehingga mengakibatkan perubahan warna menjadi kuning di sklera mata, mukosa dan kulit, terjadi pada bayi baru lahir (BBL) atau neonatus. Peningkatan kadar bilirubin yang berlebihan dan tidak keluar dari tubuh bayi, maka akan menimbulkan resiko terjadinya kerusakan otak (kernikterus), tuli, kelumpuhan otak (cerebral palsy), hingga kematian. Faktor-faktor penyebab terjadinya ikterus bisa dikarenakan oleh factor neonatal, perinatal dan maternal. Kejadian Ikterus neonatorum di Rumah Sakit Universitas Mataram menempati urutan kedua setelah BBLR. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuii gambaran faktor penyebab kejadian ikterus pada bayi di Ruang NICU Rumah Sakit Universitas Mataram. Desain penelitian ini adalah deskriptif, populasi adalah neonatus (usia 0-28 hari), dan Teknik sampling purposive sampling. Hasil penelitian : faktor yang menyebabkan ikterus neonatorum pada faktor maternal dengan umur kehamilan aterm (<37 minggu) sebanyak (55,9%). Faktor perinatal yaitu jenis persalinan dilakukan dengan tindakan SC (Section Caesarea) sebanyak (58,8%). Faktor neonatal memiliki berat bayi lahir rendah (BBLR) (52,9%). Diharapkan orang tua dapat mengetahui tanda dan gejala anak yang terlihat ikterus dan segera membawa ke fasilitas pelayanan kesehatan untuk meminimalisir terjadinya komplikasi ikterus.
Implementasi Edukasi Pencegahan Pasien Jatuh Dengan Media Poster Di Rumah Sakit Pekanbaru Medical Center Meylani Pristiwati Sitorus
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kejadian jatuh selama masa perawatan masih menjadi kekhawatiran bagi institusi pelayanan kesehatan meski telah adanya implementasi dengan berbagai penyempurnaan strategi. Pencegahan risiko jatuh merupakan salah satu bentuk patient safety bagi pasien rawat inap. Pencegahan ini harus menjadi perhatian perawat dan keluarga. Keluarga membutuhkan edukasi untuk memperoleh informasi tentang cara pencegahan risiko jatuh agar dapat dilaksanakan dengan baik. Tujuan penelitian ini untuk Untuk mengetahui Implementasi Edukasi Pencegahan Pasien Jatuh dengan Media Poster di Rumah Sakit Pekanbaru Medical Center. Rancangan penelitian yang digunakan adalah quasy eksperimen dengan pendekatan one group pre-post test. Jumlah responden yang diberikan evidence based nursing ini yaitu sebanyak 15 klien intervensi. Standarisasi pengukuran tingkat pengetahuan dan pencegahan risiko pasien jatuh menggunakan kuesioner dan edukasi dengan media poster. Setelah dilakukan kegiatan edukasi terdapat perbedaan yang signifikan pada pengetahuan pasien dan keluarga tentang resiko jatuh.
Faktor yang Berhubungan dengan Status Gizi Anak di RA Perwanida Rejoso Nganjuk Afif, Ahmad; Dianti Ias Oktaviasari; Dian Mustofani
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak merupakan kelompok umur yang perlu mendapatkan perhatian serius. Kelompok ini mengalami proses tumbuh kembang yang pesat seperti pertumbuhan fisik, perkembangan psikomotorik, mental dan sosial. Salah satu faktor penting yang mempengaruhi tumbuh kembang anak adalah faktor gizi. Status gizi anak berhubungan dengan berbagai faktor diantaranya adalah pendapatan keluarga, pengetahuan ibu, konsumsi karbohidrat dan konsumsi protein nabati dan hewani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah empat faktor tersebut mempunyai hubungan terhadap status gizi anak di RA Perwanida Rejoso Nganjuk. Jenis penelitian ini menggunakan desain observasional cross sectional dengan jumlah sampel 60 responden yang diperoleh dari rumus Slovin serta teknik sampling secara simple random sampling. Sumber data penelitian ini adalah data primer yang diperoleh dari hasil penyebaran kuesioner dan pengukuran BB dan TB pada anak untuk menentukan IMT/U pada anak yang selanjutnya dijadikan hasil untuk menentukan status gizi anak. Analisis data dilakukan dengan metode statistika deskriptif dan uji chi-square. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa variabel yang berhubungan dengan status gizi anak di RA Perwanida Rejoso Nganjuk adalah faktor pengetahuan ibu dengan p-value = 0,000, faktor konsumsi karbohidrat dengan p-value = 0,003 dan faktor konsumsi protein nabati dan hewani dengan p-value = 0,000. Sedangkan faktor pendapatan keluarga dengan p-value = 0,071 merupakan satu-satunya variabel yang tidak ada hubungan dengan status gizi anak di RA Perwanida Rejoso Nganjuk. Sehingga dapat disimpulkan bahwa faktor yang berhubungan terhadap status gizi anak di RA Perwanida Rejoso Nganjuk adalah faktor pengetahuan ibu, konsumsi karbohidrat dan konsumsi protein hewani dan nabati.
