cover
Contact Name
Putu Oky Ari Tania
Contact Email
putuoky@uwks.ac.id
Phone
+628155000835
Journal Mail Official
uppp-fk@uwks.ac.id
Editorial Address
Universitas Wijaya Kusuma Surabaya Jl. Dukuh Kupang XXV No.54, Dukuh Kupang, Kec. Dukuhpakis, Kota SBY, Jawa Timur 60225
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional COSMIC Kedokteran
ISSN : 30260256     EISSN : 30260256     DOI : -
Artikel yang dipublikasi di Prosiding Seminar Nasional COSMIC Kedokteran meliputi bidang Kedokteran dan Kesehatan
Arjuna Subject : Kedokteran - Embriologi
Articles 69 Documents
EXPLORING THE ROLE OF APOLIPOPROTEIN A AS A PREDICTIVE BIOMARKER FOR FECAL INCONTINENCE SEVERITY IN THE ELDERLY: A FOCUS ON LIPID-IMMUNE INTERACTIONS Wijaya, Bryan Anna; Limas, Peter Ian; Firmansyah, Yohanes; Sari, Triyana; Santoso, Alexander Halim
Prosiding Seminar Nasional COSMIC Kedokteran Vol 3 (2025): Edisi 2025
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fecal incontinence (FI) is a common problem among the elderly, affecting their quality of life. Identifying reliable biomarkers like Apolipoprotein A (Apo-A) could improve management strategies, as its anti-inflammatory properties may help predict the severity of FI. This study aims to assess Apo-A as a lipid biomarker for predicting the severity of fecal incontinence, using the Fecal Incontinence Severity Index (FISI) for measurement. This cross-sectional study involved 93 elderly participants at Bina Bhakti Nursing Home, who exhibited varying FI levels. The severity was evaluated using the FISI, while serum lipid profiles were analyzed to measure Apo-A levels. We assessed Apo-A’s predictive ability for FI severity through the area under the curve (AUC) from the receiver operating characteristic (ROC) curve. The state variable was set at 0 on the FISI scale, indicating the absence of FI. The AUC for Apo-A was found to be 0.631, with a p-value of 0.031, indicating that higher Apo-A levels are significantly linked to the absence of fecal incontinence. Apo-A is a promising biomarker for predicting FI severity, although its predictive capacity is limited. Future studies should investigate combining Apo-A with other inflammatory markers to enhance prediction accuracy.
HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN DERAJAT HIPERTENSI PADA PROGRAM PROLANIS BULAN SEPTEMBER 2024 DI PUSKESMAS JATIREJO Permatasari, Kiswati Rozi; Rahma, Salsabila; Prakoso, Bayu; Nofa, Ilham; Sahadewa, Sukma
Prosiding Seminar Nasional COSMIC Kedokteran Vol 3 (2025): Edisi 2025
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Penyakit tidak menular (PTM) seperti hipertensi, merupakan penyebab kematian yang signifikan di seluruh dunia, terutama pada kelompok usia dewasa. Di Indonesia, prevalensi hipertensi berdasarkan pengukuran usia ≥18 tahun adalah 30,8%, dengan Jawa Timur memiliki prevalensi 36,32%, dan Kabupaten Mojokerto mencatat angka prevalensi 18,34%. Data dari Puskesmas Jatirejo menunjukkan bahwa hipertensi, terutama Essential Primary Hypertension, merupakan masalah kesehatan yang signifikan di wilayah tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan status gizi dengan derajat hipertensi pada program prolanis di Puskesmas Jatirejo. Metode yang digunakan adalah studi cross-sectional dilakukan pada 25 pasien dengan pengumpulan data melalui pengukuran antropometri dan tekanan darah. Hasil: Dari 25 responden didapatkan 16 responden (64%) mengalami obesitas dan 10 responden (40%) mengalami hipertensi. Responden yang dari responden yang menderita hipertensi dengan status gizi obesitas sebesar 9 responden (36%). Pengujian dengan Fisher’s Exact Test, terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi obesitas dan derajat hipertensi (p 0,034). Kesimpulan: Perawatan dan pengelolaan obesitas dapat memainkan peran yang krusial dalam pencegahan dan pengelolaan hipertensi pada program prolanis di Puskesmas Jatirejo. Dibutuhkan lebih banyak penelitian untuk membantu menyusun strategi intervensi yangefektif untuk mengatasi masalah ini secara lebih luas di masyarakat.
HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN DENGAN KADAR HbA1c PADA PASIEN PROLANIS DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI PUSKESMAS DEKET LAMONGAN Anggraeni, Febrin Trianita; Yaniari, Roethmia; Suhartati
Prosiding Seminar Nasional COSMIC Kedokteran Vol 3 (2025): Edisi 2025
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Jawa Timur, tepatnya pada Kabupaten Lamongan memiliki kasus diabetes mellitus (DM) tertinggi, dengan 23.226 penderita. Penting bagi masyarakat untuk memahami diabetes agar dapat berperan dalam menurunkan angka kasus. Pengetahuan dan tingkat pendidikan seseorang berpengaruh terhadap pemahaman Kesehatan. Masih banyak penderita DM yang belum menyadari pentingnya memonitor kadar HbA1c. Pemantauan kadar HbA1c ini dilakukan setiap 2-3 bulan untuk membantu dalam mengontrol gula darah, mencegah komplikasi, dan mengevaluasi terapi. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan 47 pasien PROLANIS di Puskesmas Deket Lamongan. Semua pasien terdaftar dijadikan sampel, dan analisis data dilakukan menggunakan uji statistik Spearman untuk mencari hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan nilai p sebesar 0,000 (p ≤ 0,05), yang menunjukkan terdapat hubungan bermakna antara tingkat pendidikan dan kadar HbA1c. koefisien korelasi -0,663 mengindikasikan semakin rendah tingkat Pendidikan, maka semakin tinggi kadar HbA1c. Jadi, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara tingkat pendidikan dan kadar HbA1c pada penderita DM tipe 2 di Puskesmas Deket Lamongan.
PREVALENSI DAN FAKTOR-FAKTOR RISIKO INFEKSI SALURAN KEMIH PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS DUKUH KUPANG SURABAYA Rukmana, Kresna Aditya; Inawati; Harman Agusaputra; Budhi Setiawan
Prosiding Seminar Nasional COSMIC Kedokteran Vol 3 (2025): Edisi 2025
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infeksi Saluran Kemih (ISK) merupakan salah satu risiko kehamilan berupa kondisi klinis infeksi yang disebabkan oleh bakteri yang apabila tidak dilakukan tatalaksana dengan baik akan memperburuk kondisi kehamilan yang membahayakan ibu dan janin. ISK memiliki multifaktor risiko yang mendasari perjalanan dan keparahan penyakit yang diantaranya meliputi usia, sosioekonomi, tingkat pendidikan, paritas, gravida, frekuensi hubungan seksual, riwayat ISK, volume minum air putih, dan kebersihan vulva. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan prevalensi ISK berdasarkan faktor-faktor risikonya pada ibu hamil di Poli KIA Puskesmas Dukuh Kupang Surabaya Periode Maret-Mei 2024. Penelitian ini dirancang menggunakan pendekatan deskriptif dengan desain penelitian cross-sectional pada total sampel dari ibu hamil selama 3 bulan penelitian. Populasi ditemukan sebanyak 40 orang dan besar sampel adalah 40 orang. Analisis data menggunakan metode crosstab analysis diperoleh hasil sebagai kesimpulan prevalensi ISK pada ibu hamil sebesar 12,5% yang seluruhnya berusia 20-35 tahun, berpendidikan SMA, berpenghasilan di bawah gaji UMR kota Surabaya, sebagian besar usia kehamilan di trimester ketiga, sebagian besar belum pernah melahirkan, sebagian besar dengan intensitas kontak seksual 1x/minggu, sebagian besar memiliki riwayat multigravida, sebagian yang lain memilikir riwayat primipara, seluruhnya tidak memiliki riwayat ISK, sebagian besar konsumsi volume minum air ≥8 gelas per hari, dan seluruhnya merawat kebersihan vulva yang baik. Kesimpulan penelitian menyatakan bahwa prevalensi ISK beberapa menjadi faktor risiko yaitu usia muda, usia kehamilan, sosioekonomi, frekuensi hubungan seksual, multigravida, dan multipara. Selain itu, tidak didasari oleh faktor risiko yang diteliti dan diduga disebabkan oleh faktor-faktor lain yang perlu diteliti lebih lanjut diantaranya perilaku kesehatan seksual, immunocompromised, tingkat stres, dan komorbid.