Formulasi Dan Evaluasi Sediaan Krim Ekstrak Daun Pandan Wangi (Pandanus amaryllifolius Roxb) Dina Fitriana; Agnes Yuliana; Ernie Halimatushadyah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini pengobatan tradisional banyak dipilih kembali oleh masyarakat sebagai alternatif dalam penyembuhan. Salah satu tanaman yang dapat digunakan sebagai obat ialah tanaman pandan wangi (Pandanus amaryllofolius Roxb). Pandan wangi memiliki aktivitas seperti antioksidan, antidiabetik, anti ketombe, lemah saraf, analgesik, pewangi dan pewarna makanan. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan dan mengevaluasi sediaan krim dari ekstrak daun pandan wangi. Metode dalam penelitian ini ialah dengan menggunakan metode eksperimental laboratorium dengan evaluasi melalui berbagai karakteristik fisik seperti uji organoleptik, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar, uji daya lekat, dan uji viskositas pada 3 sediaan krim dengan konsentrasi pandan wangi 5%; 7,5%; dan 10%. Berdasarkan hasil pengujian tersebut dapat disimpulkan bahwa ketiga formula dengan ekstrak daun pandan wangi dapat diformulasikan sebagai krim.
Efektifitas Breast Care Dan Oxytocin Massage Untuk Meningkatkan Produksi Asi Pada Ibu Post Partum Wice Purwani Suci; Dessika Larassati; Nurul Hijja
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ibu postpartum mengalami permasalahan yang berhubungan dengan produksi ASI. Breast care dan oxytocin massage dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui efektivitas breast care dan oxytocin massage terhadap peningkatan ASI ibu postpartum. Desain yang digunakan adalah desain deskriptif. Penelitian dilakukan kepada 2 orang ibu postpartum di ruangan Teratai RSUD Arifin Achmad. Pengumpulan data menggunakan proses keperawatan yang terdiri dari pengkajian, analisa data, diagnosa keperawatan, intervensi, implementasi dan evaluasi. Peningkatan produksi ASI terjadi setelah diberikan breast care dan oxytocin massage dengan rata-rata tertinggi yaitu, 22,5 cc. Jumlah produksi ASI juga dipengaruhi oleh psikologis, aktifitas, proses persalinan, usia persalinan, frekuensi menyusui, rawat gabung, berat bayi lahir dan asupan nutrisi.
Hubungan Pengetahuan Perawat Tentang Sdki Siki Dan Slki Dengan Kepatuhan Pendokumentasian Dirumah Sakit Dr. Soedarsono Pasuruan Luluk Nur Aini; Siti Maryam
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagian besar dokumentasi keperawatan masih belum lengkap (71,6%) dan yang lengkap hanya sedikit (28,4%). Hal ini dipengaruhi oleh pengetahuan perawat dalam proses keperawatan SDKI, SIKI dan SLKI (3S). Tujuan penelitian ini adalah ingin menganalisis hubungan pengetahuan perawat tentang SDKI, SIKI dan SLKI Dengan Kepatuhan Pendokumentasian Di RSUD dr. R. Soedarsono Pasuruan. Desain penelitian menggunakan non experiment cross sectional dengan jumlah populasi 48, sampel 48, tempat penelitian di RSUD dr. R. Soedarsono Pasuruan, mulai 20 Juli sampai 31 Juli 2023. Variabel Independennya adalah pengetahuan perawat tentang SDKI, SIKI dan SLKI dan variable dependentnya adalah Kepatuhan Pendokumentasian. Analisis data dengan Uji Spearman Rho. Hasilnya adalah menunjukkan bahwa nilai uji spearman rho -0,024, -0,024 < 0,05 artinya H1 diterima dan H0 ditolak. dapat diartikan bahwa terdapat hubungan antara Pengetahuan Perawat tentang SDKI, SIKI dan SLKI dengan Kepatuhan Pendokumentasian di RSUD dr. R. Soedarsono Pasuruan. 3S (SDKI, SIKI, SLKI) merupakan 3 komponen utama dalam asuhan keperawatan sebagai standar dalam melakukan penyusunan dan pencatatan dalam dokumentasi asuhan keperawatan. Sebagai tenaga kesehatan professional, perawat memiliki kesempatan terbesar dalam pemberian pelayanan kesehatan terlebih pada asuhan keperawatan untuk membantu dan memenuhi kebutuhan dasar pasien. Kesimpulan: ada hubungan antara Pengetahuan Perawat tentang SDKI, SIKI dan SLKI dengan Kepatuhan Pendokumentasian di RSUD dr. R. Soedarsono Pasuruan. Diharapkan rumah sakit dapat melaksanakan pelatihan bagi perawat pemula sehingga menambah wawasan dalam menerapkan pendokuemntasian asuhan keperawatan serta menyediakan system komputeriasi sehingga mempermudah perawat dalam mengaplikasannya di ruang rawat inap Interna RSUD dr. R. Soedarsono Pasuruan.