INDIKATOR PEMENDEKAN USUS MENCIT KOLITIS ULSERATIF YANG DIPULIHKAN DENGAN PEMBERIAN SCFA DAN MINYAK BIJI LABU Lestari, Gietri Indah; Ari Tania, Putu Oky; Simamora, Dorta; Widjaja, Jimmy Hadi
Prosiding Seminar Nasional COSMIC Kedokteran Vol 3 (2025): Edisi 2025
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu penyakit inflamasi di usus adalah kolitis ulseratif, yang ditandai dengan beberapa gejala termasuk turunnya berat badan, adanya darah pada feces, demam, serta kontraksi pada panjang usus, yang dapat berpotensi menjadi kanker kolorektal. Penelitian ini bertujuan untuk mengobservasi efikasi dari suplementasi minyak biji labu dan Short Chain Fatty Acids (SCFA) pada pemulihan pemendekan usus mencit model kolitis ulseratif. Metode penelitian adalah eksperimental laboratorium dengan desain simple random sampling. Empat kelompok mencit yaitu K1 kontrol (aquades), K2 kolitis usleratif (DSS 2% dilanjutkan aquades),  K3 (DSS 2% dilanjutkan dengan SCFA), K4 (DSS 2% dilanjutkan dengan SCFA dan minyak biji labu). Hasil Penelitian ini adalah rerata panjang usus pada K1, K2, K3 dan K4 masing-masing adalah 10,73; 9,6; 9,92; dan 10,32. Perbedaan perlakuan tersebut terhadap panjang kolon menunjukkan tidak ada perbedaan di antara kelompok dengan uji ANOVA (p value 0,391). Pemberian SCFA dan minyak biji lbu dapat memperbaiki ukuran panjang kolon sebagai indikator pemulihan inflamasi.
PERAN KECERDASAN BUATAN DALAM KESEHATAN MASYARAKAT GLOBAL Alamudi, Mohammad Yusuf; Sudiyanto, Henry; Nurwidji, Nurwidji; Diana, Sulis; Anggreni, Dhonna; Mafticha, Elyana; Kartiningrum, Eka Diah; Fardiansyah, Arief
Prosiding Seminar Nasional COSMIC Kedokteran Vol 3 (2025): Edisi 2025
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Kata “kesehatan masyarakat” merupakan salah satu kata yang paling sering digunakan oleh para pembuat kebijakan, perencana, penyedia layanan kesehatan, dan akademisi. Kata ini merupakan salah satu alat terpenting untuk menjaga kesehatan bangsa serta untuk pembangunan secara keseluruhan. Kesehatan masyarakat bekerja untuk memantau wabah penyakit, baik akut maupun kronis, untuk mencegah cedera, dan untuk memahami distribusi faktor risiko di masyarakat. Kecerdasan buatan (AI) berpotensi meningkatkan kemampuan kesehatan masyarakat untuk meningkatkan kesehatan semua orang di semua komunitas. Tujuan: menentukan Peran Kecerdasan Buatan dalam Kesehatan Masyarakat Global. Metode: Metodologi yang digunakan melibatkan tinjauan pustaka atau analisis makalah yang dikumpulkan dari tahun 1980 hingga 2024 melalui mesin pencari Google. Selanjutnya, sumber dikumpulkan, diidentifikasi, dan dievaluasi. Laporan penelitian ini menggunakan frasa kesehatan masyarakat dan AI. Perburuan tersebut terjadi pada tahun 2024 dari bulan Juli hingga November. Artikel-artikel dalam koleksi ini diterbitkan dalam bahasa Inggris dan Indonesia di jurnal nasional dan internasional, analisis dengan Vosviewer. Hasil : Berdasarkan analisis menggunakan Vosviewer, ditemukan bahwa kesehatan masyarakat terkait dengan AI meliputi big data, data mining, machine learning, deep learning, algoritma, global health informatics. Penelitian kesehatan masyarakat dan AI dilakukan antara tahun 2018 hingga 2024 dan masih terbuka untuk dikaji. Kesimpulan: AI memiliki peran penting dalam kesehatan masyarakat, terutama dalam kaitannya dengan big data, kebijakan kesehatan, dan perawatan kesehatan.
EFEKTIVITAS EKSTRAK ETANOL DAUN CENGKEH (Syzygium aromaticum) DALAM MENGHAMBAT PEMBENTUKAN BIOFILM Candida albicans ATCC 14053 Nuzula, Firdausi; masfufatun, masfufatun
Prosiding Seminar Nasional COSMIC Kedokteran Vol 3 (2025): Edisi 2025
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Candida albicans merupakan salah satu jenis Candida yang banyak ditemukan di lingkungan dan termasuk mikrobiota normal. Candida albicans bisa menjadi patogen ketika keseimbangannya terganggu, sehingga akan menyebabkan infeksi. Infeksi jamur yang disebabkan oleh Candida disebut sebagai kandidiasis. Antijamur yang banyak digunakan saat ini yaitu azole, polien, echinocadin, allylamine, dan fluoropyrimidine. Resistensi antijamur terhadap biofilm diperkirakan 10.000 kali lipat dibanding dalam wujud planktonik. Hampir seluruh bagian cengkeh dapat dimanfaatkan mulai dari daun, bunga, dan rantingnya. Daun cengkeh (Syzygium aromatium) dapat digunakan untuk mengobati penyakit infeksi salah satunya kandidiasis. Pada uji fitokimia ekstrak daun cengkeh terdapat kandungan flavonoid, tanin, saponin, terpenoid, dan alkaloid. Desain penelitian yang digunakan adalah eksperimental murni dengan pendekatan post test control group only desain. Uji aktivitas antibiofilm ekstrak etanol daun cengkeh menggunakan metode microtiter plate biofilm assay. Hasil uji aktivitas antibiofilm menunjukkan bahwa konsentrasi ekstrak etanol daun cengkeh (S. aromaticum) yang memiliki aktivitas menghambat pertumbuhan biofilm C. albicans dengan persentase aktivitas tertinggi terdapat pada konsentrasi 20%. Penentuan nilai MBIC50 dilakukan dengan menggunakan analisis probit, sehingga diperoleh konsentrasi ekstrak etanol daun cengkeh (S. aromatium) yang dapat menghambat 50% pertumbuhan biofilm C. albicans terletak pada konsentrasi 0,22%.