Efektivitas Pemberian Orientasi Gizi Dan Pencegahan Anemia Bagi Remaja -, Mifta Wahyu Rafa Sakina; Dwi Margareta Andini; Ana Nur Filiya
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Remaja merupakan salah satu tahapan kehidupan manusia yang sangat dinamis dan ditandai dengan adanya berbagai percepatan bagi individu baik dalam hal fisik, kognitif, afektif, moral maupun sosialnya. Secara kondisi psikologis, remaja mudah terpengaruh akan suatu hal baru sehingga perlu diberikan banyak informasi dan pemahaman utamanya yang berkaitan dengan gizi dan anemia. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat efektivitas efektivitas pemberian orientasi gizi dan pencegahan anemia bagi remaja desa Tunge Kecamatan Wates Kabupaten Kediri. Penelitian ini menggunakan penelitian eksperimen jenis Quasi Eksperiment dengan menerapkan pretest-post test design agar dapat dilakukan perbandingan antara pengetahuan gizi dan pencegahan anemia pada remaja sebelum dan sesudah diberikan edukasi. Sampel penelitian ini adalah remaja anggota IPNU/IPPNU usia 13-19 tahun di desa Tunge yang berjumlah 28 orang. Analisis dalam penelitian ini menggunakan SPSS versi 23.0 dengan uji statistik Paired Sample T-Test. Kesimpulan dari penelitian ini adalah (1) Pemberian edukasi gizi memiliki pengaruh yang sangat signifikan terhadap pengetahuan gizi remaja. (2) Penyuluhan gizi memiliki pengaruh yang sangat signifikan terhadap pengetahuan remaja dalam melakukan upaya pencegahan anemia. (3) Pemberian edukasi gizi dan pencegahan anemia efektif diberikan kepada remaja untuk menambah pengetahuan remaja akan pentingnya pemenuhan gizi yang seimbang agar terhindar dari anemia.
Hubungan Pengetahuan Perawat Tentang Triase Dengan Ketepatan Triase Di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Kabupaten Poso Djala, Fany; Dian Muslimin; Tri Dennis Pasae
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Instalasi GAwat Darurat (IGD) adalah salah satu unit rumah sakit yang memberikan pelayanan kesehatan darurat. pelayanan yang dilakukan oleh para perawat di Unit Gawat Darurat adalah triase. Pelaksanaan triase yang tepat di Rumah sakit dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan perawat dan perawat sangat penting mengetahui tentang labeling triase. Tujuan: Mengetahui Hubungan Pengetahuan Perawat Tentang Triase Dengan Ketepatan Triase Di Instalasi Gawat Darurat  (IGD)  Rumah Sakit Kabupaten Poso. Metode: metode Observasional Analitik digunakan dalam penelitian ini dengan pendekatan Cross Sectional Study. Populasi yaitu seluruh perawat yang bekerja di Instalasi Gawat darurat Rumah Sakit di Kabupaten Poso dengan jumlah sampel sebesar 43 orang. Data diperoleh dengan menggunakan kuesioner dan lembar observasi ketepatan labeling Triase dan dianalisis dengan menggunakan uji statistik Kalmogorov-Smirnov. Hasil : Menunjukkan tidak ada hubungan Pengetahuan perawat  dengan ketepatan Triase di Instalasi Gawat Darurat di Rumah Sakit Kabupaten Poso dengan nilai p = 1,000 (p>0,05). Kesimpulan : pengetahuan perawat tidak selalu menunjukkan hubungan dengan ketepatan Triase di Instalasi Gawat Darurat.   Kata Kunci: Pengetahuan; Ketepatan Triase;  
Tingkat Stres Satgas Covid-19 Dalam Melaksanakan Tindakan Tidak Aman (Unsafe Action) Selama Kontak Dengan Pasien Covid Di Kelurahan Bajang Kecamatan Talun Kabupaten Blitar Vela Purnamasari; Dwi Purwanti