VAKSINASI FOODBORNE DISEASE SEBAGAI LANGKAH PENCEGAHAN RESISTENSI ANTIBIOTIK PADA ANAK Lo, Geoffrey Christian; Firmansyah, Yohanes
Prosiding Seminar Nasional COSMIC Kedokteran Vol 3 (2025): Edisi 2025
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prevalensi penyakit bawaan makanan atau foodborne disease tinggi terutama pada populasi dewasa dan anak. World Health Organization (WHO) mencatat 600 juta kasus foodborne disease di dunia yang menyebabkan 294.000 kematian pada dewasa dan 126.000 kematian pada balita. Angka morbiditas, mortalitas, dan beban finansial yang tinggi akibat foodborne disease pada populasi anak membuat vaksinasi perlu dilakukan untuk memberikan proteksi terhadap patogen foodborne disease, seperti Salmonella typhi, Vibrio cholerae, virus hepatitis A, dan rotavirus. Pemberian vaksin juga menekan penggunaan antibiotik yang berlebihan dan tidak sesuai pada hewan dan manusia menyebabkan timbulnya bakteri resisten antibiotik yang menyebabkan 1,27 juta kematian pada 2019. Tinjauan pustaka ini dilakukan melalui Google Scholar akan memaparkan bagaimana vaksinasi foodborne disease pada anak dapat menurunkan penggunaan antibiotik dalam rangka mengurangi dan mencegah timbulnya resistensi antibiotik pada populasi anak.  
THE VISCERAL FAT SIGNIFICANTLY ASSOCIATED WITH URIC ACID LEVELS AMONG THE ELDERLY AT HANA NURSING HOME Jap, Ayleen Nathalie; Gunawan, Shirly; Firmansyah, Yohanes; Santoso, Alexander Halim
Prosiding Seminar Nasional COSMIC Kedokteran Vol 3 (2025): Edisi 2025
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Visceral fat has a significant impact on metabolic health. Elevated visceral fat area could increase the risk of hyperuricemia, which may lead to further metabolic complications. The study aims to assess the relationship between uric acid levels and visceral fat accumulation and the subsequent effect on subcutaneous fat distribution in the trunk, arms, and legs among the elderly population. This study involved 61 elderly participants at Hana Nursing Home. Serum uric acid levels were measured using point-of-care testing (POCT). Body composition, including visceral and subcutaneous fat, was assessed using the Omron body composition monitor. Spearman correlation analysis evaluated the relationship between uric acid levels, visceral fat, and subcutaneous fat in different body regions, including the trunk, arms, and legs. This study has demonstrated a positive correlation between uric acid levels and visceral fat accumulation (r = 0.285, p = 0.026), subcutaneous fat in the trunk (r = 0.804, p < 0.001), arms (r = 0.752, p < 0.001), and legs (r = 0.827, p < 0.001), suggesting that having a high amount of visceral fat can be an indicator of having more subcutaneous fat as well.
HUBUNGAN STRES AKADEMIK DENGAN GANGGUAN MAKAN (EATING DISORDER) PADA MAHASISWA FK UWKS ANGKATAN 2021 MENJELANG UJIAN SOOCA Setiawan, Dani; Simamora, Dorta
Prosiding Seminar Nasional COSMIC Kedokteran Vol 3 (2025): Edisi 2025
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Stres ialah kondisi atau keadaan didalam tubuh yang dapat timbul akibat tekanan fisik, situasi sosial, dan lingkungan yang tidak terkendali. Stres akademik tahap universitas, seperti hilangnya kebiasaan sehat di kalangan mahasiswa dibandingkan dengan tahap sebelumnya saat masih bersama dengan keluarga. selama masa ujian (situasi yang penuh tekanan), mahasiswa memodifikasi kebiasaan makan dan latihan fisik mereka, Mahasiswa dengan gangguan makan disini dikenal sebagai eating disorder (ED). Eating disorder adalah sebuah kondisi terkait dengan kesehatan mental yang ditunjukkan melalui ketidaknormalan dalam perilaku makan. Beberapa jenis dari ED meliputi anoreksia nervosa, bulimia nervosa, dan binge eating disorder. Metode: Pada penelitian ini meggunakan metode Cross sectional dengan analisis observasional. Jumlah sampel yang memenuhi kriteria adalah 68 orang, selanjutnya data diolah dengan SPSS. Kesimpulan: Bedasarkan hasil penelitian ini, diperoleh nilai t hitung 0,753 > 0,235 dan Sig. (2 tailed) = 0,000 < 0,05. Bedasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara stres akademik dengan ED pada Mahasiswa FK UWKS Angkatan 2021.