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Covid-19 merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus Sars-Cov-2. Untuk menanggulangi wabah ini pemerintah membentuk Satgas Covid-19, banyaknya jumlah pasien Covid-19 mengakibatkan akses untuk mendapatkan alat perlindungan diri semakin sulit sehingga mengakibatkan satgas melakukan unsafe action, hal ini menyebabkan meningkatnya tingkat stres satgas Covid-19. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui tingkat stres satgas Covid-19 dalam melaksanakan tindakan tidak aman (unsafe action) selama kontak dengan pasien Covid-19. Desain penelitian deskriptif, populasi 26 responden dan sampel 26 responden, total sampling, instrument menggunakan kueisoner Perceived Stres Scale (PSS), penelitian dilaksanakan pada 1Febuari – 1 Maret 2023. Variabel penelitian yaitu tingkat stres satgas Covid-19 dalam melaksanakan tindakan tidak aman (Unsafe Action) selama kontak dengan pasien Covid-19 di Kelurahan Bajang Kecamatan Talun Kabupaten Blitar. Hasil penelitian didapatkan dari 26 responden menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami stres sedang (54%), hampir setengah responden mengalami stres ringan (42%), dan sebagian kecil responden mengalami stres berat (4%). Tingkat Stres Satgas Covid-19 dalam Melaksanakan Tindakan Tidak Aman (Unsafe Action) Selama Kontak dengan Pasien Covid dipengaruhi oleh jabatan dalam struktur organisasi, fasilitas dari pihak kelurahan, tempat tinggal dengan orang yang beresiko tinggi tertular Covid-19, jenis unsafe action yang dilakukan, dan jam kerja yang tidak menentu. Diharapkan responden menambah pengetahuan mengenai cara menghindari tindakan tidak aman dan cara pencegahan tingkat stress dengan cara istirahat cukup dan memanajemen waktu. Pihak kelurahan diharapkan membuat jadwal tugas satgas dengan adil, memberikan dukungan psikologis bagi satgas dan keluarga.
Penerapan Konsep Teori Model Patricia Benner Pada Asuhan Keperawatan Pasien Congestive Heart Failure Di Ruang Intensive Care Unit Aprianto Guntur Irawan; Irna Nursanti
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Congestive Heart Failure (CHF) merupakan ketidakadekuatan jantung untuk memompa darah dalam jumlah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan oksigen dan nutrisi jaringan. Tanda dan gejala utama gagal jantung kongestif berupa sesak nafas terutama saat aktifitas dan gangguan irama jantung, sehingga perawatan pasien dilakukan secara intensif dan monitoring yang tepat, diperlukan kolaborasi dan kompetensi yang baik antar perawat dalam melakukan asuhan keperawatan. Patricia Benner mengatakan bahwa kompetensi dan pengetahuan perawat dalam sebuah praktik disiplin ilmu diperoleh dari waktu ke waktu dan dikembangkan melalui pembelajaran eksperimental serta pemikiran situasional. Model Benner bersifat situasional dan menggambarkan lima tingkat penguasaaan keterampilan dan pengembangan dikenal dengan From Novice To Expert. Tujuan: mengetahui penerapan konsep teori Patricia Benner dalam asuhan keperawatan. Metode: pendekatan proses keperawatan dengan model teori keperawatan Patricia Benner. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data yaitu case study dengan wawancara, observasi, pemeriksaan fisik dan melakukan asuhan keperawatan. Hasil: Asuhan keperawatan yang dihasilkan bahwa model Benner menempatkan perawat sesuai tingkat keahliannya dari perawat Novice melakukan pengkajian dan merumuskan diagnosa keperawatan dengan dibimbing oleh perawat Advanced Begginer. Menetapkan intervensi keperawatan sesuai tingkat ketergantungan klien dilakukan oleh perawat Advanced Begginer. Indikator kriteria hasil dan implementasi yang tepat ditentukan oleh perawat Competent, tingkat keberhasilan intervensi sesuai dengan evaluasi dilakukan oleh perawat Proficient. Sebagai konsultasi perawat dan keluarga dilakukan oleh perawat Expert dimana akan berkolaborasi dengan interdisiplin ilmu lainya untuk menyelesaikan masalah. Kesimpulan: Pencapaian salah satu keberhasilan asuhan keperawatan kritis khususnya pada pasien dengan CHF dapat ditentukan dengan tingkat keahlian dari perawat yang memberikan asuhan.